Connect with us

Film & Serial

Setelah Menonton Tilik

Published

on

Berawal dari kehebohan di Twitter, Penulis jadi menonton sebuah film pendek di YouTube yang berjudul Tilik. Ini ada pertama kalinya Penulis menonton film pendek.

Apa yang membuat penasaran adalah premisnya yang bercerita tentang ibu-ibu berghibah. Sederhana, namun sangat dekat dengan kehidupan kita.

Saking sederhananya, Penulis bisa menjelaskan jalan cerita film ini hanya dalam beberapa paragraf.

Jalan Cerita Tilik

Sekelompok ibu-ibu dari sebuah pedesaan sedang melakukan perjalanan menuju rumah sakit menggunakan truk. Mereka hendak menjenguk Bu Lurah yang sedang sakit.

Bu Tejo (BorobudurNews)

Salah seorang ibu-ibu bernama Bu Tejo menjadi pusat dari film ini berkat mulutnya yang begitu “lincah” ketika membicarakan seseorang. Dalam perjalanan ini, seorang wanita bernama Dian menjadi targetnya.

Topiknya pun sangat umum, seorang wanita muda cantik tiba-tiba memiliki barang-barang bagus. Padahal, ia hanyalah lulusan SMA. Bu Tejo pun menggiring opini kalau Dian adalah seorang wanita nakal.

Kebanyakan ibu-ibu hanya mengiyakan berbagai celotehan Bu Tejo, sebagian ikut memanaskan gosip. Hanya Yu Ning yang berusaha positif dan selalu menyangkal kalimat-kalimat yang dikeluarkan oleh Bu Tejo.

Yu Ning (Medcom.id)

Setelah sampai di rumah sakit, mereka bertemu dengan Dian dan anak Bu Lurah yang bernama Fahri. Rombongan ibu-ibu ini harus menerima kenyataan pahit kalau Bu Lurah tidak bisa dijenguk karena masuk ICU.

Yu Ning, yang mengusulkan perjalanan ini, sangat merasa bersalah. Ia yang menjadi representasi orang positif pun seolah terlihat sebagai pihak yang kalah.

Pada adegan post-credit, tokoh Dian terlihat memasuki sebuah mobil. Ternyata, ia menjalin kisah asmara dengan suami (atau mantan suami?) dari Bu Lurah! Jadi, apakah segala celotehan Bu Tejo dan ibu-ibu lainnya terbukti?

Setelah Menonton Tilik

Sebagai film yang sederhana, nyatanya muncul banyak pandangan di kalangan netizen dalam memahami film ini. Kebanyakan yang Penulis baca memberikan respon secara positif.

Menikmati Kesederhanaannya (LPM DinamikA)

Yang paling sering adalah karakter Bu Tejo yang merepresentasikan hoaks yang sering tersebar di sekitar kita. Banyak juga yang menganggap kalau karakter Yu Ning sebagai representasi diri kita yang kerap berusaha menangkal hoaks secara mati-matian.

Ada juga yang berpendapat kalau film ini buruk karena menunjukkan penyebar hoaks justru menjadi pemenang di akhir. Apa yang dicelotehkan oleh Bu Tejo ternyata terbukti benar, Dian bukan wanita baik-baik.

Ada yang menyangkal pendapat ini. Di awal film, telah dijelaskan kalau Bu Lurah adalah seorang single. Artinya, ia telah bercerai dari suaminya dan Dian berhak menjalin cinta dengan mantan suaminya.

Beda cerita kalau ada yang menganggap hubungan beda usia jauh tersebut sebagai sesuatu yang salah, walau ada yang beranggap kalau Dian memang membutuhkan sosok figur seorang ayah.

Pendapat manapun yang benar, Penulis bisa menikmati film yang berdurasi sekitar 30 menit ini. Tidak bagus-bagus amat, namun Penulis sangat menghargai kesederhanaannya.

