<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Instagram Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/instagram/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/instagram/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2021 03:34:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Instagram Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/instagram/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berbincang Sedikit tentang Close Friend</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/berbincang-sedikit-tentang-close-friend/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/berbincang-sedikit-tentang-close-friend/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Jul 2021 03:33:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[cepu]]></category>
		<category><![CDATA[Close Friend]]></category>
		<category><![CDATA[Instagram]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[privasi]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5142</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis sudah agak lama tidak membuka Twitter. Entah mengapa rasanya ingin sedikit menjauh dari media sosial yang terkenal karena &#8220;drama&#8221;-nya itu. Sesekali Penulis mengecek ala kadarnya, mungkin hanya sekitar 5-10 saja. Twitter juga masih Penulis manfaatkan untuk share artikel blog yang terbaru. Nah, kok ya pas kemarin cek Twitter muncul berita trending tentang seorang public [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/berbincang-sedikit-tentang-close-friend/">Berbincang Sedikit tentang Close Friend</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis sudah agak lama tidak membuka Twitter. Entah mengapa rasanya ingin sedikit menjauh dari media sosial yang terkenal karena &#8220;drama&#8221;-nya itu.</p>



<p>Sesekali Penulis mengecek ala kadarnya, mungkin hanya sekitar 5-10 saja. Twitter juga masih Penulis manfaatkan untuk <em>share </em>artikel blog yang terbaru.</p>



<p>Nah, kok ya pas kemarin cek Twitter muncul berita <em>trending</em> tentang seorang <em>public figure </em>yang ketahuan bertindak kurang pantas untuk kedua kalinya.</p>



<p>Penulis sebenarnya merasa <em>bodo amat </em>karena merasa kejadian tersebut bukan urusannya, walaupun timbul perasaan khawatir kalau perbuatan tersebut ditiru oleh anak-anak muda.</p>



<p>Hanya saja, ada satu hal lain yang menarik perhatian Penulis, yakni fitur <em><strong>Close Friend</strong></em> yang dimiliki oleh Instagram.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Fitur <em>Close Friend </em>dari Instagram</h2>



<p>Kalau tidak salah, fitur <em><strong>Close</strong> <strong>Friend </strong></em>dihadirkan oleh Instagram pada tahun 2018. Tujuannya adalah untuk melabeli orang-orang tertentu sebagai &#8220;teman dekat&#8221; kita di Instagram.</p>



<p>Ketika membuat <em>story</em>, kita bisa memilih untuk memublikasikannya kepada khalayak umum atau orang-orang yang berada di daftar <em>Close Friend </em>ini.</p>



<p>Semenjak menggunakan Instagram hingga sekarang, Penulis tidak pernah menggunakan fitur <em>Close Friend</em>. Bukan karena tidak punya teman dekat, melainkan karena merasa tidak perlu saja.</p>



<p>Mungkin fitur ini dibutuhkan oleh orang-orang yang <em>followers</em>-nya banyak. Kadang, ada beberapa momen yang hanya ingin dibagikan kepada orang-orang tertentu karena berbagai alasan.</p>



<p>Walaupun begitu, Penulis merasa tersanjung apabila ada temannya yang memasukkan Penulis sebagai <em>Close Friend-</em>nya. Artinya, teman tersebut percaya atau ingin berbagi momennya dengan Penulis.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><em>Close Friend </em>yang Tidak Benar-Benar <em>Close</em></h2>



<p>Satu hal yang membuat heboh kasus si <em>public figure </em>adalah karena <em>Story</em>-nya dibocorkan oleh salah satu (atau mungkin lebih) teman yang ia masukkan ke dalam <em>Close Friend</em>-nya.</p>



<p>Akibatnya, hal yang ia ingin bagi ke <em>circle </em>tertentu harus bocor ke masyarakat umum dan ia harus kembali menerima hujatan dari masyarakat. Ada sih yang memberi dukungan. Maklum, <em>good-looking privilege</em>.</p>



<p>Karena kejadian ini, banyak yang memelintir <em>Close Friend </em>menjadi <em><strong>Cepu Friend</strong></em>, termasuk <a href="https://whathefan.com/buku/kisah-jerome-polin-pada-buku-latihan-soal-mantappu-jiwa/">Jerome Polin</a> melalui akun Twitter pribadinya. </p>



<p>Buat yang belum tahu, <em>cepu </em>adalah istilah untuk menyebut orang yang tidak bisa menjaga rahasia atau informasi yang dipercayakan kepadanya. <em>Cepu Friend </em>berarti teman yang tidak bisa menjaga rahasia.</p>



<p>Kejadian ini pun membuat kita berpikir, apakah fitur <em>Close Friend </em>benar-benar <em>close </em>dan bisa dipercaya? Mungkin kita saja yang harus memilihnya secara lebih cermat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Memang Tidak Semuanya Harus Dibagi, Termasuk ke <em>Close Friend</em></h2>



<p>Di era keterbukaan seperti sekarang, membagikan momen-momen yang sedang dilalui memang sudah menjadi hal yang wajar. Hanya saja, tetap ada batasan-batasan yang sebaiknya tidak dilanggar.</p>



<p>Apalagi, kita bukan tinggal di negara bebas. Jika dianggap melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat, pasti ada <a href="https://whathefan.com/karakter/kenapa-sih-harus-judgemental/">penghakiman</a> yang seringnya dalam bentuk <em>nyinyiran</em>.</p>



<p>Bisa berbagi momen bukan berarti semuanya harus dibagi. <a href="https://whathefan.com/rasa/ternyata-tidak-semua-yang-dirasa-harus-diungkapkan/">Tetap ada beberapa hal yang sebaiknya disimpan untuk diri sendiri</a>, apalagi sesuatu yang bisa menghebohkan, meresahkan, atau membuat risih orang lain.</p>



<p>Memang, makin banyak <em>public figure </em>yang mengumbar area privasi mereka demi popularitas. Biarkan saja, tidak usah pedulikan, masih banyak hal yang perlu kita lakukan selain berperan dalam melambungkan nama mereka.</p>



<p>Berbeda dengan cerita di novel <em>The Circle</em>, privasi bukanlah pelanggaran di dunia nyata. Kita semua tetap membutuhkan privasi dari pihak manapun, termasuk dari <em>Close Friend </em>sekalipun.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 31 Juli 2021, terinspirasi dari <em>trending</em>-nya seorang <em>public figure </em>karena skandalnya</p>



<p>Foto: <em><a href="https://www.theverge.com/2020/2/5/21124269/instagram-close-friends-how-to-add-threads-app-stories">The Verge</a></em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/berbincang-sedikit-tentang-close-friend/">Berbincang Sedikit tentang Close Friend</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/berbincang-sedikit-tentang-close-friend/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
