<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>berkorban Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/berkorban/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/berkorban/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Aug 2023 14:28:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>berkorban Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/berkorban/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perasaan Orang Lain Itu Ada di Luar Kendali Kita</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 14:26:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[berkorban]]></category>
		<category><![CDATA[kendali]]></category>
		<category><![CDATA[PDKT]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[stoik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6762</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika sedang merasa jatuh cinta ke orang lain, kita seolah memiliki kemampuan untuk melakukan apapun untuknya. Kita rela berkorban banyak hal, dengan harapan semua pemberian dan pengorbanan tersebut akan membuatnya mencintai kita juga. Sayangnya, dalam hidup tak semuanya selalu bisa seperti itu. Terkadang dalam hidup, kita jatuh cinta kepada seseorang yang sama sekali tidak memberikan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita/">Perasaan Orang Lain Itu Ada di Luar Kendali Kita</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika sedang merasa jatuh cinta ke orang lain, kita seolah memiliki kemampuan untuk melakukan apapun untuknya. Kita rela berkorban banyak hal, dengan harapan semua pemberian dan pengorbanan tersebut akan membuatnya mencintai kita juga.</p>



<p>Sayangnya, dalam hidup tak semuanya selalu bisa seperti itu. Terkadang dalam hidup, kita jatuh cinta kepada seseorang yang sama sekali tidak memberikan hatinya untuk kita, meskipun sudah banyak hal yang kita lakukan untuk meluluhkan hatinya.</p>



<p>Tentu rasanya menyedihkan sekaligus menyakitkan untuk mengalami hal tersebut. Rasanya tidak ada manusia yang ingin mengalami cinta bertepuk sebelah tangan. Namun, inilah hidup. Inilah kenyataan yang harus kita terima dan hadapi.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Padahal Sudah Banyak Berkorban</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="800" height="450" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita-1.jpg" alt="" class="wp-image-6764" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita-1.jpg 800w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita-1-768x432.jpg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption class="wp-element-caption">Meme Norman Osborn yang Menggambarkan Poin Ini (<a href="https://knowyourmeme.com/memes/you-know-how-much-i-sacrificed">Know Your Meme</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika kita sedang mendekati seseorang, tentu ada banyak hal yang harus dikorbankan. Mungkin uang untuk mentraktir makan atau membelikan hadiah, tenaga untuk mengantarnya ke mana-mana, pikiran untuk membantu mengerjakan pekerjaannya, dan lain sebagainya.</p>



<p>Jika pikiran kita transaksional, tentu kita berharap imbalan dari semua yang sudah dilakukan tersebut. Tentu saja yang diharapkan adalah dia mau menerima perasaan kita. Sayangnya, masalah cinta sangat berbeda dengan matematika.</p>



<p>Meskipun kita sudah melakukan banyak hal untuknya, sebenarnya sama sekali <strong>tidak ada kewajiban untuk membalas</strong> baginya, dalam bentuk apapun. Jika dia memutuskan untuk tidak membalas, ya itu keputusan mereka yang tidak bisa diganggu gugat.</p>



<p>Mungkin kadang kita akan merasa tidak terima, bahkan menganggap dia adalah orang yang tidak tahu berterima kasih dan hanya memanfaatkan kebaikan kita. Lho, ya salah sendiri, kan keputusan untuk melakukan banyak hal untuknya kan keputusan kita sendiri.</p>



<p>Apa yang kita lakukan untuknya dilakukan dengan kesadaran diri, walau kadang memang &#8220;dibodohi&#8221; oleh perasaan cinta. Cinta memang bisa membuat orang tolol luar biasa, sehingga tak heran kita jadi punya celah untuk dimanfaatkan oleh orang lain.</p>



<p>Seperti kata alm. Meggy Z melalui lagu &#8220;Takut Sengsara&#8221;, <strong>percuma saja bercinta kalau kau takut sengsara</strong>. Kalau takut cinta kita tidak berbalas meskipun sudah banyak berkorban, ya jangan jatuh cinta dulu. </p>



