<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>inovasi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/inovasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/inovasi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Sep 2024 17:10:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>inovasi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/inovasi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengapa iPhone Tetap Laris Manis Walau Gitu-Gitu Aja?</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[EA Sports FC]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[PES]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7818</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Jadi, pada dasarnya Apple mengeluarkan produk yang sama lagi?&#8221; Kurang lebih seperti itulah komentar mayoritas netizen ketika melihat video pengumuman iPhone seri terbaru, yang biasanya diadakan pada bulan September. Tahun ini pun komentar senada masih keluar ketika seri iPhone 16 rilis. Bisa dibilang, fitur yang benar-benar baru di seri iPhone 16 hanyalah tombol kamera (yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/">Mengapa iPhone Tetap Laris Manis Walau Gitu-Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-center"><em>&#8220;Jadi, pada dasarnya Apple mengeluarkan produk yang sama lagi?&#8221; </em></p>



<p>Kurang lebih seperti itulah komentar mayoritas netizen ketika melihat video pengumuman iPhone seri terbaru, yang biasanya diadakan pada bulan September. Tahun ini pun komentar senada masih keluar ketika seri iPhone 16 rilis.</p>



<p>Bisa dibilang, fitur yang benar-benar baru di seri iPhone 16 hanyalah tombol kamera (yang sudah lama ada di seri Sony Xperia) dan Apple Intelligence (yang cukup terlambat jika dibandingkan dengan kompetitornya). Selain letak kameranya yang berubah, selebihnya mirip dengan seri iPhone 15.</p>



<p>Di satu sisi, contoh di atas bisa disebut sebagai kebuntuan inovasi dan membuktikan bahwa perkembangan<em> </em>teknologi seolah sudah mendekati puncaknya. Di sisi lain, bisa jadi ini merupakan cara &#8220;bertahan hidup&#8221; mereka dengan mempertahankan kualitas yang telah dimiliki.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mending Gitu-Gitu Aja atau Coba Baru tapi Gagal?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7825" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Game Bola Terburuk, PES 2014 (<a href="https://www.youtube.com/watch?app=desktop&amp;v=0mQSlxRSdBE">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Komentar yang ada di atas artikel ini juga kerap ketika EA Sports meluncurkan <em>game</em> bola baru. Bahkan, ketika namanya berubah dari <em>FIFA </em>menjadi <em>EA Sports FC</em>, bisa dibilang yang berubah hanya menunya saja. Tidak banyak terobosan yang diluncurkan.</p>



<p>Membuat terobosan, terutama di dunia teknologi,<strong> butuh keberanian dan insting dalam melihat pasar</strong>. Jangan sampai produk yang diluncurkan justru menjadi bulan-bulanan masyarakat karena kualitasnya yang jauh dari ekspektasi.</p>



<p>Penulis akan memberikan contoh melalui <em>game Pro Evolution Soccer </em>(<em>PES</em>), atau yang belakangan berubah nama menjadi eFootball. Zaman Penulis kuliah, <em>PES 2013 </em>merupakan salah satu versi <em>game</em> bola terbaik, bahkan mungkin bisa dibilang sepanjang masa.</p>



<p>Namun, petaka tiba ketika <em>PES 2014 </em>rilis. Ketika memainkannya, Penulis benar-benar merasa bingung karena <em>game </em>ini benar-benar hancur dari segala sisi. Dari sisi visual, benar-benar sakit di mata. Dari sisi <em>gameplay</em>, benar-benar tidak nyaman memainkannya.</p>



<p>Ketika mencari alasannya di Reddit, salah satu alasannya adalah Konami selaku developer <em>PES </em>mencoba untuk menggunakan <em>engine</em> baru. Banyak yang menganggap<em> game</em> tersebut sebenarnya belum siap untuk dirilis ke pasar, tapi deadline sudah tiba.</p>



<p>Di sini kita bisa lihat kalau Konami sebenarnya berusaha untuk membuat inovasi dalam <em>PES 2014</em>. Namun, hasilnya sangat buruk dan berdampak hingga sekarang, di mana <em>PES</em> sudah bukan lagi saingan dari <em>game-game</em> bola keluaran EA Sports.</p>



<p>Mungkin karena belajar dari kesalahan <em>PES</em>, EA Sports pun tak berani untuk mengeluarkan inovasi yang benar-benar baru untuk <em>game </em>bolanya. Alhasil, mereka pun mengeluarkan <em>game </em>yang hampir sama setiap tahunnya demi mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.</p>



<p>Apple sendiri sebagai perusahaan teknologi <strong>telah berkali-kali mengalami kegagalan inovasi</strong>. Mungkin karena itulah, mereka menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan inovasi, walau akibatnya mereka harus rela dicap tidak inovatif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Inovasi Apple Mandek karena Belajar dari Kesalahan?</h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7826" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Touch Bar, Inovasi yang Gagal (<a href="https://www.macrumors.com/2020/11/27/apple-force-touch-future-macbook-pro-touch-bar/">MacRumors</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika ditarik mundur ke belakang di zaman-zaman ketika Steve Jobs ditendang dari perusahaan, <strong>Macintosh </strong>dan <strong>Lisa </strong>yang merupakan komputer revolusioner pada masanya bisa dibilang kurang berhasil karena harganya yang mahal.</p>



