<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Habibie Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/habibie/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/habibie/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Sep 2019 00:30:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Habibie Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/habibie/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengenang Eyang Habibie</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengenang-eyang-habibie/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2019 00:23:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2673</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis merupakan penggemar berat eyang Habibie, mungkin semenjak duduk di bangku kuliah. Tidak kurang dari lima buku tentang beliau pernah penulis baca. Penulis pernah membaca buku yang pernah beliau tulis, buku biografi baik kehidupan pribadi maupun politiknya, buku yang berisikan nasihat-nasihat beliau, dan lain sebagainya. Belum film-filmnya yang pernah penulis tonton. Oleh karena itu, penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengenang-eyang-habibie/">Mengenang Eyang Habibie</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis merupakan penggemar berat eyang Habibie, mungkin semenjak duduk di bangku kuliah. Tidak kurang dari lima buku tentang beliau pernah penulis baca.</p>
<p>Penulis pernah membaca buku yang pernah beliau tulis, buku biografi baik kehidupan pribadi maupun politiknya, buku yang berisikan nasihat-nasihat beliau, dan lain sebagainya. Belum film-filmnya yang pernah penulis tonton.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis merasa berduka ketika mendengar kabar kematiannya kemarin setelah sholat Maghrib. Beliau adalah orang yang banyak menginspirasi penulis dalam menjalani kehidupan.</p>
<h3 style="text-align: left;">Habibie di Kala Muda</h3>
<div id="attachment_2675" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2675" class="size-large wp-image-2675" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2675" class="wp-caption-text">Habibie Muda (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwiJ-u6ZgMrkAhXEILcAHWu2CvMQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Findonesiainside.id%2Fnews%2Fnasional%2F2019%2F09%2F12%2Fdi-usia-14-tahun-habibie-sudah-kehilangan-sosok-ayah%2F&amp;psig=AOvVaw3_UmK9ayI1Bpb4FeVGP5o9&amp;ust=1568333622452256">Indonesia Inside</a>)</p></div>
<p>Eyang Habibie adalah panutan yang tak bisa disangkal oleh siapapun. Sejak muda, ia sudah rajin belajar dan tak malu untuk memiliki mimpi setinggi langit.</p>
<p>Menghabiskan masa kecil di <strong>Parepare</strong>, Sulawesi Selatan, beliau pindah ke Bandung dan besekolah di ITB. Waktu itu, kampus tersebut masih menjadi bagian dari Universitas Indonesia.</p>
<p>Setelah itu, beliau pindah ke Jerman untuk melanjutkan kuliah. Presiden Sukarno waktu itu memang sedang gencar-gencarnya mengirimkan pemuda Indonesia ke luar negeri untuk belajar.</p>
<p>Habibie mengambil jurusan yang tidak biasa, <strong>teknik penerbangan</strong>. Sebagai negara yang baru saja merdeka, tidak banyak orang Indonesia yang mengambil jurusan ini.</p>
<p>Habibie adalah orang yang visioner. Ia mengambil jurusan tersebut karena percaya Indonesia harus bisa memproduksi pesawat sendiri untuk menghubungkan antar pulau di Indonesia.</p>
<p>Di sela-sela kuliahnya di Jerman inilah Habibie bertemu dengan <strong>ibu Ainun</strong>, sewaktu mengambil waktu liburan untuk pulang ke Bandung. Beliau pun melamar dan membawanya ke Jerman.</p>
<p>Setelah lulus, Habibie sempat bekerja di Jerman untuk beberapa waktu sebelum mendapatkan <strong>panggilan pulang dari presiden Soeharto</strong>. Ia diminta untuk turut membantu mengembangkan Indonesia.</p>
<h3>Tahun-Tahun Politik Habibie</h3>
<div id="attachment_2678" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2678" class="size-large wp-image-2678" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-2-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-2-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-2-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-2-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2678" class="wp-caption-text">Habibie dan Soeharto (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwiGz6q3gMrkAhUgmI8KHXQCASAQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.era.id%2Fread%2FwnUnpO-peringatan-20-tahun-reformasi-habibie-dan-transisi-orde-baru&amp;psig=AOvVaw0ISGg3YO6cB21mrcSW7o8x&amp;ust=1568333691481207">Era.id</a>)</p></div>
