<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ITZY Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/itzy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/itzy/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 Mar 2024 15:33:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>ITZY Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/itzy/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2024 15:16:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[aespa]]></category>
		<category><![CDATA[Girls' Generation]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ITZY]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Le Sserafim]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[NewJeans]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam bagian pertama, Penulis sudah membahas beberapa lagu K-Pop dari Gen 4 yang sudah Penulis dengarkan. Cukup banyak yang Penulis dengarkan dalam rentang waktu satu tahun, mulai dari NewJeans hingga ITZY. Dari banyaknya lagu yang Penulis dengarkan dan nikmati, jujur saja Penulis tidak bisa membedakan suara mereka dan tidak ada yang bisa dikatakan menonjol. Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam bagian pertama, Penulis sudah membahas beberapa lagu K-Pop dari Gen 4 yang sudah Penulis dengarkan. Cukup banyak yang Penulis dengarkan dalam rentang waktu satu tahun, mulai dari NewJeans hingga ITZY.</p>



<p>Dari banyaknya lagu yang Penulis dengarkan dan nikmati, jujur saja Penulis<strong> tidak bisa membedakan suara mereka </strong>dan <strong>tidak ada yang bisa dikatakan menonjol</strong>. Penulis bisa menikmati lagu mereka hanya karena musiknya yang enak di telinga.</p>



<p>Pada tulisan bagian kedua ini, Penulis akan memberikan opininya terkait (seolah) hilangnya <em>main vocal </em>yang menonjol dari <em>girlband </em>yang menjadi bagian dari Gen 4. Apakah ini merupakan bentuk evolusi musik K-Pop?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Apakah Girlband Gen 4 (dan Seterusnya) Sudah Tidak Butuh Vokalis?</h2>



<p>Pada dasarnya, sebuah <em>girlband </em>adalah sekumpulan perempuan yang menyanyi dan menari di atas panggung. Oleh karena itu, wajar jika sebuah <em>girlband </em>memiliki beberapa &#8220;tugas&#8221; yang berbeda seperti <em>vocal</em>, <em>rap</em>, visual, hingga <em>dancer</em>.</p>



<p>Karena &#8220;jualan&#8221; utamanya adalah lagu, maka wajar jika setiap <em>girlband </em>harus memiliki <em>main vocal</em>. Tidak harus semua bisa menyanyi, tapi setidaknya ada beberapa anggota yang memiliki kemampuan vokal di atas rata-rata.</p>



<p>Penulis ambil contoh Twice. Meskipun kerap dianggap hanya bertumpu pada Nayeon dan Jihyo dalam masalah vokal, setidaknya mereka memang memiliki anggota yang bisa bernyanyi dan kerap menjadi pengisi di <em>reff</em>. </p>



<p>Jika mau ditarik mundur lagi ke Gen 2, <em>girlband </em>seperti Girls&#8217; Generation sangat menonjolkan vokalnya. Bayangkan, setengah dari anggotanya yang berjumlah sembilan tersebut bisa mengisi posisi <em>main vocal </em>karena memang suaranya tidak kaleng-kaleng.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7154" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Main Vocal Legendaris (<a href="https://www.pinterest.com/pin/671036413206909715/">Pinterest</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika melakukan riset, sebenarnya masing-masing <em>girlband </em>memiliki <em>main vocal</em>-nya masing-masing. Di NewJeans ada <strong>Hanni</strong>, di LE SSERAFIM ada <strong>Yujin </strong>(yang wajahnya mirip sekali dengan Dewi Persik), di IVE ada <strong>Liz</strong>, di aespa ada <strong>Ningning</strong>, dan di IVE ada <strong>Lia</strong>.</p>



<p>Namun, coba bandingkan mereka dengan Taeyeon atau Jessica yang suaranya begitu legendaris. Kalau terlalu jauh, bandingkan dengan vokal yang dimiliki oleh Wendy atau Seulgi dari Red Velvet. Secara objektif, Penulis menilai kualitas vokal mereka kalah telak.</p>



