<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fanatisme Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/fanatisme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/fanatisme/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Oct 2022 12:34:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>fanatisme Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/fanatisme/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Satu Nyawa untuk Sepak Bola Itu Terlalu Banyak</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2022 12:30:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Arema]]></category>
		<category><![CDATA[fanatisme]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kerusuhan]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[suporter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5943</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kejadian tragis kembali menimpa sepak bola Indonesia, ketika ratusan suporter Arema meninggal dunia setelah timnya dikalahkan oleh Persebaya dengan skor 2-3. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi kejadian ini, yang akan Penulis bahas di bawah nanti. Berita ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk media luar negeri. Hal tersebut wajar, mengingat jumlah korban tewas mencapai ratusan dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak/">Satu Nyawa untuk Sepak Bola Itu Terlalu Banyak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kejadian tragis kembali menimpa sepak bola Indonesia, ketika ratusan suporter Arema meninggal dunia setelah timnya dikalahkan oleh Persebaya dengan skor 2-3. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi kejadian ini, yang akan Penulis bahas di bawah nanti.</p>



<p>Berita ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk media luar negeri. Hal tersebut wajar, mengingat jumlah korban tewas mencapai ratusan dan masih ada banyak korban luka-luka yang masih mendapatkan perawatan. </p>



<p>Bahkan, jumlah korban pada kejadian menjadi yang terbanyak nomor dua di dunia setelah peristiwa di Estadio Nacional, Lima, Peru, yang terjadi pada tanggal 24 Mei 1964 dengan total korban meninggal dunia 328 orang. </p>





<p>Sepak bola harusnya menyebarkan kebahagiaan dan suka cita bagi penontonnya, bukan merenggut nyawa seperti ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kronologi Kejadian Kematian Ratusan Suporter Arema</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5946" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Kerusuhan Suporter di Dalam Stadion Kanjuruhan (<a href="https://nasional.okezone.com/read/2022/10/02/337/2678956/127-orang-tewas-dalam-kericuhan-arema-vs-persebaya-mayoritas-karena-sesak-nafas-dan-terinjak">Okezone</a>)</figcaption></figure>



<p>Semua berawal dari kekalahan Arema atas Persebaya di Stadion Kanjuruhan dengan skor 2-3. Ini menambah rentetan hasil buruk klub kebanggaan arek Malang tersebut, di mana pada lima pertandingan terakhir hanya bisa meraih satu kemenangan dan menelan tiga kekalahan.</p>



<p>Hasil buruk inilah yang memicu turunnya suporter Arema ke lapangan setelah pertandingan usai. Mereka mengungkapkan kekesalan dan frustasi mereka, bahkan katanya mereka ingin bertanya kepada pemain kenapa bisa sampai kalah.</p>



<p>Melihat hal ini, polisi pun langsung bergerak dan melakukan antisipasi. Awalnya lewat cara persuasif, tetapi gagal karena oknum suporter makin rusuh dan mulai melakukan perusakan, baik ke properti stadion maupun mobil polisi. Bentrok antara suporter dan polisi pun tak terhindarkan.</p>



<p>Kerusuhan inilah yang memicu pihak kepolisian akhirnya menembakkan gas air mata. Naasnya, gas air mata tersebut juga sampai ke tribun dan menimbulkan kepanikan. Penonton di tribun pun mulai berdesak-desakkan untuk keluar stadion.</p>



<p>Alhasil, timbullah penumpukan di pintu keluar dan membuat banyak orang merasa sesak dan pingsan. Banyak yang terinjak-injak. Ratusan nyawa melayang. Indonesia dan dunia sepak bola berduka cita untuk sebuah tragedi yang benar-benar menyayat hati.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa yang Salah?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5945" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Salah Satu Dampak Kerusuhan (<a href="https://news.okezone.com/read/2022/10/01/519/2678918/breaking-news-kericuhan-di-kanjuruhan-sebabkan-2-supporter-arema-fc-meninggal-dunia">Okezone</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah peristiwa ini terjadi, tentu muncul satu pertanyaan besar: Siapa yang salah? Setelah ditelusuri, ternyata ada banyak faktor yang menyebabkan melayangnya nyawa ratusan Aremania, sebutan untuk suporter Arema.</p>



