<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hati Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/hati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/hati/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Aug 2021 15:16:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>hati Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/hati/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tidak Ada Darahnya, tapi Sakitnya Luar Biasa</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2021 15:15:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Gaara]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[luka hati]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[pulih]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5170</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gaara adalah salah satu karakter favorit di serial Naruto. Character development-nya bisa dibilang salah satu yang terbaik dan akhirnya menjadi teman dekat Naruto. Sebagai seorang Jinchūriki dari monster ekor satu, sejak kecil ia dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya. Mereka takut dengan kekuatan yang dimiliki oleh Gaara. Akibatnya, ia kerap merasa kesepian dan sendiri. Padahal, ia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/">Tidak Ada Darahnya, tapi Sakitnya Luar Biasa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Gaara </strong>adalah salah satu karakter favorit di serial <em>Naruto</em>. <em>Character development</em>-nya bisa dibilang salah satu yang terbaik dan akhirnya menjadi teman dekat Naruto.</p>



<p>Sebagai seorang <em>Jinchūriki</em> dari monster ekor satu, sejak kecil ia dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya. Mereka takut dengan kekuatan yang dimiliki oleh Gaara.</p>



<p>Akibatnya, ia kerap merasa kesepian dan sendiri. Padahal, ia memiliki keluarga di mana ayahnya adalah seorang Kazekage (pemimpin desa Sunagakure) dan memiliki dua saudara (Kankurou dan Temari). </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5187" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Yashamaru (<a href="https://www.wattpad.com/272718938-naruto-no-imouto-slow-up-sepuluh/page/5">Wattpad</a>)</figcaption></figure>



<p>Ibunya sendiri telah meninggal ketika melahirkannya. Gaara diasuh oleh adik ibunya, <strong>Yashamura</strong>. Bisa dibilang, ia lah orang yang berusaha menjaga dan merawat Gaara dengan baik. </p>



<p>Suatu ketika, Gaara bertanya kepada Yashamura apa itu luka. Sebagai informasi, Gaara tidak bisa terluka berkat pasir yang melindunginya. Ia pun berkata sambil memegang dadanya:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Ini tidak berdarah tapi .. sangat sakit .. di sini &#8230;&#8221;</p></blockquote>



<p>Hal ini menunjukkan bahwa hidupnya terasa sangat menyesakkan. Yashamura pun berkata kalau luka fisik (sambil mengiris jarinya) bisa diobati dengan mudah, tapi luka hati akan susah untuk disembuhkan.</p>



<p>Teringat oleh adegan ini, Penulis pun ingin menulis artikel tentang luka hati yang susah untuk disembuhkan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Luka Hati</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5185" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Luka Hati (<a href="https://www.wired.co.uk/article/ptsd-and-heartbreak">Wired UK</a>)</figcaption></figure>



<p>Penyebab terlukanya hati jelas ada banyak macamnya. Dikhianati, trauma masa lalu, patah hati, dilecehkan, merasa gagal, <em>bullying</em>, dijauhi, merasa kesepian, hanya beberapa contoh di antaranya.</p>



<p>Terkadang, ada saja kejadian yang membuat kita sangat terpukul hingga memicu kita merasa <em>down </em>dan depresi. Kita memandang hidup secara gelap seolah tak ada masa depan yang menanti di sana.</p>



<p>Terkadang, ada saja hal yang membuat perasaan kita tergores dengan begitu perihnya. Begitu sakitnya goresan tersebut hingga membuat kita berpikir untuk <a href="https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/">mengakhiri hidup saja</a>.</p>



<p>Terkadang, apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan. Realita menampar begitu kerasnya hingga rasanya tidak ingin bangkit lagi dan membiarkan diri terpuruk.</p>



<p>Menurut Yashamura, luka hati bisa disembuhkan dengan yang namanya cinta. Akan tetapi, dalam praktiknya jelas tidak semudah itu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengobati Luka Hati</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5184" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Adakah Dokter Hati? (<a href="https://doctortoyou.com.au/best-cardiologist-in-sydney/">Doctor to You</a>)</figcaption></figure>