<p>Akibatnya, <strong>distribusi pembagian lirik pun bisa dibilang menjadi cukup berimbang </strong>di antara anggota dan tidak ada jarak yang terlalu jauh. Hal ini beda dengan <em>girlband </em>yang memiliki vokal menonjol, di mana mereka akan cukup dominan dan sering kebagian versi <em>reff</em>.</p>



<p>Contoh, di Twice, bisa dipastikan kalau anggota yang mendapatkan porsi terbanyak adalah Nayeon dan Jihyo. Sementara itu, Momo dan Dahyun kerap menjadi anggota yang kebagian lirik paling sedikit, apalagi jika tidak ada bagian <em>rap </em>di lagu tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7155" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jihyo Kerap Mendapatkan Porsi Besar dalam Sebuah Lagu (<a href="https://www.allure.com/story/jihyo-twice-red-hair-allure-interview">Allure</a>)</figcaption></figure>



<p>Untuk menutupi kekurangan di bagian vokal ini, salah satu strateginya adalah dengan <strong>memasukkan posisi <em>rapper</em></strong>. Contohnya adalah IVE yang memiliki dua <em>rapper </em>pada sosok Rei dan Gaeul, serta Ryujin di ITZY yang menjadi <em>main rapper.</em></p>



<p>Strategi lainnya adalah tentu dengan membuat<strong> lagu yang tidak terlalu sulit untuk dinyanyikan</strong> dan <strong>tidak membutuhkan teknik vokal kelas tinggi</strong>. Oleh karena itu, tak salah jika lagu-lagu yang Penulis sebutkan bisa dikatakan <em>easy listening</em>, tak perlu usaha ekstra untuk bisa menikmatinya.</p>



<p>Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah memang kemampuan vokal di atas rata-rata sudah tidak dibutuhkan lagi oleh <em>girlband </em>saat ini? Seolah yang penting cukup punya suara yang tidak memalukan, visual yang menarik, <em>personality </em>yang memikat penggemar, dan mampu melakukan koreografi secara kompak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tidak Ada Main Vocal: Evolusi atau Kemunduran?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7157" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sakura dari LE SSERAFIM Dianggap Memiliki Kemampuan Vokal yang Buruk (<a href="https://www.teenvogue.com/story/le-sserafim-flawless-foundation-trick">Teen Vogue</a>)</figcaption></figure>



<p>Meskipun tidak memiliki <em>main vocalist </em>yang menonjol seperti era Girls&#8217; Generation, setidaknya Penulis menikmati musik mereka. Apresiasi harus diberikan kepada produser musik dari masing-masing <em>girlband </em>yang mampu menciptakan lagu <em>catchy </em>yang menarik.</p>



<p>Sisi buruknya, banyak hujatan yang diarahkan kepada mereka. Contoh yang paling sering Penulis temukan adalah LE SSERAFIM, terutama kepada <strong>Sakura</strong>. Meskipun telah memiliki pengalaman 12 tahun di industri hiburan, kemampuan bernyanyinya benar-benar buruk.</p>



<p>Oleh karena itu, meskipun Penulis sempat menyinggung mengenai distribusi lirik yang lebih merata, ada beberapa kasus di mana ketimpangan terjadi. Contohnya ya Sakura ini, yang benar-benar &#8220;irit lirik&#8221; sehingga kerap dianggap &#8220;hanya modal tampang&#8221; untuk menjadi idola. </p>



<p>Mungkin, ini juga bagian dari evolusi musik K-Pop yang terkesan<strong> lebih mementingkan visual daripada audio</strong>. Jika visual menarik dengan suara biasa sudah bisa mendatangkan penggemar (dan otomatis, keuntungan), mengapa harus <em>extra effort </em>untuk mencari vokalis yang <em>extraordinary</em>?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7158" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perpaduan Visual dan Vokal Seperti IU Sangat Jarang (<a href="https://www.koreaboo.com/stories/iu-mother-approved-dreams-singer/">Koreaboo</a>)</figcaption></figure>



