<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>memori Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/memori/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/memori/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jul 2026 13:47:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>memori Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/memori/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Board Game #34: Vendespil Memory Game</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-34-vendespil-memory-game/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-34-vendespil-memory-game/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2026 16:52:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[bendera]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[memori]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8761</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjelang pernikahan adik Penulis, Penulis sempat mengajak teman-teman dan sepupunya untuk jalan-jalan di Jakarta. Salah satu tempat yang menjadi destinasi adalah Grand Indonesia (GI), salah satu mal terbesar di Indonesia. Nah, di GI ada sebuah toko yang dari luar terlihat menarik bernama Flying Tiger Copenhagen. Banyak barang-barang lucu yang terlihat dari luar dan kebetulan Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-34-vendespil-memory-game/">Koleksi Board Game #34: Vendespil Memory Game</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Menjelang pernikahan adik Penulis, Penulis sempat mengajak teman-teman dan sepupunya untuk jalan-jalan di Jakarta. Salah satu tempat yang menjadi destinasi adalah Grand Indonesia (GI), salah satu mal terbesar di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, di GI ada sebuah toko yang dari luar terlihat menarik bernama <strong>Flying Tiger Copenhagen</strong>. Banyak barang-barang lucu yang terlihat dari luar dan kebetulan Penulis menyukai benda-benda yang unik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sanalah Penulis menemukan sebuah <em>board game </em>kecil bernama <strong>Vendespil Memory Game</strong>. Ukurannya mini, hanya segenggaman tangan. Harganya pun murah, kalau tidak salah waktu itu Rp60 ribu atau Rp80 ribu. Untuk itu, Penulis pun membelinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game Vendespil Memory Game</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Vendespil Memory Game</li>



<li>Desainer: ?</li>



<li>Publisher: ?</li>



<li>Tahun Rilis: ?</li>



<li>Jumlah Pemain: Berapa aja boleh</li>



<li>Waktu Bermain: Tergantung yang main</li>



<li>Rating BGG: &#8211;</li>



<li>Tingkat Kesulitan: &#8211;</li>



<li>Harga: Rp60.000-Rp80.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Vendespil Memory Game</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-board-game-34-b-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8764" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-board-game-34-b-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-board-game-34-b-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-board-game-34-b-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-board-game-34-b.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">(<a href="https://flyingtiger.com/en-at/products/memory-game-flags-3055049?srsltid=AfmBOoraMuME4PbYPJCQD7KhbAHyPUxevl9CVUE49Uk3_t3SVAkf6UNM">Flying Tiger Copenhagen</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai namanya, ini adalah permainan daya ingat di mana kita harus mencocokkan gambar yang sama. Kebetulan, yang satu ini temanya adalah bendera negara. Total ada 68 kartu, yang artinya ada 34 bendera berbeda di mana mayoritasnya adalah negara Eropa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di awal permainan, kocok semua kartu dan letakkan secara tertutup semua kartunya. Secara bergiliran, setiap pemain akan membuka dua kartu pilihannya. Apabila kartu yang dibuka berbeda, kembalikan ke posisi menghadap bawah. Jika sama, ambil dan letakkan di dekat pemain untuk <em>scoring</em> nanti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peraturannya bisa berbeda-beda tergantung bermain dengan siapa, karena permainan ini bebas menggunakan <em>house rule</em> seperti apa pun. Kalau Penulis, pemain akan berkesempatan untuk memilih lagi apabila berhasil mendapatkan pasangan kartu yang sama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peletakkan kartu pun bebas, tidak ada aturan baku yang menentukan seperti apa posisi kartunya. Mau dibaris rapi biar gampang ingatnya, boleh. Mau diacak biar lebih menantang, juga boleh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemain dengan jumlah pasangan kartu terbanyak akan keluar sebagai pemenangnya. Kalau seri, anggap saja menang bersama. Kurang lebih seperti itulah cara bermain Vendespil Memory Game yang sangat sederhana.