<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>villain Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/villain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/villain/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Aug 2026 14:38:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>villain Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/villain/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Madara Uchiha Lebih Layak Jadi Final Villain di Naruto</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/madara-uchiha-lebih-layak-jadi-final-villain-di-naruto/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/madara-uchiha-lebih-layak-jadi-final-villain-di-naruto/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 14:38:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[Madara Uchiha]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<category><![CDATA[villain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun sudah lama tamat dan memiliki sekuel, Naruto rupanya tetap populer hingga saat ini. Penulis sempat menuliskan artikel panjangnya di tempat kerja yang membahas alasan-alasan mengapa serial ini tetap relevan hingga kini. Di media sosial seperti YouTube Shorts, Penulis kerap menemukan konten yang membahas mengenai Naruto, entah itu callback cerita-cerita lama, membahas teori-teori liar, hingga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/madara-uchiha-lebih-layak-jadi-final-villain-di-naruto/">Madara Uchiha Lebih Layak Jadi Final Villain di Naruto</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Meskipun sudah lama tamat dan memiliki sekuel,<em> Naruto</em> rupanya tetap populer hingga saat ini. Penulis sempat <a href="https://www.upstation.media/article/kenapa-naruto-tetap-populer-tamat">menuliskan artikel panjangnya di tempat kerja</a> yang membahas alasan-alasan mengapa serial ini tetap relevan hingga kini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di media sosial seperti YouTube Shorts, Penulis kerap menemukan konten yang membahas mengenai <em>Naruto</em>, entah itu <em>callback </em>cerita-cerita lama, membahas teori-teori liar, hingga membedah <em>chapter </em>yang masih menimbulkan tanda tanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Penulis sendiri, hingga saat ini ada satu hal yang mengganjal dari serial ini, yakni <strong>bagaimana Madara Uchiha tidak menjadi <em>final villain-</em>nya</strong>. Masashi Kishimoto justru memunculkan karakter yang selama ini hampir tidak pernah disebut, yakni Kaguya Ōtsutsuki.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/linkin-park-dan-living-things-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/linkin-park-dan-living-things-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/linkin-park-dan-living-things-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/linkin-park-dan-living-things-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/linkin-park-dan-living-things-banner.jpg 1280w " alt="Linkin Park dan Living Things" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-living-things/">Linkin Park dan Living Things</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Alasan Mengapa Madara Lebih Cocok Jadi Final Villain</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8852" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Madara Uchiha Ketika Menjadi Jinchuriki Juubi (<a href="https://www.reddit.com/r/Naruto/comments/17qd0gb/do_you_think_madara_in_juubidara_form_can_pee/">Reddit</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Penulis, salah satu yang membuat <em>Naruto </em>bagus adalah para <em>villain-</em>nya. Mulai dari Zabuza, Orochimaru, Gaara, Itachi, Akatsuki, Pain, hingga Obito, semua begitu membekas karena latar belakang maupun motifnya menjadi seorang <em>villain</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Madara Uchiha juga salah satunya. Ia adalah <em>villain </em>yang cukup kompleks. Sebagai rival dari Hashirama Senju, tujuan utamanya sebenarnya adalah <strong>menciptakan perdamaian abadi melalui Mugen Tsuyokomi</strong>, ketika semua manusia berada di alam mimpi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk hal itu, ia berkali-kali selamat dari kematian, terutama dalam pertarungan melawan Hashirama. Ia hidup cukup lama hingga bisa memanipulasi Obito untuk mendirikan Akatsuki demi melancarkan rencana Mugen Tsuyokomi-nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kemunculan Madara juga tidak mendadak begitu saja</strong>. Sebelum dibangkitkan kembali melalui Edo Tensei dari Kabuto, ia telah beberapa kali disebutkan dalam ceritanya (<em>foreshadowing</em>) sebelum kemunculan perdananya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita bisa melihat patungnya bersama Hashirama Senju di Lembah Akhir di <em>chapter </em>217. Kyuubi juga pernah menyebutkannya ketika Naruto menyerang markas Orochimaru demi menyelamatkan Sasuke di <em>chapter </em>309. