<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hoax Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/hoax/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/hoax/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Mar 2021 03:14:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>hoax Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/hoax/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Setelah Menonton Tilik</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-tilik/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-tilik/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2020 11:53:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[film pendek]]></category>
		<category><![CDATA[ghibah]]></category>
		<category><![CDATA[gosip]]></category>
		<category><![CDATA[hoax]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[Tilik]]></category>
		<category><![CDATA[Youtube]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4026</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berawal dari kehebohan di Twitter, Penulis jadi menonton sebuah film pendek di YouTube yang berjudul Tilik. Ini ada pertama kalinya Penulis menonton film pendek. Apa yang membuat penasaran adalah premisnya yang bercerita tentang ibu-ibu berghibah. Sederhana, namun sangat dekat dengan kehidupan kita. Saking sederhananya, Penulis bisa menjelaskan jalan cerita film ini hanya dalam beberapa paragraf. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-tilik/">Setelah Menonton Tilik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berawal dari kehebohan di Twitter, Penulis jadi menonton sebuah film pendek di YouTube yang berjudul <strong><em>Tilik</em></strong>. Ini ada pertama kalinya Penulis menonton film pendek.</p>
<p>Apa yang membuat penasaran adalah premisnya yang bercerita tentang ibu-ibu berghibah. Sederhana, namun sangat dekat dengan kehidupan kita.</p>
<p>Saking sederhananya, Penulis bisa menjelaskan jalan cerita film ini hanya dalam beberapa paragraf.</p>
<h3>Jalan Cerita <em>Tilik</em></h3>
<p>Sekelompok ibu-ibu dari sebuah pedesaan sedang melakukan perjalanan menuju rumah sakit menggunakan truk. Mereka hendak menjenguk <strong>Bu Lurah</strong> yang sedang sakit.</p>
<div id="attachment_4035" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4035" class="size-large wp-image-4035" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4035" class="wp-caption-text">Bu Tejo (<a href="https://borobudurnews.com/sosok-viral-bu-tejo-di-film-pendek-tilik-ini-faktanya/"><span class="pM4Snf">BorobudurNews</span></a>)</p></div>
<p>Salah seorang ibu-ibu bernama <strong>Bu Tejo</strong> menjadi pusat dari film ini berkat mulutnya yang begitu &#8220;lincah&#8221; ketika membicarakan seseorang. Dalam perjalanan ini, seorang wanita bernama <strong>Dian</strong> menjadi targetnya.</p>
<p>Topiknya pun sangat umum, seorang wanita muda cantik tiba-tiba memiliki barang-barang bagus. Padahal, ia hanyalah lulusan SMA. Bu Tejo pun menggiring opini kalau Dian adalah seorang wanita nakal.</p>
<p>Kebanyakan ibu-ibu hanya mengiyakan berbagai celotehan Bu Tejo, sebagian ikut memanaskan gosip. Hanya <strong>Yu Ning</strong> yang berusaha positif dan selalu menyangkal kalimat-kalimat yang dikeluarkan oleh Bu Tejo.</p>
<div id="attachment_4036" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4036" class="size-large wp-image-4036" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4036" class="wp-caption-text">Yu Ning (<a href="https://m.medcom.id/hiburan/film/zNPGw5XK-pesan-di-balik-karakter-yu-ning-dalam-film-tilik"><span class="pM4Snf">Medcom.id</span></a>)</p></div>
<p>Setelah sampai di rumah sakit, mereka bertemu dengan Dian dan anak Bu Lurah yang bernama <strong>Fahri</strong>. Rombongan ibu-ibu ini harus menerima kenyataan pahit kalau Bu Lurah tidak bisa dijenguk karena masuk ICU.</p>
<p>Yu Ning, yang mengusulkan perjalanan ini, sangat merasa bersalah. Ia yang menjadi representasi orang positif pun seolah terlihat sebagai pihak yang kalah.</p>
