<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SMA Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/sma/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/sma/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Aug 2021 03:40:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>SMA Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/sma/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengulang Masa Sekolah Ala ReLIFE</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/mengulang-masa-sekolah-ala-relife/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/mengulang-masa-sekolah-ala-relife/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Oct 2018 08:00:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Hichiro Chizuru]]></category>
		<category><![CDATA[Kaisaki Arata]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[ReLIFE]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1464</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernah berpikir untuk memutar waktu dan kembali ke waktu-waktu tertentu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat? Atau untuk mengambil pilihan yang waktu itu tidak diambil? Atau sekedar ingin menikmati masa-masa dengan beban yang tidak seberat sekarang? Ya, memang hal tersebut tidak mungkin, setidaknya untuk sekarang. Belum ada teknologi yang membuat kita bisa melakukan itu. Akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/mengulang-masa-sekolah-ala-relife/">Mengulang Masa Sekolah Ala ReLIFE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah berpikir untuk memutar waktu dan kembali ke waktu-waktu tertentu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat? Atau untuk mengambil pilihan yang waktu itu tidak diambil? Atau sekedar ingin menikmati masa-masa dengan beban yang tidak seberat sekarang?</p>
<p>Ya, memang hal tersebut tidak mungkin, setidaknya untuk sekarang. Belum ada teknologi yang membuat kita bisa melakukan itu. Akan tetapi, alasan tersebut tentu tidak menghalangi kita untuk menonton drama atau anime dengan tema seperti itu.</p>
<p>Bukan, bukan Doraemon. Yang penulis sedang bicarakan adalah Detective Conan, yang dengan obat APTX 4869-nya membuat kita menjadi kecil lagi dan memulai ulang kehidupannya di bangku kelas satu sekolah dasar.</p>
<p>Iya, penulis bercanda. Gambar sampulnya jelas-jelas mempertontonkan anime ReLife, anime lama yang baru saja penulis habiskan (dengan sangat cepat). Penulis akan sedikit berbagi tentang pemikiran penulis setelah menamatkan anime tersebut.</p>
<p><strong>Tentang ReLife</strong></p>
<p>Anime yang dirilis pada tahun 2013 ini bercerita tentang kehidupan seseorang bernama <strong>Kaizaki Arata</strong>, seorang pengangguran berusia 27 tahun. ia ditawari oleh <b>Yoake Ryou </b>untuk menjadi subyek percobaan ReLIFE, sebuah program yang membuat Kaizaki akan menjadi lebih muda 10 tahun dengan sebutir obat.</p>
<p>Mulai dari sanalah kehidupan Kaizaki di SMA untuk kedua kalinya dimulai. Ia banyak bertemu dengan anak-anak SMA yang menjadi teman dekatnya. Kembali menjadi anak SMA ternyata membuat semangat hidup Kaizaki kembali, apalagi dengan sifatnya yang tidak bisa membiarkan orang lain kesusahan.</p>
<div id="attachment_1466" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1466" class="size-large wp-image-1466" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/b6fa1afff1671f2a927dfd65b8eb0582-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/b6fa1afff1671f2a927dfd65b8eb0582-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/b6fa1afff1671f2a927dfd65b8eb0582-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/b6fa1afff1671f2a927dfd65b8eb0582-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/b6fa1afff1671f2a927dfd65b8eb0582-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/b6fa1afff1671f2a927dfd65b8eb0582.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1466" class="wp-caption-text">Kaizaki dan Hishiro (https://id.pinterest.com/pin/825355069183517782/?lp=true)</p></div>
<p>Yoake, sebagai pendamping subyek, harus ikut bersekolah bersama Kaizaki dan dibantu oleh <strong>An Onoya</strong>. Karakter-karakter pendukung lainnya juga memiliki peran yang cukup vital untuk membantu subyek ReLIFE menemukan kembali semangat hidupnya, terutama <strong>Kariu Rena</strong> yang keras kepala dan <strong>Ooga Kazuomi</strong> yang cerdas.</p>
<p>Cerita-cerita yang terselip di setiap episodenya ditampilkan dengan baik dan selalu memiliki alasan mengapa adegan tersebut perlu ada. Tidak banyak (kalau bukan tidak ada) adegan kurang penting yang tidak memiliki pengaruh terhadap keberlangsungan anime secara keseluruhan.</p>