Buat yang belum menonton film ini, bisa langsung tonton filmnya melalui video yang ada di bawah ini:

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=GAyvgz8_zV8[/embedyt]

 

 

Lawang, 22 Agustus 2020, terinspirasi setelah menonton film Tilik yang rame di Twitter

Foto: ERA.ID

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Film & Serial

Setelah Menonton Eternals (Bagian 2)

Published

on

By

Untunglah Penulis sudah menurunkan ekspektasinya terhadap film Eternals, sehingga Penulis menjadi tidak terlalu kecewa setelah menonton film ini di bioskop. Walaupun tidak seburuk skor di Rotten Tomatoes, Penulis tetap memberikan nilai buruk terhadap film ini.

Tentu ini hal yang mengejutkan, mengingat film ini disutradarai oleh pemenang Oscar, Chloé Zhao, dan dibintangi oleh sederet aktor dan aktris top Hollywood. Hal ini berbanding terbalik dengan Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings yang diremehkan, tetapi ternyata malah bagus.

Ada beberapa aspek yang ingin Penulis tuangkan di artikel ini seputar film Eternals. Buat yang belum baca Bagian 1-nya, bisa dibaca melalui link di bawah ini:

Setelah Menonton Eternals

Seperti yang sudah disinggung di artikel sebelumnya, Eternals merupakan film Marvel dengan scope yang sangat besar. Memperkenalkan 10 karakter baru sekaligus jelas bukan perkara yang mudah, belum lagi karakter-karakter lain seperti Celestial dan Deviants.

Meskipun durasinya sudah panjang, film ini masih terasa kurang mengalir dan alur yang terasa kurang rapi. Perpindahan satu adegan ke adegan lainnya terasa kurang smooth walaupun tidak sampai terasa memaksakan.

Selain ulasan secara garis besar seperti di atas, ada beberapa poin lagi yang ingin Penulis tuliskan secara lebih rinci.

Konflik Utama yang Membelah Eternals

Ikaris dan Sersi (Screen Rant)

Film ini jelas berpusat pada karakter Sersi yang diperankan dengan baik oleh Gemma Chan. Ia yang menggantikan Ajak sebagai Prime Eternal memutuskan untuk melindungi manusia dan melawan penciptanya, Arishem.

Hal ini bisa dimaklumi karena sejak awal Eternals mendarat di Bumi, Sersi langsung jatuh cinta kepada manusia dan ingin mleindungi mereka. Seperti yang dikatakan oleh Gilgamesh kepada Thena, ketika kita mencintai sesuatu, kita akan melindunginya.

Berbanding terbalik dengan kekasihnya, Ikaris sangat loyal kepada Arishem. Begitu mengetahui Ajak ingin mencari cara untuk menyelamatkan manusia, Ikaris memutuskan untuk membunuhnya.

Itulah konflik utama di film ini, sehingga Eternals terbagi menjadi dua kubu. Sersi, Druig, Makkari, Thena, dan Phastos memutuskan untuk melindungi manusia. Ikaris dan Sprite ingin menyelesaikan misi, sedangkan Kingo memutuskan untuk netral.

Premis yang dimiliki oleh Eternals jelas terdengar menjanjikan, mirip perpecahan Avengers di film Captain America: Civil War. Sayangnya, Penulis merasa eksekusinya terutama menjelang akhir film terasa kurang.

Ending Kurang Menggigit dan Sedikit Plot Hole

Arishem (Looper)

Karena adanya konflik tersebut, tentu saja klimaks yang dimiliki berujung pada pertarungan antar Eternals. Ikaris yang katanya paling kuat ternyata mampu dihentikan oleh Phastos, Makkari, dan Thena.

Ketika Sersi hendak pergi ke arah Celestial akan muncul, mengapa ia tidak minta tolong Makkari untuk mengantarnya ke sana agar cepat sampai? Hanya butuh satu kedipan mata bagi Makkari untuk mengantar Sersi lantas kembali melawan Ikaris.

Satu hal yang mengganggu Penulis adalah kemunculan Kro secara tiba-tiba, lantas mati dengan begitu mudah di tangan Thena. Meskipun disebut sebagai musuh dari Eternals, kehadiran Deviants di film ini hanya terasa sebagai pelengkap.

Pada dasarnya, Eternals adalah Deviants yang disempurnakan oleh Arishem. Sebenarnya misi mereka sama, hanya saja Deviants menjadi tidak bisa dikendalikan oleh Arishem dan justru menurunkan populasi penduduk suatu planet.

