<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>belanja Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/belanja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/belanja/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jun 2023 14:39:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>belanja Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/belanja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tabungan = Kebutuhan &#8211; Ego</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/tabungan-kebutuhan-ego/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/tabungan-kebutuhan-ego/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jun 2023 14:38:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[boros]]></category>
		<category><![CDATA[ego]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[tabungan]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6608</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis suka menonton konten-konten orang yang mengulas suatu isi buku, walaupun &#8220;efek sampingnya&#8221; adalah Penulis jadi ingin membeli buku tersebut. Beberapa YouTuber yang kerap membuat konten tersebut adalah Fellexandro Ruby dan Maudy Ayunda. Nah, ketika Maudy Ayunda membuat konten yang mengulas isi buku The Psychology of Money dari Morgan Housel, ada satu rumus yang menarik [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tabungan-kebutuhan-ego/">Tabungan = Kebutuhan &#8211; Ego</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis suka menonton konten-konten orang yang mengulas suatu isi buku, walaupun &#8220;efek sampingnya&#8221; adalah Penulis jadi ingin membeli buku tersebut. Beberapa YouTuber yang kerap membuat konten tersebut adalah Fellexandro Ruby dan Maudy Ayunda.</p>



<p>Nah, ketika Maudy Ayunda membuat konten yang mengulas isi buku <em><a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-the-psychology-of-money/">The Psychology of Money</a> </em>dari Morgan Housel, ada satu rumus yang menarik perhatian Penulis: <strong>tabungan = kebutuhan &#8211; ego</strong>.</p>



<p>Penulis merasa dirinya belakangan ini kerap kesulitan untuk mengendalikan arus pengeluaran keuangannya, terutama setelah <a href="https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/">meninggalkan Jakarta</a> dan kembali ke Malang. Menemukan rumus tersebut seolah mengingatkan Penulis untuk kembali &#8220;ke jalan yang benar&#8221;.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Tinggal di Rumah Jadi Lebih Boros?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6614" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Di Rumah Kok Jadi Lebih Boros? (<a href="https://www.pamelavcarmichael.com/5-reasons-high-income-earners-struggle-financially-and-how-you-can-change-that/">Living Success</a>)</figcaption></figure>



<p>Dulu Penulis kerap berkelakar kalau dirinya memiliki cita-cita &#8220;kerja di Malang, tapi gaji Jakarta&#8221;. Penulis tak menyangka kalau hal tersebut benar-benar terjadi karena sampai saat ini Penulis masih <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/">bekerja secara WFH</a>, bahkan telah memasuki tahun keduanya.</p>



<p>Teman-teman Penulis pun sering berkata, &#8220;Enak dong, tabungannya jadi lebih banyak karena di rumah.&#8221; Memang secara logika, hal tersebut ada benarnya. Namun, terkadang dalam hidup hal ini tidak sesuai dengan logika yang ada di kepala kita.</p>



<p>Penulis justru merasa kalau selama di Malang, <strong>dirinya menjadi lebih boros</strong> dibandingkan waktu masih merantau di Jakarta. Faktor utamanya, menurut analisis Penulis, adalah karena <strong>adanya &#8220;rasa aman&#8221;</strong> yang membuat Penulis terlena.</p>



<p>Ketika merantau, Penulis harus pintar-pintar mengatur keuangannya. Jangan sampai gaji habis sebelum tanggal gajian, karena nanti mau makan apa kalau tidak ada uang. Adanya rasa was-was ini pun membuat Penulis berhasil hidup hemat, bahkan masih memiliki tabungan.</p>



<p>Nah, saat di rumah, perasaan was-was tersebut menjadi hilang. Minimal, uang makan dan <em>laundry </em>bisa berkurang. Akibatnya, uang yang biasanya digunakan untuk kebutuhan hidup beralih fungsi menjadi keinginan yang didasarkan oleh ego.</p>



<p>Seperti kalimat yang diucapkan oleh Maudy Ayunda di atas, <strong>tabungan Penulis menjadi lebih sedikit karena ego yang dimiliki menjadi semakin tinggi</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Memangnya Egonya Seperti Apa?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2-1024x1024.jpg" alt="" class="wp-image-6613" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2-1024x1024.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2-300x300.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2-150x150.jpg 150w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2-768x768.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2-80x80.jpg 80w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/tabungan-kebutuhan-ego-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Ego Terbesar</figcaption></figure>



