<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sajak Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/sajak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/sajak/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2021 13:49:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>sajak Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/sajak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Untuk Hati yang Terluka&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2021 13:39:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[pulih]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk hati yang terluka&#8230;Perasaan ini memang menyakitkanMencengkeram begitu kuatnyaMenyiksa seolah mencekik napasMembuat hati terasa gelap Untuk hati yang terluka&#8230;Pedih jadi makanan sehari-hariRasa seolah matiNadi seolah tak berdenyutRaga seolah tak berdaya Untuk hati yang terluka&#8230;Kenyataan memang kadang terasa pahitBanyak hal terbaik yang terlewatiBanyak yang terhenti tanpa diakhiriBanyak kejadian yang tak dimengerti *** Untuk hati yang terluka&#8230;Entah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/">Untuk Hati yang Terluka&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Perasaan ini memang menyakitkan<br>Mencengkeram begitu kuatnya<br>Menyiksa seolah mencekik napas<br>Membuat hati terasa gelap</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Pedih jadi makanan sehari-hari<br>Rasa seolah mati<br>Nadi seolah tak berdenyut<br>Raga seolah tak berdaya</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Kenyataan memang kadang terasa pahit<br>Banyak hal terbaik yang terlewati<br>Banyak yang terhenti tanpa diakhiri<br>Banyak kejadian yang tak dimengerti</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Entah berapa kali kau harus merasa kecewa<br>Dikecewakan oleh ekspetasi <br>Dikecewakan oleh angan-angan<br>Dikecewakan oleh diri sendiri</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Tak akan pernah mudah untuk sembuh<br>Meskipun waktu terus bergulir<br>Meskipun lelah sudah mencapai batas<br>Meskipun diri ingin berhenti</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Mungkin ini akan membuatmu trauma<br>Takut mengalami hal yang sama<br>Takut mengulangi kesalahan yang sama<br>Takut memulai lembaran hidup baru</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Kau tak sendirian dan tak akan pernah sendirian<br>Bersama kita coba lewati<br>Bersama kita coba untuk obati<br>Bersama kita coba menerima</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Kau akan pulih dan pasti akan pulih<br>Tak peduli berapa detik yang harus dilalui<br>Tak peduli berapa bab yang harus dibaca<br>Tak peduli berapa kenyataan yang harus diterima</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat<br>Kau akan lebih tegar menjalani hidup<br>Kau akan lebih sabar menerima ujian<br>Kau akan lebih ikhlas menerima takdir</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang menimpamu sekarang akan membuktikan kalau kau mampu melewati ujian ini.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau alami sekarang akan membuatmu bertemu dengan versi dirimu yang lebih baik.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau derita sekarang akan mengajarkanmu apa itu kasih sayang dan perasaan cinta yang sejati.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau tangisi sekarang akan membuatmu menjadi lebih tegar dan mampu berjalan dengan kepala tegak.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau benci sekarang akan kau tinggalkan di belakang dan hanya menjadi histori semata.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau sesali sekarang akan memberimu pelajaran berharga yang tidak akan kau lupakan.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau renungkan sekarang akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam menyikapi segala sesuatu.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Kau akan pulih. Kita akan pulih.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>NB: Bagian ketiga dari sajak ini terinspirasi dari lagu Peterpan yang berjudul <em>Kukatakan dengan Indah</em></p>



