<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SWI Mengajar Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/swi-mengajar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/swi-mengajar/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:33:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>SWI Mengajar Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/swi-mengajar/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SWI Mengajar 2.0</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2020 12:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[SWI Mengajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4148</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa tulisan, Penulis menyebutkan salah satu passion-nya adalah mengajar. Karena itulah Penulis pernah berburu beasiswa S2 ke luar negeri agar bisa menjadi seorang dosen. Selain itu ketika masih menjadi ketua Karang Taruna, Penulis memiliki program kerja (proker) bernama SWI Mengajar yang namanya memang terinspirasi dari Indonesia Mengajar. Di bawah kepengurusan yang baru, proker ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/">SWI Mengajar 2.0</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam beberapa tulisan, Penulis menyebutkan salah satu <em>passion-</em>nya adalah mengajar. Karena itulah Penulis pernah <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mengejar-beasiswa-dan-gagal-empat-kali/">berburu beasiswa</a> S2 ke luar negeri agar bisa menjadi seorang dosen.</p>



<p>Selain itu ketika masih menjadi ketua Karang Taruna, Penulis memiliki program kerja (proker) bernama <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar/"><strong>SWI Mengajar</strong></a> yang namanya memang terinspirasi dari Indonesia Mengajar.</p>



<p>Di bawah kepengurusan yang baru, proker ini sempat terhenti karena beberapa alasan. Nah, mumpung sedang berada di Malang untuk jangka waktu yang belum ditentukan, Penulis mengusulkan <strong>SWI Mengajar 2.0</strong>. Apa itu?</p>



<h3>Konsep SWI Mengajar 2.0</h3>
<div id="attachment_4155" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4155" class="size-large wp-image-4155" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4155" class="wp-caption-text">SWI Mengajar 1.0</p></div>



<p>Pada SWI Mengajar edisi lama, anggota akan berkumpul di satu tempat untuk <strong>mengerjakan tugasnya masing-masing</strong>. Nanti akan ada anggota yang saling membantu.</p>



<p>Untuk yang tidak memiliki tugas, biasanya Penulis akan <strong>mengajar</strong> <strong>Bahasa Inggris</strong>. Walaupun tidak punya sertifikasi, setidaknya Penulis pernah belajar di Kampung Inggris.</p>



<p>Nah, di SWI Mengajar 2.0 ini konsepnya sedikit berbeda. Anggota tidak lagi membawa tugas sekolahnya, melainkan <strong>mempelajari sesuatu yang tidak diajarkan di sekolah</strong>.</p>



<p>Di sini, anggota divisi internal Karang Taruna akan mengusulkan ide-ide materi. Nanti usulan-usulan ini akan diberikan kepada Penulis (dan satu rekannya) sebagai &#8220;tutor&#8221; agar dipilih untuk menjadi topik minggu ini.</p>



<p>Pelaksanaannya sendiri setiap hari Rabu, dua minggu sekali. Kenapa tidak setiap minggu? Takutnya anggota akan menjadi cepat bosan dan ujung-ujungnya pesertanya menjadi sedikit.</p>



<h3>Materi-Materi yang Sudah Diajarkan</h3>



<p>Sampai saat ini, sudah ada 3 pertemuan SWI Mengajar 2.0, yakni <strong>Public Speaking</strong>, <strong>Microsoft Word dan Penggunaan Font</strong>, serta<strong> Microsoft Excel</strong>.</p>



<p>Jumlah anggota yang ikut pun lumayan banyak, termasuk anggota <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/karang-taruna-junior/">Karang Taruna Junior</a> yang sedang dipersiapkan menjadi anggota penerus kakak-kakaknya.</p>



<p>Selain itu, ada hari spesial di mana Penulis membuat semacam kuis edukasi. Untuk edisi pertama, Penulis mengangkat tema geografi.</p>
<h3>Game Edukasi</h3>
<div id="attachment_4157" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4157" class="size-large wp-image-4157" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-1024x538.png" alt="" width="800" height="420" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-1024x538.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-300x158.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-768x403.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-390x205.png 390w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2.png 1200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4157" class="wp-caption-text">Jimmy Kimmel Live! (via <a href="https://www.boredpanda.com/americans-answer-can-you-name-country-jimmy-kimmel/">Bored Panda</a>)</p></div>



