<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tenang Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/tenang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/tenang/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2021 09:50:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>tenang Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/tenang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Definisi Sukses Nomor 2: Hidup Tenang</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2020 13:25:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4052</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, ada kejadian yang menghebohkan di mana Syekh Ali Jaber mengalami penusukan ketika sedang menghadiri sebuah acara di Lampung. Untungnya, beliau tidak mengalami cedera yang serius dan bisa beraktivitas seperti biasa. Lantas, beliau diundang ke kanal YouTube milik Deddy Corbuzier untuk membicarakan tentang kejadian tersebut. Banyak sekali pelajaran yang bisa Penulis ambil dari podcast tersebut. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang/">Definisi Sukses Nomor 2: Hidup Tenang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, ada kejadian yang menghebohkan di mana <strong>Syekh Ali Jaber </strong>mengalami penusukan ketika sedang menghadiri sebuah acara di Lampung. Untungnya, beliau tidak mengalami cedera yang serius dan bisa beraktivitas seperti biasa.</p>
<p>Lantas, beliau diundang ke kanal YouTube milik Deddy Corbuzier untuk membicarakan tentang kejadian tersebut. Banyak sekali pelajaran yang bisa Penulis ambil dari podcast tersebut.</p>
<p>Salah satunya adalah tentang <strong>hidup tenang</strong>, yang Penulis anggap sebagai definisi sukses nomor 2.</p>
<h3>Tenang Menghadapi Masalah</h3>
<p>Di dalam kehidupannya, manusia pasti akan menjumpai yang namanya masalah. Tidak ada satupun manusia di dunia yang tak pernah bertemu dengan masalah.</p>
<p>Jika begitu, lantas bagaimana kita bisa hidup dengan tenang? Kuncinya adalah <strong>bagaimana cara kita menyikapi masalah tersebut</strong>.</p>
<div id="attachment_4054" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4054" class="size-large wp-image-4054" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4054" class="wp-caption-text">Tenang Menghadapi Masalah (<a href="https://unsplash.com/@officestock">Sebastian Herrmann</a>)</p></div>
<p>Misalkan kita mengalami musibah diberhentikan dari tempat kerja karena pandemi. Jelas kejadian tersebut akan membuat kita merasa <em>down </em>seolah bingung harus bagaimana melanjutkan hidup.</p>
<p>Merasa seperti itu sangat manusiawi. Depresi, frustasi, khawatir, hingga perasaan takut bisa terjadi pada siapapun. Hanya saja, jangan terlalu berlarut-larut hingga membuat kita terpuruk.</p>
<p>Bayangkan jika kita bisa tenang ketika menghadapi masalah tersebut. Mungkin kita akan segera mencari cara bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan lain atau mungkin ingin <em>upgrade </em>skill yang dimiliki.</p>
<p>Bahkan Syekh Ali Jaber menyarankan kita untuk mengucapkan <em>alhamdulillah </em>ketika ditimpa musibah. Mengucap syukur di saat senang itu mudahnya bukan main, tapi mengucapkan ketika susah?</p>
<h3>Tenang Menghadapi Orang Lain</h3>
<p>Sebagai makhluk yang kerap berinteraksi dengan sesamanya, pasti ada saja percikan konflik yang dapat terjadi antar manusia. Apalagi di zaman sekarang, banyak orang asing yang kerap berkomentar tidak penting tentang orang lain yang sebenarnya tidak ia kenal.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-large wp-image-4055" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Merasa marah, kecewa, terkhianati, tersakiti oleh orang lain adalah hal yang lumrah. Semuanya pasti pernah mengalaminya, termasuk sebaliknya ketika kita yang berbuat salah ke orang lain.</p>
<p>Kalau mau hidup tenang, seharusnya kita bisa <strong>mengendalikan diri untuk tidak bereaksi berlebihan</strong> jika ada orang lain yang berbuat kurang baik.  Bahkan kalau bisa, berdoa agar orang yang berbuat salah diampuni oleh Tuhan.</p>
<p>Tidak hanya perlakuan yang buruk, perlakuan yang baik dari orang lain pun sebaiknya tidak membuat kita terlalu terlena. Disyukuri dan jadikan untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi untuk sesamanya.</p>
<p>Orang-orang yang ada di sekeliling kita juga banyak berpengaruh atas ketenangan dalam hidup. Sebisa mungkin, buatlah diri ini dikelilingi oleh orang-orang yang membawa energi positif untuk kehidupan kita.</p>
<h3>Bagaimana Cara Hidup Tenang?</h3>
<p>Sama seperti kebanyakan tulisan yang berbau motivasi di blog ini, Penulis menulis artikel ini sebenarnya lebih karena ingin mengingatkan dirinya sendiri. Penulis merasa jarang bisa menjalani hidup tenang tanpa beban pikiran yang berat.</p>
<p>Penulis bukan orang yang terlalu religius, namun Penulis meyakini dengan <strong>mendekatkan diri ke Tuhan</strong> kita bisa merasa hidup tenang ketika menghadapi poin-poin yang sudah dipaparkan di atas.</p>