<p>Pada adegan <em>post-credit</em>, tokoh Dian terlihat memasuki sebuah mobil. Ternyata, ia menjalin kisah asmara dengan suami (atau mantan suami?) dari Bu Lurah! Jadi, apakah segala celotehan Bu Tejo dan ibu-ibu lainnya terbukti?</p>
<h3>Setelah Menonton <em>Tilik</em></h3>
<p>Sebagai film yang sederhana, nyatanya muncul banyak pandangan di kalangan netizen dalam memahami film ini. Kebanyakan yang Penulis baca memberikan respon secara positif.</p>
<div id="attachment_4037" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4037" class="size-large wp-image-4037" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/08/setelah-menonton-tilik-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4037" class="wp-caption-text">Menikmati Kesederhanaannya (<a href="http://klikdinamika.com/review-film-tilik-dan-bu-tejo-yang-viral.html"><span class="pM4Snf">LPM DinamikA</span></a>)</p></div>
<p>Yang paling sering adalah karakter Bu Tejo yang <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-orang-suka-membuat-hoax/"><strong>merepresentasikan hoaks</strong></a> yang sering tersebar di sekitar kita. Banyak juga yang menganggap kalau karakter Yu Ning sebagai representasi diri kita yang kerap berusaha menangkal hoaks secara mati-matian.</p>
<p>Ada juga yang berpendapat kalau film ini buruk karena menunjukkan penyebar hoaks justru menjadi pemenang di akhir. Apa yang dicelotehkan oleh Bu Tejo ternyata terbukti benar, Dian bukan wanita baik-baik.</p>
<p>Ada yang menyangkal pendapat ini. Di awal film, telah dijelaskan kalau Bu Lurah adalah seorang <em>single. </em>Artinya, ia telah bercerai dari suaminya dan Dian berhak menjalin cinta dengan mantan suaminya.</p>
<p>Beda cerita kalau ada yang menganggap hubungan beda usia jauh tersebut sebagai sesuatu yang salah, walau ada yang beranggap kalau Dian memang membutuhkan sosok figur seorang ayah.</p>
<p>Pendapat manapun yang benar, Penulis bisa menikmati film yang berdurasi sekitar 30 menit ini. Tidak bagus-bagus amat, namun Penulis sangat menghargai kesederhanaannya.</p>
<p>Buat yang belum menonton film ini, bisa langsung tonton filmnya melalui video yang ada di bawah ini:</p>
<p>[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=GAyvgz8_zV8[/embedyt]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 22 Agustus 2020, terinspirasi setelah menonton film <em>Tilik </em>yang rame di Twitter</p>
<p>Foto: <a href="https://era.id/film/35838/sinopsis-film-tilik-yang-viral-di-media-sosial">ERA.ID</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-tilik/">Setelah Menonton Tilik</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-tilik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Orang Suka Membuat Hoax?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-orang-suka-membuat-hoax/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2020 15:28:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bohong]]></category>
		<category><![CDATA[hoax]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hoax mudah diproduksi pada era serba cepat seperti sekarang. Hanya bermodalkan imajinasi dan data-data kurang akurat, kita bisa mengirimkan berita bohong melalui grup-grup WhatsApp dan dalam sekejap tersebar ke segala penjuru mata angin. Apalagi jika ada momentum seperti pilpres ataupun kasus virus Corona seperti sekarang, jumlah hoaks bisa bertambah berkali-kali lipat. Biasanya, hoaks-hoaks seperti itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-orang-suka-membuat-hoax/">Kenapa Orang Suka Membuat Hoax?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hoax</strong> mudah diproduksi pada era serba cepat seperti sekarang. Hanya bermodalkan imajinasi dan data-data kurang akurat, kita bisa mengirimkan berita bohong melalui grup-grup WhatsApp dan dalam sekejap tersebar ke segala penjuru mata angin.</p>
<p>Apalagi jika ada momentum seperti pilpres ataupun kasus virus Corona seperti sekarang, jumlah hoaks bisa bertambah berkali-kali lipat.</p>
<p>Biasanya, hoaks-hoaks seperti itu akan disebarkan oleh generasi <em>boomer</em>. Di sisi lain, generasi milenial akan berusaha membantah dengan memberikan data dan fakta yang sebenarnya. Terjadi sebaliknya pun harusnya ada.</p>
<p>Permasalahannya, mengapa ada orang suka membuat hoax alias berita palsu?</p>