<p>Itu bukan akhir dari kegagalan Apple, karena pada tahun-tahun berikutnya mereka kerap mengalami hasil buruk yang membuat mereka terancam bangkrut. Steve Jobs pun datang untuk menyelamatkan perusahaan dan berhasil membalikkan keadaan.</p>



<p>Inovasi gagal di era modern sempat terjadi pada MacBook, ketika mereka merilis fitur <strong>Touch Bar</strong>. Fitur ini hadir sebagai pengganti tombol F1-F12 yang intuitif. Meskipun revolusioner, fitur ini banyak tidak disukai hingga akhirnya Apple menghilangkannya.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/">Kegagalan-kegagalan inovasi yang pernah dialami Apple</a> mungkin menjadi pelajaran yang berharga bagi mereka. Oleh karena itu, rasanya wajar jika <strong>mereka terlihat &#8220;bermain aman&#8221;</strong> dengan mengeluarkan produk yang mirip-mirip terus setiap tahunnya.</p>



<p>Mereka beralih fokus dari mengeluarkan inovasi menjadi mempertahankan kualitas. <strong>Buat apa membuat sesuatu yang baru, apabila yang lama sudah bagus? </strong>Paling yang bisa mereka lakukan adalah terus meningkatkan apa yang sudah ada, bukan menggantikannya secara total.</p>



<p>Mungkin produk yang kerap mengalami perubahan yang cukup signifikan adalah <strong>iPod</strong> setidaknya dari sisi desain. Itu pun tak bertahan lama sebelum akhirnya produk tersebut digantikan oleh iPhone. MacBook dan iPad pun cukup mirip-mirip, tapi harus diakui kalau prosesor buatan mereka luar biasa.</p>



<p>Sekarang mari kita bicarakan iPhone. Harus diakui kalau iPhone, walaupun bukan pioner sejati,<strong> <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">telah mengubah pasar <em>smartphone </em>sejak 17 tahun yang lalu</a></strong>. Semenjak itu, Apple selalu merilis iPhone<em> </em>baru setiap tahunnya dengan berbagai lininya.</p>



<p>Kadang gagal total seperti iPhone 5C dan seri Mini, kadang terlihat sama-sama saja seperti iPhone 14 yang tidak beda jauh dengan iPhone 13, terkadang harus diakui cukup revolusioner seperti iPhone 5. Namun, satu yang pasti, iPhone tetap selalu digandrungi oleh masyarakat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Laris Manisnya iPhone di Pasaran</h2>



<p>Meskipun banyak yang <em>nyinyir </em>setiap iPhone baru dirilis dan selalu dibanding-bandingkan dengan Android, pada kenyataannya<strong> peminat iPhone setiap tahunnya selalu banyak</strong>. Pembaca bisa melihat data penjualan iPhone dari tahun ke tahun melalui daftar di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="711" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-1024x711.jpg" alt="" class="wp-image-7821" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-1024x711.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-300x208.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-768x534.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411.jpg 1340w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Data Penjualan iPhone dari Tahun ke Tahun (<a href="https://www.bankmycell.com/blog/how-many-iphones-have-been-sold/">Bank My Cell</a>)</figcaption></figure>



<p>Bisa dilihat dari grafik di atas, meskipun mengalami fluktuasi, penjualan iPhone bisa dibilang cukup stabil setiap tahunnya. Sejak tahun 2015, hanya sekali penjualan iPhone di bawah 200 juta unit. Sisanya, jelas berhasil membuat petinggi Apple tersenyum.</p>



<p>Angka tersebut jelas luar biasa, mengingat harga iPhone yang tidak pernah murah. Sejak rilis, iPhone selalu dianggap <em>flagship. </em>Mereka pernah meluncurkan versi &#8220;murah&#8221; seperti 5C, tapi hasilnya buruk. Ada juga alternatif seperti versi SE, tapi juga tidak terlalu populer.</p>



<p>Selain itu, jangan lupa kalau iPhone tidak memiliki terlalu banyak lini seperti produsen <em>smartphone </em>Android seperti Samsung. Seperti yang kita tahu, Samsung saja memiliki seri A, M, S, Fold, dan Flip. Belum lagi <em>smartphone</em> China yang juga memiliki banyak seri.</p>



<p>Penulis tidak menemukan datanya, tapi Penulis akan berasumsi kalau secara kuantitas penjualan iPhone bukanlah yang tertinggi. Namun, sekali lagi itu adalah hal yang bisa dimaklumi karena iPhone tidak memiliki banyak varian dan dilabeli dengan harga yang cukup tinggi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa iPhone Tetap Diminati Walau Gitu-Gitu Saja?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7828" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ya Begini-Begini Saja (<a href="https://www.techradar.com/phones/iphone/will-the-iphone-16-price-rise-or-fall">TechRadar</a>)</figcaption></figure>



