<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Detective Conan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/detective-conan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/detective-conan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 Nov 2024 10:41:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Detective Conan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/detective-conan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ai Haibara adalah Karakter Favorit Saya di Detective Conan</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/ai-haibara-adalah-karakter-favorit-saya-di-detective-conan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/ai-haibara-adalah-karakter-favorit-saya-di-detective-conan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[Ai Haibara]]></category>
		<category><![CDATA[Detective Conan]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter Favorit]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8091</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak kecil, Penulis suka membaca komik, baik itu komik Jepang maupun Barat. Seperti yang sudah sering dibahas pada blog ini, favorit Penulis adalah Dragon Ball dan Naruto. Bahkan, sekarang Penulis kembali mengoleksi komik-komik tersebut. Selain genre shounen, salah satu komik lain yang suka Penulis baca adalah Detective Conan. Sejak kecil, sudah banyak komiknya yang Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/ai-haibara-adalah-karakter-favorit-saya-di-detective-conan/">Ai Haibara adalah Karakter Favorit Saya di Detective Conan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejak kecil, Penulis suka membaca komik, baik itu komik Jepang maupun Barat. Seperti yang sudah sering dibahas pada blog ini, favorit Penulis adalah <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">Dragon Ball</a></em> dan <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/">Naruto</a></em>. Bahkan, sekarang Penulis kembali mengoleksi komik-komik tersebut.</p>



<p>Selain genre <em>shounen</em>, salah satu komik lain yang suka Penulis baca adalah <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/"><strong>Detective Conan</strong></a></em>. Sejak kecil, sudah banyak komiknya yang Penulis baca walaupun tidak yakin pernah membaca semuanya, mengingat hingga kini serinya masih berjalan hingga lebih dari <em>1.000 </em>chapter.</p>



<p>Ketika komik <em>Detective Conan</em> merilis versi premiumnya, Penulis sempat terpikirkan untuk kembali mengoleksinya, mengingat koleksi <em>Detective Conan</em> Penulis banyak yang hilang dan rusak. Namun, wacana tersebut terganjal <em>budget</em> karena harga per komiknya cukup mahal.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/cancel-culture-koruptor-banner-300x157.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/cancel-culture-koruptor-banner-300x157.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/cancel-culture-koruptor-banner-1024x536.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/cancel-culture-koruptor-banner-768x402.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/cancel-culture-koruptor-banner.jpg 1280w " alt="Cancel Culture untuk Para Koruptor" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/cancel-culture-untuk-para-koruptor/">Cancel Culture untuk Para Koruptor</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading"><strong>Detective Conan Ai Haibara Selection</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-selection-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8094" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-selection-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-selection-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-selection-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-selection.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>&#8220;Jalan tengah&#8221; muncul ketika Penulis berencana untuk membeli komik <em>Naruto Bind Up Edition Vol. 1</em>. Saat hendak mengambil komik tersebut, mata Penulis menemukan komik spesial<strong> <em>Detective Conan Ai Haibara Selection</em></strong>.</p>



<p>Mengingat Ai Haibara merupakan salah satu karakter favorit Penulis di serial <em>Detective Conan</em>, Penulis pun memutuskan untuk membelinya. Apalagi, beberapa bulan setelah membeli volume pertamanya, volume keduanya juga rilis.</p>



<p>Jika di volume pertama lebih membahas perjalanan Ai Haibara sejak pertemuan pertama hingga memanasnya konflik dengan Organisasi Hitam, maka di volume kedua ini lebih membahas hubungan dan petualangan Ai dengan Kelompok Detektif Cilik.</p>



<p>Di kedua komik edisi spesial ini, selalu dilampirkan fakta-fakta seputar Ai secara ringkas, tapi menyeluruh. Hal ini sangat membantu Penulis untuk lebih mengenal karakter yang juga mengecil karena obat APTX 4869 ini.</p>



