<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>konser Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/konser/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/konser/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 May 2023 16:03:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>konser Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/konser/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hype Konser Coldplay di Indonesia: Beneran Nge-fans atau Sekadar FOMO?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/hype-konser-coldplay-di-indonesia-beneran-nge-fans-atau-sekadar-fomo/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/hype-konser-coldplay-di-indonesia-beneran-nge-fans-atau-sekadar-fomo/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 May 2023 11:23:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Coldplay]]></category>
		<category><![CDATA[FOMO]]></category>
		<category><![CDATA[hype]]></category>
		<category><![CDATA[konser]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6524</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa minggu terakhir, nama Coldplay kerap muncul di mana-mana, entah di dunia nyata maupun maya. Alasannya, band asal Inggris tersebut akan segera menggelar konser perdananya di Indonesia, dengan tajuk &#8220;Music of the Spheres World Tour&#8220;. Harga tiket yang bervariasi antara 800 ribu hingga 11 juta rupiah pun dalam sekejap ludes terjual, baik oleh penonton [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/hype-konser-coldplay-di-indonesia-beneran-nge-fans-atau-sekadar-fomo/">Hype Konser Coldplay di Indonesia: Beneran Nge-fans atau Sekadar FOMO?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam beberapa minggu terakhir, nama <strong>Coldplay</strong> kerap muncul di mana-mana, entah di dunia nyata maupun maya. Alasannya, <em>band </em>asal Inggris tersebut akan segera menggelar konser perdananya di Indonesia, dengan tajuk &#8220;<strong>Music of the Spheres World Tour</strong>&#8220;.</p>



<p>Harga tiket yang bervariasi antara 800 ribu hingga 11 juta rupiah pun dalam sekejap ludes terjual, baik oleh penonton konsernya maupun para calo <em>online </em>yang menggunakan <em>bot </em>agar mendapatkan tiket tersebut, lalu dijual kembali dengan harga yang lebih mahal.</p>



<p>Tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terkait kedatangan Coldplay ke Indonesia pun menimbulkan pertanyaan di benak Penulis: <strong>Apakah mereka semua benar-benar <em>fans </em>Coldplay sejak lama, atau sekadar ikutan <em>hype </em>karena FOMO?</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Pendengar Coldplay Sejak Lama</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Coldplay - Paradise (Official Video)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/1G4isv_Fylg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Kebetulan, Penulis adalah pendengar Coldplay waktu zaman kuliah. Penulis mendengarkan beberapa albumnya, mulai <em><strong>X&amp;Y </strong></em>(2005),<em><strong> Viva la Vida or Death and All His Friends</strong></em> (2008), dan album Coldplay favorit Penulis, <em><strong>Mylo Xyloto </strong></em>(2011).</p>



<p>Penulis masih mengikuti Coldplay pada album<strong> Ghost Stories </strong>(2014) dan <em><strong>A Head Full of Dream</strong></em> (2015). Namun, setelah itu Penulis berhenti mengikuti <em>band </em>ini karena merasa musiknya kurang cocok dengan seleranya. Enak, tapi kurang pas di telinga.</p>



<p>Di antara album-album yang Penulis dengarkan, tentu ada beberapa lagu yang Penulis sukai. &#8220;<strong>Paradise</strong>&#8221; dari album <em>Mylo Xyloto</em> jelas menjadi nomor 1. Bahkan, lagu instrumen pembukanya saja sudah Penulis sukai, yang berjudul sama dengan albumnya.</p>



<p>Lagu-lagu lain yang Penulis suka dari album ini adalah &#8220;<strong>Hurts Like Heaven</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Charlie Brown</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Every Teardrop Falls is a Waterfall</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Up In Flames</strong>&#8220;, hingga &#8220;<strong>Don&#8217;t Let</strong> <strong>It Break Your Heart</strong>&#8221; </p>



<p>Banyak yang menyebut kalau album <em>Viva La Vida </em>merupakan salah satu album terbaik Coldplay, dan Penulis akui kalau banyak lagu enak dari album tersebut. &#8220;<strong>Cemeteries in London</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Lost</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Love in Japan</strong>&#8220;, dan &#8220;<strong>Viva La Vida</strong>&#8221; adalah favorit Penulis.</p>



