<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kesepian Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/kesepian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/kesepian/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Nov 2021 04:32:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>kesepian Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/kesepian/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Memaknai Kesepian Ala Naruto dan Sasuke</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2021 04:31:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[kesepian]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[rival]]></category>
		<category><![CDATA[Sasuke]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5410</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika bicara tentang rivalitas antara karakter anime, nama Naruto Uzumaki dan Sasuke Uchiha jelas perlu disebut. Dua tokoh utama dari serial Naruto ini memiliki sejarah persaingan yang panjang. Sewaktu masih di akademi, Naruto adalah murid yang nilainya paling buruk, sedangkan Sasuke adalah yang paling tertinggi. Jika Naruto kerap dianggap konyol, maka Sasuke begitu dikagumi oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Memaknai Kesepian Ala Naruto dan Sasuke</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika bicara tentang rivalitas antara karakter anime, nama <strong>Naruto Uzumaki </strong>dan <strong>Sasuke Uchiha</strong> jelas perlu disebut. Dua tokoh utama dari serial <em>Naruto </em>ini memiliki sejarah persaingan yang panjang.</p>



<p>Sewaktu masih di akademi, Naruto adalah murid yang nilainya paling buruk, sedangkan Sasuke adalah yang paling tertinggi. Jika Naruto kerap dianggap konyol, maka Sasuke begitu dikagumi oleh para perempuan karena dianggap <em>cool</em>.</p>



<p>Terlepas dari perbedaan yang dimiliki oleh keduanya, ada satu kemiripan yang mungkin membuat mereka memiliki ikatan yang begitu kuat. Ketika masih kecil, <strong>mereka sama-sama merasakan kesepian</strong>.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Kesepian Ala Naruto</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5413" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Naruto Suka Berbuat Jahil (<a href="https://wallpapercave.com/kid-naruto-wallpapers">Wallpaper Cave</a>)</figcaption></figure>



<p>Naruto Uzumaki lahir dari pasangan Minato Namikaze alias Hokage Keempat dan Kushina Uzumaki. Sayangnya, Naruto tidak pernah bertemu dengan orang tuanya sejak lahir karena harus tewas melindungi desa Konoha dari serangan monster berekor sembilan.</p>



<p>Di manga tidak pernah dijelaskan secara rinci bagaimana Naruto hidup di masa kecil. Kemungkinan, ia diasuh oleh Hokage Ketiga hingga usia tertentu sebelum &#8220;dibiarkan&#8221; hidup sendirian tanpa tahu siapa orang tuanya.</p>



<p>Anak kecil yang hidup sendirian tentu akan merasakan kesepian tanpa tahu mengapa ia kesepian. Selain itu, penduduk desa juga menjauhinya karena dianggap sebagai reinkarnasi dari rubah ekor 9 yang menghancurkan desa.</p>



<p>(Bisa dibilang, ini salah satu <em>plot hole </em>yang dimiliki oleh <em>Naruto</em>: Bagaimana bisa anak dari seorang pahlawan desa mendapatkan perlakukan sedemikian buruk dan seolah ditelantarkan begitu saja)</p>



<p>Untuk melawan rasa kesepian tersebut, Naruto pun kerap berbuat konyol dan jahil demi mendapatkan perhatian dari penduduk desa. Meskipun konotasinya negatif, setidaknya bagi Naruto itu lebih baik daripada merasa kesepian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesepian Ala Sasuke</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5414" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Itachi dan Sasuke (<a href="https://id.pinterest.com/pin/774689573395520569/">Pinterest</a>)</figcaption></figure>



<p>Sasuke Uchiha memiliki kisah yang lebih tragis. Lahir dari klan Uchiha yang terkenal karena mata <em>Sharingan</em>-nya, ia merupakan anak dari Fugaku dan Mikoto Uchiha. Ia juga memiliki seorang kakak jenius yang bernama Itachi Uchiha.</p>



<p>Sasuke sejak kecil selalu dibayang-bayangi oleh kehebatan kakaknya, hingga ia berusaha keras untuk mendapatkan pengakuan dari ayahnya. Walaupun begitu, Sasuke tidak pernah membenci kakaknya. Sebaliknya, ia sangat menyayanginya.</p>



