<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Timor Leste Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/timor-leste/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/timor-leste/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Aug 2021 14:18:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Timor Leste Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/timor-leste/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perpaduan Tragedi dan Romansa Pada Jazz, Parfum, dan Insiden</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/perpaduan-tragedi-dan-romansa-pada-jazz-parfum-dan-insiden/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/perpaduan-tragedi-dan-romansa-pada-jazz-parfum-dan-insiden/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2018 08:00:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Insiden]]></category>
		<category><![CDATA[Jazz]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Orde Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Parfum]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Leste]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1411</guid>

					<description><![CDATA[<p>Novel ini adalah buku tulisan Seno Gumira Ajidarma ke sembilan yang penulis miliki. Ketertarikan penulis membeli buku ini adalah karena sinopsisnya yang mengatakan bahwa ini merupakan karya sastra pertama yang berani mengangkat ketegangan yang terjadi di Timor Leste sewaktu era Orde Baru. Laporan Sejarah Timor Leste Dengan sudut pandang orang pertama, buku ini menyajikan laporan sejarah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/perpaduan-tragedi-dan-romansa-pada-jazz-parfum-dan-insiden/">Perpaduan Tragedi dan Romansa Pada Jazz, Parfum, dan Insiden</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Novel ini adalah buku tulisan Seno Gumira Ajidarma ke sembilan yang penulis miliki. Ketertarikan penulis membeli buku ini adalah karena sinopsisnya yang mengatakan bahwa ini merupakan karya sastra pertama yang berani mengangkat ketegangan yang terjadi di Timor Leste sewaktu era Orde Baru.</p>
<p><b>Laporan Sejarah Timor Leste</b></p>
<p>Dengan sudut pandang orang pertama, buku ini menyajikan laporan sejarah yang mengerikan tentang Timor Leste. Namun penulisnya sendiri tidak mengklain bahwa laporan sejarah tersebut fakta. Semua diserahkan kepada pembaca.</p>
<p>Tokoh aku bekerja sebagai seseorang wartawan, dan ia membaca banyak laporan insiden tentang kekerasan yang menimpa orang-orang Timor oleh militer. Laporan-laporan tersebut mengerikan, membuat kita akan sulit mempercayainya sebagai fakta.</p>
<p><strong>Apa yang Unik?</strong></p>
<p>Yang unik dari novel ini adalah adanya unsur jazz dan parfum yang kental. Seno memiliki pengetahuan yang luas dengan dunia jazz, sehingga ia bisa bercerita dengan detail. Apalagi, novel ini memiliki catatan kaki yang lumayan panjang di halaman belakang untuk memperjelas tokoh-tokoh maupun hal lain yang berkaitan dengan dunia jazz.</p>
<p>Tokoh aku juga diceritakan bertemu dengan banyak wanita dengan parfum yang berbeda. Dengan indera penciumannya, tokoh aku bisa membedakan parfum satu dengan parfum lainnya, di mana kebanyakan merupakan parfum merek terkenal. Kemampuan ini membuat penulis teringat dengan karakter Jati Wesinya Dee pada novel Aroma Karsa.</p>
<p><strong>Perpaduan Tragedi dan Romansa</strong></p>
<p>Memadukan suatu tragedi dengan hal-hal berbau romantis tentu bukan pekerjaan yang mudah. Akan tetapi, Seno mampu menyatukannya dengan begitu indah. Emosi pembaca akan diputar-putar karena adegan antara jazz, parfum, dan laporan insiden dibuat secara bergantian.</p>
<p>Beberapa laporan tertulis dalam bahasa Inggris. Banyak nama orang ataupun lokasi yang diberi &#8220;sensor oleh pengarang&#8221; membuat penulis kesulitan memahami secara utuh surat-surat yang berbahasa Inggris itu.</p>
<p>Ada bagian yang membuat penulis merasa geli ketika tokoh aku berbicara dengan orang-orang homoseksual (penulis tidak tahu apa maksud dari bagian tersebut). Namun yang jelas, tokoh aku masih memiliki orientasi seksual yang normal dari interaksinya dengan banyak wanita.</p>
<p><strong>Dunia Sukab dan Negeri Senja</strong></p>