<p>Data penjualan di atas membuktikan kalau iPhone memang tetap diminati oleh masyarakat, meskipun dianggap begitu-begitu saja. Ada banyak alasannya, seperti bagaimana iPhone telah dianggap sebagai<strong> penanda status sosial</strong>. </p>



<p>Penulis telah menyinggung hal ini di tulisan &#8220;<a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-pengakuan-sosial-menjadi-kebutuhan-pokok/">Ketika Pengakuan Sosial Menjadi Kebutuhan Pokok</a>.&#8221; Melalui sekitarnya saja, Penulis telah mendapat gambaran bagaimana iPhone bisa memengaruhi lingkar pertemanan. Dikucilkan karena tidak memiliki iPhone benar-benar terjadi. </p>



<p>Jika tak kuat mental, tentu kita akan berusaha bagaimana caranya untuk bisa memiliki iPhone, bahkan hingga melakukan hal buruk seperti menyewa iPhone untuk berbohong atau yang lebih parah menjual diri agar ada orang berduit yang mau membelikan dirinya iPhone.</p>



<p>Namun, menurut Penulis bukan hanya karena semata-mata itu saja. Selama bertahun-tahun, Apple berhasil <strong>membangun <em>brand</em>-nya dengan baik</strong>. Mungkin di dunia smartphone, iPhone sudah selevel dengan Louis Vuitton atau Channel di dunia <em>fashion</em>.</p>



<p><em>Brand </em>yang baik tentu diiringi dengan <strong>kualitas produk yang baik</strong>, dan itu telah dilakukan oleh Apple selama bertahun-tahun. Mau dinyinyirin seperti apapun, kualitas iPhone baik secara <em>hardware </em>maupun <em>software</em> harus diacungi jempol.</p>



<p>Memang, secara layar versi <em>base </em>dari iPhone masih 60Hz. Memang, secara baterai iPhone termasuk yang terburuk. Namun, ada banyak sisi plus dari iPhone, mulai dari dukungan <em>software </em>yang panjang, kamera yang juara, <em>build quality </em>yang premium, keamanan yang bikin tenang, dan lain sebagainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jadi, kalau menurut Penulis, sebenarnya iPhone sama-sama saja seperti <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/">merek <em>smartphone </em>lainnya yang memiliki plus-minusnya sendiri</a>. Mungkin, banyak pengguna Android yang sensitif kepada iPhone karena memang pengguna iPhone banyak yang <em>nyebelin </em>dan harganya yang dianggap <em>overprice</em>.</p>



<p>Walaupun terkesan begitu-begitu saja, sebenarnya kalau Penulis bisa memaklumi hal tersebut karena memang sudah tidak banyak inovasi yang bisa dikeluarkan di lini <em>smartphone</em>. Nanti kalau Apple buat ponsel lipat, dinyinyirin meniru Samsung. </p>



<p>Rasanya apapun yang dilakukan oleh Apple, entah mengeluarkan inovasi atau mengeluarkan produk yang mirip, tetap saja selalu salah di mata para netizen yang maha benar.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 10 September 2024, terinspirasi setelah seri iPhone 16 dirilis tanpa banyak hal baru yang dijual</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://gizmodo.com/apple-iphone-16-1851244717">Gizmodo</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/">Mengapa iPhone Tetap Laris Manis Walau Gitu-Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Apple Telah Berhenti Berinovasi?</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2021 08:29:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[Nokia]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Cook]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5349</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa tahun terakhir ini bukan tahun yang terlalu bagi Apple. Bukan karena penurunan profit (mereka masih jadi salah satu perusahaan terkaya di dunia), melainkan karena hujatan-hujatan yang dilemparkan oleh publik kepada mereka. Alasan utamanya adalah minimnya inovasi yang mereka hasilkan sekarang jika dibandingkan dengan era mendiang Steve Jobs. Banyak yang mencibir Apple hanya menjual produk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/">Benarkah Apple Telah Berhenti Berinovasi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa tahun terakhir ini bukan tahun yang terlalu bagi Apple. Bukan karena penurunan profit (mereka masih jadi salah satu perusahaan terkaya di dunia), melainkan karena hujatan-hujatan yang dilemparkan oleh publik kepada mereka.</p>



<p>Alasan utamanya adalah minimnya inovasi yang mereka hasilkan sekarang jika dibandingkan dengan era mendiang Steve Jobs. Banyak yang mencibir Apple hanya menjual produk lama yang dikemas baru, terutama dari lini iPhone dan MacBook.</p>



<p>Seandainya Jobs masih hidup, apakah ia bisa membawa Apple untuk tetap inovatif seperti dulu? Atau benarkah Apple benar-benar sudah berhenti berinovasi dan akan bernasib sama seperti Nokia dan Blackberry?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Steve Jobs Pernah Selamatkan Apple</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5355" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Header-via-neoluxor.cz_-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Steve Jobs (<a href="http://Neoluxor.cz">Neoluxor</a>)</figcaption></figure>



