<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Splendor Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/splendor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/splendor/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Mar 2026 14:23:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>Splendor Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/splendor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Board Game #32: Splendor Duel</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-32-splendor-duel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-32-splendor-duel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Mar 2026 00:48:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[resource management]]></category>
		<category><![CDATA[Splendor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8500</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam memilih board game, biasanya salah satu pertimbangan Penulis adalah seberapa banyak pemain yang bisa bermain dalam satu waktu. Jumlah ideal adalah antara tiga sampai enam pemain, karena biasanya sebanyak itu teman bermain Penulis. Nah, tapi ada beberapa momen di mana Penulis merasa membutuhkan board game yang spesifik untuk dimainkan dua orang, seperti ketika menunggu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-32-splendor-duel/">Koleksi Board Game #32: Splendor Duel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam memilih <em>board game</em>, biasanya salah satu pertimbangan Penulis adalah <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-30-deception-murder-in-hong-kong/">seberapa banyak pemain yang bisa bermain dalam satu waktu</a>. Jumlah ideal adalah antara tiga sampai enam pemain, karena biasanya sebanyak itu teman bermain Penulis.</p>



<p>Nah, tapi ada beberapa momen di mana Penulis merasa membutuhkan <em>board game </em>yang spesifik untuk dimainkan dua orang, seperti ketika menunggu giliran bermain <em>EA Sports FC 26 </em>misalnya atau memang lagi ingin main berdua dengan adik.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis jadi ingin mencoba untuk memiliki <em>board game </em>seperti itu, dan <strong>Splendor Duel </strong>jadi pilihan pertamanya. Kebetulan, waktu jalan-jalan ke Grand Indonesia, <em>board game </em>ini ada!</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/negara-tanpa-oposisi-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/negara-tanpa-oposisi-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/negara-tanpa-oposisi-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/negara-tanpa-oposisi-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/negara-tanpa-oposisi-banner.jpg 1280w " alt="Negara Tanpa Oposisi" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/negara-tanpa-oposisi/">Negara Tanpa Oposisi</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game Splendor Duel</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Splendor Duel</li>



<li>Desainer: Marc André, Bruno Cathala</li>



<li>Publisher: Space Cowboys</li>



<li>Tahun Rilis: 2022</li>



<li>Jumlah Pemain: 2 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 30 menit</li>



<li>Rating BGG: 7,9</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 2,01/5</li>



<li>Harga: Rp390.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Splendor Duel</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Splendor Duel - How To Play" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/h8dhfJGspJI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sama seperti Splendor orisinal, Splendor Duel juga masih berkutat tentang <strong>pengumpulan &#8220;batu akik&#8221; </strong>alias Gem untuk meraih poin dalam jumlah tertentu. Batu akik ini akan digunakan untuk membeli <strong>kartu Jewel</strong>, yang bisa jadi <em>resource </em>tetap sekaligus sumber poin.</p>



<p>Di awal permainan, kita akan membuka tiga kartu level 3, empat kartu level 2, dan lima kartu level 1 (bukan semua lima kartu seperti Splendor orisinal). Setelah itu, letakkan papan permainan yang terdiri dari 25 kota, lalu isi dengan 25 batu akik secara acak mengikuti alur yang tertera di papan.</p>



<p>Sebagai pelengkap, letakkan<strong> 3 Privilege Scroll </strong>di dekat papan, lalu jejerkan <strong>4 kartu Royal</strong>. Privilege Scroll digunakan untuk mengambil salah satu batu akik atau Pearl yang ada di papan. Artinya, kita mendapatkan satu token dalam satu giliran kita.</p>



<p>Bicara tentang <strong>Pearl</strong>, ini adalah jenis batu akik yang tidak ada di permainan aslinya. Fungsinya sama, karena beberapa kartu membutuhkannya. Hanya saja, jumlahnya terbatas (hanya ada dua), sehingga sering jadi rebutan.</p>



<p>Kita bisa menggunakan Privilege Scroll sebagai Optional Action di awal giliran kita. Selain itu, kita juga bisa mengisi ulang papan selama kantong batu akiknya tidak kosong. Jika pemain melakukan ini, maka lawan akan mendapatkan satu Privilege Scroll.</p>



