<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tangis Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/tangis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/tangis/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 13:59:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>tangis Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/tangis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Shout It Out Now!: One OK Rock</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/shout-it-out-now-one-ok-rock/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/shout-it-out-now-one-ok-rock/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2018 12:28:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[One OK Rock]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<category><![CDATA[tangis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1565</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis pertama kali mengenal band asal Jepang ini ketika masa kuliah, pada saat teman penulis yang bernama Wim mengenalkan lagu Wherever You Are dari album Nicheシンドローム. Sewaktu itu penulis masih biasa saja karena lagunya yang terlalu mellow dengan tempo yang lambat. Untunglah sesudah itu penulis mendengar lagu One OK Rock berjudul The Beginning dari album 人生x僕= yang lebih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/shout-it-out-now-one-ok-rock/">Shout It Out Now!: One OK Rock</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis pertama kali mengenal band asal Jepang ini ketika masa kuliah, pada saat teman penulis yang bernama Wim mengenalkan lagu <strong>Wherever You Are</strong> dari album <strong>Nicheシンドローム</strong>.</p>
<p>Sewaktu itu penulis masih biasa saja karena lagunya yang terlalu <em>mellow </em>dengan tempo yang lambat. Untunglah sesudah itu penulis mendengar lagu One OK Rock berjudul <strong>The Beginning</strong> dari album <strong>人生x僕=</strong> yang lebih nge-<em>rock</em>.</p>
<p>Penulis tidak mencoba untuk mendengarkan lagu yang lain karena belum merasa klik dengan musik mereka. Walaupun begitu, penulis tetap menyarankan <em>band</em> ini kepada dua sahabat penulis ketika mereka minta saran <em>band</em> apa yang musiknya enak didengar.</p>
<div id="attachment_1566" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1566" class="size-full wp-image-1566" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-1.jpg" alt="" width="1000" height="500" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-1.jpg 1000w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-1-356x178.jpg 356w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p id="caption-attachment-1566" class="wp-caption-text">via fanart.tv</p></div>
<p>Selang beberapa waktu kemudian, dua sahabat tersebut ternyata cocok dengan musik yang dibawakan Taka dan kawan-kawan tersebut. Penulis pun merasa terpengaruh dan penasaran untuk mendengarkan lagu-lagu <strong>One OK Rock</strong> yang lainnya.</p>
<p>Lantas penulis menemukan lagu <strong>Be the Light </strong>yang <em>uplifting</em> dan <strong>Liar </strong>yang dilengkapi dengan <em>screaming </em>dari album yang sama dengan Wherever You Are. Lagu lain enak, namun tidak sampai masuk <em>My Top List </em>di <strong>iTunes</strong> penulis.</p>
<p>Tahun 2015, One OK Rock merilis album <strong>35xxxv</strong> dengan <em>single</em>-nya <strong>Heartache </strong>yang bernuansa galau. Penulis sampai menanyakan kepada teman penulis yang bernama Jejeh, apakah ada lagu yang seperti Liar pada album ini, yang ia jawab tidak ada karena album ini lebih <em>slow.</em></p>
<div id="attachment_1568" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1568" class="size-full wp-image-1568" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-3.jpg" alt="" width="1000" height="500" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-3.jpg 1000w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-3-356x178.jpg 356w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p id="caption-attachment-1568" class="wp-caption-text">via oneokrock.wikia.com</p></div>