<p>Pemilihan topik ini terinspirasi dari acara talkshownya Jimmy Kimmel, di mana warga Amerika Serikat dipilih secara acak untuk ditunjukkan sebuah peta buta dunia. Mereka harus bisa menunjuk suatu negara secara bebas.</p>



<p>Hasilnya? Banyak di antara mereka yang <strong>gagal menunjukkan satu negara pun!</strong> Tidak ingin ini terjadi kepada adik-adiknya, Penulis pun ingin memberikan edukasi umum terhadap topik ini.</p>



<p>Game dimainkan secara tim dan dibagi menjadi <strong>dua babak</strong>. Tim yang mengumpulkan poin tertinggi akan keluar menjadi pemenang.</p>



<p>Babak pertama adalah <strong>pertanyaan-pertanyaan seputar Geografi</strong> yang dibagi menjadi 3 level, yakni <em>easy</em>, <em>medium</em>, dan <em>hard</em>. Semakin susah, semakin besar nilai yang akan didapatkan.</p>
<div id="attachment_4156" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4156" class="size-large wp-image-4156" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3-1024x577.jpg" alt="" width="800" height="451" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3-1024x577.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3-768x433.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3.jpg 1429w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4156" class="wp-caption-text">Tampilan Game Babak Kedua</p></div>



<p>Babak kedua, di layar proyektor akan muncul <strong>25 kotak yang dibagi menjadi 5 kolom</strong>. Setiap kolom mewakili benua yang ada di dunia. Masing-masing kolom juga menunjukkan angka 10, 20, 30, 40, 50.</p>



<p>Di balik kotak tersebut terdapat negara dalam bentuk peta buta beserta pilihan jawabannya. Angka yang ada di kotak menunjukkan tingkat kesulitan. Semakin tinggi, semakin susah.</p>



<p>Tim dengan poin tertinggi di babak pertama berhak memilih duluan secara bebas. Jika bisa menebak dengan benar, tim akan mendapatkan angka yang tertera di kotak. Jika salah, poin tim akan dikurangi 10.</p>
<div id="attachment_4158" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4158" class="size-full wp-image-4158" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-4.png" alt="" width="900" height="700" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-4.png 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-4-300x233.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-4-768x597.png 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-4158" class="wp-caption-text">Contoh Bentuk Negara yang Harus Ditebak</p></div>



<p>Karena tim berjumlah 3, maka pertanyaan terakhir (ke-25) menjadi rebutan. Siapapun boleh mempertaruhkan poin yang sudah dikumpulkan. Tim yang mempertaruhkan nilai paling tinggilah yang akan mendapatkan kesempatan untuk menjawab.</p>



<p>Jika benar, poin yang dipertaruhkan akan ditambahkan, sedangkan jika salah poin akan dikurangi. Karena sistem ini, tim yang awalnya berada di peringkat terakhir berhasil memenangkan kuis ini karena keberaniannya mempertaruhkan semua poinnya.</p>
<p>Setelah game, ada semacam selebrasi kecil-kecilan dan masing-masing tim mendapatkan hadiah yang nilainya tidak seberapa. </p>



<h3>Penutup</h3>



<p>Salah satu amal jariyah dalam Islam adalah <strong>ilmu yang bermanfaat</strong>. Karena itulah Penulis sangat senang jika bisa berbagi ilmunya kepada siapapun.</p>



<p>SWI Mengajar 2.0 ini adalah wadah untuk Penulis berbagi ilmunya. Pengemasannya harus menarik agar tidak membosankan. Topik yang dihadirkan pun harus bervariasi.</p>
<p>Selama Penulis di Malang, semoga proker ini bisa terus terlaksana secara rutin dan bisa bermanfaat untuk adik-adik Karang Tarunanya.</p>