<p>Tentu dengan tinggal di rumah, pengeluaran yang Penulis keluarkan tidak untuk dirinya sendiri. Seperti ketika membeli makan, Penulis tidak mungkin hanya beli untuk dirinya sendiri. Ini tentu tidak Penulis permasalahkan dan menganggapnya sebagai kebutuhan.</p>



<p>Sebagaimana pepatah <em>boys always be boys</em>, Penulis pun merasa dirinya seperti itu. Ketika sudah memiliki gaji sendiri, tentu <strong>Penulis ingin membeli barang-barang yang dulunya tidak mampu dibeli karena belum punya uang</strong>, termasuk mainan.</p>



<p>Oleh karena itu sewaktu di Jakarta, Penulis membeli <em>action figure </em>Dragon Ball<em> </em>dan <em>model kit </em>Gundam. Tidak banyak, Penulis hanya memiliki <em>action figure </em>Goku dan Vegeta, serta dua <em>model kit </em>Gundam dengan tingkat HG yang relatif masih sangat terjangkau.</p>



<p>Nah, sewaktu tinggal di Malang, jumlah mainan tersebut bertambah secara signifikan. Sampai artikel ini ditulis (termasuk yang dibeli di Jakarta), Penulis telah memiliki sekitar 15 <em>action figure</em> dengan berbagai ukuran, 3 Funko Pop, dan 3 <em>model kit</em>. Bagi Penulis, ini cukup banyak.</p>



<p>Apalagi sewaktu di Malang, Penulis mulai punya hobi baru berupa <strong>koleksi <em>board game</em></strong>. Diawali dengan membeli <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-1-monopoly/">Monopoly</a>, hingga kini Penulis sudah memiliki 22 <em>board game </em>hanya dalam waktu dua tahun. Jujur saja, hobi ini cukup menguras dompet.</p>



<p>Bagi Penulis, inilah ego tertinggi dari dirinya yang menyebabkan jumlah uang yang ditabung setiap bulannya jadi berkurang. Meskipun memberikan perasaan bahagia dengan memilikinya, tak jarang penyesalan muncul karena merasa telah buang-buang uang.</p>



<p>Terkadang, Penulis berandai-andai seandainya saja uang yang digunakan untuk membeli semua barang tersebut dialihkan untuk berinvestasi saja, mungkin lebih berfaedah. Namun, nasi sudah menjadi bubur, yang lebih penting adalah bagaimana ke depannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengurangi Ego, Menambah Tabungan</h2>



<p>Memang, setiap bulannya Penulis selalu menyisihkan sebagian untuk ditabung atau diinvestasikan. Hanya saja, Penulis merasa masih bisa mengalokasikan gaji bulanannya lebih banyak lagi dari yang sudah-sudah.</p>



<p>Dengan menyadari konsep tabungan = kebutuhan &#8211; ego, tentu apa yang harus Penulis lakukan ke depannya adalah <strong>mengurangi egonya</strong>. Rasanya selama dua tahun terakhir ini, Penulis terlalu memanjakan egonya dengan berbagai dalih seperti <em>self reward</em>.</p>



<p>Apalagi, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tur-kamar-saya-sisi-selatan-dan-barat/">kamar Penulis</a> juga telah penuh dengan berbagai barang tersebut, sehingga hampir tidak tersisa ruang kosong. Perlu diingat, semenjak zaman kuliah Penulis gemar membeli buku, sehingga di kamarnya pun ada ratusan buku yang membutuhkan ruang penyimpanan.</p>