<p>Lawang, 26 Juli 2021, terinspirasi dari lagu Isyana Sarasvati yang berjudul sama</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@dannyg">DANNY G</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/">Untuk Hati yang Terluka&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Rindu Hanya Milikmu Seorang</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/ketika-rindu-hanya-milikmu-seorang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/ketika-rindu-hanya-milikmu-seorang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2020 14:31:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sedih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kau merasakan Sebuah rindu yang hanya milikmu seorang? Karena yang dirindu tak merasakan rindu yang sama Atau bahkan tak merasakan rindu sedikitpun Pernahkah kau merasakan Sebuah rindu yang tak berbalas? Karena yang dirindu tak ada rasa setitikpun Seolah kita sedang memainkan hati sendiri Pernahkah kau merasakan Sebuah rindu yang terasa sebagai kesia-siaan? Karena kau [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/ketika-rindu-hanya-milikmu-seorang/">Ketika Rindu Hanya Milikmu Seorang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah kau merasakan<br />
Sebuah rindu yang hanya milikmu seorang?<br />
Karena yang dirindu tak merasakan rindu yang sama<br />
Atau bahkan tak merasakan rindu sedikitpun</p>
<p>Pernahkah kau merasakan<br />
Sebuah rindu yang tak berbalas?<br />
Karena yang dirindu tak ada rasa setitikpun<br />
Seolah kita sedang memainkan hati sendiri</p>
<p>Pernahkah kau merasakan<br />
Sebuah rindu yang terasa sebagai kesia-siaan?<br />
Karena kau terus memikirkannya<br />
Ketika ia sedang asyik dengan dunianya sendiri</p>
<p>Pernahkah kau merasakan<br />
Sebuah rindu tak berujung yang menyiksa?<br />
Karena yang dirindu tak memberikan asa<br />
Ketiadaan dirimu tak membuatnya merasa kehilangan</p>
<p>Pernahkah kau merasakan<br />
Sebuah rindu yang merundung tanpa ampun?<br />
Karena kau terus berharap<br />
Walau tahu harapan itu tak akan pernah terwujud</p>
<p>***</p>
<p>Kasih,<br />
Pertemuan ternyata tak selalu mengobati rindu<br />
Karena raga bertemu namun hati saling berpaling<br />
Hanya membuat rindu semakin perih</p>
<p>Bagaimana caranya melepas rindu<br />
Jika yang dirindu tak memberi kesempatan<br />
Jika yang dirindu tak berbalas<br />
Bagaiman caranya?</p>
<p>Benar kata Dilan<br />
Rindu itu berat<br />
Apalagi jika hanya milik seorang<br />
Sedang yang dirindu tak merasakannya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 9 November 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Tembang Talijiwo </em>karya Sujiwo Tejo</p>
<p>Foto:</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/ketika-rindu-hanya-milikmu-seorang/">Ketika Rindu Hanya Milikmu Seorang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/ketika-rindu-hanya-milikmu-seorang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rindu Tertinggi adalah Rindu yang Tak Terucap</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/rindu-tertinggi-adalah-rindu-yang-tak-terucap/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/rindu-tertinggi-adalah-rindu-yang-tak-terucap/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2020 11:45:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[rindu]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasih, Percayalah Rindu yang tertinggi adalah rindu yang tak terucap Diam tanpa bersuara sedikitpun Namun terdengar begitu nyaring di dalam hati Kasih, Bisakah kau rasakan kerinduanku ini? Kerinduan yang benar-benar tak terucap Karena bibir tak kuasa mengatakannya Karena hati tak kuat mengutarakannya Kasih, Apakah rindu tak terucap ini hanya milikku? Ataukah engkau juga merasakannya? Saling [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/rindu-tertinggi-adalah-rindu-yang-tak-terucap/">Rindu Tertinggi adalah Rindu yang Tak Terucap</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kasih,<br />
Percayalah<br />
Rindu yang tertinggi adalah rindu yang tak terucap<br />
Diam tanpa bersuara sedikitpun<br />
Namun terdengar begitu nyaring di dalam hati</p>
<p>Kasih,<br />
Bisakah kau rasakan kerinduanku ini?<br />
Kerinduan yang benar-benar tak terucap<br />
Karena bibir tak kuasa mengatakannya<br />
Karena hati tak kuat mengutarakannya</p>
<p>Kasih,<br />
Apakah rindu tak terucap ini hanya milikku?<br />
Ataukah engkau juga merasakannya?<br />
Saling bungkam tanpa kabar<br />
Namun diam-diam saling mendoakan</p>
<p>Kasih,<br />
Rindu yang diumbar belum tentu tulus<br />
