Connect with us

Anime & Komik

Filsafat Ala Attack on Titan

Published

on

Awalnya, Penulis sama sekali tidak tertarik untuk mengikuti serial anime Attack on Titan (AoT) atau Shingeki no Kyojin. Alasan pertama, animenya tergolong serius. Alasan kedua, banyak adegan sadis yang tidak Penulis sukai.

Akan tetapi karena terus-menerus muncul di linimasa media sosial Penulis, timbullah rasa penasaran. Apalagi, hype dari season ke-4 dari anime ini juga tinggi sekali.

Akhirnya, Penulis memutuskan untuk menjadi fans karbitan. Untuk mengejar ketertinggalan, Penulis memutuskan untuk mengambil jalan pintas: menonton video rekapnya di YouTube.

(Cara seperti ini juga Penulis lakukan ketika season terakhir dari serial Game of Throne akan rilis pada tahun 2019 kemarin, walaupun Penulis memang membaca novelnya sampai buku ketiga)

Melalui video rekap yang ada di YouTube tersebut, Penulis jadi mengerti mengapa banyak sekali orang yang menjadi penggemar anime ini. Jalan cerita dan animasinya patut diacungi jempol.

Karena penasaran dengan lanjutan ceritanya, Penulis juga memutuskan untuk membaca manganya secara daring. Sekitar 5 jam Penulis butuhkan untuk membaca chapter yang akan menjadi awal season 4 hingga chapter terakhir yang telah dirilis.

Sebagai fans karbitan, Penulis menemukan beberapa hal yang menarik dari anime ini. SPOILER ALERT!!!

Hitam Putih Baik Buruk

Eren, Baik atau Buruk? (Superhero Hype)

Satu poin yang menjadi kekuatan utama dari AoT adalah susahnya untuk mengetahui mana yang merupakan pihak baik mana yang merupakan pihak buruk.

Hal ini tidak akan kita temukan dari anime shonen lain seperti Naruto, Dragon Ball, One Piece, My Hero Academia, dan lain sebagainya.

Karakter utamanya dipastikan selalu menjadi pihak yang akan membela kebenaran. Naruto, Goku, Luffy, Midoriya, semuanya berjuang untuk memberantas kejahatan di muka bumi.

Sedangkan di anime AoT, ada begitu banyak plot twist yang akan membuat kita kebingungan. Bahkan karakter utama di anime ini, Eren Yeager, telah berubah menjadi tokoh antagonis utama yang ingin menghabisi semua umat manusia yang ada di luar pulau Paradis.

Penulis membayangkan banyak penggemar AoT yang terkejut ketika mengetahui hal ini.  Karakter yang selama ini begitu diidolakan karena ingin balas dendam ke titan yang memakan ibunya menjadi seperti itu.

Tidak hanya sampai di situ, plot twist yang ada juga bisa dibolak-balik berkali-kali. Awalnya kelihatan baik, ternyata jahat, eh ternyata baik, eh ternyata beneran jahat. Pola seperti itu akan sering kita temui.

Contohnya ada pada karakter ayah Eren, Grisha Yeager. Coba para pembaca yang menonton AoT, apakah Grisha merupakan karakter yang baik atau jahat? Kakak tiri Eren, Zeke, apakah dia karakter yang baik atau jahat? Silakan putuskan sendiri jawabannya.

Pengkhianatan? Jangan ditanya, ada banyak! Yang A mengkhianati B demi C, eh ternyata C mengkhianati A demi tujuannya sendiri. Banyak top anime betrayal pada AoT.

Bahkan karakter Eren sendiri pun belum bisa ditentukan apakah ia baik atau jahat. Toh, Eren punya alasan kuat demi mengejar tujuan terbesarnya: Kebebasan.

Filsafat Determinisme dan Free of Will

Mengejar Kebebasan (Den of Geek)

Ada yang pernah mendengar tentang filosofi determinisme? Berdasarkan video dari Satu Persen di YouTube, filosofi determinisme adalah:

Semua peristiwa terjadi karena ada sebab atau bersifat kasualitas.

