<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>card drafting Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/card-drafting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/card-drafting/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Dec 2024 15:33:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>card drafting Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/card-drafting/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Board Game #28: Point City</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-28-point-city/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-28-point-city/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Dec 2024 15:23:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[card drafting]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8155</guid>

					<description><![CDATA[<p>Satu bulan setelah membeli Cascadia dan Here to Slay, akhirnya Penulis membeli satu board game lain yang waktu di Jakarta tidak sempat dibeli: Point City. Penulis membelinya di toko langganan, sekalian membeli sleeve untuk Here to Slay, pada Februari 2024. Salah satu alasan mengapa Penulis tertarik untuk membeli board game ini adalah karena temanya yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-28-point-city/">Koleksi Board Game #28: Point City</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Satu bulan setelah membeli <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-26-cascadia/">Cascadia</a> dan <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-27-here-to-slay/">Here to Slay</a>, akhirnya Penulis membeli satu <em>board game </em>lain yang waktu di Jakarta tidak sempat dibeli: <strong>Point City</strong>. Penulis membelinya di toko langganan, sekalian membeli <em>sleeve </em>untuk Here to Slay, pada Februari 2024.</p>



<p>Salah satu alasan mengapa Penulis tertarik untuk membeli <em>board game</em> ini adalah karena temanya yang mengangkat perkotaan. Ini bukan <em>board game </em>pertama yang bertema itu, karena sebelumnya Penulis sudah memiliki <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-10-machi-koro-2/">Machi Koro 2</a> dan <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-22-chinatown/">Chinatown</a>.</p>



<p><em>Board game </em>ini memiliki kemiripan dengan Machi Koro 2, di mana salah satu mekanismenya adalah <em>card drafting</em>. Bedanya, ada unsur Splendor dalam <em>board game </em>ini yang akan membantu &#8220;perekonomian&#8221; kita sepanjang permainan.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/how-to-train-your-dragon-3-the-hidden-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton How to Train Your Dragon: The Hidden World" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-how-to-train-your-dragon-the-hidden-world/">Setelah Menonton How to Train Your Dragon: The Hidden World</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game Point City</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Point City</li>



<li>Desainer: Molly Johnson, Robert Melvin, Shawn Stankewich</li>



<li>Publisher: Flatout Games</li>



<li>Tahun Rilis: 2023</li>



<li>Jumlah Pemain: 1-4 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 15-30 menit</li>



<li>Rating BGG: 7,2</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1,69/5</li>



<li>Harga: Rp425.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Point City</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="how to play Point City" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5wqMIU1lmeA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Point City memiliki objektif yang sangat sederhana, yakni pemain dengan poin tertinggi di akhir permainan akan menjadi pemenang. Poin ini bisa didapatkan dengan beberapa cara, yang akan Penulis jelaskan lebih detail di bawah.</p>



<p>Untuk memulai permainan, jejerkan 16 kartu <em>tier</em> 1 dengan formasi 4 x 4 untuk membentuk Market. Setelah itu, sisa kartu akan ditumpuk secara berurutan sesuai <em>tier</em>-nya, di mana <em>tier </em>1 paling atas dan <em>tier </em>3 paling bawah. </p>



<p>Kartu pada permainan ini memiliki dua sisi, yakni sisi <strong>Sumber Daya (<em>resource</em>)</strong> dan <strong>Bangunan (<em>building</em>)</strong>. Kartu Sumber Daya digunakan untuk bisa membeli kartu Bangunan. Beberapa kartu Bangunan bisa menghasilkan Sumber Daya secara permanen, mirip dengan Splendor.</p>



<p>Ada lima jenis Sumber Daya dalam permainan ini, yakni <strong>Energy</strong>, <strong>Industry</strong>, <strong>Economy</strong>, <strong>Community</strong>, dan <strong>Ecology</strong>. Ada juga kartu <strong>Ingenuity</strong>, yang bisa menggantikan semua jenis kartu Sumber Daya yang dibutuhkan alias menjadi kartu Joker dalam permainan ini. Kartu jenis ini bisa menjadi tambahan skor apabila masih dipegang oleh pemain di akhir permainan.</p>



