Connect with us

Permainan

Koleksi Board Game #10: Machi Koro 2

Published

on

Di masa-masa awal menggeluti hobi board game, Catan menjadi patokan utama dalam menentukan board game seperti apa yang disukai oleh circle Penulis. Jika level keseruannya di bawah Catan, maka alamat board game tersebut akan lama menganggur.

Ada dua elemen utama yang dimiliki oleh Catan yang membuatnya menarik, yakni adanya pengumpulan resource dan pengocokan dadu untuk menentukan resource yang didapatkan. Oleh karena itu, Penulis pun mencari board game lain yang memiliki kedua elemen tersebut.

Setelah melakukan riset, Penulis akhirnya menemukan sebuah board game bernama Machi Koro 2. Meskipun tidak memiliki papan seperti Catan, ternyata mekanisme bermainnya memang cukup mirip, sehingga membuatnya cukup seru untuk dimainkan.

Detail Board Game

  • Judul: Machi Koro 2
  • Desainer: Masao Suganuma
  • Publisher: Pandasaurus Games
  • Tahun Rilis: 2021
  • Jumlah Pemain: 2- 5 pemain
  • Waktu Bermain: 45 menit
  • Rating BGG: 7.2
  • Tingkat Kesulitan: 1.43/5

Cara Bermain Machi Koro 2

Machi Koro 2 memiliki komponen yang sejatinya tidak terlalu banyak. Ada setumpuk kartu yang terbagi menjadi tiga, yakni Establishment 1-6, Establishment 7-12, dan Landmark. Ada juga dua buah dadu yang ukurannya cukup jumbo, serta sejumlah koin bernilai 1, 5, dan 10.

Establishment digunakan untuk mendapatkan resource berupa uang untuk membeli Landmark, yang harganya memang lumayan. Untuk bisa memenangkan permainan, pemain harus bisa membeli tiga Landmark terlebih dahulu.

Ada empat jenis kartu Establishment di Machi Koro 2, yakni Kartu Biru (Primary Industries), Kartu Hijau (Secondary Industries), Kartu Merah (Restaurants), dan Kartu Ungu (Major Establishments). Semuanya akan membantu kita mendapatkan uang.

Kartu Biru akan aktif kapan pun, selama angka dadunya keluar (mirip Catan). Kartu Hijau dan Kartu Ungu hanya aktif jika angka dadunya keluar di giliran kita. Angka merah hanya aktif jika angka dadunya keluar di giliran lawan, yang efeknya adalah mencuri uang lawan.

Semua kartu memiliki elemen yang sama, yakni angka dadu di bagian atas dan harga kartu yang ada di bagian kiri agak bawah. Setiap putaran, pemain bisa membeli 1 kartu selama memiliki uang yang cukup.

Untuk setup, jejerkan ketiga deck secara vertikal, lalu bentuk baris yang terdiri dari lima kartu. Tumpuk kartu yang sudah muncul, sehingga lima kartu yang ada di arena akan menjadi berbeda-beda. Setelah itu, bagikan masing-masing 5 koin untuk modal awal bermain.

Machi Koro 2 memiliki “mode pemanasan”, di mana pemain bisa memilih untuk membeli kartu Establishment dalam 3 putaran dengan modal 5 koin yang telah diberikan. Artinya, pemain bisa membeli kartu hingga 3 kartu, tergantung harga kartu yang tertera.

Setelah itu, barulah permainan benar-benar dimulai. Pemain bisa memilih untuk mengocok 1 dadu saja atau 2 dadu sekaligus. Setiap putaran pemain secara bergantian akan mengocok dadu dan mengaktifkan kekuatan kartunya jika persyaratannya terpenuhi.

Kartu-kartu Establishment memiliki urutan untuk aktif. Kartu merah akan aktif terlebih dahulu, baru disusul kartu Biru, Hijau, Ungu, baru kartu Landmark yang masing-masing memiliki efek unik yang bisa menguntungkan diri sendiri atau juga orang lain.