<p>Untuk kisahnya sendiri, sesuai judulnya, merupakan pilihan editor. Tentu saja cerita yang dipilih melibatkan Ai Haibara cukup banyak, bahkan terkadang ia seolah menggeser Conan Edogawa sebagai tokoh utamanya.</p>



<p>Karena sudah banyak membaca komik <em>Detective Conan</em>, mayoritas cerita yang ada di komik ini sudah pernah Penulis baca sebelumnya. Namun, justru hal tersebut menimbulkan efek nostalgia yang menyenangkan, karena memang sudah cukup lama Penulis tidak membacanya.</p>



<p>Sayangnya, ada beberapa <em>arc</em> yang cukup melibatkan Ai, tapi tidak disajikan secara lengkap. Contohnya adalah <em>arc </em>ketika Conan pertama kali dengan Vermouth, yang sejujurnya tetap menjadi salah satu cerita favorit Penulis di keseluruhan serinya.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga masih menantikan cerita <em>The Jet-Black Mystery Train</em> yang hingga dua volume ini masih belum diperlihatkan. Bahkan di volume dua, cerita ini hanya di-<em>mention</em> singkat tanpa ada kisah utuhnya. </p>



<p>Penulis berharap jika ada <em>Detective Conan Ai Haibara Selection</em> volume tiga, kisah tersebut akan dimunculkan. Untuk sekarang, Penulis cukup puas dengan dua komik yang merangkum kisah Ai Haibara ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Suka Ai Haibara?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8096" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ai Haibara (<a href="https://detektifconan.fandom.com/id/wiki/Ai_Haibara">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Ada banyak hal yang membuat Penulis memfavoritkan karakter Ai Haibara, yang nama aslinya adalah Akemi Miyano. Pertama, mari kita bahas terlebih dahulu dengan <strong>masa lalunya yang cukup kelam dan misterius</strong>.</p>



<p>Ai awalnya merupakan ilmuwan yang bekerja untuk Organisasi Hitam, menggantikan peran orang tuanya yang juga ilmuwan, Atsuhi dan Elena Miyano, yang tewas karena &#8220;kecelakaan&#8221;.  Selama di organisasi, ia memiliki <em>codename</em> Sherry.</p>



<p>Ai juga memiliki seorang kakak perempuan bernama Akemi Miyano, yang tewas di awal-awal cerita di tangan Gin. Conan sempat bertemu dengan Akemi di awal-awal cerita seri, tetapi ketika itu ia belum mengetahui hubungannya dengan Ai.</p>



<p>Kematian seluruh anggota keluarganya inilah yang memicu Ai untuk kabur dari organisasi, dengan menelan pil APTX 4869 seperti Conan. Sejak itu, ia harus hidup sebagai anak kecil dan menghadapi berbagai petualangan dengan Conan dan kawan-kawan.</p>



<p>Latar belakangnya yang seperti itu mungkin membuat Ai menjadi <strong>sosok yang bermulut tajam, cenderung dingin, dan sinis</strong>. Namun, ia juga seseorang yang <strong>dewasa dan mampu berpikiran tenang</strong>. Saat tidak ada Conan, kemampuan analisis Ai bisa cukup diandalkan.</p>



<p>Ai juga memiliki kemampuan yang cukup unik, yakni b<strong>isa merasakan hawa keberadaan anggota Organisasi Hitam</strong>. Kemampuan ini sangat berguna jika ada anggota organisasi yang menyamar, mengingat mereka memiliki Vermouth yang memang ahli di sana.</p>



<p>Walaupun begitu, Ai juga memiliki <strong>sisi manis yang jarang terungkap</strong>. Ia bisa menjadi <em>fangirl </em>yang sangat bucin ke pemain sepak bola Ryusuke Higo. Terkadang ia juga menunjukkan sisi pedulinya kepada para anggota Detektif Cilik, terutama dalam keadaan genting.</p>



