<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mahabharata Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/mahabharata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/mahabharata/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Aug 2026 16:51:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.3</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>Mahabharata Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/mahabharata/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemujaan Berlebihan ala Bambang Ekalaya</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/pemujaan-berlebihan-ala-bambang-ekalaya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/pemujaan-berlebihan-ala-bambang-ekalaya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2026 16:51:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Arjuna]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Ekalaya]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahabharata]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8812</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis baru saja menamatkan novel Bharatayudha karya Sujiwo Tejo. Buku tersebut menceritakan cerita Mahabharata, tapi dari sudut pandang Karna yang sejatinya merupakan anak Kunti, tapi pada akhirnya dihanyutkan hingga akhirnya berkubu dengan Kurawa. Namun, ada satu cerita di luar Karna yang menarik perhatian Penulis, yakni tentang seorang karakter bernama Bambang Ekalaya. Penulis memang pernah membaca [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/pemujaan-berlebihan-ala-bambang-ekalaya/">Pemujaan Berlebihan ala Bambang Ekalaya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penulis baru saja menamatkan novel <em>Bharatayudha </em>karya Sujiwo Tejo. Buku tersebut menceritakan cerita Mahabharata, tapi dari sudut pandang Karna yang sejatinya merupakan anak Kunti, tapi pada akhirnya dihanyutkan hingga akhirnya berkubu dengan Kurawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ada satu cerita di luar Karna yang menarik perhatian Penulis, yakni tentang seorang karakter bernama <strong>Bambang Ekalaya</strong>. Penulis memang pernah membaca kisahnya dulu secara sekilas dan tidak sedetail sekarang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Membaca kisahnya membuat Penulis ingin membandingkannya dengan fenomena saat ini, di mana ketika pemujaan berlebihan membuat kita seakan rela melakukan apa saja demi yang dipuja. Sebelum itu, mari kita tengok dulu kisah Bambang Ekalaya yang tragis.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner-300x169.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner-300x169.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner-1024x576.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner-768x432.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner.jpeg 1280w " alt="Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Kisah Bambang Ekalaya dan Pemujaannya ke Dorna</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8816" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bambang Ekalaya dan Patung Dorna (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ekalawya">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bambang Ekalaya</strong>, dikenal juga sebagai <strong>Palgunadi</strong>, bukanlah dari kalangan Kesatria. Ia berasal dari Kaum Nisada, kaum pemburu yang kadang belum diakui sebagai manusia alias dianggap sebagai lebih rendah dari kasta Sudra sekali pun. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak muda, Ekalaya berambisi untuk menjadi seorang pemanah terbaik di dunia. Untuk itu, ia membutuhkan seorang guru yang terbaik pula. Siapa lagi kalau bukan <strong>Resi Dorna</strong>, guru para Kurawa dan Pandawa? Maka ia pun menempuh perjalanan untuk menjadi murid Dorna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, ketika pada akhirnya berhasil bertemu, Ekalaya ditolak oleh Dorna karena ia telah bersumpah hanya akan mengajar turunan Kuru, yaitu Kurawa dan Pandawa. Apalagi, ia juga telah berjanji akan menjadikan Arjuna menjadi pemanah terbaik di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekalaya tidak patah semangat. Ia pun <strong>membuat patung yang menyerupai Dorna dan memujanya </strong>seolah yang bersangkutan benar-benar ada di hadapannya. Ajaibnya, Ekalaya benar-benar mendapatkan ilmu memanah yang luar biasa, bahkan mengalahkan Arjuna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suatu hari, Pandawa termasuk Arjuna dan Drona sedang berburu di hutan dan tanpa sengaja bertemu dengan Ekalaya. Mereka pun terkejut, karena ada orang seandal itu dalam memanah di tengah hutan. Ekalaya pun ditanya siapa gurunya, dan ia menjawab Dorna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arjuna pun <em>rewel </em>dan protes ke gurunya. Ia menganggap gurunya melanggar janjinya karena ada orang yang lebih jago darinya. Dorna dengan siasat liciknya pun meminta semacam upeti kepada Ekalaya karena telah menjadikan dirinya gurunya. <strong>Ia meminta jempol kanan Ekalaya!