Selain itu, Sersi yang tiba-tiba bisa menggunakan Uni-Mind ketika bersentuhan dengan Celestial juga terasa kurang greget. Keajaiban muncul ketika krisis Penulis anggap sudah terlalu basi.

Ketika Arishem muncul di Bumi untuk minta pertanggungjawaban dari Eternal yang membangkang kepadanya, kenapa ia tidak menghancurkan Bumi pada saat itu juga? Anggap saja ia kesal dan ingin merusak upaya yang telah dilakukan oleh Eternals.

(Ya sebenarnya bisa dimaklumi, kalau Bumi hancur tentu tidak akan ada lagi film-film Marvel)

Masa Depan MCU Setelah Eternals

Eros a.k.a. Starfox (Looper)

Meskipun bagi Penulis film ini terasa kurang, dua adegan post-credit yang dimiliki memiliki suprise factor yang cukup mengejutkan. Pertama adalah kehadiran saudara Thanos yang bernama Eros, atau dikenal juga sebagai Starfox.

Dari percakapannya dengan para Eternals yang ada di dalam Domo, tampaknya Eros adalah seorang Eternals juga dan sudah menyadari apa tujuan dari Celestial menciptakan mereka. Hal ini juga seolah memberitahu kita kalau Thanos adalah seorang Eternals juga.

Pertanyaannya, apa mungkin keinginan Thanos melenyapkan separuh populasi alam semesta sebenarnya demi mencegah lahirnya Celestial-Celestial baru? Apakah sebenarnya Thanos melakukan misi gilanya tersebut demi menghentikan siklus Celestial yang kuno dan kejam?

Yang jelas, kemunculan Eros di film ini menunjukkan kalau Eternals sangat mungkin untuk memiliki sekuel. Kita perlu tahu bagaimana nasib para Eternals yang dibawa oleh Arishem. Apakah ingatan mereka akan dihapuskan?

(Satu lagi plot hole di sini, kenapa Arishem tidak membawa Eternals yang ada di dalam Domo? Ia jelas memiliki kemampuan untuk berteleportasi secara cepat)

Black Knight (Greenscene)

Setelah itu, post credit selanjutnya kita diperlihatkan karakter Dane Whitman sedang mempertimbangkan untuk menyentuh sebuah pedang misterius. Lalu, kita mendengar suara seseorang yang ternyata merupakan suara Blade!

Artinya, besar kemungkinan kalau Whitman, yang di komik akan menjadi superhero bernama Black Knight, akan membentuk tim bersama Blade di film yang akan datang.

Penutup

Film ini sebenarnya memiliki banyak unsur yang menyenangkan untuk dinikmati sebagai sebuah film. Duo Kingo dan Karun jelas sangat menghibur, walaupun sangat disayangkan Kingo tidak terlibat di pertarungan terakhir.

Adegan favorit Penulis tentu saja ketika Ikaris membunuh Ajak. Bisa dibilang, itu adalah adegan terbaik yang dimiliki film ini dan menjadi plot twist yang cukup mind-blowing.

Marvel jelas berani keluar dari zona nyamannya dan membuat film yang terasa lebih dark dan tak segan untuk membunuh beberapa karakternya. Adanya superhero gay pertama dan adegan seks pertama di film ini menjadi bukti lainnya.

Sayangnya, film ini terasa berantakan dengan CGI yang lumayan buruk, seolah bukan standar Marvel. Sinematografi yang sebenarnya cukup bagus menjadi sedikit ternodai dengan masalah ini.

Penulis juga merasa ending-nya “gitu doang”, apalagi kematian Kro yang begitu cepat sehingga ia menjadi salah satu villain yang akan mudah untuk dilupakan. Entah bagaimana alternatif ending yang lebih baik, tapi Penulis tidak menikmati ending yang diberikan film ini.

Kalau Marvel mengklaim film ini akan mengubah MCU, hal tersebut bisa saja benar. Arishem mengatakan akan kembali ke Bumi untuk “penghakiman”, sehingga tentu menarik bagaimana para pahlawan Bumi kita akan melawan Celestial yang luar biasa besarnya.