Berubahnya Eren dari karakter protagonis menjadi antagonis tentu tidak terjadi begitu saja. Perubahan terjadi karena ia begitu terobsesi dengan yang namanya kebebasan.

Hal ini dapat dimaklumi karena sejak kecil ia harus tinggal di balik tembok yang tinggi demi melindungi manusia dari serangan titan. Ia mengharapkan kebebasan yang diharapkan ada di balik tembok.

Setelah berhasil keluar dari tembok, ia menyadari bahwa kebebasan yang dikejar ternyata tidak berhasil didapatkan. Malah, ia menemukan fakta yang akan membuat kehidupannya berubah 180 derajat.

Keputusannya untuk melenyapkan seluruh umat manusia yang ada di luar pulau Paradis dengan menggunakan ribuan titan juga dilakukan demi mengejar kebebasan yang ia dambakan.

Di sini kita pun jadi bertanya-tanya, apakah kita sebagai manusia benar-benar memiliki kebebasan (free of will)?

Rasanya tidak ada yang namana kebebasan yang benar-benar bebas. Ada banyak aturan yang mengelilingi kita, mulai agama hingga hukum negara. Moral juga turut membatasi gerak-gerik kita yang negatif.

Seandainya kita benar-benar memiliki kebebasan yang sebebas-bebasnya, dunia ini nampaknya akan menjadi kacau balau tak beraturan. Lha mong orang bebas mau melakukan apa aja.

Penulis kurang memahami kebebasan apa yang diharapkan Eren. Membuat penduduk pulau Paradis menjadi bebas karena orang-orang yang selama ini membuat mereka menderita lenyap? Apa yang menjamin konflik akan berakhir dengan keputusan tersebut?

Menarik untuk disimak bagaimana anime AoT akan berakhir nanti.

Penutup

Dua alasan di atas, kebaikan versus kejahatan yang tidak hitam putih dan adanya filsafat determinisme, menjadi beberapa alasan mengapa anime AoT sangat menarik untuk ditonton.

Masih banyak hal lain yang bisa kita temukan, mulai dari banyaknya karakter favorit yang mati, tidak ada fan service, sampai kekuatan karakternya yang overpowered.

Yang jelas, anime ini menyisipkan nilai-nilai kehidupan yang related dengan kehidupan kita yang sebenarnya. Tanpa titan tentunya, dan gear yang membuat kita terbang, dan tanpa tembok yang terbuat dari titan.

 

 

Lawang, 16 Desember 2020, terinspirasi setelah menonton video rekap Attack on Titan dan membaca manganya

Foto: CBR

Sumber Artikel:

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Anime & Komik

Sistem Pendidikan Ala Assassination Classroom

Published

on

By

Pertama kali Penulis mendengar tentang manga Assassination Classroom adalah ketika ada semacam acara “lomba presentasi” di Karang Taruna. Salah satu anggota menceritakan tentangnya.

Ketika mendengar penjelasannya, Penulis langsung merasa tertarik dengan premisnya. Ada seorang guru berbentuk gurita kuning yang miliki kekuatan super dan kecepatan hingga 20 Mach. Dengan kemampuannya, ia justru memilih untuk menjadi seorang guru di kelas bermasalah.

Anehnya, Penulis justru tertarik untuk membaca manganya daripada menonton animenya. Oleh karena itu, Penulis pun memutuskan untuk membeli semua serinya, dari volume 1 sampai 21.

Beberapa hari yang lalu, Penulis tiba-tiba tergerak untuk membaca ulang semua volumenya. Oleh karena itu, Penulis ingin menulis artikel tentang Assassination Classroom.

Karena ini merupakan manga lama (rilis perdana pada tahun 2012), rasanya Penulis tidak perlu menulis panjang lebar tentang alur ceritanya. Penulis ingin berfokus pada sesuatu yang unik tentang manga ini, yakni tentang sistem pendidikannya.