<p>Pertama, <strong>suporter yang rusuh dengan turun ke lapangan</strong>. Jumlah mereka sekitar tiga ribu orang menurut pernyataan kepolisian, dari total 40 ribuan penonton. Aksi mereka yang mengarah ke anarki membuat kepolisian harus melakukan tindakan.</p>



<p>Sayangnya, tindakan yang dipilih adalah menembakkan gas air mata. Padahal, FIFA Stadium Safety and Security Regulations Pasal 19 b berbunyi: <strong>&#8216;No firearms or &#8220;crowd control gas&#8221; shall be carried or used&#8217;</strong>.</p>



<p>Artinya, penggunaan senjata api ataupun gas untuk mengendalikan masa tidak boleh digunakan. Namun, polisi berdalih terpaksa melakukan hal tersebut karena suporter Arema sudah menyerang petugas dan merusak mobil di lapangan.</p>



<p>Pihak klub juga disorot. Menurut pernyataan Mahfud MD, Stadion Kanjuruhan hanya berkapasitas 38 ribu orang, tetapi <strong>tiket yang dijual mencapai 42 ribu orang</strong>. Dengan begitu, bisa dibayangkan betapa padatnya di sana ketika para penonton pada berhamburan keluar.</p>



<p>PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) juga dikecam karena menolak usulan kepolisian agar memajukan jam pertandingan ke sore hari. Padahal, hal tersebut adalah bentuk antisipasi kerusuhan, tetapi <strong>PT LIB terkesan lebih mementingkan rating</strong>.</p>



<p>Jadi jika ditanya yang salah, peristiwa menyedihkan ini adalah konsekuensi dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh banyak pihak. Nyawa sudah melayang, lebih baik kita jadikan peristiwa hari ini sebagai bahan interopeksi masing-masing.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Fanatisme yang Berlebihan Tidak Pernah Baik</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5947" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Aksi Walk-Out Fans MU Sebagai Bentuk Protes (<a href="https://www.dailymail.co.uk/sport/football/article-7949481/Manchester-United-fans-set-walk-Old-Trafford-68th-minute-clash-Wolves.html">Daily Mail</a>)</figcaption></figure>



<p>Peristiwa yang terjadi pada suporter Arema ini seolah mengingatkan kita bahwa <strong><a href="https://whathefan.com/politik-negara/akar-fanatisme-membabi-buta/">fanatisme yang berlebihan</a> terhadap apapun itu tidak pernah berakhir dengan baik</strong>. Kita harus mengetahui batasan-batasan agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.</p>



<p>Suporter yang merasa kecewa dan frustasi dengan permainan buruk yang ditampilkan oleh klub kesayangannya adalah hal yang lumrah. Penulis entah berapa kali mengungkapkan <a href="https://whathefan.com/olahraga/gatau-harus-ngomong-apalagi/">kekecewaannya ketika Manchester United (MU)</a> bermain dengan sangat buruk.</p>



<p>Namun, cara penyampaian kekecewaan dan perasaan frustasi tersebut tentu harus dengan cara-cara yang baik dan benar, bukan dengan kekerasan atau cara-cara kotor lain yang bisa menimbulkan efek domino. </p>



<p>Ironinya, kerusuhan yang ditimbulkan oleh beberapa oknum suporter (dan mungkin terselip provokator-provokator) berdampak sangat parah kepada suporter lain yang mungkin sebenarnya tidak terlibat dalam kerusuhan tersebut. </p>



<p>Mereka hanya panik dengan kejadian di lapangan, sehingga ingin keluar dari stadion secepat mungkin. Kekacauan demi kekacauan membuat situasi benar-benar tidak kondusif. Entah berapa orang yang menangis karena ditinggal oleh anggota keluarganya untuk selamanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dengan adanya kejadian ini, akhirnya Liga 1 akan dihentikan selama satu minggu. Semua pertandingan akan ditunda untuk waktu yang belum ditentukan. Itu merupakan keputusan yang tepat, bahkan kalau perlu ditunda lebih lama hingga situasi lebih kondusif.</p>



<p>Pihak manajemen Arema juga sudah membuat pernyataan kalau mereka akan bertanggung jawab atas kejadian ini, baik kepada korban yang telah meninggal ataupun sedang dirawat. Mereka juga akan membuka <em>crisis center </em>agar masyarakat bisa mendapatkan informasi.</p>