Rindu yang digaungkan bisa saja palsu<br />
Rindu yang diteriakkan ternyata tidak dalam<br />
Manakah yang akan engkau pilih?</p>
<p>Kasih,<br />
Aku sedang memeluk bayang yang tak tampak<br />
Membayangkan dirimu di dekapan<br />
Walau jauh tak terkira<br />
Hadirmu begitu terasa di sini</p>
<p>Kasih,<br />
Kapankah kita akan ditakdirkan bertemu?<br />
Setelah berpisah sekian lamanya<br />
Aku ingin bertemu denganmu kasih<br />
Rinduku sudah mencapai batasnya</p>
<p>Kasih,<br />
Kerinduan ini harus aku pendam dalam-dalam<br />
Bersabar hingga waktunya tiba<br />
Tapi percayalah kasih<br />
Rindu tak terucapku adalah sejatinya rindu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Sajak ini bisa dibilang sebagai bagian kedua dari sajak <a href="https://whathefan.com/sajak/kerinduan-seorang-kekasih/"><em>Kerinduan Seorang Kekasih</em></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 Juni 2020, terinspirasi dari celetukan adik yang keluar begitu saja</p>
<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/@andrew">Andrew Neel on Pexels</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/rindu-tertinggi-adalah-rindu-yang-tak-terucap/">Rindu Tertinggi adalah Rindu yang Tak Terucap</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/rindu-tertinggi-adalah-rindu-yang-tak-terucap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berpisah Pada Waktunya</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/berpisah-pada-waktunya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/berpisah-pada-waktunya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2020 11:21:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[berpisah]]></category>
		<category><![CDATA[pertemuan]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3919</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ruang kosong di dalam siniSempat terisiSebelum akhirnya kosong lagi Perjumpaan yang mengisiPerpisahan yang meninggalkanHanya semu semata, kah? *** Tawa itu, tangis ituSemuanya berpadu dalam satu iramaMembentuk harmoni yang melekat KenanganMampukah ia mengisi kekosongan?Atau ia malah menambah derita? *** Semua yang di dunia ini fanaTak ada yang abadiTermasuk kebahagiaan dan kesedihan Semua yang di dunia ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/berpisah-pada-waktunya/">Berpisah Pada Waktunya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ruang kosong di dalam sini<br />Sempat terisi<br />Sebelum akhirnya kosong lagi</p>



<p>Perjumpaan yang mengisi<br />Perpisahan yang meninggalkan<br />Hanya semu semata, kah?</p>
<p style="text-align: center;">***</p>





<p>Tawa itu, tangis itu<br />Semuanya berpadu dalam satu irama<br />Membentuk harmoni yang melekat</p>
<p>Kenangan<br />Mampukah ia mengisi kekosongan?<br />Atau ia malah menambah derita?</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Semua yang di dunia ini fana<br />Tak ada yang abadi<br />Termasuk kebahagiaan dan kesedihan</p>
<p>Semua yang di dunia ini sementara<br />Tak ada yang selamanya<br />Termasuk pertemuan</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Bila waktu berpisah telah tiba<br />Apakah kita akan rela melepas<br />Atau malah terbelenggu karenanya?</p>
<p>Mengapa ada pertemuan<br />Jika waktunya berpisah tiba<br />Hanya akan menggoreskan luka?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 7 Juni 2020, terinspirasi dari&#8230; ya begitulah</p>
<p>Foto: <a href="https://id.pinterest.com/pin/556616835175796394/">Pinterest</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/berpisah-pada-waktunya/">Berpisah Pada Waktunya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/berpisah-pada-waktunya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjaga Kewarasan</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/menjaga-kewarasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2020 23:38:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[ketakutan]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[waras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3802</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bisakah kita menjaga kewarasan? Di saat masa-masa sulit seperti ini Di saat kita tak bisa hidup dengan normal Di saat semuanya kacau balau Di saat pelan-pelan membusuk Di saat tekanan datang dari segala arah Bisakah kita menjaga kewarasan? Di saat kita terpisah jauh dari orang-orang tercinta Di saat merasa tak berdaya karena tak bisa berbuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/menjaga-kewarasan/">Menjaga Kewarasan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bisakah kita menjaga kewarasan?<br />