<p>Semua berubah ketika Itachi harus membantai seluruh klan Uchiha, sebuah misi rahasia yang diberikan kepadanya demi menghindari kudeta yang hendak dilakukan oleh mereka. Itachi menyanggupi misi tersebut dengan syarat Sasuke harus tetap hidup.</p>



<p>Semenjak itu, Sasuke pun menjadi satu-satunya klan Uchiha yang tersisa di desa Konoha dan hidup sendirian. Secara mendadak, ia harus merasakan kesepian yang belum pernah ia alami sebelumnya.</p>



<p>Ketika Naruto hendak menghentikan Sasuke yang pergi ke tempat Orochimaru, Sasuke berkata bahwa Naruto tidak pernah merasakan kehilangan seperti dirinya karena sejak awal tidak punya siapa-siapa, sehingga ia menganggap Naruto tidak akan pernah paham apa yang ia rasakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Naruto dan Sasuke Merespon Kesepian</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5415" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Sasuke dan Naruto (<a href="https://myanimelist.net/featured/837/Naruto_vs_Sasuke__Live_Action_Movie">MyAnimeList</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain berusaha mendapatkan perhatian dari tindakan konyolnya, Naruto sejak kecil juga bercita-cita untuk menjadi seorang Hokage agar mendapatkan pengakuan dari penduduk desa. Hal ini terasa mustahil untuk anak yang dikucilkan sejak kecil.</p>



<p>Di sisi lain, Sasuke merespon tragedi yang ia alami dengan cara berusaha keras untuk menjadi ninja yang hebat sehingga bisa membunuh kakaknya dan membalaskan dendam klan Uchiha. Tak heran ia selalu jadi yang nomor satu sewaktu di akademi.</p>



<p>Nasib (dan campur tangan orang dalam) membuat mereka berdua berada dalam satu tim bersama Sakura Haruno di bawah bimbingan Kakashi Hatake. Dua orang yang masa kecilnya sendiri akhirnya menemukan keluarga baru.</p>



<p>Bedanya, Naruto selalu berusaha melindungi &#8220;keluarga baru&#8221; tersebut dan Sasuke dibutakan oleh balas dendam sehingga sempat meninggalkan keluarganya tersebut. Bahkan, ada di satu titik kalau Sasuke ingin membunuh Naruto, Sakura, hingga Kakashi.</p>



<p>Pada perjalanannya, Naruto perlahan mendapatkan apa yang ia inginkan: Pengakuan dari warga desa. Ia telah dianggap sebagai pahlawan setelah berhasil mengalakan Pain, ketua organigasi Akatsuki.</p>



<p>Di sisi lain, Sasuke tak pernah habis dengan dendamnya. Setelah Itachi mati, ia ingin menghancurkan desa Konoha. Setelah itu berubah lagi ia ingin membuat revolusi dan menjadi seorang Hokage. Kebencian telah mengonsumsi Sasuke secara buruk.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Kita adalah bocah-bocah kesepian yang mendambakan cinta&#8230; tapi, malah menuai kebencian.&#8221;</p><cite>Sasuke Uchiha di komik naruto Vol. 71</cite></blockquote>



<p>Meskipun melalui masa kecil yang kesepian, pada akhirnya Naruto dan Sasuke berhasil keluar dari neraka tersebut. Mereka sama-sama memiliki keluarga kecil yang relatif bahagia dan kekuatannya diakui oleh semua orang.</p>



<p>Di sini kita bisa melihat kalau Naruto merespon rasa kesepian tersebut dengan cara <strong>berusaha mendapatkan atensi dari pihak luar</strong>. Dengan memiliki hubungan dengan orang lain, Naruto bisa menghilangkan rasa kesepian yang ia rasakan.</p>



<p>Sasuke merespon rasa kesepiannya dengan <strong>mengembangkan dirinya sendiri </strong>agar menjadi kuat. Ia seolah tidak peduli dengan orang lain dan hanya berfokus pada dirinya agar bisa meraih tujuan yang ia inginkan.</p>