<p>Di sisi lain, Conan juga sering menunjukkan kekhawatiran apabila tiba-tiba Ai menghilang, terutama khawatir jika Ai diculik oleh Organisasi Hitam. Jika Ai dalam keadaan genting, Conan pasti akan mati-matian menyelamatkannya, seperti yang terlihat pada film <em>The Iron Submarine</em>.</p>



<p>Kurang lebih itulah yang membuat Penulis memfavoritkan karakter Ai Haibara di serial <em>Detective Conan</em>, melebihi karakter-karakter menarik lainnya. Semoga saja di masa depan, akan lebih banyak hal lagi yang terungkap seputar dirinya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 26 November 2024, terinspirasi setelah membaca dua komik spesial <em>Detective Conan </em>yang khusus membahas Ai Haibara</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://wall.alphacoders.com/big.php?i=866800">Alpha Coders</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/ai-haibara-adalah-karakter-favorit-saya-di-detective-conan/">Ai Haibara adalah Karakter Favorit Saya di Detective Conan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/ai-haibara-adalah-karakter-favorit-saya-di-detective-conan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Detective Conan: The Scarlet Bullet</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlet-bullet/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlet-bullet/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 May 2021 04:31:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[conan]]></category>
		<category><![CDATA[Detective Conan]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Shuichi Akai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis mengikuti komik Detective Conan sejak kecil. Hanya saja, akhir-akhir ini kurang mengikuti karena merasa ceritanya makin lama makin mirip sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Ada saja karakter baru yang muncul untuk menambah kompleksitas cerita. Walaupun begitu, Penulis sesekali masih melihat perkembangan ceritanya. Satu-satunya alasan adalah rasa penasaran siapa musuh utama di balik Organisasi Hitam. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlet-bullet/">Setelah Menonton Detective Conan: The Scarlet Bullet</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis mengikuti komik<strong> <a href="https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/">Detective Conan</a></strong> sejak kecil. Hanya saja, akhir-akhir ini kurang mengikuti karena merasa ceritanya makin lama makin mirip sinetron <em>Tukang Bubur Naik Haji</em>. Ada saja karakter baru yang muncul untuk menambah kompleksitas cerita.</p>



<p>Walaupun begitu, Penulis sesekali masih melihat perkembangan ceritanya. Satu-satunya alasan adalah rasa penasaran siapa musuh utama di balik Organisasi Hitam. Meski sudah ada nama <strong>Renya Karasuma</strong>, sosoknya belum pernah terlihat dengan jelas.</p>



<p>Terlepas dari itu semua, tentu Penulis punya karakter favorit di serial ini. Penulis paling menyukai karakter Shuichi Akai, anggota FBI yang pernah menyusup ke dalam Organisasi Hitam. Bahkan, Penulis memiliki <em>action figure</em>-nya.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis yang jarang menonton <em>Detective Conan the Movie </em>memutuskan untuk menonton film terbarunya yang berjudul <em><strong>The Scarlet Bullet</strong> </em>karena ada sosok Shuichi dan keluarganya.</p>



<p><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Sebelum ke Jalan Cerita</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="DETECTIVE CONAN: THE SCARLET ALIBI Official Indonesia Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/LzKNwCGcqik?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Selain karena kemunculan tokoh Shuichi, alasan lain Penulis tertarik menonton film ini adalah adanya kata <em>Scarlet </em>pada judul. Semua penggemar Sherlock Holmes pasti tahu, judul pertama kisah detektif tersebut berjudul <em>A Study in Scarlet</em>.</p>



<p>Nah, film ini rencananya akan tayang pada 16 April 2021 setelah kurang lebih satu tahun diundur karena adanya <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">pandemi Covid-19</a>. Oleh karena itu, Penulis kaget ketika diberi tahu film <em><strong>Detective Conan: The Scarlet Alibi </strong></em>tayang di bioskop pada awal April.</p>



