<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hype Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/hype/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/hype/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 May 2023 16:03:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>hype Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/hype/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hype Konser Coldplay di Indonesia: Beneran Nge-fans atau Sekadar FOMO?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/hype-konser-coldplay-di-indonesia-beneran-nge-fans-atau-sekadar-fomo/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/hype-konser-coldplay-di-indonesia-beneran-nge-fans-atau-sekadar-fomo/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 May 2023 11:23:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Coldplay]]></category>
		<category><![CDATA[FOMO]]></category>
		<category><![CDATA[hype]]></category>
		<category><![CDATA[konser]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6524</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa minggu terakhir, nama Coldplay kerap muncul di mana-mana, entah di dunia nyata maupun maya. Alasannya, band asal Inggris tersebut akan segera menggelar konser perdananya di Indonesia, dengan tajuk &#8220;Music of the Spheres World Tour&#8220;. Harga tiket yang bervariasi antara 800 ribu hingga 11 juta rupiah pun dalam sekejap ludes terjual, baik oleh penonton [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/hype-konser-coldplay-di-indonesia-beneran-nge-fans-atau-sekadar-fomo/">Hype Konser Coldplay di Indonesia: Beneran Nge-fans atau Sekadar FOMO?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam beberapa minggu terakhir, nama <strong>Coldplay</strong> kerap muncul di mana-mana, entah di dunia nyata maupun maya. Alasannya, <em>band </em>asal Inggris tersebut akan segera menggelar konser perdananya di Indonesia, dengan tajuk &#8220;<strong>Music of the Spheres World Tour</strong>&#8220;.</p>



<p>Harga tiket yang bervariasi antara 800 ribu hingga 11 juta rupiah pun dalam sekejap ludes terjual, baik oleh penonton konsernya maupun para calo <em>online </em>yang menggunakan <em>bot </em>agar mendapatkan tiket tersebut, lalu dijual kembali dengan harga yang lebih mahal.</p>



<p>Tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terkait kedatangan Coldplay ke Indonesia pun menimbulkan pertanyaan di benak Penulis: <strong>Apakah mereka semua benar-benar <em>fans </em>Coldplay sejak lama, atau sekadar ikutan <em>hype </em>karena FOMO?</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Pendengar Coldplay Sejak Lama</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Coldplay - Paradise (Official Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/1G4isv_Fylg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Kebetulan, Penulis adalah pendengar Coldplay waktu zaman kuliah. Penulis mendengarkan beberapa albumnya, mulai <em><strong>X&amp;Y </strong></em>(2005),<em><strong> Viva la Vida or Death and All His Friends</strong></em> (2008), dan album Coldplay favorit Penulis, <em><strong>Mylo Xyloto </strong></em>(2011).</p>



<p>Penulis masih mengikuti Coldplay pada album<strong> Ghost Stories </strong>(2014) dan <em><strong>A Head Full of Dream</strong></em> (2015). Namun, setelah itu Penulis berhenti mengikuti <em>band </em>ini karena merasa musiknya kurang cocok dengan seleranya. Enak, tapi kurang pas di telinga.</p>



<p>Di antara album-album yang Penulis dengarkan, tentu ada beberapa lagu yang Penulis sukai. &#8220;<strong>Paradise</strong>&#8221; dari album <em>Mylo Xyloto</em> jelas menjadi nomor 1. Bahkan, lagu instrumen pembukanya saja sudah Penulis sukai, yang berjudul sama dengan albumnya.</p>



<p>Lagu-lagu lain yang Penulis suka dari album ini adalah &#8220;<strong>Hurts Like Heaven</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Charlie Brown</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Every Teardrop Falls is a Waterfall</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Up In Flames</strong>&#8220;, hingga &#8220;<strong>Don&#8217;t Let</strong> <strong>It Break Your Heart</strong>&#8221; </p>



<p>Banyak yang menyebut kalau album <em>Viva La Vida </em>merupakan salah satu album terbaik Coldplay, dan Penulis akui kalau banyak lagu enak dari album tersebut. &#8220;<strong>Cemeteries in London</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Lost</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Love in Japan</strong>&#8220;, dan &#8220;<strong>Viva La Vida</strong>&#8221; adalah favorit Penulis.</p>



