<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mandiri Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/mandiri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/mandiri/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Nov 2021 13:18:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>mandiri Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/mandiri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kadang Dokter Pun Butuh Bantuan Dokter Lainnya</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lainnya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lainnya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2021 13:13:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Itachi Uchiha]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[minta tolong]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5451</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bicara soal kemandirian, Penulis merasa dirinya selama ini masih kurang. Terlalu dependent ke orang lain, entah itu ke keluarga maupun teman. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab Penulis pernah merantau jauh ke Jakarta, untuk menempa mentalnya. Penyebab kurangnya kemandirian ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, tetapi Penulis tidak ingin membahas hal tersebut di tulisan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lainnya/">Kadang Dokter Pun Butuh Bantuan Dokter Lainnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bicara soal kemandirian, Penulis merasa dirinya selama ini masih kurang. Terlalu <em><a href="https://whathefan.com/pengalaman/rasa-takut-akan-sendirian-emotional-dependency-disorder/">dependent</a> </em>ke orang lain, entah itu ke keluarga maupun teman. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab Penulis pernah merantau jauh ke <a href="https://whathefan.com/sajak/jakarta/">Jakarta</a>, untuk menempa mentalnya.</p>



<p>Penyebab kurangnya kemandirian ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, tetapi Penulis tidak ingin membahas hal tersebut di tulisan ini. Yang ingin Penulis bagikan adalah keinginan untuk bisa belajar lebih mandiri lagi.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Apakah Mandiri Berarti Tidak Perlu Minta Tolong ke Orang Lain?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5455" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Mandiri Tidak Butuh Orang Lain? (<a href="https://unsplash.com/@heftiba">Toa Heftiba</a>)</figcaption></figure>



<p>Memang, selama ini Penulis lebih dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Penulis termasuk orang yang jarang bercerita dan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-pendengar-yang-baik/">lebih banyak mendengarkan</a>. Mungkin teman-teman Penulis akan menyetujui hal ini.</p>



<p>Beberapa tahun terakhir, Penulis mencoba belajar untuk lebih membuka diri, terutama kepada orang-orang terdekatnya. Hasilnya, kadang Penulis merasa kebablasan dalam membuka diri. Mungkin, karena sebelumnya belum pernah dilakukan dan terasa menyenangkan.</p>



<p>Hal ini memicu Penulis untuk melakukan <em>reset</em> seperti dulu lagi, menjadi orang yang tertutup. Selain itu, perasaan terlalu bergantung kepada orang lain menjadi semakin besar semenjak berusaha untuk membuka diri kepada orang lain.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis sedang belajar untuk menangani semua masalahnya sendirian. Kalau tidak benar-benar kepepet, rasanya Penulis akan enggan untuk minta tolong ke orang lain. Belum lagi perasaan takut merepotkan mereka.</p>



<p>Masalah tersebut termasuk dalam memperbaiki kekurangan diri dan mendorong diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Penulis merasa harus bisa melakukannya sendiri, walau sisi negatifnya akan membuat Penulis lebih mudah merasa stres.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Analogi Seorang Dokter</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5453" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dokter Juga Butuh Dokter Lainnya (<a href="https://www.viki.com/tv/31066c-doctors">Viki</a>)</figcaption></figure>



<p>Saat mendiskusikan hal ini kepada kawan dekat Penulis, ia memberikan satu analogi yang ia gunakan untuk meng<em>-counter </em>keinginan Penulis di atas:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Kamu dokter, kalo sakit apa harus selalu kamu sendiri yang ngobati, apa pasti kamu bisa ngobati diri sendiri?&#8221;</p></blockquote>



<p>Masalah mandiri dan minta tolong ke orang lain memang bisa menggunakan analogi dokter ini. Kita memang harus belajar mandiri, seperti berusaha minum obat atau mencari cara sendiri untuk bisa sembuh karena kita punya ilmunya.</p>



<p>Akan tetapi, ada titik di mana kita tidak bisa mengobati penyakit tersebut sendirian. Bahkan seorang dokter pun, yang terbiasa mengobati pasien, belum tentu bisa mengobati dirinya sendiri. Ia terkadang harus minta tolong bantuan dokter lainnya yang mungkin lebih ahli.</p>