<p>Nah, untuk Mandatory Action-nya, pemain harus melakukan satu dari ketiga aksi ini, yang sebenarnya masih sama seperti versi aslinya:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Ambil 3 token Gem (batu akik)</li>



<li>Ambil 1 token Gold dan 1 kartu Jewel untuk di<em>-reserve</em></li>



<li>Beli 1 kartu Jewel</li>
</ol>



<p>Bedanya, kita tidak bisa sembarangan mengambil tokennya. Karena batu-batunya terpampang di papan berukuran 5&#215;5, maka <strong>kita harus mengambil sesuai dengan posisinya</strong>. </p>



<p>Pemain hanya bisa mengambil tiga token yang terletak bersisian, entah itu horizontal, vertikal, bahkan diagonal. Pemain tidak boleh mengambil token Gold jika mengambil aksi ini. Selain itu, kalau yang bisa diambil hanya dua (atau bahkan satu), ya sudah, hanya itu yang bisa diambil.</p>



<p>Jumlah token maksimal yang bisa dimiliki pemain juga sama, yakni 10 token. Jika setelah mengambil token jumlah yang kita miliki lebih dari 10, maka kita harus mengembalikan kelebihannya ke kantong.</p>



<p>Peraturan tambahan adalah apabila ada pemain yang mengambil tiga token dengan warna yang sama atau mengambil dua Pearl sekaligus, maka lawan akan mendapatkan satu Privilege Scroll.</p>



<p>Untuk aturan pengambilan Gold dan kartu Jewel masih sama, di mana pemain maksimal memiliki tiga kartu Jewel yang bisa di-<em>reserve</em>. Token Gold bisa digunakan untuk menggantikan token lain dalam warna apa pun, termasuk Pearl.</p>



<p>Untuk pembelian kartu Jewel juga sama. Bedanya, <strong>ada beberapa kartu yang memiliki efek tambahan</strong>, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Ambil satu putaran lagi</li>



<li>Kartu Wild Card yang bisa jadi kartu Jewel mana pun (selama sudah punya satu kartu Jewel dari Gem tersebut)</li>



<li>Mengambil 1 token Gem sesuai dengan yang dihasilkan kartu tersebut</li>



<li>Ambil 1 Privilege atau curi punya lawan jika tidak ada yang tersisa</li>



<li>Curi 1 Gem atan Pearl milik lawan, tidak boleh digunakan untuk mencuri Gold</li>
</ul>



<p>Hal baru lain yang ada di Splendor Duel adalan <strong>Crowns</strong>. Beberapa kartu Jewel memiliki lambang Crown, di mana pemain yang bisa mendapatkan 3 dan 6 Crown akan mendapatkan satu Royal Card.</p>



<p>Untuk penentuan menangnya sendiri, ada tiga cara untuk bisa memenangkan Splendor Duel, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Punya 20 poin atau lebih</li>



<li>Punya 10 Crown atau lebih</li>



<li>Punya 10 poin di kartu Gem dengan warna yang sama</li>
</ul>



<p>Adanya variasi untuk menang ini membuat permainan lebih seru dan tidak tertebak, karena masing-masing pemain punya strategi sendiri untuk mengejar kemenangan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Splendor Duel</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/koleksi-board-game-32-splendor-duel-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8502" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/koleksi-board-game-32-splendor-duel-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/koleksi-board-game-32-splendor-duel-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/koleksi-board-game-32-splendor-duel-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/koleksi-board-game-32-splendor-duel-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Splendor Duel (via <a href="https://boardgamegeek.com/thread/3218988/splendor-duel-a-game-of-almost-perfect-information'">Board Game Geek</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis pernah bermain Splendor, bahkan membeli <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-1-monopoly/">versi digitalnya di Steam</a>. Meskipun bisa dibilang minim unsur senggol-senggolan, Penulis menyukai beberapa unsur yang dimiliki oleh <em>board game </em>ini.</p>



<p>Pertama, <strong>manajemen sumber daya yang membuat kita harus berhitung</strong> bagaimana cara menggunakannya seefisien mungkin. Karena semakin tinggi nilai kartu semakin mahal, kita harus <em>farming </em>kartu murah dulu untuk mendapatkan <em>infinity resource</em>.</p>