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Obito sewaktu masih bertopeng juga sempat mendeklarasikan diri sebagai Madara. Hal ini menjadi <em>twist </em>yang menarik setelah Madara yang asli muncul pertama kali, tentu dalam wujud Edo Sensei.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, efek <em>plot twist-</em>nya ketika ia menjadi dalang dari semua peristiwa di <em>Naruto </em>terasa masuk akal. Apalagi, ia telah berkali-kali <em>aura farming </em>sejak kemunculannya, dengan segala kemampuannya yang di luar nalar bahkan sebelum menjadi Jinchuriki Juubi!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, Madara justru menjadi &#8220;korban penipuan&#8221; dari Zetsu Hitam. Ternyata, semua rencananya selama ini telah diatur oleh mereka demi bisa membangkitkan kembali Kaguya Ōtsutsuki.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mari Kita Bandingkan dengan Kaguya Ōtsutsuki</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8853" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tiba-Tiba Muncul, eh Kaget (<a href="https://naruto.fandom.com/wiki/Kaguya_Ōtsutsuki">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sekarang mari kita bandingkan Madara dengan <em>final villain </em>yang sesungguhnya, Kaguya Ōtsutsuki. Dari motivasinya, Kaguya <strong>ingin seluruh <em>chakra </em>manusia di dunia kembali ke dirinya karena merasa bumi ini adalah miliknya</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi motivasi, jelas ini lebih <em>pure chaos </em>dibandingkan motivasi &#8220;perdamaian&#8221; dari Madara. Kaguya sebenarnya adalah &#8220;alien&#8221; yang datang ke bumi, lalu menamam Pohon Dewa (Shinju) demi bisa memakan Buah Chakra secara ilegal. Dibandingkan dengan Madara, motivasi Kaguya ini jelas lebih egois.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, <strong>Kaguya benar-benar baru disebutkan menjelang akhir cerita</strong>. Madara yang menyebutkan pertama kali ketika menjelaskan tentang Shinju di <em>chapter </em>646. Namun, kemunculannya sendiri baru terjadi pada <em>chapter </em>679.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai analogi, bayangkan Thanos yang telah di-<em>tease </em>sejak film pertama <em>Avengers</em>. Namun, di film <em>Avengers: Infinity War</em>, sewaktu Thanos hendak menjentikkan jarinya, tiba-tiba ia ditikam dari belakang oleh Doctor Doom dan mengatakan rencananya selama ini berhasil!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Penulis sering berprasangka buruk kalau<strong> Kaguya dihadirkan hanya agar Naruto bisa dilanjutkan oleh Boruto</strong>. Seperti yang kita tahu, klan Ōtsutsuki menjadi pusat konflik di sekuel tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/">Penulis saat ini sedang mengoleksi ulang komik-komik <em>Naruto</em> versi Bind Up-nya</a>. Saat artikel ini ditulis, Perang Dunia Ninja ke-4 baru saja dimulai. Penulis tak sabar ingin membaca ulang kisah Madara dan Kaguya ini, siapa tahu dulu ada detail yang terlewat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya saja, Penulis merasa kalau Madara tetap lebih layak menjadi <em>final villain</em>. Kalau memang klan Ōtsutsuki mau menjadi musuh utama di <em>Boruto</em>, ya buat <em>build up-</em>nya di sana, jangan di <em>Naruto</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan saja Madara dengan kemampuan dewanya yang berhasil ia dapatkan harus bertarung dengan <a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Naruto dan Sasuke</a>. Bahkan, ia memang terlihat kalah dalam pertarungan tersebut, sebelum akhirnya malah dikhianati oleh Zetsu Hitam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seandainya tidak melawan Kagura, mungkin pertarungan terakhir antara Naruto dan Sasuke juga akan berlangsung lebih lama dan seru, bukan dalam kondisi kehabisan stamina dan <em>chakra </em>seperti yang kita dapatkan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Yah, pada akhirnya kita harus tetap menerima keputusan Masashi Kishimoto. Walau agak <em>ngedumel</em>, Penulis tetap menjadikan <em>Naruto </em>sebagai salah satu komik favoritnya setelah <em>Dragon Ball</em>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 30 Agustus 2026, terinspirasi setelah merenungi kalau Madara Uchiha lebih cocok menjadi<em> final villain </em>daripada Kaguya.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/madara-uchiha-lebih-layak-jadi-final-villain-di-naruto/">Madara Uchiha Lebih Layak Jadi Final Villain di Naruto</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/madara-uchiha-lebih-layak-jadi-final-villain-di-naruto/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berempati ke Villain ala Demon Slayer</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Aug 2022 14:32:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Demon Slayer]]></category>