<p>Di album <em>X&amp;Y</em>, ada lagu &#8220;<strong>Fix You</strong>&#8221; yang hampir diketahui oleh semua orang.  Di album <em>Ghost Stories</em>, lagu &#8220;<strong>Always In My Head</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Magic</strong>&#8220;, dan tentu saja &#8220;<strong>A Sky Full of Star</strong>s&#8221; wajib didengarkan. Bahkan, ketiga lagu ini sempat bertahan lama di <em>playlist </em>Penulis.</p>



<p>Album terakhir yang Penulis dengarkan, <em>A Head Full of Dream</em>, menjadi album yang paling jarang Penulis dengarkan. Tiga lagu yang masih oke untuk didengarkan adalah &#8220;<strong>Hymn for the Weekend&#8221;</strong>, &#8220;<strong>Adventure of Lifetime</strong>&#8220;, dan &#8220;<strong>Up&amp;Up</strong>&#8220;.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Masyarakat Kita Terkenal Latah, tapi&#8230;</h2>



<p>Berdasarkan daftar album dan lagu yang Penulis ceritakan di atas, Penulis jadi merasa sedikit besar kepala karena lumayan tahu tentang Coldplay. Penulis pun penasaran, apakah semua orang yang ikut <em>hype </em>dan ingin nonton konser Coldplay juga setahu itu?</p>



<p>Penulis pun coba melakukan tes ombak dengan bertanya kepada teman-temannya yang kerap membahas tentang konser Coldplay belakangan ini. Pertanyaannya sederhana, sebutkan 10 lagu Coldplay. Ternyata, mereka hanya bisa menyebutkan sekitar 7-8 lagu saja.</p>



<p>Tentu sampel yang Penulis ambil tidak bisa menjadi representasi masyarakat Indonesia. Hanya saja, kita ini kan terkenal latah. <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/">Apa yang sedang viral</a>, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/lato-lato-mandi-lumpur-dan-pengaruh-tiktok-yang-luar-biasa/">apa yang sedang <em>hype</em></a>, semua langsung ikutan seolah enggak mau ketinggalan.</p>



<p>Istilah <strong>FOMO</strong> atau <em><strong>Fear Out Missing Out</strong></em> pun bisa menggambarkan mengenai kondisi sosial ini. Karena takut dianggap ketinggalan, enggak <em>update</em>, jadi terpaksa mengikuti apa yang sedang sering menjadi bahan obrolan di tongkrongan.</p>



<p>Oleh karena itulah, Penulis jadi <em>su&#8217;udzon </em>kalau banyak yang sebenarnya hanya FOMO saja. Namun, jikalau itu benar, lantas kenapa? Emang konser Coldplay hanya eksklusif untuk para penggemarnya? </p>



<h2 class="wp-block-heading">Kalau Bukan Fans, Emang Gak Boleh Ikutan Nonton?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Coldplay - A Sky Full Of Stars (Live at River Plate)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Fpn1imb9qZg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Untuk kasus konser Coldplay, sebenarnya ya enggak masalah kalau memang sekadar ikut-ikutan dan baru mendengarkan belakangan ini. Apalagi, konsernya baru diadakan pada tanggal 15 November 2023 mendatang, jadi ada banyak waktu untuk menghafal lagu-lagunya.</p>



<p>Tingginya antusiasme baik dari penggemar maupun non-penggemar menjadi bukti kalau lagu-lagu Coldplay bisa diterima oleh banyak orang, bahkan mungkin mampu mengubah hidup mereka. Sebesar itu dampak yang bisa dihasilkan oleh musik.</p>



<p>Apalagi, ini adalah momen bersejarah karena ini adalah kali pertama Coldplay manggung di Indonesia. Belum tentu di masa depan Coldplay akan mampir lagi ke Gelora Bung Karno sebagai salah satu destinasi <em>world tour</em>-nya.</p>