<p>Penulis pun menonton film tersebut. Eh, ternyata film tersebut berbeda dengan film yang ingin Penulis tonton. <em>The Scarlet Alibi </em>hanya berfungsi sebagai <em>bridging </em>dari film yang sesungguhnya.</p>



<p>Film ini menceritakan semua keluarga Shuichi. Selain dirinya, ada kedua adiknya: <strong>Shukichi Haneda</strong> dan <strong>Masumi Sera</strong>. Ada pula ibu mereka, <strong>Mary</strong>, yang mengecilkan tubuhnya sendiri dengan obat APTX 4869.</p>



<p>Karena sudah membaca komiknya, Penulis sudah mengetahui semua potongan adegan yang ada di dalam film ini. Tidak apa-apa, hitung-hitung sebagai penyegar ingatan tentang cerita tentang mereka semua.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita<em> Detective Conan: The Scarlet Bullet</em></h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="DETECTIVE CONAN: THE SCARLET BULLET (Official Trailer)- Exclusively at GSCinemas 22 April 2021" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/HSow7Ep6l_4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Kurang lebih tiga minggu setelah menonton <em>The Scarlet Alibi</em>, akhirnya Penulis menonton film yang benar. Ekpetasi Penulis cukup tinggi terhadap film ini, setidaknya ada satu fakta baru tentang keluarga Shuichi yang akan terungkap.</p>



<p>Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi.</p>



<p>Film ini bercerita tentang persiapan Jepang yang akan menjadi tuan rumah <strong>World Sports Games (WSG)</strong>, ajang olahraga terbesar di dunia. Acara akan dilangsungkan di kota Tokyo.</p>



<p>Bertepatan dengan upacara pembukaan WSG, Jepang juga akan meresmikan kereta peluru yang bernama <em><strong>The Hyperlinear</strong></em>. Kereta tersebut dapat melaju hingga kecepatan 1.000 km/jam dengan rute Stasiun Shin-Nagoya ke Stasiun Shibahama Tokyo.</p>



<p>Menjelang acara, beberapa pemimpin industri diculik secara berurutan. Orang pertama yang diculik adalah ayah Sonoko, pemimpin perusahaan keuangan Suzuki yang menjadi sponsor acara WSG.</p>



<p>Setelah berhasil ditemukan oleh grup Detektif Cilik, orang selanjutnya yang hilang adalah seorang pengusaha mobil yang juga menjadi sponsor. Bahkan, ia telah meminta bantuan Kogoro Mouri. </p>



<p>Peristiwa ini mirip dengan penculikan yang terjadi pada WSG 15 tahun lalu di Boston, Amerika Serikat. Waktu itu, kasus ditangani oleh FBI sehingga Conan banyak berhubungan dengan mereka dalam menangani kasus ini.</p>



<p>Conan pun menyadari bahwa ketua WSG sekaligus mantan kepala FBI, <strong>Alan McKenzie</strong>, akan menjadi korban selanjutnya. Conan bersama Shuichi (dan keluarganya) pun berusaha menyelidiki masalah ini, sebelum krisis yang lebih besar menimpa mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton <em>Detective Conan: The Scarlet Bullet</em></h2>



<p>Gimana, ya. Mungkin salah Penulis sendiri yang berekspetasi terlalu tinggi terhadap film ini. Memang <em>screentime </em>Shuichi cukup banyak, tapi rasanya tetap kurang. Apalagi, Shuichi seolah tidak sadar kalau ia sempat bertemu dan bertarung dengan Sera!</p>



<p>Selain itu, peran keluarga Shuichi di sini juga terasa hanya sebagai pelengkap. Peranan mereka hanya membantu Conan untuk menangkap pelaku yang ingin melakukan balas dendam terhadap orang-orang FBI, terutama McKenzie.</p>



<p>Penulis tidak akan menyebut siapa pelaku sebenarnya. Hanya saja, bisa dibilang <em>plot twist</em>-nya tidak terlalu mengejutkan. Dari awal Penulis sudah memiliki dugaan kalau orang-orang ini lah yang menjadi dalangnya. Klise khas Detective Conan, lah.</p>