<p>Di album <em>X&amp;Y</em>, ada lagu &#8220;<strong>Fix You</strong>&#8221; yang hampir diketahui oleh semua orang.  Di album <em>Ghost Stories</em>, lagu &#8220;<strong>Always In My Head</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Magic</strong>&#8220;, dan tentu saja &#8220;<strong>A Sky Full of Star</strong>s&#8221; wajib didengarkan. Bahkan, ketiga lagu ini sempat bertahan lama di <em>playlist </em>Penulis.</p>



<p>Album terakhir yang Penulis dengarkan, <em>A Head Full of Dream</em>, menjadi album yang paling jarang Penulis dengarkan. Tiga lagu yang masih oke untuk didengarkan adalah &#8220;<strong>Hymn for the Weekend&#8221;</strong>, &#8220;<strong>Adventure of Lifetime</strong>&#8220;, dan &#8220;<strong>Up&amp;Up</strong>&#8220;.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Masyarakat Kita Terkenal Latah, tapi&#8230;</h2>



<p>Berdasarkan daftar album dan lagu yang Penulis ceritakan di atas, Penulis jadi merasa sedikit besar kepala karena lumayan tahu tentang Coldplay. Penulis pun penasaran, apakah semua orang yang ikut <em>hype </em>dan ingin nonton konser Coldplay juga setahu itu?</p>



<p>Penulis pun coba melakukan tes ombak dengan bertanya kepada teman-temannya yang kerap membahas tentang konser Coldplay belakangan ini. Pertanyaannya sederhana, sebutkan 10 lagu Coldplay. Ternyata, mereka hanya bisa menyebutkan sekitar 7-8 lagu saja.</p>



<p>Tentu sampel yang Penulis ambil tidak bisa menjadi representasi masyarakat Indonesia. Hanya saja, kita ini kan terkenal latah. <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-viral/">Apa yang sedang viral</a>, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/lato-lato-mandi-lumpur-dan-pengaruh-tiktok-yang-luar-biasa/">apa yang sedang <em>hype</em></a>, semua langsung ikutan seolah enggak mau ketinggalan.</p>



<p>Istilah <strong>FOMO</strong> atau <em><strong>Fear Out Missing Out</strong></em> pun bisa menggambarkan mengenai kondisi sosial ini. Karena takut dianggap ketinggalan, enggak <em>update</em>, jadi terpaksa mengikuti apa yang sedang sering menjadi bahan obrolan di tongkrongan.</p>



<p>Oleh karena itulah, Penulis jadi <em>su&#8217;udzon </em>kalau banyak yang sebenarnya hanya FOMO saja. Namun, jikalau itu benar, lantas kenapa? Emang konser Coldplay hanya eksklusif untuk para penggemarnya? </p>



<h2 class="wp-block-heading">Kalau Bukan Fans, Emang Gak Boleh Ikutan Nonton?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Coldplay - A Sky Full Of Stars (Live at River Plate)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Fpn1imb9qZg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Untuk kasus konser Coldplay, sebenarnya ya enggak masalah kalau memang sekadar ikut-ikutan dan baru mendengarkan belakangan ini. Apalagi, konsernya baru diadakan pada tanggal 15 November 2023 mendatang, jadi ada banyak waktu untuk menghafal lagu-lagunya.</p>



<p>Tingginya antusiasme baik dari penggemar maupun non-penggemar menjadi bukti kalau lagu-lagu Coldplay bisa diterima oleh banyak orang, bahkan mungkin mampu mengubah hidup mereka. Sebesar itu dampak yang bisa dihasilkan oleh musik.</p>



<p>Apalagi, ini adalah momen bersejarah karena ini adalah kali pertama Coldplay manggung di Indonesia. Belum tentu di masa depan Coldplay akan mampir lagi ke Gelora Bung Karno sebagai salah satu destinasi <em>world tour</em>-nya.</p>



<p>Selain itu, meskipun awalnya cuma ikut-ikutan dan FOMO, toh bisa jadi setelah nonton konsernya malah jadi <em>fans </em>beneran. Setelah lihat betapa kerennya Coldplay, malah jadi ingin mendalami semua lagu Coldplay,</p>



<p>Yang namanya konser itu dibuka untuk publik, siapa pun boleh datang selama punya tiketnya. Setahu Penulis, pihak penyelenggara tidak menuliskan persyaratan boleh menonton konser adalah harus hafal setidaknya 10 lagu Coldplay.</p>