<p>Penulis mengucapkan ucapan duka cita dari hati yang paling dalam untuk korban-korban yang meninggal dunia akibat peristiwa ini. Penulis juga berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menerima musibah ini.</p>



<p>Semoga saja tragadi sepak bola ini mampu menjadi tamparan keras untuk kita agar berbenah dan bisa menciptakan iklim sepak bola yang lebih sehat.<strong> Satu nyawa untuk sepak bola itu terlalu banyak</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 2 Oktober 2022, terinspirasi setelah membaca berita tentang banyaknya suporter Arema yang meninggal</p>



<p>Foto: <a href="https://aremafc.com/news/sampaikan-duka-cita-manajemen-arema-fc-siap-beri-santunan-dan-buka-crisis-center">Arema FC</a></p>



<p>Sumber Artikel: </p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.republika.co.id/berita/rj3jv3484/127-orang-tewas-tragedi-di-stadion-kanjuruhan-nomor-dua-paling-mengerikan-di-dunia">127 Orang Tewas, Tragedi di Stadion Kanjuruhan Nomor Dua Paling Mengerikan di Dunia | Republika Online</a></li><li><a href="https://bola.okezone.com/read/2022/10/02/49/2678965/kronologi-penyebab-127-orang-meninggal-dunia-dalam-kerusuhan-laga-arema-fc-vs-persebaya-surabaya">Kronologi Penyebab 127 Orang Meninggal Dunia dalam Kerusuhan Laga Arema FC vs Persebaya Surabaya : Okezone Bola</a></li><li><a href="https://news.detik.com/berita/d-6323894/larangan-fifa-dan-alasan-polisi-gunakan-gas-air-mata-di-kanjuruhan">Larangan FIFA dan Alasan Polisi Gunakan Gas Air Mata di Kanjuruhan (detik.com)</a></li><li><a href="https://www.cnnindonesia.com/nasional/20221002075124-20-855208/mahfud-soal-tragedi-kanjuruhan-kapasitas-38-ribu-cetak-tiket-42-ribu">Mahfud soal Tragedi Kanjuruhan: Kapasitas 38 Ribu, Cetak Tiket 42 Ribu (cnnindonesia.com)</a></li><li><a href="https://news.detik.com/berita/d-6323976/ini-bukti-polisi-minta-percepat-arema-vs-persebaya-ditolak-pt-lib">Ini Bukti Polisi Minta Percepat Arema Vs Persebaya, Ditolak PT LIB (detik.com)</a></li><li><a href="https://sport.detik.com/sepakbola/liga-indonesia/d-6323821/pernyataan-arema-fc-terkait-tragedi-kanjuruhan">Pernyataan Arema FC Terkait Tragedi Kanjuruhan (detik.com)</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak/">Satu Nyawa untuk Sepak Bola Itu Terlalu Banyak</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/satu-nyawa-untuk-sepak-bola-itu-terlalu-banyak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Safa, Fanatisme Idola, dan Hubungan Parasosial</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/safa-fanatisme-idola-dan-hubungan-parasosial/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/safa-fanatisme-idola-dan-hubungan-parasosial/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 May 2022 13:45:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[fanatisme]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[parasosial]]></category>
		<category><![CDATA[penggemar]]></category>
		<category><![CDATA[Safa]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5714</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baru-baru ini, ada kejadian yang sedang ramai diperbincangkan di Twitter. Mungkin Pembaca juga sudah tahu mengenai kasus Safa yang &#8220;disidang&#8221; secara daring di Space Twitter akibat ulahnya yang melakukan hate speech kepada member boyband asal Korea, NCT. Kasus ini sempat membuatnya menjadi trending topic di internet. Bahkan, beberapa public figure sudah membuat semacam video reaction [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/safa-fanatisme-idola-dan-hubungan-parasosial/">Safa, Fanatisme Idola, dan Hubungan Parasosial</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Baru-baru ini, ada kejadian yang sedang ramai diperbincangkan di Twitter. Mungkin Pembaca juga sudah tahu mengenai kasus Safa yang &#8220;disidang&#8221; secara daring di Space Twitter akibat ulahnya yang melakukan <em>hate speech </em>kepada <em>member boyband </em>asal Korea, NCT.</p>