<p>Hal lain yang membuat <em>gregetan </em>adalah begitu banyaknya &#8220;kebetulan&#8221; yang membuat niat pelaku bisa mirip dengan peristiwa 15 tahun lalu. &#8220;Kebetulan&#8221; lain yang bikin gemas adalah pertemuan Shuichi dengan keluarga-keluarganya. Klise lainnya dari Detective Conan.</p>



<p>Ketika menonton film ini, beberapa kali mata Penulis melirik ke arah jam tangan. Film ini berdurasi cukup panjang, tapi kurang meninggalkan kesan yang baik. Jika disuruh menceritakan dari awal, Penulis sudah banyak lupa dan akan merasa kesulitan.</p>



<p>Apesnya lagi, ternyata film ini memiliki dua adegan <em>after credit</em> yang Penulis lewatkan. Bisa saja ketidakpuasan Penulis terhadap film ini terobati dengan dua adegan tambahan tersebut!</p>



<p>Nilainya: <strong>5.5/10.0</strong></p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 8 Mei 2021, terinspirasi setelah menonton <em>Detective Conan: The Scarlet Bullet</em></p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://popculture.id/rilis-film-detective-conan-2020-ditunda/">Popculture.id</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlet-bullet/">Setelah Menonton Detective Conan: The Scarlet Bullet</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlet-bullet/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Conan dan Kutukan yang Menimpanya</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 May 2018 06:38:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[conan]]></category>
		<category><![CDATA[Detective Conan]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[ran]]></category>
		<category><![CDATA[shinichi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=802</guid>

