<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sinema Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/sinema/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/sinema/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Oct 2022 03:25:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>sinema Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/sinema/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Menonton Everything Everywhere All At Once</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-everything-everywhere-all-at-once/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-everything-everywhere-all-at-once/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2022 16:38:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Michelle Yeoh]]></category>
		<category><![CDATA[multiverse]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sinema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5790</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis sudah mengungkapkan kekecewaannya terhadap film Doctor Strange in the Multiverse of Madness. Salah satu alasannya adalah kurang madness-nya tema multiverse yang dibawakan. Varian Doctor Strange dan universe yang dikunjungi terhitung sedikit. Bahkan, Penulis menganggap film Chip &#8216;N Dale: Rescue Rangers lebih madness. Meskipun tidak mengunjungi universe lain, kita bisa melihat betapa madness film ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-everything-everywhere-all-at-once/">Setelah Menonton Everything Everywhere All At Once</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis sudah mengungkapkan kekecewaannya terhadap film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a></em>. Salah satu alasannya adalah kurang <em>madness-</em>nya tema <em>multiverse </em>yang dibawakan. Varian Doctor Strange dan <em>universe </em>yang dikunjungi terhitung sedikit.</p>



<p>Bahkan, Penulis menganggap film <em>Chip &#8216;N Dale: Rescue Rangers </em>lebih <em>madness</em>. Meskipun tidak mengunjungi <em>universe </em>lain, kita bisa melihat betapa <em>madness </em>film ini dari berbagai <em>easter egg </em>yang bertebaran dari <em>production house </em>lain, termasuk munculnya Ugly Sonic.</p>



<p>Nah, salah satu film yang sering disebut menawarkan kegilaan <em>multiverse </em>di tahun ini adalah <em><strong>Everything Everywhere All At Once</strong></em> yang disutradarai oleh Daniel Kwan dan Daniel Scheinert dan dibintangi oleh Michelle Yeoh. </p>



<p>Oleh karena itu, Penulis langsung memutuskan untuk menontonnya setelah tahu film ini mendapatkan jatah layar di Indonesia, meskipun baru saja selesai vaksin <em>booster</em>. Untungnya keputusan Penulis tersebut sama sekali tidak salah, karena film ini benar-benar <em>madness</em>!</p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Everything Everywhere All At Once</h2>



<p>Penulis terlambat sekitar 10 menit ketika menonton film ini karena harus pergi ke beberapa tempat terlebih dahulu. Untungnya, Penulis hanya ketinggalan <em>build up </em>dan perkenalan dari anggota keluarga dari tokoh utamanya.</p>



<p><em>Everything Everwhere All At Once </em>dibagi menjadi tiga bagian yang diambil dari judulnya, yakni <strong>Part 1: Everything</strong>, <strong>Part 2: Everywhere</strong>, <strong>Part 3: All At Once</strong>. Ini adalah salah satu sisi dari film ini yang Penulis sukai.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Everything Everywhere All At Once | Official Preview HD | A24" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/DXT75VBulRI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<h3 class="wp-block-heading">Part 1: Everything </h3>



<p>Bagian pertama menjelaskan awal mula bagaimana kegilaan <em>multiverse </em>di film ini dimulai. Fokus utamanya adalah Evelyn Quan Wang (Michelle Yeoh), pemilik usaha binatu yang sedang terlilit masalah pajak.</p>



<p>Saat berusaha mengurusnya di kantor pajak, suaminya Waymond Wang (Ke Huy Quan) tiba-tiba dirasuki oleh Alpha Waymond dari semesta lain yang berusaha memperingatkan Evelyn tentang bahaya yang diakibatkan oleh Jobu Topaki.</p>



<p>Jobu Topaki sendiri aslinya adalah Alpha Joy atau Joy Wang (Stephanie Tsu) yang merupakan anak Evelyn dan Waymond. Di <em>alphaverse</em>, Alpha Evelyn memaksa Alpha Joy untuk melampaui batas sehingga ia jadi bisa mengakses semua <em>universe</em> dan mampu memanipulasi materi.</p>



<p>Dengan kekuatannya yang <em>overpowered</em>, ia membuat <em>The Everything Bagel</em> dari segala mimpi dan harapannya yang berpotensi menghancurkan <em>multiverse</em>. Untuk itulah Alpha Waymond meminta pertolongan kepada Evelyn di <em>universe </em>ini untuk menghentikan Jobu Topaki.</p>



<p>Selain itu, Alpha Waymond juga memberitahu mengenai <em>verse-jumping </em>yang bisa digunakan untuk mengakses kemampuan varian kita di <em>universe </em>lain. Untuk bisa melakukannya, kita harus melakukan berbagai hal yang <em>random</em>.</p>



<p>Berawal dari sana lah petualangan <em>multiverse </em>Evelyn dimulai dan ia melihat banyak kehidupannya di <em>universe </em>lain. Di film ini, setiap keputusan atau kegagalan yang dialami Evelyn akan menciptakan cabang <em>universe </em>baru.</p>



<p>Kenapa Evelyn yang ini bisa berhasil? Karena ia adalah Evelyn yang selalu mengalami kegagalan dalam hidupnya dan itu jadi potensi terbesarnya. Kegagalannya adalah kesuksesan variannya di semesta lain.</p>



<p>Benar saja, ia adalah varian Evelyn yang dicari-cari oleh Jobu Topaki. Pada akhir bagian, pikiran Evelyn kelebihan beban dan Alpha Waymond dihabisi oleh Jobu Topaki di <em>alphaverse</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Part 2: Everywhere </h3>