<p>Jadi, Penulis sebenarnya sama sekali tidak ada masalah siapa pun yang mau nonton Coldplay, entah <em>fans </em>sejati maupun <em>fans </em>karbit karena FOMO. Ini kesempatan langka, langsung saja gas nonton konsernya dan rasakan<em> </em>sensasi nonton konser salah satu <em>band</em> terkeren di dunia!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 21 Mei 2023, terinspirasi setelah melihat begitu <em>hype-</em>nya masyarakat Indonesia menjelang konser Coldplay</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3D1CVVTLOR9iQ&amp;psig=AOvVaw2YDXuxhwlHKdeY83Qmp_-6&amp;ust=1684754292256000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;ved=0CBMQjhxqFwoTCLi78fqkhv8CFQAAAAAdAAAAABAS">YouTube</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/hype-konser-coldplay-di-indonesia-beneran-nge-fans-atau-sekadar-fomo/">Hype Konser Coldplay di Indonesia: Beneran Nge-fans atau Sekadar FOMO?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/hype-konser-coldplay-di-indonesia-beneran-nge-fans-atau-sekadar-fomo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengalaman Bertemu Isyana Sarasvati</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-bertemu-isyana-sarasvati/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-bertemu-isyana-sarasvati/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2018 16:39:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[foto]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[isyana]]></category>
		<category><![CDATA[konser]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[penyanyi]]></category>
		<category><![CDATA[sarasvati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=252</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tulisan kali ini, saya ingin sedikit bernostalgia tentang salah satu momen yang paling saya ingat seumur hidup. Peristiwa ini terjadi sekitar dua tahun yang lalu, ketika saya berfoto dan bersalaman dengan Isyana Sarasvati, ketika ia diundang oleh salah satu radio lokal dalam rangka ulang tahunnya. *** Sebenarnya tidak ada rencana pada hari itu untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-bertemu-isyana-sarasvati/">Pengalaman Bertemu Isyana Sarasvati</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tulisan kali ini, saya ingin sedikit bernostalgia tentang salah satu momen yang paling saya ingat seumur hidup. Peristiwa ini terjadi sekitar dua tahun yang lalu, ketika saya berfoto dan bersalaman dengan <strong>Isyana Sarasvati</strong>, ketika ia diundang oleh salah satu radio lokal dalam rangka ulang tahunnya.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Sebenarnya tidak ada rencana pada hari itu untuk melihat Isyana di Malang Town Square, apalagi saya bukan tipe orang yang suka menonton konser. Bahkan infonya tanpa sengaja saya ketahui dari <em>wall </em>Instagram. Entah karena insting ataupun kebetulan, saya mengajak teman-teman kuliah saya untuk makan di sana sekaligus melihat Isyana dengan mata kepala sendiri.</p>
<p>Ketika saya sampai di lokasi pukul tiga sore, sudah banyak <em>isyanation</em> yang berkumpul di depan panggung. Padahal, Isyana dijadwalkan tampil pada pukul 17.30. Sambil menunggu datangnya Isyana, saya dan teman-teman memilih untuk cangkruk di kafe yang ada di dekat lift. Pemilihan ini bukan tanpa sebab, karena kami memprediksi Isyana akan datang melalui lift. Mungkin akan datang kesempatan untuk <em>selfie </em>bersama Isyana ketika dia lewat.</p>
<p>Sayangnya ketika Isyana benar-benar datang, saya kurang cepat mengambil gambar sehingga gagal mendapatkan <em>selfie </em>tersebut. Selain itu, Isyana dikelilingi oleh tim keamanan yang melingkari dirinya. Tidak apa-apa, masih ada kesempatan <em>selfie </em>di depan panggung.</p>
<p>Sembari menikmati penampilan Isyana yang sore itu membawakan empat buah lagunya (Mimpi, Kau Adalah, Keep Being You dan Tetap Dalam Jiwa), saya berusaha mengambil <em>selfie </em>dari berbagai sudut, mulai dari sudut kiri, tengah hingga kanan. Namun karena tingginya animo penonton, saya hanya bisa berusaha <em>selfie </em>dari jauh. Bisa ditebak, sangat sulit menangkap wajah Isyana di kamera.</p>
