<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sherlock Holmes Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/sherlock-holmes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/sherlock-holmes/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Jun 2026 14:42:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>Sherlock Holmes Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/sherlock-holmes/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Sherlock Holmes Diolok-olok Detektif Lain</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 14:24:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[Hercule Poirot]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Sherlock Holmes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8693</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seri Sherlock Holmes adalah cerita detektif pertama yang Penulis baca. Penulis pernah membahas tentang bagaimana awal mula bertemu Sherlock di tulisan lama, jadi Penulis tidak akan mengulangnya pada tulisan ini. Nah, belakangan ini, Penulis melakukan re-read cerita-cerita Sherlock Holmes dan juga Agatha Christie, yang terpicu dari sebuah diskusi dengan teman. Ketika dibaca ulang, metode Sherlock [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/">Ketika Sherlock Holmes Diolok-olok Detektif Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Seri Sherlock Holmes adalah cerita detektif pertama yang Penulis baca. <a href="https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/">Penulis pernah membahas tentang bagaimana awal mula bertemu Sherlock di tulisan lama</a>, jadi Penulis tidak akan mengulangnya pada tulisan ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, belakangan ini, Penulis melakukan <em>re-read </em>cerita-cerita Sherlock Holmes dan juga Agatha Christie, yang terpicu dari sebuah diskusi dengan teman. Ketika dibaca ulang, metode Sherlock yang terlihat keren kok jadi agak mengkhayal dan terlalu dipaksakan, hahaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Hercule Poirot di novel <em>The Big Four</em> (<em>Empat Besar</em>), yang kebetulan juga sedang Penulis baca lagi. Tak hanya itu, tokoh di novel <em>The Tokyo Zodiac Murders </em>juga membongkar kejanggalan dari metode Sherlock!</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/people-come-people-go-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/people-come-people-go-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/people-come-people-go-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/people-come-people-go-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/people-come-people-go-banner.jpg 1280w " alt="People &#8220;Come&#8221;, People &#8220;Go&#8221;" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/people-come-people-go/">People &#8220;Come&#8221;, People &#8220;Go&#8221;</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Ketika Hercule Poirot Mengolok-olok Sherlock Holmes</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8696" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Hercule Poirot dalam Sebuah Adaptasi The Big Four (<a href="https://greatoldmovies.blogspot.com/2014/07/the-big-four.html">GREAT OLD MOVIES</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di antara 80 novel Agatha Christie yang Penulis miliki, <em><strong>The Big Four </strong></em>adalah salah satu favorit Penulis. Penulis masih ingat pertama kali membaca novel ini di perpustakaan Kota Malang sewaktu kuliah, tapi waktu itu Penulis tidak membacanya sampai tuntas sebelum akhirnya memilikinya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di novel ini, <strong>Hercule Poirot </strong>adalah bintang utamanya dan seperti biasa kita akan mengikuti petualangannya melalui kacamata sahabatnya, <strong>Arthur Hastings</strong> (seperti John Watson di seri Sherlock Holmes). Ada banyak kasus &#8220;mini&#8221; di novel ini, tapi semua terhubung ke organisasi The Big Four yang disebut menguasai dunia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, di halaman 9, ada bagian cerita yang menurut Penulis seperti &#8220;menyindir&#8221; metode yang dilakukan oleh Holmes. Waktu itu, Hastings menyebut bahwa Poirot selalu menolak metode yang umumnya dilakukan oleh detektif, seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Manusia berlagak seperti anjing pemburu</li>



<li>Memakai berbagai samaran hebat untuk mencari jejak penjahat</li>