<p>Evelyn yang pikirannya terpecah-pecah membawa kita menyelami lebih dalam mengenai kehidupan lainnya di <em>universe </em>lain. Ada yang dia jadi artis terkenal, manusia berjari hotdog, koki, dan lain sebagainya.</p>



<p>Lantas, ia menyadari bahwa tujuan Jobu Topaki membuat <em>The Everything Bagel </em>bukanlah untuk menghancurkan <em>multiverse</em>, melainkan dirinya sendiri karena merasa di seluruh <em>universe </em>pun tidak ada hal yang benar-benar berarti.</p>



<p>Jobu Topaki mencari Evelyn karena membutuhkan seseorang yang memahami dirinya. Evelyn hampir saja ikut Jobu Topaki masuk ke dalam <em>The Everything Bagel</em>, tetapi membatalkannya setelah mendengar suara suaminya yang berusaha mati-matian membela dirinya.</p>



<p>Evelyn pun kembali ke semestanya dan mengalahkan semua anak buah Jobu Topaki sembari memberikan mereka kebahagiaan. Pada akhirnya, Evelyn juga berhasil menyelamatkan Jobu Topaki dan membuatnya membatalkan dirinya masuk ke <em>The Everything Bagel</em>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Part 3: All At Once</h3>



<p>Bagian terakhir merupakan konklusi dari film ini, di mana semua menjadi <em>happy ending </em>di mana masalah pajak mereka mulai memperlihatkan titik terang dan pacar Joy sudah dianggap sebagai keluarga.</p>



<p>Evelyn sempat terlihat memfokuskan pikirannya ke varian dirinya yang lain, sebelum kembali ke <em>universe</em>-nya sendiri. Apakah ini menjadi semacam petunjuk tentang sekuel dari film ini?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Everything Everywhere All At Once</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Everything Everywhere All At Once | Official Trailer HD | A24" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/wxN1T1uxQ2g?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis seolah kehabisan kata-kata setelah menonton film ini. Absurd, tapi bagus. Ada komedinya, tapi ada juga bagian yang menyentuh. Setelah menonton film gila ini, butuh beberapa menit untuk mencerna apa yang baru saja Penulis tonton.</p>



<p>Film ini jelas terasa segar karena memang benar-benar film baru, bukan sekuel, prekuel, <em>reboot</em>, <em>remake</em>, dan lain sebagainya. Sayang, seringnya film seperti ini justru kurang mendapatkan <em>spotlight</em>, kalah dengan <em>franchise </em>film raksasa yang kadang menjemukan.</p>



<p>Dengan budget yang relatif kecil, film ini berhasil membawa pengalaman yang unik kepada penontonnya. Kegilaan <em>multiverse</em>-nya benar-benar terasa dengan berbagai efek kamera yang sangat keren dan sinematografi yang begitu indah. </p>



<p>Penulis sangat menyukai efek bagaimana kita bisa melihat puluhan varian Michelle Yeoh hanya dalam beberapa detik. Hanya saja perlu dicatat, banyak adegan yang berpotensi membahayakan penderita epilepsi.</p>



<p>Kalo dari segi cerita, sebenarnya ceritanya sederhana saja. Bisa dibilang, ini adalah drama keluarga (tentang orang tua yang <em>strict </em>dan anaknya yang ingin bebas) yang dibalut dengan rumitnya <em>multiverse</em> secara rapi.</p>



<p>Selain itu, film ini juga menyinggung mengenai nihilistik, di mana Joy yang sudah mengunjungi semua <em>universe </em>menganggap <em>nothing really matters</em>. Untuk itu, ia pun membuat bagel yang secara kasar adalah jalannya untuk bunuh diri.</p>



<p>Akting para pemainnya pun patut diacungi jempol. Selain Yeoh yang sangat layak masuk nominasi Oscar, akting dari Tsu dan Quan (yang sedikit mirip Jackie Chan) juga patut diapresiasi karena mampu membawa kita terbawa suasana.</p>



<p>Dari banyaknya <em>universe </em>yang ditampilkan, tentu yang paling <em>absurd </em>adalah ketika Evelyn dan Joy menjadi batu dan bercakap-cakap di semacam canyon. Entah apa yang dipikirkan oleh pembuat film ini, yang uniknya Penulis cukup menyukainya kesunyian yang ada di dalamnya.</p>



<p>Yang jelas, <em>Everything Everywhere All At Once</em> akan menjadi salah satu film favorit Penulis seumur hidup. Film orisinal yang unik dan dieksekusi dengan begitu rapi, bahkan Penulis susah untuk menemukan <em>plot hole </em>di film ini. </p>



<p>Hanya saja, film seperti ini memang baiknya hanya menjadi film solo tanpa perlu sekuel. <em>Everything Everywhere All At Once </em>sudah cukup untuk menjadi sebuah <em>masterpiece.</em> Penulis sangat menikmati film ini dan ingin menontonnya lagi.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 3 Juli 2022, terinspirasi setelah menonton Everything Everywhere All At Once</p>