<p>Kedua, meskipun Penulis bilang unsur senggol-senggolannya tipis, tetap saja <strong>rasanya kesal ketika kartu yang kita incar</strong> (dan sudah mengumpulkan <em>resource</em>-nya) <strong>ternyata malah diambil oleh orang lain</strong>.</p>



<p>Nah, kedua hal terebut berhasil dipertahankan oleh Splendor Duel. Meskipun mekanisme <em>farming resource</em>-nya berbeda, secara konsep masih sama. Apalagi, opsi pengambilan <em>resource</em>-nya lebih terbatas dan tidak sebebas Splendor orisinal.</p>



<p>Konsep untuk <em>farming </em>kartu murah juga masih sama, bahkan beberapa kartu memiliki efek tambahan yang membuat permainan menjadi lebih seru. Apalagi, ada beberapa cara untuk menang, tidak seperti Splendor orisinal yang hanya melalui 15 poin pertama.</p>



<p>Dari sisi batunya, adanya <strong>Pearl membuat permainan menjadi lebih sulit</strong> karena jumlahnya yang terbatas. Sepanjang Penulis bermain, keberadaan Pearl ini ternyata sangat krusial dan bisa menghambat permainan kita jika tidak memilikinya.</p>



<p>Hanya saja, Splendor Duel memiliki <strong>ukuran kartu yang lebih mungil </strong>dibandingkan versi orisinalnya. Hal ini menimbulkan perasaan kurang nyaman, walaupun memang jadi lebih hemat tempat.</p>



<p>Walau begitu, secara <em>overall </em>Penulis menikmati Splendor Duel sebagai <em>board game </em>yang santai, tapi tetap menguras otak. <em>Board game</em> ini juga sangat cocok untuk dimainkan dengan pasangan karena tidak terlalu rumit, meskipun bisa menimbulkan cekcok karena persaingan yang ketat.</p>



<p>Hanya saja dalam beberapa kali main, Penulis jarang menang dari lawan-lawannya entah apa alasannya.</p>



<p>Skor:<strong> 8/10</strong></p>



<p>Sewaktu menemukan <em>board game </em>ini di Grand Indonesia, Penulis juga menemukan <em>board game </em>lain yang bertema &#8220;duel&#8221;. Setelah mempertimbangkan berkali-kali, Penulis memutuskan untuk sekalian membeli <strong>King of Tokyo Duel</strong>!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 10 Maret 2026, terinpirasi setelah ingin melanjutkan seri <em>board game </em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-32-splendor-duel/">Koleksi Board Game #32: Splendor Duel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-32-splendor-duel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game Saya (Bagian 3)</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-3/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-3/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2022 11:00:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[Bahamas]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[Catan]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Machi Koro]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Splendor]]></category>
		<category><![CDATA[Wingspan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6142</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada dua tulisan sebelumnya (Bagian 1 dan Bagian 2), Penulis telah bercerita mengenai &#8220;perjalanannya&#8221; dalam mengoleksi board game. Bahkan hingga sekarang, Penulis masih sering merasa heran mengapa dirinya rela mengeluarkan uang yang cukup banyak. Hanya saja jika dipikir-pikir kembali, alokasi dana untuk membeli board game sebenarnya berasal dari alokasi belanja buku bulanan, di mana akhir-akhir [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-3/">Koleksi Board Game Saya (Bagian 3)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada dua tulisan sebelumnya (<em>Bagian 1 </em>dan <em>Bagian 2</em>), Penulis telah bercerita mengenai &#8220;perjalanannya&#8221; dalam mengoleksi <em>board game</em>. Bahkan hingga sekarang, Penulis masih sering merasa heran mengapa dirinya rela mengeluarkan uang yang cukup banyak.</p>



<p>Hanya saja jika dipikir-pikir kembali, alokasi dana untuk membeli board game sebenarnya berasal dari alokasi belanja buku bulanan, di mana akhir-akhir ini Penulis cukup banyak mengurangi pembelian buku (yang juga sudah dirasa cukup banyak).</p>



<p>Melalui bagian terakhir dari tulisan <em>Koleksi Board Game Saya</em>, Penulis ingin berbagi sedikit mengenai <em>board game </em>mana yang jadi favoritnya, mengapa pada akhrinya memutuskan untuk mengoleksi <em>board game</em>, dan apa saja <em>board game </em>selanjutnya yang ingin dibeli. </p>