<p>Masing-masing orang punya caranya sendiri untuk mengobati luka hati. Tidak ada cara pasti untuk bisa membuatnya pulih seperti semula, tapi setidaknya ada beberapa cara yang bisa dilakukan.</p>



<p>Sama seperti luka fisik, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab dari luka hati. Coba renungkan, apa yang menjadi akar permasalahannya. Ketika penyebabnya sudah ditemukan, barulah kita mencari obat yang tepat untuknya. </p>



<p>Mungkin yang paling penting dan bisa diterapkan di semua jenis luka hati adalah <em>mindset</em>. Kita harus berpikir kalau pasti ada sesuatu di balik luka ini yang akan membuat kita menjadi lebih tangguh. <em>Every cloud has a silver lining</em>.</p>



<p>Beberapa langkah pengobatan yang kerap dilakukan adalah pergi ke psikolog, mendekatkan diri kepada Tuhan, berdamai dengan masa lalu, minta tolong orang lain, menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas, dan lain sebagainya.</p>



<p>Ada yang mampu pulih dengan cepat, tapi ada yang butuh bertahun-tahun. Tidak masalah, masing-masing orang punya kemampuan yang berbeda dalam menghadapi luka.</p>



<p>Berbeda dengan luka fisik, kebanyakan luka hati tidak bisa disembuhkan orang lain. Kita sendiri yang harus bisa menemukan obatnya sendiri untuk menyembuhkan diri. Yakinlah kalau hati yang terluka ini suatu saat akan sembuh.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis adalah tipe orang yang perasa dan sensitif, sehingga perasaan atau hatinya mudah terluka. Penulis pun melakukan interopeksi, mungkin memang Penulis saja yang <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/kelewat-baper-vs-bercanda-kelewatan/">terlalu <em>baperan</em></a>.</p>



<p>Yang jelas, kita tidak bisa menggantungkan diri ke orang lain untuk bisa mengobati luka hati. Butuh bantuan orang lain iya, tapi yang paling penting adalah dari kitanya sendiri, dari <em>mindset </em>kita sendiri yang ingin sembuh dari luka tersebut.</p>



<p>Memang tidak mudah. Penulis sendiri merasakan betapa susahnya mengobati luka hati yang berkelanjutan. Hanya saja, kita harus melanjutkan hidup. Jangan sampai luka hati menahan langkah kita ke depan.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 6 Agustus 2021, terinspirasi setelah teringat salah satu adegan di serial <em>Naruto</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=iozA4dM3Jf0">YouTube</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/">Tidak Ada Darahnya, tapi Sakitnya Luar Biasa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Hati yang Terluka&#8230;</title>
		<link>https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jul 2021 13:39:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajak]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[luka]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[pulih]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[sajak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5112</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk hati yang terluka&#8230;Perasaan ini memang menyakitkanMencengkeram begitu kuatnyaMenyiksa seolah mencekik napasMembuat hati terasa gelap Untuk hati yang terluka&#8230;Pedih jadi makanan sehari-hariRasa seolah matiNadi seolah tak berdenyutRaga seolah tak berdaya Untuk hati yang terluka&#8230;Kenyataan memang kadang terasa pahitBanyak hal terbaik yang terlewatiBanyak yang terhenti tanpa diakhiriBanyak kejadian yang tak dimengerti *** Untuk hati yang terluka&#8230;Entah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/">Untuk Hati yang Terluka&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Perasaan ini memang menyakitkan<br>Mencengkeram begitu kuatnya<br>Menyiksa seolah mencekik napas<br>Membuat hati terasa gelap</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Pedih jadi makanan sehari-hari<br>Rasa seolah mati<br>Nadi seolah tak berdenyut<br>Raga seolah tak berdaya</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Kenyataan memang kadang terasa pahit<br>Banyak hal terbaik yang terlewati<br>Banyak yang terhenti tanpa diakhiri<br>Banyak kejadian yang tak dimengerti</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Entah berapa kali kau harus merasa kecewa<br>Dikecewakan oleh ekspetasi <br>Dikecewakan oleh angan-angan<br>Dikecewakan oleh diri sendiri</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Tak akan pernah mudah untuk sembuh<br>Meskipun waktu terus bergulir<br>Meskipun lelah sudah mencapai batas<br>Meskipun diri ingin berhenti</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Mungkin ini akan membuatmu trauma<br>Takut mengalami hal yang sama<br>Takut mengulangi kesalahan yang sama<br>Takut memulai lembaran hidup baru</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Kau tak sendirian dan tak akan pernah sendirian<br>Bersama kita coba lewati<br>Bersama kita coba untuk obati<br>Bersama kita coba menerima</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Kau akan pulih dan pasti akan pulih<br>Tak peduli berapa detik yang harus dilalui<br>Tak peduli berapa bab yang harus dibaca<br>Tak peduli berapa kenyataan yang harus diterima</p>