Setelah Bermain Machi Koro 2

Machi Koro 2 (What’s Eric Playing)

Machi Koro 2 memang memiliki dua elemen penting yang membuat Catan menjadi begitu menarik. Namun, hal tersebut tak serta merta membuat board game ini menjadi versi yang lebih baik dari Catan.

Pertama, Machi Koro 2 cukup terkesan repetitif meskipun sangat mengandalkan dadu. Mungkin hal ini disebabkan oleh kurang bervariasinya efek kartu yang dimiliki, walaupun itu mungkin dilakukan untuk menjaga kesederhanaan peraturan board game ini.

Kedua, meskipun cukup bisa senggol-senggolan, Machi Koro 2 tidak bisa membuat kita menarget seseorang seperti di Catan. Alhasil, jika ada seseorang yang terlihat akan menang, tidak banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyabotasenya.

Terlepas dari kekurangannya, Machi Koro 2 tetap menjadi board game yang cukup menyenangkan dan sering dimainkan oleh circle Penulis. Pemilihan strategi dan mengamati “META” angka dadu yang sering keluar menjadi beberapa alasannya.

Kartu Merah seperti Hamburger Stand (8) dan Family Restaurant (9 10) berhasil menjadi yang sering ditakuti karena hampir semua pemain memiliki kartu ini. Alhasil, uang yang susah-payah dikumpulkan pun harus dibagikan ke pemain lain yang memiliki kartu tersebut.

Sepengalaman Penulis bermain, kartu yang kerap menjadi favorit adalah Stadium (7), yang efeknya adalah mengambil 3 koin dari masing-masing pemain. Kartu Mine (11 12) juga lumayan disukai karena bisa langsung memberikan 6 koin jika angka dadunya keluar.

Kartu hijaulah yang paling dihindari oleh pemain karena efeknya yang hanya aktif di giliran kita. Apalagi, ada kartu kombo yang akan aktif jika memiliki kartu dengan simbol tertentu, yang pada prakteknya cukup sulit untuk dilakukan.

***

Saat membeli Machi Koro 2, ada satu board game lagi yang Penulis beli secara bersamaan. Ketika menonton video playthrough-nya, board game ini bukan hanya senggol-senggolan, tapi juga “bacok-bacokan” karena kita bisa menyerang pemain lain secara langsung.

Apalagi, board game ini juga menjadi bagian dari Dungeon & Dragons yang sangat terkenal. Board game tersebut adalah Dungeon Mayhem, sebuah board game battle royale di mana pemain yang bisa bertahan terakhir adalah pemenangnya!


Lawang, 22 Juli 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game ini

Permainan

Koleksi Board Game #14: Kakartu Se-kata

Published

on

By

Sampai koleksi board game yang ke-13 (Coup), semua merupakan produksi luar semua. Padahal, di Indonesia sendiri sudah banyak board game lokal yang sebenarnya tidak kalah menarik untuk dimainkan bersama-sama.

Penulis pernah memainkan beberapa yang kebetulan Pandu punya, seperti Waroeng Wars dan Laga Jakarta. Namun, bukan board game lokal tersebut yang Penulis miliki duluan, melainkan Sekata yang relatif lebih baru.

Dengan harga yang sangat ekonomis, board game ini cukup menantang pemain dalam jumlah kosa kata yang dimilikinya. Lantas, apakah board game ini bisa membantah kalau bahasa Indonesia itu miskin kosa kata?

Detail Board Game

  • Judul: Kakartu Se-kata
  • Desainer: Abraham Putra
  • Publisher: Ennoia Games
  • Tahun Rilis: 2021
  • Jumlah Pemain: 3-10 pemain
  • Waktu Bermain: 5-15 menit
  • Rating BGG: –
  • Tingkat Kesulitan: –
  • Harga: Rp100.000

Cara Bermain Kakartu Se-kata

Dilihat dari kotaknya yang mungil, bisa ditebak kalau komponen yang dimiliki oleh Sekata sangat sederhana karena memang hanya terdiri dari kartu-kartu. Ada 102 kartu berwarna merah muda, 13 kartu berwarna kuning, 10 kartu berwarna hijau, dan 3 kartu kosong.