<h2 class="wp-block-heading">Board Game Favorit Saya</h2>



<p>Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hingga kini total Penulis sudah memiliki 16 <em>board game</em> yang menjadi koleksinya. Jika dirangkum, berikut adalah daftar lengkapnya:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Othello Set</li><li>UNO! Flip</li><li>Monopoly</li><li>Ticket to Ride: London</li><li>Catan</li><li>Carcassone</li><li>7 Wonders 1st Edition</li><li>King of New York</li><li>Survive</li><li>Wingspan</li><li>Bang! Dice Game</li><li>Machi Koro 2</li><li>Dungeon Mayhem</li><li>Saboteur</li><li>Coup</li><li>Sekata</li></ol>



<p>Di antara itu semua, mana yang jadi favorit Penulis? Setidaknya ada tiga <em>board game </em>yang Penulis pilih, yaitu <strong>Catan</strong>, <strong>Machi Koro 2</strong>, dan <strong>Wingspan</strong>. Penulis akan jelaskan alasannya di bawah.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-2-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-6161" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Saya-2.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p><strong>Catan</strong> merupakan salah satu <em>board game </em>pertama yang Penulis mainkan dan langsung jatuh cinta. <em>Gameplay </em>yang dimiliki cukup sederhana, tetapi membutuhkan strategi dan keberuntungan yang cukup besar.</p>



<p>Ada kalanya kita begitu beruntung karena mampu menempatkan Settlement kita di tempat yang angkanya sering muncul. Namun, terkadang angka yang sering muncul tiba-tiba tidak pernah muncul, sehingga kita merasa menyesal telah menempatkannya di sana.</p>



<p>Kita juga bisa menyenggol pemain lain, entah dengan mencuri kartunya ketika menggerakkan bandit atau memotong jalannya lebih dulu untuk mencapai titik tertentu. Selain itu, <em>replaybility </em>dari <em>board game </em>ini cukup tinggi sehingga jarang membuat pemain merasa bosan.</p>



<p><strong>Machi Koro 2</strong> menggunakan mekanik yang sama dengan Catan, di mana kemenangan pemain sangat ditentukan oleh strategi dan keberuntungan. Bahkan, cara untuk mendapatkan <em>resource </em>berupa koin yang dibutuhkan pun mirip.</p>



<p>Pada <em>board game </em>ini, kita diharuskan untuk mengumpulkan koin sebanyak mungkin. Salah satu caranya adalah dengan membeli kartu-kartu Establishment yang bisa mempercepat <em>income </em>kita untuk bisa membeli Landmark.</p>



<p>Selain itu, adanya kartu yang memungkinkan kita merebut koin yang dimiliki oleh pemain lain membuat pemain akan <em>senggol-senggolan</em> secara intens. Teman Penulis sempat menemukan META &#8220;Dadu Satu&#8221; untuk menghindari koinnya direbut oleh pemain lain.</p>



<p><strong>Wingspan </strong>merupakan <em>board game </em>Penulis yang paling kompleks. Namun, justru itu yang membuat Penulis menyukainya. Dibutuhkan strategi yang benar-benar matang dan, berbeda dari dua <em>board game </em>sebelulmnya, faktor keberuntungan jadi tidak terlalu berdampak.</p>



<p>Ketika mengetahui <em>art </em>dari kartunya untuk pertama kali, Penulis langsung jatuh cinta. Oleh karena itulah Penulis rela untuk menonton banyak video tutorial dan membeli gimnya di Steam agar bisa memahami cara bermain <em>board game </em>ini.</p>



<p>Meskipun sampai sekarang teman-teman Penulis agak enggan bermain Wingspan karena &#8220;sangat mikir&#8221;, Penulis tetap memasukkan Wingspan ke dalam salah satu <em>board game </em>favoritnya. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Akhirnya Jadi Koleksi Board Game?</h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>Karena&nbsp;<em>board game&nbsp;</em>bisa ngilangin bosen, apalagi kalo mati gaya pas lagi bareng-bareng ama temen.&nbsp;<em>Board game&nbsp;</em>itu memfokuskan minat dan kebahagiaan banyak orang dalam satu waktu.” </strong></p><p><span style="color:#9e0b0f" class="has-inline-color">-Mas Pandu-</span></p></blockquote>