Sistem Sekolah SMP Kunugigaoka

SMP Kunugigaoka (Assassination Classroom Wiki – Fandom)

Hal unik yang ingin Penulis bahas di tulisan ini adalah tentang sistem pendidikan yang diterapkan di SMP Kunugigaoka. Setiap tingkat memiliki lima kelas, di mana kelas E menjadi tempat murid bermasalah dan kurang berprestasi.

Hal ini dilakukan oleh sang kepala sekolah, Gakuho Asano, untuk menciptakan ekosistem pendidikan dengan daya saing yang tinggi. Para murid didoktrin agar jangan sampai mereka masuk ke kelas E yang dianggap singkatan dari End tersebut.

Waktu Penulis SMP, yang ada justru kebalikannya. Kelas A menjadi kelas unggulan yang berisikan murid-murid yang berhasil mendapatkan peringkat teratas ketika ujian masuk. Sebaliknya, kelas paling bawah (kelas G) menjadi kelas yang peringkatnya paling bawah.

Sistem seperti ini Penulis jalani selama 2 tahun, karena ketika kelas 9 semua kelas diacak agar sama rata. Tidak ada lagi kelas unggulan, tidak ada lagi kelas yang dibuat berdasarkan urutan nilai murid.

Bagi Penulis, kelas dengan sistem diskriminasi yang diterapkan oleh Asano di sekolahnya jelas tidak ideal. Impiannya untuk membuat 95% muridnya menjadi lebih superior dibandingkan yang 5% murid di kelas E jelas merusak mental.

Selain itu, bukan tidak mungkin para murid akan saling senggol karena yang ada di pikiran mereka hanyalah menyelamatkan diri sendiri agar tidak sampai masuk ke kelas E.

Jika saja Koro sensei tidak masuk ke kelas tersebut, bisa saja murid-murid kelas E akan merasa tidak berguna sepanjang hidupnya.

Mengembangkan Bakat dan Minat Murid

Setiap Murid Berbeda (Assassination Classroom Wiki – Fandom)

Nah, salah satu nilai jual dari manga ini adalah hubungan unik antara guru dan muridnya. Di dunia ini, tidak ada satupun murid yang diperintahkan untuk menghabisi gurunya. Bahkan tidak ada sekolah yang diajar oleh makhluk berbentuk gurita berwarna kuning.

Anehnya, hubungan unik ini justru berhasil mengeluarkan potensi setiap murid yang ada di sana. Karena memiliki misi menyelamatkan dunia, perasaan tidak berguna perlahan-lahan hilang dari diri mereka.

Kelas ini awalnya memiliki 26 murid, sebelum akhirnya bertambah 2 murid tambahan yang bertujuan untuk membunuh Koro sensei. Mereka semua ternyata memiliki bakat masing-masing dan Koro sensei membantu mereka mengasah bakat tersebut.

Pendekatan yang dilakukan oleh Koro sensei inilah yang kurang dari pendidikan kita. Semua murid diperlakukan sama tanpa mempedulikan apa bakat dan minat mereka.

Jika dianalogikan sebagai hewan, semua murid diperintah untuk terbang, tidak peduli kita ikan, kucing, dan hewan lain yang memang tidak memiliki kemampuan untuk terbang. Semua menggunakan standar penilaian yang sama.

Ideologi yang dianut oleh Koro sensei jelas berbeda dengan yang dianut oleh kepala sekolah. Hal inilah yang membuat mereka kerap berseberangan dalam menentukan sikap bagaimana membina murid.

Guru yang Serba Bisa

Guru Idaman (WallpaperAccess)

Sebagai seorang guru, Koro sensei memiliki pengetahuan yang begitu luas. Ia menguasai semua mata pelajaran sehingga dapat menyampaikan ilmunya dengan baik ke murid-muridnya.

