<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>profesor Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/profesor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/profesor/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 May 2018 05:51:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>profesor Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/profesor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rocky Gerung: Profesor Tanpa Gelar</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/rocky-gerung-profesor-tanpa-gelar/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/rocky-gerung-profesor-tanpa-gelar/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 May 2018 15:05:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[bong]]></category>
		<category><![CDATA[dungu]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[ILC]]></category>
		<category><![CDATA[profesor]]></category>
		<category><![CDATA[Rocky Gerung]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=664</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tokoh yang satu ini sedang hangat dibicarakan karena salah satu pernyataan kontroversialnya. Di tulisan ini penulis tidak ingin mengemukakan pendapat tentang pernyataan tersebut, melainkan sedikit membahas tentang profil Rocky Gerung (RG) dan aktivitasnya di dunia maya. Siapa Rocky Gerung? Pertama kali penulis tahu tentang RG adalah ketika beliau menjadi narasumber di Indonesia Lawyers Club (ILC). [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/rocky-gerung-profesor-tanpa-gelar/">Rocky Gerung: Profesor Tanpa Gelar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tokoh yang satu ini sedang hangat dibicarakan karena salah satu pernyataan kontroversialnya. Di tulisan ini penulis tidak ingin mengemukakan pendapat tentang pernyataan tersebut, melainkan sedikit membahas tentang profil Rocky Gerung (RG) dan aktivitasnya di dunia maya.</p>
<p><strong>Siapa Rocky Gerung?</strong></p>
<p>Pertama kali penulis tahu tentang RG adalah ketika beliau menjadi narasumber di Indonesia Lawyers Club (ILC). Penulis mengingatnya karena keberaniannya berbicara lantang terhadap kinerja pemerintah.</p>
<p>Bahkan, netizen pun sampai khawatir bahwa RG akan bernasib sama dengan Hermansyah, ahli IT yang mengungkap fakta bahwa <em>screenshot </em>yang membuat Habib Rizieq Shihab terkena kasus chat mesum adalah rekayasa. Untunglah, sampai hari ini kekhawatiran itu tidak terjadi.</p>
<p>Setelah itu, RG kerap menjadi narasumber, hampir di setiap episode ILC. Tentu penulis menjadi penasaran, sebenarnya siapa beliau sehingga mampu mengeluarkan kosa kata yang berat-berat.</p>
<div id="attachment_668" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-668" class="size-full wp-image-668" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/rocky-gerung_20180423_141254.jpg" alt="" width="700" height="393" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/rocky-gerung_20180423_141254.jpg 700w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/rocky-gerung_20180423_141254-300x168.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/rocky-gerung_20180423_141254-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-668" class="wp-caption-text">Narasumber ILC (http://www.tribunnews.com/nasional/2018/05/03/pks-dihina-usai-undang-dirinya-rocky-gerung-serendah-inikah-politik-hari-ini)</p></div>
<p>Ternyata, RG adalah (mantan) dosen filsafat di Universitas Indonesia. Artis cantik Dian Sastrowardoyo merupakan murid bimbingannya. Dari berbagai sumber yang penulis baca, RG tidak pernah melamar di UI, justru UI yang meminta RG mengajar, termasuk jenjang Magister dan Doktor. Padahal, RG sendiri hanya lulusan tingkat Sarjana.</p>
<p>Ajaib? Tanya ke UI, begitu kata beliau. Dari beberapa testimoni, mereka menyebutkan RG memang sosok yang cerdas cenderung arogan ketika berdiskusi. Itu memang <em>style-</em>nya.</p>
<p><strong>Dungu dan Bong200</strong></p>
<p>RG hanya aktif di Twitter, dan banyak cuit-cuitannya yang memantik kemarahan orang. Salah satunya ya penggunaan kata dungu yang sering ditujukan kepada orang lain.</p>
<p>Sebenarnya, kata dungu tersebut bukan ditujukan kepada orangnya, melainkan cara berpikir atau bernalar orang tersebut. Hanya saja, mungkin sebagian besar orang menganggap dungu itu sama kasarnya dengan bodoh, dan tidak ada orang yang senang dipanggil bodoh.</p>
<div id="attachment_669" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-669" class="size-full wp-image-669" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-04_215758.jpg" alt="" width="800" height="471" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-04_215758.jpg 800w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-04_215758-300x177.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-04_215758-768x452.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-04_215758-356x210.jpg 356w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-669" class="wp-caption-text">Contoh Tweet RG (twitter.com)</p></div>