<p>Ironinya, ini akan terasa tidak adil untuk orang-orang yang memiliki kualitas vokal bagus, tetapi tidak didukung dengan visual yang menarik. Apalagi, standar kecantikan di Korea Selatan cukup tinggi, hingga mungkin operasi plastik pun tak akan bisa mendongkrak kariernya.</p>



<p>Walaupun vokal sudah bukan menjadi elemen utama, Penulis menilai bahwa para agensi memiliki strateginya tersendiri untuk menggaet penggemar. Selain dari visual, mereka pun berusaha untuk <strong>mendekatkan jarak antara idola dan penggemar</strong>.</p>



<p>Contohnya, hampir semua <em>girlband </em>saat ini memiliki kanal dan acara sendiri di YouTube, seperti<a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/"> Time to Twice yang sudah pernah Penulis bahas</a>. Jenis kontennya pun beragam, mulai dari <em>behind the scene</em>, <em>vlog</em>, <em>game</em>, dan lain sebagainya.</p>



<p>Alhasil, penggemar yang menonton konten-konten tersebut pun merasa dekat dengan idolanya. Maka dari itu, para idola pun dituntut untuk memiliki kepribadian yang menyenangkan agar penonton menjadi betah menonton mereka.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="1,2,3 IVE 4 BEHIND2" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/dLiNZjmuoyU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pada akhirnya, ini adalah tentang strategi yang dilakukan oleh masing-masing agensi untuk mendulang penggemar sebanyak mungkin. Bisa jadi, Gen 4 adalah hasil dari banyak percobaan untuk menemukan formula yang paling pas untuk mendulang keuntungan terbesar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Tentu tidak semua <em>girlband </em>di Gen 4 tidak memiliki <em>main vocal </em>yang menonjol. Penilaian ini murni bersifat subjektif atas apa yang telah Penulis dengarkan. Apalagi, meskipun mengkritik bagian vokal, Penulis tetap menyukai dan menikmati musik mereka.</p>



<p>Berdasarkan wawancara terhadap teman Penulis yang merupakan pengamat K-Pop kelas tinggi, ia menyebutkan bahwa (G)-Idle dan NMIXX masih memiliki <em>main vocal </em>yang patut diacungi jempol. Mungkin Penulis akan mencoba mendengarkan mereka lain waktu.</p>



<p>Jadi, jawaban dari pertanyaan yang tertera di judul &#8220;<em><strong>Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi?</strong></em>&#8221; adalah <strong>iya</strong>, walau jawaban ini tidak berlaku untuk semuanya. Banyak <em>girlband </em>yang walaupun kemampuan vokalnya biasa saja, mereka bisa <em>survive </em>karena memiliki kelebihan di sektor lain.</p>



<p>Yang jelas, untuk saat ini Penulis akan tetap menikmati musik-musik K-Pop dari Gen 4, walau secara vokal menurut Penulis terbilang biasa saja. Lha <em>mong </em>saya suka, kok!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Maret 2024, terinspirasi setelah berdiskusi masalah bagaimana <em>idol </em>K-Pop di Gen 4 kurang memiliki vokal yang mumpuni</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2024 15:02:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[aespa]]></category>
		<category><![CDATA[Girls' Generation]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ITZY]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Le Sserafim]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[NewJeans]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7146</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara algoritma YouTube Music yang sudah Penulis singgung sebelumnya, Penulis jadi menyelami dunia K-Pop sekali lagi. Karena baru &#8220;nyemplung&#8221; di tahun 2023, maka kebanyakan lagu yang direkomendasikan pun dari girlband Generasi 4 (Gen 4). Dari beberapa yang direkomendasikan oleh YouTube, ada yang jadi rutin Penulis dengarkan, mulai dari NewJeans, LE SSERAFIM, IVE, aespa, hingga ITZY. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Gara-gara <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">algoritma YouTube Music yang sudah Penulis singgung sebelumnya</a>, Penulis jadi menyelami dunia K-Pop sekali lagi. Karena baru &#8220;nyemplung&#8221; di tahun 2023, maka kebanyakan lagu yang direkomendasikan pun dari <em>girlband </em>Generasi 4 (Gen 4).</p>