<p>Di sisi lain, kartu Bangunan memiliki beberapa atribut yang dimiliki. Di bawah nama bangunan, ada <em>cost </em>atau biaya yang dibutuhkan untuk membeli kartu tersebut. Di bagian pojok atas, ada efek yang akan didapatkan pemain jika berhasil membangun kartu tersebut.</p>



<p>Ada beberapa efek yang bisa didapatkan pemain dengan membangun kartu Bangunan. Jika ada simbol Sumber Daya di bagian kiri atas, maka pemain akan mendapatkan Sumber Daya tersebut secara permanen hingga akhir permainan.</p>



<p>Di sisi lain, di bagian kanan atas, ada dua jenis efek yang bisa digunakan pemain. Jika menunjukkan angka, maka artinya bangunan tersebut akan memberi tambahan poin di akhir permainan. </p>



<p>Jika ada lambang token Civic,  artinya pemain bisa mengambil satu token Civic, yang juga bisa digunakan untuk menambah poin dengan syarat-syarat tertentu. Syaratnya sering kali berputar di seberapa banyak bangunan yang menghasilkan Sumber Daya tertentu, walau ada juga yang lain.</p>



<p>Jumlah kartu yang digunakan dalam tiap permainan akan menyesuaikan dengan jumlah pemain. Semakin sedikit pemain, semakin sedikit kartu yang digunakan. Selain itu, ambil sejumlah token Civic (sesuai dengan jumlah pemain juga) dan letakkan dekat Market.</p>



<p>Setelah itu, permainan pun bisa langsung dimulai, di mana masing-masing pemain mendapatkan &#8220;modal&#8221; berupa satu kartu Ingenuity. Apabila semua kartu di Market meruapakan kartu Sumber Daya, maka pemain memiliki opsi untuk membalik kartu Sumber Daya menjadi kartu Bangunan. </p>



<p>Setiap putaran, pemain secara bergantian akan memilih dua kartu di Market yang terletak bersebelahan, entah secara horizontal maupun vertikal. Mengambil kartu bersebelahan secara diagonal tidak diperbolehkan. </p>



<p>Ketika pemain ingin mengambil kartu Bangunan, maka ia harus membayar Sumber Daya sesuai yang tertera di bagian bawah kartu. Jika kartu tersebut memiliki simbol token Civic, pemain harus memilih salah satu token Civic yang tersedia.</p>



<p>Apabila tidak ada kartu yang ingin atau bisa diambil, pemain bisa menarik dua kartu dari <em>deck</em>. Permainan akan terus berplangsung hingga sudah tidak ada lagi kartu di <em>deck </em>untuk me-<em>refill</em> Market. Masing-masing menghitung skornya dan yang tertinggi menjadi pemenangnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Point City</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8157" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/koleksi-board-game-28-point-city-artikel-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/koleksi-board-game-28-point-city-artikel-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/koleksi-board-game-28-point-city-artikel-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/koleksi-board-game-28-point-city-artikel-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/koleksi-board-game-28-point-city-artikel.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Point City (<a href="https://boardgamegeek.com/boardgame/368017/point-city">BGG</a>)</p>
</div></div>



<p>Ada banyak hal yang Penulis sukai dari Point City. Selain tema perkotaan yang sudah disinggung di awal, Penulis menyukai <em>gameplay</em>-nya yang <strong>seimbang</strong> dan <strong>butuh sedikit keberuntungan</strong>. </p>



<p>Dengan mekanisme <em>card drafting </em>yang dimiliki, pemain diharuskan berpikir<strong> kartu mana yang paling menguntungkan untuk diambil</strong>. Pemilihan kartu ini berperan vital, karena bisa memengaruhi skor yang bisa diperoleh di akhir permainan.</p>



<p>Sama seperti Splendor, <strong>semakin lama permainan, maka <em>cost</em> kartu semakin tinggi</strong>. Nah, ada beberapa kartu yang akan bisa menghasilkan sumber daya secara permanen, yang akan sangat membantu kita membeli kartu-kartu yang tersedia.</p>



<p>Penulis juga menyukai <strong>desain minimalis </strong>yang dimiliki oleh Point City di setiap kartu bangunannya. Memang pemain akan jarang melihat bangunan apa yang mereka beli, karena lebih fokus dengan efeknya, tapi tetap saja sentuhan ini harus diapresiasi.</p>



