<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>terorisme Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/terorisme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/terorisme/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2018 06:59:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>terorisme Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/terorisme/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di Mana Ada Peristiwa, Di Situ Ada Hoax</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/?noamp=mobile#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 May 2018 06:59:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[broadcast]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[hoax]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[whatsapp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=762</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita yang menjadi isu nasional memang sangat menggoda bagi para pembuat berita palsu (hoax). Bersamaan dengan adanya banjir informasi mengenai kejadian yang sama, mereka bisa menyelipkan hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Media yang paling rawan untuk penyebaran hoax tentu melalui grup-grup chatting seperti Whatsapp maupun Line. Cukup beberapa kali mengirim, tersebarlah informasi yang telah mereka karang. Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/">Di Mana Ada Peristiwa, Di Situ Ada Hoax</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berita yang menjadi isu nasional memang sangat menggoda bagi para pembuat berita palsu (hoax). Bersamaan dengan adanya banjir informasi mengenai kejadian yang sama, mereka bisa menyelipkan hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Media yang paling rawan untuk penyebaran hoax tentu melalui grup-grup <em>chatting </em>seperti Whatsapp maupun Line. Cukup beberapa kali mengirim, tersebarlah informasi yang telah mereka karang.</p>
<p>Penulis yakin semua masyarakat yang berpikiran matang menyadari bahwa penyebaran hoax berbahaya dan harus dihentikan. Ringkus siapapun yang menyebarkan hoax, sudah ada payung hukumnya.</p>
<p>Akan tetapi, kita pun bisa melakukan pencegahan masuknya informasi yang masuk begitu saja. Caranya, tentu mengecek validitas berita tersebut. Manfaatkan Google semaksimal mungkin.</p>
<div id="attachment_764" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-764" class="size-large wp-image-764" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-1024x411.jpg" alt="" width="1024" height="411" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-1024x411.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-300x120.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-768x308.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-356x143.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq.jpg 1088w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-764" class="wp-caption-text">Mencari Informasi (http://elearning.britishgasenergytrust.org.uk/business-work/receptionist-admin-pa-secretarial/easytype-typing-tutor)</p></div>
<p>Sebagai contoh, peristiwa teror bom di Surabaya kemarin. Dalam waktu beberapa jam, sudah tersebar beberapa <em>broadcast </em>di Whatsapp, seperti satu orang telah ditangkap di Malang karena kedapatan membawa bom.</p>
<p>Karena beritanya sedang panas-panasnya, tentu banyak orang yang memercayai begitu saja. Apalagi, Malang dekat dengan Surabaya sehingga potensi untuk itu sangat mungkin terjadi.</p>
<p>Seberapapun terlihat meyakinkan, kita tetap harus mengecek kebenaran informasi tersebut. Caranya ketik <em>keyword </em>di Google. Contoh: pelaku teror tertangkap di Malang. Kita lihat hasil yang ditampilkan oleh Google, ada atau tidak berita seperti yang disebarkan melalui <em>broadcast </em>Whatsapp. Jika tidak ada, berarti hoax.</p>
<p>Cara lain adalah, bagi yang memiliki kenalan di kepolisian, adalah menanyakan langsung informasi tersebut, seperti yang dilakukan oleh salah satu netizen ini:</p>
<div id="attachment_763" style="width: 585px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-763" class="size-large wp-image-763" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdDovAyVMAANvgX-1-575x1024.jpg" alt="" width="575" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdDovAyVMAANvgX-1.jpg 575w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdDovAyVMAANvgX-1-168x300.jpg 168w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdDovAyVMAANvgX-1-143x255.jpg 143w" sizes="(max-width: 575px) 100vw, 575px" /><p id="caption-attachment-763" class="wp-caption-text">Contoh Klarifikasi (www.twitter.com)</p></div>