<p>Klimaks dari novel ini adalah ketika adanya penggrebekan kantor tokoh aku yang dilakukan oleh aparat untuk mencari barang bukti adanya subversi. Ternyata, pemimpin penggrebekan tersebut merupakan kawan tokoh aku yang bernama Sukab.</p>
<p>Penggemar buku-buku Seno pasti tidak asing dengan Sukab. Ia adalah tokoh ciptaan Seno yang seringkali muncul di mana-mana dan bisa berperan sebagai apa saja. Coba baca <strong>Dunia Sukab</strong> untuk bisa memahami apa maksud penulis. Selain itu, ada beberapa cuplikan novel <strong>Negeri Senja </strong>karya Seno yang sudah pernah penulis baca pada buku ini.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Dengan gaya penulisannya khas, Seno berhasil membawa fakta (?) sejarah yang mengerikan dan memadukannya dengan dunia jazz dan parfum. Novel ini akan dinikmati oleh pecinta sastra, akan tetapi mungkin pembaca awam akan merasa kesulitan membaca buku ini karena adanya perpindahan fokus cerita dari satu bagian ke bagian lain.</p>
<p>Nilainya <strong>4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 29 September 2018, terinspirasi setelah menamatkan buku Jazz, Parfum, dan Insiden tulisan Seno Gumira Ajidarma</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/perpaduan-tragedi-dan-romansa-pada-jazz-parfum-dan-insiden/">Perpaduan Tragedi dan Romansa Pada Jazz, Parfum, dan Insiden</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/perpaduan-tragedi-dan-romansa-pada-jazz-parfum-dan-insiden/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kecil Timor Leste</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-timor-leste/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-timor-leste/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2018 14:39:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Fretilin]]></category>
		<category><![CDATA[Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kedaulatan]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[Portugal]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Leste]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Timur]]></category>
		<category><![CDATA[UDT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=619</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak literatur yang penulis baca tentang Timor Leste, sebuah negara yang lepas dari Indonesia pada tahun 1999. Sebut saja Petite Histoire Indonesia Jilid 1 tulisan wartawan senior Rosihan Anwar dan Menyibak Tabir Order Baru karya Jusuf Wanandi, salah satu pemrakarsa Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Penulis kurang mengetahui apakah dalam kurikulum sekolah sekarang diterangkan mengenai negara yang dulunya bernama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-timor-leste/">Sejarah Kecil Timor Leste</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak literatur yang penulis baca tentang Timor Leste, sebuah negara yang lepas dari Indonesia pada tahun 1999. Sebut saja <em>Petite Histoire Indonesia Jilid 1 </em>tulisan wartawan senior Rosihan Anwar dan <em>Menyibak Tabir Order Baru </em>karya Jusuf Wanandi, salah satu pemrakarsa <em>Centre for Strategic and International Studies </em>(CSIS).</p>
<p>Penulis kurang mengetahui apakah dalam kurikulum sekolah sekarang diterangkan mengenai negara yang dulunya bernama Timor Timur tersebut. Yang jelas, penulis berharap dengan tulisan ini masayarakat, terutama generasi milenial, mengetahui sejarah kecil Timor Leste.</p>
<p><strong>Awal Bergabung</strong></p>
<p>Ketika pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada tahun 1949, Timor Leste belum bergabung dengan Indonesia. Alasannya, Timor Leste merupakan jajahan Portugal, bukan Belanda.</p>
<p>Pada 1975, terjadi  Revolusi Bunga di Portugal yang menyebabkan negara tersebut harus menguras kantong negara. Secara singkat, perekonomian Portugal jatuh dan situasi negara menjadi sangat kacau, sehingga tidak memiliki waktu, tenaga, dan dana untuk membiayai negara jajahannya, termasul Timor Leste. Dengan kata lain, ditelantarkan.</p>
<p>Situasi ini membuat rakyat Timor Leste terpecah menjadi tiga golongan:</p>
<ul>
<li>Golongan yang menghendaki kemerdekaan</li>
<li>Golongan yang ingin bergabung dengan Indonesia</li>
<li>Golongan yang tetap ingin di bawah Portugal</li>