Tidak hanya itu, ia juga bisa menentukan metode mana yang paling cocok untuk tiap murid sehingga mereka bisa mencerna pelajaran secara efektif. Latar belakangnya sebagai pembunuh nomor satu membuatnya menguasai banyak hal.

Jika menengok ke sistem pendidikan kita, rata-rata guru di SMP dan SMA hanya menguasai satu mata pelajaran. Kalaupun bisa lebih dari satu, biasanya masih berkaitan dengan mata pelajaran utama yang ia kuasai.

Hal ini sebenarnya tidak masalah. Guru-guru kita pun ketika kuliah memang hanya mengambil satu konsentrasi untuk bisa menjadi expert di mata pelajaran tersebut.

Hanya saja, metode yang digunakan terkadang kurang efektif. Memang banyak guru kreatif yang menemukan banyak cara agar mata pelajarannya menarik, tapi kebanyakan menggunakan cara konservatif yang kuno dan membosankan.

Di sisi lain, murid pun rata-rata kurang proaktif sehingga belajar di kelas terasa kurang interaktif dan tidak menyenangkan. Belajar di kelas menjadi rutinitas yang membosankan. Ilmu yang didapatkan pun menjadi tidak efektif.

Tidak hanya itu, guru seolah lepas tangan untuk masalah masa depan murid mereka. Pekerjaan yang berkaitan dengan pengembangan murid setelah lulus seolah dibebankan ke guru BK, itu pun jarang dimaksimalkan oleh murid.

Memang hal ini tidak bisa digeneralisir seperti itu, tapi pada umumnya yang terjadi di lapangan seperti itu.

Seandainya kita memiliki guru sehebat Koro sensei, mungkin kita semua bisa mengenali potensi yang ada di dalam diri. Bukan hanya sebagai pengajar, tapi juga sebagai pembimbing murid-muridnya.

Penutup

Meskipun secara ide cerita manga ini sangat khayal dan tidak realistis, nyatanya ada nilai-nilai yang bisa dijadikan sebagai bahan renungan kita, terutama untuk dunia pendidikan. Tiga poin yang Penulis sampaikan di atas adalah contohnya.

Ada banyak celah di dunia pendidikan kita yang butuh ditingkatkan lagi agar murid tidak hanya mendapatkan ilmu, tapi juga mampu mengembangkan dirinya menjadi versi terbaiknya. Mungkin, kita bisa belajar hal tersebut melalui manga ini.


Lawang, 26 Maret 2021, terinspirasi setelah membaca ulang manga Assassination Classroom

Foto: Netflix

Continue Reading

Anime & Komik

Ketika Adaptasi Anime Berbeda dengan Manga

Published

on

By

Kebanyakan anime yang kita tonton merupakan adaptasi dari sebuah manga. Otomatis, cerita di manga akan selalu lebih cepat dari animenya. Maka dari itu, pembaca manga akan lebih tahu dulu daripada penonton animenya.

Contoh yang paling mudah adalah Attack on Titan (AoT). Animenya baru menyelesaikan part pertama dari season keempatnya ketika manganya tamat di chapter 139 pada awal bulan ini. Mungkin butuh waktu satu tahun lagi agar penonton animenya tahu bagaimana cerita AoT berakhir.

Dalam membuat adaptasi, biasanya ada sedikit perubahan seperti pengurangan atau penambahan cerita. Di anime populer seperti Naruto dan Dragon Ball, ada banyak sekali episode filler yang tidak ada di komik dan tidak berhubungan dengan alur utama cerita.

Adaptasi manga juga ada yang memiliki akhir menggantung karena diakhiri di tengah jalan. Biasanya, anime bergenre comedy-romance yang seperti ini. Contohnya adalah Nisekoi yang seolah berakhir begitu saja ketika manganya masih berlangsung.

Nah, ada juga kasus di mana animenya memiliki alur cerita yang benar-benar berbeda dari manganya. Parahnya, perubahan tersebut dianggap merusak cerita hingga membuat fans marah besar. Contohnya adalah anime The Promised Neverland season 2 yang baru saja Penulis tamatkan.