Di saat masa-masa sulit seperti ini<br />
Di saat kita tak bisa hidup dengan normal<br />
Di saat semuanya kacau balau<br />
Di saat pelan-pelan membusuk<br />
Di saat tekanan datang dari segala arah</p>
<p>Bisakah kita menjaga kewarasan?<br />
Di saat kita terpisah jauh dari orang-orang tercinta<br />
Di saat merasa tak berdaya karena tak bisa berbuat apapun<br />
Di saat harus terkungkung seorang diri jauh dari mana pun<br />
Di saat hidup sendirian menjadi penderitaan paling menyiksa<br />
Di saat tak ada lagi yang peduli dengan keberadaan kita</p>
<p>Bisakah kita menjaga kewarasan?<br />
Di saat ketidakpastian mengintai di mana-mana<br />
Di saat kepastian menjadi barang langka<br />
Di saat kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam waktu dekat<br />
Di saat semuanya serba kabur<br />
Di saat semuanya tertutup oleh pekatnya kabut</p>
<p>Bisakah kita menjaga kewarasan?<br />
Di saat langkah begitu terbatas<br />
Di saat bergerak menjadi sebuah ketakutan<br />
Di saat kita mencurigai semua orang<br />
Di saat tak ada siapapun yang bisa dipercaya<br />
Di saat angka kematian hanya sekadar statistik</p>
<p>Bisakah kita menjaga kewarasan?<br />
Di saat depresi datang mengintai<br />
Di saat kecemasan terus menghantui<br />
Di saat frustasi terus hinggap di pikiran<br />
Di saat tidur tak lagi bisa lelap<br />
Di saat bangun menjadi hal yang menakutkan</p>
<p>Bisakah kita menjaga kewarasan?<br />
Di saat tertawa menjadi sesuatu yang sulit<br />
Di saat tangis tak lagi bisa mengalir<br />
Di saat jantung berdebar tak kauran<br />
Di saat teriak tak bisa didengar<br />
Di saat telinga menutup dirinya rapat-rapat</p>
<p>Bisakah kita menjaga kewarasan?<br />
Di saat sepi menjadi satu-satunya pendamping<br />
Di saat bayangan paling setia pun pergi<br />
Di saat ketakutan mulai menguasai diri<br />
Di saat semua batas menjadi kabur<br />
Di saat kita tak lagi mengenal diri sendiri</p>
<p>Bisakah?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 4 Mei 2020, terinspirasi dari musibah yang sedang menghampiri kita semua</p>
<p>Foto: <a href="https://www.greenscene.co.id/2019/05/02/the-killing-joke-cikal-bakal-kegilaan-joker-dalam-semesta-dc/">Greenscene</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/menjaga-kewarasan/">Menjaga Kewarasan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aku Ingin Pulang</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/aku-ingin-pulang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2020 09:20:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Pulang]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3706</guid>

					<description><![CDATA[<p>Aku ingin pulang Secara terus terang Sayang harus terhalang Tanpa bisa membangkang Membuat jiwa terguncang Dan terasa melayang Aku ingin pulang Kuteriakkan dengan lantang Namun dilarang yang berwenang Dengan kata-kata yang usang Diucapkan secara berulang-ulang Tanpa bisa dipegang Aku ingin pulang Dari situasi yang tegang Ekonomi yang timpang Kondisi yang mengekang Jalanan terasa lengang Langit [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/aku-ingin-pulang/">Aku Ingin Pulang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Aku ingin pulang<br />
Secara terus terang<br />
Sayang harus terhalang<br />
Tanpa bisa membangkang<br />
Membuat jiwa terguncang<br />
Dan terasa melayang</p>
<p>Aku ingin pulang<br />
Kuteriakkan dengan lantang<br />
Namun dilarang yang berwenang<br />
Dengan kata-kata yang usang<br />
Diucapkan secara berulang-ulang<br />
Tanpa bisa dipegang</p>
<p>Aku ingin pulang<br />
Dari situasi yang tegang<br />
Ekonomi yang timpang<br />
Kondisi yang mengekang<br />
Jalanan terasa lengang<br />
Langit cerah dengan cemerlang</p>
<p>Aku ingin pulang<br />
Tak peduli walau harus menerjang<br />
Tak peduli walau harus menyerang<br />
Tak peduli walau harus tunggang-langgang<br />
Tak peduli walau harus telanjang<br />
Tak peduli walau harus jadi pecundang</p>
<p>Aku ingin pulang<br />
Tapi harus bertahan di kandang<br />
Harus kuat berjuang<br />