<p>Foto: <a href="https://www.thecinemainthearches.com/film/Everything-Everywhere-All-At-Once">The Cinema In The Arches</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-everything-everywhere-all-at-once/">Setelah Menonton Everything Everywhere All At Once</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-everything-everywhere-all-at-once/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton The Batman</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-the-batman/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-the-batman/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2022 15:44:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[batman]]></category>
		<category><![CDATA[DC Comics]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sinema]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<category><![CDATA[The Batman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5651</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun lebih sering menonton film-film Marvel, sebenarnya Batman dari DC Comics adalah superhero favorit Penulis sejak kecil. Bahkan, film The Dark Knight yang dibintangi oleh Christian Bale dan Heath Ledger adalah film favorit Penulis sepanjang masa. Oleh karena itu, Penulis langsung merasa tertarik ketika film The Batman rilis di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2022 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-the-batman/">Setelah Menonton The Batman</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Meskipun lebih sering menonton film-film Marvel, sebenarnya Batman dari DC Comics adalah <em>superhero </em>favorit Penulis sejak kecil. Bahkan, film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/film-favorit-saya-the-dark-knight/">The Dark Knight</a> </em>yang dibintangi oleh Christian Bale dan Heath Ledger adalah film favorit Penulis sepanjang masa.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis langsung merasa tertarik ketika film <em><strong>The Batman </strong></em>rilis di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2022 kemarin. Sempat tertunda beberapa hari, akhirnya Penulis menonton film ini pada tanggal 19 Maret 2022.</p>



<p>Dengan durasi yang cukup panjang (2 jam 56 menit), Penulis menyaksikan petualangan Batman yang berbeda dari film-film sebelumnya, sehingga Penulis merasa tak sabar untuk menantikan sekuelnya!</p>



<p class="has-text-align-center"><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>



<p>(NB: Artikel ini baru selesai ditulis setelah 31 hari setelah Penulis menonton filmnya atau 49 hari setelah penayangan perdana film di Indonesia karena beberapa alasan)</p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita The Batman</h2>



<p>Di film ini, kita tidak diperlihatkan bagaimana <strong>Bruce Wayne</strong> (Robert Pattinson) harus menjadi yatim piatu di usia muda. Alih-alih, kita langsung melihat sosok Batman yang telah beroperasi di kota Gotham selama 2 tahun dan kerap bermain hakim sendiri.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5663" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>James Gordon dan Batman (<a href="https://www.indiewire.com/2022/03/jeffrey-wright-the-batman-commissioner-gordon-eric-adams-1234704889/">IndieWire</a>)</figcaption></figure>



<p>Ia kerap berseberangan dengan pihak kepolisian dan hanya menjalin persahabatan dengan<strong> Lt. James Gordon </strong>(Jeffrey Wright), yang membawanya untuk kasus pembunuhan Walikota Gotham.</p>



<p>Sosok sang pembunuh adalah seorang pria yang menyebut dirinya sebagai <strong>Riddler </strong>(Paul Dano). Sesuai namanya, ia memberikan pesan teka-teki untuk dipecahkan Batman. </p>



<p>Pembunuhan berantai berlanjut, di mana korban selanjutnya adalah Komisaris Kepolisian Gotham dan lagi-lagi ada pesan misterius untuk dipecahkan oleh Batman.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5664" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>The Penguin (<a href="https://news.sky.com/story/colin-farrell-to-reprise-his-role-as-the-penguin-in-new-batman-spin-off-tv-series-12562181">Sky News</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah menelusuri petunjuk yang ada, Batman dan Gordon menyelidiki klub malam bernama Icebergo Lounge yang dimiliki oleh <strong>The Penguin</strong> (Collin Farrel), salah satu tangan kanan <strong>Carmine Falcone</strong> (John Turturro). </p>



<p>Batman pun bertemu dengan <strong>Selina Kyle/Catwoman</strong> (Zoë Kravitz) dan bekerja sama untuk memecahkan kasus yang sedang dihadapi karena rekan Selina menghilang. Kebetulan, orang yang dicari Batman adalah rekannya tersebut.</p>



<p>Lantas, ketika hari pemakaman walikota, tiba-tiba Riddler mengirim Jaksa Gotham menggunakan mobil. Lehernya dipasangi sebuah bom waktu dan Batman ditantang untuk menjawab teka-teki dari Riddler lagi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-3-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5666" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-3-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-3-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-3-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-3-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Catwoman dan Batman (<a href="https://www.glamour.com/story/the-batman-implied-bisexuality">Glamour</a>)</figcaption></figure>



<p>Batman dan Gordon semakin intens mencari jejak The Riddler, mulai dari menginterogasi The Penguin, pergi ke reruntuhan panti asuhan keluarga Wayne, hingga adanya kiriman bom yang hampir merenggut nyawa pelayan setianya, <strong>Alfred </strong>(Andy Serkis).</p>



<p>The Riddler mulai memainkan perang psikologisnya, dengan menunjukkan fakta bahwa ayah Bruce Wayne tidak sebaik yang disangka. Hal ini semakin diperkuat dengan pernyataan dari Falcone. Untungnya, Alfred berhasil meyakinkan kalau Thomas Wayne adalah orang yang baik.</p>



<p>Setelah itu, Batman dan Selena kembali menyerbu Iceberg untuk menangkap Falcone. Ketika digiring keluar, Riddler menembak Falcone. Singkat cerita The Riddler tertangkap dan identitasnya aslinya pun terbongkar.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5667" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>The Riddler (<a href="https://www.polygon.com/22874908/the-batman-riddler-costume-actor-paul-dano-2022">Polygon</a>)</figcaption></figure>