<p>Selain itu, tegurlah teman-teman atau keluarga yang turut menyebarkan informasi-informasi tersebut. Beritahu langkah-langkah mengantisipasi hoax dan apa akibat dari penyebaran hoax. Jika kita bersikap kritis terhadap informasi yang masuk, hoax tidak akan menyebar seperti wabah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 16 Mei 2018, setelah betebaran hoax terkait teror bom di Surabaya</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.jagoanhosting.com/blog/bersiap-sambut-aplikasi-whatsapp-untuk-bisnis-online/">https://www.jagoanhosting.com/blog/bersiap-sambut-aplikasi-whatsapp-untuk-bisnis-online/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/">Di Mana Ada Peristiwa, Di Situ Ada Hoax</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Politisasi Terorisme</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/politisasi-terorisme/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/politisasi-terorisme/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 May 2018 04:19:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[#kamitidaktakut]]></category>
		<category><![CDATA[Fahri Hamzah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[politisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rocky Gerung]]></category>
		<category><![CDATA[Ruhut Sitompul]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=752</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di tengah badai bencana yang mengguncang Indonesia, masih saja ada orang-orang yang mempolitisasi kejadian ini demi keuntungannya sendiri. Ada yang dari kubu pro-pemerintah ada yang dari kubu oposisi, sama saja. Berikut tweet dari Ruhut Sitompul yang terkenal sebagai loyalis presiden Jokowi. Apa perlu mengaitkan kejadian yang mengoreskan luka bangsa Indonesia ini dengan Jokowi 2 periode? Terserah bapak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/politisasi-terorisme/">Politisasi Terorisme</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah badai bencana yang mengguncang Indonesia, masih saja ada orang-orang yang mempolitisasi kejadian ini demi keuntungannya sendiri. Ada yang dari kubu pro-pemerintah ada yang dari kubu oposisi, sama saja.</p>
<p>Berikut <em>tweet </em>dari Ruhut Sitompul yang terkenal sebagai loyalis presiden Jokowi.</p>
<div id="attachment_753" style="width: 863px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-753" class="wp-image-753 size-large" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdH1AmLU8AAiHPP-1-853x1024.jpg" alt="" width="853" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdH1AmLU8AAiHPP-1-853x1024.jpg 853w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdH1AmLU8AAiHPP-1-250x300.jpg 250w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdH1AmLU8AAiHPP-1-768x922.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdH1AmLU8AAiHPP-1-213x255.jpg 213w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdH1AmLU8AAiHPP-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 853px) 100vw, 853px" /><p id="caption-attachment-753" class="wp-caption-text">Tweet Ruhut Sitompul (www.twitter.com)</p></div>
<p>Apa perlu mengaitkan kejadian yang mengoreskan luka bangsa Indonesia ini dengan Jokowi 2 periode? Terserah bapak jika mati-matian ingin mendukung Jokowi 2 periode, tapi memanfaatkan bom Surabaya untuk meraup simpati jelas merugikan bapak sendiri. Masyarakat sudah cukup cerdas untuk memilah mana yang baik mana yang buruk.</p>
<p>Dari pihak oposisi, seperti Fahri Hamzah dan Fadli Zon pun memanfaatkan kejadian ini untuk menyerang pemerintahan. Berikut tweet dari Fahri Hamzah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="attachment_754" style="width: 793px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-754" class="size-full wp-image-754" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_104828.jpg" alt="" width="783" height="682" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_104828.jpg 783w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_104828-300x261.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_104828-768x669.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_104828-293x255.jpg 293w" sizes="(max-width: 783px) 100vw, 783px" /><p id="caption-attachment-754" class="wp-caption-text">Tweet Fahri Hamzah (www.twitter.com)</p></div>
<p>Mungkin <em>tweet </em>tersebut merupakan kritikan bung Fahri terhadap pemerintah yang seringkali menyudutkan agama tertentu sehingga terciptalah iklim yang tidak kondusif antar umat beragama. Tetap saja, menyebutkan itu ketika suasana duka rasanya kurang bijak dan dapat menyakiti beberapa pihak.</p>
<p><strong>Saling Lempar Tanggung Jawab</strong></p>
<p>Lucunya, berbagai elemen yang ada di Indonesia saling melempar tudingan terkait penyebab terjadinya aksi teror tersebut. Beberapa menuduh DPR lama sekali menyelesaikan revisi UU Terorisme, tidak seperti RUU MD3 yang kilat.</p>
