<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>catur Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/catur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/catur/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2021 12:46:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>catur Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/catur/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Siapa yang Akhirnya Menang?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2021 00:30:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[catur]]></category>
		<category><![CDATA[chess.com]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Corbuzier]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa Kipas]]></category>
		<category><![CDATA[GothamChess]]></category>
		<category><![CDATA[Irene Kharisma]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4828</guid>

					<description><![CDATA[<p>Duel &#8220;terpanas&#8221; tahun ini baru saja tersaji kemarin secara live di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Tentu yang Penulis maksud adalah pertandingan catur antara Pak Dadang Subur a.k.a. Dewa Kipas melawan Grandmaster Irene Kharisma (atau Irene Sukandar). Pertandingan catur ini berawal dari kasus viral yang melibatkan akun Dewa Kipas yang dianggap curang setelah bertanding melawan GothamChess [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/">Siapa yang Akhirnya Menang?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Duel  &#8220;terpanas&#8221; tahun ini baru saja tersaji kemarin secara <em>live </em>di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Tentu yang Penulis maksud adalah <strong>pertandingan catur antara Pak Dadang Subur a.k.a. Dewa Kipas melawan <em>Grandmaster </em>Irene Kharisma</strong> (atau Irene Sukandar).</p>



<p>Pertandingan catur ini berawal dari kasus viral yang melibatkan akun Dewa Kipas yang dianggap curang setelah bertanding melawan <strong>GothamChess</strong> melalui <em>platform </em><strong>Chess.com</strong>. Kasus ini berujung dengan diblokirnya akun Dewa Kipas dari <em>platform </em>tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4830" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Gotham Chess (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.rctiplus.com/news/detail/gaya-hidup/912972/levy-rozman-blokir-indonesia-video-gotham-chess-tak-bisa-diakses">RCTI+</a>)</figcaption></figure>



<p>Hal ini diketahui pertama kali dari postingan Facebook anak Dewa Kipas, yang menganggap <strong>suporter GothamChess melakukan <em>report </em>massal sehingga akun ayahnya diblokir</strong>. Tanpa disangka, postingan tersebut menjadi viral dan membuat <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/">netizen Indonesia bereaksi keras</a>.</p>



<p>Netizen Indonesia memberikan <em>hate comment </em>ke GothamChess dan Chess.com secara membabi buta. Ketika Penulis mengecek Play Store, <em>rating </em>yang dimiliki oleh aplikasi catur tersebut dihujani bintang satu oleh netizen Indonesia.</p>



<p>Beberapa waktu berselang, Chess.com memberikan klarifikasi kalau mereka tidak akan memblokir akun orang hanya karena laporan banyak orang. <strong>Mereka mendeteksi adanya kecurangan</strong> pada akun tersebut sehingga mereka menindak tegas akun Dewa Kipas.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4831" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Pak Dadang dan Anaknya (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://galamedia.pikiran-rakyat.com/hiburan/pr-351585405/podcast-deddy-corbuzier-dewa-kipas-pecatur-indonesia-yang-taklukkan-gotham-chess-hingga-dituding-cheater">Galamedia &#8211; Pikiran Rakyat</a>)</figcaption></figure>



<p>Nah, Deddy seperti biasa <s>melihat adanya peluang cuan</s> memberikan ruang dan panggung bagi orang-orang yang membutuhkan klarifikasi. Maka diundanglah Pak Dadang Subur beserta anaknya ke <em>podcast</em>-nya yang terkenal.</p>



<p><em>Podcast </em>ini mendapatkan kritikan dari salah satu <em>grandmaster </em>catur Indonesia, <strong>Irene Kharisma</strong>. Ia membuat surat terbuka yang salah satunya ditujukan kepada Deddy dan direspon dengan baik. Irene (beserta GothamChess) pun diundang ke <em>podcast </em>Deddy untuk memberikan sudut pandang lain.</p>



<p>Ternyata, ada beberapa kalimat yang keluar dari mulut Irene yang menyakiti perasaan Pak Dadang. Ia pun menantang Irene untuk bertanding catur secara langsung. Sempat ditolak, akhirnya Irene menyanggupi permintaan tersebut dan Deddy akan menjadi tuan rumah pertandingan tersebut.</p>



<p><s>Cuan lagi.</s></p>



<hr class="wp-block-separator has-text-color has-background is-style-default" style="background-color:#ff0000;color:#ff0000"/>