<p>Ternyata, The Riddler terinspirasi dari Batman dalam melancarkan aksinya. Ia membunuh orang-orang korup Gotham. Selain itu, terbongkar pula rencana Riddler yang ingin menenggelamkan kota Gotham.</p>



<p>Rencana The Riddler berhasil, kota Gotham tenggelam dan walikota yang baru terpilih hampir saja mati tertembak. Kejadian ini membuat Batman sadar dan berusaha untuk menjadi simbol harapan di Kota Gotham.</p>



<p>Di akhir film, kita bisa melihat adegan di mana The Riddler sedang berbincang dengan sesosok orang yang diperankan oleh Barry Keoghan, yang tampaknya akan berperan sebagai <strong>Joker</strong>!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton The Batman</h2>



<p>Jujur, Penulis kesulitan untuk menulis sinopsis di atas karena memang ceritanya cukup berat dan kompleks. Penulis kesulitan merangkai kalimat yang mudah dipahami, tetapi tetap menceritakan secara singkat film ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5668" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Batman Sebagai Detektif (<a href="https://www.complex.com/pop-culture/the-batman-2022-film-review">Complex</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika dibandingkan dengan film-film Batman sebelumnya, bisa dibilang <em>The Batman </em>terasa berbeda karena menonjolkan sisi detektifnya, bahkan terasa seperti film <em>noir</em>. Alurnya dibuat lambat, tapi tidak sampai membuat Penonton merasa mengantuk.</p>



<p>Sebagai penggemar kisah detektif, Penulis begitu menikmati segala <em>clue </em>yang disebar oleh The Riddler. Batman yang mampu menerka beberapa teka-teki yang dialamatkan kepadanya ternyata tetap kesusahan membongkar misteri-misteri tersebut hingga akhir.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-6-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5669" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-6-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-6-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-6-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-6.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Kota Gotham (<a href="https://screenrant.com/the-batman-movie-concept-art-gotham-city/">Screen Rant</a>)</figcaption></figure>



<p><em>The Batman </em>bisa dibilang sebagai salah satu film Batman yang paling suram. Selama hampir 3 jam, hampir sama sekali tidak ditemukan sesuatu yang dapat memicu tawa. Filmnya terasa kelam seperti film <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-joker/"><em>Joker </em>yang diperankan Joaquin Phoenix</a>.</p>



<p>Hal lain yang tak kalah suram adalah penggambaran Kota Gotham. Selain nuansa kotanya yang gelap dan selalu hujan, tingkat kebusukan para oknum di dalamnya juga sangat parah, seolah kota ini memang benar-benar sarang orang brengsek.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-7-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5670" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-7-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-7-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-7-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Robert Pattinson (<a href="https://www.hindustantimes.com/entertainment/hollywood/robert-pattinson-says-comment-about-not-working-out-for-the-batman-was-a-joke-that-came-back-to-haunt-me-101642681669417.html">Hindustan Times</a>)</figcaption></figure>



<p>Robert Pattinson yang sempat diragukan ternyata mampu membawa karakter ini dengan baik. Ia mampu menggambarkan sosok Bruce Wayne yang selama 2 tahun menjadi <em>vigilante </em>dan pada akhirnya mampu berubah menjadi sosok yang membawa harapan untuk warga Gotham.</p>



<p>Paul Dano yang menjadi The Riddler juga mampu tampil dengan mengesankan. Sayangnya, Penulis merasa peran Selena Kyle alias Catwoman di film ini terasa sedikit tanggung, berbeda dengan Catwoman versi Michelle Pfeiffe yang cukup mendominasi di film <em>Batman Return</em>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-8-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5671" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-8-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-8-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-8-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/setelah-menonton-the-batman-8.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Joker Versi Barry Keoghan (<a href="https://www.hindustantimes.com/entertainment/hollywood/robert-pattinson-says-comment-about-not-working-out-for-the-batman-was-a-joke-that-came-back-to-haunt-me-101642681669417.html">The Daily Beast</a>)</figcaption></figure>



<p>Film ini tidak memiliki <em>plot twist </em>yang mengejutkan, hanya saja kita sebagai penonton seolah dibuat naik-turun dengan berbagai kenyataan yang terkuak. Contohnya adalah mengenai ayah dari Bruce, Thomas Wayne.</p>



<p>Jika ada yang kurang srek bagi Penulis, mungkin adegan terakhirnya ketika misi utama The Riddler yang ingin menenggelamkan Kota Gotham. Entah mengapa ini seolah menjadi kurang relevan dengan misinya yang ingin menghabisi para pejabat korup.</p>



<p>Kalau ditanya adegan favorit, mungkin Penulis akan memilih adegan ketika Batman sedang mengejar Penguin. Selain pengambilan gambarnya yang <em>epic</em>, suara latarnya pun terdengar sangat intens dan mengagumkan.</p>



<p>Kesimpulannya, Penulis menikmati film ini dan menantikan sekuelnya, yang kemungkinan akan menampilkan Joker versi Barry Keoghan lebih banyak lagi. Pendekatan yang diambil Matt Reeves selaku sutradara benar-benar berbeda dan menarik!</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 19 April 2022, terinspirasi setelah menonton film <em>The Batman</em></p>