<p>Mulai tahun 1978 hingga 1998, ia menjabat sebagai <strong>Menteri Negara Riset dan Pembangunan</strong> untuk empat periode, waktu yang cukup lama untuk jabatan menteri.</p>
<p>Selain itu, ia juga menjabat sebagai ketua <strong>Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)</strong> yang dibentuk pada awal 1990-an, sebuah organisasi yang dianggap sebagai <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/soeharto-sendiri-setelah-reformasi/">kendaraan politik Soeharto setelah memburuknya hubungan dengan militer</a>.</p>
<p>Pada tahun 1998, ia berhenti menjadi seorang menteri karena dipilih menjadi wakil presiden Soeharto yang ke-6. Masa jabatan ini hanya berlangsung singkat karena terjadinya gejolak di mana-mana akibat krisis moneter.</p>
<p>Soeharto, setelah 32 tahun menjabat, pada akhirnya harus mengumumkan pengunduran dirinya sebagai presiden. Habibie, selaku wakilnya, naik menjadi presiden meskipun sempat diminta Soeharto untuk ikut mundur bersamanya.</p>
<p>Hal ini menyebabkan hubungan mereka berdua memburuk. Bahkan, Soeharto sampai menolak untuk bertemu dengan Habibie selama bertahun-tahun. Habibie dianggap sebagai pengkhianat. Padahal, selama ini Habibie menjadi salah satu anak emas Soeharto.</p>
<p>Masa jabatan Habibie juga tidak terlalu lama. Pada tahun 1999, DPR menolak laporan pertanggungjawabannya dan beliau pun menolak untuk dicalonkan kembali menjadi calon presiden untuk periode 1999-2004.</p>
<p>Selama menjadi presiden, banyak hal yang terjadi dengan republik ini. Maklum, baru bebas dari pemerintahan yang otoriter selama puluhan tahun.</p>
<p>Habibie dianggap sebagai penyebab <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-timor-leste/">lepasnya Timor Leste dari tanah air</a> karena menyelenggarakan referendum. Padahal, banyak faktor yang memicu hal tersebut, bukan karena Habibie semata.</p>
<p>Beliau berhasil menurunkan nilai tukar rupiah dalam waktu singkat, juga membuka kran kebebasan pers selebar-lebarnya dan membebaskan para tahanan politik.</p>
<p>Tidak cukup di situ, beliau juga menelurkan UU Anti Monopoli, UU Otonomi daerah, revisi UU Partai Politik yang dulu hanya dibatasi tiga partai, dan masih banyak lainnya. Intinya, banyak kebijakan penting yang ia keluarkan di masa jabatannya yang singkat.</p>
<p>Kalau kata Dahlan Iskan, Habibie adalah <em>the right man in the wrong time</em>.</p>
<h3>Habibie dan Pesawat</h3>
<div id="attachment_2677" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2677" class="size-large wp-image-2677" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2677" class="wp-caption-text">N-250 (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwj59Lrz_8nkAhUx7nMBHabODt4QjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.pinterest.com%2Fpin%2F336503403380446461%2F&amp;psig=AOvVaw3t4kQX03QkItKhFTujUQ9e&amp;ust=1568333543153704">Pinterest</a>)</p></div>
<p>Semasa menjabat sebagai menteri, Habibie mengembangkan proyek <del>mobil</del> pesawat nasional yang diberi nama <strong>N-250 Gatot Kaca</strong>. Pesawat ini termasuk canggih pada masa itu karena telah menerapkan sistem <em>fly by wire</em>.</p>
<p>Pesawat ini pertama kali mengudara dengan sukses pada tahun 1995, disaksikan oleh jutaan pasang mata. Indonesia, negara yang masih dianggap primitif oleh sebagian negara lain, ternyata mampu membuat pesawatnya sendiri.</p>
<p>Sayang, krisis moneter yang dimulai tahun 1996 hingga 1998 menghempaskan impian tersebut. Negara memprioritaskan diri untuk membenahi dirinya terlebih dahulu.</p>
<p>Indonesia meminta bantuan kepada <em>International Moneter Fund </em>(IMF). Mereka bersedia membantu dengan salah satu syaratnya adalah menghentikan proyek pesawat Habibie. <i>Takut Indonesia berdikari, IMF?</i></p>
<p>Impian tersebut pun harus tertunda. Ketika Habibie menjadi presiden pun ia lebih memprioritaskan diri untuk menyelesaikan permasalahan negara yang urgensinya lebih tinggi.</p>