<p>Memang Point City <strong>tidak terlalu kompetitif karena kurangnya unsur <em>senggol-senggolan</em></strong>. Pemain akan lebih fokus untuk membangun &#8220;kotanya&#8221; sendiri. Namun, Penulis pribadi memang tidak menjadikan hal tersebut sebagai faktor utama dalam membeli <em>board game</em>. </p>



<p>Jeleknya, <em>board game </em>ini akan terasa cukup membosankan bagi pemain lain. Meskipun tingkat <em>replaybility</em>-nya tinggi karena setiap kartu unik, <em>turn-based </em>yang dimiliki harus diakui memang cukup monoton. </p>



<p>Point City bisa dianggap sebagai <em>board game </em>bergenre <em>card drafting </em>yang sederhana dan mudah dipahami. Tak butuh lama untuk menjelaskan cara bermainnya ke orang lain, sehingga cocok untuk dimainkan bersama keluarga.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 8/10</mark></p>
</blockquote>



<p>Setelah membeli Point City, intensitas membeli <em>board game </em>Penulis menurun drastis. Meskipun masih banyak yang diincar, entah mengapa Penulis jadi lebih sering mengerem dan menahan diri. Masih beli, tapi jarak waktunya semakin panjang.</p>



<p>Hingga artikel ini ditulis, hanya tersisa dua <em>board game </em>lagi yang belum diulas. <em>Board game </em>selanjutnya yang Penulis miliki adalah <strong>UNO! Blokus</strong>, yang menjadi <em>board game </em>pertama Penulis yang beli di Kidz Station.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 5 Desember 2024, terinspirasi setelah ingin melanjutnkan seri <em>board game</em> ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-28-point-city/">Koleksi Board Game #28: Point City</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-28-point-city/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game #23: Trekking Through History</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 06:30:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[card drafting]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7800</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejarah adalah salah satu topik yang Penulis gemari hingga saat ini. Oleh karena itu, jika ada board game bertemakan sejarah, tentu Penulis tertarik. Itulah mengapa akhirnya Penulis memutuskan untuk membeli Trekking Through History. Penulis membeli board game ini di toko langganannya dengan harga Rp800 ribu. Menariknya, saat artikel ini ditulis, harganya sudah naik menjadi Rp875 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/">Koleksi Board Game #23: Trekking Through History</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-belajar-sejarah/">Sejarah adalah salah satu topik yang Penulis gemari</a> hingga saat ini. Oleh karena itu, jika ada <em>board game</em> bertemakan sejarah, tentu Penulis tertarik. Itulah mengapa akhirnya Penulis memutuskan untuk membeli <strong>Trekking Through History</strong>.</p>



<p>Penulis membeli <em>board game </em>ini di toko langganannya dengan harga Rp800 ribu. Menariknya, saat artikel ini ditulis, harganya sudah naik menjadi Rp875 ribu. Bahkan di toko lain di <em>marketplace</em>, harganya sudah di atas satu juta. <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/">Jadi investasi</a>, ya?</p>



<p>Tidak hanya secara tema yang menarik, Penulis juga akan menjelaskan mengenai <em>gameplay </em>dan hal-hal lain yang membuat Trekking Through History masuk ke dalam salah satu <em>board game </em>favoritnya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/maxresdefault-3-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/maxresdefault-3-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/maxresdefault-3-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/maxresdefault-3-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/maxresdefault-3.jpg 1280w " alt="Ke Huy Quan dan Kisah Luar Biasa yang Dimilikinya" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ke-huy-quan-dan-kisah-luar-biasa-yang-dimilikinya/">Ke Huy Quan dan Kisah Luar Biasa yang Dimilikinya</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game Trekking Through History</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Trekking Through History</li>



<li>Desainer: Charlie Bink</li>



<li>Publisher: Underdog Games</li>



<li>Tahun Rilis: 2022</li>



<li>Jumlah Pemain: 2-4 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 30-60 menit</li>



<li>Rating BGG: 7,6</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1.73/5</li>