<p>Pihak DPR mengelak, dengan mengatakan bahwa pemerintah lah yang sering mengulur penyelesaian RUU Terorisme. Yasonna Laoly sebagai Menhunkam mengelak fakta tersebut dan balik menyalahkan DPR. Presiden Jokowi menyatakan bahwa akan membuat Perppu apabila hingga bulan Juni RUU Terorisme belum rampung juga.</p>
<p>Menurut penulis, revisi UU Terorisme bukan solusi dari permasalahan teror ini. Bukankah selama ini pihak kepolisian telah menangkap banyak sekali pelaku terorisme, termasuk bom panci yang sempat ramai. Lalu, mengapa revisi undang-undang yang disalahkan, jika dengan undang-undang yang lama bisa digunakan untuk sementara waktu.</p>
<p>Ada juga yang menyalahkan pihak polisi dan intelijen, kenapa bisa bobol berkali-kali dalam rentang waktu yang dekat? Bukankah biasanya mereka dapat meringkus terduga teroris dengan sigap? Apa karena sang teroris kali ini terlalu lihai sehingga dapat melewati celah-celah keamanan? Jelas, para aparat keamanan negara mendapatkan tekanan yang cukup tinggi dari masyarakat.</p>
<p>Rocky Gerung mengungkapkan permasalahan ini pada <em>twitter</em>-nya.</p>
<div id="attachment_757" style="width: 796px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-757" class="size-full wp-image-757" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_111113.jpg" alt="" width="786" height="378" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_111113.jpg 786w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_111113-300x144.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_111113-768x369.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-05-16_111113-356x171.jpg 356w" sizes="(max-width: 786px) 100vw, 786px" /><p id="caption-attachment-757" class="wp-caption-text">Tweet Rocky Gerung (www.twitter.com)</p></div>
<p><strong>#KAMITIDAKTAKUT</strong></p>
<p>Di luar mencari siapa yang salah, masyarakat menyatakan keberaniannya dengan menggunakan hashtag <strong>#kamitidaktakut</strong>. Tidak salah, namun apakah penggunaan hashtag di media sosial efektif menjadi solusi dari permasalahan yang ada? Bisa jadi, setidaknya hashtag tersebut digunakan untuk menguatkan satu sama lain.</p>
<p>Hanya saja, kita perlu mencari solusi yang lebih aplikatif di lapangan. Penulis sendiri belum tahu solusi apa yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini, mungkin hanya sekedar waspada dan segera melapor jika melihat orang yang mencurigakan.</p>
<p>Banyak yang berspekulasi bahwa rentetan kejadian ini memiliki sesuatu yang lebih besar daripada yang nampak di permukaan. Ada yang mengatakan pengalihan isu, ada yang mengatakan ingin mengadu domba, ada yang mengatakan penghancuran Islam dari dalam, macam-macam.</p>
<p>Semoga saja segala prasangka tersebut salah, meskipun kita harus tetap waspada.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 16 Mei 2018, setelah membaca <em>tweet </em>dari beberapa pejabat publik.</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://www.portal-islam.id/2016/08/antara-ruhut-sitompul-dan-fahri-hamzah.html">http://www.portal-islam.id/2016/08/antara-ruhut-sitompul-dan-fahri-hamzah.html</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/politisasi-terorisme/">Politisasi Terorisme</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/politisasi-terorisme/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terorisme Bukan Islam</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/terorisme-bukan-islam/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/terorisme-bukan-islam/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 May 2018 03:37:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[syahid]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=748</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indonesia sedang diuji dengan berbagai rangakaian terorisme yang terjadi di beberapa kota. Pembunuhan manusia tak bersalah jelas sekali merupakan tindakan yang biadab, yang sama sekali tidak dibenarkan oleh agama manapun di dunia. Sayang sekali, pelaku teror menggunakan cara suicide bomb, sehingga kita tidak tahu apa motif sebenarnya. Dugaan Kapolri, motif yang mereka miliki adalah terdesaknya ISIS [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/terorisme-bukan-islam/">Terorisme Bukan Islam</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Indonesia sedang diuji dengan berbagai rangakaian terorisme yang terjadi di beberapa kota. Pembunuhan manusia tak bersalah jelas sekali merupakan tindakan yang biadab, yang sama sekali tidak dibenarkan oleh agama manapun di dunia.</p>