<p>Mana cara yang benar? Tidak ada benar dan salah di sini. Semua orang punya caranya masing-masing untuk mengatasi masalah kesepian yang dialami. Kisah Naruto dan Sasuke hanyalah beberapa contoh yang bisa dilakukan untuk mengatasi kesepian.</p>



<p>Ada banyak cara untuk mengatasi kesepian dan setiap individu pasti memiliki cara yang berbeda-beda. Mana yang paling cocok untuk kita, hanya kita yang tahu.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 7 November 2021, terinspirasi setelah membaca komik <em>Naruto </em>vol. 71</p>



<p>Foto: <a href="https://wallpaperaccess.com/naruto-and-sasuke-kids">Wallpaper Access</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Memaknai Kesepian Ala Naruto dan Sasuke</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Kamu yang Merasa Kesepian</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/untuk-kamu-yang-merasa-kesepian/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/untuk-kamu-yang-merasa-kesepian/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2021 12:15:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[depresi]]></category>
		<category><![CDATA[kesepian]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[sepi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5360</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dengan manusia lain. Mau mengaku sebagai introver sekalipun, tidak mungkin manusia bisa bertahan hidup sendirian tanpa orang lain. Seorang introver sekalipun membutuhkan rasa hangat yang bisa muncul dari keluarga maupun lingkaran pertemanan. Memiliki orang-orang dekat adalah sebuah anugerah yang perlu kita syukuri. Sayangnya, terkadang perasaan kesepian tetap datang meskipun [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/untuk-kamu-yang-merasa-kesepian/">Untuk Kamu yang Merasa Kesepian</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi dengan manusia lain. Mau mengaku sebagai introver sekalipun, tidak mungkin manusia bisa bertahan hidup sendirian tanpa orang lain.</p>



<p>Seorang introver sekalipun membutuhkan rasa hangat yang bisa muncul dari keluarga maupun lingkaran pertemanan. Memiliki orang-orang dekat adalah sebuah anugerah yang perlu kita syukuri.</p>



<p>Sayangnya, terkadang perasaan kesepian tetap datang meskipun kita bersama orang-orang di sekitar kita. Bahayanya, perasaan kesepian tersebut bisa menimbulkan dampak yang serius bagi kesehatan fisik dan mental kita.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Beberapa Ciri Kita Merasa Kesepian</h2>



<p>Ketika sedang membuka Instagram, Penulis menemukan sebuah postingan dari akun <a href="https://www.instagram.com/petualanganmenujusesuatu/">@petualanganmenujusatu</a> yang menunjukkan beberapa ciri orang yang merasa kesepian:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-rich is-provider-instagram wp-block-embed-instagram"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/CVSqxmNPrmP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/CVSqxmNPrmP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> <div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;"> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div></div></div><div style="padding: 19% 0;"></div> <div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div><div style="padding-top: 8px;"> <div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;">View this post on Instagram</div></div><div style="padding: 12.5% 0;"></div> <div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;"><div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div> <div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div></div><div style="margin-left: 8px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div></div><div style="margin-left: auto;"> <div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div> <div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div></div></div> <div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;"> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div> <div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div></div></a><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/CVSqxmNPrmP/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by KOMIK KESEHATAN MENTAL🔎 (@petualanganmenujusesuatu)</a></p></div></blockquote><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
</div></figure>



<p>Jika dirangkum, setidaknya ada lima ciri merasa kesepian, yakni:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>&#8220;Bercerita terlalu banyak&#8221; ketika ada yang mau mendengarkan</li><li>Merasa sendirian dan terisolasi meski dikelilingi orang banyak</li><li>Merasa sebagai &#8220;orang yang paling tidak dibutuhkan&#8221; dalam lingkar pertemanan</li><li>Merasa butuh untuk selalu menyenangkan orang lain</li><li>Kesulitan untuk membangun pertemanan yang berarti</li></ol>



<p>Mungkin ada beberapa ciri lain, seperti suka merasa sedih ketika sendirian, merasa hidupnya &#8220;hampa&#8221;, gaya hidup menjadi tidak sehat, merasa tidak diinginkan, <em>mood </em>yang berubah-ubah, dan lain sebagainya. Ciri ini bisa berbeda tergantung orangnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dampak dari Merasa Kesepian</h2>