<p>Pasti banyak yang sudah mendengar kalau Steve Jobs pernah ditendang dari perusahaan yang ia dirikan di pertengahan 80-an. Jika pernah, pasti tahu kalau akhirnya Steve Jobs melakukan <em>comeback </em>di tahun 1996 dan menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut tersebut.</p>



<p>Bagaimana cara Steve Jobs menyelamatkan Apple di akhir 90-an dan berhasil menjadikannya sebagai perusahaan paling bernilai di dunia? Hal pertama yang ia lakukan adalah menentukan fokus produk apa saja yang akan dijual. </p>



<p>Pada masa-masa ketika ditinggal Jobs, Apple mengeluarkan hampir segala macam produk, mulai dari printer hingga PDA ber-<em>stylus</em> bernama Newton yang sangat dibenci Jobs. Selain itu, komputer yang diproduksi Apple pun berseri-seri, mulai dari seri 1400 hingga 9600.</p>



<p>Begitu Jobs menjadi iCEO (interim CEO), ia hampir mencoret semua produk tersebut dan menentukan fokus Apple ke dalam 4 bidang yang ia tuliskan ke dalam tabel. </p>



<p>Dua kolom di atas diberi judul “<strong>Konsumen</strong>” dan “<strong>Pro</strong>”, lalu Dua baris di samping diberi judul “<strong>Desktop</strong>” dan “<strong>Portabel</strong>”. Empat produk itulah yang akan diproduksi Apple untuk menggantikan produk-produk di era sebelum Jobs.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5351" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/Salah-Satu-Penyelamat-Apple-iPod-via-www.extremetech.com_.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Steve Jobs dan iPod (<a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjPobTYjODzAhVpgtgFHfF_A3kQFnoECAUQAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.extremetech.com%2F&amp;usg=AOvVaw24S6Lh_elivD1W1Snks-9h">Extremetech</a>)</figcaption></figure>



<p>Kebangkitan Apple dimulai ketika <strong>iPod </strong>dirilis pada tahun 2001. Meskipun bukan pemutar musik <em>portable </em>pertama di dunia, iPod berhasil merevolusi cara <em>user </em>mendengarkan musik secara mudah.</p>



<p>Puncak kesuksesan Apple diraih <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">ketika <strong>iPhone </strong>rilis pada tahun 2007</a>, di mana Jobs mengatakan bahwa, &#8220;<em>Today Apple is going to reinvent the phone</em>&#8220;. <em>Smartphone </em>yang ditawarkan oleh Apple benar-benar berbeda dari milik kompetitor.</p>



<p>Kehadiran iPhone dianggap benar-benar mengubah industri ponsel, bahkan membuat Nokia yang begitu dominan di awal 2000-an harus jatuh secara tragis. <em>Brand </em>lain pun kerap dianggap membuntuti kesuksesan Apple.</p>



<p>Begitulah cara Steve Jobs menyelamatkan Apple dari kebangkrutan. Sebenarnya masih banyak dobrakan yang dilakukan oleh Jobs, tetapi tiga contoh di atas sudah cukup. Pertanyaannya, dapatkah Jobs menyelamatkan Apple dari cap minim inovasi dari publik?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Benarkah Apple Sudah Berhenti Berinovasi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5356" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Cook dan Apple Watch (<a href="https://www.latimes.com/business/la-fi-apple-cook-20140910-story.html">Los Angeles Times</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebenarnya kurang <em>fair </em>jika Apple dianggap sudah berhenti berinovasi. Mereka masih terus (berusaha) memproduksi barang berkualitas dengan penggunaan yang mudah untuk dipelajari, serta mendukung ekosistem Apple yang sangat solid.</p>



<p>Di era Tim Cook, setidaknya Apple sudah merilis <strong>Apple Watch</strong> yang mengubah lini jam tangan dan <strong>AirPods </strong>yang membuat para kompetitor berama-ramai membuat produk serupa. Jika Jobs masih hidup, kemungkinan ia juga akan merilis kedua produk tersebut.</p>



<p>Inovasi di era Jobs lebih &#8220;mudah&#8221; dilakukan karena<strong> memang belum ada produk yang bagus</strong>. Pemutar musik masih banyak yang ampas, <em>smartphone </em>yang ada penggunaannya begitu kompleks dan menyusahkan.</p>



<p>Jobs dan Apple, meskipun bukan sebagai yang pertama melakukannya, berhasil membuat barang produksi mereka menjadi pendobrak pasar. Itulah alasan utama mengapa Apple di era Jobs dianggap inovatif jika dibandingkan dengan era Cook.</p>