<p>Minta tolong menjadi salah jika kita menjadi manja dan ketergantungan kepada orang lain. Hanya bersin sekali saja, langsung ingin seharian rebahan dan minta orang lain untuk menyiapkan makanan dan minuman hangat seolah menderita penyakit berat. Ini jelas salah.</p>



<p>Artinya, mandiri tidak sama dengan melakukan semuanya sendirian. Mandiri tidak sama dengan menolak bantuan orang lain karena merasa lemah jika melakukannya. Mandiri adalah mengetahui kapan harus menyelesaikan masalah sendirian, kapan harus minta tolong ke orang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jangan Menanggung Semuanya Sendirian</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5454" width="739" height="492" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/11/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lain-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 739px) 100vw, 739px" /><figcaption>Itachi Uchiha (<a href="https://twitter.com/uchihassasusaku/status/1286689589487435780">Twitter</a>)</figcaption></figure>



<p>Begitu membaca &#8220;teguran&#8221; dari kawan tersebut, Penulis pun langsung teringat nasihat Itachi Uchiha kepada <a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Naruto Uzumaki</a>. Ia berkata yang terjemahannya kurang lebih seperti ini:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p>&#8220;Tak peduli akan menjadi seberapa kuat kamu, jangan pernah mencoba untuk menanggung semuanya sendirian. Aku pernah mencoba menanggung semuanya sendirian dan aku gagal.&#8221;</p></blockquote>



<p>Penulis pun tersenyum setelah menyadari ini semua. Menjadi mandiri bukan berarti kita tidak boleh meminta tolong ke orang lain. Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang lemah, sehingga sifat ketergantungan itu sebenarnya melekat pada kita.</p>



<p>Hanya kita yang mampu mengukur sendiri sampai mana batas kemampuan kita. Jangan terlalu dimanja, tapi juga jangan terlalu dipaksakan. Jika kita sudah merasa kewalahan, tidak ada salahnya meminta bantuan ke orang lain.</p>



<p>Minta tolong ke orang lain bukan berarti kita lemah dan merasa orang yang dimintai orang lain lebih kuat. Dengan minta tolong, artinya kita menerima kekurangan diri sendiri dan menyadari kalau kita hanyalah makhluk biasa.</p>



<p>Itachi, setelah menyadari dirinya gagal karena menanggung semuanya sendirian, akhirnya memutuskan untuk meminta tolong ke Naruto untuk menghentikan perang dunia ninja sekaligus menyelamatkan Sasuke. </p>



<p>Itachi juga mengingatkan kepada Naruto jangan sampai ia melupakan teman-temannya. Jika sampai Naruto melupakan teman-temannya, ia akan menjadi orang yang arogan dan egois, sehingga ia tidak ada bedanya dengan Madara yang menjadi <em>main villain </em>di serial tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis merasa dirinya terlalu bergantung kepada orang lain, iya. Penulis ingin belajar hidup lebih mandiri lagi, iya. Penulis ingin berhenti terlalu banyak minta tolong ke orang lain, iya, setidaknya sampai Penulis merasa mentok dan tidak bisa menyelesaikan suatu permasalahan.</p>



<p>Nasihat dari teman Penulis menyadarkan kalau upaya Penulis melakukan semuanya sendirian jelas akan banyak gagalnya. Hampir tidak ada manusia yang bisa menanggung semua beban sendirian. Manusia membutuhkan manusia lainnya, karena kita makhluk sosial.</p>



<p>Oleh karena itu, tulisan ini Penulis buat untuk mengingatkan dirinya untuk terus berusaha menjadi orang yang lebih mandiri lagi, tapi tanpa perlu menekan dirinya terlalu keras hingga menolak bantuan dari orang lain.</p>



<p>Manusia itu hakikatnya makhluk yang lemah dan penuh kekurangan, kita tidak akan mampu menanggung semuanya sendirian. Kita harus mengakui kalau kita membutuhkan manusia lainnya, tanpa perlu jadi ketergantungan terhadap mereka.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 22 November 2021, terinspirasi setelah berdiskusi dengan seorang kawan dekat</p>