<p>Akan tetapi, bukan Habibie namanya jika putus asa semudah itu. Ia bersama anaknya membuat perusahaan PT. Regio Aviasi Industri dan sedang mengembangkan pesawat <strong>R-80</strong>. Sayang, beliau wafat sebelum pesawat tersebut digunakan secara massal.</p>
<h3><strong>Penutup</strong></h3>
<p>Meskipun telah meninggalkan kita semua, eyang Habibie akan tetap menjadi inspirasi dan panutan bagi kita semua. Karya-karyanya akan tetap abadi dan dikenang oleh para generasi penerus.</p>
<p>Semoga eyang bisa beristirahat dengan tenang, diampuni segala dosanya, diterima di sisi-Nya, dan jika Tuhan mengizinkan, bertemu kembali dengan ibu Ainun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 12 Agustus 2019, terinspirasi setelah wafatnya eyang Habibie</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=images&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwiMnMrR_8nkAhWbinAKHTuJDKMQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Findonesiainside.id%2Fnews%2F2019%2F09%2F11%2Fprabowo-jokowi-ucapkan-duka-mendalam-atas-kepergian-habibie%2F&amp;psig=AOvVaw2CAv7xSVuwfGPhKIpx2J3K&amp;ust=1568333470345056">Indonesia Inside</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengenang-eyang-habibie/">Mengenang Eyang Habibie</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Soeharto: Sendiri Setelah Reformasi</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/soeharto-sendiri-setelah-reformasi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/soeharto-sendiri-setelah-reformasi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 May 2018 03:56:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[ABRI]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Moertopo]]></category>
		<category><![CDATA[Benny Moerdani]]></category>
		<category><![CDATA[Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[ICMI]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Orde Baru]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[soeharto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=818</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Does it depress you commissioner to know how alone you really are?&#8221; Pernah mendengar kalimat di atas? Jika pernah menyaksikan film The Dark Knight pasti mengetahui kalimat tersebut, yang diucapkan oleh Joker dan ditujukan kepada Komisaris Gordon. Lantas apa hubungannya dengan reformasi dan Soeharto, mantan presiden Republik Indonesia kedua yang berkuasa selama 32 tahun? Seperti yang telah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/soeharto-sendiri-setelah-reformasi/">Soeharto: Sendiri Setelah Reformasi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Does it depress you commissioner to know how alone you really are?&#8221;</em></p>
<p>Pernah mendengar kalimat di atas? Jika pernah menyaksikan film <em>The Dark Knight </em>pasti mengetahui kalimat tersebut, yang diucapkan oleh Joker dan ditujukan kepada Komisaris Gordon.</p>
<p>Lantas apa hubungannya dengan reformasi dan Soeharto, mantan presiden Republik Indonesia kedua yang berkuasa selama 32 tahun?</p>
<p>Seperti yang telah kita ketahui bersama, 20 tahun lalu tepatnya tanggal 21 Mei 1998, terjadi demo besar-besaran oleh mahasiswa yang menuntut mundurnya Soeharto. Massa berhasil menduduki gedung DPR, bisa dibilang mereka telah melakukan makar.</p>
<p><strong>Soeharto dan Habibie</strong></p>
<p>Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, akhirnya Soeharto meletakkan jabatannya dan menyerahkannya kepada B.J. Habibie selaku wakilnya.</p>
<p>Mungkin tidak banyak yang tahu, ketika berencana mengundurkan diri, Soeharto sejatinya ingin mengajak Habibie untuk ikut mundur bersamanya. Beberapa sumber mengatakan bahwa Soeharto tidak yakin Habibie mampu memimpin negara dan menguasai keadaan.</p>
<p>Namun Habibie menolak. Dengan sedikit emosi beliau berkata kurang lebih seperti:</p>
<p>&#8220;Mengapa saya Anda pilih sebagai wakil jika ternyata Anda meragukan kemampuan saya?&#8221;</p>