		<category><![CDATA[Dragon Ball]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[villain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5904</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun sudah populer mulai tahun 2019-an, baru akhir-akhir ini Penulis menonton anime dan membaca manga Demon Slayer atau Kimetsu no Yaiba. Alasannya pun sederhana, karena tersedia di Disney+, sehingga Penulis tertarik untuk menontonnya. Salah satu alasan mengapa Penulis tidak dari dulu menontonnya adalah karena dirinya bukan tipe penonton yang suka dengan anime serius. Penulis lebih [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/">Berempati ke Villain ala Demon Slayer</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Meskipun sudah populer mulai tahun 2019-an, baru akhir-akhir ini Penulis menonton anime dan membaca manga <em><strong>Demon Slayer</strong> </em>atau <em><strong>Kimetsu no Yaiba</strong></em>. Alasannya pun sederhana, karena tersedia di Disney+, sehingga Penulis tertarik untuk menontonnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu alasan mengapa Penulis tidak dari dulu menontonnya adalah karena dirinya bukan tipe penonton yang suka dengan anime serius. Penulis lebih suka anime yang santai dan <em>slice of life</em>. Itu juga yang menjadi alasan mengapa dulu Penulis tidak menonton <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-attack-on-titan-tamat/">Attack on Titan</a></em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, setelah menontonnya, Penulis malah merasa ketagihan. Hanya dalam waktu singkat, Penulis berhasil melibas semua episode anime dan <em>chapter </em>manganya. Melihat animasi pertarungan dan jalan ceritanya benar-benar menimbulkan kepuasan tersendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah menamatkannya, ada satu hal menarik dari anime ini yang ingin Penulis bahas pada tulisan ini: Bagaimana setiap <em>villain </em>memiliki latar belakang cerita yang seolah bertujuan untuk menimbulkan empati pada penontonnya. <em><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></em></p>





<h2 class="wp-block-heading">Menengok Anime Shounen Zaman Dulu</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setahu Penulis, <em>Demon Slayer </em>termasuk anime/manga bergenre <em>shounen </em>yang ditujukan untuk penonton/pembaca laki-laki. Oleh karena itu, Penulis ingin membandingkan anime ini dengan &#8220;sesepuhnya&#8221; anime <em>shounen</em>, <em><strong><a href="https://whathefan.com/animekomik/tulisan-kurang-penting-tentang-karakter-anime-favorit/">Dragon Ball</a></strong></em>, terutama dari segi <em>villain </em>yang dimiliki.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5907" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Villain </em>yang Benar-Benar Jahat (<a href="https://pagelagi.com/dragon-ball-z-all-of-friezas-fights-from-worst-to-best-ranked/">PageLagi</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Coba urutkan <em>villain </em>Goku mulai kecil hingga dewasa. Seingat Penulis, ada Emperor Pilaf, King Piccolo, bangsa Saiyan (Raditz, Nappa, Vegeta), Frieza, Cell, hingga Buu.<em> </em>Dari nama-nama tersebut, mayoritas pada akhirnya akan mampu dikalahkan oleh Goku dan kawan-kawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertanyaannya, apakah kita pernah berempati kepada <em>villain-villain </em>tersebut? Apakah kita pernah, misalnya, berempati kepada <strong>Cell</strong> karena ia punya masa lalu yang memilukan sebagai makhluk labotarium? Jawabannya hampir bisa dipastikan tidak ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semua nama tersebut digambarkan sebagai sosok yang ingin menguasai dunia atau memang hanya ingin membuat kehancuran saja. Karakter hitam yang benar-benar hitam. Mereka benar-benar murni jahat sehingga harus dikalahkan oleh jagoan-jagoan kita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para <em>villain </em>tersebut juga hampir tidak pernah memiliki adegan <em>flashback</em> yang menceritakan masa lalunya. Kita tidak pernah melihat bagaimana masa kecil <strong>Frieza</strong> hingga ia menjadi pemimpin pasukan antariksa yang begitu ditakuti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, <strong>Raditz</strong> yang notebene kakak kandung Goku juga tidak memilikinya, walau seharusnya bisa disisipkan seperti teringat orang tuanya. Alur ceritanya benar-benar lurus dan karakter <em>villain</em>-nya dibuat sejahat dan sebengis mungkin, seolah mereka tak punya hati.