<div id="attachment_1468" style="width: 842px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1468" class="size-full wp-image-1468" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/medium-athah-anime-relife-rena-kariu-kazuomi-ooga-brown-hair-red-original-imaf9jzycppzzxyk.jpeg" alt="" width="832" height="468" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/medium-athah-anime-relife-rena-kariu-kazuomi-ooga-brown-hair-red-original-imaf9jzycppzzxyk.jpeg 832w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/medium-athah-anime-relife-rena-kariu-kazuomi-ooga-brown-hair-red-original-imaf9jzycppzzxyk-300x169.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/medium-athah-anime-relife-rena-kariu-kazuomi-ooga-brown-hair-red-original-imaf9jzycppzzxyk-768x432.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/medium-athah-anime-relife-rena-kariu-kazuomi-ooga-brown-hair-red-original-imaf9jzycppzzxyk-356x200.jpeg 356w" sizes="(max-width: 832px) 100vw, 832px" /><p id="caption-attachment-1468" class="wp-caption-text">Kariu dan Ooga (https://www.flipkart.com/athah-anime-relife-rena-kariu-kazuomi-ooga-brown-hair-red-13-19-inches-wall-poster-matte-finish-paper-print/p/itmf9jzyb4phfkhf)</p></div>
<p>Kontrak ReLIFE berjalan satu tahun. Setelah selesai, subyek akan kembali ke usianya semula dan ingatan orang-orang yang mengingat subyek akan dimodifikasi. Dengan keadaan seperti itu, tentu kita menduga akhirnya akan menjadi <em>sad ending </em>bukan? Sayang, ternyata tidak sesedih yang penulis bayangkan.</p>
<p>Anime ini bergenre drama komedi, dengan latar belakang kehidupan sekolah. Anime dengan tipe seperti ini merupakan favorit penulis, apalagi jika sedikit dibumbui bumbu romantis. Ingat, sedikit ya.</p>
<p>Apalagi, anime ini memiliki <em>plot twist </em>yang sebenarnya sudah penulis tebak, ketika teman sekelas Kaizaki yang bernama <b>Hishiro Chizuru </b>ternyata merupakan subyek ReLIFE juga. Ia sedang menjalani tahun keduanya karena pada tahun pertamanya ia tidak berkembang sama sekali.</p>
<p>Pada akhirnya, kekuatan cinta akan mengalahkan apapun, termasuk fungsi kerja obat yang seharusnya menghapus memori tersebut.</p>
<p><strong>Setelah Menamatkan ReLIFE</strong></p>
<p>Ciri anime yang bagus bagi penulis sama dengan ciri buku, yakni cepat habis. Penulis mulai menonton tanggal 2 Oktober, tamat pada tanggal 5 Oktober termasuk episode OVA dan Live Actionnya.</p>
<p>Bandingkan dengan anime Kaichou wa Maid-sama yang penulis tonton mulai tanggal 30 Juni dan baru tamat pada 30 September. Bukan karena animenya jelek, melainkan kurang membuat penasaran.</p>
<p>Penulis jelas merasa terpesona dengan jalan cerita ReLIFE yang hanya memiliki 13 episode ditambah 4 episode OVA ditambah satu versi <em>Live Action</em>-nya. Anime ini membuat penulis banyak berpikir dan berandai-andai apabila diberi kesempatan yang sama.</p>
<div id="attachment_1467" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1467" class="size-large wp-image-1467" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/HdPNfks-1024x639.jpg" alt="" width="1024" height="639" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/HdPNfks-1024x639.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/HdPNfks-300x187.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/HdPNfks-768x479.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/HdPNfks-356x222.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/HdPNfks.jpg 2048w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1467" class="wp-caption-text">Versi Live Action (https://nipponclub.net/2017/11/05/review-live-action-relife-memperbaiki-kehidupan-dengan-kembali-ke-masa-sekolah/)</p></div>
<p>Jika ditawari untuk memulai kembali kehidupan SMA, kemungkinan besar penulis akan menolaknya. Pertama, penulis bukan tipe orang yang rindu dengan masa sekolah. Kedua, penulis yakin bahwa apa yang telah terjadi memiliki hikmahnya masing-masing. Ketiga, penulis terlalu malas untuk belajar lagi materi-materi SMA.</p>