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Vendespil Memory Game</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-board-game-34-a-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8765" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-board-game-34-a-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-board-game-34-a-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-board-game-34-a-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-board-game-34-a.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">(<a href="https://jp.mercari.com/item/m38277787093?srsltid=AfmBOoqqXkWUY7OuuWq1G6fnYl-bSOykDJQo_Sja3FkeFGWyg1WxjEvD">Mercari</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Awalnya, Penulis ragu-ragu mau memasukkan <em>board game </em>ini ke dalam daftar koleksi yang ingin dibuat tulisannya. Rasanya sama seperti memasukkan catur ke dalam daftar. Hanya saja, setelah melalui berbagai pertimbangan, Penulis memutuskan untuk tetap menuliskannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sewaktu kecil, Penulis memiliki permainan serupa. Ukuran kartunya pun mirip, kotak dengan sudut yang sedikit melengkung. Kartu ini memiliki warna belakang biru dan di depannya dominan putih dengan berbagai gambar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, gambar-gambarnya inilah yang sangat Penulis ingat. Salah satu alasannya adalah adanya gambar <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-lucky-luke/">Lucky Luke</a>. Bisa dibilang, inilah pertemuan Penulis pertama dengan koboi tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Gambar lainnya adalah astronot dan berbagai macam hewan, dengan dominasi warna karakternya adalah kuning, biru, merah, dan hijau. Intinya, permainan ini sangat <em>memorable </em>bagi Penulis, sehingga permainan memori seperti ini tetap Penulis gemari hingga sekarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena alasan sentimental tersebut, Penulis memutuskan untuk menulis tulisan ini. Memang tidak banyak yang bisa dibahas dari permainan sejuta umat seperti ini, tapi Penulis tetap menginginkannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Case </em>dari permainan ini terbuat dari bahan semacam kaleng yang solid, walau minusnya mudah meninggalkan bekas gores terutama di bagian bawah. Kualitas kartunya sendiri bagus, berbahan kertas yang tebal dan licin. Gambar benderanya jelas, yang dilengkapi dengan informasi nama negara dan ibukotanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vendespil Memory Game seru untuk dimainkan ramai-ramai, tapi juga bisa dimainkan sendirian di kala sedang tidak ada kegiatan lain. Ukurannya yang kecil membuat mobilitasnya sangat tinggi dan mudah dibawa ke tongkrongan.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: <strong>7/10</strong></mark></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah ini, Penulis akan membahas sebuah <em>board</em> <em>game</em> dengan tema perjudian. Tentu, bukan uang sungguhan yang digunakan di sini. Kita akan melihat pacuan unta (bukan kuda) dan bertaruh unta mana yang akan keluar sebagai juara. <em>Board game </em>tersebut adalah <strong>Camel Up The Card Game</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 20 Juli 2026, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri <em>board game </em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-34-vendespil-memory-game/">Koleksi Board Game #34: Vendespil Memory Game</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-34-vendespil-memory-game/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pada Akhirnya Kita Semua Akan Dipisahkan Oleh Waktu</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Nov 2019 01:28:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[memori]]></category>