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5908" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-2.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Masa Lalu Madara (<a href="https://fishtank-sandbox-n.fandom.com/wiki/Madara_Uchiha">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang berbeda Penulis temui di anime-anime <em>shounen</em> baru. Di <em><strong><a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Naruto</a></strong> </em>misalnya, di mana adegan <em>flashback-</em>nya memiliki adegan <em>flashback</em>, <em>villain </em>seperti <strong>Madara Uchiha</strong> pun memiliki <em>backstory </em>yang menjadi alasan mengapa ia menjadi <em>villain</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika ada karakter <em>villain </em>yang akan tewas seperti <strong>Kisame</strong> atau <strong>Konan</strong>, kita akan diperlihatkan bagaimana masa lalu mereka. Ada beberapa <em>villain </em>yang tidak diperlihatkan bagaimana kisah masa lalunya, tapi kebanyakan memilikinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari anime <em><strong><a href="https://whathefan.com/animekomik/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia/">My Hero Academia</a></strong></em>, kita pernah melihat bagaimana masa lalu yang pilu dari para <em>villain</em>-nya, mulai dari <strong>Tomura Shigaraki</strong>, <strong>Himiko Toga</strong>, hingga <strong>Dabi</strong>. Nah, di anime <em>Demon Slayer </em>malah Penulis merasa hal tersebut jauh lebih parah lagi. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Asal Mula Iblis Tercipta di Demon Slayer</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5909" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Nenek Moyang Bangsa Ibis (<a href="https://www.imdb.com/title/tt9913030/">IMDb</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Demon Slayer </em>adalah anime yang mengangkat tema manusia melawan iblis. Para manusia harus bisa bertahan dari bangsa iblis pimpinan <strong>Muzan Kibutsuji</strong> yang memakan manusia. Untuk itu, dibuatlah korps bernama Hashira untuk memusnahkan bangsa iblis tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Iblis di anime ini bukanlah makhluk yang berasal dari neraka. Muzan adalah iblis pertama yang ada di dunia, hasil dari memakan Spider Blue Lily ketika ia sakit parah. Semenjak itu, ia jadi memakan manusia dan akan hangus jika terpapar matahari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Muzan juga memiliki kemampuan mengubah manusia menjadi iblis melalui darahnya. Jadi, seluruh iblis yang ada di anime ini berasal darinya, termasuk Nezuko Kamado yang merupakan adik dari protagonis utama, Tanjiro Kamado.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemampuan mengubah manusia menjadi iblis ia manfaatkan demi menemukan cara untuk bisa bertahan hidup di bawah matahari atau menemukan lagi bunga Spider Blue Lily . Untuk itu, ia memiliki pasukan elit yang terdiri dari iblis-iblis terkuat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka disebut sebagai <em><strong>Jūnikizuki</strong></em> atau <em><strong>Twelve Demon Moons</strong></em>, yang terbagi menjadi peringkat atas dan peringkat bawah sesuai dengan tingkat kekuatannya. Menariknya, mayoritas dari mereka selalu memiliki masa lalu yang akan menimbulkan empati.