<p>Foto Banner: <a href="https://www.polygon.com/comics/2020/8/20/21377562/the-batman-movie-posters-matt-reeves-jim-lee-art">Polygon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-the-batman/">Setelah Menonton The Batman</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-the-batman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Rurouni Kenshin The Beginning</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2021 11:15:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[live action]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Rurouni Kenshin]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<category><![CDATA[sinema]]></category>
		<category><![CDATA[The Final]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5205</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awalnya Penulis sempat bingung, kenapa yang judul The Final lebih tayang dulu daripada yang The Beginning. Ternyata, yang The Beginning merupakan prekuel dari film-film Rurouni Kenshin. Beberapa adegan membuat film ini terlihat melakukan proses syuting bersamaan dengan film Rurouni Kenshin yang pertama. Padahal, proses syuting-nya dilakukan bersamaan dengan The Final. Jika film-film sebelumnya lebih banyak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/">Setelah Menonton Rurouni Kenshin The Beginning</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Awalnya Penulis sempat bingung, kenapa yang judul <em>The Final </em>lebih tayang dulu daripada yang <em>The Beginning</em>. Ternyata, yang <em>The Beginning </em>merupakan prekuel dari film-film <em>Rurouni Kenshin</em>.</p>



<p>Beberapa adegan membuat film ini terlihat melakukan proses <em>syuting </em>bersamaan dengan film <em>Rurouni Kenshin </em>yang pertama. Padahal, proses <em>syuting</em>-nya dilakukan bersamaan dengan <em>The Final</em>.</p>



<p>Jika film-film sebelumnya lebih banyak adegan <em>action</em>-nya, <em>The Beginning </em>mampu menyajikan formula yang berbeda dengan drama yang cukup bikin sesak dada. <strong>SPOILER ALERT!!!!</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita <em>Rurouni Kenshin: The Beginning</em></h2>



<p>Film ini bercerita tentang masa lalu <strong>Kenshin Himura</strong> (Takeru Satoh) ketika ia masih menjadi seorang <em>Battousai</em> demi era baru Jepang. Jujur, Penulis tidak terlalu paham politik di film ini, tapi Penulis masih bisa memahaminya.</p>



<p>Satu ketika, Kenshin menghabisi beberapa orang yang pro dengan Keshogunan Tokugawa di Kyoto. Ada satu orang yang tidak ingin mati karena ada wanita yang akan dinikahinya. Berkat tekadnya, ia berhasil meninggalkan goresan di pipi Kenshin.</p>



<p>Suatu malam, Kenshin melindungi seorang wanita dari gangguan beberapa laki-laki yang mengaku sebagai patriot. Ternyata, yang ia lindungi adalah <strong>Yukishiro Tomoe</strong> (Kasumi Arimura). Sebagai tanda terima kasih, ia bekerja dan tinggal di tempat penginapak Kenshin.</p>



<p>Singkat cerita, tempat persembunyian Kenshin dan kelompoknya diketahui oleh kelompok <em>Shinsengumi </em>pimpinan <strong>Saitō Hajime</strong> (Yōsuke Eguchi). Ia pun harus kabur dari Kyoto dan tinggal bersama Tomoe karena mereka berdua saling jatuh cinta.</p>



<p>Ternyata, Tomoe merupakan calon istri dari orang yang meninggalkan luka di pipi Kenshin. Tomoe dimanfaatkan oleh kelompok <em>Yaminobu </em>pimpinan <strong>Tatsumi </strong>(Kazuki Kitamura).</p>



<p>Mengetahui fakta tentang Tomoe akan menghancurkan perasaan Kenshin. Meskipun berhasil mengalahkan beberapa orang <em>Yaminobu</em>, kekuatan Kenshin banyak berkurang dan penglihatannya terganggu ketika berhadapan dengan Tatsumi.</p>



<p>Saat Tatsumi hendak menghabisi Kenshin, Tomoe datang menghalangi dan tanpa sengaja Kenshin menebas mereka berdua secara bersamaan. Saat sekarat, Tomoe meninggalkan bekas luka di pipi kiri Kenshin, membuat simbol X yang legendaris.</p>



<p>Pada akhir perang, restorasi akhirnya terlaksana di Jepang. Semenjak itu, Kenshin bersumpah tidak akan membunuh lagi seumur hidupnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton <em>Rurouni Kenshin: The Beginning </em> </h2>



<p>Entah hanya perasaan Penulis saja, tapi rasanya film <em>Kenshin </em>yang terakhir ini menjadi yang paling sadis dan berdarah-darah. Fokusnya pada masa lalu Kenshin ketika masih menjadi seorang <em>Battousai</em> mungkin menjadi alasannya, terutama di adegan pembuka.</p>



<p>Hanya ada 2 karakter lama yang muncul di film ini, yakni Kenshin dan Saitō. Tomoe muncul beberapa kali di film <em>The Final</em>, tapi hanya dalam adegan <em>flashback</em>. </p>



<p>Melihat masa lalu Kenshin begitu menarik, di mana hatinya yang tulus berlawanan dengan tekadnya untuk membentuk era baru Jepang. Hal tersebut membuat ia terkadang menjadi ragu jika harus membunuh.</p>



<p>Drama yang dimiliki film ini cukup mengena bagi Penulis, karena seorang wanita yang ingin balas dendam atas kematian kekasihnya harus jatuh cinta dengan pembunuh kekasihnya. Ia justru harus menerima fakta bahwa dirinya hanya dijadikan alat semata.</p>



<p>Dari segi cerita, Penulis paling menyukai <em>The Beginning</em> dibandingkan empat film lainnya. Jika mencari adegan <em>action-</em>nya, Penulis lebih menyukai film keduanya, <em>Kyoto Inferno</em>.</p>