SPOILER ALERT!!!

The Promised Neverland Season 2

Penulis sudah banyak mendengar kalau The Promised Neverland season 2 memiliki alur cerita yang nyelentang dari manganya hingga harus rela mendapatkan rating buruk. Oleh karena itu, Penulis sudah tidak berharap banyak ketika memutuskan untuk menontonnya.

Hasilnya, Penulis tetap kecewa.

Mengubah cerita dari versi aslinya sebenarnya tidak masalah, asal masih bagus. Lha ini rasanya dieksekusi secara asal-asalan hingga membuat Penulis geram setengah mati. Tidak hanya itu, banyak plot cerita dan karakter penting yang dihilangkan begitu saja.

Ada beberapa perubahan fatal yang menurut Penulis susah untuk diterima.

Sonju dan Mujika

Sonju dan Mujika (www.aniradioplus.com)

Sampai episode empat, Penulis masih merasa baik-baik saja. Sama seperti manga, Emma dan kawan-kawan bisa bertahan hidup di hutan belantara karena bertemu dengan Sonju dan Mujika yang merupakan iblis. Bedanya, mereka tidak memakan manusia.

Hanya saja, peran mereka seolah dikerdilkan. Memang Mujika masih memiliki darah yang membuat iblis tidak akan mengalami degenerasi walaupun tidak memakan manusia. Hanya saja, perannya berhenti sampai di sana saja.

Kalau di manganya, Sonju dan Mujika harus berjibaku untuk menyadarkan para iblis kalau mereka bisa mempertahankan bentuk manusianya tanpa perlu memakan manusia. Mereka dikejar waktu karena sedang dikejar pasukan kerajaan yang menganggap mereka melakukan kudeta.

Untuk itu, mereka menghidupkan leluhur mereka yang mati suri untuk membantu mereka. Bahkan, mereka sempat tertangkap dan akan dieksekusi mati sebelum diselamatkan oleh salah seorang keluarga bangsawan yang selamat dan mendukung mereka.

Mujika juga pada akhirnya diangkat menjadi seorang ratu yang baru untuk bangsa iblis, sama seperti versi animenya.

Yugo dan Goldy Pond Arc

Yugo dan Goldy Pond (Pinterest)

Mulai episode 5, cerita animenya sudah berubah total, setelah mereka menemukan shelter yang dibangun oleh William Minerva. Karakter Yugo yang tinggal di sana dihilangkan sama sekali! Padahal di manga, ia memiliki peran penting untuk dan memiliki character development yang menarik.

Tidak adanya Yugo secara otomatis membuat Goldy Pond arc juga hilang sama sekali. Padahal, di arc tersebutlah Emma pertama kali berhadapan dengan bangsawan iblis yang akan menjadi musuh terakhir mereka.

Oke, anggaplah penghilangan tersebut dilakukan agar anime ini tidak terlalu panjang dan bisa ditamatkan di season 2. Akan tetapi, masih banyak hal yang membuat emosi dari anime ini.

Kemunculan Norman

Norman? (Game N Guides)

Yang paling menjengkelkan adalah kemunculan kembali Norman! Di manganya, Emma baru bertemu Norman setelah melakukan berbagai macam petualangan yang berbahaya. Eh, lha kok di sini ketemunya cepat sekali.

Inti ceritanya memang sama, di mana Norman berhasil kabur dari labotarium Lambda bersama beberapa temannya. Namun, ada banyak sekali hal yang dihilangkan, termasuk beberapa teman Norman yang ikut kabur bersamanya.

Selain itu, di manga Norman berhasil membangun semacam tempat perlindungan yang berisi banyak manusia. Di animenya, Norman terlihat hanya memiliki kelompok kecil yang bersembunyi di semacam kuil.

Penyerbuan Grace Field

Isabella Tetap Hidup (Anime News Network)

Penyerbuan ke Grace Field oleh Emma juga terkesan terburu-buru dan memaksakan. Penyerbuan menggunakan balon udara benar-benar non-sense. Darimana mereka bisa mendapatkan balon udara sebanyak itu?