<p><strong>Kompetitor di era Cook jauh lebih sengit dibandingkan dengan era Jobs dulu</strong>. Samsung, Google, Microsoft, merek-merek China, semua berlomba-lomba menghadirkan produk terbaik untuk menarik perhatian konsumen, bahkan menemukan sebuah hal baru.</p>



<p>Bahkan, sebenarnya Cook sudah melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak dilakukan oleh Jobs, seperti benar-benar memperhatikan masalah lingkungan, lebih aktif di bidang amal, hingga berusaha untuk dekat dengan media. Hanya saja, rasanya pengguna tidak terlalu memedulikan hal tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lantas, Kenapa Apple Dicap Berhenti Berinovasi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5357" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>iPhone 13 (<a href="https://www.techradar.com/reviews/iphone-13">TechRadar</a>)</figcaption></figure>



<p>Apple dicap tidak inovatif karena <strong>lini iPhone-nya seolah <em>stuck </em>sejak tahun 2017</strong>, ketika iPhone X pertama kali diperkenalkan. Selain kamera dan prosesor yang terus diperbarui, memang nampaknya tidak banyak hal yang berubah dari <em>smartphone </em>ini.</p>



<p>Parahnya lagi, Apple memutuskan untuk menghilangkan kepala <em>charger </em>dari kardus penjualan dengan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kemunafikan-berbalut-demi-lingkungan/">alasan &#8220;lingkungan&#8221;</a>. Hal ini seolah mengulang kontroversi ketika Apple memutuskan untuk menghilangkan<em> </em>lubang <em>headphone jack </em>di iPhone 7 demi mendongkrak penjualan AirPods.</p>



<p>Selain itu, <strong>MacBook Pro</strong> yang baru saja mereka rilis juga menuai cibiran dari publik. Bukan karena fiturnya (bahkan Apple mendengar masukan pengguna sehingga mengembalikan beberapa <em>port</em>), melainkan <strong>karena harganya yang selangit</strong>.</p>



<p>Memang, hampir tidak ada laptop yang mampu menyaingi MacBook dari segi performa dan efisiensi. <em>Chip </em>M1 mereka benar-benar menjadi sebuah terobosan yang rasanya akan sulit disaingi oleh para produsen laptop lainnya.</p>



<p>Akan tetapi, harga yang begitu mahal bisa membuat pengguna lebih memilih laptop atau komputer Windows karena merasa dengan anggaran yang sama, mereka bisa mendapatkan produk yang lebih baik lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Akankah Apple akan Bernasib Sama dengan Nokia?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5358" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/10/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Pernah Menjadi Raja di Masanya (<a href="https://www.engadget.com/nokia-3310-retro-user-reviews-wanted-150004653.html">Engadget</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika Apple memang <em>stuck </em>dan seolah terjebak di zona nyamannya, akankah mereka akan bernasib sama dengan Nokia?<strong> Rasanya tidak</strong>, setidaknya belum akan terjadi dalam waktu dekat.</p>



<p>Berbeda dengan Nokia yang menggantungkan profitnya dari penjualan ponsel, Apple sekarang telah tumbuh besar dan memiliki banyak sekali produk yang dijual di pasaran. Mac, iPad, Apple Watch, AirPods, Apple Pencil, ada beragam produk untuk mendukung ekosistem Apple.</p>



<p><em>Brand </em>Apple yang telah dibangun oleh Jobs <strong>memiliki fondasi yang begitu kuat</strong>, sehingga rasanya tidak akan mudah goyah. Meskipun sudah berkurang, filosofi perusahaan masih berusaha dipertahankan oleh Cook dan tim.</p>



<p>Selain itu, masyarakat juga sudah mengakui kalau Apple adalah <em>brand </em>dengan kasta tertinggi untuk kategori teknologi. Bagi mereka yang ingin merasa <em>prestige</em>, memiliki produk Apple adalah sebuah kewajiban meskipun fitur yang ditawarkan produk kompetitor lebih baik.</p>



<p>Memang, sering ada candaan kalau Apple seolah selalu &#8220;terlambat&#8221; dalam menghadirkan fitur di produk mereka. Hanya saja, kualitas yang dimiliki biasanya lebih baik dari kompetitor yang sudah merilis fitur tersebut terlebih dahulu.</p>



<p>Patut untuk dicatat, publik akan semakin cerdas dalam memilih perangkat yang ideal dan bisa mengakomodir kebutuhan mereka. Jika Apple tidak mampu menawarkan kelebihan dibandingkan kompetitornya, mereka bisa saja ditinggalkan oleh fan garis kerasnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Seandainya Jobs masih hidup dan menerapkan strategi yang sama, rasanya cap tidak inovatif dari publik akan sedikit berkurang karena Jobs mampu meyakinkan orang dengan lihainya. Kharisma yang dimiliki seolah membuat kita percaya begitu saja apa katanya.</p>



<p>Selain itu, Penulis merasa ada beberapa keputusan yang diambil diera Cook akan ditentang oleh Jobs. Dari dulu, Jobs selalu menekankan kesederhanaan lini produknya. Apple sekarang terlihat terlalu memiliki banyak pilihan. iPhone saja sekarang ada 4 jenis setiap tahun.</p>