<p>Sayang sekali film ini akan menjadi seri terakhir dari <em>live-action Rurouni Kenshin</em>. Tidak apa-apa, daripada dipaksakan untuk membuat seri barunya tapi mengorbankan kualitas seperti <em>franchise </em>yang identik dengan <em>family </em>itu.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 9 Agustus 2021, terinspirasi setelah menonton <em>Rurouni Kenshin: The Beginning</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.netflix.com/id-en/title/81313229">Netflix</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/">Setelah Menonton Rurouni Kenshin The Beginning</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-beginning/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Rurouni Kenshin: The Final</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2021 11:08:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[live action]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Rurouni Kenshin]]></category>
		<category><![CDATA[samurai]]></category>
		<category><![CDATA[sinema]]></category>
		<category><![CDATA[The Beginning]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5198</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika ditanya apa film live-action terbaik yang mengadaptasi anime, kebanyakan orang akan menjawab trilogi Rurouni Kenshin. Penulis sangat sepakat dan rasanya belum ada adaptasi anime yang levelnya menyamainya. Penulis menonton Rurouni Kenshin atau Samurai X sejak kecil, meskipun tidak terlalu ingat dengan detail ceritanya. Penulis hanya ingat beberapa karakternya yang ikonik, di mana trilogi film [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/">Setelah Menonton Rurouni Kenshin: The Final</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika ditanya apa film <em>live-action </em>terbaik yang mengadaptasi anime, kebanyakan orang akan menjawab trilogi <em>Rurouni Kenshin</em>. Penulis sangat sepakat dan rasanya belum ada adaptasi anime yang levelnya menyamainya.</p>



<p>Penulis menonton <em>Rurouni Kenshin </em>atau <em>Samurai X </em>sejak kecil, meskipun tidak terlalu ingat dengan detail ceritanya. Penulis hanya ingat beberapa karakternya yang ikonik, di mana trilogi film tersebut dapat menggambarkannya secara cukup presisi.</p>



<p>Oleh karena itu, ketika mendengar kabar kalau <em>live-action Rurouni Kenshin </em>akan merilis 2 film baru, Penulis menjadi sangat bersemangat untuk menontonnya. Bagaimana pendapat Penulis tentang keduanya? <strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita <em>Rurouni Kenshin: The Final</em></h2>



<p><em>The Final </em>bercerita tentang konflik antara <strong>Kenshin Himura</strong> (Takeru Satoh) dan adik iparnya, <strong>Yukishiro Enishi</strong> (Mackenyu Arata) yang merupakan ketua gang mafia di Shanghai, China. Enishi juga yang menjadi penyuplai senjata untuk Shisio Makoto. </p>



<p>Di awal film kita melihat adegan <em>action </em>yang <em>epic </em>ketika pihak kepolisian pimpinan <strong>Saitō Hajime</strong> (Yōsuke Eguchi) menangkap Enishi di stasiun, walau pada akhirnya ia bisa dibebaskan berkat campur tangan Shanghai.</p>



<p>Ternyata, Enishi memiliki dendam terhadap Kenshin karena ia menganggapnya sebagai pembunuh kakak perempuannya, <strong>Yukishiro Tomoe</strong> (Kasumi Arimura). Ia pun memiliki rencana untuk membuat hidup Kenshin menderita.</p>



<p>Menyadari siapa musuhnya, Kenshin memutuskan untuk bercerita tentang masa lalunya kepada teman-temannya, termasuk kisahnya dengan Tomoe yang merupakan mantan istrinya. Kisah ini akan lebih dijelaskan di film berikutnya.</p>



<p>Konflik antara keduanya pun terus berlangsung, hingga akhirnya Enishi menculik <strong>Kamiya Kaoru</strong> (Emi Takei). Kenshin pun berusaha menyelamatkan Kaoru dengan berusaha menerobos markas Enishi dengan bantuan beberapa orang.</p>



<p>Ada sedikit kejutan di mana <strong>Seta Sōjirō</strong> (Ryūnosuke Kamiki) tiba-tiba muncul dan membantu Kenshin. Pertarungan akhir pun terjadi antara Kenshin melawan Enishi secara sengit.</p>



<p>Kenshin bahkan membiarkan dirinya ditikam oleh Enishi dan meminta maaf atas kematian Tomoe. Pada akhinrya, Enishi masuk penjara dan mendapatkan <em>diary </em>dari kakaknya, membuatnya memahami apa yang dirasakan kakaknya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton <em>Rurouni Kenshin: The Final </em></h2>



<p>Dibandingkan dengan tiga film sebelumnya, rasanya film ini masih berada di bawahnya. Alur ceritanya sedikit <em>dragging </em>dan terlalu banyak adegan <em>flashback </em>yang diulang-ulang sehingga terasa sedikit membosankan.</p>



<p>Adegan <em>action</em>-nya, terutama adegan Enishi di kereta api, memiliki koreografi yang keren dan menjadi salah satu favorit Penulis. Pertarungan terakhir antara Kenshin dan Enishi juga keren.</p>



<p>Penulis agak merasa ganjil dengan kemunculan <strong>Sōjirō</strong> di film ini. Penulis menyukai karakternya dari dulu, tapi rasanya kemunculannya di sini agak sedikit dipaksakan.</p>