<p>Melakukan <strong>evaluasi diri</strong> juga bisa menjadi salah satu cara agar kita menyadari mana saja dari bagian diri ini yang butuh dibenahi. Misal kita merasa dirinya <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/saya-ini-pemalas/">seorang pemalas</a>, kita harus bisa memperbaiki sifat tersebut secara bertahap.</p>
<p>Jika ada kenangan atau peristiwa di masa lalu yang banyak menganggu kita di masa sekarang, cobalah perlahan berdamai dengannya. Kalau kata Noah, <em>masa lalu takkan melemahkanmu</em>.</p>
<p>Selain itu, sibukkan diri dengan <strong>melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat</strong>. <a href="https://whathefan.com/pengalaman/istirahat-dari-media-sosial/">Terlalu banyak bermain media sosial</a> berpotensi membuat hidup kita tidak tenang karena akan banyak melihat kehidupan orang lain.</p>
<p>Ada banyak sekali hal yang bisa disyukuri dari hidup ini. Jika kita bisa <strong>memperbanyak syukur dan mengurangi keluh</strong>, <em>insyaAllah </em>hidup kita bisa meraih definisi kesuksesan nomor 2 versi Penulis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>NB: Definisi sukses nomor satu bagi Penulis adalah <strong><a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/definisi-sukses-nomer-1-bermanfaat-bagi-orang-lain/">Bermanfaat Bagi Orang Lain</a></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 20 September 2020, terinspirasi setelah menonton podcast Deddy Corbuzier ketika mengundang Syekh Ali Jaber</p>
<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@fuuj?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Fuu J</a> on <a href="https://unsplash.com/s/photos/happy?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=6OTBeW-SIh8">YouTube</a>, <a href="https://cantik.tempo.co/read/1128658/ingin-hidup-tenang-dan-bahagia-ikuti-7-tips-berikut/full&amp;view=ok">Tempo</a>, <a href="https://id.wikihow.com/Hidup-dengan-Pikiran-yang-Tenang">WikiHow</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang/">Definisi Sukses Nomor 2: Hidup Tenang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/definisi-sukses-nomor-2-hidup-tenang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Udah, Gitu Aja?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2019 16:48:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[fokus]]></category>
		<category><![CDATA[masalah]]></category>
		<category><![CDATA[panik]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=2099</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis termasuk tipe orang yang tertutup. Hanya kepada orang-orang tertentu saja penulis kerap berbagi cerita walaupun juga tak terlalu sering. Semenjak menulis blog ini, penulis juga belajar untuk lebih terbuka melalui tulisan-tulisannya. Pertanyaan Balik yang Mencerahkan Salah satu di antara sedikitnya orang-orang tersebut adalah, tentu saja, orang tua penulis. Apalagi semenjak penulis bekerja di ibu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/">Udah, Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis termasuk tipe orang yang tertutup. Hanya kepada orang-orang tertentu saja penulis kerap berbagi cerita walaupun juga tak terlalu sering. Semenjak menulis blog ini, penulis juga belajar untuk lebih terbuka melalui tulisan-tulisannya.</p>
<h3>Pertanyaan Balik yang Mencerahkan</h3>
<p>Salah satu di antara sedikitnya orang-orang tersebut adalah, tentu saja, orang tua penulis. Apalagi semenjak penulis bekerja di ibu kota, tentu saja penulis sering bercerita bagaimana kehidupan dan kerja penulis di sini.</p>
<div id="attachment_2101" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2101" class="size-large wp-image-2101" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de-1024x683.jpg" alt="" width="800" height="534" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1516055619834-586f8c75d1de.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2101" class="wp-caption-text">Telepon Orang Tua (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@hazardos">Hassan OUAJBIR</a>)</p></div>
<p>Yang namanya merantau ke kota orang tentu ada saja permasalahan yang muncul. Ketika masalah tersebut muncul, terbit keinginan untuk berbicara kepada orang tua agar hati terasa lebih tenang.</p>
<p>Pernah ketika pulang kantor, penulis menelepon ayah untuk mendiskusikan masalah yang sedang dihadapi. Masalah tersebut penulis anggap cukup berat dan susah dicari jalan keluarnya.</p>
<p>Setelah berbicara panjang lebar, ayah penulis hanya bertanya balik:</p>
<blockquote><p>Udah, gitu aja?</p></blockquote>
<p>Begitu mendengar pertanyaan tersebut, secara otomatis penulis langsung berpikir &#8220;iya juga ya, cuma gitu aja masalahnya&#8221;. Penulis pun hanya tertawa hambar karena merasa tercerahkan.</p>
<h3>Fokus Pada Solusi</h3>
<p>Memang, tidak semua masalah yang kita hadapi termasuk kategori &#8220;udah, gitu aja&#8221;. Akan tetapi, dari pertanyaan ayah tersebut penulis mengambil kesimpulan, bahwa masalah apapaun yang kita hadapi, jangan pernah dibesar-besarkan dan berfokus pada penyelesaian.</p>