</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanpa ragu sedikit pun, Ekalaya langsung memotong jempol kanannya dan menyerahkannya kepada Dorna. Dengan demikian, kemampuan memanahnya pun menjadi tidak sempurna dan Dorna bisa tetap menjaga janjinya ke Arjuna.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pemujaan yang Berujung ke Kematian</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8817" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bambang Ekalaya (<a href="https://www.salamyogyakarta.com/bambang-ekalaya/">Salam Yogyakarta</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ekalaya tampaknya memang ditakdirkan kerap berkonflik dengan Arjuna. Beberapa lama setelah kejadian tersebut, ada sebuah kejadian ketika istri Ekalaya, <strong>Dewi Anggraeni</strong>, hendak pergi ke Indraprastha untuk bertemu dengan para Pandawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun di tengah jalan, mereka diserang sekelompok raksasa. Anggraeni kabur hingga sampai ke tempat Arjuna bertapa. Ia melanggar sopan santun dengan mengganggu orang yang bertapa, tapi Arjuna tetap mengalahkan raksasa yang mengejar Anggraeni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arjuna yang telah lama berada di hutan sendirian tiba-tiba merasakan gejolak yang luar biasa ketika melihat kecantikan Anggraeni, bahkan terus memaksanya meskipun tahu Anggraeni telah bersuami. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggraeni pun sampai memutuskan terjun dari lebih daripada dilecehkan Arjuna, tapi ia diselamatkan oleh ibunya yang merupakan dewi khayangan. Ekalaya yang marah besar akibat perlakuan Arjuna ke istrinya pun memutuskan untuk berduel dengannya, bahkan sempat ingin perang dengan Pandawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pertarungan 1 vs 1 tersebut, <strong>Arjuna kalah telak dari Ekalaya hingga tewas</strong>. Sri Khrisna segera mengambil tubuhnya dan pulang ke Indraprastha. Karena Arjuna dibutuhkan dalam perang di Kurusetra, Arjuna pun dihidupkan kembali menggunakan pusaka Wijayakusuma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arjuna yang merasa malu pun berkata bahwa dirinya tidak ingin hidup selama Ekalaya masih hidup. Khrisna pun memutuskan untuk menggunakan siasat licik agar Arjuna hidup, dengan merasuk ke patung Dorna milik Ekalaya!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yups, Ekalaya masih menyimpan patung Dorna yang ia puja setiap hari. Oleh karena itu, tentu ia kaget ketika patung tersebut tiba-tiba berbicara. Khrisna dalam suara Dorna pun <strong>meminta Cincin Mustika Ampal </strong>yang ia kenakan, cincin yang membuatnya tidak bisa mati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekali lagi tanpa ragu, ia menyerahkan cincin tersebut ke patung Dorna. Begitu cincin dilepaskan, keris yang ia bawa<strong> tiba-tiba melayang dan membunuh Ekalaya begitu saja</strong>. Di mata Ekalaya,<strong> ia telah ditipu oleh orang yang ia puja selama ini</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhasil, Ekalaya pun mengutuk Dorna akan mati karena tipuan juga. Padahal, yang menipunya adalah Khrisna! Nantinya ketika perang Bharatayudha, kematian Dorna memang disebabkan oleh tipuan. Secara tidak langsung, peristiwa ini juga memudahkan Pandawa menang perang atas Kurawa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">&#8220;Pemujaan yang Berlebihan Tidak Sehat&#8221;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8815" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Patrick Sedang Menasehati SpongeBob (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=hDs9Z0S-MB0">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam salah satu episode <em>SpongeBob SquarePants </em>yang berjudul &#8220;I&#8217;m Your Biggest Fanatic&#8221;, Patrick mengatakan ke SpongeBob kalau <strong>&#8220;pemujaan yang berlebihan tidak sehat.