<p><em>Quote </em>di atas merupakan jawaban dari Mas Pandu ketika ditanya apa alasannya menjadi seorang kolektor <em>board game</em>. Penulis setuju dengan jawaban tersebut, dan memiliki alasan lain mengapa akhirnya memutuskan untuk mengoleksi <em>board game</em>.</p>



<p>Pertama, <strong>Penulis pada dasarnya</strong> <strong>menyukai mainan</strong>. Selain <em>board game</em>, Penulis juga memiliki <em>action figure</em>, <em>model kit</em>, dan Hotwheels. Penulis juga ingin menambah koleksi mainannya dengan membeli LEGO dan tamiya.</p>



<p>Alasannya sederhana. Ketika kecil, Penulis berlangganan majalah <em>XY Kids</em> yang memiliki rubrik khusus membahas mainan (<em>toys</em>). Waktu itu, tentu Penulis belum punya uang untuk membelinya, sehingga keinginan tersebut baru bisa disalurkan sekarang.</p>



<p>Lalu, Penulis juga merasa kalau <em>board game </em>yang dibeli <strong>bisa memberikan rasa senang kepada teman-temannya</strong> yang ikut memainkannya. Walau tidak semua mereka suka, setidaknya ada beberapa yang membuat mereka cukup ketagihan.</p>



<p>Melihat wajah bahagia dan mendengar tawa (kadang ekspresi pusing karena kalah) mereka ketika bermain <em>board game </em>menjadi sesuatu yang memuaskan batin. Bagi Penulis, bisa membahagiakan orang lain adalah sumber kebahagiaan.</p>



<p>Selain itu, bermain <em>board game </em>fisik jelas bisa <strong>mendistraksi kita dari ponsel</strong>. Di era yang serba digital, bermain sesuatu yang nyata akan memberikan jeda yang sehat untuk diri kita sendiri. Apalagi, selalu ada interaksi yang menarik ketika bermain <em>board game</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Masih Ingin Menambah Koleksi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Sayax-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6162" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Sayax-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Sayax-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Sayax-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/Koleksi-Board-Game-Sayax.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Splendor: Marvel dan Bahamas</figcaption></figure>



<p>Jika ditanya apakah dirinya masih ingin menambah koleksi <em>board game</em>, maka Penulis akan menjawab iya. Sejujurnya masih ada banyak <em>board game </em>yang Penulis inginkan, tetapi saat ini sedang menahan dirinya untuk bisa menghemat pengeluaran.</p>



<p>Dua <em>board game </em>yang sangat ingin Penulis miliki adalah <strong>Splendor: Marvel</strong> dan <strong>Bahamas</strong>. Penulis sering main Splendor melalui situs BGA, tetapi masih ingin membeli versi Marvel-nya. Penulis belum pernah bermain Bahamas secara langsung, tapi sering melihat <em>gameplay</em>-nya.</p>



<p>Setelah dua <em>board game </em>tersebut, sebenarnya masih ada beberapa <em>board game </em>lain seperti <strong>Cascadia</strong>, <strong>Dominion</strong>, <strong>Kingdomino</strong>, <strong>Pandemic</strong>, <strong>Codename Pictures</strong>, <strong>Ratland</strong>, <strong>Waroong Wars</strong>, dan masih banyak lagi. Semoga saja rezeki Penulis lancar agar bisa membelinya.</p>



<p>Bahkan setelah menulis artikel ini, Penulis memutuskan untuk membuat satu rubrik baru di blog ini: <strong>Board Game</strong>. Semua <em>board game </em>yang pernah dimainkannya akan Penulis buat ulasannya dan <em>gameplay </em>yang dimiliki.</p>



<p><em><span style="color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Ini merupakan bagian terakhir dari tulisan </span></em><span style="color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Koleksi Board Game Saya</span> </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 6 November 2022, terinspirasi setelah memandangi koleksi <em>board game</em>-nya yang sudah lumayan banyak  </p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-3/">Koleksi Board Game Saya (Bagian 3)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
