<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gangguan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/gangguan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/gangguan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Jun 2023 15:10:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>gangguan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/gangguan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Smartphone adalah Distraksi Terberat untuk Produktivitas</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2023 07:10:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[distraksi]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[smarpthone]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6597</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak orang yang menginginkan hidup produktif. Namun, tidak banyak orang yang berhasil melakukannya. Beberapa alasannya adalah rasa malas, kurang motivasi, hingga adanya distraksi atau gangguan yang menghambat kita untuk produktif. Rasa malas atau kurang motivasi berasal dari internal, sehingga cara mengatasinya pun mau tidak mau harus dari diri sendiri. Kita harus bisa mengendalikan diri kita [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/">Smartphone adalah Distraksi Terberat untuk Produktivitas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Banyak orang yang menginginkan hidup produktif. Namun, tidak banyak orang yang berhasil melakukannya. Beberapa alasannya adalah <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/">rasa malas</a>, kurang motivasi, hingga adanya distraksi atau gangguan yang menghambat kita untuk produktif.</p>



<p>Rasa malas atau kurang motivasi berasal dari internal, sehingga cara mengatasinya pun mau tidak mau harus dari diri sendiri. Kita harus bisa mengendalikan diri kita sendiri untuk bisa mengusir hal-hal yang menghambat produktivitas tersebut.</p>



<p>Nah, lain halnya dengan adanya distraksi yang kerap datang dari luar atau eksternal diri kita. Bentuknya pun macam-macam. Namun, ada satu distraksi yang Penulis anggap sebagai yang terbesar sekaligus terbesar, yaitu <strong>adanya <em>smartphone</em> alias ponsel pintar</strong>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Smartphone adalah Distraksi Terbesar?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6600" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Distraksi Terbesar Saat Bekerja atau Belajar (<a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/tangan-iphone-smartphone-laptop-5077039/">cottonbro studio</a>)</figcaption></figure>



<p>Selama beberapa tahun terakhir, <em>smartphone </em>kita terus berevolusi menjadi sebuah gawai yang sangat canggih, hingga seolah-olah kita bisa melakukan semua hal menggunakannya. Ini semakin dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang jumlahnya mungkin mencapai jutaan.</p>



<p>Salah satu dampak terbesar yang dihasilkan oleh <em>smartphone </em>adalah meningkatnya interaksi antarmanusia hingga seolah tak berbatas ruang dan waktu. Kita bisa melihat berbagai kejadian di seluruh dunia hanya dalam kedipan mata saja melalui media sosial.</p>



<p>Ada banyak pilihan media sosial yang bisa kita gunakan, mulai Facebook, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/twitter-dan-tuntutan-kesempurnaannya/">Twitter</a>, Instagram, <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">TikTok</a>, hingga Pinterest. Sarana hiburan untuk menonton tayangan visual pun banyak, mulai yang gratis seperti YouTube hingga yang berbayar seperti <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya/">Netflix</a>, Disney+, Vidio, dan lainnya.</p>



<p>Jangan lupakan juga judul-judul <em>game </em>yang bisa membuat kita melupakan kehidupan kita sejenak di dunia nyata. Ada yang menyukai <em>game </em>kompetitif seperti <em>Mobile Legends </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-menyebar-screenshot-pubg/">PUBG Mobile</a></em>, ada juga yang suka bertualang di <em>Genshin Impact</em>.</p>



<p>Masih banyak yang bisa kita lakukan melalui <em>smartphone</em>, seperti membaca berita, membaca komik, melihat meme, membuat konten viral, dan lain sebagainya. <strong>Banyaknya aktivitas yang bisa dilakukan inilah yang membuat <em>smartphone </em>menjadi distraksi yang luar biasa</strong>.</p>



<p>Bayangkan, setelah merasa bosan dengan Instagram, beralik ke TikTok. Begitu bosan, pindah lagi ke Twitter. Bosan lagi, pindah main <em>game</em>. Capek, <em>refreshing </em>dengan menonton YouTube. Putaran aktivitas ini seolah tak pernah berhenti mengisi hari-hari kita.</p>