<p>Kesepian adalah salah satu bentuk perasaan yang paling buruk. Dilansir dari <em>HelloSehat</em>, merasa kesepian dapat <strong>menimbulkan depresi</strong> bahkan <strong>menimbulkan <a href="https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/">keinginan untuk bunuh diri</a></strong>.</p>



<p>Merasa kesepian juga bisa <strong>memengaruhi kesehatan fisik </strong>karena dapat memicu stres dan gangguan tidur. Seperti yang telah kita ketahui karena adanya pandemi Covid-19, stres dapat menurunkan imun tubuh sehingga penyakit mudah masuk.</p>



<p>Memang perasaan kesepian terlihat sepele, tetapi dampak yang diakibatkan tidak bisa dianggap remeh. Tidak perlu mendengarkan kata orang kalau kita merasa kesepian hanya demi mendapatkan perhatian dari orang lain.</p>



<p>Merasa kesepian itu nyata. Merasa kesepian itu berdampak buruk untuk diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita harus melakukan sesuatu untuk mengatasinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Mengatasi Rasa Kesepian</h2>



<p>Ada banyak hal yang bisa kita coba untuk mengusir rasa kesepian. Yang paling &#8220;mudah&#8221; dilakukan adalah dengan <strong>melakukan interaksi dengan orang lain</strong>. Tidak usah pedulikan mereka akan berpikir apa, coba saja hubungi mereka dan jalin komunikasi.</p>



<p>Selain itu, kita bisa <strong>menyibukkan diri entah dengan pekerjaan maupun hobi</strong>. Cari aktivitas positif yang bisa menambah nilai diri. Ketika waktu kita padat, kita hampir tidak punya waktu untuk <em>overthinking </em>atas perasaan kesepian tersebut.</p>



<p>Banyak yang menasihatkan kalau perasaan sepi itu datang karena kita lupa akan keberadaan Tuhan yang sejatinya selalu ada untuk kita. Oleh karena itu, <strong>mendekatkan diri ke Tuhan</strong> bisa menjadi solusi yang baik.</p>



<p>Beberapa cara lain yang bisa dicoba adalah berjalan-jalan untuk ganti suasana, perbanyak bersykur, memelihara hewan peliharaan, hingga berkonsultasi ke ahli. Ada banyak cara untuk bisa membantu kita mengusir perasaan kesepian.</p>



<p>Namun perlu dicatat,<strong> merasa kesepian adalah tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab orang lain</strong>. </p>



<p>Artinya, kita tidak boleh berharap akan ada orang yang hadir untuk bisa membantu kita mengusir rasa kesepian tersebut, sekalipun mereka adalah keluarga maupun sahabat terdekat kita.</p>



<p>Mereka memang bisa membantu kita untuk mengusir perasaan kesepian, tetapi jangan sampai kita menggantungkan diri ke mereka. Memang berat, sangat berat, tapi harus dan wajib dilakukan. Kita yang punya kendali terhadap diri ini, <strong>kita sendiri yang harus bisa mengendalikan pikiran dan perasaan kita</strong>.</p>



<p>Jika kita punya masalah dengan diri sendiri, <strong>cobalah untuk berdamai dengan diri sendiri</strong>. Jangan menyalahkan diri sendiri atas perasaan kesepian yang kita alami, berusahalah untuk menerima kekurangan diri sembari berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Memiliki perasaan kesepian memang benar-benar tidak enak. Sayangnya, kita hanya bisa bergantung kepada diri sendiri untuk bisa mengusir perasaan tersebut. Tidak mudah, tapi bisa dilakukan jika kita bersungguh-sungguh.</p>



<p>Semoga kita semua bisa mengusir perasaan kesepian yang kerap menghantui diri kita. </p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 23 Oktober 2021, terinspirasi setelah melihat postingan Instagram dari petualanganmenujusatu</p>