&#8221;</strong> <em>Quote</em> tersebut sangat cocok diucapkan kepada Ekalaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita bisa melihat bahwa pada dasarnya, Ekalaya tidak pernah mendapatkan ilmu secara langsung dari Resi Dorna. Ia hanya menggunakan <em>mindset </em>bahwa patung Dorna yang ia buat dari tanah liat adalah benar-benar representasi dari sang resi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, sejatinya Ekalaya bisa menjadi pemanah ulung dan kesatria hebat adalah <strong>karena kemampuannya sendiri</strong>, hasil latihan dan kerja kerasnya sendiri. Ia tidak memiliki<em> privilege </em>seperti para Pandawa dan Kurawa, tapi tetap berhasil melatih dirinya sendiri dengan baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, tampaknya <em>mindset </em>Ekalaya sudah terpaku bahwa ia bisa sekuat itu karena menjadikan Dorna versi patung sebagai gurunya. Ia merasa berhutang budi, sehingga sebagai murid ia rela menyerahkan apa pun, termasuk jempol kanan dan cincin saktinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari dua kisah di atas, kita bisa belajar kalau sejatinya<strong> pemujaan yang berlebihan itu tidak pernah baik</strong>. Di dunia modern sekarang, mungkin bentuk pemujaannya bisa berbeda-beda, mulai dari <a href="https://whathefan.com/politik-negara/akar-fanatisme-membabi-buta/">tokoh politik</a>, pacar, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/safa-fanatisme-idola-dan-hubungan-parasosial/"><em>idol </em>K-Pop</a>, VTuber, gebetan, dan lain sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Coba bayangkan seandainya idola yang kita puja setiap hari tiba-tiba muncul dan meminta kita menyerahkan jempol kanan kita, apakah kita rela melakukannya? Mungkin tidak sampai seekstrem itu, tapi fenomena saat ini menunjukkan bahwa banyak yang rela melakukan banyak hal demi yang dipujanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Obsesi Ekalaya ke Dorna juga tidak sehat, bahkan sampai membuat patungnya dan terus dijaga dan dipuja selama bertahun-tahun. Kalau di dunia modern, mungkin seperti kita membawa <em>photocard </em>idola kita ke mana-mana dan memandangnya dengan penuh cinta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah Ekalaya ini bisa kita jadikan pelajaran berharga di masa kini. Kalau mengagumi seseorang, ya yang sewajarnya saja, jangan berlebihan. Nantinya malah kecewa, seperti Ekalaya menjelang ajalnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 6 Agustus 2026, terinspirasi setelah membaca kısah Bambang Ekalaya dari berbagai sumber</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/pemujaan-berlebihan-ala-bambang-ekalaya/">Pemujaan Berlebihan ala Bambang Ekalaya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/pemujaan-berlebihan-ala-bambang-ekalaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2023 00:06:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[judi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahabharata]]></category>
		<category><![CDATA[Pandawa]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<category><![CDATA[Yudhistira]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6895</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melihat semakin maraknya kasus judi online di masyarakat yang sangat memprihatinkan hingga melibatkan banyak streamer game, Penulis jadi teringat oleh salah satu kisah pewayangan yang terkenal. Yudhistira yang merupakan sulung para Pandawa pun pernah terlilit masalah karena masalah judi. Padahal, ia dikenal sebagai sosok raja yang bijaksana. Namun, ternyata seorang yang bijaksana pun harus terkena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Melihat semakin maraknya kasus judi <em>online </em>di masyarakat yang sangat memprihatinkan hingga <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/streamer-game-terseret-pusaran-judi-online/">melibatkan banyak <em>streamer game</em></a>, Penulis jadi teringat oleh salah satu kisah pewayangan yang terkenal. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Yudhistira</strong> yang merupakan sulung para Pandawa pun pernah <strong>terlilit masalah karena masalah judi</strong>. Padahal, ia dikenal sebagai sosok raja yang bijaksana. Namun, ternyata seorang yang bijaksana pun harus terkena getah karena bermain judi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, mengapa Yudhistira bermain judi dalam bentuk dadu? Apa konsekuensi yang harus diterima olehnya (dan keluarganya) karena kalah dalam perjudian tersebut? Semuanya akan berusaha Penulis ringkas melalui tulisan ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mu-sedih-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mu-sedih-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mu-sedih-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mu-sedih-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mu-sedih.jpg 1280w " alt="Kenapa Fans Manchester United Banyak yang Sombong?