		<category><![CDATA[perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[pertemuan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3093</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis memang sudah mengurangi intensitas bermain Twitter. Walaupun begitu, sesekali penulis masih mengintip untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di luar sana. Kemarin, penulis menemukan sebuah gambar yang diambil dari sebuah anime. Dari Ayu, penulis mengetahui bahwa anime tersebut berjudul Hotarubi no Mori e. Apa yang istimewa dari gambar tersebut? Kalimatnya, yang jika diresapi cukup membuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu/">Pada Akhirnya Kita Semua Akan Dipisahkan Oleh Waktu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis memang sudah mengurangi intensitas bermain Twitter. Walaupun begitu, sesekali penulis masih mengintip untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di luar sana.</p>
<p>Kemarin, penulis menemukan sebuah gambar yang diambil dari sebuah anime. Dari Ayu, penulis mengetahui bahwa anime tersebut berjudul <em>Hotarubi no Mori e</em>.</p>
<p>Apa yang istimewa dari gambar tersebut? Kalimatnya, yang jika diresapi cukup membuat penulis terinspirasi membuat tulisan ini.</p>
<blockquote><p><em>Time might seperate us some day. But until then, let&#8217;s stay together</em></p></blockquote>
<h3>Di Mana Ada Pertemuan, Di Situ Ada Perpisahan</h3>
<p><div id="attachment_3095" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3095" class="size-large wp-image-3095" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3095" class="wp-caption-text">Perpisahan Itu Terkadang Menyedihkan (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@mili_vigerova">Milada Vigerova</a>)</p></div></p>
<p>Semenjak merantau ke Jakarta, penulis jadi belajar sedikit tentang artinya perpisahan. Meninggalkan keluarga dan teman yang selama ini selalu bersama adalah hal yang cukup berat.</p>
<p>Bahkan dalam <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">lingkungan Karang Taruna</a> pun, perpisahan tidak terhindarkan. Satu persatu mulai meninggalkan perumahan tempat penulis tinggal dengan berbagai alasan dan tujuan. Ada yang ke Bali, ke Jakarta, hingga ke Belanda.</p>
<p>Penulis menyadari bahwa perpisahan adalah hal yang tidak bisa kita hindari. Jika waktunya untuk berpisah telah tiba, hampir tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya.</p>
<p>Untuk sekadar melepas rindu dengan memanfaatkan teknologi mungkin bisa, tapi tetap tidak bisa menggantikan intimnya pertemuan langsung.</p>
<p>Mungkin para pujangga bisa saja menuliskan bahwa rindu tidak akan terjadi jika orang tersebut ada di dalam hati kita, tapi pada prakteknya hal semacam itu sangat sulit. Kita tetap butuh pertemuan secara langsung.</p>
<p>Perpisahan pun ada banyak macamnya. Ada yang berpisah hanya karena jarak, ada yang berpisah karena sudah tak bisa bersama, ada yang terpaksa berpisah karena kematian datang menjemput.</p>
<p>Pada akhirnya semua pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan, apapun bentuknya.</p>
<h3>Terus Membuat Kenangan</h3>
<p><div id="attachment_3097" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3097" class="size-large wp-image-3097" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3097" class="wp-caption-text">Membuat Kenangan Selagi Bisa (<a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@jontyson">Jon Tyson</a>)</p></div></p>
<p>Dari anime <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/">Isshuukan Friends</a>, </em>penulis belajar bahwa kenangan itu penting, tapi lebih penting untuk terus membuat kenangan bersama orang-orang terkasih.</p>
<p>Perpisahan memang hal yang tidak bisa kita hindari. Kenangan menjadi penting untuk mengisi kekosongan yang terjadi akibat perpisahan tersebut.</p>
<p>Penulis termasuk orang yang sering membayangkan ketika waktu untuk berpisah akhirnya tiba. Akibatnya, penulis sering menjadi murung karena membayangkan kesedihannya.</p>
<p>Penulis sadar daripada terus murung memikirkan apa yang belum terjadi, lebih baik penulis berusaha menikmati hari ini bersama orang-orang tersayang,</p>
<p>Terpisah oleh jarak bukan berarti kita tidak bisa membuat kenangan bersama. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan, walau memang rasanya berbeda jika dibandingkan dengan pertemuan langsung.</p>