<h3>Alasan Membuat Hoax</h3>
<p>Penulis mencoba membayangkan menjadi seorang pembuat hoax. Apa kira-kira yang menjadi motivasi terbesar Penulis untuk membuat sebuah hoax?</p>
<div id="attachment_3604" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3604" class="size-large wp-image-3604" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/kenapa-orang-suka-membuat-hoax-1-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/kenapa-orang-suka-membuat-hoax-1-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/kenapa-orang-suka-membuat-hoax-1-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/kenapa-orang-suka-membuat-hoax-1-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/kenapa-orang-suka-membuat-hoax-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3604" class="wp-caption-text">Hoax untuk Adu Domba (<a class="ZsbmCf" tabindex="0" role="button" href="https://www.reddit.com/r/NatureIsFuckingLit/comments/a1k7zf/two_badass_sheep_about_to_break_into_a_brawl_on_a/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-ved="0CAMQjB1qFwoTCIDTrdDSg-gCFQAAAAAdAAAAABAD" aria-label="Kunjungi Reddit"><span class="pM4Snf">Reddit</span></a>)</p></div>
<p>Jika musim Pemilu alasannya jelas, <strong>untuk menjatuhkan dan menjelek-jelekkan lawan politik</strong>. Taktik kotor seperti ini sangat mudah ditemui. Fitnah dan adu domba saling diperlihatkan dengan kejamnya.</p>
<p>Mereka juga bisa membuat hoax karena <strong>memang dibayar untuk membuatnya</strong><em>. </em>Entah berapa tarifnya, tapi rasanya memang ada orang-orang yang hidup dari pekerjaan seperti itu.</p>
<p><em>Tapi bagaimana dengan kasus lain seperti hoax seputar virus Corona?</em></p>
<p>Bisa jadi karena ingin <strong>menimbulkan kepanikan di masyarakat</strong>. Kita mudah merasa panik hanya dengan membaca sekilas sebuah judul berita, sehingga ada orang-orang yang ingin memanfaatkan hal tersebut.</p>
<p>Untuk apa membuat orang lain panik? Ada alasan karena <strong>faktor ekonomi</strong>. Seperti yang kita ketahui, bagaimana meroketnya harga masker dan alat kebersihan lainnya. Ada pihak yang diuntungkan di sini.</p>
<p>Kenaikan harganya benar-benar kelewat batas dan ada orang-orang tak bermoral yang justru memanfaatkan situasi ini. Barang sembako habis diborong orang-orang kaya hingga berisiko menyusahkan yang lebih membutuhkan.</p>
<p>Membuat orang lain panik juga bisa jadi hanya <strong>menjadi sebuah kesenangan</strong> bagi seseorang. Sama seperti kata Alfred dalam film <em>The Dark Knight:</em></p>
<p>[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=efHCdKb5UWc[/embedyt]</p>
<p><em>Some man just want to watch the world burn</em>. Ada orang-orang yang memang hanya ingin terjadi kekacauan di muka bumi ini. Mungkin terlihat terlalu didramatisir, tapi Penulis meyakini hal tersebut benar adanya.</p>
<p>Ada beberapa alasan lain, seperti <strong>mencari sensasi dan perhatian</strong>,<strong> kurang kerjaan</strong>, <strong>bentuk propaganda</strong>, dan lain sebagainya. Intinya, ada banyak alasan untuk membuat hoax.</p>
<h3>Alasan Menyebar Hoax</h3>
<p>Pembuat hoax mungkin tipe orang yang berada di dalam sunyi dan membiarkan karyanya tersebar dengan sendirinya. Nah, kita yang ikut menyebar juga memiliki andil terhadap suburnya hoax.</p>
<div id="attachment_3603" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3603" class="size-large wp-image-3603" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/kenapa-orang-suka-membuat-hoax-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/kenapa-orang-suka-membuat-hoax-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/kenapa-orang-suka-membuat-hoax-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/kenapa-orang-suka-membuat-hoax-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/kenapa-orang-suka-membuat-hoax-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3603" class="wp-caption-text">Sarang Hoax? (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.indoindians.com/join-the-indoindians-whatsapp-group/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiJ642R0oPoAhXTxjgGHVRLBAAQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Indoindians.com</span></a>)</p></div>