<div id="attachment_821" style="width: 680px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-821" class="size-full wp-image-821" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kisah-keraguan-soeharto-kepada-habibie-lepasnya-timor-timur.jpg" alt="" width="670" height="335" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kisah-keraguan-soeharto-kepada-habibie-lepasnya-timor-timur.jpg 670w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kisah-keraguan-soeharto-kepada-habibie-lepasnya-timor-timur-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kisah-keraguan-soeharto-kepada-habibie-lepasnya-timor-timur-356x178.jpg 356w" sizes="(max-width: 670px) 100vw, 670px" /><p id="caption-attachment-821" class="wp-caption-text">Seoeharto dan Habibie (https://www.merdeka.com/peristiwa/kisah-keraguan-soeharto-kepada-habibie-lepasnya-timor-timur.html)</p></div>
<p>Semenjak itu, hubungan mereka menjadi renggang. Soeharto menolak bertemu dengan Habibie dalam rentang waktu yang cukup lama. Padahal, selama ini bisa dibilang Habibie merupakan anak emas Soeharto semenjak bergabung dengan kabinet pada tahun 1978 sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia hingga akhirnya menjadi wakil presiden.</p>
<p>Selain itu, Habibie juga menjadi ketua pertama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia alias ICMI, Lahirnya ICMI tidak terlepas dari berkurangnya kepercayaan Soeharo kepada kubu militer.</p>
<p><strong>Soeharto dan Militer</strong></p>
<p>Berlatarbelakang militer tentu membuat Soeharto dekat dengan pasukan militer. Banyak kaki tangannya yang berasal dari militer, sebut saja Ali Moertopo dan Benny Moerdani.</p>
<p>Akan tetapi, kepercayaan tersebut berkurang drastis menjelang tahun 90an. Banyak teori yang berkembang, seperti meninggalnya Ali pada tahun 1984 hingga kritikan Benny terhadap kerajaan bisnis anak-anak Soeharto sewaktu menjadi panglima ABRI.</p>
<p>Keberanian Benny memberikan kritik kepada rezim Soeharto tentu memiliki konsekuensi yang besar. Ia dicopot dari jabatannya lebih cepat dan gagal menjadi wakil presiden, walaupun ia digadang-gadang untuk mengisi posisi tersebut. Pada akhirnya, Sudharmono lah yang menjadi wakil presiden Republik Indonesia yang kelima.</p>
<div id="attachment_820" style="width: 310px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-820" class="size-full wp-image-820" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/edsus_benny29.jpg" alt="" width="300" height="189" /><p id="caption-attachment-820" class="wp-caption-text">Soeharto dan Benny Moerdani (https://majalah.tempo.co/read/146482/tak-lagi-di-sisi-soeharto)</p></div>
<p>Selain itu, Soeharto juga tidak lagi mendengarkan nasihat dari <em>Centre for Strategic and International Study </em>(CSIS) yang diawaki tokoh-tokoh seperti Jusuf Wanandi. Bisa dimaklumi karena CSIS dekat dengan militer termasuk Ali Moertopo.</p>
<p>Ini membuat haluan politik Soeharto menjadi condong ke kaum muslim yang menjadi mayoritas di Indonesia. Bisa jadi, inilah titik awal kejatuhan Soeharto.</p>
<p><strong>Ketika Soeharto Ditinggalkan</strong></p>
<p>Detik-detik menjelang kejatuhan Soeharto, beberapa orang yang selama ini sangat loyal kepada beliau tiba-tiba membelot dan meminta Soeharto untuk mundur. Ketua DPR saat itu, Harmoko, menyatakan bahwa rakyat sudah tidak menghendaki Soeharto menjabat sebagai presiden lagi. Padahal, selama ini Harmoko adalah salah satu anak emas Seoharto.</p>
<p>Selain itu, beberapa bulan setelah pelatikannya yang terakhir pada Maret 1998, beberapa menteri menyerahkan kembali mandatnya kepada presiden Soeharto.</p>
<p>Semua yang selama ini mendukungnya, tiba-tiba menjauhinya. Orang-orang yang selama ini menjilat dirinya untuk mendapatkan kekuasaan tiba-tiba ikut memusuhinya.</p>
<div id="attachment_819" style="width: 710px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-819" class="size-full wp-image-819" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/harmoko_20180129_190822.jpg" alt="" width="700" height="393" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/harmoko_20180129_190822.jpg 700w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/harmoko_20180129_190822-300x168.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/harmoko_20180129_190822-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /><p id="caption-attachment-819" class="wp-caption-text">Harmoko (http://bangka.tribunnews.com/2018/01/29/masih-ingat-menteri-penerangan-harmoko-kabar-mengejutkan-datang-dari-tangan-kanan-soeharto-itu)</p></div>