<p>Jujur, penulis kemarin merasa sedih ketika tidak bisa ikut <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/pembubaran-panitia-agustusan/">pembubaran panitia 17-an</a> karena harus lanjut mencari nafkah di ibu kota. Penulis sedih karena tidak bisa ikut membuat kenangan bersama mereka.</p>
<p>Itu merupakan konsekuensi yang harus penulis terima. Sedih boleh, tapi jangan berlebihan. Idealnya, penulis harus merasa senang ketika mereka semua terlihat bahagia.</p>
<p>Sayang, praktek selalu lebih susah daripada teorinya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Kenapa harus ada pertemuan jika ujung-ujungnya adalah perpisahan? Agar kita bisa menikmati momen-momen saat bertemu jika waktunya untuk berpisah telah tiba.</p>
<p>Waktu mungkin akan memisahkan kita. Tapi sampai waktunya tiba, mari kita terus bersama. Walaupun sudah berpisah, ayo tetap membuat kenangan bersama hingga maut memisahkan.</p>
<p>Maunya sih begitu, tapi kadang takdir berkata lain.</p>
<p>Bagi penulis, bentuk perpisahan yang paling menyedihkan adalah <strong>dilupakan</strong>. Hubungan yang dulu terasa dekat tiba-tiba merenggang begitu saja. Kadang kita tahu apa penyebabnya, kadang tidak.</p>
<p>Jika disuruh memilih, penulis akan lebih memilih dilupakan daripada melupakan. Biarlah penulis dilupakan oleh orang lain, setidaknya terima kasih atas semua kenangan yang sudah diberikan selama ini.</p>
<p>Hubungan dengan manusia itu memang rumit. Mungkin sampai kapanpun kita tidak akan benar-benar memahaminya, atau setidaknya penulis yang akan merasa seperti itu.</p>
<p>Tapi, penulis memilih untuk menjalani hubungan yang rumit seperti itu daripada harus sendirian. Penulis pernah sendiri, dan itu jauh lebih menyakitkan bahkan jika dibandingkan dengan perpisahan sekalipun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 21 November 2019, terinspirasi dari sebuah gambar yang penulis temukan di Twitter</p>
<p>Foto: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@mantashesthaven">Mantas Hesthaven</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/pada-akhirnya-kita-semua-akan-dipisahkan-oleh-waktu/">Pada Akhirnya Kita Semua Akan Dipisahkan Oleh Waktu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membuat Kenangan Ala Isshuukan Friends</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2018 15:59:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[ingatan]]></category>
		<category><![CDATA[Isshuukan Friends]]></category>
		<category><![CDATA[kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[memori]]></category>
		<category><![CDATA[One Week Friends]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1906</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika mendapatkan tawaran menonton salah satu film pada even Pekan Sinema Jepang di Grand Indonesia, penulis memutuskan untuk menonton One Week Friends setelah beberapa judul lainnya tidak cocok jam tayangnya. Setelah membaca sinopsis singkatnya, penulis merasa penasaran dengan film ini. Diceritakan seorang anak SMA bernama Kaori Fujimiya yang hanya bisa memiliki ingatan tentang temannya dalam waktu satu minggu. Setiap Senin, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/">Membuat Kenangan Ala Isshuukan Friends</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika mendapatkan tawaran menonton salah satu film pada even <strong>Pekan Sinema Jepang </strong>di Grand Indonesia, penulis memutuskan untuk menonton <strong>One Week Friends </strong>setelah beberapa judul lainnya tidak cocok jam tayangnya.</p>
<p>Setelah membaca sinopsis singkatnya, penulis merasa penasaran dengan film ini. Diceritakan seorang anak SMA bernama <strong>Kaori Fujimiya </strong>yang hanya bisa memiliki ingatan tentang temannya dalam waktu satu minggu. Setiap Senin, ia akan lupa dengan teman-temannya.</p>
<p><div id="attachment_1909" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1909" class="size-large wp-image-1909" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IF-1024x576.png" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IF-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IF-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IF-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IF-356x200.png 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/IF.png 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1909" class="wp-caption-text">Kaori dan Yuki (Akiba Nation)</p></div></p>