<p>Selain itu, meskipun awalnya cuma ikut-ikutan dan FOMO, toh bisa jadi setelah nonton konsernya malah jadi <em>fans </em>beneran. Setelah lihat betapa kerennya Coldplay, malah jadi ingin mendalami semua lagu Coldplay,</p>



<p>Yang namanya konser itu dibuka untuk publik, siapa pun boleh datang selama punya tiketnya. Setahu Penulis, pihak penyelenggara tidak menuliskan persyaratan boleh menonton konser adalah harus hafal setidaknya 10 lagu Coldplay.</p>



<p>Jadi, Penulis sebenarnya sama sekali tidak ada masalah siapa pun yang mau nonton Coldplay, entah <em>fans </em>sejati maupun <em>fans </em>karbit karena FOMO. Ini kesempatan langka, langsung saja gas nonton konsernya dan rasakan<em> </em>sensasi nonton konser salah satu <em>band</em> terkeren di dunia!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 21 Mei 2023, terinspirasi setelah melihat begitu <em>hype-</em>nya masyarakat Indonesia menjelang konser Coldplay</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3D1CVVTLOR9iQ&amp;psig=AOvVaw2YDXuxhwlHKdeY83Qmp_-6&amp;ust=1684754292256000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;ved=0CBMQjhxqFwoTCLi78fqkhv8CFQAAAAAdAAAAABAS">YouTube</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/hype-konser-coldplay-di-indonesia-beneran-nge-fans-atau-sekadar-fomo/">Hype Konser Coldplay di Indonesia: Beneran Nge-fans atau Sekadar FOMO?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/hype-konser-coldplay-di-indonesia-beneran-nge-fans-atau-sekadar-fomo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Filsafat Ala Attack on Titan</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/filsafat-ala-attack-on-titan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/filsafat-ala-attack-on-titan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2020 01:26:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[AoT]]></category>
		<category><![CDATA[Attack on Titan]]></category>
		<category><![CDATA[determinisme]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[hype]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4188</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awalnya, Penulis sama sekali tidak tertarik untuk mengikuti serial anime Attack on Titan (AoT) atau Shingeki no Kyojin. Alasan pertama, animenya tergolong serius. Alasan kedua, banyak adegan sadis yang tidak Penulis sukai. Akan tetapi karena terus-menerus muncul di linimasa media sosial Penulis, timbullah rasa penasaran. Apalagi, hype dari season ke-4 dari anime ini juga tinggi sekali. Akhirnya, Penulis memutuskan untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/filsafat-ala-attack-on-titan/">Filsafat Ala Attack on Titan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Awalnya, Penulis sama sekali tidak tertarik untuk mengikuti serial anime <em><strong>Attack on Titan</strong></em> (AoT) atau <strong><em>Shingeki no Kyojin</em></strong>. Alasan pertama, animenya tergolong serius. Alasan kedua, banyak adegan sadis yang tidak Penulis sukai.</p>
<p>Akan tetapi karena terus-menerus muncul di linimasa media sosial Penulis, timbullah rasa penasaran. Apalagi, <em>hype </em>dari <em>season </em>ke-4 dari anime ini juga tinggi sekali.</p>
<p>Akhirnya, Penulis memutuskan untuk menjadi fans karbitan. Untuk mengejar ketertinggalan, Penulis memutuskan untuk mengambil jalan pintas: menonton video rekapnya di YouTube.</p>
<p>(Cara seperti ini juga Penulis lakukan ketika <em>season </em>terakhir dari serial <em>Game of Throne </em>akan rilis pada tahun 2019 kemarin, walaupun Penulis memang membaca novelnya sampai buku ketiga)</p>
<p>Melalui video rekap yang ada di YouTube tersebut, Penulis jadi mengerti mengapa banyak sekali orang yang menjadi penggemar anime ini. Jalan cerita dan animasinya patut diacungi jempol.</p>