<p>Pertandingan digelar pada hari Senin jam 3 sore dan dipandu oleh dua pecatur Indonesia, <strong>GM Susanto Megaranto</strong> dan <strong>Chelsie Monica</strong>. Untuk nama terakhir, netizen justru <em>salfok </em>dengan kecantikannya. Akun Instagramnya yang semula memiliki empat ribu <em>followers </em>melonjak jadi 70 ribu lebih. Kekuatan netizen.</p>



<p>Pertandingan dilakukan dalam mode 10 menit empat babak. Penulis tidak perlu menjelaskan bagaimana analisa pertandingan tersebut. Yang jelas, <strong>hasil akhirnya adalah 3-0</strong> untuk kemenangan Irene dan Pak Dadang menolak untuk melakukan pertandingan keempat.</p>



<p>Di akhir pertandingan, Pak Dadang menjelaskan betapa kokoh pertahanan Irene. Sangat berbeda jika dibandingkan dengan pemain di Chess.com yang kerap melakukan blunder. Irene sendiri juga mengajak kita untuk menutup kasus ini dan jangan sampai ada pem-<em>bully</em>-an setelah ini.</p>



<p>Baik Irene maupun Pak Dadang sama-sama mendapatkan hadiah uang. Sebagai pemenang, Irene mendapatkan 200 juta rupiah, sedangkan Pak Dadang mendapatkan 100 juta rupiah. Pertandingan panas ini pun berakhir dengan damai dan menenangkan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4832" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Irene Menang 3-0 (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.kompasiana.com/alfarabimaulana0386/6058789f8ede4829ec20d592/dewa-kipas-vs-irene-sukandar-masalah-selesai">Kompasiana.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Pertanyaannya,<strong> siapa yang sebenarnya menang dalam pertandingan ini?</strong> Menurut Penulis, <strong>hampir semua menang dan tidak ada yang dirugikan</strong>.</p>



<p>Deddy jelas menang banyak, baik melalui adsense (<em>live viewer</em>-nya mencapai satu juta lebih, setelah diupload videonya telah ditonton lebih dari tujuh juta kali) ataupun sponsor (secara kasat mata, setidaknya ada tiga sponsor yang berbeda, di mana yang paling besar Tokopedia).</p>



<p>Kejeliannya melihat peluang membuat ia bisa mendapatkan keuntungan besar dari viralnya kasus Dewa Kipas. Kalau kata teman, ia sudah bisa membuat <em>podcast</em>-nya bekerja untuk dirinya dan mengalirkan uang secara sendirinya.</p>



<p>Pak Dadang dan Irene pun bisa dianggap sama-sama menang. Kekalahan Pak Dadang dapat dimaklumi karena lawannya adalah pecatur profesional yang menyandang gelar <em>grandmaster</em>. Bahkan, permainannya juga dipuji oleh Irene beserta dua <em>caster </em>yang memandu pertandingan tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4833" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Para Caster (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://voi.id/teknologi/40236/potret-chelsie-monica-i-caster-i-spesial-di-laga-catur-dewa-kipas-vs-gm-irene-sukandar">VOI.id</a>)</figcaption></figure>



<p>Para <em>caster </em>juga menang, terutama Chelsie. Berkat pertandingan ini, popularitasnya meningkat secara drastis. Bukan tidak mungkin setelah ini ia akan merangkap profesi menjadi selebgram. Untuk GM Susanto, mungkin setelah ini akan makin banyak murid yang mendaftar ke sekolah privatnya.</p>



<p>Dunia catur juga menang. Kasus ini membuat antusiasme masyarakat terhadap catur meningkat pesat. Tokopedia selaku sponsor resmi pasti kebanjiran orderan papan catur. Dari isu yang Penulis dengar, harga papan catur meroket akibat tingginya permintaan masyarakat.</p>



<p>Masyarakat menang karena disuguhkan sebuah <s>drama</s> pertandingan catur yang seru. Ketika memantau kolom komentar, kebanyakan bernada <em>adem </em>meskipun masih menyisakan beberapa <em>hate comment </em>yang memancing emosi. Media juga pastinya mendapatkan banyak <em>views </em>untuk pemberitaan seputar mereka semua.</p>



<p>GothamChess, meskipun tidak mendapatkan uang, setidaknya mendapatkan <em>subsriber </em>baru dari Indonesia walau tidak banyak. Mungkin yang kalah adalah aplikasi Chess.com karena mendapatkan hujan bintang satu di Play Store, sehingga <em>rating </em>mereka lumayan turun. Namun, jumlah unduhan mereka juga jadi naik berkat drama Dewa Kipas ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-text-color has-background is-style-default" style="background-color:#ff0000;color:#ff0000"/>