Kalau di manganya, anak-anak yang ada di shelter milik Norman diculik oleh Peter Ratri. Untungnya, sebagian anak-anak tengah berperang melawan bangsawan iblis sehingga bisa menyelinap masuk menggunakan peta peninggalan William Minerva.

Selain itu, penyerbuan dilakukan setelah mengalahkan bangsawan iblis dengan pertarungan yang epik, bukannya menakhlukkan peternakan baru menyerang mereka.

Yang menjengkelkan lagi, Isabella selamat dan ikut pergi ke dunia manusia! Di manganya, Isabella mati karena mengorbankan dirinya demi melindungi anak-anaknya. Ending seperti itu lebih cocok untuknya.

Ending Ala Presentasi Powerpoint

Ending Ala PPT (Comic Book)

Emma membuat perjanjian baru dengan iblis untuk mengirim keluarganya ke dunia manusia. Sebagai bayarannya, ia akan kehilangan semua ingatan tentang mereka dan akan terpisah dari mereka. Butuh 2 tahun untuk Norman, Ray, dan lainnya untuk menemukan Emma yang tidak tahu siapa mereka.

Itu versi manganya. Walau agak terlalu bahagia, ending tersebut masih bisa diterima dan cukup memuaskan. Beda sama versi animenya.

Setelah menerobos Grace Field yang kesannya sangat mudah ditembus, Emma dan kawan-kawan berhasil mencapai gerbang perbatasan antara dunia manusia dan dunia iblis. Saat semua masuk, beberapa di antara mereka memutuskan tinggal untuk “mengubah dunia iblis”.

Penulis sempat mengira kalau ini akan menjadi premis season ketiga. Ternyata, tidak ada yang namanya season ketiga. “Mengubah dunia iblis” hanya ditampilkan melalui potongan-potongan gambar ala presentasi Powerpoint.

Penutup

Di situs MyAnimeList, rating anime The Promised Neverland season 2 hanya 5.7. Bandingkan dengan season pertamanya yang memiliki rating 8.63.

Penulis tidak tahu apa alasan mereka yang membuat anime ini merombak sedemikian rupa ceritanya dan tidak tertarik untuk mencarinya di berita. Yang jelas, Penulis merasa kecewa dengan anime ini.

Sekali lagi, tidak masalah jika adaptasi anime memiliki alur cerita yang berbeda dari manga. Tapi kalau lebih jelek, buat apa?

Lawang, 17 April 2021, terinpirasi setelah menonton anime The Promised Neverland season 2

Foto: CBR

Continue Reading

Anime & Komik

Setelah Attack on Titan Tamat

Published

on

By

Manga yang hype-nya akhir-akhir ini tinggi, Attack on Titan (AoT), akhirnya menyelesaikan chapter terakhirnya di nomor 139. Meskipun sudah banyak beredar bocoran sebelum rilis, fans tetap saja menantikan bagaimana kisah Eren dan kawan-kawan berakhir.

Singkat cerita, manga ini harus berakhir dengan kematian Eren setelah Mikasa memenggal kepalanya. Peristiwa rumbling berhenti total dan para Titan hilang menjadi debu karena Ymir telah terbebas dari penderitaan cintanya ke Raja Fritz.

Fans sendiri terbagi menjadi kedua golongan: yang merasa puas dengan ending-nya dan yang merasa tidak puas dengan ending-nya. Penulis sendiri sebenarnya merasa biasa karena dirinya termasuk fans karbitan. Tapi jika disuruh memilih, mungkin Penulis akan lebih memilih opsi kedua.

HEAVY SPOILER ALERT!!!

Karakter-Karakter yang Selamat

Levi Dipastikan Hidup (Comic Book)

AoT terkenal karena ceritanya yang cukup kelam dan tidak ragu untuk membunuh tokoh-tokoh utamanya. Entah sudah berapa karakter yang membuat fans merasa kehilangan, mulai Erwin hingga Sasha.