<p>Untuk hati yang terluka&#8230;<br>Apa yang tidak membunuhmu akan membuatmu lebih kuat<br>Kau akan lebih tegar menjalani hidup<br>Kau akan lebih sabar menerima ujian<br>Kau akan lebih ikhlas menerima takdir</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang menimpamu sekarang akan membuktikan kalau kau mampu melewati ujian ini.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau alami sekarang akan membuatmu bertemu dengan versi dirimu yang lebih baik.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau derita sekarang akan mengajarkanmu apa itu kasih sayang dan perasaan cinta yang sejati.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau tangisi sekarang akan membuatmu menjadi lebih tegar dan mampu berjalan dengan kepala tegak.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau benci sekarang akan kau tinggalkan di belakang dan hanya menjadi histori semata.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau sesali sekarang akan memberimu pelajaran berharga yang tidak akan kau lupakan.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Apa yang kau renungkan sekarang akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam menyikapi segala sesuatu.</p>



<p>Untuk hati yang terluka. Kau akan pulih. Kita akan pulih.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>NB: Bagian ketiga dari sajak ini terinspirasi dari lagu Peterpan yang berjudul <em>Kukatakan dengan Indah</em></p>



<p>Lawang, 26 Juli 2021, terinspirasi dari lagu Isyana Sarasvati yang berjudul sama</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@dannyg">DANNY G</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/">Untuk Hati yang Terluka&#8230;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sajak/untuk-hati-yang-terluka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Perasaan dan Logika Saling Bertentangan</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/ketika-perasaan-dan-logika-saling-bertentangan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/ketika-perasaan-dan-logika-saling-bertentangan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 May 2021 11:13:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[diri]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[logika]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4991</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kata orang, laki-laki itu lebih mengandalkan logika. Sebaliknya, perempuan lebih mengandalkan perasaan. Pada kenyataannya, menurut Penulis, tidak selalu seperti itu. Tak jarang laki-laki menggunakan perasaannya, tak jarang pula perempuan memilih percaya dengan logikanya. Baik laki-laki maupun perempuan bisa menggunakan keduanya. Kadang bisa berimbang, lebih sering berat sebelah. Akibatnya, kita kerap berdebat dengan diri sendiri. Perasaan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/ketika-perasaan-dan-logika-saling-bertentangan/">Ketika Perasaan dan Logika Saling Bertentangan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kata orang, laki-laki itu lebih mengandalkan logika. Sebaliknya, perempuan lebih mengandalkan perasaan. </p>



<p>Pada kenyataannya, menurut Penulis, tidak selalu seperti itu. Tak jarang laki-laki menggunakan perasaannya, tak jarang pula perempuan memilih percaya dengan logikanya. </p>



<p>Baik laki-laki maupun perempuan bisa menggunakan keduanya. Kadang bisa berimbang, lebih sering berat sebelah. Akibatnya, kita kerap berdebat dengan diri sendiri. <strong>Perasaan </strong>dan <strong>logika </strong>kita saling berebut kuasa atas diri kita.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Secara sederhana, logika adalah <strong>akal berpikir kita yang membuat penalaran</strong> dari sebuah peristiwa. Dalam masalah hati, logika kerap menghubungkan apa yang terjadi saat ini dengan apa yang akan terjadi di masa depan.</p>