<li>Harga: Rp800.000 (Sekarang Rp875.000)</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Trekking Through History</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Trekking Through History Review: Time Warp Again?" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/BmZdIk5UgmU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Konsep utama dari Trekking Through History adalah <strong>perjalanan waktu</strong>, di mana kita sebagai pemain akan berperan sebagai penjelajah waktu yang akan mengunjungi momen-momen penting di masa lalu. Ceritanya, kita memiliki tiga hari untuk melakukan perjalanan tersebut.</p>



<p>Untuk objektifnya sendiri, pemain dengan poin tertinggi di akhir permainan akan menjadi pemenangnya. Cara untuk mendapatkan poin ini ada banyak, yang akan Penulis jelaskan lebih detail di bawah ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Setup Trekking Through History</h3>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history1-1.jpg" alt="" class="wp-image-7804" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history1-1.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history1-1-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history1-1-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Cara Setup Trekking Through History (<a href="https://www.thefamilygamers.com/trekking-through-history/">The Family Gamers</a>)</figcaption></figure>



<p><em>Setup </em>permainan ini cukup banyak, karena komponen yang dimiliki memang cukup banyak. Pertama, letakkan mat yang panjang di tengah arena. Lalu, letakkan <strong>History Cards </strong>dengan tanda romawi I (Day 1) di atas <em>mat</em>, jangan lupa jejerkan lima kartu teratas di tempat yang telah tersedia. </p>



<p>Kartu History Cards memiliki beberapa detail. Pertama adalah <strong>Hour Cost </strong>untuk mengetahui berapa <em>cost </em>untuk mendapatkan kartu tersebut. Setiap pemain memiliki jatah 12 jam per hari, dan pemain yang kehabisan jatah tidak akan bisa melakukan apapun lagi di hari tersebut.</p>



<p>Lalu, ada juga Benefits yang menandakan <strong>Experiece Token</strong> apa saja yang akan didapatkan pemain jika mengambil kartu tersebut. Yang tak kalah penting adalah <strong>Year </strong>yang menandakan kapan event pada History Card terjadi. Selain itu adalah info-info seputar peristiwa sejarah yang terjadi pada kartu tersebut.</p>



<p>Selain itu, ada juga <strong>Ancestor Cards</strong> yang diletakkan di atas <em>deck </em>kartu Event dengan jumlah yang menyesuaikan jumlah pemain. Ancestor Cards ini bersifat sebagai kartu Joker yang bisa diletakkan di mana saja. Selain itu, letakkan <strong>Point Tracker </strong>di dekat tumpukan Ancestor Cards.</p>



<p>Setelah itu, masing-masing pemain akan mendapatkan empat <strong>Itineraries </strong>yang digunakan untuk meletakkan Experience Token, di man tiap putaran bebas memilih akan mengunakan Iterneraries yang mana. </p>



<p>Ada empat  Experiece Token di sini, yakni <strong>Person </strong>(berlambang kepala), <strong>Event </strong>(berlambang kertas), <strong>Innovation </strong>(berlambang lampu), dan <strong>Progress </strong>(berlambang batang tumbuhan). Ada juga <strong>Wild Experience </strong>(berlambang W) yang bisa diletakkan di mana saja.</p>



<p>Selanjutnya, pemain juga akan mendapatkan <strong>Crystal Tank</strong> untuk menampung <strong>Time Crystal </strong>yang digunakan untuk mengurangi konsumsi waktu ketika mengambil kartu. Penulis akan jelaskan apa itu maksudnya sebentar lagi.</p>



<p>Terakhir, letakkan <strong>Clock </strong>yang sangat besar di dekat <em>mat </em>permainan. Setelah itu. letakkan <strong>Pocket Watch </strong>masing-masing pemain mulai dari angka 12. Kedua komponen ini digunakan untuk <em>tracking</em> seberapa banyak jatah yang telah kita gunakan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Urutan Bermain Trekking Through History</h3>



<p>Setelah <em>setup </em>selesai, pemain secara bergantian akan memilih kartu yang tersedia di <em>mat</em>. Saat memilih kartu, pemain harus membayar <em>cost </em>berupa waktu yang ditandai dengan menggerakkan Pocket Watch di Clock. Konsumsi waktu ini bisa dikurangi dengan menggunakan Time Crystal.</p>