Kemunculan beberapa karakter baru seperti Eros, Black Knight, dan Blade tentu akan membuat MCU menjadi semakin berwarna. Meskipun belum ada pengumuman sekuelnya, rasanya Eternals akan memilikinya beberapa tahun ke depan.

Peringkat: 5 dari 10.

Lawang, 14 November 2021, terinspirasi setelah menonton Eternals

Foto: Barrier Magz

Continue Reading

Film & Serial

Setelah Menonton Eternals (Bagian 1)

Published

on

By

Satu lagi superhero (lebih tepatnya, kelompok superhero) diperkenalkan Marvel di fase keempat Marvel Cinematic Universe (MCU). Mereka adalah Eternals, sekelompok alien abadi yang telah hidup di Bumi selama 7.000 tahun demi melindungi manusia dari Deviants.

Ketika akan menonton film ini, Penulis sudah menurunkan ekspektasinya karena teringat dengan buruknya review dari film ini di situs Rotten Tomatoes dan IMDb. Saat artikel ini ditulis, Eternals mendapatkan skor 46% Tomatometer dan 80% Audience Review, serta 6.9 di IMDb.

Selain itu, Penulis juga ketinggalan sekitar setengah jam karena terjebak macet. Sewaktu masuk ke teater, film ini sudah sampai di adegan ketika Sersi (Gemma Chan), Ikaris (Richard Madden), dan Sprite (Lia McHugh) menghampiri Kingo (Kumail Nanjiani) yang menjadi bintang Bollywood.

Lantas, bagaimana pendapat Penulis setelah menonton Eternals? SPOILER ALERT!!!

Jalan Cerita Eternals

Para Anggota Eternals (Lifestyle Asia Hong Kong)

Eternals adalah film Marvel dengan durasi terpanjang kedua setelah Avengers: Endgame. Selain itu, film ini juga terkesan lebih berat dan dark jika dibandingkan dengan film-film Marvel biasanya.

Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk menulisnya menjadi dua bagian, di mana pendapat mengenai film ini akan ditulis pada bagian kedua.

Selain itu, Eternals juga memperkenalkan banyak sekali superhero baru dengan kekuatan uniknya masing-masing. Penulis akan meringkasnya di bawah ini untuk memudahkan Pembaca memahaminya:

  • Ajak: Kekuatan healing
  • Ikaris: Kekuatan super, terbang, menembakkan laser dari mata
  • Sersi: Mengubah materi
  • Sprite: Melakukan trik manipulasi
  • Kingo: Menembakkan semacam laser dari tangannya
  • Gilgamesh: Kekuatan pukulan super kuat
  • Thena: Memproyeksikan senjata, tapi bisa seperti kehilangan kesadarannya dan menyerang siapa saja
  • Druig: Mengontrol pikiran
  • Phastos: Jenius dalam membuat alat
  • Makkari: Kecepatan super, jauh melebihi Quicksilver

Serangan Deviants Pertama

Sprite dan Dane Whitman (CinemaBlend)

Film dibuka dengan adegan teks berjalan ala Star Wars yang menceritakan asal muasal dari Eternals dan Deviants. Celestial, makhluk yang menciptakan mereka berdua, juga disinggung sedikit.

Adegan pertama di film ini adalah kedatangan mereka di Bumi dan membantu manusia dari serangan Deviants. Setelah (merasa) mengalahkan mereka semua, Eternals hidup di Bumi dan membantu manusia untuk mengembangkan peradabannya.

Ribuan tahun pun berlalu hingga ke masa kini, di mana kita berfokus pada karakter Sersi yang menjadi semacam kurator museum. Terlihat pula adegan ia mengajar di sebuah kelas bersama Dane Whitman (Kit Harington) yang merupakan kekasihnya.

Setelah sebuah pesta di bar, Sersi, Sprite, dan Dane diserang oleh Deviants. Tiba-tiba, Ikaris datang dan menyelamatkan mereka. Setelah serangan tersebut, mereka memutuskan untuk pergi ke tempat Ajak (Salma Hayek), pemimpin Eternals.

Sayangnya, mereka hanya menemukan mayat Ajak yang terlihat seperti perbuatan dari Deviants. Lantas, tiba-tiba Sersi terpilih untuk menjadi pengganti Ajak sebagai pemimpin para Eternals.

