<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>positive thinking Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/positive-thinking/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/positive-thinking/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:21:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>positive thinking Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/positive-thinking/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menemukan Jawaban Pada Rahasia Magnet Rezeki</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/menemukan-jawaban-pada-rahasia-magnet-rezeki/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/menemukan-jawaban-pada-rahasia-magnet-rezeki/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Sep 2018 08:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jawaban]]></category>
		<category><![CDATA[Nasrullah]]></category>
		<category><![CDATA[positive thinking]]></category>
		<category><![CDATA[Rahasia Magnet Rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1376</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis gemar membaca buku self-improvement karena meyakini bahwa jiwa penulis membutuhkan &#8220;suplemen&#8221; agar tetap berpikir positif di kala semangat penulis mulai turun. Istilahnya mungkin ngecas energi positif melalui buku. Pada awalnya penulis hanya membaca buku karya penulis barat seperti John C. Maxwell, namun akhir-akhir ini penulis lebih menggemari buku-buku motivasi islami seperti tulisan Ahmad Rifa&#8217;i Rifan. Biar dunia sama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/menemukan-jawaban-pada-rahasia-magnet-rezeki/">Menemukan Jawaban Pada Rahasia Magnet Rezeki</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis gemar membaca buku <em>self-improvement </em>karena meyakini bahwa jiwa penulis membutuhkan &#8220;suplemen&#8221; agar tetap berpikir positif di kala semangat penulis mulai turun. Istilahnya mungkin <em>ngecas </em>energi positif melalui buku.</p>
<p>Pada awalnya penulis hanya membaca buku karya penulis barat seperti John C. Maxwell, namun akhir-akhir ini penulis lebih menggemari buku-buku motivasi islami seperti tulisan Ahmad Rifa&#8217;i Rifan. Biar dunia sama akhiratnya seimbang.</p>
<p>Buku motivasi islam yang baru penulis selesaikan adalah <strong>Rahasia Magnet Rezeki </strong>karya Nasrullah. Mengusung sub-judul &#8220;Menarik Rezeki Dahsyat dengan Cara Allah&#8221;, buku ini nampaknya akan mengarahkan pemikiran kita untuk mencari rezeki dengan cara yang sarat dengan nilai-nilai Islam.</p>
<p><strong>Apa Isi Buku Ini?</strong></p>
<p>Diawali satu bab yang menjelaskan tujuan buku ini, secara garis besar buku ini dibagi menjadi tiga bagian:</p>
<ul>
<li>The Power of Positive Thinking</li>
<li>The Power of Positive Feeling</li>
<li>The Power of Positive Motivation</li>
</ul>
<p>Buku ini mengajarkan bagaimana menerapkan ketiga poin tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari, disertai berbagai contoh nyata dan manfaat dari penerapannya. Apabila kita berhasil menerapkan ketiga hal tersebut, insyaAllah rezeki kita akan datang.</p>
<p>Penulis tidak akan menjelaskan isinya lebih dalam lagi, karena penulis akan lebih menekankan pada lembar-lembar terakhir pada buku ini, ketika penulis menemukan jawaban yang sudah lama menggantung di benak penulis.</p>
<p><strong>Menemukan Jawaban</strong></p>
<p>Terdapat satu pertanyaan yang sering menguji keimanan penulis: <em>Mengapa ada orang-orang sukses yang tidak pernah sholat maupun ibadah lainnya?</em></p>
<p>Tentu setan dengan mulusnya masuk untuk menghasut penulis, bahwa mereka memang sukses karena usaha keras mereka tanpa ada campur tangan Tuhan. Ketika terbesit pikiran seperti itu, penulis berusaha untuk menangkisnya dengan ucapan istighfar.</p>
<p>Akan tetapi, tetap saja pertanyaan ini masih sesekali menghampiri. Untunglah semua telah terjawab kini, melalui buku <strong>Rahasia Magnet Rezeki </strong>ini.</p>