<p><div id="attachment_253" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-253" class="size-full wp-image-253" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Isyana-dari-Kejauhan-Foto-Istimewa.jpg" alt="" width="900" height="675" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Isyana-dari-Kejauhan-Foto-Istimewa.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Isyana-dari-Kejauhan-Foto-Istimewa-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Isyana-dari-Kejauhan-Foto-Istimewa-768x576.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Isyana-dari-Kejauhan-Foto-Istimewa-340x255.jpg 340w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-253" class="wp-caption-text">Isyana dari Kejauhan (Foto Istimewa)</p></div></p>
<p>Kami memutuskan untuk pindah ke sisi panggung dekat eskalator. Lebih jelas, namun tetap saja wajah Isyana belum tertangkap. Oleh karena itu, kami akhirnya mencoba untuk pindah ke belakang panggung. Karena hanya berjarak sekitar 5 meter, disinilah wajah Isyana mulai terlihat jelas meskipun lebih sering memunggungi kami.</p>
<p><div id="attachment_254" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-254" class="size-full wp-image-254" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Sosok-Isyana-dari-Belakang-Panggung-Foto-Istimewa.jpg" alt="" width="900" height="506" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Sosok-Isyana-dari-Belakang-Panggung-Foto-Istimewa.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Sosok-Isyana-dari-Belakang-Panggung-Foto-Istimewa-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Sosok-Isyana-dari-Belakang-Panggung-Foto-Istimewa-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Sosok-Isyana-dari-Belakang-Panggung-Foto-Istimewa-356x200.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-254" class="wp-caption-text">Sosok Isyana dari Belakang Panggung (Foto Istimewa)</p></div></p>
<p>Setelah lagu terakhir, MC mengatakan bahwa ada sesi <em>meet and greet </em>di lantai paling bawah. Tentu para i<em>syanation </em>yang berada di depan panggung langsung berteriak histeris mendengar kabar tersebut. Sontak saja begitu Isyana turun panggung, semua penonton langsung berhamburan ke eskalator.</p>
<p>Dengan alasan keamanan, kami memilih untuk turun ketika suasana sudah agak tenang. Selain itu, waktu itu sudah waktunya untuk Sholat Maghrib. Maka dari itu, daripada <em>rebutan </em>di bawah, lebih baik menunaikan ibadah sholat terlebih dahulu.</p>
<p>Setelah sholat, kami menuju supermarket yang juga terletak di lantai terbawah. Sudah banyak yang menunggu di depan supermarket, karena belum tahu dimana lokasi <em>meet and greet</em>. Melalui temannya teman saya, diketahui bahwa sesi <em>meet and greet </em>akan diadakan di dalam supermarket ini. Artinya, pilihan kami untuk menuju supermarket ini sudah tepat.</p>
<p>Tidak lama kemudian, datanglah Isyana Sarasvati lengkap dengan fansnya yang membuntuti di belakang. Karena itu kami, yang pada saat itu berada di depan mereka, memilih untuk mundur agak ke belakang agar mereka dapat lewat. Setelah lewat, barulah kami mengikuti mereka dan sekali lagi kami harus melihat Isyana dari kejauhan. Namun setidaknya, jumlah <em>Isyanation </em>disini tidak sebanyak di panggung tadi, sehingga wajah Isyana dapat terlihat dengan jelas.</p>
<p><div id="attachment_255" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-255" class="size-full wp-image-255" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Suasana-Meet-and-Greet-Foto-Istimewa.jpg" alt="" width="900" height="550" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Suasana-Meet-and-Greet-Foto-Istimewa.jpg 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Suasana-Meet-and-Greet-Foto-Istimewa-300x183.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Suasana-Meet-and-Greet-Foto-Istimewa-768x469.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Suasana-Meet-and-Greet-Foto-Istimewa-356x218.jpg 356w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-255" class="wp-caption-text">Suasana Meet and Greet (Foto Istimewa)</p></div></p>