Setelah itu, kita melihat flashback ketika para Eternals hanya bisa diam menyaksikan manusia mulai berperang satu sama lain. Setelah itu, para Eternals saling berpencar dan tidak bertemu selama ribuan tahun.

Mengumpulkan Anggota Eternals

Kingo dan Karun (The Mary Sue)

Mereka bertiga pun memutuskan untuk mengumpulkan para Eternals, dimulai dari Kingo. Ketika bertemu dengan Kingo, kita juga berkenalan dengan pelayannya yang bernama Karun (Harish Patel) dengan karakternya yang kerap mengundang tawa.

Perjalanan berlanjut dengan pertemuan dengan Gilgamesh (Ma Dong-seok) dan Thena (Angelina Jolie). Di tempat ini, Sersi berhasil untuk terkoneksi dengan Arishem, Celestial yang ternyata menciptakan mereka.

Pertemuan tersebut membuka fakta yang sebenarnya: Eternals dikirim ke Bumi untuk membantu kelahiran Celestial bernama Tiamut. Kelahiran Celestial berarti kehancuran Bumi. Sersi yang sejak awal menyukai manusia memutuskan untuk menghentikannya.

Caranya? Mereka memiliki rencana untuk mengendalikan Celestial tersebut untuk tidak bangkit. Salah satu anggota yang memiliki kemampuan tersebut adalah Druig (Barry Keoghan).

Mereka pun pergi ke tempat Druig, di mana di sana mereka diserang lagi oleh Deviants dan Gilgamesh harus gugur. Ia dibunuh oleh Deviants dan kekuatannya diserap, membuat Deviants tersebut memiliki kesadaran seperti Eternals. (Nama Deviants tersebut adalah Kro)

Druig yang sempat menolak bergabung akhirnya menyetujui rencana Sersi, tapi ia merasa tidak bisa kekuatannya tidak sekuat itu untuk mengendalikan Celestial.

Untuk itu, mereka membutuhkan bantuan dari Phastos (Brian Tyree Henry). Sempat menolak karena ia telah memiliki keluarga, mereka pun meluncur ke Babylonia untuk mengambil pesawat mereka, Domo. Di sana, sudah ada Makkari (Lauren Ridloff).

Phastos memiliki ide untuk meningkatkan kemampuan Druig: Menggabungkan kekuatan Eternals menjadi satu yang disebut dengan Uni-Mind.

Ikaris yang Sudah Tahu

Ikaris dan Ajak (Bullfrag)

Ketika sedang mempersiapkan rencana untuk menghentikan kelahiran Celestial, plot twist terjadi. Ternyata, sejak awal Ikaris sudah tahu apa tujuan mereka sebenarnya di Bumi. Ajak yang memberitahunya.

Ternyata, peristiwa blip yang dilakukan oleh Thanos berhasil menunda kelahiran Celestial. Namun, upaya Avengers mengembalikan semuanya berhasil membuat Celestial akan segera bangkit kembali dalam waktu dekat.

Dalam adegan flashback sebelum para Eternals berkumpul, ternyata Ajak menghampiri Ikaris untuk memberitahu bahwa Celestial akan lahir dan misi mereka pun selesai. Akan tetapi, ternyata Ajak berubah pikiran dan ingin menyelamatkan manusia.

Melihat hal tersebut, Ikaris membawa Ajak ke Alaska, di mana ia menemukan bahwa masih ada Deviants yang selamat karena beku di dalam es. Ikaris pun memberitahu Ajak kalau ia sangat loyal terhadap Arishem dan membunuh Ajak. Plot twist!

Melihat para anggota Eternals yang semakin dekat untuk menghentikan kelahiran Tiamut, Ikaris pun menunjukkan dirinya yang sebenarnya. Ia menyerang rekan-rekannya sendiri, lantas pergi. Sprite, yang jatuh cinta dengan Ikaris, memutuskan ikut dengannya.

Kingo yang sebenarnya lebih setuju mereka membiarkan Celestial hidup demi kehidupan makhluk hidup lain, memutuskan untuk tidak campur urusan ini karena ia pun tidak bisa menyerang keluarganya sendiri.