<p>Contoh, jika kita memiliki pasangan yang malasnya minta ampun, logika kita akan membayangkan kalau ia akan jadi ibu yang buruk sekali. Ia akan lalai melakukan kewajibannya dan menghabiskan waktu untuk bersantai. Walau belum tentu benar, kurang lebih seperti itu logika bermain.</p>



<p>Sedangkan perasaan kerap dikaitkan dengan <strong>reaksi batin dari dalam diri</strong>. Cinta, gembira, sakit, kecewa, adalah contoh perasaan yang kerap kita rasakan sebagai manusia. </p>



<p>Nah, logika dan perasaan dalam diri ini seolah saling bertolak belakang. Akibatnya, tak jarang kita dibuat dilema mana yang harus kita pilih antara keduanya.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Dalam masalah percintaan, <strong>perasaan dan logika kerap saling bertentangan</strong>. Perasaan merasa nyaman dengannya, tetapi logika berkali-kali menolak keberadaannya.</p>



<p>Contoh, kita merasa sayang dengan seseorang karena memiliki banyak kesukaan yang sama. Logika kita menolak menjalin sebuah hubungan karena sifatnya yang bertentangan atau tidak cocok dengan kita.</p>



<p>Contoh lain, kita dekat dengan dua orang lawan jenis. Perasaan kita tertambat dengan si A tanpa tahu apa alasannya, namun logika mengatakan kalau si B jelas menjadi calon pasangan yang lebih baik untuk masa depan. </p>



<p>Contoh lain, kita merasa begitu cinta dengan seseorang karena ia adalah sosok ideal. Logika kita menyuruh untuk melupakan karena masalah beda agama, akan ada banyak sekali yang menentang hubungan tersebut.</p>



<p>Ada banyak contoh lainnya, tapi rasanya cukup itu saja. Penulis mengakui dirinya kurang berpengalaman dalam masalah percintaan.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Ketika perasaan dan logika sudah saling bertentangan, tak jarang kita akan dibuat stres dan uring-uringan. Karena sulit membuat keputusan, emosi kita jadi labil dan memengaruhi keseharian kita.</p>



<p>Jika sudah demikian, cobalah untuk<strong> <a href="https://whathefan.com/rasa/menepi-sejenak/">menepi sejenak</a></strong>. Coba tenangkan diri hingga diri kita bisa berpikir dengan lebih jernih. Coba ganti suasana dengan cara apapun sesuai dengan kepribadian kita.</p>



<p>Selain itu, tidak ada salahnya untuk <strong>mencurahkan apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita ke orang yang kita percaya</strong>. Walaupun tidak 100% menghasilkan solusi, bercerita ke orang lain dapat meringankan beban kita.</p>



<p>Jika kebimbangan kita melibatkan orang lain, coba ajak orang tersebut untuk <strong>berbicara dari hati ke hati</strong>. Mungkin kita akan mendapatkan sudut pandang baru darinya. Jangan mengambil keputusan secara sepihak, jangan menuruti ego sesaat.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Tidak ada teori manapun yang mengatakan kalau salah satu dari perasaan atau logika adalah pilihan yang lebih baik. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung dari banyak faktor.</p>



<p>Mau manapun yang dipilih, semua memiliki konsekuensinya sendiri. Kita dituntut untuk bisa menerima konsekuensi tersebut.</p>



<p>Kalau Penulis sendiri, idealnya keduanya bisa seimbang. Logika yang berperasaan atau perasaan yang berlogika. Jangan terlalu condong ke satu sisi. Sulit? Jelas, makanya Penulis menyebutnya sebagai kondisi ideal.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 22 Mei 2021, terinspirasi setelah menyadari perasaan dan logikanya kerap bertentangan</p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://pxhere.com/en/photo/1585031">PxHere</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/ketika-perasaan-dan-logika-saling-bertentangan/">Ketika Perasaan dan Logika Saling Bertentangan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/ketika-perasaan-dan-logika-saling-bertentangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