<p>Apalagi, kalau kita memang sayang ke orang lain, seharusnya <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-perlu-merasa-berkorban/">kita tidak merasa berkorban seperti kata Sujiwo Tejo</a>. Ketika kita sudah merasa berkorban, mungkin itu artinya kita tidak benar-benar sayang ke orang tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perasaan Orang Lain Itu Ada di Luar Kendali Kita</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pexels-rdne-stock-project-6670211-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6766" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pexels-rdne-stock-project-6670211-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pexels-rdne-stock-project-6670211-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pexels-rdne-stock-project-6670211-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/pexels-rdne-stock-project-6670211.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Harus Menyadari Perasaan Orang Lain Tidak Bisa Kita Kendalikan (<a href="https://www.pexels.com/photo/woman-looking-at-the-stressed-man-6670211/">RDNE Stock project</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebenarnya sangat manusiawi jika kita ingin perasaan kita berbalas. Bahkan, rasanya tidak ada orang yang melakukan PDKT tanpa berharap upayanya berhasil. Namun, perlu diingat kalau <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/hasil-itu-ada-di-luar-kendali-kita/"><strong>hasilnya nanti memang ada di luar kendali kita</strong></a>.</p>



<p>Hasil dari PDKT tentu saja bergantung kepada perasaan orang lain, yang tentu saja juga tidak bisa kita kendalikan. Kita bisa melakukan apapun untuk berusaha mengubah perasaan tersebut, tetapi hasil akhirnya tetap di luar kendali kita.</p>



<p>Dengan memahami hal ini, kita pun bisa <strong>meminimalisir perasaan kecewa</strong> ketika perasaan tidak berbalas. Kita jadi menyadari kalau terlepas dari semua hal yang sudah kita lakukan, orang lain berhak untuk menentukan ingin menaruh perasaannya ke siapapun.</p>



<p>Yang bisa kita lakukan adalah mengendalikan diri sendiri, menentukan ingin sampai sejauh apa melakukan sesuatu untuk orang lain yang disayang. Hanya diri kita sendiri yang mampu menentukan sampai sejauh apa batasan ketika sedang memperjuangkan orang lain. </p>



<p>Jika masih mau berjuang mati-matian meskipun sudah mendapatkan respons yang negatif, ya silakan saja. Penulis tidak punya hak untuk melarang siapapun. Hanya saja, melalui tulisan ini Penulis ingin mengingatkan kalau perasaan orang lain itu ada di luar kendali kita.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 8 Agustus 2023, terinspirasi setelah menyadari kalau perasaan orang lain itu memang ada di luar kendali kita</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/photo/woman-sitting-on-floor-3767426/">Andrea Piacquadio</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita/">Perasaan Orang Lain Itu Ada di Luar Kendali Kita</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/perasaan-orang-lain-itu-ada-di-luar-kendali-kita/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Padahal Sudah Berjuang</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/padahal-sudah-berjuang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/padahal-sudah-berjuang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2021 14:43:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[berkorban]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[merasa]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4401</guid>

					<description><![CDATA[<p>Padahal aku sudah banyak berjuang demi dirimu. Tapi kenapa seolah kau tak bisa (atau tak mau?) menghargai perjuangan tersebut? Kau seolah menutup mata atas apa banyak hal yang sudah kupersembahkan untukmu. Kau seolah menutup telinga dari suara nuranimu sendiri. Kau seolah menutup mulut untuk menahan diri agar tidak mengumpat. Setiap pagi kukirim pesan penyemangat, semoga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/padahal-sudah-berjuang/">Padahal Sudah Berjuang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Padahal aku <strong>sudah banyak berjuang</strong> demi dirimu. Tapi kenapa seolah kau tak bisa (atau tak mau?) <strong>menghargai perjuangan</strong> tersebut?</p>



<p><p>Kau seolah <strong>menutup mata</strong> atas apa banyak hal yang sudah kupersembahkan untukmu.</p></p>



<p><p>Kau seolah <strong>menutup telinga</strong> dari suara nuranimu sendiri.</p></p>