<p>Kasus ini sempat membuatnya menjadi <em>trending topic </em>di internet. Bahkan, beberapa <em>public figure </em>sudah membuat semacam video <em>reaction </em>yang menyoroti betapa &#8220;uniknya&#8221; kasus ini di mata mereka dan menunjukkan betapa <em>gregetan-</em>nya<em> </em>mereka.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin mencoba menjabarkan akar permasalahan ini sekaligus mencoba untuk mencari hikmah apa yang bisa kita dapatkan dari perisitiwa yang bagi sebagian orang dianggap konyol dan norak ini.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Rangkuman Kasus Safa di Twitter</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5719" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Safa Space (via <a href="https://www.youtube.com/watch?v=t6axA96UujU">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Safa merupakan <em><strong>solostan</strong></em>, istilah untuk menyebutkan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/">penggemar yang hanya mengidolakan salah satu <em>member </em>dari sebuah kelompok</a>. Nah, ia pun melancarkan <em>hate speech </em>ke <em>member </em>NCT lain yang tidak ia idolakan, bahkan menggunakan istilah-istilah yang sangat buruk.</p>



<p>Nah, para penggemar <em>member </em>yang dihina dan <em>fans </em>NCT secara umum merasa gerah dengan perbuatan Safa ini. Jika <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/cari-perhatian-di-media-sosial/">mengamati media sosial</a>, Safa sebenarnya sempat ditegur secara personal, tetapi tidak ada perubahan dan ia tetap mengeluarkan <em>hate speech</em>.</p>



<p>Alhasil, akhirnya dibentuklah Space tersebut dengan Safa sebagai &#8220;tertuduh&#8221; utama. Entah berapa orang yang ikut menyidang Safa pada momen tersebut. Sampai di titik ini, kita masih bisa melihat kewajaran mengapa Safa sampai terseret kasus ini.</p>



<p>Safa dituntut untuk membuat surat pernyataan minta maaf di atas materai dan ditandatangani orang tua, serta membuat semacam video klarifikasi. Hal ini ditolak Safa karena dianggap melanggar privasinya. Penolakan inilah yang menjadi <em>trigger</em> kemarahan orang-orang yang berada di dalam Space tersebut. </p>



<p>Bahkan, ada satu orang yang menggunakan semacam <em>power abuse </em>untuk mengintimidasi Safa dengan menyebutkan berbagai anggota keluarga dan kenalannya yang memiliki pengaruh, mulai kader Golkar sampai anggota tentara dan kepolisian.</p>



<p>Tidak hanya itu, ia juga memberikan ancaman kalau dirinya bisa membuat ayah Safa, yang juga merupakan polisi, untuk dimutasi atau diturunkan pangkatnya. Ia juga menyebutkan bahwa dirinya akan membawa kasus ini ke ranah hukum dengan dasar UU ITE.</p>



<p><strong>Iya, Safa diancam akan dibawa ke kepolisian &#8220;hanya&#8221; karena menghina <em>idol </em>Korea yang bahkan tidak tahu kalau mereka eksis di dunia ini.</strong></p>



<p>Ancaman memidanakan Safa tidak hanya dilakukan oleh mbak-mbak berusia 29 tahun dan aktivis HAM ini, melainkan dilakukan oleh anggota Space yang lain juga. Bahkan, ada yang mengaku sebagai &#8220;emaknya&#8221; atau perwakilan dari anggota NCT.</p>



<p>Menghadapi serangan dari berbagai arah, Safa terlihat mampu mengendalikan diri dan tidak kalah begitu saja. Ia mengakui perbuatan salahnya, tetapi ia menganggap memperkarakan ini hanya akan ditertawakan oleh pihak yang berwajib.</p>



<p>Penulis kurang tahu pasti bagaimana <em>ending </em>dari Space tersebut. Penulis sempat membaca kalau Space tersebut ditutup ketika Safa bertanya apa kesimpulan dari diskusi tersebut karena ia harus mengerjakan tugasnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Fanatisme Idola</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5721" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Begitu Fanatik kepada Idola (via <a href="https://www.thestar.com.my/tech/tech-news/2021/08/10/indonesia-country-with-most-k-pop-fans-and-most-tweets-about-it">The Star</a>)</figcaption></figure>



<p>Kebanyakan netizen pun berpendapat bahwa apa yang dilakukan orang-orang di dalam Space tersebut sangat berlebihan. Sebegitu hebatnya mereka membela <em>idol </em>mereka hingga rasanya bagi kita mereka begitu aneh dan norak.</p>