<p style="text-align: center;"><em>&#8220;Does it depress you commissioner to know how alone you really are?&#8221;</em></p>
<p>Penulis membayangkan, betapa sakitnya perasaan Soeharto ketika itu, dikhianati oleh orang-orang kepercayaannya. 32 tahun Orde Baru berakhir dengan pahit karena ketamakan akan kekuasaan (dan harta?).</p>
<p>Mungkin Soeharto baru merasakan, betapa ia begitu sendirian ketika cobaan datang. Mungkin ia baru merasakan, ternyata ia tidak memiliki kawan-kawan yang setia, melainkan orang-orang yang hanya menginginkan keuntungan dari dirinya.</p>
<p>Mungkin karena depresi setelah mengetahui fakta inilah, Soeharto menjadi sakit-sakitan setelah turun jabatan hingga meninggal pada tanggal 27 Januari 2008 tanpa pernah bisa tersentuh oleh hukum.</p>
<p>Sang Bapak Pembangunan Indonesia harus menderita karena kesendirian setelah <em>lengser keprabon</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 25 Mei 2018, terinspirasi oleh 20 tahun reformasi</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://nasional.tempo.co/read/470284/soeharto-bunga-wijayakusuma-dan-cendana">https://nasional.tempo.co/read/470284/soeharto-bunga-wijayakusuma-dan-cendana</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/soeharto-sendiri-setelah-reformasi/">Soeharto: Sendiri Setelah Reformasi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/soeharto-sendiri-setelah-reformasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sejarah Kecil Timor Leste</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-timor-leste/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-timor-leste/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2018 14:39:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Fretilin]]></category>
		<category><![CDATA[Habibie]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kedaulatan]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[Portugal]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Leste]]></category>
		<category><![CDATA[Timor Timur]]></category>
		<category><![CDATA[UDT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=619</guid>

					<description><![CDATA[<p>Banyak literatur yang penulis baca tentang Timor Leste, sebuah negara yang lepas dari Indonesia pada tahun 1999. Sebut saja Petite Histoire Indonesia Jilid 1 tulisan wartawan senior Rosihan Anwar dan Menyibak Tabir Order Baru karya Jusuf Wanandi, salah satu pemrakarsa Centre for Strategic and International Studies (CSIS). Penulis kurang mengetahui apakah dalam kurikulum sekolah sekarang diterangkan mengenai negara yang dulunya bernama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-timor-leste/">Sejarah Kecil Timor Leste</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak literatur yang penulis baca tentang Timor Leste, sebuah negara yang lepas dari Indonesia pada tahun 1999. Sebut saja <em>Petite Histoire Indonesia Jilid 1 </em>tulisan wartawan senior Rosihan Anwar dan <em>Menyibak Tabir Order Baru </em>karya Jusuf Wanandi, salah satu pemrakarsa <em>Centre for Strategic and International Studies </em>(CSIS).</p>
<p>Penulis kurang mengetahui apakah dalam kurikulum sekolah sekarang diterangkan mengenai negara yang dulunya bernama Timor Timur tersebut. Yang jelas, penulis berharap dengan tulisan ini masayarakat, terutama generasi milenial, mengetahui sejarah kecil Timor Leste.</p>
<p><strong>Awal Bergabung</strong></p>
<p>Ketika pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada tahun 1949, Timor Leste belum bergabung dengan Indonesia. Alasannya, Timor Leste merupakan jajahan Portugal, bukan Belanda.</p>
<p>Pada 1975, terjadi  Revolusi Bunga di Portugal yang menyebabkan negara tersebut harus menguras kantong negara. Secara singkat, perekonomian Portugal jatuh dan situasi negara menjadi sangat kacau, sehingga tidak memiliki waktu, tenaga, dan dana untuk membiayai negara jajahannya, termasul Timor Leste. Dengan kata lain, ditelantarkan.</p>
<p>Situasi ini membuat rakyat Timor Leste terpecah menjadi tiga golongan:</p>
<ul>
<li>Golongan yang menghendaki kemerdekaan</li>
<li>Golongan yang ingin bergabung dengan Indonesia</li>
<li>Golongan yang tetap ingin di bawah Portugal</li>