<p>Lantas, apa hikmah yang bisa dipetik dari peristiwa ini? Entah, Penulis juga bingung. Mungkin, <strong>jangan mudah tersulut emosi jika tidak punya data yang lengkap</strong>. Mau apapun masalah yang sedang viral, kita harus kritis dan melakukan <em>recheck</em>. Jangan mudah terpancing berita-berita <em>click-bait.</em></p>



<p>Pada akhirnya, masalah yang membuat <a href="https://whathefan.com/politik-negara/polarisasi-masyarakat/">masyarakat sempat terpolarisasi</a> telah mereda. Semoga saja ke depannya kita bisa lebih dewasa dan bijaksana dalam menyikapi apapun, mulai dari yang remeh hingga topik berat.</p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 23 Maret 2021, terinspirasi setelah menonton pertandingan catur antara Dewa Kipas melawan Irene Kharisma</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.bukabaca.id%2Fdwitarung-catur-wgm-irene-sukandar-berhasil-kalahkan-dewa-kipas-dengan-skor-30%2F&amp;psig=AOvVaw18OgvgbMhysArzPEpGlNbb&amp;ust=1616545060870000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;ved=2ahUKEwjl8JnikcXvAhURi0sFHRiVArsQjB16BAgAEAk">Buka Baca ID</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/">Siapa yang Akhirnya Menang?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keganasan Netizen Barbar</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2021 14:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[catur]]></category>
		<category><![CDATA[Dayana]]></category>
		<category><![CDATA[Dewa Kipas]]></category>
		<category><![CDATA[Fiki Naki]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[netizen]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4790</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu, Microsoft mengeluarkan hasil survei terkait tingkat kesopanan netizen di dunia maya. Siapa yang menyangka (atau sudah tertebak?) kalau netizen paling tidak sopan di kawasan Asia Tenggara berasal dari Indonesia. Bagaimana respon netizen Indonesia? Mereka dengan santun tidak menyetujui hasil survei tersebut dengan cara yang baik. Mereka tidak membanjiri kolom komentar Microsoft [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/">Keganasan Netizen Barbar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu yang lalu, <strong>Microsoft </strong>mengeluarkan hasil survei terkait tingkat kesopanan netizen di dunia maya. Siapa yang menyangka (atau sudah tertebak?) kalau<strong> netizen paling tidak sopan di kawasan Asia Tenggara berasal dari Indonesia</strong>.</p>



<p>Bagaimana respon netizen Indonesia? Mereka dengan santun tidak menyetujui hasil survei tersebut dengan cara yang baik. Mereka tidak membanjiri kolom komentar Microsoft dengan kata-kata kasar.</p>



<p><strong>Tapi bohong.</strong></p>



<p>Tentu saja netizen kita, yang selama ini kerap dianggap barbar, langsung bereaksi keras dengan hasil survei tersebut. Tidak tahan dengan <em>bully-bully </em>tersebut, Microsoft pun menutup kolom komentar mereka.</p>



<p>Padahal, penilaian tersebut tidak dibuat secara asal-asalan. Ada beberapa variabel yang digunakan, seperti <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-orang-suka-membuat-hoax/">penyebaran hoaks</a> dan penipuan,, ujaran kebencian, hingga masalah diskriminasi. Apa yang netizen lakukan tersebut, secara sadar maupun tidak sadar, justru membuktikan bahwa netizen Indonesia memang &#8220;tidak sopan&#8221;. </p>



<p>Ada banyak bukti lain keganasan netizen Indonesia di dunia maya dalam beberapa minggu terakhir ini.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Membela Dewa Kipas</h1>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4800" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>GothamChess vs Dewa Kipas (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=Yc1teknlAEQ">YouTube)</a></figcaption></figure>



<p>Akhir-akhir ini, dunia percaturan online sedang heboh karena akun <strong>GothamChess </strong>secara mengejutkan dikalahkan oleh pecatur Indonesia berusia 60 tahun dengan nama akun <strong>Dewa Kipas</strong> melalui <em>platform </em>Chess.com.</p>



<p>Pendukung Gotham menuding kalo Dewa Kipas melakukan <em>cheating </em>karena akurasi gerakannya terlalu tinggi. Kabarnya, mereka melakukan <em>report </em>ramai-ramai hingga akun Dewa Kipas di-<em>banned</em>.</p>