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Memahami Mengapa Mereka Menjadi Jahat</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5910" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Daki, Salah Satu Iblis Peringkat Atas (<a href="https://www.cbr.com/demon-slayer-daki-name-origins-meaning/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Saat Tanjiro kita mulai berhadapan dengan iblis-iblis tingkat atas seperti <strong>Kyogai</strong> (mantan peringkat bawah enam) dan <strong>Rui</strong> (peringkat bawah lima), di situlah kita mulai diperlihatkan masa lalu para <em>villain </em>yang cukup panjang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah keduanya kalah, Muzan membunuh semua iblis peringkat bawah kecuali satu iblis, yaitu <strong>Enmu</strong> yang menjadi <em>villain </em>utama dalam <em>arc </em>Mugen Train. Kita tidak akan diperlihatkan masa lalu para iblis peringkat bawah yang dibunuh Muzan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, sejak itulah satu per satu kita akan melihat semua masa lalu para <em>villain </em>tersebut sesuai dengan urutan kematiannya. Setelah Enmu, ada <strong>Daki</strong> (dan <strong>Gyutaro</strong>) yang merupakan iblis peringkat atas enam dan menjadi <em>villain </em>utama di <em>arc </em>Entertainment District.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-5-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5911" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-5-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-5-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-5-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-5.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Berhasil Menimbulkan Empati (<a href="https://www.technadu.com/demon-slayer-season-2-ending-and-post-credit-explained/329561/">TechNadu</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai contoh adegan yang bisa menimbulkan empati, kita bisa melihat masa lalu Daki yang mengenaskan, di mana kakaknya yang buruk rupa sering mendapatkan perlakukan buruk, sedangkan dirinya sendiri sempat dibakar hidup-hidup yang membuatnya trauma dengan api.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat berada di <em>limbo</em>, Daki menunjukkan sisi manusianya yang begitu menyayangi kakaknya. Ia bahkan rela untuk masuk ke dalam neraka, asalkan dirinya tetap bisa bersama kakaknya tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, semua iblis kuat yang tersisa (termasuk Muzan sendiri) akan selalu mengulangi pola tersebut -kita akan diperlihatkan masa lalunya ketika mereka masih belum menjadi iblis sebelum kematiannya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini seolah menyiratkan kalau mereka menjadi jahat karena sesuatu, bukan murni jahat seperti <em>villain </em>di <em>Dragon Ball.</em> Ada sesuatu yang tragis, yang mengubah para iblis yang dulunya manusia tersebut, memilih jalan kegelapan. Empati pun muncul dari penonton.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Boleh Berempati ke Villain?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-6-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-5913" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-6-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-6-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-6-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/empati-ke-villain-ala-demon-slayer-6.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Villain yang Menumbuhkan Empati (<a href="https://wechoiceblogger.com/how-old-wenwu-is-in-shangchi/">Wechoiceblogger</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Villain </em>yang memiliki latar belakang kompleks jelas memiliki daya tarik tersendiri bagi penonton, karena apa yang ditonton tidak sekadar hitam putih yang sangat jelas. Tidak hanya di anime, di film pun sering menggunakan &#8220;teknik&#8221; ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contoh di Marvel, di mana ada sebagian penonton yang berempati kepada <a href="https://whathefan.com/animekomik/antara-eren-thanos-dan-hitler/"><strong>Thanos</strong></a> yang hanya ingin menyelamatkan alam semesta atau <strong>Wenwu</strong> yang hanya ingin bertemu istrinya. Motivasi atau latar belakang perbuatan mereka didasari oleh sesuatu yang jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bandingkan dengan <strong>Steppenwolf</strong> dari film <em>Justice League</em>. Motivasinya yang &#8220;ingin mengusai dunia&#8221; terasa membosankan, sehingga ia pun mudah terlupakan. Hal yang sama juga terjadi pada <em>villain-villain </em>Marvel yang memiliki motif serupa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk itu, Penulis menganggap apa yang dilakukan oleh <em>Demon Slayer </em>kepada para <em>villain </em>adalah upaya untuk meningkatkan daya tarik sekaligus meninggalkan kesan yang mendalam kepada penontonnya, walau kadang Penulis merasa porsinya agak berlebihan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun perbuatan kejam yang para <em>villain </em>lakukan tidak bisa dibenarkan, setidaknya kita bisa melihat sisi lain dari mereka yang membuat kita tidak mudah menghakimi mereka sebagai karakter yang mutlak jahat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tampaknya, hal ini akan semakin dikembangkan lagi, terutama untuk anime yang bergenre <em>shounen</em>, demi menambah bumbu cerita yang mengena di hati penonton. Empati kepada para <em>villain </em>seolah mengingatkan kita, kalau tidak ada orang yang benar-benar jahat. Ataukah ada?