<p>Akan tetapi, setelah mendengarkan lebih dalam, album ini justru menjadi album favorit penulis di antara album-album yang lain. Lagu-lagu seperti <strong>Cry Out</strong>, <strong>Stuck in the Middle</strong>, <strong>Suddenly</strong>, <strong>Good Goodbye</strong> hingga <strong>One By One </strong>dengan mudah menjadi lagu favorit penulis hingga sekarang.</p>
<p>Sayang, pada album terbarunya yang berjudul <strong>Ambitions</strong>, kesan gahar yang ditunjukkan pada album sebelumnya seolah sirna. Sama seperti waktu <strong>Linkin Park</strong> merilis album <strong>One More Light </strong>setelah sebelumnya merilis album yang cukup cadas, <strong>The Hunting Party</strong>.</p>
<p>Beberapa lagu memang memamerkan kemampuan nada tinggi Taka, seperti <strong>I Was King</strong>, <strong>We Are</strong>, dan <strong>Start Again</strong>. Namun, tidak ada satupun lagu yang menampilkan <em>screaming </em>seperti album-album sebelumnya.</p>
<div id="attachment_1567" style="width: 1010px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1567" class="size-full wp-image-1567" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-2.jpg" alt="" width="1000" height="500" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-2.jpg 1000w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Untitled-2-356x178.jpg 356w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><p id="caption-attachment-1567" class="wp-caption-text">via oneokrock.wikia.com</p></div>
<p>Begitupun <em>single</em> One OK Rock terbaru yang berjudul <strong>Change</strong>. Walaupun nuansa pop jelas mendominasi lagu ini, penulis tetap menyukai lagu barunya ini karena <em>beat</em>-nya yang membuat penulis bersemangat.</p>
<p><strong>Lagu-Lagu Perangsang Air Mata</strong></p>
<p>Lucunya, meskipun lagunya cenderung keras, penulis beberapa kali dibuat menangis ketika mendengarkan lagu-lagu One OK Rock. Ada tiga lagu yang bisa membuat penulis meneteskan air mata, yakni <strong>Cry Out, Good Goodbye, dan Be the Light</strong>.</p>
<p>Selain lagu-lagu tersebut, hanya ada dua lagu yang bisa membuat penulis menangis, yakni <strong>Numb</strong>-nya Linkin Park dan <strong>Dearly Beloved</strong>, <em>soundtrack</em> dari game favorit sepanjang masa penulis, <strong>Kingdom Heart</strong>.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/kXYiU_JCYtU?ecver=1" width="1519" height="514" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Penulis tidak ada niatan sama sekali untuk menggunakan lagu-lagu tersebut untuk galau. Air matanya mengalir begitu saja tanpa ada perintah dari yang punya raga. Penulis akan menceritakan ketiganya satu persatu.</p>
<p>Pada lagu <strong>Cry Out</strong>, sewaktu mendengarnya penulis merasa dikuatkan dari beban hidup yang berat. Penulis akan mulai merasa merinding ketika sudah masuk pada bagian:</p>
<blockquote><p>Can&#8217;t you hear the voices screaming?<br />
Out loud to me I feel it<br />
We can be the change we need it<br />
Shout it out now shout it now</p></blockquote>
<p>Suara Taka yang awalnya terdengar rendah dan makin meninggi entah mengapa membuat penulis merinding dan kadang sampai menangis. Bahkan pernah terjadi ketika penulis menyetir dari Malang ke Surabaya. Untunglah, ayah penulis yang duduk di sebelah tidak menyadarinya.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/JWSRqWpWPzE?ecver=1" width="1519" height="514" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Selanjutnya adalah <strong>Good Goodbye</strong>. Tangisan terjadi ketika penulis menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) sebagai ketua Karang Taruna yang akan diganti. Mungkin karena merasa sebentar lagi penulis akan meninggalkan anggota-anggota penulis yang selama ini dekat.</p>
<p>Penulis pernah mendengarkan <em>cover </em>lagu ini yang dinyanyikan oleh <a href="http://whathefan.com/karang-taruna/tim-transisi-gen-x-swi/">ketua Karang Taruna yang baru</a>, sebagai hadiah perpisahan untuk penulis yang harus merantau ke Jakarta demi melaksanakan tugas negara sebagai <em>volunteer </em>Asian Games.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/cbAtAj3uAO4?ecver=1" width="1519" height="514" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Yang terakhir adalah <strong>Be the Light</strong>. Ketika menghayati lagu ini, penulis teringat oleh salah satu kawan yang hidupnya sering mendapatkan badai ujian. Liriknya yang berusaha menguatkan orang-orang yang sedang terpuruk tersebut membuat penulis tak kuasa membendung air mata.</p>