Setiap kartu yang berwarna merah muda berisi satu suku kata (bisa vokal saja, bisa gabungan konsonan dan vokal) seperti Ka dan Ta. Untuk kartu kuning/hijau, yang merupakan kartu bantu, seringnya berisi satu konsonan yang bisa digunakan oleh semua pemain.

Di awal permainan, masing-masing akan mendapatkan 10 kartu berwarna merah muda secara acak. Lalu, jejerkan tiga kartu kuning di tengah arena. Kartu kuning ini bisa digunakan oleh semua pemain kapan saja ketika mereka membutuhkan bantuan huruf yang tertera di sana.

Untuk kartu hijau sendiri sebenarnya memiliki efek yang sama dengan kartu kuning. Bedanya, kartu hijau dipegang oleh masing-masing pemain. Jujur, Penulis baru menyadari aturan ini ketika menulis artikel ini. Sebelumnya, Penulis mencampurnya dengan kartu kuning.

Permainan akan dimulai ketika satu kartu merah muda dari deck akan muncul ke arena. Pemain harus bisa membuat kata menggunakan kartu yang ada di tangannya (boleh di depan ataupun di belakang) dan boleh menggunakan bantuan kartu kuning jika diperlukan.

Nah, kartu yang diturunkan oleh pemain tersebut akan menjadi suku kata selanjutnya dalam permainan. Jika tidak ada pemain yang bisa membuat kata, maka boleh mengeluarkan satu kartu dari deck.

Secara aturan resmi, sebenarnya pemain yang sudah berhasil menyusun kata tidak boleh mengeluarkan kartu lagi hingga ada pemain lain yang berhasil menyusun kata. Namun, aturan ini sebenarnya fleksibel saja, jadi kalau mau cepat-cepatan habis juga tidak masalah.

Permainan akan berakhir jika ada satu pemain yang berhasil menghabiskan kartu tangannya. Namun, seperti dalam permainan UNO!, jika mau mengubah aturannya hingga ada satu orang terakhir yang kalah agar mendapatkan hukuman juga sah-sah saja, kok.

Setelah Bermain Kakartu Se-kata

Board Game Kakartu Se-Kata (Blibli)

Meskipun Kakartu Se-kata terdengar memiliki gameplay yang sangat sederhana, sejujurnya permainan ini benar-benar menarik dan kompetitif. Ketika membawa board game ini ke acara outing kantor, rekan-rekan Penulis seperti kecanduan memainkannya.

Tentu pemain dengan kosa kata yang luas akan memiliki keunggulan dalam permainan. Namun, itu saja tidak cukup karena kita juga membutuhkan kecepatan agar bisa mendahului pemain lain.

Yang lucu adalah ketika mengalami kebuntuan, beberapa pemain akan mencoba “mengarang bebas” dan membuat kosa kata yang terdengar asing. Kalau sudah begitu, KBBI pun akan keluar untuk membuktikan apakah kata tersebut benar-benar ada atau tidak.

Biasanya, jika ternyata kata tersebut tidak ada dalam KBBI, maka hukuman yang akan didapatkan oleh pemain adalah mereka harus menarik satu tambahan kartu dari deck, yang tentunya akan memperbanyak jumlah kartu tangan mereka.

Jika disuruh menyebutkan kekurangannya, mungkin replaybility-nya yang kurang karena gameplay-nya yang sederhana memang membuatnya menjadi cukup monoton. Bagi pemain board game veteran, jelas tidak akan merasakan keseruan dari board game ini.