<p>Mungkin akan ada produk revolusioner baru yang akan diperkenalkan oleh Jobs, meskipun Penulis sendiri kesulitan untuk membayangkan produk teknologi apa yang akan mendobrak pasar. Rasanya, semua teknologi yang kita pegang saat ini sudah bagus-bagus semua.</p>



<p>Jadi jika ditanya apakah Apple telah berhenti berinovasi, jawabannya adalah iya dan tidak. Di satu sisi, Apple terus memperkuat ekosistemnya dengan membuat lebih banyak produk baru. Di sisi lain, Apple nampak kesulitan untuk menemukan hal baru untuk perangkat mereka.</p>



<p>Jika 1-2 tahun ke depan Apple tetap merilis iPhone baru tanpa pembaruan berarti, mungkin kita baru bisa berpendapat kalau Apple memang telah berhenti berinovasi, setidaknya dari lini <em>smartphone </em>yang berhasil membuat mereka menjadi perusahaan seperti sekarang.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Foto: <a href="https://emaratdaily.com/technews/apples-iphone-13-pro-and-iphone-13-pro-max-introduce-promotion-displays-and-macro-photography/">Emarat Daily</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=U5Yx2p2ZguU">Is Apple Still Innovative? &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=1nIgu3ou0A4">Apple Without Steve Jobs &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=wlZTmG3gR_o">Gravitas Plus: Will Apple be the Next Nokia? &#8211; YouTube</a></li><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=wGKb3oUo8go">Why iPhone&#8217;s Features are Always &#8220;Late&#8221; &#8211; YouTube</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/">Benarkah Apple Telah Berhenti Berinovasi?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pencuri Bernama Jobs dan Gates</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2020 02:29:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Bill Gates]]></category>
		<category><![CDATA[GUI]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Xerox PARC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4039</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalo ditanya tentang siapa tokoh teknologi yang paling berpengaruh di abad 21, pasti akan banyak yang menjawab Steve Jobs dan Bill Gates.  Jobs terkenal karena berhasil membawa Apple menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, sedangkan Gates kerap menjadi orang terkaya dunia berkat kesuksesan Microsoft. Di balik kesuksesan kedua tokoh ini, ada sebuah peristiwa yang bisa dibilang kurang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/">Pencuri Bernama Jobs dan Gates</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo ditanya tentang siapa tokoh teknologi yang paling berpengaruh di abad 21, pasti akan banyak yang menjawab <strong>Steve Jobs </strong>dan <strong>Bill Gates<em>. </em></strong></p>
<p>Jobs terkenal karena berhasil membawa Apple menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, sedangkan Gates kerap menjadi orang terkaya dunia berkat kesuksesan Microsoft.</p>
<p>Di balik kesuksesan kedua tokoh ini, ada sebuah peristiwa yang bisa dibilang kurang beretika pada tahun 70 hingga 80-an. Keduanya kerap dianggap sebagai seorang pencuri ide dan sukses dari curian tersebut. Bagaimana kisahnya?</p>
<h3>Lahirnya <em>Graphic User Interface (GUI)</em></h3>
<p>Penulis hobi membaca buku yang berkaitan dengan sejarah komputer, mulai era <strong>Charles Babbage</strong> dan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ada-lovelace-dan-pemikirannya-tentang-komputer/"><strong>Ada Lovelace</strong></a> hingga era <strong>Sergey Brin</strong> dan <strong>Larry Page</strong>.</p>
<p>Oleh karena itu Penulis bisa mengerti kalau di awal komputer tercipta, hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakannya. Orang awam akan kesulitan untuk mengoperasikan komputer untuk perhitungan sederhana.</p>
<p><div id="attachment_4043" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4043" class="size-large wp-image-4043" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4043" class="wp-caption-text">Xerox PARC (<a href="https://www.techspot.com/guides/477-xerox-parc-tech-contributions/"><span class="pM4Snf">TechSpot</span></a>)</p></div></p>
<p>Tampilan antarmuka seperti Windows maupun MacOS yang kita gunakan sekarang baru lahir pada tahun 70-an. Coba tebak, perusahaan apa yang menemukannya? Jawabannya adalah <strong>XEROX</strong>!</p>
<p>Mungkin kita hanya mengenal perusahaan ini sebagai penghasil mesin fotokopi, mungkin yang terbaik di dunia. Namun pada era tersebut, mereka memiliki departemen <em><strong>Palo Alto Research Center (PARC)</strong> </em>yang sangat inovatif.</p>
<p><div id="attachment_4042" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4042" class="size-large wp-image-4042" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4042" class="wp-caption-text">Komputer Revolusioner (<a href="https://spectrum.ieee.org/view-from-the-valley/tech-history/silicon-revolution/the-xerox-alto-struts-its-stuff-on-its-40th-birthday"><span class="pM4Snf">IEEE Spectrum</span></a>)</p></div></p>