Harus tangguh bagaikan karang<br />
Walau tubuh tinggal belulang<br />
Karena tak ada yang menopang</p>
<p>Aku ingin pulang<br />
Ketika nanti saatnya menang<br />
Mulut berucap aku datang<br />
Saat tiba di depan gerbang<br />
Melihat wajah-wajah riang<br />
Menikmati hidup dengan tenang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 4 April 2020, terinspirasi dari keinginan diri yang ingin pulang ke kampung halaman</p>
<p>Foto: <strong><a href="https://www.pexels.com/@miriamespacio?utm_content=attributionCopyText&amp;utm_medium=referral&amp;utm_source=pexels">Miriam Espacio</a></strong> from <strong><a href="https://www.pexels.com/photo/person-standing-near-trees-3354135/?utm_content=attributionCopyText&amp;utm_medium=referral&amp;utm_source=pexels">Pexels</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/aku-ingin-pulang/">Aku Ingin Pulang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sajak-Sajak Depresi</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-depresi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2019 00:15:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2877</guid>

					<description><![CDATA[<p>Datang ketika sunyi menghampiri Entah apa yang merasuki Pelan-pelan menggerogoti diri Rasanya pahit Emosi menjadi labil dibuatnya Seolah ingin berteriak keras di ruang kosong Isak tangis menyertainya &#160; *** &#160; Delusi muncul di benak pikiran Erangan semu bergaung terus-menerus Pilu rasanya merasakan Rintihan tak terucap dari bibir Ego menguasai diri Sakit tak terkira Iman pun [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-depresi/">Sajak-Sajak Depresi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Datang ketika sunyi menghampiri</p>
<p>Entah apa yang merasuki</p>
<p>Pelan-pelan menggerogoti diri</p>
<p>Rasanya pahit</p>
<p>Emosi menjadi labil dibuatnya</p>
<p>Seolah ingin berteriak keras di ruang kosong</p>
<p>Isak tangis menyertainya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Delusi muncul di benak pikiran</p>
<p>Erangan semu bergaung terus-menerus</p>
<p>Pilu rasanya merasakan</p>
<p>Rintihan tak terucap dari bibir</p>
<p>Ego menguasai diri</p>
<p>Sakit tak terkira</p>
<p>Iman pun tergerus</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Diri tak bisa terus seperti ini</p>
<p>Enyah dari semua penyiksaan ini</p>
<p>Pergi dari ikatan yang membelenggu</p>
<p>Raib dari segala pikiran sendiri</p>
<p>Esok pasti lebih cerah</p>
<p>Sang langit menyapa dengan ramah</p>
<p>Ingin ku mendekapnya</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 14 Oktober 2019, lagi ingin aja buat sajak</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/@thuwbeoo?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Thư Anh</a> on <a href="https://unsplash.com/s/photos/depression?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-depresi/">Sajak-Sajak Depresi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aku dan Mimpi</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/aku-dan-mimpi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Mar 2019 09:49:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[bangun]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[realita]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2218</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apa aku baru saja tertidur? &#160; Serasa terbangun dari mimpi Masih terngiang tawa di kepala Bertukar canda dengan orang terkasih Mendengar cerita dari hati Menggoreskan kenangan baru &#160; Apakah benar aku hanya bermimpi? &#160; Rasanya begitu nyata Suara itu memang terdengar Asa itu memang terasa Sentuhan itu, dekapan itu Semua benar-benar menyentuhku &#160; Kenapa aku [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/aku-dan-mimpi/">Aku dan Mimpi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Apa aku baru saja tertidur?</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Serasa terbangun dari mimpi</p>
<p>Masih terngiang tawa di kepala</p>
<p>Bertukar canda dengan orang terkasih</p>
<p>Mendengar cerita dari hati</p>
<p>Menggoreskan kenangan baru</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Apakah benar aku hanya bermimpi?</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rasanya begitu nyata</p>
<p>Suara itu memang terdengar</p>
<p>Asa itu memang terasa</p>
<p>Sentuhan itu, dekapan itu</p>