<p>Setelah itu, pemain bisa mengambil Experience Token sesuai dengan yang terdapat di kartu dan lambang Experience Token di <em>mat</em>. Letakkan token-token tersebut di Itineraries dan targetkan untuk memenuhinya agar mendapatkan tambahan poin atau token.</p>



<p>Kartu yang telah diambil bisa kamu susun dalam Trek. Ingat dalam meletakkan kartu di Trek, waktunya harus berurutan dari yang terlama hingga yang terbaru. Jika tidak bisa melakukannya, pemain akan menutup Trek tersebut dan membuat Trek baru. </p>



<p>Jika sudah, maka geser History Card di <em>mat </em>hingga terpenuhi. Proses ini akan terus berulang hingga semua pemain menghabiskan semua jatah waktunya. Setelah itu, pemain akan memasuki Day 2 dan mengulangi proses yang sama. Begitu pula ketika memasuki Day 3.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Menghitung Poin di Trekking Through History</h3>



<p>Menghitung poin dilakukan setiap akhir ronde dengan menggerakkan Point Tracker di <em>mat</em>. Dalam setiap ronde, pemain bisa menghitung jumlah poin yang berhasil didapatkan melalui Itenarries-nya. Jangan lupa untuk mengembalikan token yang didapatkan di ronde tersebut.</p>



<p>Sebagai tambahan, di setiap akhir ronde, pemain yang berhasil berhenti tepat di angka 12 akan mendapatkan tiga tambahan poin. Pemain bisa melebihi angka 12, tapi tidak akan mendapatkan tiga tambahan poin.</p>



<p>Di akhir permainan atau setelah tiga ronde, pemain akan menghitung jumlah kartu di setiap Trek yang berhasil dibentuk. Semakin panjang Trek-nya, semakin besar pula poin yang akan didapatkan. Selain itu, Time Crystal yang tidak digunakan juga menambah poin akhir.</p>



<p>Setelah itu, jumlahkan semua poin yang berhasil didapatkan.<strong> Pemain dengan poin tertinggi akan menjadi pemenangnya</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Trekking Through History</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="642" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2-1024x642.jpg" alt="" class="wp-image-7805" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2-1024x642.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2-300x188.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2-768x482.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2.jpg 1070w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gambaran Ketika Sudah Bermain Beberapa Ronde (<a href="https://unfilteredgamer.com/review-trekking-through-history/">Unfiltered Gamer</a>)</figcaption></figure>



<p>Saat membeli <em>board game </em>ini, Penulis sudah menyadari kalau Trekking Through History tidak akan populer di <em>circle </em>Penulis. Selain cukup mikir karena butuh strategi, <strong>tidak ada unsur senggol-senggolan</strong> selain berebut kartu yang ada di <em>mat</em>.</p>



<p>Walau begitu, Penulis tetap memutuskan untuk membelinya karena menyukai tema sejarahnya. Apalagi, <em>board game </em>dengan tipe seperti ini disukai oleh adik Penulis, sehingga setidaknya Penulis masih memiliki teman bermain. Mirisnya, Penulis hampir selalu kalah dan hanya satu kali menang.</p>



<p>Meskipun bisa dimainkan hingga empat orang, <strong><em>board game </em>ini menurut Penulis cocok-cocok saja untuk dimainkan berdua</strong>. Memang, mayoritas <em>drafting board game</em> seru-seru saja walau hanya dimainkan berdua.</p>



<p>Pemilihan History Card-nya, walau terkesan sepele, ternyata <strong>membutuhkan strategi yang jitu agar efektif dan efisien </strong>karena adanya jatah 12 jam per hari. Tidak hanya itu, kita juga diharuskan mengumpulkan token yang tepat untuk memenuhi Ittenaries kita.</p>



<p>Alhasil, dalam setiap putaran, waktu yang dibutuhkan bisa cukup lama karena pemain membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan kartu mana yang paling menguntungkan dengan <em>cost </em>yang serendah mungkin. </p>



<p>Untungnya, sambil menunggu giliran lawan, kita <strong>bisa membaca informasi menarik seputar sejarah</strong> yang ada di belakang kartu. Informasi yang diberikan ringkas dan padat, tapi cukup <em>insightful </em>bagi orang-orang yang suka sejarah seperti Penulis. </p>