<li>Berhenti pada setiap jejak untuk mengukurnya</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau Pembaca familier dengan cerita-cerita Sherlock Holmes atau pernah menonton adaptasi filmnya yang dibintangi oleh Robert Downey Jr., pasti memahami kalau poin-poin yang disebutkan di atas memang kerap dilakukannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;<em>Teratur, bermetode, ditambah dengan &#8216;sel-sel kecil kelabu&#8217;. Sambil duduk nyaman di rumah kita sendiri pun, kita bisa melihat hal-hal yang mungkin tak terlihat oleh orang lain, dan kita tidak mengambil kesimpulan terlalu cepat seperti Japp (polisi di cerita ini) yang jempolan itu,</em>&#8221; ungkap Poirot di novel ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ironisnya, <em>The Big Four </em>adalah novel Hercule Poirot yang paling &#8220;Sherlock Holmes&#8221; menurut Penulis. Jika Poirot biasanya hanya mengandalkan sel-sel kelabunya dan &#8220;kurang gerak&#8221;, di novel ini justru kita akan melihat berbagai aksinya ke sana kemari dalam membongkar kejahatan organisasi The Big Four.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ketika Tokoh di Novel The Tokyo Zodiac Murders Mengolok-olok Sherlock Holmes</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8697" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Novel The Tokyo Zodiac Murders (<a href="https://www.gramedia.com/products/pembunuhan-zodiak-tokyo-the-tokyo-zodiac-murders">Gramedia</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Serangan&#8221; Poirot kepada Holmes di novel <em>The Big Four </em>masih sopan dan tidak menyebut nama. Lain halnya dengan tokoh di novel <em>The Tokyo Zodiac Murders </em>yang baru saja Penulis tamatkan. Selain terang-terangan menyebut Holmes, metode dan ketidaklogisannya dibongkar total!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Novel ini mengambil sudut pandang orang kedua melalui mata <strong>Kazumi Ishioma</strong>, yang berusaha memecahkan misteri Pembunuhan Zodiak Tokyo yang terjadi sekitar 40 tahun lalu. Ia pun berdiskusi dengan temannya, <strong>Kiyoshi Mitarai</strong>, seorang astrolog sekaligus detektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, kejadian yang ingin Penulis bahas terjadi di halaman 168. Ceritanya, Kazumi merupakan penggemar Sherlock Holmes. Ketika progres mereka memecahkan misteri tersebut buntu, ia mengatakan kalau Holmes pasti bisa memecahkannya dengan mudah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mendengar hal tersebut, Kiyoshi langsung menyebut kalau detektif asal Inggris tersebut adalah &#8220;pembohong, barbar, dan pecandu kokain yang selalu keliru membedakan antara kenyataan dengan khayalan.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu Kazumi langsung panas mendengar idolanya dihujat seperti itu dan minta menjelaskan. Kiyoshi meminta Kazumi menyebutkan satu kasus favorit yang dipecahkan Holmes, dan dijawab kasus &#8220;Lilitan Bintik-Bintik&#8221; dari buku <em>The Adventure of Sherlock Holmes</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebetulan, Penulis juga baru membaca ulang cerita tersebut, sehingga langsung paham dengan apa yang akan dibahas oleh Kiyoshi. Menurutnya, jika pelaku dalam kasus tersebut menyimpan ular dalam brankas, harusnya ular tersebut mati kehabisan oksigen! Anehnya lagi, ular tersebut diberi semangkuk susu, padahal ular tidak minum susu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, metode pelaku yang memanggil ular dengan siulan juga janggal, karena ular tidak memiliki telinga! Karena hal tersebut, Kiyoshi menyebutkan bahwa antara Dokter Watson hanya mengarang cerita atau Holmes sedang berada di bawah pengaruh kokain ketika menceritakan hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemampuan Holmes dalam menebak berbagai macam hal hanya melalui pengamatan juga diolok-olok oleh Kiyoshi karena banyak yang tidak masuk akal jika dipikirkan ulang. Penyamaran Holmes menjadi berbagai macam wujud juga dianggap tidak realistis. </p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah Penulis marah karena detektif favoritnya diolok-olok oleh penulis lain? Tentu tidak, karena seperti yang sudah Penulis singgung di awal tulisan, Penulis juga merasakan hal yang sama ketika membaca ulang cerita-cerita Sherlock Holmes!