Sayangnya, tokoh-tokoh utama (selain Eren) berhasil bertahan hidup. Mikasa, Armin, Levi (walau harus menjadi cacat seumur hidup) bertahan hidup hingga time jump tiga tahun di akhir manganya. Anak kesayangan Isayama, Reiner, juga masih hidup.

Penulis sendiri dari awal berharap Levi akan mati secara heroik di manga ini, mengingat gaya bertarungnya yang kerap mengabaikan keselamatannya sendiri. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi.

Selain itu, Jean, Connie, hingga Gabi yang sempat menjadi Titan pun kembali menjalani hidup seperti biasa. Bahkan, ada adegan di mana Gabi bersama Falco menemani Levi yang duduk di atas kursi roda, menandakan kalau mereka telah berdamai dengan keadaan.

Tentu yang membaca manga maupun menonton anime tahu betapa bencinya Gabi terhadap bangsa Eldian di Pulau Paradis. Penyusupannya ke pulau tersebut hingga melihat bagaimana bangsa yang ia benci berjuang mati-matian melindungi warga dunia nampaknya mengubah persepsinya.

Selain itu, kita bisa melihat beberapa karakter melihat bayangan teman-temannya yang sudah tewas. Levi melihat Hange, Erwin, dan beberapa pasukan pengintai lainnya. Jean dan Connie melihat Sasha tersenyum kepada mereka.

Setelah Rumbling

Rumbling (Otakuverse)

Berbeda dengan Armin yang bertahan di benua utama, Mikasa menghilang dari peristiwa rumbling agar bisa memakamkan Eren dengan layak di tempat favoritnya. Armin pun mengaku kalau dirinya lah yang telah membunuh Eren demi melindungi Mikasa dan Eren.

Setelah itu, Pulau Paradis yang telah mendengar peristiwa rumbling berakhir merasa takut akan ada balas dendam ke mereka. Dengan nama Jaeger Faction, mereka pun mempersiapkan diri untuk menghadapi perang lanjutan.

Hanya saja, Eren telah menghabisi 80% populasi sehingga umat manusia di luar pulau yang tersisa tidak memiliki kekuatan tempur yang memadai. Setelah tiga tahun berlangsung, tidak ada peperangan yang terjadi.

Armin dan kawan-kawan bahkan menjadi duta perdamaian antara kedua belah pihak. Dunia damai yang diharapkan oleh Eren pun (kemungkinan besar) telah tercapai.

Eren yang Tetap Abu-Abu

Tetap Abu-Abu (OKEGUYS.COM)

Penulis pernah menulis artikel Antara Eren, Thanos, dan Hitler yang membahas kesamaan genosida yang dilakukan oleh mereka bertiga. Waktu itu, Penulis mengatakan kalau Eren melakukan rumbling karena ingin melindungi orang-orang yang ada di dalam Pulau Paradis.

Waktu mengetahui Eren melakukan hal yang keji tersebut, banyak yang bertanya-tanya apa yang membuat Eren berubah menjadi tokoh antagonis di season terakhirnya? Jawaban pertanyaan tersebut terjawab di chapter terakhir.

Ternyata, Eren sempat berbicara dengan teman-teman baiknya sebelum mereka berperang melalui Path. Eren menghapus memori tersebut dari mereka dan mengembalikannya setelah kematian dirinya.

Dari sana, kita mengetahui kalau Eren mengambil langkah drastis dengan menghabisi 80% populasi dunia karena telah melihat masa depan ketika menyentuh tangan Historia.

Ia menyakiti perasaan Mikasa dan membuat dirinya dimusuhi oleh rekan-rekannya sendiri demi membuat mereka terlihat sebagai pahlawan. Eren menanggung beban dan dosa itu sendirian. Hal ini tentu saja membuat fans yang mendukung rumbling semakin mengidolakan Eren.

