Antara Eren, Thanos, dan Hitler

Jika ditanya, siapakah karakter favorit Penulis di anime Attack on Titan? Jawabannya adalah tidak ada. Mungkin karena Penulis termasuk fans karbitan yang mulai mengikuti AoT ketika mau tamat.

Mikasa? Tidak, meskipun banyak yang menjadikannya sebagai waifu, menurut Penulis Mikasa terlalu bucin walau itu ada kaitan dengan klan Ackerman yang disandangnya.

Levi? Tidak juga, walau karakternya yang badass telah menjadi favorit banyak orang. Kekuatannya kerap dianggap overpowered karena mampu menghabisi banyak titan sendirian.

Armin? Tidak juga, walau Penulis kagum dengan kecerdasan yang dimiliki. Jika benar-benar harus memilih, mungkin Penulis justru akan memilih Sasha Braus yang polos dan menggemaskan.

Walaupun begitu, pada tulisan ini Penulis ingin menyoroti sang karakter utama, Eren Yeager, dan korelasinya dengan Thanos dan Hitler.

Genosida Demi Tujuan Baik

Zeke Yeager (Animehunch)

Pada awalnya Eren bekerja sama dengan kakak tirinya, Zeke Yeager, yang berencana untuk memandulkan semua keturunan Ymir Fritz. Rencana ini sering disebut sebagai euthanasia plan.

Sayangnya, Eren berkhianat karena ia punya rencana sendiri: memusnahkan semua umat manusia yang ada di luar Pulau Paradis.

Caranya adalah dengan mengaktifkan kekuatan Founding Titan untuk membangkitkan para Titan raksasa yang selama ini tersembunyi di dinding Pulau Paradis.

Para titan raksasa ini akan berjalan untuk menginjak-injak semua manusia yang ada di luar pulau (disebut sebagai rumbling).

Keputusan ini ia ambil demi kebebasan yang selama ini ia idamkan. Genosida umat manusia yang ada di luar Pulau Paradis ia anggap sebagai satu-satunya cara untuk meraih impian tersebut.

Thanos (Syfy)

Berbicara tentang genosida, tentu kita tidak akan bisa melupakan musuh utama di Marvel Cinematic Universe, Thanos. Ia berambisi untuk mengumpulkan keenam Infinity Stones untuk melenyapkan separuh makhluk hidup di alam semesta.

Tujuannya? Apakah demi kekuasaan? Tidak, ia ingin agar semesta selamat karena jumlah makhluk yang ada telah melebih kapasitas ketika sumber daya yang tersedia begitu terbatas.

Genosida yang dilakukan Thanos dilakukan secara acak tanpa memandang latar belakang korban. Harapannya, separuh makhluk hidup yang selamat akan menjalani hidup yang lebih baik lagi.

Adolf Hitler (Military.com)

Siapa lagi tokoh yang identik dengan genosida? Tentu saja diktaktor Jerman di era Perang Dunia II, Adolf Hitler. Selain melakukan invasi ke berbagai penjuru Eropa, ia juga melakukan pembunuhan massal ke orang-orang yahudi yang dikenal dengan sebutan holocaust.

Kali ini, Penulis tidak menemukan alasan “baik” dari genosida yang dilakukan oleh Hitler selain karena merasa ras Yahudi adalah ras rendahan dan tidak berguna. Selain itu, mereka juga dianggap sebagai biang keladi dari krisis yang dialami oleh Jerman setelah Perang Dunia I.

Mungkin sama seperti Eren, Hitler melakukan itu demi kebaikan bangsa asli Jerman untuk mendapatkan hidup yang lebih baik lagi.

Satu-Satunya Solusi?

Jika bicara tentang kemanusiaan dan hak asasi paling dasar, jelas genosida adalah tindakan biadab yang tidak akan diterima oleh siapapun yang masih memiliki hati nurani.

Menghilangkan satu nyawa saja dosanya sudah tidak terbayangkan, bagaimana dengan genosida yang begitu kejam? Bagaimana dengan pihak keluarga yang ditinggalkan, pasti akan meninggalkan bekas luka yang akan sulit hilang.

Walaupun begitu, hal ini tidak dirasakan oleh Eren, Thanos, dan Hitler. Genosida dianggap menjadi satu-satunya solusi untuk masalah yang mereka hadapi.

Jika mengesampingkan masalah kemanusiaan, sebenarnya apa yang ditawarkan Thanos masuk akal. Manusia dan makhluk hidup lainnya terus berkembang biak tanpa batas ketika sumber daya serba terbatas.

Ambil contoh Indonesia. Jumlah penduduknya sekitar 250 juta. Bayangkan jika separuhnya hilang, sumber daya yang digunakan dan beban negara berkurang setengahnya.

Bisa jadi tidak akan ada lagi orang yang kelaparan dan tidak punya tempat tinggal. Semua bisa hidup sejahtera selama tidak ada orang yang serakah.

Bagaimana jika genosida diberlakukan untuk orang-orang brengsek yang menyusahkan banyak orang? Koruptor misalnya, siapapun yang mencuri rakyat masuk ke dalam daftar orang yang akan dihabisi.

Imajinasi yang liar ini nampaknya disudahi sampai sini saja…

Penutup

Mau apapun alasannya, menurut Penulis, genosida yang dilakukan oleh Eren, Thanos, dan Hitler tidak bisa dibenarkan. Nyawa manusia bukan sesuatu yang bisa dilenyapkan begitu saja.

Untunglah genosida yang dilakukan oleh Eren dan Thanos hanya terjadi di dunia anime dan film, sedangkan kekejian Hitler telah terjadi di masa lampau.

Semoga saja di masa depan tidak ada tokoh yang ingin melakukan genosida demi “kebaikan bersama”.

 

 

Lawang, 30 Desember 2020, terinspirasi setelah mengetahui rencana Eren untuk melakukan rumbling

Foto: Amino Apps

Sumber Artikel: Voi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.