<p>Melihat kasus tersebut, tentu banyak orang (termasuk Penulis) yang menganggapnya sebagai sebuah fanatisme. Apalagi, ini menyangkut tentang penggemar K-Pop yang sudah kadung dicap publik sebagai kalangan penggemar yang paling &#8220;keras&#8221; dan tidak bisa disenggol.</p>



<p>Sebenarnya, fanatisme terhadap seorang idola tidak hanya terlihat dari penggemar K-Pop. Fanatisme seseorang juga bisa terjadi kepada sosok politik, klub bola, karakter anime, aktor film, dan masih banyak lagi lainnya.</p>



<p>Bahkan, terkadang fanatisme terhadap hal-hal tersebut telah memberikan dampak yang lebih parah daripada menyidang Safa di Twitter. Contoh, suami-istri yang cerai karena beda pilihan calon presiden atau kematian akibat perkelahian antarklub sepak bola.</p>



<p>Penulis merasa penasaran dengan adanya fenomena fantisme yang berlebihan ini, sehingga memutuskan untuk bertanya kepada seorang kawan (sebut saja Naufal) yang Penulis anggap cukup &#8220;ahli&#8221; dalam memberikan pendapat dalam kasus-kasus seperti ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hyperreality dan Hubungan Parasosial</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5720" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/05/safa-fanatisme-idol-dan-hubungan-parasosial-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Istilah Halus untuk Menggambarkan Halu? (via <a href="https://www.verywellmind.com/parasocial-relationships-covid-5218827">Verywell Mind</a>)</figcaption></figure>



<p>Menurutnya, kita sekarang tengah berada di tengah kondisi <em><strong>hyperreality</strong></em>, sebuah konsep yang diajukan oleh <strong>Jean Baudrillard</strong>, di mana <strong>manusia semakin kesulitan untuk membedakan mana realita mana yang bukan</strong>.</p>



<p>Di era <em>postmodern </em>seperti sekarang, kondisi ini semakin menjadi-jadi berkat &#8220;dukungan&#8221; dari media, teknologi, media sosial, dan lain-lain. Idola yang dulu rasanya jauh, kini terasa dekat seolah mereka benar-benar menjadi bagian dari kehidupan kita secara nyata.</p>



<p>Penggemar yang awalnya hanya mengagumi idola dan karyanya pun berevolusi: Mereka jadi ingin memiliki hubungan yang dekat dengan idola. Ini memunculkan sebuah fenomena lain yang disebut sebagai<strong> <em>parasocial relantionship</em></strong><em> </em>atau hubungan parasosial. </p>



<p>Tambah kawan Penulis, hubungan parasosial ini membuat para penggemar ingin di-<em>notice </em>oleh idolanya. Karena tahu akan sulit, mereka pun menggunakan berbagai cara, bahkan kadang dengan cara yang ekstrem seperti yang dilakukan oleh <em>sasaeng</em>.</p>



<p>Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di Space Safa sebenarnya &#8220;lumrah&#8221; dilakukan di era <em>hyperreality </em>seperti sekarang. Mungkin, karena dilakukan di media sosial-lah yang membuatnya jadi banyak disorot oleh publik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Dari kasus Safa setidaknya kita bisa belajar dua hal: <strong>Jangan melakukan <em>hate speech</em></strong><em> </em>dan <strong>jangan menjadi penggemar yang fanatik</strong>. Apa yang dilakukan oleh Safa memang tidak bisa dibenarkan, tapi apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di Space tersebut juga salah.</p>



<p>Di era di mana batas antara mana yang nyata dan tidak semakin tipis seperti sekarang, kita harus bisa menempatkan diri dengan baik. Jangan sampai kita kerap susah membedakan mana yang sungguh-sungguh terjadi mana yang tidak.</p>



<p>Peristiwa yang sebenarnya tak terlalu penting ini ternyata mampu memberi kita pelajaran yang begitu berarti, sekaligus menjadi sebuah peningkatan bahwa apapun yang berlebihan tak pernah berakhir dengan baik.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 29 Mei 2022, terinspirasi setelah membaca &#8220;drama&#8221; mengenai Safa di Twitter satu minggu yang lalu</p>