					<description><![CDATA[<p>Detective Conan bisa dibilang sebagai serial komik detektif terlaris yang pernah ada. Tetapi, penulis tidak akan membahas itu di tulisan ini, melainkan sisi lain dari Conan Edogawa a.k.a Shinichi Kudo yang mengecil karena APTX 4869. Coba sekarang bayangkan kita menjadi Conan. Ke mana pun ia pergi, mau ke hutan, ke gunung, ke pantai, ke Kyoto, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/">Conan dan Kutukan yang Menimpanya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Detective Conan bisa dibilang sebagai serial komik detektif terlaris yang pernah ada. Tetapi, penulis tidak akan membahas itu di tulisan ini, melainkan sisi lain dari Conan Edogawa a.k.a Shinichi Kudo yang mengecil karena APTX 4869.</p>
<p>Coba sekarang bayangkan kita menjadi Conan. Ke mana pun ia pergi, mau ke hutan, ke gunung, ke pantai, ke Kyoto, ke Osaka, bahkan hanya ke kafe Poirot pun ia selalu menemukan kasus, mulai pembunuhan, penculikan, hingga hilangnya barang.</p>
<p>Mau pergi dengan siapapun juga pasti bertemu kasus, mulai dengan Kogoro Mouri, Sonoko, Profesor Agassa, Heiji Hatori hingga kelompok detektif kecil. Seharusnya, orang-orang jadi takut jika harus berpergian dengan Conan bukan?</p>
<p>Kasihan Conan, padahal tubuhnya sudah mengecil karena obat APTX 4869, masih harus menanggung kutukan <em>siapa yang ada di dekatku pasti kena kasus</em>. Tak terhitung berapa kali ia berniat untuk liburan, selalu ada saja kasus yang terjadi di sekitarnya dengan trik-trik sulit.</p>
<p>Nah, mengapa kasus yang terjadi di sekitar Conan selalu menggunakan trik yang anti <em>mainstream</em>? Mungkin karena kreativitas yang disalahgunakan, walaupun motifnya pasti karena tidak ingin ketahuan.</p>
<p>Selain itu, entah sudah berapa tahun serial Conan berjalan, ia tidak juga naik-naik kelas. Tetap saja kelas satu. Kasihan.</p>
<p><strong>Shinichi dan Ran</strong></p>
<p>Setidaknya Conan atawa Shinichi tidak perlu dikasihani karena satu hal: cinta. Ia menyukai teman sejak kecilnya, Ran Mouri. Kisah asmara mereka berdua merupakan salah satu bagian favorit penulis dari dulu karena banyak hal. Salah satunya adalah kecanggungan antara mereka berdua, yang penulis yakin membuat pembacanya merasa <em>geregetan</em>.</p>
<p>Kesetiaan Ran bisa diacungi jempol. Ketika Shinichi &#8220;menghilang&#8221; untuk menyelesaikan kasus yang sulit, ia sama sekali tidak berpaling ke lelaki lain. Ia tetap menanti Shinichi pulang, walaupun sebenarnya ia satu rumah bersamanya dalam wujud Conan Edogawa.</p>
<p>Pembaca yang sudah menunggu kapan mereka berdua jadian tentu sudah bisa bernafas lega. Shinichi telah mengutarakan perasaannya ke Ran di depan Big Ben, London. Tempat yang spesial bukan untuk menyatakan cinta?</p>
<p>Ran menjawabnya dengan sebuah ciuman di pipi ketika ada darmawisata sekolah ke Kyoto. Sebuah adegan yang cukup membuat penulis <em>baper</em>, mungkin juga para penggemar yang telah lama menantikan adegan ini.</p>
<p><div id="attachment_803" style="width: 778px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-803" class="size-full wp-image-803" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-04-25_152817.jpg" alt="" width="768" height="501" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-04-25_152817.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-04-25_152817-300x196.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/2018-04-25_152817-356x232.jpg 356w" sizes="auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px" /><p id="caption-attachment-803" class="wp-caption-text">Bikin Baper</p></div></p>
<p><strong>Tukang Bubur Naik Haji</strong></p>
<p>Satu hal yang tidak penulis suka dari Detective Conan adalah ceritanya yang makin ke sini makin melebar. Selalu ada saja tambahan karakter baru yang semakin menyamarkan akhir cerita. Mirip dengan serial Tukang Bubur Naik Haji yang semakin tambah episodenya semakin tambah pula tokoh-tokohnya.</p>
<p>Penulis kira masuknya Sera, Amuro dan Subaru (Akai yang menyamar) sudah cukup. Eh ternyata masih ada lagi, yang kepala polisi bermata satu, penjual sushi bermata satu sampai wali kelas baru. Semua bermata satu, agar pembaca menerka-nerka siapa anggota organisasi hitam yang memiliki <em>code name </em>RUM.</p>
<p><div id="attachment_804" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-804" class="size-large wp-image-804" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/maxresdefault-2-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/maxresdefault-2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/maxresdefault-2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/maxresdefault-2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/maxresdefault-2-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/maxresdefault-2.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-804" class="wp-caption-text">Sera Masumi (youtube.com)</p></div></p>