<p>Tentu sesekali membeli barang yang diinginkan (alias menuruti ego) tidak ada salahnya, yang salah adalah ketika dilakukan secara berlebihan, seperti yang telah Penulis lakukan. Semoga saja Penulis bisa mengontrol egonya lebih baik lagi, demi tabungan yang lebih gemuk.f</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 20 Juni 2023, terinspirasi setelah mendengar kalimat tersebut dari Maudy Ayunda</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://unsplash.com/@igalness">Igal Ness via Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/tabungan-kebutuhan-ego/">Tabungan = Kebutuhan &#8211; Ego</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/tabungan-kebutuhan-ego/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menahan Hasrat Belanja</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/menahan-hasrat-belanja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2019 04:34:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[belanja]]></category>
		<category><![CDATA[flash sale]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan]]></category>
		<category><![CDATA[keinginan]]></category>
		<category><![CDATA[minimalisme]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2967</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dulu, penulis adalah tipe orang yang mudah khilaf ketika melihat buku. Apalagi, jika ada acara pameran buku yang harganya murah-murah. Sebagai mahasiswa, barang murah adalah rezeki nomplok. Sekarang, penulis sudah mulai mengurangi nafsu untuk belanja walau terkadang masih suka khilaf. Tapi jumlahnya sudah benar-benar berkurang jika dibandingkan zaman-zaman kuliah. Butuh atau Ingin? Dari beberapa buku [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menahan-hasrat-belanja/">Menahan Hasrat Belanja</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu, penulis adalah tipe orang yang mudah khilaf ketika melihat buku. Apalagi, jika ada acara pameran buku yang harganya murah-murah. Sebagai mahasiswa, barang murah adalah rezeki nomplok.</p>
<p>Sekarang, penulis sudah mulai mengurangi nafsu untuk belanja walau terkadang masih suka khilaf. Tapi jumlahnya sudah benar-benar berkurang jika dibandingkan zaman-zaman kuliah.</p>
<h3>Butuh atau Ingin?</h3>
<p><div id="attachment_2968" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2968" class="size-large wp-image-2968" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/menahan-hasrat-belanja-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/menahan-hasrat-belanja-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/menahan-hasrat-belanja-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/menahan-hasrat-belanja-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/menahan-hasrat-belanja-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2968" class="wp-caption-text">Marie Kondo (<a href="https://asia.nikkei.com/Editor-s-Picks/Tea-Leaves/In-praise-of-mess-the-Marie-Kondo-syndrome-has-gone-too-far">Asia Nikkei</a>)</p></div></p>
<p>Dari beberapa <a href="https://whathefan.com/buku/filosofi-minimalisme-pada-goodbye-things/">buku seputar minimalisme</a> yang sudah penulis baca (termasuk bukunya Marie Kondo), semua mengatakan satu hal yang sama. <strong>Simpan barang-barang yang hanya dibutuhkan dan bisa menimbulkan kebahagiaan</strong>.</p>
<p>Kita harus bisa membedakan mana yang kebutuhan mana yang keinginan. Kalau memang kebutuhan (buku adalah kebutuhan penulis), ya silakan dibeli. Kalau hanya keinginan, biasanya akan jarang terpakai dan lebih sering disimpan di gudang.</p>
<p>Teori ini juga penulis terapkan ketika hendak membeli sebuah barang, termasuk buku. Penulis akan menimbang-nimbang apakah buku tersebut akan sempat penulis baca atau sekadar menjadi pajangan di rak buku.</p>
<p>Hal tersebut membuat penulis sering lama ketika berada di toko buku, meskipun sebenarnya bisa saja penulis membeli semua buku yang diinginkan. Akan tetapi, tidak semuanya penulis butuhkan.</p>
<h3>Suatu Hari Pasti Butuh</h3>
<p>Salah satu alasan mengapa kita sering menumpuk barang adalah karena membayangkan <em>suatu hari pasti butuh</em>. Dengan alasan berjaga-jaga, kita membeli beberapa barang demi stok.</p>
<p>Hal ini sebenarnya tidak masalah. Penulis pun terkadang masih melakukannya. Hanya saja, sering kali barang-barang tersebut akhirnya menumpuk dan kita lupa kalau pernah memilikinya.</p>