<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/@pixabay">Pixabay · Photography (pexels.com)</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://hellosehat.com/mental/gangguan-mood/galau-dan-merasa-kesepian-berdampak-buruk-bagi-kesehatan/">Efek Kesepian dan Galau Bagi Kesehatan • Hello Sehat</a></li><li><a href="https://hellosehat.com/mental/gangguan-mood/merasa-kesepian-depresi/">Ini Bedanya Merasa Kesepian yang Wajar dan Akibat Depresi (hellosehat.com)</a></li><li><a href="https://www.alodokter.com/jangan-merasa-sendiri-terlalu-lama-usir-dengan-cara-ini">Jangan Merasa Sendiri Terlalu Lama, Usir Segera dengan Cara Ini &#8211; Alodokter</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/untuk-kamu-yang-merasa-kesepian/">Untuk Kamu yang Merasa Kesepian</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/untuk-kamu-yang-merasa-kesepian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Melepaskan</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/belajar-melepaskan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/belajar-melepaskan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2020 00:19:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kesepian]]></category>
		<category><![CDATA[melepaskan]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<category><![CDATA[sendiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3937</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika mendengar kata melepaskan, apa yang akan muncul di benak kita? Tentu intepretasinya akan bermacam-macam, tergantung sudut pandang mana yang akan digunakan. Kata melepaskan kerap diidentikkan dengan perpisahan, baik terpisah secara fisik mampan batin. Perpisahan secara fisik bisa diatasi dengan pertemuan. Bagaimana dengan perpisahan batin? Nah, ini yang menjadi sedikit rumit. *** Orangtua kerap melepas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/belajar-melepaskan/">Belajar Melepaskan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p style="text-align: left;">Jika mendengar kata <strong>melepaskan</strong>, apa yang akan muncul di benak kita? Tentu intepretasinya akan bermacam-macam, tergantung sudut pandang mana yang akan digunakan.</p>
<p style="text-align: left;">Kata melepaskan kerap diidentikkan dengan <strong>perpisahan</strong>, baik terpisah secara fisik mampan batin.</p>
<p style="text-align: left;">Perpisahan secara fisik bisa diatasi dengan pertemuan. Bagaimana dengan perpisahan batin? Nah, ini yang menjadi sedikit rumit.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: left;">Orangtua kerap melepas anaknya ke tanah rantau, baik untuk studi ataupun mencari kesempatan lainnya. Di sini, orangtua harus belajar melepaskan anaknya dan mulai membiasakan diri untuk hidup jauh dari anaknya.</p>
<p style="text-align: left;">Awalnya, pasti orangtua akan merasa berat. Ada saja hal yang akan membuat mereka khawatir, mulai dari keteraturan makan, kesehatan, hingga faktor ekonomi.</p>
<p style="text-align: left;">Namun seiring berjalannya waktu, mereka akan menjadi tenang. Sang anak ternyata mampu hidup mandiri di kota orang.</p>
<p style="text-align: left;">Di dalam perjalanan tersebut, orangtua belajar melepaskan anaknya. Awalnya memang sangat berat, namun pada akhirnya mereka bisa mengatasi permasalahan tersebut.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: left;">Melepaskan menjadi sesuatu yang <strong>berat karena cinta</strong>. Mau bagaimanapun, disuruh berpisah dengan orang yang kita cintai itu berat.</p>