Pertempuran Terakhir

Ikaris vs Everybody (Sragen Update)

Pertempuran antar Eternals pun terjadi di tempat kelahiran Tiamut. Phastos sudah berhasil menemukan alat untuk melakukan Uni-Mind, tetapi mereka dihentikan oleh Ikaris yang melawan mereka semua.

Di saat anggota lain berusaha menghentikan Ikaris, Sersi pergi ke arah Celestial akan muncul. Ia dihadang oleh Sprite yang menggunakan kemampuannya untuk membuat ilusi Ajak dan menusuknya dari belakang.

Sersi diselamatkan oleh Druig yang ternyata masih hidup setelah bertarung melawan Ikaris. Druig pun mengatakan kalau dirinya tak mampu mengendalikan Celestial, sehingga kini harapan mereka hanya berada di tangan Sersi yang diharapkan mampu mengubah Tiamut menjadi materi lain.

Di tengah-tengah pertarungan antara Ikaris dan anggota Eternals lainnya, Kro tiba-tiba muncul. Yang menghadapinya adalah Thena dan berhasil mengalahkannya setelah berhasil mengendalikan dirinya.

Ikaris yang terperangkap oleh alat buatan Phastos akhirnya bisa melepaskan diri dan berusaha menghentikan Sersi. Secara ajaib, Uni-Mind tiba-tiba aktif di mana Tiamut juga terhubung kepadanya, sehingga ia memiliki kekuatan untuk mengubah Celestial tersebut sekaligus menghentikan kelahirannya.

Ikaris setelah meminta maaf ke Sersi memutuskan untuk bunuh diri dengan membenamkan dirinya masuk ke dalam matahari. Bumi pun berhasil diselamatkan. Atau, benarkah demikian?

Adegan Penutup dan Dua Post Credit

Eros (Greenscene)

Setelah semua terlihat baik-baik saja, ternyata Arishem justru memunculkan diri dan mengambil anggota Eternals yang tersisa di Bumi, yakni Sersi, Kingo, Phastos, dan Sprite. Entah bagaimana nasib mereka ke depannya.

Sementara itu, Druig, Thena, dan Makkari memutuskan untuk pergi mengeksplorasi semesta lain untuk memberitahu hal ini kepada anggota Eternals lain. Tiba-tiba, muncul seorang karakter baru bernama Eros (Harry Styles) yang ternyata merupakan adik Thanos!

Selain itu, Dane yang kehilangan Sersi membuka sebuah peti yang berisikan pedang misterius. Di saat ia hendak mengambil pedang tersebut, terdengar sebuah suara Mahershaala Ali yang akan berperan di film Blade yang akan datang!

Bersambung ke Bagian 2…


Lawang, 14 November 2021, terinspirasi setelah menonton film Eternals

Foto: Sragen Update

Continue Reading

Film & Serial

Setelah Menonton What If…? (Bagian 2)

Published

on

By

Tulisan ini merupakan sambungan dari artikel Setelah Menonton What If…? (Bagian 1) yang tayang kemarin (17/10). Pada Bagian 2 ini, Penulis akan membahas episode 6 hingga episode 9, serta konklusi setelah menonton semua episodenya.

Episode 6 – What If… Killmonger Menyelamatkan Tony Stark?

Killmonger dan Tony Stark (Marvel)

Jalan Cerita Episode 6

Killmonger merupakan salah satu villain Marvel yang mendapatkan apresiasi dari fan. Diperankan oleh Michael B. Jordan, Killmonger dengan mudah mencuri perhatian di film Black Panther.

Di episode 6, diceritakan jika Killmonger menyelamatkan Tony Stark dari serangan teroris. Gara-gara peristiwa tersebut, di universe ini Tony Stark tidak pernah menjadi Iron Man dan Killmonger berhasil menjadi orang kepercayaan Tony.

Ternyata, semua kejadian sudah direncanakan oleh Killmonger untuk mendapatkan “Gundam” dari Stark Industries dan menggunakannya untuk mendapatkan kepercayaan dan kekuasaan di Wakanda.