<p>Dengan banyaknya History Card yang ada, <em>replaybility</em>-nya terbilang cukup tinggi. Sayangnya, walau setiap <em>game </em>pasti berbeda, ada <strong>perasaan membosankan jika terus memainkannya</strong> karena <em>gameplay</em>-nya memang cukup monoton.</p>



<p>Salah satu poin yang perlu Penulis sorot adalah komponennya. Gila, selain Wingspan, <em>board game </em>ini memiliki <strong>kualitas komponen yang luar biasa</strong>. Mulai dari<em> mat</em>, token, kartu, dan lainnya benar-benar berkualitas ciamik, sehingga wajar jika harganya semakin mahal.</p>



<p>Saat mencari informasi di internet, ternyata salah satu alasan mengapa harganya menjadi lebih mahal karena sekarang yang beredar di pasaran adalah <em>second edition-</em>nya. Tidak banyak perbedaan, hanya di mode yang terbaru memungkinkan pemain untuk bermain sendirian.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 8/10</mark></p>
</blockquote>



<p>Board game selanjutnya yang akan Penulis bahas sebenarnya merupakan versi lain dari board game yang sudah Penulis miliki. Ini adalah pertama kalinya Penulis melakukan hal tersebut, karena Penulis biasanya memprioritaskan<em> board game </em>yang benar-benar baru.</p>



<p>Board game tersebut adalah <strong>Saboteur: The Dark Cave</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 9 September 2024, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri artikel <em>board game </em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/">Koleksi Board Game #23: Trekking Through History</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game #21: Century: Spice Road</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-21-century-spice-road/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-21-century-spice-road/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jul 2024 15:03:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[card drafting]]></category>
		<category><![CDATA[Century]]></category>
		<category><![CDATA[resource management]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7632</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu cara yang membuat mengetahui board game baru adalah dengan mampir ke board game cafe. Apalagi, di sana selalu ada game master yang akan membantu kita memahami bagaimana cara bermain. Kalau Penulis suka, biasanya lantas akan membelinya. Hal tersebut sudah terjadi beberapa kali, seperti 7 Wonders, King of the New York, hingga Survive. Kebetulan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-21-century-spice-road/">Koleksi Board Game #21: Century: Spice Road</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salah satu cara yang membuat mengetahui <em>board game </em>baru adalah dengan mampir ke <em>board game cafe</em>. Apalagi, di sana selalu ada <em>game master </em>yang akan membantu kita memahami bagaimana cara bermain. Kalau Penulis suka, biasanya lantas akan membelinya.</p>



<p>Hal tersebut sudah terjadi beberapa kali, seperti <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-5-7-wonders-1st-edition/">7 Wonders</a>, <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-6-king-of-new-york/">King of the New York</a>, hingga <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-7-survive-escape-from-atlantis/">Survive</a>. Kebetulan, ketiganya Penulis beli dalam keadaan <em>second</em> di <em>board game cafe </em>tempat Penulis sering bermain di Surabaya, yaitu <strong>Nexus Tabletop Surabaya</strong>.</p>



<p>Oleh karena itu, ketika mengetahui kalau ada <em>board game cafe </em>di Malang, Penulis memutuskan untuk mencoba bermain di sana bersama teman-teman kuliahnya. <em>Board game cafe </em>tersebut bernama <strong>HD&#8217;R Comic Cafe</strong>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/bill-gates-dan-sumpah-pemuda-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/bill-gates-dan-sumpah-pemuda-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/bill-gates-dan-sumpah-pemuda-banner-768x385.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/bill-gates-dan-sumpah-pemuda-banner-1024x513.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/bill-gates-dan-sumpah-pemuda-banner-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/bill-gates-dan-sumpah-pemuda-banner.jpg 1280w " alt="Bill Gates dan Sumpah Pemuda" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bill-gates-dan-sumpah-pemuda/">Bill Gates dan Sumpah Pemuda</a></div></div></div><p></p>


<p>Awalnya Penulis merasa &#8220;aneh&#8221; karena di sana sistemnya bayar per <em>board game</em>. Di tiga <em>board game cafe </em>di Surabaya yang pernah Penulis datangi, sistemnya adalah bayar sekali untuk bermain sepuasnya dan sebanyak apapun <em>board game</em>-nya.</p>