<p>Dari beberapa yang direkomendasikan oleh YouTube, ada yang jadi rutin Penulis dengarkan, mulai dari <strong>NewJeans</strong>, <strong>LE SSERAFIM</strong>, <strong>IVE</strong>, <strong>aespa</strong>, hingga <strong>ITZY</strong>. Di antara yang Penulis sebutkan tersebut, secara musikalitas Penulis paling cocok dengan LE SSERAFIM dan IVE.</p>



<p>Namun, ketika mendengarkan mereka semua, Penulis jadi menyadari bahwa <em>girlband </em>saat ini tidak memiliki <em>main vocalist </em>yang suaranya menonjol. Didengarkan berkali-kali pun, Penulis kesulitan untuk membedakan suara masing-masing anggotanya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/maskulinitas-pada-musik-dewa-banner.jpg 1280w " alt="Maskulinitas pada Musik Dewa" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Maskulinitas pada Musik Dewa</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Musik K-Pop Apa Saja yang Penulis Dengarkan</h2>



<p>Sebelum &#8220;menilai&#8221; apakah <em>girlband </em>Gen 4 memang tidak memiliki <em>main vocalist </em>yang menonjol, Penulis ingin berbagi mengenai apa dan siapa saja yang Penulis dengarkan. Penilaian di bawah ini berdasarkan musik K-Pop yang sudah Penulis dengarkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">NewJeans</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="GODS ft. NewJeans (뉴진스) (Official Music Video) | Worlds 2023 Anthem - League of Legends" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/C3GouGa0noM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Twice</a>, <em>girlband </em>selanjutnya yang Penulis dengarkan adalah <strong>NewJeans</strong>, yang terdiri dari Hanni, Haerin, Minji, Danielle, dan Hyein. Hal ini dikarenakan teman Penulis yang merekomendasikannya, dan Penulis terkejut betapa mudanya para anggotanya.</p>



<p>Karena saat itu NewJeans cukup <em>hype </em>sebagai pendatang baru, Penulis langsung memasukkan beberapa lagu seperti <strong>&#8220;OMG&#8221;, &#8220;Hype Boy&#8221;,</strong>  hingga <strong>&#8220;Ditto.&#8221;</strong> Penulis juga menyukai lagu baru mereka seperti <strong>&#8220;Super Shy&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;GODS&#8221; </strong>yang menjadi favorit nomor satunya.</p>



<p>Namun, jangankan untuk membedakan vokalnya, membedakan anggotanya saja sampai sekarang Penulis belum bisa. Hanya Danielle, yang wajahnya cukup bule, yang langsung Penulis kenali. Jika empat <em>member </em>lainnya dijejerkan, Penulis akan kesulitan untuk menyebutkan namanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">LE SSERAFIM</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="LE SSERAFIM (르세라핌) ‘이브, 프시케 그리고 푸른 수염의 아내’ OFFICIAL M/V" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/dZs_cLHfnNA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pertama kali Penulis mengetahui <strong>LE SSERAFIM </strong>(yang merupakan anagram dari <em>I&#8217;m fearless</em>) adalah ketika melihat ada lagu berjudul<strong> &#8220;ANTIFRAGILE&#8221; </strong>di YouTube. Entah mengapa ada dorongan untuk mendengarkannya, dan ternyata memang sangat nempel di telinga karena <em>reff</em>-nya yang <em>catchy </em>dan gampang diingat.</p>



<p>LE SSERAFIM terdiri dari lima anggota, yakni Kim Chaewon, Sakura (keduanya mantan anggota IZONE yang telah bubar), Yunjin, Kazuha, dan Eunchae. Aslinya ada enam, tapi yang satu telah dikeluarkan karena skandal. </p>