<p>Foto Banner: <a href="https://kpop.fandom.com/wiki/NCT">Kpop Wiki &#8211; Fandom</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Hyperreality#cite_note-12">Hyperreality &#8211; Wikipedia</a></li><li><a href="https://twitter.com/badutkenyal/status/1526984679504879616">Twitter: &#8220;Kumpulan space safa, karna perlu dikenang dalam sejarah: A thread🙏🏼&#8221; / Twitter</a></li><li><a href="https://www.instagram.com/p/Cdx3On0Bhkp/">Satu Persen &#8211; Indonesian Life School (@satupersenofficial) • Instagram photos and videos</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/safa-fanatisme-idola-dan-hubungan-parasosial/">Safa, Fanatisme Idola, dan Hubungan Parasosial</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/safa-fanatisme-idola-dan-hubungan-parasosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akar Fanatisme Membabi Buta</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/akar-fanatisme-membabi-buta/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/akar-fanatisme-membabi-buta/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 May 2018 09:29:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Emha Ainun Najib]]></category>
		<category><![CDATA[fanatisme]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai Hologram]]></category>
		<category><![CDATA[membabi buta]]></category>
		<category><![CDATA[perbedaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=826</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis baru saja menghabiskan sekumpulan esai terbaru Emha Ainun Najib yang berjudul Kiai Hologram. Salah satu bagian yang paling penulis suka adalah: Cinta + Ilmu = Kebijaksanaan Cinta &#8211; Ilmu = Membabi Buta Cinta + Kepentingan = Kalap dan Penyanderaan Dalam KBBI, fanantisme memiliki makna keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya). Sedangkan membabi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/akar-fanatisme-membabi-buta/">Akar Fanatisme Membabi Buta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis baru saja menghabiskan sekumpulan esai terbaru Emha Ainun Najib yang berjudul <em>Kiai Hologram</em>. Salah satu bagian yang paling penulis suka adalah:</p>
<p style="text-align: center;"><em>Cinta + Ilmu = Kebijaksanaan</em></p>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Cinta &#8211; Ilmu = Membabi Buta</em></strong></p>
<p style="text-align: center;"><em>Cinta + Kepentingan = Kalap dan Penyanderaan</em></p>
<p>Dalam KBBI, fanantisme memiliki makna <em>keyakinan (kepercayaan) yang terlalu kuat terhadap ajaran (politik, agama, dan sebagainya). </em>Sedangkan membabi buta berarti <em>melakukan sesuatu secara nekat, tidak peduli apa-apa lagi; merawak rambang.</em></p>
<p>Jika digabungkan, maka fanatisme membabi buta kurang lebih menjadi <em>keyakinan yang terlalu kuat hingga tidak mempedulikan apa-apa lagi selain yang diyakininya</em>. Sebagai contoh, mengidolakan seseorang.</p>
<p>Anggap A menyukai idola Z dengan fanatisme yang membabi buta. A menganggap Z adalah orang terbaik yang ada di dunia, dan A akan marah jika ada orang lain yang berkata buruk tentang Z. A tidak akan terima kritikan terhadap Z karena bagi A, Z adalah sosok yang sempurna.</p>
<p>Bisa juga terjadi di lingkungan politik dan agama, dan inilah yang menumbuhkan intoleransi.</p>
<p>Nah, menurut rumusan yang ditulis oleh Cak Nun, membabi buta lahir ketika cinta tidak diiringi oleh ilmu. Dengan kata lain, orang yang meyakini atau berbuat sesuatu secara membabi buta kurang belajar. Bukan hanya sekedar belajar membaca buku, tapi juga belajar memahami dan mendengarkan orang lain.</p>
<p>Banyaknya orang di Indonesia yang cenderung membabi buta pada apa yang diyakininya menunjukkan bahwa kita masih harus banyak belajar. Kita harus masih banyak belajar menerima perbedaan yang ada. Sifat fanatisme membabi buta harus kita hilangkan agar dapat hidup berdampingan.</p>
<p>Sesungguhnya, tidak ada yang baik dari perbuatan berlebihan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 25 Mei, 2018, terinspirasi setelah membaca buku Kiai Hologram karya Emha Ainun Najib</p>
<p>Sumber Foto: http://calsportsmanmag.com/wild-pigs-pick-your-shot-carefully/</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/akar-fanatisme-membabi-buta/">Akar Fanatisme Membabi Buta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/akar-fanatisme-membabi-buta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