<p>Penulis tidak sekadar omong doang. Penulis bisa menulis seperti ini karena mengalaminya sendiri, terutama ketika sedang <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/merapikan-kamar-merapikan-diri/">beres-beres kamar</a>.</p>
<p>Banyak sekali barang-barang <em>suatu hari pasti butuh </em>yang penulis temukan di sana. Penulis pada akhirnya memutuskan untuk membuang barang-barang tersebut.</p>
<p>Kalau memang pada akhirnya penulis membutuhkannya, penulis bisa membelinya dengan harga normal yang sebenarnya tidak terlalu beda jauh selisihnya.</p>
<h3>Anti <em>Flash Sale</em>?</h3>
<p><div id="attachment_2970" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2970" class="size-large wp-image-2970" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/menahan-hasrat-belanja-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/menahan-hasrat-belanja-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/menahan-hasrat-belanja-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/menahan-hasrat-belanja-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/menahan-hasrat-belanja-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2970" class="wp-caption-text">Flash Sale (<a href="https://synergymerchants.com/the-benefits-of-flash-sales/">Synergy Merchant</a>)</p></div></p>
<p>Penulis pernah menuliskan beberapa tulisan seputar <a href="https://whathefan.com/karakter/bahaya-mager-dan-apatis/">budaya <em>mager</em></a>. Dalam hal belanja, <em>mager </em>keluar rumah justru bisa menahan kita dari hasrat belanja yang berlebihan.</p>
<p>Sayangnya, kini ada yang namnaya toko online yang membuat kita bisa belanja tanpa perlu menginjakkan kaki di mal. Apalagi, banyak sekali barang-barang lucu yang dijual murah.</p>
<p>Belum lagi sering ada <em>flash sale </em>pada tanggal-tanggal cantik, di mana kita harus rebutan dengan orang lain agar bisa mendapatkan barang bagus dan murah.</p>
<p>Kembali lagi ke poin di awal tulisan, <strong>apakah barang yang bagus dan murah selalu kita butuhkan?</strong></p>
<p>Penulis hampir tidak pernah tertarik dengan yang namanya <em>flash sale </em>yang kerap hadir di toko online. Hanya karena sedang diskon besar-besaran, bukan berarti kita membutuhkannya.</p>
<p><em>Tapi kan itu kesempatan langkah di mana kita bisa dapat barang bagus dan murah?</em></p>
<p>Bukannya penulis sombong dan tidak butuh diskon. Penulis sangat suka dengan potongan harga sehingga tak ragu untuk mengeluarkan kalkulator ketika belanja buku agar tahu berapa uang yang harus kita keluarkan.</p>
<p>Penulis selalu berusaha mencari suatu benda dengan harga termurah. Itu menjadi salah satu alasan mengapa penulis mencatat pemasukan dan pengeluaran setiap hari.</p>
<p>Kebanyakan barang-barang yang dijual di <em>flash sale </em>tidak penulis butuhkan. Kalau memang sedang membutuhkan suatu barang, pasti penulis akan mencarinya.</p>
<p>Apalagi, penulis bependapat bahwa momen seperti <em>flash sale </em>memang digunakan oleh para toko online agar kita membelanjakan uang di luar kebutuhan.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Belanja memang aktivitas yang menyenangkan dan hobi bagi banyak orang. Akan tetapi jika dilakukan secara berlebihan, tentu kurang baik juga terutama jika penghasilannya masih pas-pasan.</p>
<p>Cara menahan hasrat belanja paling mudah adalah mengklasifikasikannya sebagai kebutuhan atau keinginan. Sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu, coba bayangkan bagaimana kita akan menggunakannya.</p>
<p>Kalau memang akan digunakan dan banyak membantu kita, beli saja. Tapi jika kita kesulitan membayangkannya, kemungkinan besar itu hanya sekadar keinginan.</p>
<p>Menghindari <em>flash sale </em>juga menjadi salah satu cara agar kita tak tergoda mengeluarkan uang untuk sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.</p>
<p>Sesekali tidak apa-apa, seperti adik penulis yang berhasil mendapatkan <em>eardbuds </em>dari Xiaomi dengan harga yang sangat murah dibandingkan dengan harga aslinya.</p>
<p>Yang penting, jangan sampai kita mendahulukan keinginan kita untuk membeli sesuatu yang kurang penting, lantas menyesal di kemudian hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 3 November 2019, terinspirasi dari dirinya yang sendiri yang sudah mengurangi belanja buku</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@dylu">Jacek Dylag</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/menahan-hasrat-belanja/">Menahan Hasrat Belanja</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