<p>Ternyata, setelah mendengarkan lagu mereka yang lain, banyak yang cocok dengan telinga Penulis. Beberapa lagu yang menyusul masuk ke dalam <em>playlist </em>adalah <strong>&#8220;UNFORGIVEN,&#8221; &#8220;FEARLESS,&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;Sour Grapes&#8221; </strong>yang menjadi salah satu favorit Penulis.</p>



<p>Tak hanya berhenti di situ, Penulis juga suka<strong> &#8220;Eve, Psyche &amp; The Bluebeard&#8217;s Wife,&#8221; &#8220;Good Parts,&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Perfect Night&#8221;</strong> yang, sama seperti &#8220;GODS&#8221; dari NewJeans, menjadi <em>soundtrack </em>lagu <em>official </em>dari turnamen <em>esports.</em> Sayangnya, lagu baru mereka seperti &#8220;Easy&#8221; dan &#8220;Smarter&#8221; kurang cocok di telinga Penulis.</p>



<p>Jika dibandingkan dengan NewJeans yang musiknya terkesan <em>flat</em>, secara sederhana Penulis menganggap lagu-lagu LE SSERAFIM memiliki musik &#8220;kuat&#8221; yang bisa memuaskan <em>basshead </em>seperti Penulis, tapi juga bisa menghadirkan musik <em>ballad </em>seperti di lagu &#8220;Sour Grapes.&#8221;</p>



<h3 class="wp-block-heading">IVE</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Baddie&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Da4P2uT4mVc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jika Penulis merasa cocok dengan LE SSERAFIM karena mampu menghadirkan beberapa lagu yang <em>bass</em>-nya terasa kuat, maka <strong>IVE </strong>bisa memberikan lebih banyak lagi. Bahkan, lagu &#8220;perkenalan&#8221; ke Penulis,<strong> &#8220;Kitsch,&#8221;</strong> mampu memuaskan Penulis.</p>



<p>Namun, Penulis justru mulai serius mendengarkan IVE lewat lagu selanjutnya, yakni<strong> &#8220;I AM.&#8221;</strong> Sejak itu, Penulis jadi makin mendengarkan lagu-lagu lama mereka seperti <strong>&#8220;Eleven,&#8221; &#8220;Love Dive,&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;After Like.&#8221;</strong> Di lagu baru mereka yang berjudul <strong>&#8220;Baddie,&#8221;</strong> barulah IVE kembali menghadirkan lagu yang <em>bass</em>-nya nendang.</p>



<p>Menariknya, IVE juga bisa menghadirkan lagu-lagu bernuansa <em>ballad </em>seperti <strong>&#8220;Off the Record,&#8221; &#8220;Either Way,&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;I Want.&#8221; </strong>Penulis jarang suka lagu-lagu <em>ballad</em>, tapi entah mengapa lagu-lagu dari IVE berhasil Penulis nikmati.</p>



<p>IVE terdiri dari enam anggota, yakni Gaeul, Yujin, Rei (Penulis<em> </em>merupakan <em>s</em><a href="https://www.youtube.com/watch?v=yUcWTZkNbvI&amp;list=PLvGP2JpRxVlCGFshQuu-avxGQcth2sMdB"><em>ubscriber </em>dari kanal YouTube pribadinya</a>), Wonyoung, Liz, dan Leeseo. Yujin dan Wonyoung, sama seperti Chaweon dan Sakura, merupakan mantan anggota IZONE.</p>



<p>Di antara <em>girlband </em>yang Penulis sebutkan di tulisan ini, IVE adalah penyumbang lagu terbanyak yang berhasil masuk ke dalam <em>playlist</em>. Memang jumlahnya kalah dari Twice dan Red Velvet (yang akan Penulis bahas secara terpisah), tapi itu menunjukkan kalau musik IVE cocok dengan selera Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">aespa</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="aespa 에스파 &#039;Better Things&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/gfk3QLU1x0E?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebelum mendengar nama NewJeans, LE SSERAFIM, atau IVE, Penulis sudah pernah mendengarkan nama <strong>aespa</strong>, sebuah <em>girlband </em>dari SM Entertainment yang terdiri dari Karina, Winter, Giselle, dan Ningning. </p>



