<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ramadhan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/ramadhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/ramadhan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2021 11:29:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Ramadhan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/ramadhan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Berpisah dengan Ramadhan</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/setelah-berpisah-dengan-ramadhan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/setelah-berpisah-dengan-ramadhan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 May 2021 09:57:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Fitri]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4962</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah satu bulan, akhirnya kita harus rela berpisah dengan bulan Ramadhan yang suci. Tidak hanya menahan lapar dan haus, kita juga diwajibkan untuk menahan segala bentuk hawa nafsu dan emosi. Oleh karena itu, hari raya Idul Fitri atau lebaran kerap dianggap sebagai hari kemenangan. Kita telah berhasil melewati bulan tersebut dengan baik dan menganggap setelah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/setelah-berpisah-dengan-ramadhan/">Setelah Berpisah dengan Ramadhan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah satu bulan, akhirnya kita harus rela berpisah dengan bulan Ramadhan yang suci. Tidak hanya menahan lapar dan haus, kita juga diwajibkan untuk menahan segala bentuk hawa nafsu dan emosi.</p>



<p>Oleh karena itu, hari raya Idul Fitri atau lebaran kerap dianggap sebagai hari kemenangan. Kita telah berhasil melewati bulan tersebut dengan baik dan menganggap setelah ini banyak hal akan dimulai lagi dari nol.</p>



<p>Hanya saja, bagi Penulis bentuk ujian yang sebenarnya justru <strong>setelah kita berpisah dengan bulan Ramadhan.</strong></p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Bagi Penulis sendiri, bulan Ramadhan tahun ini terasa kurang maksimal. Meskipun puasa tahun ini bisa di rumah, dua minggu terakhir Penulis kerap diserang penyakit seperti asam lambung dan demam. Alhasil, bulan puasa tahun ini harus rela bolong dua hari.</p>



<p>Jumlah bolong ini adalah rekor seumur hidup Penulis. Tahun kemarin, Penulis sempat bolong satu kali karena sakit juga. Sebelumnya, seingat Penulis belum pernah bolong sama sekali. Kalau masalah menahan lapar dan haus, Penulis termasuk jago.</p>



<p>Hanya saja, Penulis juga jadi merenung. <strong>Apakah ujian yang sebenarnya justru setelah bulan Ramadhan?</strong></p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Selama bulan puasa, kita berusaha menahan diri dari berbagai godaan. Terlepas dari masalah perut, sebenarnya ada banyak hal yang harus kita jaga selama berpuasa.</p>



<p>Kita berusaha untuk menahan marah, tidak membicarakan orang, meningkatkan ibadah kita, pergi ke masjid untuk sholat berjamaah, tadarusan, tidak berbuat hal buruk, dan lain sebagainya. Semenjak Shubuh hingga Maghrib, kita berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.</p>



<p>Pertanyaannya, dapatkah kita menjadi seperti itu di luar waktu puasa? Bisakah kita mempertahankan kebiasaan baik dan meninggalkan kebiasaan buruk seperti ketika puasa?</p>



<p>Penulis merasa bahwa inilah ujian kita yang sebenarnya: <strong>Apakah kita bisa menjadi manusia yang lebih baik di 11 bulan lainnya setelah berpuasa selama satu bulan?</strong></p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Menahan diri ketika berpuasa bisa dibilang cukup mudah. Ketika hendak melakukan hal yang buruk, kita akan teringat, &#8220;Oh iya, lagi puasa, enggak boleh begitu.&#8221;</p>



<p>Tapi kalau sedang di luar puasa, apa yang akan menjadi pengingat kita? Di sana lah letak kesulitan untuk mempertahankan kebiasaan baik di luar bulan puasa. Tidak ada yang bisa menjadi pengingat secara langsung.</p>



<p>Ketika Penulis berusaha menghayati bulan puasa yang telah dilewati, Penulis menyadari bahwa ini menjadi salah satu alasan kenapa kita harus berpuasa selama satu bulan: <strong>Agar kita sadar untuk bisa bersikap seperti ketika sedang puasa walaupun tidak sedang puasa.</strong></p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Setelah berpisah dengan bulan Ramadhan, Penulis menjadi tergerak hatinya untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Tidak hanya dari rutinitas harian, tapi juga meningkatkan kualitas ibadahnya.</p>



<p>Yang namanya manusia, pasti semangatnya akan mengalami naik turun. Penulis sudah sering mengalaminya dalam hidup.</p>