<p><p>Kau seolah <strong>menutup mulut</strong> untuk menahan diri agar tidak mengumpat.</p></p>



<p><p>Setiap pagi kukirim pesan penyemangat, <strong>semoga harimu berjalan dengan baik</strong> dan menyenangkan.</p></p>



<p><p>Setiap malam <strong>kudoakan agar mimpimu indah </strong>karena tubuhmu berhak istirahat setelah berpeluh seharian.</p></p>



<p><p>Tapi, perjuanganku jauh <strong>lebih dari sekadar ucapan manis </strong>seperti itu. </p></p>



<p><p>Bagiku, itu hanya sekadar bumbu dengan harapan bisa membuatmu merasa lebih baik. Walau kutahu, kau tak pernah membutuhkannya.</p></p>



<p><p>Selalu kuulurkan tangan ketika <strong>kau membutuhkan bantuan</strong>. Namamu selalu ada di <strong>posisi teratas dalam daftar prioritasku</strong>.</p></p>



<p><p>Namun mengapa <strong>kau selalu hilang</strong> ketika aku membutuhkan hadirmu? Ke mana perginya kau saat aku sedang kesusahan?</p></p>



<p><p>Ribuan kilo rela kutempuh. Kudaki gunung, kuturuni lembang, kuseberangi sungai, kurenangi lautan.</p></p>



<p><p>Semua akan rela kulakukan <strong>hanya demi melihat senyum manis</strong> yang menghiasi wajahmu.</p></p>



<p><p>Namun mengapa kau justru <strong>memanglingkan wajahmu</strong> seolah sedang melihat wabah yang menular?</p></p>



<p><p>Mengapa kau <strong>enggan melihat wajahku</strong> seolah aku memiliki paras yang begitu buruknya hingga membuat perutmu mual?</p></p>



<p><p>Kutuliskan puisi terindah, kunyanyikan lagu termerdu, kulukiskan keindahanmu yang paripurna.</p></p>



<p><p>Apapun kulakukan demi membuatmu merasa <strong>kau lah yang paling sempurna</strong> di muka bumi ini.</p></p>



<p>Tapi apa balasannya? Kau <strong>injak-injak harga diriku</strong> sampai tak bersisa. Sambil mengumpat <strong>kau ludahi aku</strong> tepat di wajah. <strong>Sumpah serapah begitu bising</strong> di telingaku hingga rasanya tak tahan.</p>



<p><strong>Semua perhatian kucurahkan kepadamu</strong>. Bahkan ke orangtuaku sendiri tak pernah aku sepeduli itu. Tak ada satu detik pun terlewat tanpa berhenti memikirkanmu.</p>



<p><p>Sayangnya, kau sudah muak dengan <strong>banyaknya perhatian yang kau dapatkan</strong>, perhatian dari orang-orang yang sama sekali tak menarik minatmu.</p></p>



<p><p>Kau tidak pernah memintanya, sehingga <strong>tidak pernah merasa bersalah</strong> jika tidak membalasnya.</p></p>



<p><strong>Aku sudah banyak berjuang demi dirimu, namun kau sama sekali tidak peduli.</strong></p>



<p><h3 style="text-align: center;">***</h3></p>



<p><p>Beberapa kalimat di atas merupakan gambaran tentang perasaan seseorang yang sudah <strong>merasa banyak berjuang</strong> banyak demi orang yang ia cintai.</p></p>



<p><p>Jelas ada dramatisasi agar pesannya bisa lebih sampai, tapi kurang lebih seperti itulah perasaan orang yang merasa sudah berkorban.</p></p>



<p>Penulis selalu mengingat tulisan Sujiwo Tejo di bukunya yang berjudul Talijiwo:</p>



<p><blockquote><p><em>“Aaaaaah, cinta tak perlu pengorbanan!!! Saat kau mulai merasa berkorban, saat itulah cintamu mulai pudar!!!”</em></p></blockquote></p>



