<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>industri Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/industri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/industri/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Apr 2022 05:05:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>industri Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/industri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Netflix dan Fenomena Disrupsi yang Tengah Dihadapinya</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Apr 2022 04:54:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[disrupsi]]></category>
		<category><![CDATA[disruption]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[Netflix]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[streaming]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5681</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa hari terakhir, muncul berita kalau layanan streaming Netflix kehilangan sekitar 200 ribu subsribers-nya. Efek dominonya, saham Netflix jatuh cukup dalam dan mereka pun harus membatalkan beberapa film dan serialnya. Salah satu penyebabnya, menurut Penulis, adalah semakin kuatnya kompetitor sejenis yang mampu memberikan penawaran yang lebih menarik. Contoh, Disney+ dengan berbagai serial Marvel-nya yang langsung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya/">Netflix dan Fenomena Disrupsi yang Tengah Dihadapinya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa hari terakhir, muncul berita kalau layanan <em>streaming </em><strong>Netflix </strong>kehilangan sekitar 200 ribu <em>subsribers</em>-nya. Efek dominonya, saham Netflix jatuh cukup dalam dan mereka pun harus membatalkan beberapa film dan serialnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/di-industri-teknologi-disrupsi-itu-hal-yang-biasa-0-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5683" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/di-industri-teknologi-disrupsi-itu-hal-yang-biasa-0-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/di-industri-teknologi-disrupsi-itu-hal-yang-biasa-0-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/di-industri-teknologi-disrupsi-itu-hal-yang-biasa-0-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/di-industri-teknologi-disrupsi-itu-hal-yang-biasa-0.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Jatuhnya Saham Netflix (<a href="https://www.google.com/search?q=netflix+stocks&amp;source=lmns&amp;bih=929&amp;biw=1920&amp;hl=en&amp;sa=X&amp;ved=2ahUKEwjNnpKRpqn3AhVB_zgGHWmyDdUQ_AUoAHoECAEQAA">Google</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu penyebabnya, menurut Penulis, adalah semakin kuatnya kompetitor sejenis yang mampu memberikan penawaran yang lebih menarik. Contoh, <strong>Disney+</strong> dengan berbagai <a href="https://whathefan.com/tag/marvel/">serial Marvel-nya yang langsung terkoneksi dengan Marvel Cinematic Universe</a>.</p>



<p>Para kompetitor rata-rata memang sebuah <em>production house </em>(PH) yang memiliki segudang konten menarik. Selain Disney, ada <strong>HBO </strong>dan <strong>Paramount</strong>. Berkebalikan dengan Netflix, PH-PH ini telah lama memproduksi konten, baru membuat layanan <em>streaming</em>-nya sendiri.</p>



<p><strong>Apple </strong>dan <strong>Amazon </strong>pun tak ingin ketinggalan dalam perang <em>streaming </em>ini. Bahkan, Apple seolah mempercundangi Netflix karena film orisinal mereka, <em><strong>CODA</strong></em>, berhasil memenangkan kategori Best Picture dalam ajang Oscar 2022.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/di-industri-teknologi-disrupsi-itu-hal-yang-biasa-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5682" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/di-industri-teknologi-disrupsi-itu-hal-yang-biasa-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/di-industri-teknologi-disrupsi-itu-hal-yang-biasa-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/di-industri-teknologi-disrupsi-itu-hal-yang-biasa-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/di-industri-teknologi-disrupsi-itu-hal-yang-biasa-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>CODA dari Apple TV (<a href="http://techzle.com/coda-on-apple-tv-plus-first-movie-from-streaming-service-to-win-oscar">Techzle</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain itu, Netflix akhir-akhir ini juga kerap dikritik karena orisinal kontennya tidak lagi semenarik dulu. Padahal, itu adalah salah satu kekuatan utama mereka karena memiliki hak menanyangkan film/serial dari PH lain cukup memakan biaya.</p>



<p>Dengan makin menjamurnya PH atau studio yang memiliki layanan <em>streaming</em>-nya sendiri, bisa jadi konten yang ada di dalam Netflix akan semakin habis, sehingga jumlah <em>subscriber-</em>nya pun bisa semakin menurun di tahun-tahun berikutnya.</p>



<p>Hal ini bisa dibilang cukup mengejutkan sekaligus tidak mengejutkan dalam waktu bersamaan. Mengejutkan, karena Netlix termasuk pionir layanan <em>streaming</em>, tidak mengejutkan karena dikalahkan kompetitor yang lebih mumpuni di industri teknologi sudah menjadi hal biasa.</p>