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau begitu, Penulis tetap menyukai cerita-cerita Sherlock Holmes. Ketika menikmati sebuah cerita, sering kali kita memisahkannya dengan realita. Kalau terus dihubungkan dengan logika, keseruannya malah jadi berkurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sherlock Holmes telah menjadi bagian dari masa kecil dan remaja Penulis, sehingga sangat <em>memorable</em> dan tak tergantikan. Meskipun belakangan suka membaca <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-malice-catatan-pembunuhan-sang-novelis/">cerita-cerita detektif dari penulis Jepang</a> (termasuk <em>The Tokyo Zodiac Murders</em>), Sherlock akan selalu di hati.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 3 Juni 2026, terinspirasi setelah membaca dua novel detektif yang sama-sama &#8220;mengolok-olok&#8221; metode Sherlock Holmes</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/">Ketika Sherlock Holmes Diolok-olok Detektif Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berteriak karena Buku</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2018 09:05:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Agatha Christie]]></category>
		<category><![CDATA[Detective Conan]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[Hercule Poirot]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Miss Marple]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[serial]]></category>
		<category><![CDATA[Sherlock Holmes]]></category>
		<category><![CDATA[Sir Arthur Conan Doyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=613</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis menyukai serial detektif semenjak SMP, ketika almarhumah kakak penulis memberikan novel Sherlock Holmes yang tipis (hanya terdiri dari tiga cerita). Penulis sangat menikmati buku tersebut, sehingga dari sanalah penulis berminat untuk mengetahui novel detektif lainnya, karena buku karya Sir Arthur Conan Doyle tersebut hanya berjumlah sembilan seri. Penulis memutuskan untuk mencoba novel karya Agatha [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/">Berteriak karena Buku</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis menyukai serial detektif semenjak SMP, ketika almarhumah kakak penulis memberikan novel Sherlock Holmes yang tipis (hanya terdiri dari tiga cerita). Penulis sangat menikmati buku tersebut, sehingga dari sanalah penulis berminat untuk mengetahui novel detektif lainnya, karena buku karya Sir Arthur Conan Doyle tersebut hanya berjumlah sembilan seri.</p>
<p>Penulis memutuskan untuk mencoba novel karya Agatha Christie, yang penulis ketahui dari komik Detective Conan, ketika Kogoro Mouri menemani Conan untuk menghadiri pertemuan sesama penggemar Sherlock Holmes. Ketika ditanya sesama peserta seri mana yang menjadi favorit, Mouri justru menjawab buku karya Agatha Christie (itu pun salah judul).</p>
<p><strong>Awal Pertemuan</strong></p>
<p>Sebelum membeli, penulis pinjam satu buku Agatha Christie dari teman saya sejak SD. Yang ia pinjamkan berjudul <em>The Pale House</em> (Misteri Penginapan Tua). Setelah membaca, penulis merasa bahwa judul ini kurang menarik. Plot ceritanya sedikit khayal, begitu pikir penulis saat itu. Secara singkat, penulis merasa kecewa dengan buku tersebut.</p>
<p><div id="attachment_616" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-616" class="size-large wp-image-616" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-22-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-22-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-22-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-22-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-22-340x255.jpg 340w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-22.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-616" class="wp-caption-text">Dua Novel Paling Awal</p></div></p>
<p>Akan tetapi, penulis tidak berhenti sampai di situ. Ketika mampir di toko buku, penulis melihat novel Agatha Christie berjudul <em>Poirot&#8217;s Early Case</em> (Kasus-Kasus Perdana Poirot). Nama Poirot tidak asing bagi penulis karena di Detevtive Conan terdapat kafe yang bernama serupa. Maka, penulis mencoba untuk memberikan &#8220;kesempatan kedua&#8221;.</p>
<p><strong>Memburu Judul yang Hilang</strong></p>
<p>Keputusan tersebut terbukti tepat. Semenjak itu, penulis terus membeli novel-novel Agatha Christie, hingga rela untuk tidak makan di luar agar dapat membeli <em>bookset </em>Agatha Christie.</p>