<p>&nbsp;</p>



<p>&nbsp;</p>



<p>Lawang, 26 November 2020, terinspirasi dari proker SWI Mengajar 2.0 yang tengah dijalankan</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/">SWI Mengajar 2.0</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SWI English Day</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/swi-english-day/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/swi-english-day/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2018 14:15:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[English]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[SWI English Day]]></category>
		<category><![CDATA[SWI Mengajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=458</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebelum menargetkan diri untuk bisa melanjutkan studi ke luar negeri dengan beasiswa, penulis sudah meyakini betapa pentingnya menguasai bahasa Inggris sebagai modal untuk bersaing dalam mencari peluang, apapun bentuknya. Keyakinan ini diamini pula oleh semua anggota Karang Taruna ketika rapat perdana Karang Taruna, sesaat setelah pembentukannya, sehingga tercapai kesepakatan adanya program kerja (proker) SWI English [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-english-day/">SWI English Day</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum menargetkan diri untuk bisa melanjutkan studi ke luar negeri dengan beasiswa, penulis sudah meyakini betapa pentingnya menguasai bahasa Inggris sebagai modal untuk bersaing dalam mencari peluang, apapun bentuknya. Keyakinan ini diamini pula oleh semua anggota Karang Taruna ketika rapat perdana Karang Taruna, sesaat setelah pembentukannya, sehingga tercapai kesepakatan adanya program kerja (proker) SWI English Day.</p>
<p><strong>Bentuk Awal SWI English Day</strong></p>
<p>Pada mulanya, kami sepakat untuk memilih satu hari khusus untuk menggunakan bahasa Inggris baik ketika pertemuan langsung maupun lewat WA. Hari yang kami pilih adalah Kamis, entah apa waktu itu pertimbangannya. Apabila terdapat <em>vocab </em>yang tidak diketahui, anggota dapat menulis dalam bahasa Indonesia dengan diberi tanda kurung.</p>
<p>Selain alasan yang telah disebutkan di atas, proker ini juga bertujuan untuk melatih <em>daily conversation </em>anggota, sehingga kemampuan bahasa Inggris mereka tidak sebatas teori saja.</p>
<p>Sayang, setelah beberapa bulan proker ini dihentikan karena banyaknya anggota, terutama yang masih sekolah, merasa kesusahan. Hukuman yang telah disepakati apabila berbicara dengan bahasa selain Inggris pun susah untuk diterapkan.</p>
<p><strong>SWI English Day Reborn</strong></p>
<p>Setelah vakum beberapa tahun, sepulang penulis merantau ke Pare untuk mencari ilmu, proker ini berusaha diadakan kembali meskipun berbeda konsep. Tidak lagi digunakan dalam percakapan, melainkan menjadi kelas khusus ketika SWI Mengajar. Pesertanya, anggota Karang Taruna yang tidak memiliki tanggungan pekerjaan rumah. Pengajarnya, ya penulis ini, karena yang lain sudah sibuk bekerja.</p>
<p><div id="attachment_461" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-461" class="size-large wp-image-461" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-18-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-18-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-18-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-18-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-18-340x255.jpg 340w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-18.jpg 1040w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-461" class="wp-caption-text">Disisipkan pada SWI Mengajar</p></div></p>
<p>Penulis mencoba untuk mengadaptasi berbagai metode yang penulis dapatkan ketika berada di Pare. Uji coba pertama, penulis menggunakan cara percakapan bebas. Anggota harus menceritakan sesuatu yang berhubungan dengan topik dalam bahasa Inggris. Ini kurang efektif, karena banyak anggota yang bingung mau cerita apa. Harus ada metode lain yang lebih menarik.</p>
<p><strong>Menggunakan Metode dari Pare</strong></p>
<p>Di salah satu tempat kursus, ada metode di mana kelas dimulai dengan cerita sang tutor disertai dengan catatan <em>vocab </em>di papan tulis. Setelah selesai bercerita dan menulis arti dari semua kata yang ada di papan, peserta kursus harus tebak-tebakan <em>vocab </em>baru tersebut.</p>
<p>Saya gunakan metode ini, namun bukan saya yang bercerita, melainkan Carolina dari Caracas, Venezuela. Bukan mendatangkan bule, melainkan memanfaatkan <em>podcast </em>yang ada di <em>Play Store</em>. Anggota akan mendengarkan cerita seorang perantau yang datang ke Inggris untuk kuliah di <em>Newcastle</em>.</p>