Setelah Menonton Episode 6

Semua rencana milik Killmonger bisa berjalan mulus dari awal hingga akhir. Hanya ada dua orang yang menaruh curiga kepadanya, Pepper Potts dan Shuri yang masih kecil. Jalan ceritanya sendiri termasuk oke, Killmonger jelas merupakan villain yang berotak

Killmonger terlihat sebagai orang dingin yang tak segan membunuh orang demi kepentingannya. Tony Stark dan T’Challa menjadi beberapa di antaranya. Sayangnya, episode ini memiliki akhir yang menggantung sehingga terasa kurang.

Peringkat: 7 dari 10.

Episode 7 – What If… Thor Menjadi Anak Tunggal?

Thor Hobi Party (Comic Book Club)

Jalan Cerita Episode 7

Bagaimana jika Thor tidak pernah memiliki saudara angkat Loki? Ternyata hasilnya adalah Thor menjadi hobi party di planet orang! Salah satu planet yang menjadi tempat untuk mengadakan pestanya adalah Bumi.

Dengan banyaknya makhluk dari planet lain ke Bumi, tentu ada saja kerusakan yang dibuat. Saking merepotkannya, Captain Marvel sampai harus datang ke Bumi dan melakukan pertarungan yang cukup seru dengan Thor.

Thor akhirnya harus membereskan keadaan setelah Jane mengadukan tindakan Thor ke ibunya, Frigga. Dengan kocak, Thor dan teman-temannya pun segera membereskan kerusuhan yang mereka buat.

Berbeda dengan episode lain di serial ini, nampaknya episode 7 memiliki ending yang bahagia, sebelum kita melihat cuplikan sedikit dari Ultron/Vision di akhir episode.

Setelah Menonton Episode 7

Bisa dibilang ini adalah episode yang paling fun dan menggelitik perut. Thor seolah cocok sekali dengan karakter superhero yang kuat, tapi kocak. Kehadiran Loki dalam bentuk Frost Giant juga menjadi kejutan tersendiri.

Episode ini sangat menghibur dan menjadi salah satu episode terbaik yang dimiliki oleh What If…, meskipun Penulis tidak paham bagaimana Thor bisa membereskan semua kerusuhan yang ia buat dengan cepat.

Peringkat: 8 dari 10.

Episode 8 – What If… Ultron Menang?

Ultron/Vision Terlalu OP (Kakuchopurei)

Jalan Cerita Episode 8

Ultron gagal mengambil tubuh humanoidnya di film Avengers: Age of Ultron. Alih-alih, tubuh tersebut dimanfaatkan oleh para Avengers dan lahirlah Vision. Penulis paham mengapa jalan ceritanya seperti itu, karena jika Ultron berhasil hasilnya sangat mengerikan!

Di episode 8, diceritakan kalau Ultron berhasil mengambil tubuh humanoidnya dan menjadi versi yang lebih sempurna. Para Avengers gagal menghentikannya dan Ultron pun berhasil meluncurkan semua rudal nuklir yang ada di dunia.

Hanya ada dua orang yang tersisa di Bumi, Black Widow dan Hawkeye. Mereka berusaha mencari kunci mengalahkan Ultron yang ternyata adalah salinan otak dari Armin Zola. Dalam perjalanannya, Hawkeye mengorbankan diri agar Black Widow bisa menyelamatkan diri.

Setelah merasa telah menghancurkan Bumi, Thanos datang ke Bumi dengan membawa lima Infinity Stones. Hanya dengan satu kali tembakan, Ultron berhasil membelah tubuh Thanos dan menguasai semua Infinity Stones.

Ultron pun mengetahui kalau di semesta ini ada banyak planet dan kehidupan yang perlu dibinasakan untuk mendapatkan kedamaian. Ia pun pergi ke seluruh alam semesta untuk menjalankan misinya.

Yang bikin tegang, Ultron merasakan kehadiran The Watcher dan berusaha mengejarnya. Ultron berhasil dan melakukan duel sengit melawan The Watcher. Hampir menang, The Watcher berhasil kabur ke tempat Doctor Strange jahat yang muncul di episode 4.

Setelah Menonton Episode 8

Sampai episode 7, Penulis mengira kalau semua episode What If…? tidak memiliki keterkaitan sama sekali. Ternyata, semuanya bermuara menjadi satu, dimulai dari bertemunya The Watcher dengan Doctor Strange jahat dan meminta bantuannya.