<p>Pernah ada kejadian, ketika membeli <em>bookset </em>yang pertama (total ada 8 <em>bookset</em>, tiap <em>bookset </em>berisi sepuluh judul), penulis tidak cermat dalam memilih barang karena terdapat buku yang sama. Waktu itu penulis belum tahu jika buku yang telah dibeli dapat dikembalikan, sehingga judul yang sama tersebut penulis jual kepada teman kuliah.</p>
<p><div id="attachment_614" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-614" class="size-large wp-image-614" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-32-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-32-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-32-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-32-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-32-340x255.jpg 340w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-32.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-614" class="wp-caption-text">Judul yang Hilang</p></div></p>
<p>Sedangkan judul yang hilang, penulis berusaha mencarinya secara terpisah. Sayangnya, novel yang berjudul <em>Elephant Can Remember </em>(Gajah Selalu Ingat) sangat susah ditemukan, baik di Malang maupun Surabaya. Akhirnya, penulis melakukan barter dengan orang yang sama dengan yang meminjamkan <em>The Pale House </em>(judul ini pun akhirnya jadi milik penulis dengan barter).</p>
<p><strong>78/80</strong></p>
<p>Adanya bundel Agatha Christie sangat membantu penulis untuk mengoleksinya. Kalau tidak salah, setidaknya ada empat atau lima bundel yang penulis beli. Apabila dalam satu bundel terdapat banyak judul yang sudah dimiliki penulis, penulis akan melewatkannya dan memilih untuk melengkapinya satu per satu.</p>
<p>Seringkali, banyak judul yang tidak tersedia di toko buku. Solusinya, pembelian online. Ada yang bekas (namun telah diberi sampul plastik oleh pemilik sebelumnya) ada yang baru. Harganya pun lebih murah dari harga aslinya. Selain itu, dalam even-even obral buku, jika beruntung penulis akan menemukan novel Agatha Christie seharga Rp. 10.000 an.</p>
<p>Hingga kini, penulis berhasil mengumpulkan 78 dari 80 judul buku Agatha Christie. Dua judul yang belum penulis miliki tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>(1963) <em>The Clocks</em> &#8211; Hercule Poirot</li>
<li>(1976) <em>Sleeping Murder</em> &#8211; Miss Marple</li>
</ul>
<p>Untunglah, pihak penerbit sedang mencetak ulang, sehingga tinggal masalah waktu hingga dua judul tersebut dicetak ulang,</p>
<p><strong>Cerita Terbaik</strong></p>
<p>Dari sekian banyak Agatha Christie yang penulis baca, ada beberapa buku yang membuat penulis berteriak &#8220;WHAT!&#8221; dengan begetar karena <em>twist </em>yang sama sekali tidak diduga. Buku-buku tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>(1926) <em>The Murder of Roger Ackroyd</em> &#8211; Hercule Poirot</li>
<li>(1934) <em>Murder on The Orient Express</em> &#8211; Hercule Poirot</li>
<li>(1936) <em>The ABC Murders</em> &#8211; Hercule Poirot</li>
<li>(1938) <em>Hercule Poirot&#8217;s Christmas</em> &#8211; Hercule Poirot</li>
<li>(1939) <em>And Then There Were None</em> &#8211; Sir Thomas Legge</li>
<li>(1949) <em>Crooked House</em> &#8211; Charles Hayward</li>
<li>(1967) <em>Endless Night</em> &#8211; Sergeant Keene</li>
<li>(1975) <em>Curtain, Poirot&#8217;s Last Case</em> &#8211; Hercule Poirot</li>
</ul>
<p><div id="attachment_615" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-615" class="size-large wp-image-615" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-28-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-28-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-28-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-28-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-28-340x255.jpg 340w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-28.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-615" class="wp-caption-text">Rekomendasi Penulis</p></div></p>
<p>Tentu penulis tidak akan memberitahu siapa pelakunya karena mengandung <em>spoiler</em>. Yang jelas, ada yang pelakunya adalah tokoh aku, ada yang korbannya dibunuh oleh tiga belas orang, ada yang pelakunya adalah polisinya, ada yang mati di pulau terpencil satu per satu, ada yang pelakunya anak kecil, bahkan ada yang pelakunya adalah sang detektif!</p>
<p>Maaf, penulis terlalu bersemangat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 8 April 2018, setelah berkali-kali gagal menang main game Rules of Survival bersama Aqsa dan Rael</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/">Berteriak karena Buku</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