<p>Apalagi ketika melihat video konsernya ketika mengantar ibu ke SMA Islam Malang. Penulis yang menunggu di dalam mobil harus menahan suaranya agar tidak ada yang menyadari kalau penulis baru saja menangis hanya karena melihat video konser.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/ax6PXzK91SU?ecver=1" width="1519" height="514" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Mungkin memang sedikit memalukan, tapi penulis hanya ingin berbagi apa adanya. Tidak setiap saat lagu-lagu tersebut membuat penulis sedih, hanya waktu-waktu tertentu ketika penulis sedang berada di dalam tekanan atau mengalami momen yang menyedihkan.</p>
<p><strong>Beberapa Patah Kata Terakhir</strong></p>
<p>One OK Rock merupakan band <em>rock</em> asal Jepang yang menjadi alternatif ketika Linkin Park harus vakum sementara karena <a href="http://whathefan.com/musikfilm/saya-dan-linkin-park-tentang-kematian-chester-dan-perjumpaan-saya-dengan-linkin-park/">kematian sang vokalis</a>. Apalagi, <strong>Mike Shinoda</strong> pernah menjadi produser pada lagu <strong>One Way Ticket</strong> dari album Ambitions.</p>
<p>Bukan, sekarang bukan sekedar alternatif. One OK Rock telah menjadi <strong>salah satu band favorit penulis</strong> yang lagu-laguya banyak mendapatkan bintang 4 dan 5 pada iTunes penulis dan diputar berulang-ulang kali tanpa bosan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 27 Oktober 2018, terinspirasi setelah mendengarkan lagu-lagu dari One OK Rock</p>
<p>Photo: <a href="http://oneokrock.com">oneokrock.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/shout-it-out-now-one-ok-rock/">Shout It Out Now!: One OK Rock</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/shout-it-out-now-one-ok-rock/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hikmah di Balik Tangis Salah dan Karius</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/hikmah-di-balik-tangis-salah-dan-karius/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/hikmah-di-balik-tangis-salah-dan-karius/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 May 2018 05:28:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[cedera]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champion]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[Loris Karius]]></category>
		<category><![CDATA[Mohamed Salah]]></category>
		<category><![CDATA[Real Madrid]]></category>
		<category><![CDATA[sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[tangis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=836</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada final Liga Champion musim ini, penulis memutuskan untuk netral, sama seperti Partai Demokrat pada pemilihan presiden tahun 2014. Alasannya, tidak ada tim yang bisa didukung. Penulis sudah memutuskan ikatan batin dengan Real Madrid karena membuang Iker Casillas secara tidak pantas. Sedangkan Liverpool, merupakan rival abadi Manchester United yang notabene klub favorit penulis. Akan tetapi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/hikmah-di-balik-tangis-salah-dan-karius/">Hikmah di Balik Tangis Salah dan Karius</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada final Liga Champion musim ini, penulis memutuskan untuk netral, sama seperti Partai Demokrat pada pemilihan presiden tahun 2014. Alasannya, tidak ada tim yang bisa didukung. Penulis sudah memutuskan ikatan batin dengan Real Madrid karena membuang Iker Casillas secara tidak pantas. Sedangkan Liverpool, merupakan rival abadi Manchester United yang notabene klub favorit penulis.</p>
<p>Akan tetapi, bukan berarti penulis tidak mengikuti beritanya. Penulis melihat <em>live score </em>melalui aplikasi untuk mengikuti perkembangan pertandingan yang dimenangkan oleh Real Madrid 3-1 yang membuat klub asal Spanyol tersebut berhasil menjuarai Liga Champion tiga kali berturut-turut.</p>
<p>Di pertandingan ini, tangis jatuh dari dua pemain Liverpool, Mohamed Salah dan Loris Karius.</p>
<p><strong>Tangis Salah</strong></p>
<p>Mohamed Salah adalah salah satu pemain yang paling menonjol musim ini berkat penampilannya bersama Liverpool. Tentu fans berharap banyak kepadanya ketika menghadapi Real Madrid di Kiev.</p>