Bagi Penulis, apapun alasannya perbuatan genosida tetap tidak bisa dibenarkan. Oleh karena itu, Penulis menganggap Eren tetap abu-abu hingga akhir hayatnya.

Eren sempat mengatakan kalau dirinya sebenarnya tidak ingin mati dan hidup bahagia bersama teman-temannya. Sayang, penglihatannya di masa depan membuatnya harus mengubur impiannya tersebut.

Ymir yang Terlalu Bucin

Terlalu Bucin (Pinterest)

Alasan kenapa kekuatan Titan masih ada selama 2000 tahun terungkap di sini. Ymir selalu pemilik kekuatan Titan pertama ternyata masih terbelenggu dengan penderitaan cinta.

Ymir ternyata sangat mencintai Raja Fritz, orang yang telah menjadikannya budak dan membuat hidupnya menderita.

What?

Cerita perjuangan manusia bertahan hidup melawan Titan ternyata hanya dikarenakan satu orang yang begitu bucin ke satu orang? Dan bagaimana ia bisa cinta mati kepada orang yang membuatnya dikejar warga satu kampung hingga membuatnya memiliki kekuatan Titan?

Penulis sedikit merasa kesal dengan hal ini, sama seperti ketika Obito mengatakan kalau ia memulai Perang Dunia Ninja Keempat karena Kakashi gagal melindungi Rin. Hanya saja, kisah cinta Ymir dan Raja Fritz lebih susah diterima.

Lantas, Ymir bisa terbebas dari penderitaan tersebut setelah dua tahun ketika melihat Mikasa (yang bucin ke Eren) menebas leher orang yang dicintainya.

What?

Bahkan Eren sendiri tidak tahu mengapa hal tersebut bisa membebaskan Ymir. Apa jangan-jangan Isayama sendiri tidak tahu alasannya sehingga membuat fans berspekulasi sendiri?

Entah ya, Penulis memang fans karbitan, tapi rasanya roman picisan seperti ini kurang cocok untuk dijadikan konklusi cerita.

Akhir yang Terlalu Bahagia

Tetap Jadi Salah Satu Anime Terbaik (Aniraw! – We Share what we got)

Ada banyak teori fans yang terbantahkan, seperti Eren adalah ayah dari anak Historia, cerita AoT adalah looping yang tak terputus, bangsa Eldian di Pulau Paradis akan menjelajah keluar pulau, dan masih banyak lainnya. Di mana ada teori yang terbantahkan, di situ ada penggemar yang kecewa.

Penulis sepakat dengan beberapa fans yang menganggap ending dari AoT terlalu bahagia. Banyak yang berharap kalau manga ini akan memiliki sad ending yang menguras emosi. Memang benar Eren mati, tapi kematiannya diperlukan demi akhir yang bahagia.

Kekecewaan ini sama seperti ketika menamatkan manga The Promised Neverland. Cerita yang penuh perjuangan dan kelam harus berakhir dengan bahagia. Bukannya tidak senang karena karakter-karakter tersebut menjadi bahagia, tapi rasanya kurang pas dengan perjalanan ceritanya.

Banyak yang mengatakan kalau pengorbanan Eren menjadi sia-sia karena ending-nya. Meskipun kurang suka, Penulis merasa kalau pengorbanan Eren masih ada artinya. Ia membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk teman-teman berharganya. Ia membuat dunia terbebas dari kekuatan Titan.

Walaupun begitu, Attack on Titan tetap patut diapresiasi sebagai manga yang memiliki cerita luar biasa. Hajime Isayama selaku pengarangnya telah menyuguhkan kisah yang penuh plot twist dan tidak tertebak.

Setelah Attack on Titan tamat, manga apalagi yang akan membuat kehebohan seperti ini?

Lawang, 10 April 2021, terinspirasi setelah membaca manga Attack on Titan chapter 139

Foto: Wallpaper Cave

Continue Reading

Sedang Trending

Copyright © 2021 Whathefan