<p>Bagaimana reaksi netizen Indonesia? Mereka melakukan analisa terhadap pola permainan Dewa Kipas di Chess.com untuk mencari apakah ada sesuatu yang abnormal dari game-game yang pernah ia mainkan. </p>



<p>Mereka tidak membela Dewa Kipas hanya karena terbawa suasana dan nasionalisme yang membabi buta. Setelah memiliki data, mereka baru berkomentar kalau tuduhan GothamChess tersebut tidak berdasar dan dilakukan atas dasar sakit hati karena dikalahkan pemain amatir.</p>



<p><strong>Tapi bohong lagi.</strong></p>



<p>Bermodalkan postingan Facebook anak Dewa Kipas, banyak <strong>netizen yang langsung menyerang GothamChess secara kasar </strong>hingga meresahkan yang bersangkutan. Pem-<em>bully-</em>an dalam bentuk verbal terus dilancarkan hingga membuatnya membatasi <em>platform-platform </em>yang ia gunakan.</p>



<p>Kericuhan ini membuat Grand Master Indonesia, <strong>Irene Kharisma</strong>, ikut angkat bicara. Menurutnya, kasus ini mencoreng nama baik percaturan Indonesia di mata dunia. Apalagi, memang banyak keanehan yang ditemukan dalam akun profil milik Dewa Kipas, seperti <em>rating</em> yang tiba-tiba melonjak dan tingkat akurasi yang mendekati sempurna. </p>



<p>Chess.com sendiri telah menegaskan kalau pemblokiran yang dilakukan bukan karena banyaknya laporan yang dikirim oleh penggemar GothamChess, melainkan karena <strong>tim Fair Play memang menemukan anomali pada akun Dewa Kipas</strong>. Mereka memiliki reputasi yang tinggi, sehingga rasanya tidak mungkin mereka mempertaruhkan reputasi tersebut hanya demi satu orang.</p>



<p>Mana yang benar? Entahlah, tidak ada yang benar-benar tahu. Hanya saja, Penulis begitu menyayangkan respon netizen kita yang begitu barbar tanpa mengetahui duduk perkaranya secara lengkap. </p>



<h1 class="wp-block-heading">Dayana Oh Dayana</h1>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4801" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/keganasan-netizen-barbar-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dayana (<a href="https://voi.id/en/lifestyle/33867/netizens-are-counting-down-dayana-s-followers-decreasing">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu <em>youtuber </em>yang sedang naik daun adalah <strong>Fiki Naki</strong>. Alasannya apa lagi kalau bukan kemampuan berbahasa asingnya yang begitu luar biasa. Ia menguasai banyak bahasa seperti bahasa Rusia. Karena kemampuannya tersebut, ia kerap &#8220;menggoda&#8221; bule-bule melalui aplikasi Ome.tv.</p>



<p>Nah, salah satu yang menarik perhatian netizen adalah seorang gadis asal Kazakhstan bernama <strong>Dayana</strong>.  Memiliki paras yang cantik, ia kerap dijodoh-jodohkan dengan Fiki Naki. Bahkan, ia menjadi orang pertama yang masuk ke kanal YouTube Fiki lebih dari satu episode. </p>



<p>Hal ini membuat popularitas Dayana, setidaknya di Indonesia, melesat dengan cepat. Ia yang awalnya bukan siapa-siapa tiba-tiba mendapatkan jutaan <em>follower </em>yang kebanyakan berasal dari negara kita, termasuk Penulis sendiri. Bedanya, Penulis sengaja <em>follow </em>karena merasa kalau kisah mereka berdua akan berakhir kurang baik.</p>



<p>Benar saja. Beberapa minggu kemarin, dunia maya langsung heboh karena Dayana menyatakan <strong>&#8220;tidak butuh <em>follower </em>dari Indonesia.&#8221;</strong> Sontak saja hal ini memicu kemarahan publik dan membuat netizen melakukan <em>unfollow </em>massal. Jumlah <em>follower </em>Dayana yang telah menyentuh angka 2 juta menurun drastis dalam waktu singkat.</p>



<p>Fiki Naki sudah berusaha maksimal untuk menenangkan amukan netizen Indonesia. Sayangnya, nasi sudah menjadi bubur. <strong>Dayana yang awalnya menjadi pujaan banyak orang berbalik menjadi <em>public enemy</em></strong>. Ia dianggap &#8220;kacang lupa kulit&#8221; dan memanfaatkan Fiki untuk pansos. Apalagi, ia mulai merilis lagu yang pada akhirnya mendapatkan banyak sekali <em>dislike</em>.</p>