<p>Lantas apa jawabannya? Karena Tuhan Maha Adil.</p>
<p><em>Bu&#8230;.but wait, what?</em></p>
<p>Karena Tuhan Maha Adil.</p>
<p><em>Are you serious? How come?</em></p>
<p>Karena memang seperti itu adanya.</p>
<p><em>Bagaimana bisa adil ketika ada orang yang rajin ibadah rezekinya seret, sedangkan yang tak pernah ibadah rezekinya lancar?</em></p>
<p>Berdasarkan buku ini, orang yang tak pernah beribadah tentu pernah melakukan kebaikan bukan? Entah memberi sumbangan, menolong tetangga yang kesusahan, maupun berbakti kepada orangtua.</p>
<p>Contoh simpel saja, lihat orang-orang terkaya di dunia, mereka telah membantu masyarakat dunia untuk hidup lebih baik bukan? Entah bagaimana kita sekarang seandainya Google tidak diciptakan, apalagi secara gratis.</p>
<p>Nah, karena kebaikan itu, apakah mereka akan mendapatkan balasan dari Tuhan? Tentu, tapi bukan di akhirat melainkan di dunia. Oleh karena itulah rezeki mereka dilimpahkan.</p>
<p>Bagaimana dengan yang ibadahnya rajin? Logikanya dibalik saja. Kita tentu pernah melakukan kesalahan, mungkin seperti berbohong, menyentak orangtua, hingga meninggalkan kewajiban sholat. Nah, Tuhan tidak ingin membalasnya di akhirat, sehingga Ia memberikannya sewaktu kita di dunia.</p>
<p><em>Oh begitu</em>.</p>
<p>Tapi, tentu ibadah juga harus diiringi dengan ikhtiar yang kuat. Percuma jika rajin sholat malam tapi tidak pernah berusaha mencari peluang kerja. Kalau menggunakan istilah adik penulis sewaktu kampanye pemilihan ketua OSIS, formulanya adalah DUIT alias Doa Usaha, Ikhtiar, Tawakal. Keempat komponen tersebut harus kita laksanakan secara beriringan.</p>
<p>Oleh karena itu, jangan berkecil hati. Ingatlah bahwa Tuhan selalu Maha Adil, kapanpun.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Buku ini penulis rekomendasikan bagi pembaca yang sedang membutuhkan motivasi dalam mencari rezeki dengan cara yang islami. Bahasanya sederhana, gaya penuturannya mirip dengan Ippo Sentosa (mereka memang pernah kolaborasi), terselip beberapa candaan, dan banyak contoh-contoh yang membuat kita bisa membayangkan bagaimana menerapkan ketiga kunci yang telah disebutkan di atas.</p>
<p>Mungkin yang kurang suka dengan angka akan merasa sedikit kebingungan ketika Nasrullah membahas Spiritual-Meter pada bab <em>The Power of Positive Motivation</em>. Beberapa bagian akan membuat kita berpikir &#8220;ngomong sih gampang&#8221;, tapi usahakanlah untuk membuang jauh-jauh pikiran seperti itu.</p>
<p>Nilainya<strong> 4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 23 September 2018, terinspirasi setelah menamatkan buku Rahasia Magnet Rezeki tulisan Nasrullah</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/menemukan-jawaban-pada-rahasia-magnet-rezeki/">Menemukan Jawaban Pada Rahasia Magnet Rezeki</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/menemukan-jawaban-pada-rahasia-magnet-rezeki/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Waspada Dari Punahnya Burung Dodo</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/belajar-waspada-dari-punahnya-burung-dodo/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/belajar-waspada-dari-punahnya-burung-dodo/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2018 06:31:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Burung Dodo]]></category>
		<category><![CDATA[negative thinking]]></category>