<p>Namun hal tersebut tidak menghalangi niat <strong>Yuki Hase</strong> untuk menjadikan Kaori sebagai temannya. Meskipun ditolak berkali-kali, Yuki selalu berusaha meminta Kaori menjadi temannya,</p>
<p>Penulis sempat curiga bahwa film ini diangkat dari serial anime jika dilihat dari model ceritanya. Ternyata benar saja, film ini diangkat dari anime yang berjudul sama, yang dalam bahasa Jepang disebut <strong>Isshuukan Friends.</strong></p>
<h3>Anime vs <em>Live Action</em></h3>
<p>Waktu pertama kali melihat <em>style </em>dari anime ini, penulis langsung suka. Anime ini digambarkan dengan sederhana dengan nuansa warna yang sendu. Rasanya baru kali ini penulis menemukan <em>style </em>anime seperti ini.</p>
<p>Jalan ceritanya versi animenya ini ternyata memiliki beberapa perbedaan dengan versi <em>live action</em>-nya. Sebut saja <strong>Saki Yamagishi </strong>yang pada <em>live action-</em>nya merupakan teman masa kecil Yuki, di animenya justru merupakan teman masa kecil sahabat Yuki yang bernama <strong>Shogo Kiryu</strong>.</p>
<p>Karakter Kaori versi animenya juga lebih ramah dan lebih terbuka kepada orang lain. Ayah Kaori yang lumayan dominan di <em>live action</em>-nya sama sekali tidak pernah muncul di versi animenya.</p>
<p><div id="attachment_1907" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1907" class="size-large wp-image-1907" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/One-Week-Friends-F-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/One-Week-Friends-F-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/One-Week-Friends-F-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/One-Week-Friends-F-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/One-Week-Friends-F-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/One-Week-Friends-F.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1907" class="wp-caption-text">Live Action (KAORI Nusantara)</p></div></p>
<p>Perbedaan yang lebih mendasar adalah tentang buku harian Kaori. Jika di versi <em>live action-</em>nya Yuki yang menulis buku tersebut, maka di animenya Kaori sendirilah yang menulis pengalaman-pengalamannya.</p>
<p>Lalu, peristiwa yang menyebabkan Kaori hilang ingatan sebenarnya sama, hanya saja berbeda waktu. Di <em>live action</em>, Kaori kecelakaan sewaktu SMP, sedangkan di animenya terjadi sewaktu SD.</p>
<p>Dua-duanya terjadi dengan sumber permasalahan yang sama. Kaori hendak bertemu dengan temannya yang akan pindah, <strong>Hajime Kujo</strong>, namun dihalangi oleh teman-temannya yang cemburu akan kedekatan Kaori dengan Hajime.</p>
<p>Yang jelas, versi <em>live action</em>-nya lebih drama dibandingkan animenya, dan penulis kurang menyukainya. Mungkin ada perbedaan-perbedaan lainnya, tapi penulis tidak akan membahasnya lagi. Sekarang, penulis ingin membahas lebih dalam tentang animenya.</p>
<h3>Anime yang Membuat Sesak Dada</h3>
<p>Anime ini tergolong singkat, hanya memiliki 12 episode. Episode 1 sampai 8 menceritakan perjuangan Yuki untuk bisa menjadi teman Kaori, diawali dari makan siang bersama di atap sekolah.</p>
<p>Yuki juga banyak membantu Kaori untuk bisa berteman dengan teman kelas lainnya. Perjuangan Yuki tidak sia-sia. Lama-kelamaan, Kaori bisa mengingat teman-temannya tersebut, tentu dengan bantuan buku harian yang ia tulis.</p>
<p><div id="attachment_1908" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1908" class="size-large wp-image-1908" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Vivid-Isshuukan-Friends-08-SmallAnime.com-2F79639A.mkv_snapshot_23.36_2014.05.28_07.33.18-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Vivid-Isshuukan-Friends-08-SmallAnime.com-2F79639A.mkv_snapshot_23.36_2014.05.28_07.33.18-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Vivid-Isshuukan-Friends-08-SmallAnime.com-2F79639A.mkv_snapshot_23.36_2014.05.28_07.33.18-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Vivid-Isshuukan-Friends-08-SmallAnime.com-2F79639A.mkv_snapshot_23.36_2014.05.28_07.33.18-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Vivid-Isshuukan-Friends-08-SmallAnime.com-2F79639A.mkv_snapshot_23.36_2014.05.28_07.33.18-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Vivid-Isshuukan-Friends-08-SmallAnime.com-2F79639A.mkv_snapshot_23.36_2014.05.28_07.33.18.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1908" class="wp-caption-text">Teman-Teman Kaori (Red Utopia)</p></div></p>