<p><p>Perasaan cinta yang sejati <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-perlu-merasa-berkorban/"><strong>tidak akan pernah merasa dirinya pernah berkorban</strong></a>, seperti cinta orangtua kepada anaknya.</p></p>



<p><span style="font-size: 1.1rem;">Pada umumnya, orangtua akan tulus memberikan yang terbaik untuk anaknya tanpa berharap imbalan apa-apa. Asal anaknya bahagia, itu sudah cukup.</span> <h3 style="text-align: center;">***</h3></p>



<p>Merasa berkorban banyak demi orang yang dicintai mungkin telah dianggap hal yang manusiawi. Hanya saja, menurut Penulis, hal tersebut kurang baik bagi kedua belah pihak.</p>



<p><p>Bagi yang merasa berkorban, hal ini menunjukkan bahwa tingkat cintanya masih, maaf, <strong>ecek-ecek</strong>.</p></p>



<p><p>Tingkat cintanya masih rendah karena <strong>berharap balasan dan merasa sudah melakukan banyak hal</strong>.</p><span style="font-size: 1.1rem;">Bahkan cintanya patut untuk dipertanyakan, jangan-jangan </span><strong style="font-size: 1.1rem;">hanya nafsu atau obsesi</strong><span style="font-size: 1.1rem;"> belaka.</span></p>



<p><p>Bagi yang pihak satunya, bisa saja <strong>menimbulkan perasaan tidak enak atau bersalah</strong>.</p></p>



<p><p>Kalau mereka bisa cuek sih enak, tak peduli dengan perasaan orang lain walau akan membuat mereka dilabeli sebagai orang yang tidak berperasaan.</p></p>



<p><p>Kalau yang enggak enakan? Pasti jadi beban pikiran.</p> <h3 style="text-align: center;">***</h3></p>



<p>Cinta t<strong>ak akan pernah bisa dipaksakan</strong>. Mau ada orang yang berjuang sambil salto dan kayang, kalau tidak ada perasaan dan keinginan untuk membalas perasaan itu, ya tidak bisa walau ada yang bilang cinta datang karena terbiasa.</p>



<p><p>Bagi Penulis, <a href="https://whathefan.com/rasa/apa-itu-cinta/">tingkat cinta yang paling tinggi</a> adalah ketika <strong>kita bisa mencintai tanpa berharap apa-apa</strong>.</p></p>



<p><p>Hanya memberi, tak harap kembali, karena cinta memang tidak harus memiliki (walaupun alhamdulillah kalau sampai bisa memiliki).</p></p>



<p><p>Melihat ia bahagia, kita ikut bahagia. Melihat ia tersenyum, kita ikut tersenyum. Meskipun ia begitu karena orang lain, tidak apa-apa, tidak masalah.</p></p>



<p><p>Kita bisa menguasai diri karena tingkat cinta kita sudah level dewa. Memang utopis dan nampaknya sudah dilakukan karena kita semua hanya manusia biasa.</p></p>



<p><p>Jika pun memang tidak bisa mencapai tingkat tersebut, setidaknya <strong>janganlah merasa diri ini yang sudah paling berkorban demi dirinya</strong>.</p></p>



<p><p>Merasa seperti itu hanya akan menambah luka di dalam hati. Cukup lakukan yang terbaik dan lupakan, tak perlu diungkit-ungkit lagi di masa depan.</p></p>



<p>Kalau memang sudah memutuskan untuk jatuh cinta, <strong>bersiaplah untuk jatuhnya saja</strong> jika cintanya tak berbalas. Seperti kata Cut Pat Kai:</p>



<p><blockquote><p>Begitulah cinta, deritanya tiada pernah berakhir&#8230;<span style="font-size: 17.6px;"> </span></p></blockquote></p>