<p>Setelah bercakap-cakap dengan beberapa orang, diketahui bahwa syarat bisa berfoto dengan Isyana adalah dengan membeli produk sponsor seharga 50 ribu rupiah. Nantinya, nota pembelian dapat ditukar dengan kupon antrian untuk berfoto dengan Isyana. Tentu bukan jumlah yang kecil, namun karena penasaran saya mencoba untuk menghampiri gerai produk sponsor tersebut.</p>
<p>Apesnya, mbak-mbak yang menjaga <em>stand </em>mengatakan bahwa pembelian produk sudah <em>closed</em>, sudah tidak bisa dibeli lagi. Dengan sedikit kecewa, saya kembali ke spot semula, di belakang para i<em>syanation</em>. Selang beberapa waktu kemudian, saya mencoba lagi dan ternyata kali ini bisa. Langsung saja saya mengambil sembarang produk, membayarnya ke kasir dan sedikit berlari karena takut kehabisan kupon. Benar saja, waktu ingin menukarkan nota pembelian, mbak-mbak tersebut berkata kuponnya sudah habis.</p>
<p>Tentu ada perasaan jengkel. Bahkan ada orang di belakang saya yang berbisik-bisik bahwa ini sudah merupakan tidakan penipuan. Saya berusaha tetap santai sambil menikmati Isyana bercakap-cakap dengan MC. Tak lama kemudian ada lagi orang yang ingin menukarkan notanya. Akhirnya mbak-mbak tersebut memberi kompensasi dengan memberikan album Isyana yang berjudul <em>Explore!</em>. Ada keinginan saya untuk ikut menukarkannya, namun ada sesuatu di dalam hati, seperti bisikan yang berkata &#8220;jangan&#8221;. Maka, saya urungkan niat tersebut.</p>
<p>Akhirnya, para pemegang kupon pun dipanggil satu persatu. Nomer satu dipanggil, nomer dua dipanggil dan seterusnya. Saya tetap berdiri di gerai produk sponsor tersebut sambil melihat rona-rona bahagia yang terpancarkan dari wajah-wajah mereka.</p>
<p>Lantas datanglah keajaiban tersebut. Dari jauh datanglah seorang mbak-mbak produk sponsor membawa segenggam kupon. Lalu dengan gerakan secepat kilat mbak-mbak lain yang berdiri di samping saya mengambil nota milik saya dan langsung memberikan kupon untuk berfoto dengan Isyana.</p>
<p>Nomer 46, nomernya Valentino Rossi. Padahal, sebelumnya saya telah melihat kupon nomer 99 dibagikan. Mungkin ini kupon yang tertinggal, sehingga tidak terbagikan. Mungkin ini rejeki karena kesabaran saya.</p>
<p>MC sudah menyebutkan nomer 40, maka saya pun maju ke belakang panggung untuk ikut antri. Dan begitu nomer 46 disebutkan, TARAA! Saya pun berhasil foto bareng Isyana Sarasvati. Ditambah dapat albumnya pula, album yang oleh beberapa pengunjung diperoleh dengan menukarkan nota belanjanya. Dengan perasaan puas karena berhasil foto ditambah bersalaman -walaupun hanya mendapat ujung tangannya Isyana-, saya mengajak teman-teman untuk pulang ke rumah.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Sebelum saya melihat Isyana dan menyentuhnya secara langung, saya tidak terlalu suka mendengarkan lagu-lagunya. Setelah mendapatkan CD aslinya, lama kelamaan saya menemukan kecocokan pada musik yang Isyana gubah. Saya yang pada dasarnya kurang menyukai lagu lokal, bisa menikmati lagu-lagunya. Mungkin pertemuan tersebut memiliki andil dalam hal ini.</p>
<p>Saya masih sering mengingat momen ini ketika mendengarkan lagu-lagu Isyana. Hal yang membuat peristiwa ini sangat berkesan adalah banyaknya pelajaran yang saya petik. Misalnya saja, kejadian tersebut membuktikan bahwa kesabaran akan selalu berbuah manis. Selain itu, dengan keyakinan, usaha, doa, dan tawakal, kita bisa mencapai apapun yang kita inginkan. Mengambil kesempatan yang terlihat juga menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk saya. Terakhir dan yang paling penting adalah, jangan pernah tinggalkan sholatmu meskipun ada sesuatu yang sangat sayang untuk dilewatkan. Jika kita ditakdirkan untuk meraih tersebut, yakinlah kita akan mendapatkannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 25 Januari 2018, setelah mengantar Ibu tahlilan di Malang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-bertemu-isyana-sarasvati/">Pengalaman Bertemu Isyana Sarasvati</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-bertemu-isyana-sarasvati/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