<p>Karena penasaran dengan lanjutan ceritanya, Penulis juga memutuskan untuk membaca manganya secara daring. Sekitar 5 jam Penulis butuhkan untuk membaca <em>chapter</em> yang akan menjadi awal <em>season 4 </em>hingga <em>chapter </em>terakhir yang telah dirilis.</p>
<p>Sebagai fans karbitan, Penulis menemukan beberapa hal yang menarik dari anime ini. <strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>
<h3>Hitam Putih Baik Buruk</h3>
<p><div id="attachment_4190" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4190" class="size-large wp-image-4190" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/yang-menarik-dari-attack-on-titan-1-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/yang-menarik-dari-attack-on-titan-1-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/yang-menarik-dari-attack-on-titan-1-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/yang-menarik-dari-attack-on-titan-1-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/yang-menarik-dari-attack-on-titan-1.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4190" class="wp-caption-text">Eren, Baik atau Buruk? (<a href="https://www.superherohype.com/tv/482112-official-attack-on-titan-final-season-trailer-teases-a-big-war-coming">Superhero Hype</a>)</p></div></p>
<p>Satu poin yang menjadi kekuatan utama dari AoT adalah susahnya untuk <strong>mengetahui mana yang merupakan pihak baik mana yang merupakan pihak buruk</strong>.</p>
<p>Hal ini tidak akan kita temukan dari anime <em>shonen </em>lain seperti <a href="https://whathefan.com/animekomik/dinasti-politik-ala-naruto/">Naruto</a>, Dragon Ball, One Piece, My Hero Academia, dan lain sebagainya.</p>
<p>Karakter utamanya dipastikan selalu menjadi pihak yang akan membela kebenaran. Naruto, Goku, Luffy, Midoriya, semuanya berjuang untuk memberantas kejahatan di muka bumi.</p>
<p>Sedangkan di anime AoT, ada begitu banyak <em>plot twist </em>yang akan membuat kita kebingungan. Bahkan karakter utama di anime ini, <strong>Eren Yeager</strong>, telah berubah menjadi tokoh antagonis utama yang ingin menghabisi semua umat manusia yang ada di luar pulau Paradis.</p>
<p>Penulis membayangkan banyak penggemar AoT yang terkejut ketika mengetahui hal ini.  Karakter yang selama ini begitu diidolakan karena ingin balas dendam ke titan yang memakan ibunya menjadi seperti itu.</p>
<p>Tidak hanya sampai di situ, <em>plot twist </em>yang ada juga bisa dibolak-balik berkali-kali. Awalnya kelihatan baik, ternyata jahat, eh ternyata baik, eh ternyata beneran jahat. Pola seperti itu akan sering kita temui.</p>
<p>Contohnya ada pada karakter ayah Eren, <strong>Grisha Yeager</strong>. Coba para pembaca yang menonton AoT, apakah Grisha merupakan karakter yang baik atau jahat? Kakak tiri Eren, Zeke, apakah dia karakter yang baik atau jahat? Silakan putuskan sendiri jawabannya.</p>
<p>Pengkhianatan? Jangan ditanya, ada banyak! Yang A mengkhianati B demi C, eh ternyata C mengkhianati A demi tujuannya sendiri. Banyak <em>top anime betrayal </em>pada AoT.</p>
<p>Bahkan karakter Eren sendiri pun belum bisa ditentukan apakah ia baik atau jahat. Toh, Eren punya alasan kuat demi mengejar tujuan terbesarnya: <strong>Kebebasan</strong>.</p>
<h3>Filsafat Determinisme dan <em>Free of Will</em></h3>
<p><div id="attachment_4191" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4191" class="size-large wp-image-4191" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/yang-menarik-dari-attack-on-titan-2-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/yang-menarik-dari-attack-on-titan-2-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/yang-menarik-dari-attack-on-titan-2-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/yang-menarik-dari-attack-on-titan-2-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/12/yang-menarik-dari-attack-on-titan-2.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4191" class="wp-caption-text">Mengejar Kebebasan (<a href="https://www.denofgeek.com/tv/attack-on-titan-season-3-episode-22-review-beyond-the-walls/">Den of Geek</a>)</p></div></p>
