Menemukan Jawaban Pada Rahasia Magnet Rezeki

Penulis gemar membaca buku self-improvement karena meyakini bahwa jiwa penulis membutuhkan “suplemen” agar tetap berpikir positif di kala semangat penulis mulai turun. Istilahnya mungkin ngecas energi positif melalui buku.

Pada awalnya penulis hanya membaca buku karya penulis barat seperti John C. Maxwell, namun akhir-akhir ini penulis lebih menggemari buku-buku motivasi islami seperti tulisan Ahmad Rifa’i Rifan. Biar dunia sama akhiratnya seimbang.

Buku motivasi islam yang baru penulis selesaikan adalah Rahasia Magnet Rezeki karya Nasrullah. Mengusung sub-judul “Menarik Rezeki Dahsyat dengan Cara Allah”, buku ini nampaknya akan mengarahkan pemikiran kita untuk mencari rezeki dengan cara yang sarat dengan nilai-nilai Islam.

Apa Isi Buku Ini?

Diawali satu bab yang menjelaskan tujuan buku ini, secara garis besar buku ini dibagi menjadi tiga bagian:

  • The Power of Positive Thinking
  • The Power of Positive Feeling
  • The Power of Positive Motivation

Buku ini mengajarkan bagaimana menerapkan ketiga poin tersebut dalam kehidupan kita sehari-hari, disertai berbagai contoh nyata dan manfaat dari penerapannya. Apabila kita berhasil menerapkan ketiga hal tersebut, insyaAllah rezeki kita akan datang.

Penulis tidak akan menjelaskan isinya lebih dalam lagi, karena penulis akan lebih menekankan pada lembar-lembar terakhir pada buku ini, ketika penulis menemukan jawaban yang sudah lama menggantung di benak penulis.

Menemukan Jawaban

Terdapat satu pertanyaan yang sering menguji keimanan penulis: Mengapa ada orang-orang sukses yang tidak pernah sholat maupun ibadah lainnya?

Tentu setan dengan mulusnya masuk untuk menghasut penulis, bahwa mereka memang sukses karena usaha keras mereka tanpa ada campur tangan Tuhan. Ketika terbesit pikiran seperti itu, penulis berusaha untuk menangkisnya dengan ucapan istighfar.

Akan tetapi, tetap saja pertanyaan ini masih sesekali menghampiri. Untunglah semua telah terjawab kini, melalui buku Rahasia Magnet Rezeki ini.

Lantas apa jawabannya? Karena Tuhan Maha Adil.

Bu….but wait, what?

Karena Tuhan Maha Adil.

Are you serious? How come?

Karena memang seperti itu adanya.

Bagaimana bisa adil ketika ada orang yang rajin ibadah rezekinya seret, sedangkan yang tak pernah ibadah rezekinya lancar?

Berdasarkan buku ini, orang yang tak pernah beribadah tentu pernah melakukan kebaikan bukan? Entah memberi sumbangan, menolong tetangga yang kesusahan, maupun berbakti kepada orangtua.

Contoh simpel saja, lihat orang-orang terkaya di dunia, mereka telah membantu masyarakat dunia untuk hidup lebih baik bukan? Entah bagaimana kita sekarang seandainya Google tidak diciptakan, apalagi secara gratis.

Nah, karena kebaikan itu, apakah mereka akan mendapatkan balasan dari Tuhan? Tentu, tapi bukan di akhirat melainkan di dunia. Oleh karena itulah rezeki mereka dilimpahkan.

Bagaimana dengan yang ibadahnya rajin? Logikanya dibalik saja. Kita tentu pernah melakukan kesalahan, mungkin seperti berbohong, menyentak orangtua, hingga meninggalkan kewajiban sholat. Nah, Tuhan tidak ingin membalasnya di akhirat, sehingga Ia memberikannya sewaktu kita di dunia.

Oh begitu.

Tapi, tentu ibadah juga harus diiringi dengan ikhtiar yang kuat. Percuma jika rajin sholat malam tapi tidak pernah berusaha mencari peluang kerja. Kalau menggunakan istilah adik penulis sewaktu kampanye pemilihan ketua OSIS, formulanya adalah DUIT alias Doa Usaha, Ikhtiar, Tawakal. Keempat komponen tersebut harus kita laksanakan secara beriringan.

Oleh karena itu, jangan berkecil hati. Ingatlah bahwa Tuhan selalu Maha Adil, kapanpun.

Kesimpulan

Buku ini penulis rekomendasikan bagi pembaca yang sedang membutuhkan motivasi dalam mencari rezeki dengan cara yang islami. Bahasanya sederhana, gaya penuturannya mirip dengan Ippo Sentosa (mereka memang pernah kolaborasi), terselip beberapa candaan, dan banyak contoh-contoh yang membuat kita bisa membayangkan bagaimana menerapkan ketiga kunci yang telah disebutkan di atas.

Mungkin yang kurang suka dengan angka akan merasa sedikit kebingungan ketika Nasrullah membahas Spiritual-Meter pada bab The Power of Positive Motivation. Beberapa bagian akan membuat kita berpikir “ngomong sih gampang”, tapi usahakanlah untuk membuang jauh-jauh pikiran seperti itu.

Nilainya 4.0/5.0

 

 

Jelambar, 23 September 2018, terinspirasi setelah menamatkan buku Rahasia Magnet Rezeki tulisan Nasrullah

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.