<p>&nbsp;</p>



<p>NB: Sumpah ini bukan curhatan, cuma random saja kepikiran topik ini</p>



<p>&nbsp;</p>



<p>&nbsp;</p>



<p>Lawang, 15 Februari 2020, tidak terinspirasi apa-apa, karena ingin mengisi kategori ini saja</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@priscilladupreez">Priscilla Du Preez</a></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/padahal-sudah-berjuang/">Padahal Sudah Berjuang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/padahal-sudah-berjuang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cinta Tak Perlu Merasa Berkorban</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-perlu-merasa-berkorban/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-perlu-merasa-berkorban/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2018 07:24:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[berkorban]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[pengorbanan]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Sujiwo Tedjo]]></category>
		<category><![CDATA[Talijiwo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=897</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Aaaaaah, cinta tak perlu pengorbanan!!! Saat kau mulai merasa berkorban, saat itulah cintamu mulai pudar!!!&#8221; Sepenggal kalimat dari buku Sujiwo Tedjo yang berjudul Talijiwo. Penulis menyukai kalimat tersebut dan berupaya untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan. Terdapat dua kata kunci di sini: cinta dan korban. Banyak orang ketika sedang dilanda cinta, ia akan merasa rela untuk berkorban [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-perlu-merasa-berkorban/">Cinta Tak Perlu Merasa Berkorban</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Aaaaaah, cinta tak perlu pengorbanan!!! Saat kau mulai merasa berkorban, saat itulah cintamu mulai pudar!!!&#8221;</em></p>
<p>Sepenggal kalimat dari buku Sujiwo Tedjo yang berjudul Talijiwo. Penulis menyukai kalimat tersebut dan berupaya untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan.</p>
<p>Terdapat dua kata kunci di sini: <strong>cinta</strong> dan <strong>korban</strong>. Banyak orang ketika sedang dilanda cinta, ia akan merasa rela untuk berkorban melakukan apa saja demi yang ia cintai.</p>
<p>Sebagai contoh, penulis rela berkorban tidak makan demi membeli satu box set Agatha Christie yang berharga sekitar 400 ribu. Setelah membeli, ia merasa bangga karena berhasil mengorbankan perutnya demi sesuatu yang ia cintai.</p>
<p>Contoh lainnya, seorang pria rela berkorban hujan-hujanan demi memberikan kejutan untuk pujaan hati. Saat bertengkar, ia ungkit pengorbanannya tersebut di masa lampau.</p>
<p>Nah, ini yang mbah Tedjo anggap salah, karena ketika merasa berkorban, sejatinya cinta tersebut mulai pudar, karena cinta sejati tidak akan membuat pelakunya merasa berkorban.</p>
<p>Ilustrasi dari tulisan ini adalah salah satu episode dari Dragon Ball, di mana Picollo mengorbankan dirinya untuk melindungi Gohan. Apakah setelah mati Picollo mengatakan &#8220;Ingat, aku sudah melindungimu dari kematian.&#8221;? Tidak, ia justru berterimakasih kepada Gohan. Itulah cinta, tak pernah merasa berkorban.</p>
<p>Contoh lain yang lebih nyata? Coba saja lihat orangtua kita. Ibu kita tak pernah mengharapkan timbal balik dalam bentuk apapun sebagai biaya ganti perawatan kita, baik sejak di kandungan hingga beranjak dewasa. Ayah kita tak pernah mengeluh di hadapan kita banyaknya peluh yang beliau keluarkan ketika mencari nafkah.</p>
<p>Itulah cinta sejati, ia memiliki keterikatan yang kuat dengan ketulusan. Paragraf sebelumnya hanya merupakan contoh, yang mungkin tidak semua orang mengalaminya. Tapi penulis yakin, setiap manusia akan menemukan orang yang mencintainya dengan tulus, tanpa pernah merasa telah berkorban.</p>
<p>Ketika dirimu mulai merasa berkorban dalam mencintai seseorang, tengoklah ke dalam diri. Siapa tahu, cinta tersebut telah bermetamorfosis menjadi nafsu belaka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 18 Juni 2018, terinspirasi dari buku Sujiwo Tedjo berjudul Talijiwo.</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://youtube.com">youtube.com</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-perlu-merasa-berkorban/">Cinta Tak Perlu Merasa Berkorban</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/cinta-tak-perlu-merasa-berkorban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