<div class="mceTemp"></div>
<p>Semakin bertambahnya hari, kemampuan mengingat Kaori semakin membaik. Hingga teman SD-nya yang bernama Hajime pindah ke kelas Yuki dan Kaori. Di hari pertamanya, ia menyebut Kaori sebagai pengkhianat, membuat Kaori jatuh pingsan dan kehilangan lagi ingatannya.</p>
<p>Bayangkan, selama 8 episode berjuang secara bertahap agar dirinya bisa menjadi teman dan diingat oleh Kaori, langsung sirna pada satu episode. Buku harian yang dibaca Kaori setelahnya tidak banyak membantu, dan itu membuat Yuki merasa sedih.</p>
<p>Ketika terbongkar penyebab ketidakmampuan Kaori mengingat tentang teman, Yuki memutuskan untuk menjauh dari Kaori. Ia tidak ingin membuat Kaori mengalami kejadian-kejadian serupa yang membuatnya hilang ingatan.</p>
<p><div id="attachment_1911" style="width: 1034px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-1911" class="size-large wp-image-1911" src="http://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/vlcsnap-2014-06-02-01h47m32s233-1024x576.png" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/vlcsnap-2014-06-02-01h47m32s233-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/vlcsnap-2014-06-02-01h47m32s233-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/vlcsnap-2014-06-02-01h47m32s233-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/vlcsnap-2014-06-02-01h47m32s233-356x200.png 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/vlcsnap-2014-06-02-01h47m32s233.png 1280w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><p id="caption-attachment-1911" class="wp-caption-text">Hajime Kujo (JUS @nimanga &#8211; WordPress.com)</p></div></p>
<p>Episode 9 sampai 11 merupakan episode-episode yang membuat sesak dada karena melihat Yuki yang terpaksa menjauh demi kebaikan Kaori. Kaori yang sebenarnya ingin tetap berteman baik dengan Yuki pun seperti tidak tahu harus berbuat apa.</p>
<p>Untunglah, di episode terakhir, semua berakhir dengan bahagia. Ketika mereka berdoa di depan kuil setelah tak sengaja bertemu, Kaori mengucapkan harapannya sambil menangis untuk tetap bisa berteman dengan Yuki seperti biasanya.</p>
<p>Harapan tersebut dijawab dengan teriakan dari Yuki, mengucapkan bahwa ia menginginkan hal yang sama. Tawa bahagia keluar dari mereka berdua, dan hubungan pertemanan mereka pun kembali normal. Tamat!</p>
<p><em>Ending</em>-nya memiliki perbedaan dengan versi manganya (iya, anime ini sebenarnya diangkat dari sebuah manga). Di versi manga, semua ingatan Kaori kembali setelah ia mengetahui penyebab kecelakaannya. Di versi anime maupun <em>live action</em>, hal ini tidak terjadi.</p>
<p>Sebagai tambahan, <em>background music </em>dari anime ini sangat enak untuk didengarkan.</p>
<h3>Terus Membuat Kenangan Baru</h3>
<p>Penulis sangat menyukai kalimat yang keluar dari Yuki ketika episode terakhir akan habis:</p>
<blockquote><p><i>Kenangan memang penting, tetapi ada hal yang jauh lebih penting. Hal itu adalah terus membuat kenangan baru.</i></p></blockquote>
<p>Yuki mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah dalam membuat kenangan baru. Meskipun ingatan Kaori hanya bertahan satu minggu, ia tidak pernah mundur dan menyerah.</p>
<p>Mungkin kita pernah terjebak dalam kenangan, berharap kenangan indah tersebut akan terulang kembali. Padahal, yang lebih penting adalah membuat lebih banyak kenangan baru meskipun tidak seindah kenangan yang telah terjadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 30 Desember 2018, terinspirasi setelah menonton anime <strong>Isshuukan Friends</strong></p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://arekploso24.blogspot.com/2014/11/isshuukan-friend-quotes.html" target="_blank" rel="noopener" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiugbe2ysXfAhWBK48KHcnABnIQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Arek Ploso</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/">Membuat Kenangan Ala Isshuukan Friends</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