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-fans-manchester-united-banyak-yang-sombong/">Kenapa Fans Manchester United Banyak yang Sombong?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Latar Belakang Yudhistira</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Yudhistira</strong>, atau kerap disebut Puntadewa dalam pewayangan Jawa, merupakan anak sulung dari pasangan <strong>Pandu</strong> dan <strong>Kunti</strong> dari Dinasti Kuru. Menariknya, ia lahir berkat bantuan <strong>Dewa Yama (Dharma)</strong> karena Pandu terkena kutukan akan meninggal jika berhubungan badan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Dinasti Kuru, Pandu diangkat menjadi raja karena kakaknya, <strong>Dretarastra</strong>, mengalami kebutaan sejak lahir. Namun, setelah Pandu terkena kutukan, ia memilih untuk menepi dan membuat kakaknya memimpin kerajaan <strong>Hastinapura</strong> untuk sementara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, setelah Pandu meninggal karena melanggar kutukan Resi, Yudhistira bersama keempat saudaranya (<strong>Bima</strong>, <strong>Arjuna</strong>, <strong>Nakula</strong>, <strong>Sadewa</strong>) dan Kunti pun kembali ke kerajaan dan mendapatkan bimbingan dari beberapa tokoh seperti Bisma dan Resi Drona.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai anak dari Pandu, para Pandawa kerap berselisih dengan sepupu mereka yang merupakan anak-anak Drestarastra, yakni para keseratus Kurawa yang disulungi oleh <strong>Duryodhana</strong>. Bumbu-bumbu perebutan takhta pun telah tercium.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat Yudhistira beranjak dewasa, artinya status Drestarastra sebagai raja sementara pun akan segera dikembalikan ke keturunan Pandu. Hal ini tidak diinginkan Duryodhana. Maka berbagai rencana jahat pun mulai dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu kisah yang paling terkenal adalah insiden pembakaran Laksagraha, sebuah istana yang terbuat dari lilin. Yudhistira bersama saudara dan ibunya selamat dari kejadian tersebut, lalu memutuskan untuk pergi dari Hastinapura.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Terbaginya Hastinapura Menjadi Dua</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah pergi dari Hastinapura dan mengasingkan diri, Arjuna berhasil memenangkan sayembara untuk menikahi <strong>Drupadi</strong>. Namun, karena kesalapahaman Kunti, pada akhirnya Drupadi menjadi istri dari kelima Pandawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(Catatan: Di versi pewayangan Jawa, Drupadi hanya menikah dengan Yudhistira)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para Pandawa pun kembali ke Hastinapura setelah menikahi Drupadi, menuntut hak mereka atas kerajaan. Karena pihak Kurawa enggan mengembalikan kerajaan tersebut dan demi menghindari perselisihan, akhirnya Hastinapura pun dibagi menjadi dua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yudhistira pun menjadi raja di kerajaan yang diberi nama <strong>Indraprastha</strong> (atau lebih terkenal dengan nama Amarta dalam pewayangan Jawa). Dibangun dari hutan &#8220;angker&#8221; yang ditinggalkan, kerajaan Indraprastha memiliki sebuah istana yang begitu megah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika mengadakan upacara Rajasuya, Yudhistira mengundang raja-raja dari kerajaan lain, termasuk Duryodhana. Saat memasuki istana Indraprastha, Duryodhana merasa kagum dengan kemegahan istana tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada satu kejadian memalukan di mana Duryodhana mengira lantai sebagai air, dan mengira air sebagai lantai. Hal ini membuat Bima tertawa terbahak-bahak, sekaligus menimbulkan perasaan dendam yang teramat besar pada diri Duryodhana.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Undangan Bermain Dadu</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kemegahan istana Indraprastha membuat Duryodhana ingin menguasainya. Ia pun berkonsultasi dengan paman sekaligus penasehatnya, <strong>Sengkuni</strong>. Akhirnya mereka pun mengundang Yudhistira untuk bermain dadu (baca: judi) melalui Drestarastra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun terkenal sebagai raja yang bijaksana, ada versi yang menyebutkan kalau <strong>Yudhistira sebenarnya menyukai permainan dadu</strong>. Namun, ada versi lain yang menyebutkan bahwa sebenarnya Yudhistira sangat menentang judi karena tidak membawa kebaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, karena yang mengundang pamannya sendiri, ia merasa <strong>perlu menghargai undangan </strong>tersebut dengan cara menghadirinya. Apalagi, Yudhistira pada dasarnya adalah orang yang selalu berprasangka baik kepada orang lain, bahkan kepada Duryodana. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, undangan tersebut ia anggap sebagai ajakan bermain dari keluarga tanpa ada prasangka negatif. Apalagi, pasti ada konsekuensi jika ia sampai menolak undangan bermain dadu dari kerajaan lain, seperti dianggap pengecut atau bahkan hingga memicu perang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Permainan dadu pun diadakan di Hastinapura. Sama seperti kasus judi <em>online </em>kebanyakan, awalnya Yudhistira diberi kemenangan oleh pihak Duryodana dan Sengkuni. Taruhan yang semula kecil-kecilan, pada akhirnya semakin menjadi tidak masuk akal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yudhistira pada satu titik akhirnya<strong> mempertaruhkan seluruh kerajaan Indraprastha</strong>, yang menjadi target sebenarnya permainan judi tersebut diadakan. Tentu saja hal tersebut berakhir dengan kekalahan karena permainan tersebut memang sudah di-<em>setting </em>oleh Sengkuni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun telah kehilangan kerajaannya, Yudhistira seolah menjadi gelap mata seperti para pemain judi <em>online </em>yang terus berharap kemenangan di ronde berikutnya. Bayangkan, <strong>ia mempertaruhkan para saudaranya, dirinya sendiri, bahkan istrinya Drupadi</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Drestarastra yang merasa tidak tega melihat keponakannya begitu terhina akhirnya memerintahkan Duryodana untk mengembalikan semuanya, yang berat hati ia lakukan. Akhirnya judi dilakukan ulang, dengan taruhan yang kalah harus mengasingkan diri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seolah tidak belajar dari kesalahan, Yudhistira pun kembali bermain dan tentu saja kalah lagi. Alhasil, ia bersama saudara, istri, dan ibunya pun harus mengasingkan diri selama 12 tahun ditambah 1 tahun menyamar tanpa boleh ketahuan pihak Kurawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelak, setelah mengasingkan diri dan menyamar tanpa ketahuan, Yudhistira datang ke Duryodana untuk meminta kembali Indraprastha. Namun, Duryodana menolak untuk menyerahkannya. Yudhistira melunak dengan meminta lima desa saja, tapi tetap ditolak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal inilah yang akhirnya memicu Perang Mahabharata yang amat dahsyat di kemudian hari, sebuah perang dengan jumlah korban yang tidak main-main. Sebuah pertempuran antara satu dinasti yang memperebutkan takhta, yang bisa terjadi karena diawali oleh judi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan, dari sebuah karya kuno yang ditulis ribuan tahun lalu, sebenarnya kita bisa belajar mengenai betapa destruktifnya permainan dadu bagi para pemainnya. Yudhistira yang bijak pun harus merasakan pahitnya kekalahan bermain judi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sengkuni pun masih hadir di dunia perjudian saat ini dalam bentuk bandar-bandar judi yang sudah mengatur permainan agar bisa mengeruk keuntungan sebanyak-banyak dari para pemain yang telah gelap mata dan terus berharap di <em>game </em>selanjutnya akan menang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun tidak bisa dijustifikasi, alasan Yudhistira menerima ajakan bemain dadu adalah demi menghormati pamannya, yang ia anggap sebagai ayahnya sendiri. Ia terlalu berprasangka baik, dengan bepikir tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, kalau &#8220;Yudhistira-Yudhistira&#8221; di era modern, apa alasan mereka untuk bermain judi? Kemungkinan besar adalah karena menyimpan harapan bisa meraup uang banyak dengan cara mudah, tanpa menyadari ada &#8220;Sengkuni&#8221; di balik permainan tersebut. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 16 Oktober 2023, terinspirasi dari adanya kasus judi <em>online </em>yang semakin meresahkan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://www.apartmenttherapy.com/dice-games-37187802">Apartment Therapy</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/6qYf0E425qw?si=8qgoVzh8NiKTilqH">MEMPERTANYAKAN SOSOK YUDHISTIRA &#8211; Tangan Belang</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Yudhishthira">Yudhishthira &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://www.quora.com/What-is-the-character-of-Yudhistira-in-the-perspective-of-a-dice-game">What is the character of Yudhistira in the perspective of a dice game? &#8211; Quora</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