<p>Penulis memilih untuk menjalani kehidupan yang seperti sekarang. Tentu, dengan berusaha menjadi lebih baik tiap harinya. Apa yang telah terjadi kita jadikan modal untuk melangkah maju. Simpan sesal, ganti dengan harapan menuju masa depan yang lebih cemerlang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 9 Oktober 2018, terinspirasi setelah menamatkan anime ReLIFE</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://myanimelist.net/anime/30015/ReLIFE">https://myanimelist.net/anime/30015/ReLIFE</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/mengulang-masa-sekolah-ala-relife/">Mengulang Masa Sekolah Ala ReLIFE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/mengulang-masa-sekolah-ala-relife/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Corat-Coret Seragam Setelah Hardiknas</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/corat-coret-seragam-setelah-hardiknas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/corat-coret-seragam-setelah-hardiknas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 May 2018 15:35:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[corat-coret]]></category>
		<category><![CDATA[hardiknas]]></category>
		<category><![CDATA[pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[seragam]]></category>
		<category><![CDATA[SMA]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=702</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hingga kini, penulis masih belum dapat menemukan arti dari tradisi kelulusan yang dilakukan oleh pelajar: Corat-coret Seragam. Ketika penulis lulus pun sama sekali tidak ada ketertarikan untuk melakukannya. Biarlah penulis dianggap culun, melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas bukan gaya penulis. Ada yang menganggap itu merupakan ekspresi kebebasan mereka setelah menjalani masa-masa sekolah selama 12 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corat-coret-seragam-setelah-hardiknas/">Corat-Coret Seragam Setelah Hardiknas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Hingga kini, penulis masih belum dapat menemukan arti dari tradisi kelulusan yang dilakukan oleh pelajar: Corat-coret Seragam. Ketika penulis lulus pun sama sekali tidak ada ketertarikan untuk melakukannya. Biarlah penulis dianggap culun, melakukan sesuatu tanpa alasan yang jelas bukan gaya penulis.</p>
<p>Ada yang menganggap itu merupakan ekspresi kebebasan mereka setelah menjalani masa-masa sekolah selama 12 tahun (atau lebih, bagi yang pernah tinggal kelas). Hubungan antara kebebasan dan corat-coret apa? Bebas mencorat-coret di seragam maksudnya?</p>
<p>Ada yang menganggap itu merupakan aspirasi pelajar setelah ujian yang begitu menyita waktu dan tenaga. Penulis pun tidak sepakat dengan sistem kelulusan yang dimiliki oleh kita, akan tetapi bagaimana aspirasi tersampaikan jika bentuknya corat-coret?</p>
<p>Emangnya kenapa? Toh enggak ada salahnya.</p>
<p>Salah atau tidak kalau kita melakukan sesuatu yang tidak ada manfaatnya? Coba sebutkan satu saja manfaat corat-coret seragam.</p>
<p>Jadi kenang-kenangan masa SMA yang warna-warni.</p>
<p>Kenapa kenang-kenangannya berupa seragam yang dicoret-coret? Kenapa bukan berupa sumbangan seragam kita kepada anak-anak yang membutuhkan? Ambil foto waktu menyerahkan, jadi kenang-kenangan deh.</p>
<p><strong>Satu Hari Setelah Hardiknas</strong></p>
<p>Pengumuman kelulusan tahun ini tepat satu hari setelah hari pendidikan nasional (hardiknas). Entah ini hardiknas yang ke berapa, yang jelas corat-coret seragam perlu kita masukkan ke dalam renungan.</p>
<p>Seandainya Ki Hadjar Dewantara masih hidup, bagaimana ekspresi beliau melihat siswa-siswa yang dulu ia perjuangkan agar mendapatkan pendidikan mencorat-coret seragam yang selama ini telah menemani mereka belajar? Sedihkah, atau malah justru senang melihat euforia mereka?</p>
<p>Selain itu, setelah meninggalkan bangku sekolah, justru mereka akan memasuki dunia yang benar-benar baru, dunia yang terkadang membuat kita berpikir bahwa fisika maupun kimia yang telah dipelajari tidak akan berguna. Mereka akan menghadapi kenyataan sebagai orang dewasa, bukan lagi anak-anak yang digandeng orang tuanya.</p>
<p>Lantas, bukankah kelulusan sekolah seharusnya tidak dirayakan? Justru, kita harus banyak berusaha dan berdoa agar dapat bertahan di antara kerasnya persaingan hidup. Sehingga, alangkah lebih baik jika kelulusan diwarnai dengan kegiatan doa bersama, memohon kemudahan untuk menghadapi apa yang merintang di depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 11 Mei 2018, terinspirasi setelah jalan-jalan di dalam kampus IPB</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://ranahkehidupanku.blogspot.co.id/2016/04/tradisi-corat-coret-seragam-selepas-uan.html">http://ranahkehidupanku.blogspot.co.id/2016/04/tradisi-corat-coret-seragam-selepas-uan.html</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corat-coret-seragam-setelah-hardiknas/">Corat-Coret Seragam Setelah Hardiknas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/corat-coret-seragam-setelah-hardiknas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
