<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dunia Sophie Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/dunia-sophie/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/dunia-sophie/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Aug 2023 15:53:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Dunia Sophie Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/dunia-sophie/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 15:53:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Sophie]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Jostein Gaarder]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6818</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu novel yang Penulis baca di awal-awal mengoleksi buku adalah Dunia Sophie karya Jostein Gaarder. Novel ini, menurut Rocky Gerung, dianggap sebagai bacaan wajib anak SMA yang ingin masuk ke dunia filsafat karena Gaarder berhasil merangkumnya dalam satu buku. Karena sudah cukup lama membacanya, Penulis pun tidak seberapa ingat apa saja isi bukunya. Untungnya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat/">[REVIEW] Setelah Membaca Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salah satu novel yang Penulis baca di awal-awal mengoleksi buku adalah <em><strong>Dunia Sophie</strong> </em>karya Jostein Gaarder. Novel ini, menurut <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/rocky-gerung-profesor-tanpa-gelar/">Rocky Gerung</a>, dianggap sebagai bacaan wajib anak SMA yang ingin masuk ke dunia filsafat karena Gaarder berhasil merangkumnya dalam satu buku.</p>



<p>Karena sudah cukup lama membacanya, Penulis pun tidak seberapa ingat apa saja isi bukunya. Untungnya, melalui akun Instagram Penerbit Mizan, Penulis jadi mengetahui kalau novel tersebut akan dibukukan dalam bentuk novel grafis alias komik.</p>



<p>Setelah itu, Penulis pun menantikan buku tersebut rilis dan pada akhirnya Penulis langsung membelinya setelah mengetahui sudah ada di rak buku. Lantas, apakah buku ini berhasil mengingatkan Penulis apa isi buku <em>Dunia Sophie</em>?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul:&nbsp;<em>Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat</em></li>



<li>Penulis: Jostein Gaarder; Vincent Zabus</li>



<li>Art: Nicoby</li>



<li>Penerbit: Penerbit Mizan</li>



<li>Cetakan: Pertama</li>



<li>Tanggal Terbit: Februari 2023</li>



<li>Tebal: 264 halaman</li>



<li>ISBN: 978-602-441-310-1</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Sesuai dengan judulnya, buku ini adalah versi komik dari novel <em>Dunia Sophie </em>yang menceritakan petualangan &#8220;aneh&#8221; seorang remaja bernama <strong>Sophie Amundsend</strong> untuk mempelajari filsafat dari awal. </p>



<p>Untuk buku pertamanya ini, kita akan diajak membahas filsafat mulai dari zaman Socrates hingga Galileo Galilei. Untuk buku keduanya (sekaligus terakhir) nanti, yang akan dibahas adalah filsafat dari zaman Rene Descartes hingga Sigmund Freud.</p>



<p>Ada 11 bab yang dimiliki oleh buku ini, mulai dari bab pertama yang bertajuk &#8220;Siapa Aku?&#8221; hingga bab sebelas yang bertajuk &#8220;Zaman Barok&#8221;. Sophie mempelajari satu per satu ilmu filsafat tersebut dengan bimbingan seseorang, yang lantas akan diketahui bernama Albedo.</p>



<p>Ada bab yang berisi tentang filsafat dari beberapa tokoh sekaligus, tapi ada juga bab yang memang fokus hanya membahas satu tokoh. Ada tiga tokoh yang menjadi bab tersendiri, yakni Socrates, Plato, dan Aristoteles. </p>



<p>Dalam petualangannya, Sophie seolah-olah bisa bertemu langsung dengan tokoh-tokoh filsafat yang sedang diterangkan oleh Albedo. Sebagai seorang gadis remaja, pelajaran filsafat tersebut berhasil membuatnya merenungkan banyak hal yang sebelumnya tak terpikirkan.</p>