<p>Apalagi, kini semakin banyak platform yang menyediakan fitur <em><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/alasan-kenapa-mindless-scrolling-adalah-pelarian-yang-buruk/">infinity scroll</a> </em>di mana kita secara tak terbatas diberikan konten video pendek. Berdasarkan pengalaman Penulis, fitur ini kerap membuat kita merasa lupa waktu karena tidak tahu kapan harus berhenti.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana agar Smartphone Tidak Menjadi Sebuah Distraksi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="528" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-1024x528.jpg" alt="" class="wp-image-6601" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-1024x528.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-300x155.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest-768x396.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/06/Forest.jpg 1250w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Aplikasi yang Membantu Mengatasi Distraksi Smartphone (<a href="https://www.datingadvice.com/for-women/forest-app-helps-people-be-present-in-relationships">Dating Advice</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika sedang bekerja atau belajar, kita kerap beralih ke <em>smartphone </em>kita dengan dalih &#8220;<em>refreshing</em>&#8221; karena merasa suntuk. Niatnya hanya 5 menit, tahu-tahu bertambah menjadi 50 menit. Pekerjaan pun akhirnya tertunda, menumpuk, atau bahkan tidak selesai.</p>



<p>Penulis kerap berniat untuk menjalani hari yang produktif, seperti menulis beberapa artikel blog, membaca buku <em>self-improvement</em>, atau mulai menulis novel lagi. Namun, jika sudah main <em>smartphone </em>dan rebahan, niat tersebut pun sirna begitu saja, kalah oleh rasa malas.</p>



<p>Berdasarkan poin di atas, Penulis pun menganggap kalau <em>smartphone </em>adalah distraksi terbesar dalam produktivitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan beberapa cara agar kita bisa menghindari distraksi tersebut semaksimal mungkin.</p>



<p>Kalau yang mau ekstrem, Penulis di jam kerja biasanya <strong>menjauhkan <em>smartphone </em>sejauh mungkin dari jangkauan</strong>. Dengan membuatnya &#8220;tidak terlihat&#8221;, rasa penasaran ingin mengeceknya pun bisa menjadi berkurang.</p>



<p>Lalu, apa yang bisa kita lakukan ketika merasa suntuk atau penat? Lakukan <strong>aktivitas fisik yang tidak melibatkan <em>smartphone</em></strong><em>.</em> Beberapa hal yang Penulis lakukan adalah baca buku, bermain bersama kucing, duduk melihat tanaman, hingga rebahan sejenak.</p>



<p>Seandainya tidak bisa menahan diri untuk mengecek <em>smartphone</em>, mungkin kita butuh bantuan aplikasi seperti <strong>Forest</strong> dan <strong>AppBlock</strong>. Bisa juga menggunakan fitur bawaan dari <em>smartphone </em>yang mengatur berapa jam maksimal kita menggunakan aplikasi tertentu.</p>



<p>Penulis merasa terbantu dengan aplikasi-aplikasi ini agar Penulis bisa berhenti membuka aplikasi-aplikasi tertentu di jam profuktif. Namun, terkadang diri kita pun &#8220;nakal&#8221; dan justru memilih untuk menghapus aplikasi-aplikasi tersebut.</p>



<p>Jadi, pada dasarnya <strong>semua kembali ke diri sendiri</strong>, apakah kita benar-benar ingin menghilangkan distraksi tersebut atau tidak. Kalau keinginan dan tekad kita benar-benar kuat, bahkan tanpa bantuan aplikasi pun kita bisa menyingkirkan distraksi tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Selain <em>smartphone</em>, tentu masih ada distraksi lain mengingat kebanyakan aplikasi-aplikasi yang ada di <em>smartphone </em>juga tersedia di laptop. Namun, setidaknya laptop tidak bisa digunakan sambil rebahan karena kurang nyaman dan berat.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis benar-benar berusaha membatasi penggunaan <em>smartphone </em>hariannya karena terbukti sangat sering membuat hari Penulis menjadi tidak produktif. Entah sudah berapa banyak waktu yang terbuang karena <em>smartphone </em>ini.</p>



<p>Penulis pun memiliki target agar penggunaan <em>smartphone </em>dalam sehari tidak melebihi 5 jam. Sejauh ini, target ini relatif bisa dicapai di <em>weekday</em> karena adanya rutinitas pekerjaan. Di <em>weekend</em>, angka penggunaan bisa naik walau tidak terlalu banyak.</p>



<p>Dengan mengurangi penggunaan <em>smartphone</em>, Penulis berharap bisa menjadi pribadi yang lebih produktif lagi, memiliki pola hidup yang lebih teratur, dan mampu melakukan banyak hal yang lebih bermanfaat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 12 Juni 2023, terinspirasi karena merasa <em>smartphone </em>adalah distraksi terbesar ketika dirinya ingin memiliki hidup yang produktif</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.marketwatch.com/story/the-dos-and-donts-of-using-your-cell-phone-at-work-2018-01-08">MarketWatch</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/">Smartphone adalah Distraksi Terberat untuk Produktivitas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/smartphone-adalah-distraksi-terberat-untuk-produktivitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