<p>Untungnya, dua <em>board game </em>yang direkomendasikan oleh <em>game master</em>-nya ternyata cocok dengan Penulis dan teman-temannya. Pada akhirnya, Penulis memutuskan untuk membeli keduanya. <em>Board game </em>yang pertama adalah <strong>Century: Spice Road</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game Century: Spice Road</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Century: Spice Road</li>



<li>Desainer: Emerson Matsuuchi</li>



<li>Publisher: Plan B Games</li>



<li>Tahun Rilis: 2017</li>



<li>Jumlah Pemain: 2-5 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 30–45 menit</li>



<li>Rating BGG: 7,3</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1.80/5</li>



<li>Harga: Rp620.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Century: Spice Road</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Review Board Game Century Spice Road" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/JQhzAdCyr8M?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Di awal permainan, jejerkan kartu Poin (berwarna oranye) sebanyak lima kartu dan kartu Merchant (berwarna ungu) sebanyak enam kartu. Lalu, letakkan tumpukan koin emas di kartu Poin paling kiri dan koin perak di kartu Poin kedua dari kiri.</p>



<p>Lalu, bagikan Caravan ke masing-masing pemain yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan <em>resource</em> (maksimal 10 <em>resource</em>). Masing-masing pemain juga akan mendapatkan dua kartu <em>starter </em>dan beberapa <em>resource</em>. </p>



<p>Ada empat jenis <em>resource </em>di sini, diurutkan dari yang paling tidak berharga hingga paling berharga adalah <strong>Turmeric (Kuning)</strong>, <strong>Safron (Merah)</strong>, <strong>Cardamom (Hijau)</strong>, dan <strong>Cinnamon (Cokelat)</strong>.</p>



<p>Kartu Merchant di permainan ini secara garis besar memiliki tiga fungsi, yakni<strong> mengambil <em>resource</em></strong> (memiliki ikon kotak berwarna saja), <strong>menukar <em>resource</em> </strong>(memiliki ikon kotak berwarna dan tanda panah ke bawah), dan <strong><em>upgrade resource</em> </strong>(memiliki ikon kota abu-abu dan arah panah ke atas).</p>



<p>Misal ada kartu bergambar satu kotak hijau, maka pemain akan mendapatkan <em>resource </em>Cardanom (Hijau). Misal ada kartu bergambar dua kota kuning dan panah bawak ke dua kotak merah, maka dua <em>resource </em>Turmeric (Kuning) kita bisa ditukar dengan duka <em>resource</em> Safron (Merah).</p>



<p>Untuk kartu <em>upgrade resource</em>, kartu ini bisa digunakan untuk <em>resource </em>apa saja. Misal, jika kartu kita bergambar dua kota abu-abu, maka kita bisa memilih untuk melakukan <em>upgrade </em>secara bebas, sesuai dengan urutan yang telah tertera di atas. Jika yang di-<em>upgrade</em> dua Cardamom (Hijau), maka kita akan mendapatkan dua Cinnamon (Cokelat).</p>



<p>Setiap putaran, masing-masing pemain harus melakukan satu dari empat aksi yang bisa dilakukan, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Play</strong>: Memainkan kartu dari tangan</li>



<li><strong>Acquire</strong>: Mengambil kartu Merchant</li>



<li><strong>Rest</strong>: Mengambil semua kartu yang telah dimainkan</li>



<li><strong>Clain</strong>: Mengklaim kartu Poin</li>
</ul>



<p>Syarat untuk bisa mengklaim kartu Poin tertera di masing-masing kartu. Permainan akan segera berakhir jika ada salah satu pemain yang telah memiliki lima kartu Poin. Giliran akan dilanjutkan hingga pemain terakhir sebelum menghitung skor. </p>