<p>Semua benar-benar menyentuhku</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kenapa aku sudah di sini?</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku sudah kembali ke realita</p>
<p>Menatap rutinitas di depan mata</p>
<p>Terbangun dengan senyuman</p>
<p>Sebagai orang yang berbahagia</p>
<p>Karena telah bermimpi indah</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di Atas Langit Kota Malang, 27 Februari 2019, terinspirasi setelah pulang sebentar</p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/h9Rx3zOYZws?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Christopher Campbell</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/aku-dan-mimpi/">Aku dan Mimpi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Kamu</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/untuk-kamu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/untuk-kamu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2018 11:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kabar]]></category>
		<category><![CDATA[kamu]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1748</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk kamu yang tak pernah memberi kabar Aku masih menanti dengan sabar Berharap tawamu kembali terdengar Seolah tak pernah belajar Menyusun logika menggunakan nalar Untuk kamu yang mulai memudar Selalu terselip rindu untuk tersiar Asa timbul dan menjalar Berharap pundak ini menjadi tempatmu bersandar Membuat tubuhku bergetar Untuk kamu yang semakin samar Aku telah lama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/untuk-kamu/">Untuk Kamu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk kamu yang tak pernah memberi kabar<br />
Aku masih menanti dengan sabar<br />
Berharap tawamu kembali terdengar<br />
Seolah tak pernah belajar<br />
Menyusun logika menggunakan nalar</p>
<p>Untuk kamu yang mulai memudar<br />
Selalu terselip rindu untuk tersiar<br />
Asa timbul dan menjalar<br />
Berharap pundak ini menjadi tempatmu bersandar<br />
Membuat tubuhku bergetar</p>
<p>Untuk kamu yang semakin samar<br />
Aku telah lama tak sadar<br />
Rona wajahmu yang selalu datar<br />
Menyiratkan sesuatu yang hambar<br />
Di antara hubungan kita yang tawar</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, terinspirasi mereka yang tak pernah bertanya kabar</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/8eSrC43qdro?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Hannah Olinger</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/write-letter?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/untuk-kamu/">Untuk Kamu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/untuk-kamu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keruwetan Pikiran</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/keruwetan-pikiran/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/keruwetan-pikiran/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2018 08:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1364</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keruwetan di dalam alam pikir Menjalin serupa benang di dalam otak Seujung jarum berkelibat di antara sel Dari cerrebelum hingga meninges Tak mengenal arah, hanya berkelana Harus diurai perlahan Dengan ketenangan jiwa &#160; &#160; Jelambar, 20 September 2018, terinspirasi setelah mengalami keruwetan pikiran Photo by Fares Hamouche on Unsplash</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/keruwetan-pikiran/">Keruwetan Pikiran</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Keruwetan di dalam alam pikir</p>
<p>Menjalin serupa benang di dalam otak</p>
<p>Seujung jarum berkelibat di antara sel</p>
<p>Dari <em>cerrebelum</em> hingga <em>meninges</em></p>
<p>Tak mengenal arah, hanya berkelana</p>
<p>Harus diurai perlahan</p>
<p>Dengan ketenangan jiwa</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 20 September 2018, terinspirasi setelah mengalami keruwetan pikiran</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/gcFr2pcZk4k?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Fares Hamouche</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/brain?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/keruwetan-pikiran/">Keruwetan Pikiran</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/keruwetan-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