<p>Namun, Penulis baru memberi perhatian ke mereka sejak menonton video mereka mengikuti kuis bahasa Indonesia. Penulis merekomendasikan untuk <a href="https://www.youtube.com/watch?v=I4nn2oXI1bw&amp;t=108s&amp;pp=ygUWYWVzcGEgYmFoYXNhIGluZG9uZXNpYQ%3D%3D">menontonnya di YouTube</a>, karena video tersebut sangat lucu sekaligus menggemaskan.</p>



<p>Sejujurnya, musik aespa kurang masuk ke telinga Penulis. Bahkan, Penulis sampai pernah minta rekomendasi lagu apa yang enak dari aespa ke teman kantor, dan ia pun merekomendasikan beberapa lagu.</p>



<p>Beberapa lagu aespa yang masuk ke dalam <em>playlist </em>adalah<strong> &#8220;Black Mamba,&#8221; &#8220;Girls,&#8221; &#8220;Next Level,&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;Spicy.&#8221; </strong>Namun, jujur, lagu-lagu tersebut terkesan B saja bagi Penulis dan sangat mungkin terdepak dari <em>playlist</em>. Untungnya, beberapa lagu baru mereka seperti <strong>&#8220;Better Things&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Drama&#8221; </strong>cukup cocok untuk telinga Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>ITZY</strong></h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="ITZY &quot;BORN TO BE&quot; M/V @ITZY" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/4R7vRFGJr3k?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jika Penulis tertarik mendengarkan aespa karena video mereka (berusaha) berbahasa Indonesia, maka Penulis tertarik mendengarkan <strong>ITZY </strong>karena kelancaran para anggotanya dalam berbahasa Inggris.</p>



<p>Biasanya, anggota yang bisa berbahasa Inggris<em> </em>adalah mereka yang memang besar di luar Korea Selatan. Di ITZY, yang tinggal lama di luar negeri adalah Lia, sehingga wajar bahasa Inggris-nya sangat lancar. Namun, anggota yang lain terutama Ryujin juga cukup fasih berbahasa Inggris. </p>



<p>Tiga anggota lainnya, Yeji, Chaeryeong, dan Yuna, bisa dikatakan masih oke jika dibandingkan dengan anggota<em> girlband </em>lain. Tengok saja Twice, kesembilan anggotanya bisa dibilang tidak ada yang benar-benar <em>fluent </em>dalam bahasa Inggris!</p>



<p>Sayangnya, sama seperti aespa, ketertarikan tersebut tidak berhasil dikonversi jadi menggemari musik mereka karena ketidakcocokan genre. Setelah mendengarkan beberapa lagunya (seperti &#8220;Cake&#8221; dan &#8220;Sneakers&#8221;), hanya lagu terbaru mereka <strong>&#8220;Born to Be&#8221;</strong> yang bisa Penulis benar-benar nikmati.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Itulah beberapa <em>girlband </em>dan musik mereka yang sering Penulis dengarkan. Alasan Penulis menjabarkan secara cukup rinci seperti di atas adalah sebagai &#8220;bukti&#8221; kalau Penulis benar-benar mengamati musik mereka.</p>



<p>Selain yang disebutkan di atas, sebenarnya masih ada beberapa <em>girlband </em>lain yang Penulis dengarkan. Hanya saja, jumlah lagu yang didengarkan tidak begitu banyak, sehingga kurang kuat untuk menjadi dasar penilaian. </p>



<p>Pada bagian kedua, Penulis akan menjelaskan mengenai hilangnya <em>main vocal </em>yang menonjol di Gen 4, tidak seperti era-era sebelumnya. Apakah ini bagian dari evolusi musik K-Pop untuk bisa terus bertahan melawan genre lain?</p>



<p><em><a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/"><strong>Baca bagian kedua di sini&#8230;</strong></a></em></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Maret 2024, terinspirasi setelah berdiskusi masalah bagaimana <em>idol </em>K-Pop di Gen 4 kurang memiliki vokal yang mumpuni</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
