<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>suara Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/suara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/suara/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:06:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>suara Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/suara/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Akhir yang Pekat Pada Suara</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/akhir-yang-pekat-pada-suara/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/akhir-yang-pekat-pada-suara/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Feb 2019 12:01:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[suara]]></category>
		<category><![CDATA[thriller]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2139</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara padatnya rutinitas kerja, penulis sudah lama tidak menamatkan buku, sehingga rubrik Buku lama tidak memiliki tulisan baru. Untunglah, penulis membeli sebuah novel karya teman sekantor yang terbilang singkat, namun cukup memikat. Novel Suara merupakan novel karangan Ridho Ibadurrahman. Buku ini diterbitkan secara mandiri dan dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, Rp50.000. Bagi pembaca yang tertarik untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/akhir-yang-pekat-pada-suara/">Akhir yang Pekat Pada Suara</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gara-gara padatnya rutinitas kerja, penulis sudah lama tidak menamatkan buku, sehingga rubrik <a href="http://whathefan.com/category/buku/">Buku</a> lama tidak memiliki tulisan baru. Untunglah, penulis membeli sebuah novel karya teman sekantor yang terbilang singkat, namun cukup memikat.</p>
<p>Novel <strong>Suara </strong>merupakan novel karangan Ridho Ibadurrahman. Buku ini diterbitkan secara mandiri dan dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, Rp50.000. Bagi pembaca yang tertarik untuk membeli buku ini, bisa dibeli di <a href="https://shopee.co.id/Suara-%E2%80%93-Ridho-Ibadurrahman-i.42055431.1701732329">Shopee</a> maupun <a href="https://www.bukuindie.com/p/suara-ridho-ibadurrahman/">BookIndie</a>.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Nah, sekarang kita akan mulai menjabarkan, apa sih isi novel yang kovernya sok misterius dengan dominasi warna hitam ini. Menggunakan <em>point of view </em>orang pertama, Suara berpusat pada seorang <em>soundman </em>sinetron bernama <strong>Goro</strong>.</p>
<p>Tokoh Goro ini memiliki rasa terhadap salah satu artis yang sedang <em>syuting </em>bersamanya. Ia bernama <strong>Bela</strong>. Ketika membaca, penulis membayangkan sosok Goro seperti Ridho, dan membayangkan Bela seperti <strong>Bella Saphira</strong>. Maklum, hanya Bella itu yang terlintas di pikiran penulis.</p>
<p>Ketertarikan yang dimiliki oleh <del>Ridho</del> Goro ternyata disambut oleh Bela. Maka kedua pasangan ini memutuskan untuk pergi berlibur berdua ke salah satu daerah eksotis di Indonesia untuk meningkatkan <em>chemistry </em>di antara mereka.</p>
<p>Di sela-sela perjalanan, terungkap bahwa adik kandung Goro tengah hilang diculik oleh sekelompok orang. Hilangnya adik Goro inilah yang menurut penulis menjadi arah cerita novel ini. Lalu, apa hubungannya dengan kehidupan asmara Goro dan Bela? Jawabannya ada di novel Suara ini.</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Jika ditanya orang, ber-<em>genre </em>apakah novel ini, maka penulis akan menjawab <em>romance-thriller</em>. Balutan romansa antara Goro dan Bela dituliskan dengan sedikit vulgar yang sebenarnya agak nanggung (penulis berpendapat demikian karena pernah membaca <a href="http://whathefan.com/buku/penyiksaan-rezim-pada-saman/">Saman</a>-nya Ayu Utami).</p>
<p>Setelah dimanjakan dengan cerita romantis di bagian awal hingga tengah buku, kita akan dibuat tegang dengan berbagai adegan seputar perjuangan dan dilema Goro demi  menyelamatkan adik perempuannya tersebut.</p>
<p>Untuk pemilihan judul Suara sendiri, penulis memiliki beberapa pendapat. Bisa jadi Suara dipilih karena tokoh utama bekerja sebagai <em>soundman</em>, bisa juga karena &#8220;suara-suara yang tidak sengaja terdengar&#8221; oleh tokoh Goro berhasil mengungkap keberadaan adiknya.</p>
<p>Lebih dari itu, mungkin berkat suara-suara yang didengar oleh Goro, kehidupannya menjadi berubah secara dramatis. Suara-suara yang didengar oleh Goro menjadi saksi bisu kejadian-kejadian yang menimpa Goro.</p>
<p>Yang jelas, walaupun alur ceritanya berhasil penulis tebak (karena penulis penggemar berat serial detektif seperti <a href="http://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/">Agatha Christie</a>), <em>ending </em>yang dimiliki novel ini cukup membuat penulis berkata &#8220;wow&#8221;. Penulis yakin para pembaca akan merasakan sensasi yang sama.</p>
<p>Untuk kekurangannya, tentu ada beberapa. Selain <em>typo </em>yang bertebaran, peletakkan dialog yang kurang tepat membuat penulis harus membaca ulang. Contohnya seperti ini:</p>
<p><em>&#8220;Beb.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Beb.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Apaan sih?&#8221;</em></p>
<p>Dua kata beb di atas diucapkan oleh orang yang sama. Seharusnya, kedua dialog tersebut bisa dijadikan satu atau dipisah dengan sepenggal kalimat seperti ini:</p>
<p><em>&#8220;Beb.&#8221;</em></p>
<p><em>Ia tak bergeming meskipun aku yakin ia mendengarku. Aku coba untuk memanggilnya sekali lagi.</em></p>
<p><em>&#8220;Beb.&#8221;</em></p>
<p><em>&#8220;Apaan sih?&#8221; </em></p>
<p>Itu pendapat penulis karena novel-novel yang selama ini penulis baca seperti itu. Adapun novel seperti Sherlock Holmes yang memiliki dialog panjang, biasanya memang dibagi menjadi beberapa tanda kutip yang bersambung. Bingung? Ya sudah tidak apa-apa.</p>
<p>Untuk alur ceritanya sendiri, penulis merasakan sedikit ada ketergesa-gesaan pada novel ini. Banyak bagian yang sebenarnya masih bisa dikembangkan lagi, sehingga tebal buku ini bisa bertambah dan kompleksitas yang dimiliki juga semakin membuat para pembacanya penasaran.</p>
<p>Lalu, apakah novel ini penulis rekomendasikan? Jawabannya adalah iya, jika pembaca adalah orang yang suka sebuah novel singkat namun memiliki alur cerita yang memikat dengan <em>ending </em>yang pekat.</p>
<p>Nilainya <strong>3.5/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Bagi yang ingin membaca novel karangan penulis, bisa mampir ke tautan yang ada di bawah ini</p>
<ul>
<li><a href="http://whathefan.com/category/distopia-bagi-kia/">Distopia Bagi Kia</a></li>
<li><a href="http://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-1/">Leon dan Kenji (Buku 1)</a></li>
<li><a href="http://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-2/">Leon dan Kenji (Buku 2)</a></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 5 Februari 2019, terinspirasi setelah menamatkan novel Suara dalam waktu 1 jam 15 menit</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/akhir-yang-pekat-pada-suara/">Akhir yang Pekat Pada Suara</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/akhir-yang-pekat-pada-suara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