The Watcher yang sudah bersumpah tidak akan melakukan intervensi, terpaksa melanggar sumpahnya karena Ultron sudah terlalu kuat dan bisa mengancam multiverse. Episode ini bisa dibilang sangat gokil dan membuat penontonnya terperangah.

Peringkat: 9 dari 10.

Episode 9 – What If… The Watcher Melanggar Sumpahnya?

The Watcher Membentuk Guardians of the Multiverse (Ashley)

Jalan Cerita Episode 9

The Watcher yang meminta bantuan Doctor Strange akhirnya mulai mengumpulkan orang-orang yang nantinya disebut sebagai Guardians of the Multiverse. Anggotanya adalah karakter-karakter yang sudah kita lihat di episode 1. Mereka adalah:

  • Captain Carter
  • T’Challa Star Lord
  • Doctor Strange
  • Killmonger
  • Party Thor

Pengecualian terjadi pada Gamora yang mengenakan armor milik Thanos, di mana selanjutnya dikonformasi kalau seharusnya episode tersebut tayang di season ini. Namun karena pandemi, episode tersebut harus geser ke season 2 mendatang.

Mereka pun menyusun rencana untuk mengalahkan Ultron. Di tengah perjalanannya, Black Widow dari universe yang sama dengan Vision muncul untuk membantu mereka. Setelah pertarungan yang relatif singkat, tubuh Ultron berhasil dirasuki oleh Zola.

Setelah usai, Killmonger justru merebut semua Infinity Stones dan ingin menggunakannya untuk kepentingannya sendiri. Akan tetapi, Zola juga berencana untuk memanfaatkannya dan keduanya pun berebutan.

Mereka akhirnya dikurung oleh Doctor Strange dalam sebuah dimensi dan ia akan menjadi penjaganya. The Watcher pun memulangkan semua anggota Guardians of the Multiverse, kecuali Black Widow yang dikirim ke universe di mana para Avengers mati.

Selain itu, Captain Carter yang kembali ke universe-nya menemukan fakta bahwa Hydra Stomper ditemukan dan ada orang di dalamnya.

Setelah Menonton Episode 9

Sebagai episode pamungkas, entah mengapa rasanya ada yang kurang dari episode ini. Zola yang bisa merebut tubuh Ultron terasa sedikit memaksa, walau Penulis sendiri tidak memiliki ide akhir yang lebih baik.

Selain itu, Doctor Strange terlihat sangat overpowered di sini. Bisa dibilang, ia “menggendong” semua karakter lainnya dengan memberikan mantera perlindungan sembari bertarung dengan sangat sengit melawan Ultron.

Setidaknya, para superhero kita mendapatkan akhir yang baik di episode ini. Sebagai pemanis, rasanya begitu menenangkan dan membuat kita tersenyum saat melihatnya.

Peringkat: 8 dari 10.

Penutup

Sama seperti serial Loki, What If…? juga direncanakan akan memiliki season kedua yang kemungkinan besar akan tayang tahun depan. Belum diketahui akan ada pengandaian apalagi, yang jelas kita akan mengetahui bagaimana kisah Gamora yang muncul di episode 9.

Secara overall, serial ini memberikan suguhan yang segar dan membuat mata kita terbuka kalau kemungkinan semesta Marvel untuk berkembang itu sangat luas. Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi di phase 4 yang sedang berjalan sekarang.

Selain itu, setidaknya empat kali Tony Stark harus mati di serial ini: Episode 3, 5, 6, dan 8. Ini seolah menjadi pesan dari Marvel kalau karakter yang diperankan oleh Robert Downey Jr. tersebut memang harus mati di MCU.

Secara keseluruhan, Penulis akan memberi nilai serial ini 7.5/10. Animasi keren, jalan cerita yang sangat liar, walaupun ada beberapa hal yang dirasa ganjil dan pace yang kadang terlalu terburu-buru karena dibatasi oleh durasi.


Lawang, 18 Oktober 2021, terinspirasi setelah menonton serial What If…?

Foto: Disney+ Latest News – Page 2 | SYFY WIRE

Continue Reading

Fanandi's Choice

Copyright © 2021 Whathefan