<p>Mereka membuat sebuah komputer yang memiliki <em>Graphic User Interface </em>(GUI) dan bisa digerakkan dengan sebuah perangkat bernama <em>mouse </em>(tetikus).</p>
<p>Penemuan tersebut sangat revolusioner, namun manajemen Xerox tidak terlalu memedulikannya. Justru seorang pria berusia 20-an lah yang melihat potensi dari inovasi yang ditemukan oleh tim PARC ini.</p>
<h3>Pencuri Bernama Jobs dan Gates</h3>
<p>Pada saat yang bersamaan, Jobs sedang disibukkan dengan proyek <strong>Lisa</strong> dan <strong>Macintosh</strong>. Beberapa pegawainya berusaha meyakinkan Jobs untuk berkunjung ke departemen PARC yang dimiliki oleh Xerox.</p>
<p><div id="attachment_4044" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4044" class="size-large wp-image-4044" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/09/pencuri-bernama-jobs-dan-gates-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4044" class="wp-caption-text">Jobs dan Gates Muda (<a href="https://id.pinterest.com/pin/619878336187930292/"><span class="pM4Snf">Pinterest</span></a>)</p></div></p>
<p>Sempat enggan berkali-kali, akhirnya Jobs memutuskan untuk menengok apa yang dimiliki oleh mereka pada tahun 1979. Di sanalah ia melihat bagaimana komputer bisa dioperasikan oleh manusia dengan mudah menggunakan GUI.</p>
<p>Jobs pun berambisi untuk bisa menerapkan GUI tersebut ke komputernya sendiri. Ia menawarkan 10.000 saham Apple ke Xerox agar dirinya bisa melihat GUI lebih dalam dan detail.</p>
<p>Omong-omong, bukan hanya Jobs yang menyadari kehadiran GUI milik Xerox. Bill Gates juga melihat betapa GUI akan menjadi masa depan komputer.</p>
<p>Bahkan, Gates lebih dulu meluncurkan sistem operasinya yang bernama Windows pada tahun 1983, setahun sebelum Macintosh rilis ke pasaran.</p>
<p>Kemiripan sistem GUI yang dimiliki keduanya membuat Jobs murka dan berusaha menuntut Gates. Dari sini, keluarlah kalimat terkenal dari Gates:</p>
<blockquote><p><em>I think it’s more like we both had this rich neighbor named Xerox and I broke into his house to steal the TV set and found out that you had already stolen it</em></p>
<p>Aku pikir itu lebih seperti kita berdua memiliki tetangga kaya bernama Xerox ini dan saya masuk ke rumahnya untuk mencuri TV dan mengetahui bahwa Anda telah mencurinya</p></blockquote>
<p>Ketika dibawa ke pengadilan pun, hakim tidak bisa menemukan apa kesalahan yang dilakukan oleh pihak Gates dan Microsoft. Jobs harus menerima kenyataan kalau GUI bukan hanya miliki dirinya semata.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Ada sebuah <em>quote </em>yang terkenal dari mendiang Steve Jobs:</p>
<blockquote><p><em>It’s more fun to be a pirate than to join the navy.</em></p>
<p>Lebih menyenangkan menjadi bajak laut daripada bergabung dengan angkatan laut.</p></blockquote>
<p>Jiwa pemberontak yang ada di dalam diri Jobs memang membuatnya lebih memilih untuk menjadi bajak laut daripada angkatan laut yang serba kaku. Bisa saja, <i>quote </i>tersebut digunakan sebagai pembenaran ketika ia mencuri ide GUI dari Xerox PARC.</p>
<p>Memang, Xerox PARC mendemonstrasikan inovasinya tersebut secara terbuka. Hanya saja, Jobs memiliki kebiasaan untuk mengklaim inovasi orang lain sebagai inovasinya sendiri. Ada banyak sekali contohnya.</p>
<p>Apakah mereka berdua bisa dianggap sebagai seorang pencuri ide? Tidak sepenuhnya seperti itu. GUI yang dimiliki oleh Xerox PARC masih memiliki banyak kekurangan. Jobs dan Gates melakukan banyak perbaikan di sana-sini.</p>
<p>Tapi setidaknya kita harus mengetahui bahwa kemudahan kita menggunakan laptop seperti sekarang berawal dari sebuah perusahaan yang terkenal karena mesin fotokopinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 19 September 2020, terinspirasi setelah teringat kisah legendaris GUI</p>
<p>Foto: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=1Bk-qTzN7vE">YouTube</a></p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://medium.com/bc-digest/the-xerox-thieves-steve-jobs-bill-gates-6e1b36fc1ec4">Medium</a>, buku <strong><em>Steve Jobs</em></strong> karya Walter Isaacson</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/">Pencuri Bernama Jobs dan Gates</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/pencuri-bernama-jobs-dan-gates/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Andai Steve Jobs Masih Hidup</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Sep 2018 08:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Apple Pencil]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[Steve Jobs]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1385</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akankah ia akan merilis sebuah ponsel bernama iPhone Xs Max? Akankah ada inovasi yang lebih hebat dari sekedar dual-sim? Akankah muncul produk-produk yang nantinya akan ditiru oleh perusahaan lain? Banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika penulis memperhatikan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak bernama Apple tersebut. Penulis, dan kebanyakan orang, merasa Apple semakin [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Andai Steve Jobs Masih Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Akankah ia akan merilis sebuah ponsel bernama iPhone Xs Max? Akankah ada inovasi yang lebih hebat dari sekedar <em>dual-sim</em>? Akankah muncul produk-produk yang nantinya akan ditiru oleh perusahaan lain?</p>