<p>Selain itu, RG juga kerap kali menggunakan istilah bong. Sebenarnya penulis tahu siapa yang dimaksud dan penyebab panggilan tersebut. Hanya saja, rasanya kurang etis untuk dijadikan bahan tulisan. 200? <em>You know lah</em>, sudah banyak yang membahas ini di media sosial. Yang terbaru, kini ada istilah <strong>KALABONG</strong>, persilangan antara kalajengking dan katak. Yang ini jelas termasuk fiktif.</p>
<p>Banyak yang mengkritik kasarnya bahasa yang RG gunakan dalam <em>tweet-tweet </em>yang ia ketik, namun kembali lagi, itulah gayanya. Setidaknya, ia mengakui bahwa itu merupakan <em>tweet</em>-nya dalam salah satu acara stasiun televisi swasta, tidak seperti politikus partai baru yang berkelit-kelit ketika ditanya hal serupa.</p>
<p><strong>Profesor Tanpa Gelar</strong></p>
<p>Netizen yang kontra terhadap RG, sering menyerang label profesor yang sering disematkan kepada RG (biasa dilakukan oleh netizen yang tidak mampu membalas argumen RG). Jujur, penulis sebenarnya tertawa tipis saja ketika mengetahui hal tersebut.</p>
<p>Pertama, RG tidak pernah ingin dipanggil profesor. Penulis ingat sekali ketika di acara ILC yang agak lama, dengan lugas RG berkata:</p>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Sebenarnya saya bukan prof, bukan tidak bisa tapi tidak butuh</em>.&#8221;</p>
<div id="attachment_667" style="width: 650px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-667" class="size-full wp-image-667" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/GErung.jpg" alt="" width="640" height="372" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/GErung.jpg 640w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/GErung-300x174.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/GErung-356x207.jpg 356w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><p id="caption-attachment-667" class="wp-caption-text">Profesor Tanpa Gelar (http://pepnews.com/2018/04/15/tentang-fiksi-nya-rocky-gerung-dan-perbatasan-kamus/)</p></div>
<p>Terkesan arogan? Iya memang, tapi lagi-lagi, itulah gaya seorang RG. Lantas mengapa ia bisa dipanggil seperti itu? Mungkin karena orang mengagumi kecerdasannya, mengagumi nalar berpikirnya yang (mungkin) mengalahkan profesor sungguhan. Intinya, profesor merupakan sebutan untuk menghormati RG.</p>
<p>Satu yang pasti, penulis merasa bertambah cerdas ketika mendengar RG berbicara maupun membaca <em>tweet</em>-nya yang menggelitik, walaupun tidak memahami seluruhnya apa yang disampaikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 4 Mei 2018, terinspirasi ketika <em>stalking </em>twitter Rocky Gerung</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.viva.co.id/berita/nasional/1025209-rocky-gerung-kitab-suci-adalah-fiksi">https://www.viva.co.id/berita/nasional/1025209-rocky-gerung-kitab-suci-adalah-fiksi</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/rocky-gerung-profesor-tanpa-gelar/">Rocky Gerung: Profesor Tanpa Gelar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/rocky-gerung-profesor-tanpa-gelar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stephen Hawking dan Perenungan Alam Semesta</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/stephen-hawking-dan-perenungan-alam-semesta/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/stephen-hawking-dan-perenungan-alam-semesta/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jan 2018 16:07:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[fisika]]></category>
		<category><![CDATA[hawking]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[jenius]]></category>
		<category><![CDATA[laniakea]]></category>
		<category><![CDATA[luar]]></category>
		<category><![CDATA[pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[profesor]]></category>
		<category><![CDATA[sains. astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[semesta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=237</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak kecil, saya sudah sering diberi berbagai macam buku bacaan yang sesuai dengan usia saya waktu itu. Yang banyak adalah ensiklopedia anak, salah satunya adalah seri buku Ternyata Bisa, seri yang nampaknya sudah tidak pernah diterbitkan lagi. Diantara tiga judul yang saya punya, saya paling suka yang Ruang Angkasa. Buku inilah yang mengantarkan saya gemar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/stephen-hawking-dan-perenungan-alam-semesta/">Stephen Hawking dan Perenungan Alam Semesta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak kecil, saya sudah sering diberi berbagai macam buku bacaan yang sesuai dengan usia saya waktu itu. Yang banyak adalah ensiklopedia anak, salah satunya adalah seri buku Ternyata Bisa, seri yang nampaknya sudah tidak pernah diterbitkan lagi. Diantara tiga judul yang saya punya, saya paling suka yang Ruang Angkasa. Buku inilah yang mengantarkan saya gemar mempelajari alam semesta.</p>