<p>Ada yang pernah mendengar tentang <strong>filosofi determinisme</strong>? Berdasarkan video dari Satu Persen di YouTube, filosofi determinisme adalah:</p>
<blockquote><p>Semua peristiwa terjadi karena ada sebab atau bersifat kasualitas.</p></blockquote>
<p>Berubahnya Eren dari karakter protagonis menjadi antagonis tentu tidak terjadi begitu saja. Perubahan terjadi karena ia begitu terobsesi dengan yang namanya kebebasan.</p>
<p>Hal ini dapat dimaklumi karena sejak kecil ia harus tinggal di balik tembok yang tinggi demi melindungi manusia dari serangan titan. Ia mengharapkan kebebasan yang diharapkan ada di balik tembok.</p>
<p>Setelah berhasil keluar dari tembok, ia menyadari bahwa kebebasan yang dikejar ternyata tidak berhasil didapatkan. Malah, ia menemukan fakta yang akan membuat kehidupannya berubah 180 derajat.</p>
<p>Keputusannya untuk melenyapkan seluruh umat manusia yang ada di luar pulau Paradis dengan menggunakan ribuan titan juga dilakukan demi mengejar kebebasan yang ia dambakan.</p>
<p>Di sini kita pun jadi bertanya-tanya, <strong>apakah kita sebagai manusia benar-benar memiliki kebebasan (<em>free of will</em>)?</strong></p>
<p>Rasanya tidak ada yang namana kebebasan yang benar-benar bebas. Ada banyak aturan yang mengelilingi kita, mulai agama hingga hukum negara. Moral juga turut membatasi gerak-gerik kita yang negatif.</p>
<p>Seandainya kita benar-benar memiliki kebebasan yang sebebas-bebasnya, dunia ini nampaknya akan menjadi kacau balau tak beraturan. <em>Lha mong </em>orang bebas mau melakukan apa aja.</p>
<p>Penulis kurang memahami kebebasan apa yang diharapkan Eren. Membuat penduduk pulau Paradis menjadi bebas karena orang-orang yang selama ini membuat mereka menderita lenyap? Apa yang menjamin konflik akan berakhir dengan keputusan tersebut?</p>
<p>Menarik untuk disimak bagaimana anime AoT akan berakhir nanti.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Dua alasan di atas, kebaikan versus kejahatan yang tidak hitam putih dan adanya filsafat determinisme, menjadi beberapa alasan mengapa anime AoT sangat menarik untuk ditonton.</p>
<p>Masih banyak hal lain yang bisa kita temukan, mulai dari banyaknya karakter favorit yang mati, tidak ada <em>fan service</em>, sampai kekuatan karakternya yang <em>overpowered</em>.</p>
<p>Yang jelas, anime ini menyisipkan nilai-nilai kehidupan yang <em>related </em>dengan kehidupan kita yang sebenarnya. Tanpa titan tentunya, dan <em>gear </em>yang membuat kita terbang, dan tanpa tembok yang terbuat dari titan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 16 Desember 2020, terinspirasi setelah menonton video rekap <i>Attack on Titan </i>dan membaca manganya</p>
<p>Foto: <a href="https://www.cbr.com/attack-on-titan-season-4-fandom-anime/">CBR</a></p>
<p>Sumber Artikel:</p>
<ul>
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=7peFlaib5Zg">SELURUH ALUR CERITA ATTACK ON TITAN LENGKAP SEASON 1,2,3 || 78 MENIT || PERJUANGAN MERAIH KEBEBASAN</a></li>
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Lw3QgwHQfzA">Attack on Titan Recap: Everything Up to the Final Season &#8211; YouTube</a></li>
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Ytpynd4-WpA">Attack On Titan Relationship of Ackerman &#8211; Reiss/Fritz &#8211; Yeager PART 1 || Titan World &#8211; YouTube</a></li>
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=mJlLldLFMWQ">Filsafat Dari Attack On Titan &#8211; #FilsafatMenjawab</a></li>
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=RRrPO8QZTwI">Filosofi Attack On Titan (Apakah Manusia Punya Free Will?)</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/filsafat-ala-attack-on-titan/">Filsafat Ala Attack on Titan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/filsafat-ala-attack-on-titan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