<p>Penulis akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan kebiasaan baik dan meninggalkan kebiasaan buruk, setidaknya sampai bertemu dengan bulan Ramadhan tahun depan jika diizinkan oleh Tuhan. Aamiin.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 15 Mei 2021, terinspirasi setelah merenungi makna bulan Ramadhan yang telah dijalani</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@sxy_selia">Sangga Rima Roman Selia</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/setelah-berpisah-dengan-ramadhan/">Setelah Berpisah dengan Ramadhan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/setelah-berpisah-dengan-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemanasan Menjelang Ramadhan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 May 2018 15:28:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar]]></category>
		<category><![CDATA[pemanasan]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=783</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebetulnya tulisan ini diposting sebelum bulan Ramadhan, tapi karena beberapa alasan jadi harus tertunda. Sudah sewajarnya apabila kita memasuki bulan yang suci ini dengan berbagai persiapan, terutama persiapan secara rohani. Sebelumnya, salah satu anggota Karang Taruna berbagi video yang menarik. Isinya tentang pemanasan-pemanasan yang perlu dilakukan sebelum puasa. Link-nya akan penulis share di bawah, tapi penulis juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/">Pemanasan Menjelang Ramadhan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebetulnya tulisan ini diposting sebelum bulan Ramadhan, tapi karena beberapa alasan jadi harus tertunda. Sudah sewajarnya apabila kita memasuki bulan yang suci ini dengan berbagai persiapan, terutama persiapan secara rohani.</p>
<p>Sebelumnya, salah satu anggota Karang Taruna berbagi video yang menarik. Isinya tentang pemanasan-pemanasan yang perlu dilakukan sebelum puasa. Link-nya akan penulis <em>share </em>di bawah, tapi penulis juga akan berusaha mentransfer isi video tersebut ke dalam sebuah tulisan dengan analogi yang berbeda.</p>
<p>Karena sebentar lagi Piala Dunia, penulis akan menganalogikannya dengan sepak bola. Seorang pemain bola yang berharap dipanggil oleh Timnas, tentu membutuhkan persiapan bukan? Apalagi even sebesar Piala Dunia tentu menjadi cita-cita semua pemain bola, termasuk kapten Tsubasa.</p>
<p>Lalu apa yang akan ia lakukan? Tidak mungkin bukan <em>ujug-ujug </em>ia dipanggil oleh pelatih? Ia harus banyak berlatih agar fit dan memenuhi syarat agar dipanggil. Ia harus bermain dengan baik di klub ia bermain, lebih-lebih menghasilkan prestasi.</p>
<p>Latihan apa yang harus kita lakukan sebelum memasuki bulan Ramadhan? Tentu memperbanyak ibadah, seperti melaksanakan sholat shunah, menjalani puasa sunnah, menambah bacaan Al-Quran, dan lain-lain. Sehingga, ketika kita sudah masuk bulan Ramadhan, kita telah terbiasa melaksanakan ibadah-ibadah tersebut.</p>
<p>Bayangkan seorang Neymar yang baru saja cedera parah, tiba-tiba langsung masuk <em>line up </em>pertandingan pertama Brazil melawan Swiss, pasti ia tidak akan bermain sebagus biasanya bukan? Sesuatu yang dipaksakan secara tiba-tiba seringkali akan membawa hasil yang buruk.</p>
<p>Perbedaan antara Piala Dunia dan bulan Ramadhan adalah, Piala Dunia hanya memiliki satu tim juara, sedangkan bulan Ramadhan tidak terbatas. Semua bisa memenangkannya, asalkan dapat menjalaninya dengan baik, apalagi jika ditambah amalan-amalan yang telah rutin dilakukan sebelum Ramadhan.</p>
<p>Jika bingung dengan tulisan ini, mungkin video dari Yufid TV ini bisa membantu memahami apa yang ingin penulis sampaikan. Selamat menjalani ibadah puasa di bulan penuh berkah!</p>
<p><iframe src="https://www.youtube.com/embed/C68V1StKj-I" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"><span data-mce-type="bookmark" style="display: inline-block; width: 0px; overflow: hidden; line-height: 0;" class="mce_SELRES_start">﻿</span></iframe></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 17 Mei 2018, setelah melihat video yang di-<em>share </em>Daffa</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://runningmagazine.ca/must-bother-proper-warm-cool/">https://runningmagazine.ca/must-bother-proper-warm-cool/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/">Pemanasan Menjelang Ramadhan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