<p>Terlepas apa makna dari pernyataan Dayana, kejadian ini menjadi bukti lain betapa ganasnya netizen kita. Bisa saja Dayana tidak bermaksud untuk menyepelekan <em>follower </em>Indonesia. Perlu diingat, bahasa Inggris bukan bahasa ibunya, sehingga kemungkinan salah mengutarakan maksud sesungguhnya sangat besar.</p>



<p>Tapi netizen kita mana mengenal kata maklum. Mau berbuat apapun, Dayana sudah dicap sebagai orang buruk, sama seperti ketika mereka melabeli GothamChess tanpa bukti yang kuat.</p>



<h1 class="wp-block-heading">Penutup</h1>



<p>Dua contoh kasus yang baru terjadi akhir-akhir ini patut mendapatkan perhatian dari kita semua. Kenapa <a href="https://whathefan.com/karakter/berkata-kotor-di-media-sosial/">netizen Indonesia terlihat begitu barbar di dunia maya</a>? Kenapa seolah-olah semua orang bersumbu pendek sehingga mudah terpicu oleh percikan kecil?</p>



<p>Tentu ada banyak faktor yang memengaruhi hal ini. Rendahnya literasi, tidak adanya kesadaran untuk santun di media sosial, mudah terpengaruhi, berita yang memprovokasi, <a href="https://whathefan.com/karakter/kenapa-sih-harus-judgemental/">lingkungan yang <em>judgemental</em></a>, dan lain sebagainya. Seharusnya, kemudahan jaringan internet dapat membuat kita menjadi lebih baik, bukan merugikan orang lain.</p>



<p>Mau apapun alasannya, tidak elok untuk bertindak rusuh seperti itu, apalagi jika sampai mengganggu kehidupan orang lain. Jika orang tersebut tidak kuat mental hingga <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pembunuh-bernama-netizen/">memutuskan bunuh diri seperti artis-artis Korea</a>, orang-orang yang mem-<em>bully </em>akan segera cuci tangan seolah mereka tak pernah melancarkan serangan.</p>



<p>Mari kita sama-sama belajar untuk lebih bijak di dunia maya. Jangan mudah terprovokasi sesuatu yang belum tentu benar. Hidup ini terlalu singkat jika hanya digunakan untuk saling membenci dan mencaci-maki. Semoga ketika nanti Microsoft atau pihak lain melakukan survei sejenis, peringkat kita sudah membaik.</p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 18 Maret 2021, terinspirasi setelah melihat berbagai bentuk keganasan netizen di dunia maya</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://memegenerator.net/Angry-Typing-Guy">Meme Generator</a></p>



<p>Sumber Artikel:<br><a href="https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/27/093100165/menilik-penyebab-microsoft-sebut-warganet-indonesia-tidak-sopan-se-asia?page=all">Menilik Penyebab Microsoft Sebut Warganet Indonesia Tidak Sopan Se-Asia Tenggara </a><br><a href="https://bisnis.tempo.co/read/1436977/survei-microsoft-sebut-warganet-ri-paling-tak-sopan-begini-respons-menkominfo"></a><a href="https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210226140821-192-611309/sebut-netizen-ri-paling-tidak-sopan-akun-microsoft-diserang">Sebut Netizen RI Paling Tidak Sopan, Akun Microsoft Diserang </a><br><a href="https://seleb.tempo.co/read/1443536/curhat-gothamchess-pada-deddy-corbuzier-usai-dibully-netizen-indonesia/full&amp;view=ok">Curhat GothamChess pada Deddy Corbuzier Usai Dibully Netizen Indonesia</a><br><a href="https://ggwp.id/media/hiburan/viral/kasus-dewa-kipas-kembali-viral">Kasus Dewa Kipas Berlanjut, Grandmaster Catur Indonesia Angkat Bicara</a><br><a href="https://inet.detik.com/games-news/d-5495455/chesscom-tegaskan-dewa-kipas-berbuat-curang">Chess.com Tegaskan Dewa Kipas Berbuat Curang</a><br><a href="https://www.insertlive.com/hot-gossip/20210225153853-7-194781/3-aksi-dayana-yang-panen-cibiran-netizen/">3 Aksi Dayana yang Panen Cibiran Netizen</a><br><br></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/">Keganasan Netizen Barbar</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/keganasan-netizen-barbar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