</ul>
<div id="attachment_621" style="width: 1014px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-621" class="size-full wp-image-621" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/tentara-fretilin-1975.jpg" alt="" width="1004" height="563" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/tentara-fretilin-1975.jpg 1004w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/tentara-fretilin-1975-300x168.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/tentara-fretilin-1975-768x431.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/tentara-fretilin-1975-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 1004px) 100vw, 1004px" /><p id="caption-attachment-621" class="wp-caption-text">Tentara Fretilin (https://timorlestemerdeka.files.wordpress.com/2010/01/tentara-fretilin-1975.jpg)</p></div>
<p>Pihak yang menginginkan kemerdekaan adalah <em>Fretilin (Frente Revolutinaria De Timor Leste Independente)</em>. Kelompok ini memproklamirkan kemerdekaan pada tahun yang sama dengan terjadinya revolusi di Portugal.</p>
<p>Sedangkan pihak yang menginginkan bergabung dengan Indonesia terdiri dari beberapa partai. Bahkan, <em>UDT (Uni Demokrasi Timor) </em>yang semula ingin bergabung dengan Portugal berubah haluan untuk bergabung dengan Indonesia.</p>
<p>Perbedaan ini membuat Indonesia harus turun tangan dengan menerjunkan tentara, dibantu oleh Amerika Serikat dan Australia. Campur tangan ini dilakukan karena adanya kekhawatiran masuknya komunisme ke Timor Leste.</p>
<p>Setelah melalui serangkaian perang saudara, pada akhirnya pada tanggal 7 Juni 1976 Timor Leste resmi menjadi provinsi ke 27 Republik Indonesia.</p>
<p><strong>Berpisah dengan Indonesia</strong></p>
<p>Timor Leste hanya bertahan sekitar 20 tahun bersama Indonesia. Pada tahun 1999, ketika presiden Habibie memutuskan untuk melakukan referendum, 78,3 % rakyat Timor Leste menginginkan kemerdekaan.</p>
<p>Banyak yang berpendapat lepasnya Timor Leste adalah kesalahan Habibie, sedangkan kubu lain mengatakan bahwa kekacauan di Timor Leste selama bergabung di Indonesia menyebabkan mereka ingin menjadi negara sendiri.</p>
<div id="attachment_622" style="width: 760px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-622" class="size-full wp-image-622" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/26891906121.jpg" alt="" width="750" height="500" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/26891906121.jpg 750w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/26891906121-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/26891906121-356x237.jpg 356w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><p id="caption-attachment-622" class="wp-caption-text">Presiden Habibie (https://nasional.kompas.com/read/2017/08/18/06240021/saat-kehilangan-ainun-bj-habibie-membenci-semua-dokter-)</p></div>
<p>Dari literatur yang penulis baca, banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Sebagai contoh, adanya kekerasan yang dilakukan oleh tentara Indonesia, pengusaan lahan kayu cendana yang hasilnya tidak untuk masyarakat Timor Leste, dan lain sebagainya.</p>
<p>Negara-negara yang dulunya mendukung bergabungnya Timor Leste berubah haluan mendukung kemerdekaan Timor Leste. Ada yang berpendapat, hal ini terjadi karena komunisme telah dikalahkan oleh Barat, sehingga Indonesia tidak lagi dibutuhkan.</p>
<p>Untuk pertama kalinya Indonesia kehilangan wilayahnya. Tentu kita berharap di masa depan tidak ada lagi provinsi yang ingin melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tugas kita adalah memastikan adanya pemerataan dari segala aspek, termasuk ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 8 April 2018, setelah memberikan uang kas Karang Taruna kepada anggota yang akan berjualan di CFD sebagai modal</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://smartraveller.gov.au/Countries/asia/south-east/Pages/timor_leste.aspx#">http://smartraveller.gov.au/Countries/asia/south-east/Pages/timor_leste.aspx#</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-timor-leste/">Sejarah Kecil Timor Leste</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-timor-leste/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