<p>Tingkat literasi kita sangat rendah. Artinya, kita terlalu malas untuk sekadar membaca dan <strong>memastikan apa yang kita baca benar atau salah</strong>.</p>
<p>Hal ini diperparah jika kita termasuk orang yang mudah percaya sebuah informasi begitu saja. Sekali terlihat ilmiah dan meyakinkan, kita langsung meyakini kalau hal tersebut benar.</p>
<p>Para penyebar hoax ini terkadang <strong>merasa bangga</strong> karena merasa sebagai orang pertama yang menyebarkan berita penting. Apalagi, kalau berita tersebut tidak tayang di media <em>mainstream </em>dengan alasan sengaja ditutup-tutupi.</p>
<p><strong>Sensasi yang didapatkan ketika menyebarkan berita menghebohkan</strong> juga menjadi alasan kuat lainnya. Secara tidak langsung kita akan terlihat sebagai orang penting dan mendapatkan perhatian berlebih.</p>
<p>Belum lagi jika hoax tersebut diawali dengan kalimat-kalimat positif dan merujuk ke sebuah kelompok tertentu. Misalnya seperti <em>seorang muslim wajib tahu </em>atau <em>sebarkan kalau kamu peduli dengan bangsa ini.</em></p>
<p>Hal ini disebut sebagai <em><strong>Efek Barnum</strong></em>, di mana suatu pesan terasa ditujukan kepada kita padahal bersifat umum. Karena kita merasa sebagai orang yang disebut dalam hoax tersebut, kita pun merasa bertanggung jawab untuk menyebarkannya kepada orang lain.</p>
<p>Tak heran hoax bisa berantai-rantai seperti sekarang.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Seandainya setiap mendapatkan berita kita akan melakukan verifikasi terlebih dahulu, hoax akan kesulitan untuk tumbuh. Perlahan, ia akan rontok dengan sendirinya.</p>
<p>Sayangnya, hal tersebut nampaknya masih belum akan terealiasi dalam waktu dekat. Jika kesadaran masyarakat terhadap hoax masih rendah seperti sekarang, hoax masih akan tersebar di grup-grup WhatsApp dan media-media lain dengan masifnya.</p>
<p>Bisakah kita menghentikan aksi para pembuat hoax? Bisa, dengan cara tidak mempercayainya dan selalu melakukan pengecekan fakta. Kita juga harus saling mengingatkan jika ada orang lain yang menyebarkan hoax.</p>
<p>Mungkin memang tidak bisa memberantas habis para pelaku hoax. Setidaknya, kita sudah berbuat sesuatu untuk melawan para pembohong tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 5 Maret 2020, terinspirasi dari banyaknya berita hoax seputar virus Corona</p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://famous.brilio.net/video/discover/inilah-alasan-orang-gemar-menyebar-hoax-170706u.html">Brilio</a>, <a href="https://tirto.id/mengapa-kita-suka-hoax-bFhl">Tirto</a>, <a href="https://id.quora.com/Mengapa-orang-membuat-berita-hoax">Quora</a>, <a href="https://www.kompasiana.com/atsalis/5b1e3150bde5754a3e7da6a2/inilah-mengapa-masyarakat-indonesia-masih-sering-menyebarkan-hoax">Kompasiana</a>,</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-orang-suka-membuat-hoax/">Kenapa Orang Suka Membuat Hoax?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Mana Ada Peristiwa, Di Situ Ada Hoax</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/?noamp=mobile#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 May 2018 06:59:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bom]]></category>
		<category><![CDATA[broadcast]]></category>
		<category><![CDATA[Google]]></category>
		<category><![CDATA[hoax]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[teror]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>
		<category><![CDATA[whatsapp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=762</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita yang menjadi isu nasional memang sangat menggoda bagi para pembuat berita palsu (hoax). Bersamaan dengan adanya banjir informasi mengenai kejadian yang sama, mereka bisa menyelipkan hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Media yang paling rawan untuk penyebaran hoax tentu melalui grup-grup chatting seperti Whatsapp maupun Line. Cukup beberapa kali mengirim, tersebarlah informasi yang telah mereka karang. Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/">Di Mana Ada Peristiwa, Di Situ Ada Hoax</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berita yang menjadi isu nasional memang sangat menggoda bagi para pembuat berita palsu (hoax). Bersamaan dengan adanya banjir informasi mengenai kejadian yang sama, mereka bisa menyelipkan hoax yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Media yang paling rawan untuk penyebaran hoax tentu melalui grup-grup <em>chatting </em>seperti Whatsapp maupun Line. Cukup beberapa kali mengirim, tersebarlah informasi yang telah mereka karang.</p>