Lantas, apakah board game ini bisa mematahkan pendapat mengenai kosa kata bahasa Indonesia yang sedikit? Sayangnya tidak bisa, karena ada keterbatasan di mana kata yang dibuat hanya bisa terdiri dari dua suku kata. Kata seperti Ko-Rup-Si saja tidak bisa dibuat.

Sampai artikel ini ditulis, Kakartu Se-kata masih menjadi satu-satunya board game lokal yang Penulis miliki. Penulis masih belum menemukan board game lokal lain yang berhasil mendorong Penulis untuk membelinya. Semoga suatu saat nanti ada, aamiin.

***

Setelah ini, Penulis akan membahas mengenai board game yang bertemakan heist dan bisa dimainkan untuk mengajak ribut pemain lain. Board game ini bisa dibilang cukup jarang yang menjual, sehingga Penulis harus membelinya dari Jakarta. Board game tersebut adalah Bahamas.


Lawang, 20 April 2024, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri artikel board game

Continue Reading

Permainan

Koleksi Board Game #13: Coup

Published

on

By

Dalam membeli sebuah board game, salah satu pertimbangan Penulis adalah pernah memainkannya. Kebetulan, Penulis beberapa kali mendapatkan kesempatan bermain board game yang dimiliki oleh Pandu.

Selain Catan yang menjadi “prioritas” utama karena menjadi salah satu favoritnya, board game lain yang ingin Penulis miliki adalah Coup. Secara singkat, board game yang satu ini bergenre deduksi di mana pemainnya harus lihai bermain peran sekaligus berbohong.

Dengan harganya yang relatif murah, tentu Coup menjadi banyak pilihan orang yang menyukai permainan seperti Werewolf. Namun, apakah Coup memang layak untuk dikoleksi dan mampu menawarkan keseruan yang sama?

Detail Board Game

  • Judul: Coup
  • Desainer: Rikki Tahta
  • Publisher: Indie Boards & Cards
  • Tahun Rilis: 2012
  • Jumlah Pemain: 2- 6 pemain
  • Waktu Bermain: 15 menit
  • Rating BGG: 7.0
  • Tingkat Kesulitan: 1.41/5
  • Harga: Rp200.000

Cara Bermain Coup

Coup memiliki objektif utama menjadi pemain terakhir yang bertahan, alias one man last standing. Di awal permainan, masing-masing pemain akan memiliki dua peran tersembunyi yang disebut sebagai Influence dan akan mendapatkan “modal” dua koin.

Pemain bisa menggunakan peran tersebut atau berpura-pura menjadi peran lain. Kenapa harus berpura-pura menjadi peran lain? Karena masing-masing peran memiliki efeknya. Total ada lima peran yang bisa digunakan di dalam Coup, yakni:

  1. Duke (Bupati): Tax (Ambil 3 koin)
  2. Assassin: Assassination (Bayar 3 koin, lalu pilih pemain untuk kehilangan Influence)
  3. Ambassador (Duta Besar): Exchange (tukar kartu dengan Court Deck), bisa memblok Steal dan Captain
  4. Captain (Kapten): Steal (ambil 2 koin dari pemain lain), bisa memblok Steal dan Captain
  5. Contessa: Blok Assassination

Setiap putaran, masing-masing pemain harus memilih satu aksi untuk dilakukan, yaitu:

  • Menggunakan efek kartu Influence (baik yang dimiliki maupun yang pura-pura dimiliki)
  • Income: Mengambil 1 koin
  • Foreign Aid: Mengambil 2 koin, bisa diblokir oleh Duke (Bupat)
  • Coup: Membayar 7 koin, melakukan Assassination kepada satu pemain

Lantas, apakah pemain yang berbohong atas perannya tidak bisa digugat? Tentu bisa. Setiap pemain mengikrarkan peran untuk mengaktifkan efeknya, pemain lain bisa melakukan Challange.

Jika yang di-Challenge ternyata benar-benar memiliki peran tersebut, maka pemain yang melakukan Challenge akan kehilangan satu Influence-nya dan pemain yang di-Challenge juga harus menukarkan perannya dengan peran baru dari deck.