<p>Ketika beranjak dewasa, saya bertemu dengan Stephen Hawking, seorang jenius yang menjadi profesor di Cambridge, melalui karya-karyanya. Ia terkenal karena menuliskan alam semesta dalam bentuk yang dapat dipahami oleh orang awam. Buku pertama yang saya beli adalah <em>My Brief History</em>, sebuah autobiografi dari seorang Hawking. Meskipun judulnya autobiografi, tetap saja di dalamnya berisi banyak rumus-rumus astronomi yang susah dipahami.</p>
<p>Meskipun di buku pertama mengalami kesulitan dalam memahami isinya, saya tidak kapok untuk kembali membeli buku Hawking yang lainnya. Buku kedua yang saya miliki adalah <em>George&#8217;s Secret Key to the Universe</em>, sebuah novel anak yang beliau tulis bersama anaknya, Lucy. Karena buku anak, tentu sangat mudah untuk memahami isi novel ini.</p>
<p>Karyanya yang paling fenomenal, <em>A Brief History of Time, </em>menjadi buku ketiga yang saya miliki. Buku ini pun juga membuat saya mengerutkan dahi karena bahasanya yang tinggi. Meskipun demikian, tetap saja saya tidak kapok membeli buku Hawking. Maka <em>The Grand Design </em>yang ditulis dengan bahasa filsafat pun telah berada di rak buku sebagai bagian dari koleksi.</p>
<div id="attachment_240" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-240" class="wp-image-240 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/roberto-blake-cv3-1-1024x494.jpg" alt="" width="1024" height="494" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/roberto-blake-cv3-1-1024x494.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/roberto-blake-cv3-1-300x145.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/roberto-blake-cv3-1-768x370.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/roberto-blake-cv3-1-356x172.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/roberto-blake-cv3-1.jpg 1263w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-240" class="wp-caption-text">Buku-Buku Hawking (via https://pics-about-space.com/stephen-hawking-black-holes-book?p=4)</p></div>
<p>Selain dari buku, saya pun melihat acara televisinya di <em>National Geographic</em> yang berjudul <em>Genius</em>. Penjelasan berbagai fenomena alam dengan menggunakan analogi yang mudah dipahami membuat saya terpukau dengan berbagai keajaiban alam.</p>
<p>Sebagai contoh, dalam membuktikan bahwa Bumi itu bulat, relawan dalam acara tersebut (satu episode diikuti oleh tiga orang relawan) menggunakan sinar laser dari pinggir pantai -sinar laser dipilih karena arah cahayanya yang lurus. Dalam jarak tertentu, mereka membandingkan tinggi sinar laser tersebut, hingga pada jarak terjauh mereka harus menggunakan helikopter. Selain bisa membuktikan bahwa teori bumi datar itu salah, dengan menggunakan hasil percobaan tersebut kita bisa membuat persamaan yang dapat digunakan untuk menghitung keliling Bumi.</p>
<p>Akan tetapi, episode yang paling berkesan bagi saya adalah ketika episode yang menerangkan ukuran alam semesta. Di akhir acara, ditampilkan sebuah animasi yang berawal dari Bumi, lalu Bumi mengecil hingga tampak <em>solar system </em>kita, lalu mengecil lagi hingga nampak galaksi kita, <em>milky way, </em>mengecil lagi hingga ke <em>supercluster </em>kita, <em>Laniakea</em>. Animasi ini semakin menjauh dan mengecil hingga ke tingkat yang sangat susah dipercaya oleh nalar.</p>
<p>Alam semesta seringkali menjadi bahan perenungan saya. Saat menyadari bagaimana posisi Bumi di alam semesta, saya merasa kecil, merasa bukan apa-apa jika dibandingkan dengan luasnya alam semesta, apalagi dengan Tuhan yang dengan segala kuasa-Nya dapat membuat alam semesta ini begitu teratur. Dengan mengetahui keteraturan alam semesta ini, niscaya semakin tebal pula keimanan kita kepada Tuhan. Oleh karena itu, saya akan tetap mendalami alam semesta kita, walaupun buku-buku yang menjelaskan tentangnya susah untuk dicerna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 24 Januari 2018, setelah bermain game Age of Empires III</p>
<p>Sumber Foto:  <a href="http://www.howitworksdaily.com)">www.howitworksdaily.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/stephen-hawking-dan-perenungan-alam-semesta/">Stephen Hawking dan Perenungan Alam Semesta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/stephen-hawking-dan-perenungan-alam-semesta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