<p style="text-align: left;">Jika kita sudah menyayangi seseorang atau kelompok, kita pasti ingin bersama mereka terus. Kita ingin sebanyak-banyaknya membuat momen yang akan menjadi kenangan indah.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Hanya saja, terkadang takdir membuat kita harus berpisah dengan beragam alasan.</em></p>
<p style="text-align: left;">Misal ketika kita harus terpaksa berpisah dengan kekasih yang sangat disayangi. Ketika kita berada di titik tersebut, pasti melepaskan akan menjadi sesuatu yang sangat berat.</p>
<p style="text-align: left;">Kita akan terus <strong>merasa ketakutan bagaimana hidup ini jadinya</strong>. Tak pernah terbayangkan bagaimana dunia tanpa kehadiran dirinya.</p>
<p style="text-align: left;">Kenangan-kenangan yang pernah dibuat justru semakin menambah luka di hati. Kita ingin lebih banyak lagi membuat kenangan seperti itu.</p>
<p style="text-align: left;">Beragam cara dilakukan agar kita berhasil <em>move on</em>. Memblokir kontak, tidak kepo dengan aktivitasnya di media sosial, menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: left;">Hasilnya? Ada yang berhasil, ada yang <em>gamon </em>alias gagal <em>move on</em>. Mau pakai cara apapun, sosoknya masih selalu terbayang-bayang di pikiran.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Di sinilah kita butuh belajar melepaskan.</em></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p><em>People come and go</em>. <strong>Orang akan selalu datang dan pergi dalam kehidupan kita</strong>. Ada yang pergi karena kematian, ada yang tiba-tiba menghilang, ada yang karena konflik, macam-macam.</p>
<p>Semua yang ada di dunia ini sifatnya <strong>fana dan sementara</strong>. Tidak ada yang benar-benar abadi. Di sini lah pentingnya untuk belajar melepaskan, bahkan melepaskan orang yang sangat disayang sekalipun.</p>
<p>Dari pengalaman pribadi, Penulis merasa salah satu penghalang terbesar untuk melepaskan adalah <strong>perasaan sayang yang berlebihan</strong>. Perasaan tersebut justru menjadi benalu yang membelenggu diri sendiri.</p>
<p>Seperti yang sudah sering Penulis sebutkan di dalam blog ini, apapun yang berlebihan tidak pernah baik. Perasaan sayang menjadi salah satunya.</p>
<p>Dalam kasus ini, cara belajar melepaskan adalah <strong>mengurangi kadar sayang</strong> tersebut. Bukan berarti kita menjadi jahat. Sayangilah orang lain dalam kadar yang secukupnya. Memang sulit karena tidak ada takaran sayang yang pasti, tapi harus dilakukan.</p>
<p>Kita juga harus tahu kalau orang memiliki kehidupannya masing-masing. Bisa jadi, diri kita sudah tidak masuk di dalam rencana hidupnya. Bisa jadi, kita yang terlalu tinggi menilai diri sendiri.</p>
<p>Perlu dicatat, kita <strong>tidak bisa mengendalikan perasaan orang lain</strong>. Yang bisa kita kendalikan adalah perasaan diri sendiri. Maka dari itu, kita harus fokus untuk mengendalikan perasaan sendiri.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Salah satu upaya yang bisa membantu kita untuk melepaskan adalah <strong>membuka diri ke orang baru</strong>. Orang <em>introvert </em>macam Penulis jelas akan kesulitan melakukannya.</p>
<p>Akan tetapi, hal ini penting untuk dilakukan. Melepaskan kerap menimbulkan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/rasa-takut-akan-sendirian-emotional-dependency-disorder/">perasaan takut kesepian</a> yang cukup parah. Dengan bertemu orang-orang baru dan berusaha berbaur dengan mereka, kita (seharusnya) tidak akan merasa kesepian.</p>
<p>Penulis merasa dirinya termasuk sulit untuk membuka diri. Di sisi lain, Penulis kerap merasa kesepian karena sendirian di tanah rantau.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis harus belajar secara bertahap agar lebih bisa membuka dirinya dan menjalin hubungan dengan orang-orang baru. </p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Melepaskan, apalagi dengan ikhlas, memang berat. Terkadang membutuhkan waktu yang singkat untuk bisa menerimanya, tapi rasanya lebih sering berdurasi panjang.</p>
<p>Perasaan sayang yang berlebihan tidak baik karena kita jadi sulit untuk melepaskan. Agar bisa belajar melepaskan, kita harus bisa mengendalikan perasaan diri sendiri.</p>
<p>Sulit, tapi bisa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 8 Juni 2020, terinspirasi dari perenungan selama berhari-hari</p>
<p>Foto: <a href="https://blog.bridgebetween.com/6-small-changes-to-becoming-your-best-self/balloon-release-let-it-go/">Bridge Between</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/belajar-melepaskan/">Belajar Melepaskan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/belajar-melepaskan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