<p>Marcelo dibuat kerepotan oleh Salah, membuatnya jarang melakukan penetrasi ke depan. Selama 30 menit bermain, beberapa kali Salah mengancam gawang Keylor Navas.</p>
<p>Sayang, insiden jatuhnya Salah dan Ramos membuat bahunya dislokasi. Banyak pihak mengecam aksi Ramos yang dianggap melanggar sportifitas. Salah akhirnya harus ditarik ke luar lapangan karena tidak mungkin untuk bermain kembali.</p>
<div id="attachment_837" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-837" class="size-full wp-image-837" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/striker-liverpool-mohamed-salah_20180527_042312.jpg" alt="" width="700" height="393" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/striker-liverpool-mohamed-salah_20180527_042312.jpg 700w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/striker-liverpool-mohamed-salah_20180527_042312-300x168.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/striker-liverpool-mohamed-salah_20180527_042312-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-837" class="wp-caption-text">Salah dan Ramos (http://www.tribunnews.com/superskor/2018/05/27/cedera-mohamed-salah-bukan-hanya-salah-sergio-ramos-ini-buktinya)</p></div>
<p>Cedera yang dialami Salah ketika pertandingan tersebut mungkin bentuk kasih sayang Tuhan kepadanya. Mungkin, cedera yang diberikan Tuhan merupakan peringatan, agar tidak terbuai dengan segala pujian yang ia terima. Mungkin, Tuhan mengingatkan Salah bahwa ia juga manusia biasa yang bisa mengalami cedera.</p>
<p><strong>Tangis Karius</strong></p>
<p>Kekalahan Liverpool bisa dibilang akibat dua blunder yang dilakukan oleh kiper mereka, Loris Karius. Blunder pertama adalah kesalahan yang paling fatal dan tidak seharusnya terjadi di pertandingan sekelas final Liga Champion.</p>
<p>Merasa bersalah, Karius menghampiri penonton seusai pertandingan untuk meminta maaf. Permohonan maaf ini diiringi tangis yang seolah tak berujung. Sedihnya lagi, tak ada rekan satu timnya yang menghampiri dirinya, sama seperti ketika kiper Bayern Muenchen, Sven Ulreich, membuat blunder konyol saat timnya kalah dari Real Madrid juga di semifinal.</p>
<div id="attachment_839" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-839" class="size-large wp-image-839" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/loris_karius-real-madrid-liverpool-champions-league-1024x570.jpg" alt="" width="1024" height="570" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/loris_karius-real-madrid-liverpool-champions-league-1024x570.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/loris_karius-real-madrid-liverpool-champions-league-300x167.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/loris_karius-real-madrid-liverpool-champions-league-768x428.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/loris_karius-real-madrid-liverpool-champions-league-356x198.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/loris_karius-real-madrid-liverpool-champions-league.jpg 1300w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-839" class="wp-caption-text">Karius Minta Maaf (https://www.si.com/soccer/2018/05/26/loris-karius-goalkeeping-liverpool-real-madrid-champions-league-final)</p></div>
<p>Dengan adanya kejadian seperti ini, mungkin Karius sadar bahwa dirinya masih jauh dari bagus, sehingga ia harus berlatih lebih keras lagi di masa depan. Peristiwa ini akan menguatkan mentalnya dan meningkatkan motivasinya untuk menjadi penjaga gawang yang pantas bagi Liverpool.</p>
<p>Seandainya Liverpool memutuskan untuk menjualnya, Karius masih bisa membuktikannya di klub lain. Asal berlatih dengan giat dan berhasil mengatasi trauma pada pertandingan final tersebut, penulis yakin Karius masih memiliki masa depan di dunia sepakbola.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 30 Mei 2018, terinspirasi setelah kekalahan Liverpool dari Real Madrid pada pertandingan final Liga Champion di Kiev</p>
<p>Sumber Foto:</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/hikmah-di-balik-tangis-salah-dan-karius/">Hikmah di Balik Tangis Salah dan Karius</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/hikmah-di-balik-tangis-salah-dan-karius/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