<p>Penulis yakin semua masyarakat yang berpikiran matang menyadari bahwa penyebaran hoax berbahaya dan harus dihentikan. Ringkus siapapun yang menyebarkan hoax, sudah ada payung hukumnya.</p>
<p>Akan tetapi, kita pun bisa melakukan pencegahan masuknya informasi yang masuk begitu saja. Caranya, tentu mengecek validitas berita tersebut. Manfaatkan Google semaksimal mungkin.</p>
<div id="attachment_764" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-764" class="size-large wp-image-764" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-1024x411.jpg" alt="" width="1024" height="411" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-1024x411.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-300x120.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-768x308.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq-356x143.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/1lFIdNGcHq.jpg 1088w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-764" class="wp-caption-text">Mencari Informasi (http://elearning.britishgasenergytrust.org.uk/business-work/receptionist-admin-pa-secretarial/easytype-typing-tutor)</p></div>
<p>Sebagai contoh, peristiwa teror bom di Surabaya kemarin. Dalam waktu beberapa jam, sudah tersebar beberapa <em>broadcast </em>di Whatsapp, seperti satu orang telah ditangkap di Malang karena kedapatan membawa bom.</p>
<p>Karena beritanya sedang panas-panasnya, tentu banyak orang yang memercayai begitu saja. Apalagi, Malang dekat dengan Surabaya sehingga potensi untuk itu sangat mungkin terjadi.</p>
<p>Seberapapun terlihat meyakinkan, kita tetap harus mengecek kebenaran informasi tersebut. Caranya ketik <em>keyword </em>di Google. Contoh: pelaku teror tertangkap di Malang. Kita lihat hasil yang ditampilkan oleh Google, ada atau tidak berita seperti yang disebarkan melalui <em>broadcast </em>Whatsapp. Jika tidak ada, berarti hoax.</p>
<p>Cara lain adalah, bagi yang memiliki kenalan di kepolisian, adalah menanyakan langsung informasi tersebut, seperti yang dilakukan oleh salah satu netizen ini:</p>
<div id="attachment_763" style="width: 585px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-763" class="size-large wp-image-763" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdDovAyVMAANvgX-1-575x1024.jpg" alt="" width="575" height="1024" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdDovAyVMAANvgX-1.jpg 575w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdDovAyVMAANvgX-1-168x300.jpg 168w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/DdDovAyVMAANvgX-1-143x255.jpg 143w" sizes="(max-width: 575px) 100vw, 575px" /><p id="caption-attachment-763" class="wp-caption-text">Contoh Klarifikasi (www.twitter.com)</p></div>
<p>Selain itu, tegurlah teman-teman atau keluarga yang turut menyebarkan informasi-informasi tersebut. Beritahu langkah-langkah mengantisipasi hoax dan apa akibat dari penyebaran hoax. Jika kita bersikap kritis terhadap informasi yang masuk, hoax tidak akan menyebar seperti wabah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 16 Mei 2018, setelah betebaran hoax terkait teror bom di Surabaya</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.jagoanhosting.com/blog/bersiap-sambut-aplikasi-whatsapp-untuk-bisnis-online/">https://www.jagoanhosting.com/blog/bersiap-sambut-aplikasi-whatsapp-untuk-bisnis-online/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/">Di Mana Ada Peristiwa, Di Situ Ada Hoax</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/di-mana-ada-peristiwa-di-situ-ada-hoax/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
