Mengulang Masa Sekolah Ala ReLIFE

Pernah berpikir untuk memutar waktu dan kembali ke waktu-waktu tertentu untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah dibuat? Atau untuk mengambil pilihan yang waktu itu tidak diambil? Atau sekedar ingin menikmati masa-masa dengan beban yang tidak seberat sekarang?

Ya, memang hal tersebut tidak mungkin, setidaknya untuk sekarang. Belum ada teknologi yang membuat kita bisa melakukan itu. Akan tetapi, alasan tersebut tentu tidak menghalangi kita untuk menonton drama atau anime dengan tema seperti itu.

Bukan, bukan Doraemon. Yang penulis sedang bicarakan adalah Detective Conan, yang dengan obat APTX 4869-nya membuat kita menjadi kecil lagi dan memulai ulang kehidupannya di bangku kelas satu sekolah dasar.

Iya, penulis bercanda. Gambar sampulnya jelas-jelas mempertontonkan anime ReLife, anime lama yang baru saja penulis habiskan (dengan sangat cepat). Penulis akan sedikit berbagi tentang pemikiran penulis setelah menamatkan anime tersebut.

Tentang ReLife

Anime yang dirilis pada tahun 2013 ini bercerita tentang kehidupan seseorang bernama Kaizaki Arata, seorang pengangguran berusia 27 tahun. ia ditawari oleh Yoake Ryou untuk menjadi subyek percobaan ReLIFE, sebuah program yang membuat Kaizaki akan menjadi lebih muda 10 tahun dengan sebutir obat.

Mulai dari sanalah kehidupan Kaizaki di SMA untuk kedua kalinya dimulai. Ia banyak bertemu dengan anak-anak SMA yang menjadi teman dekatnya. Kembali menjadi anak SMA ternyata membuat semangat hidup Kaizaki kembali, apalagi dengan sifatnya yang tidak bisa membiarkan orang lain kesusahan.

Kaizaki dan Hishiro (https://id.pinterest.com/pin/825355069183517782/?lp=true)

Yoake, sebagai pendamping subyek, harus ikut bersekolah bersama Kaizaki dan dibantu oleh An Onoya. Karakter-karakter pendukung lainnya juga memiliki peran yang cukup vital untuk membantu subyek ReLIFE menemukan kembali semangat hidupnya, terutama Kariu Rena yang keras kepala dan Ooga Kazuomi yang cerdas.

Cerita-cerita yang terselip di setiap episodenya ditampilkan dengan baik dan selalu memiliki alasan mengapa adegan tersebut perlu ada. Tidak banyak (kalau bukan tidak ada) adegan kurang penting yang tidak memiliki pengaruh terhadap keberlangsungan anime secara keseluruhan.

Kariu dan Ooga (https://www.flipkart.com/athah-anime-relife-rena-kariu-kazuomi-ooga-brown-hair-red-13-19-inches-wall-poster-matte-finish-paper-print/p/itmf9jzyb4phfkhf)

Kontrak ReLIFE berjalan satu tahun. Setelah selesai, subyek akan kembali ke usianya semula dan ingatan orang-orang yang mengingat subyek akan dimodifikasi. Dengan keadaan seperti itu, tentu kita menduga akhirnya akan menjadi sad ending bukan? Sayang, ternyata tidak sesedih yang penulis bayangkan.

Anime ini bergenre drama komedi, dengan latar belakang kehidupan sekolah. Anime dengan tipe seperti ini merupakan favorit penulis, apalagi jika sedikit dibumbui bumbu romantis. Ingat, sedikit ya.

Apalagi, anime ini memiliki plot twist yang sebenarnya sudah penulis tebak, ketika teman sekelas Kaizaki yang bernama Hishiro Chizuru ternyata merupakan subyek ReLIFE juga. Ia sedang menjalani tahun keduanya karena pada tahun pertamanya ia tidak berkembang sama sekali.

Pada akhirnya, kekuatan cinta akan mengalahkan apapun, termasuk fungsi kerja obat yang seharusnya menghapus memori tersebut.

Setelah Menamatkan ReLIFE

Ciri anime yang bagus bagi penulis sama dengan ciri buku, yakni cepat habis. Penulis mulai menonton tanggal 2 Oktober, tamat pada tanggal 5 Oktober termasuk episode OVA dan Live Actionnya.

Bandingkan dengan anime Kaichou wa Maid-sama yang penulis tonton mulai tanggal 30 Juni dan baru tamat pada 30 September. Bukan karena animenya jelek, melainkan kurang membuat penasaran.

Penulis jelas merasa terpesona dengan jalan cerita ReLIFE yang hanya memiliki 13 episode ditambah 4 episode OVA ditambah satu versi Live Action-nya. Anime ini membuat penulis banyak berpikir dan berandai-andai apabila diberi kesempatan yang sama.

Versi Live Action (https://nipponclub.net/2017/11/05/review-live-action-relife-memperbaiki-kehidupan-dengan-kembali-ke-masa-sekolah/)

Jika ditawari untuk memulai kembali kehidupan SMA, kemungkinan besar penulis akan menolaknya. Pertama, penulis bukan tipe orang yang rindu dengan masa sekolah. Kedua, penulis yakin bahwa apa yang telah terjadi memiliki hikmahnya masing-masing. Ketiga, penulis terlalu malas untuk belajar lagi materi-materi SMA.

Penulis memilih untuk menjalani kehidupan yang seperti sekarang. Tentu, dengan berusaha menjadi lebih baik tiap harinya. Apa yang telah terjadi kita jadikan modal untuk melangkah maju. Simpan sesal, ganti dengan harapan menuju masa depan yang lebih cemerlang.

 

 

Jelambar, 9 Oktober 2018, terinspirasi setelah menamatkan anime ReLIFE

Sumber Foto: https://myanimelist.net/anime/30015/ReLIFE

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.