Membuat Kenangan Ala Isshuukan Friends

Ketika mendapatkan tawaran menonton salah satu film pada even Pekan Sinema Jepang di Grand Indonesia, penulis memutuskan untuk menonton One Week Friends setelah beberapa judul lainnya tidak cocok jam tayangnya.

Setelah membaca sinopsis singkatnya, penulis merasa penasaran dengan film ini. Diceritakan seorang anak SMA bernama Kaori Fujimiya yang hanya bisa memiliki ingatan tentang temannya dalam waktu satu minggu. Setiap Senin, ia akan lupa dengan teman-temannya.

Kaori dan Yuki (Akiba Nation)

Namun hal tersebut tidak menghalangi niat Yuki Hase untuk menjadikan Kaori sebagai temannya. Meskipun ditolak berkali-kali, Yuki selalu berusaha meminta Kaori menjadi temannya,

Penulis sempat curiga bahwa film ini diangkat dari serial anime jika dilihat dari model ceritanya. Ternyata benar saja, film ini diangkat dari anime yang berjudul sama, yang dalam bahasa Jepang disebut Isshuukan Friends.

Anime vs Live Action

Waktu pertama kali melihat style dari anime ini, penulis langsung suka. Anime ini digambarkan dengan sederhana dengan nuansa warna yang sendu. Rasanya baru kali ini penulis menemukan style anime seperti ini.

Jalan ceritanya versi animenya ini ternyata memiliki beberapa perbedaan dengan versi live action-nya. Sebut saja Saki Yamagishi yang pada live action-nya merupakan teman masa kecil Yuki, di animenya justru merupakan teman masa kecil sahabat Yuki yang bernama Shogo Kiryu.

Karakter Kaori versi animenya juga lebih ramah dan lebih terbuka kepada orang lain. Ayah Kaori yang lumayan dominan di live action-nya sama sekali tidak pernah muncul di versi animenya.

Live Action (KAORI Nusantara)

Perbedaan yang lebih mendasar adalah tentang buku harian Kaori. Jika di versi live action-nya Yuki yang menulis buku tersebut, maka di animenya Kaori sendirilah yang menulis pengalaman-pengalamannya.

Lalu, peristiwa yang menyebabkan Kaori hilang ingatan sebenarnya sama, hanya saja berbeda waktu. Di live action, Kaori kecelakaan sewaktu SMP, sedangkan di animenya terjadi sewaktu SD.

Dua-duanya terjadi dengan sumber permasalahan yang sama. Kaori hendak bertemu dengan temannya yang akan pindah, Hajime Kujo, namun dihalangi oleh teman-temannya yang cemburu akan kedekatan Kaori dengan Hajime.

Yang jelas, versi live action-nya lebih drama dibandingkan animenya, dan penulis kurang menyukainya. Mungkin ada perbedaan-perbedaan lainnya, tapi penulis tidak akan membahasnya lagi. Sekarang, penulis ingin membahas lebih dalam tentang animenya.

Anime yang Membuat Sesak Dada

Anime ini tergolong singkat, hanya memiliki 12 episode. Episode 1 sampai 8 menceritakan perjuangan Yuki untuk bisa menjadi teman Kaori, diawali dari makan siang bersama di atap sekolah.

Yuki juga banyak membantu Kaori untuk bisa berteman dengan teman kelas lainnya. Perjuangan Yuki tidak sia-sia. Lama-kelamaan, Kaori bisa mengingat teman-temannya tersebut, tentu dengan bantuan buku harian yang ia tulis.

Teman-Teman Kaori (Red Utopia)

Semakin bertambahnya hari, kemampuan mengingat Kaori semakin membaik. Hingga teman SD-nya yang bernama Hajime pindah ke kelas Yuki dan Kaori. Di hari pertamanya, ia menyebut Kaori sebagai pengkhianat, membuat Kaori jatuh pingsan dan kehilangan lagi ingatannya.

Bayangkan, selama 8 episode berjuang secara bertahap agar dirinya bisa menjadi teman dan diingat oleh Kaori, langsung sirna pada satu episode. Buku harian yang dibaca Kaori setelahnya tidak banyak membantu, dan itu membuat Yuki merasa sedih.

Ketika terbongkar penyebab ketidakmampuan Kaori mengingat tentang teman, Yuki memutuskan untuk menjauh dari Kaori. Ia tidak ingin membuat Kaori mengalami kejadian-kejadian serupa yang membuatnya hilang ingatan.

Hajime Kujo (JUS @nimanga – WordPress.com)

Episode 9 sampai 11 merupakan episode-episode yang membuat sesak dada karena melihat Yuki yang terpaksa menjauh demi kebaikan Kaori. Kaori yang sebenarnya ingin tetap berteman baik dengan Yuki pun seperti tidak tahu harus berbuat apa.

Untunglah, di episode terakhir, semua berakhir dengan bahagia. Ketika mereka berdoa di depan kuil setelah tak sengaja bertemu, Kaori mengucapkan harapannya sambil menangis untuk tetap bisa berteman dengan Yuki seperti biasanya.

Harapan tersebut dijawab dengan teriakan dari Yuki, mengucapkan bahwa ia menginginkan hal yang sama. Tawa bahagia keluar dari mereka berdua, dan hubungan pertemanan mereka pun kembali normal. Tamat!

Ending-nya memiliki perbedaan dengan versi manganya (iya, anime ini sebenarnya diangkat dari sebuah manga). Di versi manga, semua ingatan Kaori kembali setelah ia mengetahui penyebab kecelakaannya. Di versi anime maupun live action, hal ini tidak terjadi.

Sebagai tambahan, background music dari anime ini sangat enak untuk didengarkan.

Terus Membuat Kenangan Baru

Penulis sangat menyukai kalimat yang keluar dari Yuki ketika episode terakhir akan habis:

Kenangan memang penting, tetapi ada hal yang jauh lebih penting. Hal itu adalah terus membuat kenangan baru.

Yuki mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah dalam membuat kenangan baru. Meskipun ingatan Kaori hanya bertahan satu minggu, ia tidak pernah mundur dan menyerah.

Mungkin kita pernah terjebak dalam kenangan, berharap kenangan indah tersebut akan terulang kembali. Padahal, yang lebih penting adalah membuat lebih banyak kenangan baru meskipun tidak seindah kenangan yang telah terjadi.

 

 

Kebayoran Lama, 30 Desember 2018, terinspirasi setelah menonton anime Isshuukan Friends

Foto: Arek Ploso

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.