Namun, jika yang di-Challenge ternyata terbukti berbohong, maka ia yang akan kehilangan satu Influence-nya. Pemain akan keluar dari pemainan begitu dua Influence-nya sama-sama mati. Permainan akan terus berlangsung hingga tersisa satu orang permain.

Setelah Bermain Coup

Coup (The Daily Evergreen)

Ekspektasi ketika bermain Coup adalah bermain Werewolf tanpa seorang moderator. Jika sedang nongki atau kumpul-kumpul, semua bisa ikut bermain. Itu yang pernah Penulis rasakan ketika memainkannya bersama teman-teman kantor dulu.

Dengan jenis peran yang sedikit (hanya ada 5) jika dibandingkan dengan Werewolf yang segudang, tentu kita harus pandai-pandai memutar otak untuk menentukan kapan timing yang tepat untuk bluffing, untuk melakukan Challenge, dan lain sebagainya

Namun, ketika memainkan board game ini bersama teman-teman yang kurang bisa bluffing, maka Coup akan terasa “krik krik” karena menjadi kurang menarik. Permainan juga akan terasa lurus-lurus saja tanpa banyak plot twist ataupun kejadian yang mengundang tawa.

Hal ini makin diperparah jika pemain tidak berani mengambil risiko dan bermain aman, sehingga hanya mengaktifkan kartu Influence yang ada di hadapannya. Akhirnya, pemain lain pun enggan melakukan Challenge karena merasa pemain lain hanya bermain aman.

Karena perasaan tidak puasnya terhadap baord game ini, Penulis cukup lama tidak membeli board game bergenre deduksi lagi, sampai nanti membeli sekuel Saboteur di akhir tahun 2023. Namun, level butuh bluffing-nya tentu tidak sebesar Coup.

Namun, sejujurnya salah satu alasan Penulis membeli Coup lebih karena ingin menambah koleksinya, mengingat harganya yang lumayan murah. Pada saat membeli Coup, Penulis membelinya bersama tiga board game lain, yakni Saboteur dan Sekata.

Nah, pada tulisan ulasan board game selanjutnya, Penulis akan membahas tentang Sekata, board game lokal yang akan menguji pengetahuan kita atas Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Stay tuned!


Lawang, 17 Maret 2024, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri artikel board game

Continue Reading

Permainan

Koleksi Board Game #12: Saboteur

Published

on

By

Pada satu waktu, Penulis memutuskan untuk membeli beberapa board game sekaligus yang dulunya pernah dimainkan dan harganya relatif terjangkau. Tentu, board game yang pernah dimainkan tersebut karena Pandu memilikinya.

Ada tiga board game yang Penulis beli waktu itu, Saboteur, Coup, dan Sekata. Pada tulisan kali ini, Penulis akan membahas tentang Saboteur yang cukup menarik dan masih sering dimainkan hingga saat ini.

Saboteur Penulis beli dengan harga Rp250.000. Awalnya Penulis tertarik untuk membeli versi The Lost Mines yang lebih baru dan lebih kompleks. Namun, pada akhirnya Penulis memilih untuk membeli versi orisinalnya saja karena lebih sederhana.

Detail Board Game

  • Judul: Saboteur
  • Desainer: Fréderic Moyersoen
  • Publisher: AMIGO
  • Tahun Rilis: 2004
  • Jumlah Pemain: 3 – 10 pemain
  • Waktu Bermain: 30 menit
  • Rating BGG: 6.5
  • Tingkat Kesulitan: 1.32/5

Cara Bermain Saboteur

Saboteur memiliki objektif mengumpulkan emas sebanyak mungkin. Siapa yang memiliki emas terbanyak di akhir permainan (yang biasanya terdiri dari 3 ronde) akan menjadi pemenangnya.