<p>Ketika mengecek <em>rating</em>-nya di IMDb, film ini memiliki nilai paling rendah jika dibandinkan empat film lainnya, yakni 7.2. Mungkin, <em>The Final </em>sedikit terbanting dari film-film sebelumnya.</p>



<p>Terlepas dari kekuarangan dan sedikit rasa tidak puas, Penulis cukup menikmati film ini. <em>The Final </em>masih menjadi adaptasi anime yang sangat layak untuk ditonton.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 9 Agustus 2021, terinspirasi setelah menonton <em>Rurouni Kenshin: The Final</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.polygon.com/22540609/rurouni-kenshin-the-final-review-netflix">Polygon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/">Setelah Menonton Rurouni Kenshin: The Final</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-rurouni-kenshin-the-final/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Fast &#038; Furious 9</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-fast-furious-9/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-fast-furious-9/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2021 12:17:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[F9]]></category>
		<category><![CDATA[Fast & Furious]]></category>
		<category><![CDATA[Fast & Furious 9]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sinema]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5038</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis bukan penggemar fanatik franchise Fast &#38; Furious yang kini sudah memasuki jilid 9, belum termasuk spin-off. Penulis tidak pernah menonton seri ke 2, 4, dan 6. Bahkan, episode pertamanya saja jarang menonton. Akan tetapi karena ajakan teman yang baru datang dari Batam, Penulis pun memutuskan untuk ikut menontonnya di bioskop (dengan tetap mematuhi protokol [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-fast-furious-9/">Setelah Menonton Fast &#038; Furious 9</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis bukan penggemar fanatik <em>franchise Fast &amp; Furious </em>yang kini sudah memasuki jilid 9, belum termasuk <em>spin-off.</em> Penulis tidak pernah menonton seri ke 2, 4, dan 6. Bahkan, episode pertamanya saja jarang menonton.</p>



<p>Akan tetapi karena ajakan teman yang baru datang dari Batam, Penulis pun memutuskan untuk ikut menontonnya di bioskop (dengan tetap mematuhi protokol kesehatan). Karena tahu <em>rating</em>-nya di IMDb buruk, Penulis pun menurunkan ekspetasinya.</p>



<p>Hasilnya? Penulis tetap kecewa dan emosi ketika meninggalkan studio. Kenapa?</p>



<p>SPOILER ALERT!!!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita <em>Fast &amp; Furious 9</em></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5040" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dom dan Letty (<a href="https://www.dailyhindnews.com/fast-and-furious-9-the-saga-passes-the-6-billion-mark/">Daily Hind News</a>)</figcaption></figure>



<p>Film diawali dengan sebuah kilas balik masa muda seorang <strong>Dominic Toretto </strong>(Vin Diesel) alias Dom bersama ayahnya yang merupakan pembalap Nascar. Singkat cerita ayahnya tewas di sirkuit karena kecelakaan.</p>



<p>Dom dan <strong>Letty </strong>(Michelle Rodriguez) memutuskan untuk pensiun dan menjalani kehidupan yang damai di tempat terpencil. Mereka tidak sendirian, karena sekarang mereka ditemani oleh Brian kecil, anak Dom dengan Elena.</p>



<p>Kedamaian mereka terhenti karena tiba-tiba datang sebuah mobil ke tempat mereka. Ternyata, hanya kawan-kawan lama mereka: <strong>Roman </strong>(Tyrese Gibson), <strong>Tej </strong>(Ludacris), dan <strong>Ramsey </strong>(Nathalie Emmanuel).</p>



<p>Mereka membawa sebuah pesan S.O.S. dari <strong>Mr. Nobody</strong> (Kurt Russel) yang menyampaikan bahwa pesawatnya dibajak oleh seseorang dan pembajak berhasil menculik <strong>Cipher </strong>(Charlize Theron). </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-6-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5041" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-6-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-6-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-6-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-6.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Salah Satu Adegan Action (<a href="https://www.ussfeed.com/fast-furious-9-rilis-trailer-kedua-crossover-jurassic-world/">USS Feed</a>)</figcaption></figure>



<p>Awalnya Dom menolak ikut serta misi tersebut (drama sedikit lah, klise) dan membiarkan Letty berangkat sendiri. Alasannya jelas, ia telah memiliki Brian kecil (klise lagi).  </p>



<p>Akan tetapi, Dom juga penasaran dengan misi tersebut dan melihat berkas file. Ketika melihat tayangan S.O.S. tersebut, ia melihat sebuah kalung salib yang mirip dengan miliknya sehingga memutuskan untuk menyusul rekan-rekannya (klise lagi astaga).</p>



<p>Intinya, mereka diharuskan mencari sebuah perangkat yang katanya menjadi kunci untuk menguasai dunia (klise lagi). Benda tersebut berada di pesawat Mr. Nobody dan terenkripsi. Namun, Ramsey bisa dengan mudah membobolnya (klise lagi).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5043" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dom dan Jacob (<a href="https://mantrasukabumi.pikiran-rakyat.com/entertainment/pr-202038356/kabar-gembira-fast-and-furious-9-tayang-perdana-di-bioskop-indonesia">Mantra Sukabumi</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah berhasil mendapatkan benda tersebut, mereka pun mendapatkan serangan dari militer setempat. Klisenya lagi, mereka berhasil selamat seolah tanpa luka sama sekali. Akan tetapi, tiba-tiba muncul adik Dom yang bernama <strong>Jacob </strong>(John Cena) dan benda tersebut terebut (klise lagi).</p>