<p>Ada beberapa penyesuaian yang seingat Penulis tidak dibahas di novelnya, seperti <em>concern </em>Sophie terhadap isu lingkungan hingga kesalnya Sophie terhadap Aristoteles yang migonistik alias merendahkan kaum perempuan. Mohon koreksinya jika itu ternyata ada di novelnya.</p>



<p>Menjelang akhir buku, Sophie menyadari kalau dirinya hanyalah tokoh komik, atau bahasa filmnya adalah <em>breaking the 4th wall</em>. Bahkan Albedo yang menjadi &#8220;gurunya&#8221; pun tidak menyadari hal tersebut. Ini sangat akurat dengan versi novel.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat</h2>



<p>Sesuai dengan tujuan awalnya membeli buku ini, Penulis berhasil teringat apa isi novel <em>Dunia Sophie </em>meskipun baru setengah awalnya saja. Mengingat novel <em>Dunia Sophie </em>cukup tebal, tentu isi buku grafis ini adalah versi pendeknya saja.</p>



<p>Sebagaimana <a href="https://whathefan.com/buku/dongeng-jostein-gaarder/">novel-novel yang ditulis oleh Jostein Gaarder</a>, kesan dongeng dan fantasi pun cukup kental di novel <em>Dunia Sophie</em>. Nah, adanya versi komik seperti ini semakin membuat unsur dongen dan fantasinya semakin terasa.</p>



<p>Dengan ilustrasi yang enak untuk dipandang, Penulis begitu menikmati membaca buku ini hingga bisa tandas dalam waktu yang cepat. Mungkin itu juga karena Penulis terbiasa membaca komik Barat seperti <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-tintin/">Tintin</a> </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-lucky-luke/">Lucky Luke</a></em>.</p>



<p>Adanya ilustrasi membuat Penulis bisa memahami dengan lebih mudah filsafat-filsafat yang sedang dijelaskan. Penulis juga jadi bisa membayangkan bagaimana rupa para filsuf lintas zaman, meksipun di novel aslinya juga ada ilustrasi filsuf yang sedang dibahas.</p>



<p>Karena sedang mendalami stoik, ada satu <em>quote </em>yang sangat Penulis sukai dari buku ini (Penulis lupa apakah <em>quote </em>tersebut ada di novel aslinya), yakni:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Berilah aku keberanian untuk mengubah yang bisa diubah, ketenangan untuk menerima yang tak bisa diubah, dan kebijaksanaan untuk membedakan keduanya.&#8221;</p>
</blockquote>



<p>Sebagai komik, tentu ada unsur <em>joke </em>yang disisipkan sebagai bumbu cerita agar tidak monoton dan kaku. Yang jelas, komik filsafat ini lebih mudah dipahami dibandingkan set novel filsafat yang pernah Penulis dulu dan hingga sekarang tidak pernah ditamatkan.</p>