Arena dari Saboteur berukuran 5 x 9 kartu, di mana artinya jarak antara tempat start dan finish berjarak 7 kartu. Di bagian finish, acak tiga kartu yang terdiri dari 1 emas dan 2 batu. Permainan akan dimenangkan oleh Kurcaci jika mereka bisa mencapai emas.

Di awal permainan, bagikan kartu peran kepada masing-masing pemain. Di antara peran Kurcaci, terselip peran Saboteur yang jumlahnya menyesuaikan jumlah pemain. Saboteur harus menyabotase agar Kurcaci gagal mencapai emas.

Setelah itu, bagikan kartu jalan dan action kepada masing-masing pemain (jumlah kartu menyesuaikan). Setiap putaran, pemain harus memilih antara memainkan satu kartu di tangannya atau menutup satu kartu jika tidak melakukan apa-apa.

Ada beberapa jenis kartu action yang bisa digunakan, yakni kartu untuk memblokir pemain lain (ada tiga simbol yang berbeda), untuk membuka blokir, untuk membongkar jalan, dan untuk mengintip satu dari tiga kartu finish.

Permainan akan berakhir jika memenuhi salah satu kondisi berikut: Kurcaci berhasil mencapai emas atau jumlah kartu di deck maupun di tangan habis. Saboteur harus bisa menutupi perannya hingga mendekati akhir permainan agar tidak diblokir oleh para Kurcaci.

Ketika satu ronde berakhir dan dimenangkan Kurcaci, maka mereka akan menarik kartu emas (masing-masing kartu berisi 1-3 emas) dari deck dan membaginya secara berurutan (dengan kata lain, pemain di urutan terakhir akan mendapat emas paling kecil).

Kalau Saboteur berhasil menggagalkan upaya Kurcaci mendapatkan emas, maka mereka akan mendapatkan emas dalam jumlah tertentu. Permainan akan berlangsung selama tiga ronde, walaupun sah-sah saja jika ingin lebih.

Setelah Bermain Saboteur

Saboteur (Zatu Game)

Saboteur adalah salah satu party board game yang mudah dipahami untuk semua kalangan. Apalagi, board game ini memberikan kepuasan tersendiri ketika bisa menghubungkan jalan dengan simetris. Desain kartunya juga sangat baik sehingga semua terasa pas.

Konsep menyambungkan jalan demi jalan ini mirip dengan board game Carcassonne. Bedanya, di Saboteur hanya bisa menyambungkan jalan, sedangkan Carcassonne bisa menyambungkan City dan tanah kosong.

Jika ada kekurangan dari Saboteur, mungkin kesederhanaannya yang bisa menjadi kekurangan untuk para pemain board game yang sudah cukup expert. Jelas board game ini kurang bisa memberikan tantangan karena memang fungsinya untuk seru-seruan.

Selain itu, pemain yang mendapatkan peran Saboteur juga relatif lebih sulit untuk meraih kemenangan. Begitu ketahuan, maka kartu blokir akan datang secara terus-menerus. Apalagi, sesama Saboteur juga sulit untuk membantu karena ada potensi untuk diblokir juga.

Oleh karena itu, di circle Penulis ada peraturan tambahan di mana sebelum permainan dimulai, semua pemain akan menutup mata. Lalu, hanya para Saboteur yang membuka mata untuk mengetahui siapa saja kawan mereka, mirip dengan permainan Werewolf.

Terlepas dari kekurangannya, Werewolf Penulis rekomendasikan sebagai perkenalan terhadap dunia board game karena kesederhanaan sekaligus kerusuhannya. Apalagi ukurannya kecil, sehingga cocok untuk dibawa ke tongkrongan.

Board game selanjutnya juga berpotensi rusuh karena memiliki genre deduksi dan harus pintar berbohong seperti di Werewolf. Sayangnya, board game ini juga harus dilabeli kurang laku karena jarang dimainkan. Board game tersebut adalah Coup.


Lawang, 30 Oktober 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game

Continue Reading

Facebook

Tag

Fanandi's Choice

Copyright © 2018 Whathefan