<p>Sayang sekali, pelaku teror menggunakan cara <em>suicide bomb</em>, sehingga kita tidak tahu apa motif sebenarnya. Dugaan Kapolri, motif yang mereka miliki adalah terdesaknya ISIS di Suriah hingga kerusuhan di Mako Brimob. Akan tetapi, ini hanya asumsi dari pihak kepolisian.</p>
<p>Masyarakat telah memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terkait dengan tragedi ini. Mereka menyadari, bahwa kejadian ini juga bertujuan untuk memecah belah Indonesia sebagai negara kesatuan. <em>Public Figure </em>seperti Ernest Prakasa dan Deddy Corbuzier yang non-muslim pun turut mengingatkan kita harus saling bergandeng tangan melawan segala bentuk terorisme.</p>
<p>Memang ada beberapa yang penulis baca di media sosial, yang menyalahkan Islam sebagai agama teror yang menyukai darah. Tentu ucapan ini tidak benar, karena dalam kondisi perang pun Islam dilarang membunuh orang yang tidak bersalah. Barangsiapa yang melakukannya, ia dianggap telah membunuh seluruh umat manusia.</p>
<p>Mereka yang melakukan ini tentu telah salah memahami makna jihad di dalam Al Quran, jika niat mereka memang untuk mati syahid. Jika kaum Islam yang diserang dan hendak dibinasakan, maka kita wajib membela agama kita. Apabila kita gugur, insyaAllah kita mati syahid karena kita mati demi membela agama Allah.</p>
<p>Menyerang orang-orang yang sama sekali tidak menyerang kita? Jangan pernah berharap Allah akan mencatatkan kematian mereka sebagai mati syahid. Bahkan hal ini ditegaskan oleh Ustad Abdul Somad, sehingga validitasnya dapat dipercaya.</p>
<div id="attachment_749" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-749" class="size-full wp-image-749" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/ustad-abdul-somad_20180204_131232.jpg" alt="" width="700" height="393" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/ustad-abdul-somad_20180204_131232.jpg 700w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/ustad-abdul-somad_20180204_131232-300x168.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/ustad-abdul-somad_20180204_131232-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-749" class="wp-caption-text">Ustad Abdul Somad (http://palembang.tribunnews.com/2018/05/14/heboh-teror-bom-di-surabaya-ini-penjelasan-ustad-abdul-somad-terkait-bom-bunuh-diri-dan-mati-syahid)</p></div>
<p>Ada yang <em>nyiyir </em>di media sosial, dengan mengatakan:</p>
<p>&#8220;<em>Kalo terorisme jangan lihat agamanya, tapi kalo gubernur harus lihat agamanya</em>.&#8221;</p>
<p>Kalimat satire, yang ditujukan kepada umat muslim. Kemungkinan, yang membuatnya memang belum memahami Islam atau belum <em>mau </em>memahami Islam.</p>
<p>Yang pertama, penulis ulangi sekali lagi, Islam sama sekali melarang pembunuhan orang-orang tidak bersalah sekalipun ia non-muslim. Sehingga, segala bentuk terorisme jelas sama sekali tidak berkaitan dengan Islam, meskipun mereka mengatasnamakan Islam.</p>
<p>Yang kedua, perintah untuk memilih pemimpin yang seiman tercantum dalam Al-Quran, sehingga wajar jika ada pemilih yang melihat agama yang dianut pemimpinnya. Jika percaya dengan tafsir lain silahkan, walaupun mayoritas ulama menyepakati kalimat pertama.</p>
<p>Logikanya, di dalam Islam, hal terkecil seperti memasuki kamar mandi pun ada aturannya, apalagi memilih pemimpin. Akan tetapi, sama seperti perintah sholat lima waktu, ada yang menaati ada yang tidak, tetapi itu urusan mereka dengan Tuhannya.</p>
<p>Yang jelas, kalimat nyiyir tersebut kami lakukan karena memang berkaitan dengan agama kami. Berbuat terorisme dengan membawa nama Islam jelas mencoreng wajah kami, sehingga butuh ditegaskan bahwa perbuatan mereka tidak berhubungan dengan Islam. Begitu pula kalimat berikutnya, kami hanya mengimani apa yang tertuang di dalam Al-Quran.</p>
<p>Kesimpulannya, Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk melakukan tindakan terorisme. Para pelaku bom bunuh diri tentu telah salah memahami makna mati syahid, atau bahkan mereka telah dicuci otaknya karena kurangnya iman.</p>
<p>Mari kita sebagai bangsa Indonesia, saling bergandengtangan menghadapi musibah ini. Jangan sampai kejadian ini membuat menerbitkan jarak antar umat beragama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 16 Mei 2018, setelah terjadi berbagai serangan bom di Surabaya dan Sidoarjo</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://www.tribunnews.com/regional/2018/05/13/diduga-akun-ini-terlibat-jaringan-teror-bom-surabaya-warganet-minta-polisi-menangkapnya">http://www.tribunnews.com/regional/2018/05/13/diduga-akun-ini-terlibat-jaringan-teror-bom-surabaya-warganet-minta-polisi-menangkapnya</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/terorisme-bukan-islam/">Terorisme Bukan Islam</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/terorisme-bukan-islam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