		<category><![CDATA[positive thinking]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=633</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kita sering mendengar istilah positive thinking yang secara singkat berarti memelihara pikiran yang positif dalam diri kita. Pola pikir seperti ini memang harus dilakukan dalam keseharian agar kita bisa merasa tenang dan menjalani hidup dengan baik. Namun dalam penerapannya, kita tidak bisa serta merta berpikir positif terhadap setiap hal. Terlalu berpikir positif dapat membuat kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/belajar-waspada-dari-punahnya-burung-dodo/">Belajar Waspada Dari Punahnya Burung Dodo</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kita sering mendengar istilah <em>positive thinking</em> yang secara singkat berarti memelihara pikiran yang positif dalam diri kita. Pola pikir seperti ini memang harus dilakukan dalam keseharian agar kita bisa merasa tenang dan menjalani hidup dengan baik.</p>
<p>Namun dalam penerapannya, kita tidak bisa serta merta berpikir positif terhadap setiap hal. Terlalu berpikir positif dapat membuat kita kehilangan kewaspadaan yang ujungnya akan membuat kita lengah.</p>
<p>Kepunahan burung Dodo pada tahun 1600an dapat menjadi pelajaran bahwa kita tidak boleh kehilangan kewaspadaan terhadap segala sesuatu yang terjadi di hadapan kita.</p>
<p>Burung Dodo merupakan sejenis unggas yang hidup di pulau Mauritius. Karena burung ini jenis yang tidak bisa terbang, maka habitat burung ini pun hanya ada di pulau tersebut.</p>
<p>Mereka hidup bebas di alam hingga manusia mulai datang ke pulau tersebut. Karena belum pernah melihat spesies manusia sebelumnya, maka burung tersebut tenang-tenang saja mendekati manusia. Tidak ada rasa takut maupun was-was dengan kehadiran manusia.</p>
<p>Hasilnya? Hanya dalam beberapa tahun burung Dodo punah karena diburu oleh manusia untuk dijadikan sebagai bahan pangan. Tidak ada upaya dari manusia pendatang tersebut untuk mengembangbiakkan burung Dodo menjadi unggas ternak.</p>
<div id="attachment_637" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-637" class="size-full wp-image-637" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Pulau-Mauritius-Sekarang-via-www.bitacoras.ws_.jpg" alt="" width="900" height="675" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Pulau-Mauritius-Sekarang-via-www.bitacoras.ws_.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Pulau-Mauritius-Sekarang-via-www.bitacoras.ws_-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Pulau-Mauritius-Sekarang-via-www.bitacoras.ws_-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/Pulau-Mauritius-Sekarang-via-www.bitacoras.ws_-340x255.jpg 340w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-637" class="wp-caption-text">Pulau Mauritius Sekarang (www.bitacoras.ws)</p></div>
<p>Apakah bisa <em>positive thinking </em>dan kewaspadaan berdampingan? Jawabannya tentu saja bisa.</p>
<p>Bukankah bentuk waspada merupakan bentuk dari <em>negative thinking</em>?</p>
<p>Tentu saja bukan. Coba bandingkan kedua kalimat berikut ketika dua orang wanita akan pulang dari kerja larut malam:</p>
<p><strong>Wanita 1</strong>:<em> Aduh aku pulang malam, pasti di jalan kenapa-napa ini, nanti kalau diculik gimana</em></p>
<p><strong>Wanita 2</strong>:<em> Karena udah malam, berarti aku harus lewat jalan yang ramai biar aman</em></p>
<p>Bisa kan membedakan mana yang waspada mana yang bukan? Waspada dalam KBBI memiliki makna berhati-hati dan berjaga-jaga. Dengan kata lain, menyiapkan antisipasi sebelum kejadian yang tidak diinginkan terjadi.</p>
<p>Wanita pertama hanya sekedar takut dengan pikiran yang macam-macam, sedangkan wanita kedua menyiapkan rencana agar hal buruk tidak terjadi.</p>
<p>Itulah yang dinamakan dengan waspada, berjaga-jaga dengan menyiapkan rencana sembari berpikir positif bahwa semua akan baik-baik saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 13 April 2018, setelah sholat Jum&#8217;at di masjid Al-Ikhlas</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Dodo">https://id.wikipedia.org/wiki/Dodo</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/belajar-waspada-dari-punahnya-burung-dodo/">Belajar Waspada Dari Punahnya Burung Dodo</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/belajar-waspada-dari-punahnya-burung-dodo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