<p>Fenomena ini disebut sebagai <em><strong>disruption </strong></em>atau <strong>disrupsi</strong>.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Netflix Hanya Contoh Kecil Disrupsi</h2>



<p>Kebetulan, Penulis suka membaca atau menonton video sejarah seputar perusahaan-perusahaan industri teknologi. Favoritnya adalah Apple dan Nintendo. Menjatuhkan, lalu dijatuhkan, adalah hal yang biasa di teknologi industri.</p>



<p>Alasan disrupsi secara umum adalah pemain lama yang tidak mau berkembang atau berevolusi mengikuti zaman. Mereka terlalu terlena dengan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/">&#8220;zona nyaman&#8221;</a> sehingga ogah untuk mencoba hal-hal baru yang berpotensi meningkatkan bisnis.</p>



<p>&#8220;Kekalahan&#8221; Netflix dari para kompetitornya bisa dibilang cukup tragis, mengingat dulu perusahaan ini adalah penyebab utama bangkrutnya Blockbuster, salah satu perusahaan persewaan video terbesar di tahun 90-an yang tidak melirik bisnis <em>streaming</em>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5684" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Toko Blockbuster Terakhir (<a href="https://roadtrippers.com/magazine/last-blockbuster/">Roadtrippers</a>)</figcaption></figure>



<p>Nah, dengan beberapa alasan yang sudah Penulis ungkit di atas, Netflix berpeluang kehilangan sebagian kontennya karena ditarik oleh studio yang bersangkutan. Jika mereka tidak menghasilkan konten yang berkualitas, bisa jadi pengguna pun beralih ke layanan lain.</p>



<p>Menurut rekan Penulis yang merupakan pemerhati layanan <em>streaming</em>, Netflix menerapkan strategi <em>quantity over quality</em>. Ketika Penulis berlangganan Netflix, kontennya memang ada begitu banyak, tetapi Penulis merasa banyak konten yang B saja.</p>



<p>Pendekatan yang berbeda dilakukan oleh, katakanlah, Apple TV yang lebih menekankan kualitas daripada kuantitas. Hasilnya telah terlihat, <em>CODA </em>berhasil menang di ajang Oscar. Padahal, umur mereka jauh lebih muda daripada Netflix.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="936" height="702" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-4.png" alt="" class="wp-image-5685" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-4.png 936w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-4-300x225.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-4-768x576.png 768w" sizes="(max-width: 936px) 100vw, 936px" /><figcaption>Menjamurnya Layanan Streaming (<a href="https://amt-lab.org/blog/2021/8/streaming-wars-netflix-hbo-max-and-disney">AMT Lab</a>)</figcaption></figure>



<p>Menjamurnya layanan <em>streaming </em>(terutama yang dibuat PH) jelas menekan Netflix yang <em>basic</em>-nya merupakan layanan penyewaan DVD. Pengguna tidak mungkin untuk berlangganan semua layanan <em>streaming </em>karena adanya keterbatasan dana.</p>



<p>Akibatnya, pengguna pun harus memilih salah satu atau beberapa layanan yang menyediakan konten-konten favorit mereka. Meskipun mereka memiliki banyak orisinal konten yang menarik seperti <em>Squid Game</em>, ancaman kekalahan yang lebih besar telah terlihat.</p>



<p>Ada <em>quote </em>menarik yang Penulis lansir dari situs <em>Digital Center</em> tentang disrupsi yang sedang dialami oleh Netflix:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>Netflix, pengganggu (<em>disruptor</em>) media yang hebat, akan segera diganggu (<em>disrupted</em>). Ketika sebagian besar industri terganggu, alih-alih melihat peluang baru yang telah diidentifikasi oleh pengganggu, mereka mati-matian berpegang teguh pada cara lama melakukan bisnis. Netflix harus melakukan apa yang belum pernah dilakukan sebelumnya: berjuang untuk pelanggannya dan memahami bahwa ia mungkin tidak akan menguasai sebagian besar pasar di masa depan.</p></blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Harus Dilakukan Netflix agar Selamat?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5687" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/04/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Konten-Konten Netflix (<a href="https://www.sproutwired.com/netflix-adds-long-awaited-app-function/">Sprout Wired</a>)</figcaption></figure>



<p>Tentu Netflix tidak ingin kalah begitu saja. Walau baru menunjukkan gejala-gejala ringan, mereka bergerak cepat untuk memperbaiki keadaan. Ada beberapa hal yang telah mereka lakukan.</p>