<p>Belum lagi karakter-karakter pendukung lainnya yang hanya muncul sesekali. Perlu daya ingat yang kuat untuk mengingat semua karakter tersebut.</p>
<p>Mungkin semua karakter tersebut dibutuhkan untuk memperbesar rasa penasaran pembaca terhadap akhir serial Detective Conan. Selain itu, masih banyak tokoh-tokoh misterius yang belum dibuka identitasnya. Aoyama Gosho selaku pembuat komik dikenal gemar menyebar petunjuk palsu untuk membuat bingung pembacanya. Dan menurut penulis, ia berhasil melakukannya dengan baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 24 Mei 2018, terinsprasi setelah membaca komik Detective Conan vol. 90-91</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://dinocojv.deviantart.com/art/Detective-Conan-476694136">https://dinocojv.deviantart.com/art/Detective-Conan-476694136</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/">Conan dan Kutukan yang Menimpanya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berteriak karena Buku</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2018 09:05:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Agatha Christie]]></category>
		<category><![CDATA[Detective Conan]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[Hercule Poirot]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Miss Marple]]></category>
		<category><![CDATA[misteri]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[serial]]></category>
		<category><![CDATA[Sherlock Holmes]]></category>
		<category><![CDATA[Sir Arthur Conan Doyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=613</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis menyukai serial detektif semenjak SMP, ketika almarhumah kakak penulis memberikan novel Sherlock Holmes yang tipis (hanya terdiri dari tiga cerita). Penulis sangat menikmati buku tersebut, sehingga dari sanalah penulis berminat untuk mengetahui novel detektif lainnya, karena buku karya Sir Arthur Conan Doyle tersebut hanya berjumlah sembilan seri. Penulis memutuskan untuk mencoba novel karya Agatha [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/">Berteriak karena Buku</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis menyukai serial detektif semenjak SMP, ketika almarhumah kakak penulis memberikan novel Sherlock Holmes yang tipis (hanya terdiri dari tiga cerita). Penulis sangat menikmati buku tersebut, sehingga dari sanalah penulis berminat untuk mengetahui novel detektif lainnya, karena buku karya Sir Arthur Conan Doyle tersebut hanya berjumlah sembilan seri.</p>
<p>Penulis memutuskan untuk mencoba novel karya Agatha Christie, yang penulis ketahui dari komik Detective Conan, ketika Kogoro Mouri menemani Conan untuk menghadiri pertemuan sesama penggemar Sherlock Holmes. Ketika ditanya sesama peserta seri mana yang menjadi favorit, Mouri justru menjawab buku karya Agatha Christie (itu pun salah judul).</p>
<p><strong>Awal Pertemuan</strong></p>
<p>Sebelum membeli, penulis pinjam satu buku Agatha Christie dari teman saya sejak SD. Yang ia pinjamkan berjudul <em>The Pale House</em> (Misteri Penginapan Tua). Setelah membaca, penulis merasa bahwa judul ini kurang menarik. Plot ceritanya sedikit khayal, begitu pikir penulis saat itu. Secara singkat, penulis merasa kecewa dengan buku tersebut.</p>
<p><div id="attachment_616" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-616" class="size-large wp-image-616" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-22-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-22-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-22-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-22-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-22-340x255.jpg 340w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-22.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-616" class="wp-caption-text">Dua Novel Paling Awal</p></div></p>
<p>Akan tetapi, penulis tidak berhenti sampai di situ. Ketika mampir di toko buku, penulis melihat novel Agatha Christie berjudul <em>Poirot&#8217;s Early Case</em> (Kasus-Kasus Perdana Poirot). Nama Poirot tidak asing bagi penulis karena di Detevtive Conan terdapat kafe yang bernama serupa. Maka, penulis mencoba untuk memberikan &#8220;kesempatan kedua&#8221;.</p>
<p><strong>Memburu Judul yang Hilang</strong></p>
<p>Keputusan tersebut terbukti tepat. Semenjak itu, penulis terus membeli novel-novel Agatha Christie, hingga rela untuk tidak makan di luar agar dapat membeli <em>bookset </em>Agatha Christie.</p>