<p>Jalan cerita pun berjalan di sekitar mencari benda tersebut dan pasangannya. Jelas, sepanjang cerita terjadi banyak klise seperti: </p>



<ul class="wp-block-list"><li>Musuh yang hampir berhasil melakukan misinya</li><li><em>Plot twist </em>yang sebenarnya sudah tertebak sejak awal film</li><li>Dramatisasi penyelesaian misi hingga detik terakhir</li><li>Lawan menjadi kawan seperti yang sudah sering terjadi di film-film sebelumnya</li></ul>



<p>Kurang lebih seperti itulah jalan cerita film <em>Fast &amp; Furious 9</em>. Selanjutnya, Penulis akan sedikit marah-marah karena film ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton <em>Fast &amp; Furious 9</em></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5044" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Cast Fast &amp; Furious 9 (<a href="https://www.comingsoon.net/movies/news/1083081-fast-furious-9-set-photo-first-look-at-john-cena">Comingsoon</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu film terjelek yang pernah Penulis tonton adalah <em>Elliot</em> yang memiliki <em>rating </em>5.1 di IMDb. Itu pun karena ada <em>screening </em>media, sehingga Penulis tidak bisa terlalu banyak protes. Nah, <em>Fast &amp; Furious 9 </em>memiliki level yang sama dengan film tersebut</p>



<p>Selain entah ada berapa klise yang sudah Penulis sebutkan di atas, ada banyak sekali hukum fisika yang seolah ditentang di film ini. Ada banyak sekali kejadian tidak masuk akal yang membuat Penulis sampai berteriak emosi di dalam bioskop. Contohnya adalah:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Mobil yang dijemput dengan magnet</li><li>Mobil yang memanfaatkan tali jembatan untuk sampai ke seberang</li><li>Kekuatan elektromagnet yang pemilih</li><li><em>Hacking </em>seolah hal yang mudah dilakukan (bahkan Mia dan Han bisa melakukannya)</li><li>Cara Han memalsukan kematiannya</li><li>Mobil yang ditempeli roket dan bisa terbang ke luar angkasa</li><li>Pakaian luar angkasa yang ala kadarnya bisa membuat bertahan hidup</li><li>Mobil yang tidak hancur setelah menabrak satelit</li></ul>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5042" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Banyak Adegan Tak Masuk Akal (<a href="https://voi.id/lifestyle/59749/sinopsis-film-i-fast-and-furious-9-i-aksi-kebut-kebutan-di-darat-dan-udara">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p>Kalau ini bergenre film superhero, Penulis masih bisa memaklumi tingkat kekhayalannya. <em>Lah </em>ini kan filmnya ceritanya manusia biasa yang hanya punya kekuatan, kemampuan, dan kecerdasan di atas rata-rata. </p>



<p>Benar kata Roman, kok bisa selama ini mereka selalu selamat dari berbagai kejadian yang hampir menewaskan mereka. Bagaimana satu orang bisa mengalahkan belasan orang tanpa terluka sedikit pun? Penulis tidak kaget jika di masa depan ternyata mereka adalah Android buatan profesor X.</p>



<p>Alasan utama Penulis mau menonton film ini adalah bagaimana caranya <strong>Han </strong>(Sung Kang) bisa hidup kembali. Akan tetapi, caranya pun seperti belum bisa menjelaskan dengan jelas, selain karena adanya campur tangan Mr. Nobody. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-3-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5045" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-3-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-3-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-3-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/setelah-menonton-fast-and-furious-9-3.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Han dan Dom (<a href="https://www.genmuda.com/fast-furious-9-tinggalkan-logika-keluarga-paling-utama/">Genmuda</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis merasa lama-lama <em>franchise </em>ini seperti sinetron <em>Tukang Bubur Naik Haji </em>yang jalan ceritanya bercabang terus dan karakter baru bermunculan terus. Padahal, menurut Penulis film <em>Fast &amp; Furious 7  </em>pantas menjadi akhir dari <em>franchise</em>, apalagi jika ditambah dengan kematian <strong>Brian </strong>(Paul Walker).</p>



<p>Omong-omong soal Brian, Penulis heran kenapa mereka tetap mempertahankan karakter ini ketika aktornya telah meninggal? Apalagi, di film ini <strong>Mia Toretto</strong> (Jordana Brewster) juga muncul kembali sehingga aneh rasanya jika Brian mau diam di rumah dan hanya jadi pengasuh anak.</p>



<p>Aneh rasanya film tentang balapan liar bisa berkembang menjadi film agen rahasia penyelamat dunia. Film ini seolah hanya menjual adegan <em>action </em>yang seru dengan nama-nama besar dan mengabaikan logisnya jalan cerita. </p>



<p>Entah bagaimana film-film selanjutnya akan semakin liar dan sulit untuk diterima oleh logika dan nalar. Entah karakter siapa lagi yang akan ditambahkan ke dalam <em>franchise</em>. Entah hukum fisika mana lagi yang akan ditentang.</p>



<figure class="wp-block-pullquote"><blockquote><p>Nilainya: <strong>2/10</strong></p></blockquote></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 20 Juni 2021, terinspirasi setelah menonton <em>Fast &amp; Furious 9</em></p>



<p>Foto: <a href="https://parade.com/1001378/samuelmurrian/fast-and-furious-9/">Parade</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-fast-furious-9/">Setelah Menonton Fast &#038; Furious 9</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-fast-furious-9/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