<p>Netflix telah membatalkan beberapa proyek yang akan dikerjakan, seperti film <em>Bright 2 </em>yang dibintangi oleh Will Smith dan beberapa film animasi. Untuk serial populer seperti <em>Stranger Things </em>bisa dikatakan aman dan akan tetap diproduksi.</p>



<p>Mereka juga akan menawarkan paket berlangganan murah yang akan disertai dengan iklan. Selain itu, Netflix juga akan memperketat masalah <em>password sharing </em>yang jelas merugikan mereka.</p>



<p>Untuk jangka panjang, Netflix bisa mengadaptasi cara Apple, yakni memproduksi konten lebih sedikit, tetapi kualitasnya terjamin. Netflix terbukti telah berhasil menghasilkan film atau serial yang berkualitas, sehingga seharusnya mereka bisa lebih selektif lagi.</p>



<p>Penulis bukan pelanggan Netflix, bahkan bukan penggemar film/serial secara umum. Namun, melihat kejatuhan perusahaan pionir sebesar Netflix menimbulkan perasaan kasihan. Entah Netflix akan berhasil selamat atau tidak, Penulis akan menyaksikannya.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 23 April 2022, teinspirasi setelah membaca berbagai berita seputar Netflix</p>



<p>Foto Banner: <a href="https://www.polygon.com/22981341/netflix-password-sharing-fee-test">Polygon</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.cnbc.com/2022/04/22/netflix-and-facebook-stock-have-plunged-since-techs-november-peak.html">Netflix and Facebook stock have plunged since tech&#8217;s November peak (cnbc.com)</a></li><li><a href="https://www.digitalcenter.org/columns/netflix-rough-times/">The disruption of Netflix: a plan for its survival &#8211; Center for the Digital Future (digitalcenter.org)</a></li><li><a href="https://www.techradar.com/news/netflix-cancels-multiple-shows-amid-huge-subscriber-loss">Netflix cancels multiple shows amid huge subscriber loss | TechRadar</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya/">Netflix dan Fenomena Disrupsi yang Tengah Dihadapinya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apresiasi Salah Tempat</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/apresiasi-salah-tempat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/apresiasi-salah-tempat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jul 2018 13:35:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[apresiasi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan]]></category>
		<category><![CDATA[tiktok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=942</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain di lingkungan penulis, mungkin aplikasi tiktok dan para penggunanya tengah hangat menjadi bahan pembicaraan. Ya, walaupun kebanyakan bernada negatif sih. Sebagai seorang pemerhati perkembangan remaja di Indonesia, penulis merasa butuh untuk mengetahui apa yang sebenarnya tengah terjadi dan apakah memang seburuk seperti yang dikatakan oleh orang-orang. Apa Itu Tiktok? Dimulai dari aplikasinya sendiri, penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/apresiasi-salah-tempat/">Apresiasi Salah Tempat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Selain di lingkungan penulis, mungkin aplikasi tiktok dan para penggunanya tengah hangat menjadi bahan pembicaraan. Ya, walaupun kebanyakan bernada negatif sih.</p>
<p>Sebagai seorang pemerhati perkembangan remaja di Indonesia, penulis merasa butuh untuk mengetahui apa yang sebenarnya tengah terjadi dan apakah memang seburuk seperti yang dikatakan oleh orang-orang.</p>
<p><strong>Apa Itu Tiktok?</strong></p>
<p>Dimulai dari aplikasinya sendiri, penulis secara kasar beranggapan bahwa aplikasi ini merupakan aplikasi <em>lypsinc </em>yang oleh penggunanya dimodifikasi sedemikian rupa, termasuk memberikan efek transisi yang berputar-putar, agar lebih terlihat menarik. Mirip dengan Musical.ly mungkin.</p>
<p>Agar adil, penulis berusaha mencari informasi dari sudut pandang yang berbeda. Untunglah, bang David dari channel Youtube <em>Gadgetin </em>dengan baik hati mau memberikan <em>review </em>tentang aplikasi yang bisa dicari di Play Store dengan kata kunci &#8220;aplikasi goblok&#8221;, sehingga penulis tidak perlu mengunduh aplikasi ini di gawai penulis.</p>
<p><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/_kpANyCcHdw" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p>Dari bang David, penulis baru memahami bahwa sebenearnya aplikasi ini secara fungsi sama dengan Instagram maupun Youtube, yakni sebagai media hiburan. Kita bisa melihat berbagai macam video yang diposting oleh pengguna Tiktok lainnya.</p>