<p>Foto: <a href="https://unsplash.com/@nci">National Cancer Institute</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lainnya/">Kadang Dokter Pun Butuh Bantuan Dokter Lainnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/kadang-dokter-pun-butuh-bantuan-dokter-lainnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluar dari Zona Nyaman</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2018 08:10:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[berdikari]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[ke luar]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[zona nyaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1025</guid>

					<description><![CDATA[<p>Istilah ke luar zona nyaman mungkin memang sudah terdengar terlalu mainstream. Sudah banyak orang yang menyerukan untuk ke luar dari lingkungan yang dapat membuat kita terlena hingga menjadi lalai. Lantas mengapa penulis menulis tulisan ini? Karena penulis hendak ke luar dari zona nyaman penulis dengan merantau ke kota yang jauh dari rumah, jauh dari keluarga, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/">Keluar dari Zona Nyaman</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah ke luar zona nyaman mungkin memang sudah terdengar terlalu <em>mainstream</em>. Sudah banyak orang yang menyerukan untuk ke luar dari lingkungan yang dapat membuat kita terlena hingga menjadi lalai.</p>
<p>Lantas mengapa penulis menulis tulisan ini? Karena penulis hendak ke luar dari zona nyaman penulis dengan merantau ke kota yang jauh dari rumah, jauh dari keluarga, dan jauh dari lingkungan yang nyaman. Penulis hendak sedikit berbagi apa yang penulis rasakan terkait rencana ini.</p>
<p>Penulis sangat nyaman dengan tempat penulis tinggal sekarang. Tinggal bersama orangtua di lingkungan yang sangat kondusif membuat penulis sangat betah tinggal di sini. Apalagi sebagai mantan ketua Karang Taruna, penulis memiliki kedekatan emosional dengan anggota-anggotanya.</p>
<p>Kondisi yang ideal ini membuat penulis merasa susah berkembang. Penulis ingin merasakan lingkungan baru yang bisa membuat penulis menjadi lebih baik baik dari hari kemarin. Jakarta penulis pilih karena sudah mengetahui sedikit banyak seluk-beluknya dari beberapa perjalanan ke sana.</p>
<p>Penulis ingin lebih <strong>BERDIKARI</strong> alias <strong>berdiri di atas kaki sendiri</strong> alias belajar hidup mandiri jauh dari orang tua dan lingkungan yang nyaman. Apalagi, penulis tidak memiliki pengalaman merantau yang lama. Paling lama hanya sekitar 4 bulan di Pare, Kediri. Itu pun masih sering pulang pergi Kediri-Malang.</p>
<p><div id="attachment_1026" style="width: 884px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1026" class="size-full wp-image-1026" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-25_145940.jpg" alt="" width="874" height="208" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-25_145940.jpg 874w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-25_145940-300x71.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-25_145940-768x183.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/2018-07-25_145940-356x85.jpg 356w" sizes="(max-width: 874px) 100vw, 874px" /><p id="caption-attachment-1026" class="wp-caption-text">(https://quotefancy.com/quote/831622/Ibn-Taymiyyah-Don-t-depend-too-much-on-anyone-in-this-world-because-even-your-own-shadow)</p></div></p>
<p>Selain itu, penulis juga ingin mengurangi ketergantungan terhadap orang lain, terutama orang tua. Sudah saatnya penulis membuka lembaran baru di mana penulis sendiri yang menggoreskan penanya di tiap lembar bukunya. Hal tersebut susah untuk dilakukan jika kita masih satu atap dengan orang tua.</p>
<p>Penulis akan memulai pengembaraannya bulan Agustus, karena kebetulan penulis termasuk <em>volunteer </em>Asian Games. Setelah even tersebut, penulis akan mencari kos sembari mencoba segala peluang yang tersedia di sana, baik kerja maupun kuliah.</p>
<p>Semoga pilihan penulis untuk ke luar dari zona nyaman memberikan manfaat kepada kita semua, terlebih untuk penulis sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 25 Juni 2018, terinspirasi dengan keputusan yang sudah penulis buat</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://unsplash.com/photos/MDupks3qrVo">https://unsplash.com/photos/MDupks3qrVo</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/">Keluar dari Zona Nyaman</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