<p>Pernah ada kejadian, ketika membeli <em>bookset </em>yang pertama (total ada 8 <em>bookset</em>, tiap <em>bookset </em>berisi sepuluh judul), penulis tidak cermat dalam memilih barang karena terdapat buku yang sama. Waktu itu penulis belum tahu jika buku yang telah dibeli dapat dikembalikan, sehingga judul yang sama tersebut penulis jual kepada teman kuliah.</p>
<p><div id="attachment_614" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-614" class="size-large wp-image-614" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-32-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-32-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-32-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-32-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-32-340x255.jpg 340w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-32.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-614" class="wp-caption-text">Judul yang Hilang</p></div></p>
<p>Sedangkan judul yang hilang, penulis berusaha mencarinya secara terpisah. Sayangnya, novel yang berjudul <em>Elephant Can Remember </em>(Gajah Selalu Ingat) sangat susah ditemukan, baik di Malang maupun Surabaya. Akhirnya, penulis melakukan barter dengan orang yang sama dengan yang meminjamkan <em>The Pale House </em>(judul ini pun akhirnya jadi milik penulis dengan barter).</p>
<p><strong>78/80</strong></p>
<p>Adanya bundel Agatha Christie sangat membantu penulis untuk mengoleksinya. Kalau tidak salah, setidaknya ada empat atau lima bundel yang penulis beli. Apabila dalam satu bundel terdapat banyak judul yang sudah dimiliki penulis, penulis akan melewatkannya dan memilih untuk melengkapinya satu per satu.</p>
<p>Seringkali, banyak judul yang tidak tersedia di toko buku. Solusinya, pembelian online. Ada yang bekas (namun telah diberi sampul plastik oleh pemilik sebelumnya) ada yang baru. Harganya pun lebih murah dari harga aslinya. Selain itu, dalam even-even obral buku, jika beruntung penulis akan menemukan novel Agatha Christie seharga Rp. 10.000 an.</p>
<p>Hingga kini, penulis berhasil mengumpulkan 78 dari 80 judul buku Agatha Christie. Dua judul yang belum penulis miliki tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>(1963) <em>The Clocks</em> &#8211; Hercule Poirot</li>
<li>(1976) <em>Sleeping Murder</em> &#8211; Miss Marple</li>
</ul>
<p>Untunglah, pihak penerbit sedang mencetak ulang, sehingga tinggal masalah waktu hingga dua judul tersebut dicetak ulang,</p>
<p><strong>Cerita Terbaik</strong></p>
<p>Dari sekian banyak Agatha Christie yang penulis baca, ada beberapa buku yang membuat penulis berteriak &#8220;WHAT!&#8221; dengan begetar karena <em>twist </em>yang sama sekali tidak diduga. Buku-buku tersebut adalah:</p>
<ul>
<li>(1926) <em>The Murder of Roger Ackroyd</em> &#8211; Hercule Poirot</li>
<li>(1934) <em>Murder on The Orient Express</em> &#8211; Hercule Poirot</li>
<li>(1936) <em>The ABC Murders</em> &#8211; Hercule Poirot</li>
<li>(1938) <em>Hercule Poirot&#8217;s Christmas</em> &#8211; Hercule Poirot</li>
<li>(1939) <em>And Then There Were None</em> &#8211; Sir Thomas Legge</li>
<li>(1949) <em>Crooked House</em> &#8211; Charles Hayward</li>
<li>(1967) <em>Endless Night</em> &#8211; Sergeant Keene</li>
<li>(1975) <em>Curtain, Poirot&#8217;s Last Case</em> &#8211; Hercule Poirot</li>
</ul>
<p><div id="attachment_615" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-615" class="size-large wp-image-615" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-28-1024x768.jpg" alt="" width="1024" height="768" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-28-1024x768.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-28-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-28-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-28-340x255.jpg 340w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/photo_2018-04-09_16-02-28.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-615" class="wp-caption-text">Rekomendasi Penulis</p></div></p>
<p>Tentu penulis tidak akan memberitahu siapa pelakunya karena mengandung <em>spoiler</em>. Yang jelas, ada yang pelakunya adalah tokoh aku, ada yang korbannya dibunuh oleh tiga belas orang, ada yang pelakunya adalah polisinya, ada yang mati di pulau terpencil satu per satu, ada yang pelakunya anak kecil, bahkan ada yang pelakunya adalah sang detektif!</p>
<p>Maaf, penulis terlalu bersemangat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 8 April 2018, setelah berkali-kali gagal menang main game Rules of Survival bersama Aqsa dan Rael</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/">Berteriak karena Buku</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