<p>Yang jadi masalah ternyata bukan aplikasinya, melainkan penggunanya. Banyak konten-konten yang tidak pantas untuk disebar di dunia maya membuat aplikasi ini tampak murahan.</p>
<p><strong>Terkenal Berkat Aplikasi</strong></p>
<p>Di antara banyak pengguna tersebut, muncullah orang-orang yang tiba-tiba terkenal dan memiliki basis penggemar yang lumayan fanatik. Penulis tidak akan menyebutkan namanya, toh pasti pembaca sudah mengetahui siapa-siapa yang dimaksud.</p>
<p>Yang lebih bikin geleng kepala lagi, para <em>tiktoker </em>ini bisa mengadakan <em>meet and greet </em>berbayar dan diikuti oleh banyak orang. Bahkan dari beberapa yang penulis baca, artis tiktok ini sampai meninggalkan fansnya karena dianggap ricuh.</p>
<p>Tentu banyak orang-orang yang merasa bahwa ini tidak benar. Ia tidak punya karya yang orisinil, ia berkarya tanpa mengeluarkan modal. Penggemarnya membela, berkata bahwa apa yang pujaan mereka lakukan merupakan bentuk kreativitas. Harusnya sebagai sesama anak bangsa kita bisa mengapresiasi hal tersebut.</p>
<p>Nah, di situlah penulis merasa sedih.</p>
<p><strong>Apresiasi Salah Tempat</strong></p>
<p>Sebenarnya lucu ketika ada pendapat seperti itu. Memang benar bahwa kita harus menghargai kerja keras orang lain. Toh pengguna tiktok dan aplikasi sejenis juga pasti melakukan berbagai latihan agar bisa menghasilkan karya seperti itu.</p>
<p>Masalahnya, kenapa apresiasi tersebut tidak pernah kita berikan kepada orang-orang yang karyanya lebih butuh mendapatkan perhatian karena mereka mencurahkan segara daya dan ciptanya dalam menghasilkan karya?</p>
<p>Coba, seberapa besar apresiasi yang pernah kita berikan untuk komikus? Seberapa tahu kita siapa saja komikus di Indonesia? Padahal harga komik mereka lebih murah dari harga tiket <em>meet and greet </em>yang hanya mendapatkan salaman dan <em>selfie </em>bersama (mungkin).</p>
<p><div id="attachment_943" style="width: 543px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-943" class="size-full wp-image-943" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/bm-bm-fix1.jpg" alt="" width="533" height="800" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/bm-bm-fix1.jpg 533w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/bm-bm-fix1-200x300.jpg 200w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/bm-bm-fix1-170x255.jpg 170w" sizes="(max-width: 533px) 100vw, 533px" /><p id="caption-attachment-943" class="wp-caption-text">Komikus Indonesia (https://deasyelsara.wordpress.com/category/portfolio/page/2/)</p></div></p>
<p>Coba, seberapa besar apresiasi yang pernah kita berikan untuk musikus? <em>Playlist </em>penuh dengan lagu-lagu Barat yang kekinian, merasa lagu lokal kampungan dan tidak keren. Penulis belum pernah menemukan ada pengguna Tiktok menggunakan lagu Indonesia, walaupun ada orang India yang luar biasa kreatif dalam menciptakan video tiktok dengan menggunakan lagu India (catatan: orang India tersebut sama sekali tidak berusaha sok tampan!).</p>
<p>Coba, seberapa besar apresiasi yang pernah kita berikan untuk perfilman Indonesia? Jika ada film luar negeri yang jauh lebih mentereng, pasti kita lebih memilih film tersebut. Film lokal jarang sekali mendapat tempat sebesar film Barat.</p>
<p>Kita sama sekali tidak pernah memberi apresiasi kepada mereka, sekarang sok mau mengatakan bahwa kita harus mengapresiasi pengguna Titktok? Mikir!!!</p>
<p>Tulisan ini tidak untuk menyerang pihak-pihak tertentu, tulisan ini digunakan untuk dijadikan bahan renungan kita. Penulis sendiri pun menyadari bahwa terkadang pun penulis masih kurang dalam memberikan apresiasi kepada insan-insan kreatif di Indonesia.</p>
<p>Semoga dengan tulisan ini, kita dapat berbenah dalam memberikan penghargaan kepada industri kreatif di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 3 Juni 2018, terinspirasi setelah diberi tahu ada artis Tiktok yang bernama permen</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://gadgetren.com/2018/03/16/apa-itu-tik-tok-video-media-sosial/">https://gadgetren.com/2018/03/16/apa-itu-tik-tok-video-media-sosial/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/apresiasi-salah-tempat/">Apresiasi Salah Tempat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/apresiasi-salah-tempat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