<div id="attachment_2100" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2100" class="size-large wp-image-2100" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a-1024x683.jpg" alt="" width="800" height="534" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/photo-1453728013993-6d66e9c9123a.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2100" class="wp-caption-text">Fokus Pada Solusi (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@pawelskor">Paul Skorupskas</a>)</p></div>
<p>Penulis adalah orang yang mudah panik, sehingga sangat jarang bisa menyikapi suatu permasalahan dengan tenang. Menyadari kekurangan tersebut, tentu harus ada solusinya. Salah satunya, ya jangan mudah panik ketika menghadapi masalah.</p>
<p>Beberapa tahun terakhir ini, penulis berusaha menerapkan prinsip hidup <strong>fokus kepada solusi</strong>. Jadi, ketika kita sudah tahu masalah apa yang sedang dihadapi, jangan <em>mbulet </em>dengan masalahnya. Bukannya mencari solusi, kita malah sibuk mendebat permasalahannya.</p>
<p><em>Wah kok bisa muncul masalah gini sih, wah seharusnya enggak boleh ada masalah kayak gini, wah ini gara-gara dia sampai timbul masalah berat</em>.</p>
<p>Begitu menghadapi masalah, seharusnya kita langsung fokus pada apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki keadaan. Memang, yang namanya manusia biasa pasti merasa <em>down</em>-nya ketika berjumpa dengan masalah. Itu wajar, selama tak berlebihan.</p>
<p>Ketika sudah menemukan solusi, kita curahkan perhatian dan tenaga untuk melaksanakan solusi tersebut. Bagaimana jika ternyata solusi tersebut tidak berhasil? Ya coba cari solusi lain yang belum dicoba. Terus begitu hingga kita benar-benar menemukan caranya.</p>
<p><em>Tapi kan ada masalah yang begitu berat hingga tidak bisa ditemukan solusinya? </em></p>
<p>Penulis <em>sih </em>meyakini janji Tuhan, bahwa Ia tidak akan memberikan ujian yang melebihi kemampuan makhluk-Nya. Berbekal keyakinan tersebut, penulis percaya akan selalu ada jalan keluar dari setiap permasalahan yang ada.</p>
<h3>Memanfaatkan &#8220;Udah Gitu Aja&#8221;</h3>
<p>Sekali lagi, tidak semua permasalahan bisa dijawab dengan &#8220;udah, gitu aja?&#8221;. Ada beberapa permasalahan yang tidak bisa disepelekan, walaupun tetap harus segera dicarikan solusi terbaiknya dengan ketenangan.</p>
<p>Pertanyaan &#8220;udah gitu aja&#8221; bisa digunakan sebagai rem ketika kita mulai membesar-besarkan masalah yang sebenarnya tidak terlalu besar. Ketika pikiran mulai merumitkan diri, coba urai permasalahannya hingga kita bisa melontarkan pertanyaan tersebut kepada diri sendiri.</p>
<p>Ambil analogi bermain rubik. Ketika melihat posisi tiap kotaknya yang berantakan, mungkin kita akan mengeluh dan merasa tidak tahu harus berbuat apa agar warnanya menjadi teratur dan seragam di tiap sisinya.</p>
<p>Namun, begitu melihat tutorialnya di internet, mungkin kita akan berujar &#8220;oh, udah gitu aja?&#8221;. Ketika kita bisa bertanya seperti itu, tandanya kita sudah lebih tenang dan bisa berfokus kepada penyelesaian masalah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 26 Januari 2019, terinspirasi setelah bercerita tentang suatu permasalahan kepada ayah penulis.</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 xLon9 _3l__V _1CBrG" href="https://unsplash.com/@olav_ahrens">Olav Ahrens Røtne</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/">Udah, Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/udah-gitu-aja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keruwetan Pikiran</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/keruwetan-pikiran/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/keruwetan-pikiran/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2018 08:00:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<category><![CDATA[tenang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1364</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keruwetan di dalam alam pikir Menjalin serupa benang di dalam otak Seujung jarum berkelibat di antara sel Dari cerrebelum hingga meninges Tak mengenal arah, hanya berkelana Harus diurai perlahan Dengan ketenangan jiwa &#160; &#160; Jelambar, 20 September 2018, terinspirasi setelah mengalami keruwetan pikiran Photo by Fares Hamouche on Unsplash</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/keruwetan-pikiran/">Keruwetan Pikiran</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Keruwetan di dalam alam pikir</p>
<p>Menjalin serupa benang di dalam otak</p>
<p>Seujung jarum berkelibat di antara sel</p>
<p>Dari <em>cerrebelum</em> hingga <em>meninges</em></p>
<p>Tak mengenal arah, hanya berkelana</p>
<p>Harus diurai perlahan</p>
<p>Dengan ketenangan jiwa</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 20 September 2018, terinspirasi setelah mengalami keruwetan pikiran</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/gcFr2pcZk4k?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Fares Hamouche</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/brain?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/keruwetan-pikiran/">Keruwetan Pikiran</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/keruwetan-pikiran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