<p><div id="attachment_463" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-463" class="size-large wp-image-463" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-37-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-37-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-37-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-37-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-37-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-37.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-463" class="wp-caption-text">Vocab-Vocab yang Ditemukan Pada Percakapan Carolina</p></div></p>
<p>Setelah selesai mendengarkan <em>podcast </em>tersebut sebanyak dua kali (satu kali <em>podcast </em>berkisar antara 2-3 menit), anggota akan penulis tanyai beberapa pertanyaan terkait dengan cerita yang baru saja mereka dengarkan. Tujuannya, untuk mengetahui seberapa jauh mereka memahami percakapan dalam bahasa Inggris.</p>
<p>Kelas dilanjutkan dengan <em>conversation </em>singkat menggunakan <em>vocab-vocab </em>baru yang telah tertulis di papan. Jadi, dalam satu malam, anggota mempelajari tiga bidang sekaligus, <em>listening, vocabulary</em>, dan <em>conversation</em>. Terkadang diselingi pula dengan mencari perbedaan <em>vocab </em>yang mirip, seperti <em>true</em> dan <em>thru</em>.</p>
<p><strong>Selingan Agar Tidak Jenuh</strong></p>
<p>Penulis memahami bahwa banyak anggota yang cepat merasa bosan dengan sesuatu. Oleh karena itu, dibutuhkan selingan agar mereka tetap semangat dalam belajar bahasa Inggris. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan musik.</p>
<p>Bagaimana caranya? Penulis mencari lirik dari sebuah lagu (yang sekiranya tidak pernah didengar oleh anggota), lalu menghapus beberapa kata. Nantinya anggota harus mengisi kata-kata yang kosong tersebut, istilahnya <em>fill the blank</em>. Pemilihan lagu berdasarkan pemilihan subyektif penulis, lagu mana yang kira-kira <em>pronounce-</em>nya jelas. Setelah selesai, seperti biasa akan dibahas <em>vocab-vocab </em>yang tidak dimengerti oleh anggota.</p>
<p><div id="attachment_462" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-462" class="size-large wp-image-462" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-10-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-10-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-10-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-10-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-10-340x255.jpg 340w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/photo_2018-03-05_21-11-10.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-462" class="wp-caption-text">Jawaban dari Fill the Blank</p></div></p>
<p>Delapan lagu dari delapan artis yang berbeda telah penulis coba. Dari semuanya, salah satu anggota berpendapat yang paling mudah adalah lagu dari Simple Plan, karena selain pengucapannya yang jelas, liriknya pun menggunakan bahasa yang sudah diketahui.</p>
<p>Setelah <em>fill the blank </em>ini, penulis mencoba untuk menggabungkannya dengan Carolina. Belum teruji karena baru satu anggota yang mencoba metode ini, namun setidaknya secara tidak langsung anggota juga latihan <em>reading. </em>Mungkin ke depannya metode ini yang akan sering dipakai, semua tergantung anggota.</p>
<p>Selingan lainnya adalah latihan <em>spelling</em> yang biasanya menggunakan nama orang maupun kota.</p>
<p><strong>Masa Depan SWI English Day</strong></p>
<p>Lalu bagaimana jika penulis sudah lengser dari jabatannya sebagai pengemban amanah ketua Karang Taruna? Apakah akan berakhir begitu saja karena tidak ada pengajar?</p>
<p>Jujur, itu terserah penerus Karang Taruna, mau tetap diadakan atau tidak. Yang jelas, penulis percaya ada anggota yang bisa menggantikan peran penulis sebagai pengajar SWI English Day. Tidak perlu menjelaskan teori tentang <em>tenses</em>, yang penting adalah membiasakan diri dengan bahasa Inggris.</p>
<p>Besar harapan penulis agar metode-metode yang telah dicoba tetap dilakukan, bahkan dikembangkan lebih baik lagi oleh generasi penerus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 5 Maret 2018, setelah tertidur pulas karena lelah naik kereta selama 16 jam.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-english-day/">SWI English Day</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/swi-english-day/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