</ul>
<div id="attachment_621" style="width: 1014px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-621" class="size-full wp-image-621" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/tentara-fretilin-1975.jpg" alt="" width="1004" height="563" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/tentara-fretilin-1975.jpg 1004w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/tentara-fretilin-1975-300x168.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/tentara-fretilin-1975-768x431.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/tentara-fretilin-1975-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 1004px) 100vw, 1004px" /><p id="caption-attachment-621" class="wp-caption-text">Tentara Fretilin (https://timorlestemerdeka.files.wordpress.com/2010/01/tentara-fretilin-1975.jpg)</p></div>
<p>Pihak yang menginginkan kemerdekaan adalah <em>Fretilin (Frente Revolutinaria De Timor Leste Independente)</em>. Kelompok ini memproklamirkan kemerdekaan pada tahun yang sama dengan terjadinya revolusi di Portugal.</p>
<p>Sedangkan pihak yang menginginkan bergabung dengan Indonesia terdiri dari beberapa partai. Bahkan, <em>UDT (Uni Demokrasi Timor) </em>yang semula ingin bergabung dengan Portugal berubah haluan untuk bergabung dengan Indonesia.</p>
<p>Perbedaan ini membuat Indonesia harus turun tangan dengan menerjunkan tentara, dibantu oleh Amerika Serikat dan Australia. Campur tangan ini dilakukan karena adanya kekhawatiran masuknya komunisme ke Timor Leste.</p>
<p>Setelah melalui serangkaian perang saudara, pada akhirnya pada tanggal 7 Juni 1976 Timor Leste resmi menjadi provinsi ke 27 Republik Indonesia.</p>
<p><strong>Berpisah dengan Indonesia</strong></p>
<p>Timor Leste hanya bertahan sekitar 20 tahun bersama Indonesia. Pada tahun 1999, ketika presiden Habibie memutuskan untuk melakukan referendum, 78,3 % rakyat Timor Leste menginginkan kemerdekaan.</p>
<p>Banyak yang berpendapat lepasnya Timor Leste adalah kesalahan Habibie, sedangkan kubu lain mengatakan bahwa kekacauan di Timor Leste selama bergabung di Indonesia menyebabkan mereka ingin menjadi negara sendiri.</p>
<div id="attachment_622" style="width: 760px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-622" class="size-full wp-image-622" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/26891906121.jpg" alt="" width="750" height="500" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/26891906121.jpg 750w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/26891906121-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/04/26891906121-356x237.jpg 356w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /><p id="caption-attachment-622" class="wp-caption-text">Presiden Habibie (https://nasional.kompas.com/read/2017/08/18/06240021/saat-kehilangan-ainun-bj-habibie-membenci-semua-dokter-)</p></div>
<p>Dari literatur yang penulis baca, banyak faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Sebagai contoh, adanya kekerasan yang dilakukan oleh tentara Indonesia, pengusaan lahan kayu cendana yang hasilnya tidak untuk masyarakat Timor Leste, dan lain sebagainya.</p>
<p>Negara-negara yang dulunya mendukung bergabungnya Timor Leste berubah haluan mendukung kemerdekaan Timor Leste. Ada yang berpendapat, hal ini terjadi karena komunisme telah dikalahkan oleh Barat, sehingga Indonesia tidak lagi dibutuhkan.</p>
<p>Untuk pertama kalinya Indonesia kehilangan wilayahnya. Tentu kita berharap di masa depan tidak ada lagi provinsi yang ingin melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tugas kita adalah memastikan adanya pemerataan dari segala aspek, termasuk ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 8 April 2018, setelah memberikan uang kas Karang Taruna kepada anggota yang akan berjualan di CFD sebagai modal</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://smartraveller.gov.au/Countries/asia/south-east/Pages/timor_leste.aspx#">http://smartraveller.gov.au/Countries/asia/south-east/Pages/timor_leste.aspx#</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-timor-leste/">Sejarah Kecil Timor Leste</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kecil-timor-leste/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