<p>Jika ada remaja yang tertarik untuk masuk ke dunia filsafat, rasanya <em>Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat </em>bisa menjadi pengantar yang lebih baik dibandingkan novel aslinya yang sangat tebal. Penjelasannya mudah dipahami dan diilustrasikan dengan menarik.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 29 Agustus 2023, terinspirasi setelah membaca buku <em>Dunia</em> <em>Sophie: Novel Grafis Filsafat </em>karya Jostein Gaarder</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat/">[REVIEW] Setelah Membaca Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dongeng Jostein Gaarder</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/dongeng-jostein-gaarder/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/dongeng-jostein-gaarder/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2018 05:46:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Anna]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Maya]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Sophie]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Jostein Gaarder]]></category>
		<category><![CDATA[The Magic Library]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=854</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika mendengar nama Jostein Gaarder, hampir pasti yang terlintas di pikiran kita adalah novel Dunia Sophie, sebuah novel yang menurut Rocky Gerung adalah bacaan wajib anak SMA yang ingin mendalami dunia filsafat. Penulis memiliki minat yang lumayan tinggi untuk mengetahui seperti apa dunia filsafat, meskipun banyak hal yang tidak penulis pahami sepenuhnya. Ketika membaca Dunia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/dongeng-jostein-gaarder/">Dongeng Jostein Gaarder</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika mendengar nama Jostein Gaarder, hampir pasti yang terlintas di pikiran kita adalah novel <em>Dunia Sophie</em>, sebuah novel yang menurut Rocky Gerung adalah bacaan wajib anak SMA yang ingin mendalami dunia filsafat.</p>
<p>Penulis memiliki minat yang lumayan tinggi untuk mengetahui seperti apa dunia filsafat, meskipun banyak hal yang tidak penulis pahami sepenuhnya. Ketika membaca <em>Dunia Sophie</em> pun, penulis harus memutar otak untuk memahami filsafat-filsafat yang ada pada buku tersebut. Untungnya dalam buku tersebut, filsafat disampaikan melalui bahasa dongeng, sehingga membuat kita dapat larut dalam cerita.</p>
<p>Hampir semua teori filsafat disampaikan pada <em>Dunia Sophie</em>, yang sayangnya tidak ada sama sekali penjelasan tentang filsafat Islam. Mungkin karena tempat asal Gaarder di Norwegia, sebuah negara yang terletak jauh dari peradaban Islam.</p>
<p>Setelah <em>Dunia Sophie</em>, penulis memutuskan untuk membeli <em>Dunia Anna</em> karena menikmati gaya bahasa Gaarder di buku <em>Dunia Sophie</em>. Dengan gaya dongeng yang sama, <em>Dunia Anna</em> lebih mengajak kita untuk merenungi dampak yang dapat terjadi akibat kelalaian manusia dalam menjaga bumi.</p>
<p>Penulis yang merasa ketagihan dengan karya-karya Gaarder memutuskan untuk membeli satu buah buku lagi yang berjudul <em>Dunia Maya</em>. Sayang, berbeda dengan dua novel sebelumnya, novel yang satu ini sangat berat untuk dicerna. Saking beratnya, penulis tidak dapat menuliskan inti buku tersebut pada tulisan ini.</p>
<p>Dari sinopsis, buku ini <em>menyoroti gagasan-gagasan yang besar: penciptaan alam semesta, evolusi kehidupan di bumi, munculnya manusia, dan tujuan dari keberadaan manusia</em>. Sangat dalam bukan pesan yang ingin disampaikan?</p>
<p>Setelah itu, butuh waktu agak lama bagi penulis untuk memutuskan membeli lagi buku Gaarder. Kali ini, yang penulis pilih adalah <em>The Magic Library</em>. Untunglah, buku ini memenuhi ekspetasi penulis, bahkan melebihinya.</p>
<p>Buku ini cukup unik, karena hanya terdiri dari dua chapter. Chapter pertama berisi surat-surat yang ditulis antar saudara sepupu yang khawatir surat-surat mereka dicuri oleh seseorang. Chapter kedua berisi seperti novel pada umumnya, hanya saja tulisannya mengambil dari dua sudut pandang secara bergantian (sudut pandang kedua sepupu tersebut).</p>
<p><em>The Magic Library </em>juga menyediakan misteri dan <em>twist </em>di akhirnya, membuat buku ini cocok bagi penggemar serial misteri, walaupun ceritanya lebih ringan jika dibandingkan Agatha Christie. Menurut penulis, novel ini lebih cocok dibaca untuk usia remaja yang ingin mengembangkan daya imajinasinya.</p>
<p>Masih banyak karya-karya Gaarder yang belum penulis baca, seperti <em>Misteri Soliter</em>, <em>The Orange Girl, </em>dan <em>Dunia Cecilia</em>. Yang jelas, Gaarder selalu menyajikan pesan filsafat dan ceritanya dalam bentuk dongeng yang menawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 8 Juni 2018, terinspirasi setelah menamatkan buku <em>The Magic Library </em>karya Jostein Gaarder.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/dongeng-jostein-gaarder/">Dongeng Jostein Gaarder</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/dongeng-jostein-gaarder/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