</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 25 Agustus 2022, terinspirasi setelah menyadari betapa banyaknya adegan masa lalu para <em>villain </em>di anime <em>Demon Slayer</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/">Berempati ke Villain ala Demon Slayer</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Joker</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-joker/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2019 11:04:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[batman]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Heath Ledger]]></category>
		<category><![CDATA[Joaquin Phoenix]]></category>
		<category><![CDATA[joker]]></category>
		<category><![CDATA[villain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2814</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karena tidak mendapatkan kepastian dari teman-teman kantor, penulis memutuskan untuk menonton film Joker sendirian di hari perdananya. Mumpung ada satu bangku kosong di pojokan B1. Alasan mengapa penulis begitu bersemangat untuk menonton film ini adalah karena penulis menyukai Joker sejak film The Dark Knight, ketika mendiang Heath Ledger mampu memerankan nemesis dari Batman tersebut secara luar biasa. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-joker/">Setelah Menonton Joker</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Karena tidak mendapatkan kepastian dari teman-teman kantor, penulis memutuskan untuk menonton film <em><strong>Joker</strong></em> sendirian di hari perdananya. Mumpung ada satu bangku kosong di pojokan B1.</p>
<p>Alasan mengapa penulis begitu bersemangat untuk menonton film ini adalah karena penulis menyukai Joker sejak film <em>The Dark Knight, </em>ketika mendiang Heath Ledger mampu memerankan nemesis dari Batman tersebut secara luar biasa.</p>
<p>Penulis penasaran, apakah Joaquin Phoenix mampu memerankan karakter ini Ledger. Harapan penulis, setidaknya lebih baik dari Jared Leto. <strong>SPOILER ALERT!</strong></p>
<h3>Jalan Cerita Joker</h3>
<p>Sebenarnya, jalan cerita film ini begitu sederhana. Kita akan melihat bagaimana seorang Arthur Fleck berangsur-angsur berubah menjadi sosok Joker karena pengaruh lingkungannya. Hampir tidak ada cerita lain selain itu.</p>
<p><div id="attachment_2817" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2817" class="size-large wp-image-2817" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2817" class="wp-caption-text">Badut (<a href="https://www.mtrnetwork.net/todd-phillips-arthur-fleck-is-not-the-joker/">MTR Network</a>)</p></div></p>
<p>Arthur bekerja sebagai seorang badut yang kerap mendapatkan perundungan. Ia juga sering dianggap aneh oleh teman-teman kerjanya, hingga ada konspirasi untuk menyingkirkannya.</p>
<p>Alasan dari keanehan Arthur adalah memiliki kelainan di otaknya yang membuatnya tiba-tiba bisa tertawa keras tanpa terpengaruh suasana hatinya. Hal ini sering menimbulkan kesalahpahaman untuk orang-orang di sekitarnya.</p>
<p>Arthur tinggal bersama ibunya dalam keadaan miskin. Ia terlihat sebagai tipikal anak yang sangat sayang terhadap ibunya dan mampu merawatnya sepenuh hati.</p>
<p>Semua berubah ketika ia membaca surat yang ditulis ibunya untuk Thomas Wayne, salah satu orang terkaya di Gotham sekaligus ayahnya Bruce Wayne yang kelak menjadi Batman. Di surat tersebut, ia menemukan fakta bahwa dirinya merupakan anak dari Thomas.</p>
<p>Ketika Arthur berusaha untuk bertemu dengan Thomas, ia mendapatkan fakta mengejutkan lainnya. Ia bukan anak kandung dari ibunya. Ia hanyalah anak adopsi. Ibunya, ternyata mengalami gangguan delusional.</p>
<p>Mengetahui kenyataan ini, ia pun membunuh orang yang selama ini ia panggil ibu. Ini pembunuhan kelima yang ia lakukan, setelah menghabisi tiga orang yang merundungnya di kereta bawah tanah dan <em>love interest-</em>nya.</p>
<p><div id="attachment_2819" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2819" class="size-large wp-image-2819" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2819" class="wp-caption-text">Happy Face (<a href="http://aftercredits.com/2019/10/joker-2019/">What&#8217;s After the Credits?</a>)</p></div></p>