<p>Selain angka di kartu Poin, hitung juga poin koin emas (3 poin), koin perak (1 poin), dan <em>resource </em>selain Turmeric (Kuning) yang dihitung satu poin setiap <em>resource</em>-nya. Pemain dengan jumlah poin tertinggi akan menjadi pemenangnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Century: Spice Road</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/koleksi-board-game-21-century-spice-road-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7633" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/koleksi-board-game-21-century-spice-road-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/koleksi-board-game-21-century-spice-road-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/koleksi-board-game-21-century-spice-road-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/koleksi-board-game-21-century-spice-road-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Century: Spice Road (<a href="https://arstechnica.com/gaming/2017/12/ars-technicas-ultimate-board-game-buyers-guide/3/">Ars Technica</a>)</figcaption></figure>



<p>Sewaktu akan membeli <em>board game </em>ini, Penulis sempat merasa dilema antara memilih versi Spice Road atau Golem Edition yang secara tema berbeda, tapi secara <em>gameplay </em>sama persis. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Penulis memutuskan untuk memilih Spice Road.</p>



<p>Century: Spice Road merupakan salah satu <em>board game </em>favorit Penulis karena sebenarnya <em>gameplay</em>-nya sederhana, tapi <strong>untuk bisa menguasainya membutukan strategi yang matang</strong>. Kita tidak bisa asal memilih kartu begitu saja.</p>



<p>Secara konsep, Century: Spice Road memiliki <strong><em>gameplay </em>yang mirip dengan Splendor</strong>, di mana para pemain mengumpulkan <em>item </em>tertentu dengan tujuan untuk mengumpulkan <em>resource </em>yang dibutuhkan untuk mendapatkan poin kemenangan.</p>



<p>Jika di Splendor kita bisa memilih koin untuk membeli kartu permata, maka di Century: Spice Road kita bisa memilih kartu yang mayoritas fungsinya adalah untuk mendapatkan <em>resource</em>. Secara strategi, Century: Spice road lebih <em>advance </em>dibandingkan Splendor.</p>



<p>Di Splendor, semakin banyak kita memiliki kartu permata, maka semakin murah pula biaya yang dikeluarkan untuk membeli kartu yang lebih mahal. Di Century: Spice Road, tidak sesederhana itu, tapi <strong>semakin bagus kartu tangan kita, semakin mudah mendapatkan <em>resource </em>yang berharga</strong>.</p>



<p>Cara menangnya pun mirip, di mana permainan berakhir jika ada pemain yang mencapai target. Jika di Splendor targetnya adalah 15 poin, maka di Century targetnya adalah memiliki lima kartu Poin.</p>



<p>Meskipun terlihat sederhana, Century: Spice Road sebenarnya menuntut kita untuk berpikir keras agar menemukan cara paling efisien dan efektif untuk mendapatkan <em>resource</em>. Apalagi, kartu Poin yang kita incar bisa saja diincar oleh pemain lain.</p>



<p>Untuk <strong>bahan komponennya sendiri bisa dibilang sangat solid</strong>, mulai dari kualitas kartunya, koin yang bukan dari kertas seperti 7 Wonders atau plastik ringan seperti <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-10-machi-koro-2/">Machi Koro 2</a>, kotak-kotak kecil yang menjadi <em>resource</em>, hingga empat mangkok sebagai wadah <em>resource.</em></p>



<p>Century: Spice Road sebenarnya adalah bagian pertama dari trilogi Century. <em>Board game </em>lainnya adalah Century: Eastern Wonders dan Century: A New World. Ketiganya bisa dijadikan menjadi satu <em>board game</em>, tapi hingga saat ini Penulis belum terpikir untuk membelinya.</p>



<p>Jika disuruh menyebutkan kekurangannya, mungkin<strong> ilustrasi kartunya yang repetitif</strong>. Seandainya tiap kartu memilki gambar yang unik, rasanya <em>board game </em>ini akan terlihat lebih menarik. Dari sisi <em>gameplay</em>, Penulis tidak memiliki komplain sama sekali.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 9/10</mark></p>
</blockquote>



<p>Di atas Penulis telah menyebutkan kalau ada dua <em>board game </em>yang Penulis mainkan bersama teman-temannya di HD&#8217;R Comic Cafe. Selain Century: Spice Road, <em>board game </em>satunya merupakan <em>board game </em>paling bacot yang pernah Penulis mainkan: <strong>Chinatown</strong>!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 9 Juli 2024, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri <em>board game </em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-21-century-spice-road/">Koleksi Board Game #21: Century: Spice Road</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-21-century-spice-road/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