<p>Banyak sekali pertanyaan yang muncul ketika penulis memperhatikan perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs dan Steve Wozniak bernama Apple tersebut. Penulis, dan kebanyakan orang, merasa Apple semakin miskin inovasi semenjak meninggalnya Jobs pada tahun 2011 karena kanker.</p>
<p><strong>Apple Pencil</strong></p>
<p>Penulis pernah menulis tentang Apple Pencil ketika dirilis pada tahun 2015. Tentu hal tersebut membuat penulis mengangkat alis karena keheranan. Bukankah Steve Jobs membenci <em>stylus</em>, walapun diberi nama pensil?</p>
<p>Singkat cerita, ketika Steve Jobs kembali ke Apple pada tahun 1996 (setelah perusahaan tersebut terus menerus mengalami kerugian), Apple telah terjun ke pasar <em>Personal Digital Assistant </em>(PDA) dengan nama Newton. Ketika Jobs pada akhirnya naik jabatan, ia langsung menghentikan produksi Newton (dan berbagai produk lainnya yang dianggap Jobs sebagai sampah).</p>
<p><div id="attachment_1388" style="width: 778px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1388" class="size-full wp-image-1388" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213.jpg" alt="" width="768" height="213" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213-300x83.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/Apple-Pencil-iFixit-teardown-008-768x213-356x99.jpg 356w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><p id="caption-attachment-1388" class="wp-caption-text">Apple Pencil (http://www.idownloadblog.com/2017/05/24/apple-patent-pencil-iphone/)</p></div></p>
<p>Ketika iPhone pertama rilis pada tahun 2007, ia dengan secara gamblang menyatakan ketidaksukaannya akan <em>stylus</em>. Alasannya sederhana, kita telah dianugerahi <em>stylus </em>terbaik, yakni jari -jari kita.</p>
<p>Berdasarkan fakta itu, penulis jelas berpendapat bahwa adanya produk tersebut jelas bertentangan dengan filosofi yang dianut oleh Jobs. Beda cerita seandainya Jobs meralat ucapannya, sesuatu yang nampaknya sangat jarang terjadi karena ia memiliki keyakinan dan insting yang bagus.</p>
<p><strong>Ke Mana Apple Mengarah?</strong></p>
<p>Visi Jobs dengan Apple sangat jelas, menciptakan pasar. Hampir semua produk yang dirilis di bawah komandonya menjadi pionir. Sebutkan saja iPod, iPhone, hingga iPad. Walaupun pada kenyataannya, produk Apple jarang menjadi yang pertama dalam menciptakan inovasi tersebut.</p>
<p>Sekarang, apa yang menjadi inovasi pada Apple di bawah pimpinan Tim Cook? Coba dibandingkan dengan Samsung dengan layar lengkungnya ataupun Oppo dengan kamera naik turunnya. Mungkin hal inovatif terakhir yang dilakukan oleh Apple adalah Face ID, walaupun penulis yakin pengembang <em>smartphone </em>lainnya juga sudah lama menyiapkan hal tersebut.</p>
<p><div id="attachment_1387" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1387" class="size-large wp-image-1387" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/09/maxresdefault-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1387" class="wp-caption-text">Inovatif (youtube.com)</p></div></p>
<p>Yang menjadi pertanyaan, akankah Apple berubah haluan dari pencipta pasar menjadi mengikuti arus pasar seperti yang dilakukan oleh John Sculley (mantan CEO Apple yang memecat Jobs) dulu? Apakah Apple membutuhkan penyegaran seperti yang dilakukan Microsoft dengan menuntuk Satya Nadella sebagai CEO menggantikan Steve Balmer?</p>
<p>Mari kita amati bersama-sama perkembangan Apple dan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya ke depannya. Tentu yang bisa kita harapkan, perkembangan teknologi yang mereka kembangkan bisa membawa kebaikan untuk kita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 23 September 2018, terinpirasi setelah penulis membutuhkan portofolio untuk tes kerja di Mainspring Technology</p>
<p>Sumber Foto: <a href="http://time.com/3757765/steve-jobs-biography/">http://time.com/3757765/steve-jobs-biography/</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/">Andai Steve Jobs Masih Hidup</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/andai-steve-jobs-masih-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