<p>Di tengah kekacauan ini, ia malah mendapatkan panggilan untuk tampil di acara favoritnya, The Murray Franklin Show. Hal ini bisa terjadi karena beberapa waktu lalu, videonya yang sedang melakukan <em>stand-up comedy </em>diputar di acara tersebut<em>.</em></p>
<p>Arthur pun datang ke acara tersebut dan minta diperkenalkan sebagai Joker. Di sana ia membuat pengakuan bahwa dirinya lah pelaku pembunuhan tiga orang di kereta bawah tanah.</p>
<p>Setelah itu, ia pun mengucapkan kalimat pidato yang menyayat hati tentang <em>society</em>. Ia juga menganggap Murray jahat karena telah mengundang dirinya hanya untuk memperolok-olok dirinya. Pada akhirnya, Murray mati dengan peluru bersarang di kepalanya.</p>
<p>Arthur ditangkap polisi tapi segera diselamatkan oleh sekelompok orang yang menganggap dirinya sebagai simbol perlawanan terhadap elit dan kekuasaan Gotham.</p>
<p>Film berakhir dengan wawancara Arthur dengan seorang psikolog tempatnya berkonsultasi dulu. Bedanya, sekarang dilakukan di rumah sakit jiwa, tempatnya ia berada sekarang.</p>
<p>Ketika keluar dari keluar ruangan, kita bisa melihat jejak kaki Arthur berwarna merah. Kemungkinan besar, itu adalah darah dari sang psikolog.</p>
<h3>Kesan Setelah Menonton Joker</h3>
<p><div id="attachment_2818" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2818" class="size-large wp-image-2818" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/setelah-menonton-joker-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2818" class="wp-caption-text">Joaquin Phoenix Sebagai Joker (<a href="https://www.indiatoday.in/movies/hollywood/story/joaquin-phoenix-s-joker-box-office-collection-day-4-1606605-2019-10-06">India Today</a>)</p></div></p>
<p>Karena jalan ceritanya yang seperti itu, menurut penulis wajar jika ada kritikus yang menganggap film ini <em>nothing</em>. Pendapat tersebut banyak dihujat oleh netizen, apalagi setelah skor di <em>Rotten Tomatoes</em> cukup rendah.</p>
<p>Bahkan, ada yang menuduh pihak Disney sebagai pemilik lisensi Marvel telah membayar sejumlah uang agar film Joker mendapatkan ulasan yang buruk.</p>
<p>Penulis sendiri tidak berpendapat bahwa film ini <em>nothing</em>. Jelas film ini <em>something</em>, walaupun bukan tipikal favorit penulis. Phillip Todd selaku sutradara jelas berusaha menyajikan sesuatu yang baru untuk film superhero. Mungkin, kelasnya kelas film Oscar.</p>
<p>Bisa dibilang, <em>trailer </em>dari film ini sendiri sudah memuat banyak sekali keseluruhan film sehingga penulis merasa tidak banyak hal baru yang bisa penulis temukan ketika menonton filmnya.</p>
<p>Ada <em>double</em>&#8211;<em>twist </em>di pertengahan film, tentang siapa ibu Arthur sebenarnya. Selain itu, bisa dibilang tidak ada kejutan pada film ini. Bahkan, ketika Arthur sedang latihan bunuh diri ketika menjadi bintang tamu Murray, penulis yakin pada akhirnya ia akan membunuh Murray.</p>
<p>Penulis juga menikmati alur ceritanya yang runut, seolah tidak adegan yang percuma. Semua memiliki alasan mengapa harus ada. Mungkin, ini yang membuat film ini terasa sedikit berjalan lambat.</p>
<p>Ada beberapa adegan <em>gore </em>ringan di setengah bagian akhir film yang sama sekali tidak penulis sukai. Ada juga beberapa <em>plot-hole </em>yang penulis temukan karena tidak ada film yang sempurna.</p>
<p>Yang ingin penulis tekankan di sini adalah efek dari menonton film Joker. Film ini benar-benar kelam dan bisa memicu depresi. Bagi yang kesehatan mentalnya sedang tidak bagus, benar-benar tidak disarankan untuk menonton film ini.</p>
<p>Ketika membaca beberapa <em>tweet </em>di Twitter, ada yang mengatakan dampaknya begitu besar terhadap mereka hingga menimbulkan <em>anxiety </em>dan kepanikan. Penulis tidak berlebihan jika berkata bahwa film ini benar-benar mengguncang jiwa.</p>
<p>Lantas, siapa di antara Joaquin Phoenix dan Heath Ledger yang menurut penulis mampu memerankan Joker lebih baik? Sebenarnya, perbandingan ini tidak <em>apple to apple</em>.</p>
<p>Phoenix memerankan karakter Joker <em>sebelum </em>menjadi Joker, sedang Ledger memerankan karakter Joker yang <em>sudah </em>menjadi Joker. Tapi kalau disuruh memilih, penulis tetap memilih Ledger sebagai pemeran Joker terbaik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 6 Oktober 2019, terinspirasi setelah menonton film <em>Joker</em>.</p>
<p>Foto: <a href="https://www.adventuresinpoortaste.com/2019/10/04/joker-review-phoenix-mesmerizes-in-this-dark-tale/">AiPT!</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-joker/">Setelah Menonton Joker</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
