Connect with us

Anime & Komik

Membuat Kenangan Ala Isshuukan Friends

Published

on

Ketika mendapatkan tawaran menonton salah satu film pada even Pekan Sinema Jepang di Grand Indonesia, penulis memutuskan untuk menonton One Week Friends setelah beberapa judul lainnya tidak cocok jam tayangnya.

Setelah membaca sinopsis singkatnya, penulis merasa penasaran dengan film ini. Diceritakan seorang anak SMA bernama Kaori Fujimiya yang hanya bisa memiliki ingatan tentang temannya dalam waktu satu minggu. Setiap Senin, ia akan lupa dengan teman-temannya.

Kaori dan Yuki (Akiba Nation)

Namun hal tersebut tidak menghalangi niat Yuki Hase untuk menjadikan Kaori sebagai temannya. Meskipun ditolak berkali-kali, Yuki selalu berusaha meminta Kaori menjadi temannya,

Penulis sempat curiga bahwa film ini diangkat dari serial anime jika dilihat dari model ceritanya. Ternyata benar saja, film ini diangkat dari anime yang berjudul sama, yang dalam bahasa Jepang disebut Isshuukan Friends.

Anime vs Live Action

Waktu pertama kali melihat style dari anime ini, penulis langsung suka. Anime ini digambarkan dengan sederhana dengan nuansa warna yang sendu. Rasanya baru kali ini penulis menemukan style anime seperti ini.

Jalan ceritanya versi animenya ini ternyata memiliki beberapa perbedaan dengan versi live action-nya. Sebut saja Saki Yamagishi yang pada live action-nya merupakan teman masa kecil Yuki, di animenya justru merupakan teman masa kecil sahabat Yuki yang bernama Shogo Kiryu.

Karakter Kaori versi animenya juga lebih ramah dan lebih terbuka kepada orang lain. Ayah Kaori yang lumayan dominan di live action-nya sama sekali tidak pernah muncul di versi animenya.

Live Action (KAORI Nusantara)

Perbedaan yang lebih mendasar adalah tentang buku harian Kaori. Jika di versi live action-nya Yuki yang menulis buku tersebut, maka di animenya Kaori sendirilah yang menulis pengalaman-pengalamannya.

Lalu, peristiwa yang menyebabkan Kaori hilang ingatan sebenarnya sama, hanya saja berbeda waktu. Di live action, Kaori kecelakaan sewaktu SMP, sedangkan di animenya terjadi sewaktu SD.

Dua-duanya terjadi dengan sumber permasalahan yang sama. Kaori hendak bertemu dengan temannya yang akan pindah, Hajime Kujo, namun dihalangi oleh teman-temannya yang cemburu akan kedekatan Kaori dengan Hajime.

Yang jelas, versi live action-nya lebih drama dibandingkan animenya, dan penulis kurang menyukainya. Mungkin ada perbedaan-perbedaan lainnya, tapi penulis tidak akan membahasnya lagi. Sekarang, penulis ingin membahas lebih dalam tentang animenya.

Anime yang Membuat Sesak Dada

Anime ini tergolong singkat, hanya memiliki 12 episode. Episode 1 sampai 8 menceritakan perjuangan Yuki untuk bisa menjadi teman Kaori, diawali dari makan siang bersama di atap sekolah.

Yuki juga banyak membantu Kaori untuk bisa berteman dengan teman kelas lainnya. Perjuangan Yuki tidak sia-sia. Lama-kelamaan, Kaori bisa mengingat teman-temannya tersebut, tentu dengan bantuan buku harian yang ia tulis.

Teman-Teman Kaori (Red Utopia)

Semakin bertambahnya hari, kemampuan mengingat Kaori semakin membaik. Hingga teman SD-nya yang bernama Hajime pindah ke kelas Yuki dan Kaori. Di hari pertamanya, ia menyebut Kaori sebagai pengkhianat, membuat Kaori jatuh pingsan dan kehilangan lagi ingatannya.

Bayangkan, selama 8 episode berjuang secara bertahap agar dirinya bisa menjadi teman dan diingat oleh Kaori, langsung sirna pada satu episode. Buku harian yang dibaca Kaori setelahnya tidak banyak membantu, dan itu membuat Yuki merasa sedih.

Ketika terbongkar penyebab ketidakmampuan Kaori mengingat tentang teman, Yuki memutuskan untuk menjauh dari Kaori. Ia tidak ingin membuat Kaori mengalami kejadian-kejadian serupa yang membuatnya hilang ingatan.

Hajime Kujo (JUS @nimanga – WordPress.com)

Episode 9 sampai 11 merupakan episode-episode yang membuat sesak dada karena melihat Yuki yang terpaksa menjauh demi kebaikan Kaori. Kaori yang sebenarnya ingin tetap berteman baik dengan Yuki pun seperti tidak tahu harus berbuat apa.

Untunglah, di episode terakhir, semua berakhir dengan bahagia. Ketika mereka berdoa di depan kuil setelah tak sengaja bertemu, Kaori mengucapkan harapannya sambil menangis untuk tetap bisa berteman dengan Yuki seperti biasanya.

Harapan tersebut dijawab dengan teriakan dari Yuki, mengucapkan bahwa ia menginginkan hal yang sama. Tawa bahagia keluar dari mereka berdua, dan hubungan pertemanan mereka pun kembali normal. Tamat!

Ending-nya memiliki perbedaan dengan versi manganya (iya, anime ini sebenarnya diangkat dari sebuah manga). Di versi manga, semua ingatan Kaori kembali setelah ia mengetahui penyebab kecelakaannya. Di versi anime maupun live action, hal ini tidak terjadi.

Sebagai tambahan, background music dari anime ini sangat enak untuk didengarkan.

Terus Membuat Kenangan Baru

Penulis sangat menyukai kalimat yang keluar dari Yuki ketika episode terakhir akan habis:

Kenangan memang penting, tetapi ada hal yang jauh lebih penting. Hal itu adalah terus membuat kenangan baru.

Yuki mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah dalam membuat kenangan baru. Meskipun ingatan Kaori hanya bertahan satu minggu, ia tidak pernah mundur dan menyerah.

Mungkin kita pernah terjebak dalam kenangan, berharap kenangan indah tersebut akan terulang kembali. Padahal, yang lebih penting adalah membuat lebih banyak kenangan baru meskipun tidak seindah kenangan yang telah terjadi.

 

 

Kebayoran Lama, 30 Desember 2018, terinspirasi setelah menonton anime Isshuukan Friends

Foto: Arek Ploso

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Anime & Komik

Ketika Adaptasi Anime Berbeda dengan Manga

Published

on

By

Kebanyakan anime yang kita tonton merupakan adaptasi dari sebuah manga. Otomatis, cerita di manga akan selalu lebih cepat dari animenya. Maka dari itu, pembaca manga akan lebih tahu dulu daripada penonton animenya.

Contoh yang paling mudah adalah Attack on Titan (AoT). Animenya baru menyelesaikan part pertama dari season keempatnya ketika manganya tamat di chapter 139 pada awal bulan ini. Mungkin butuh waktu satu tahun lagi agar penonton animenya tahu bagaimana cerita AoT berakhir.

Dalam membuat adaptasi, biasanya ada sedikit perubahan seperti pengurangan atau penambahan cerita. Di anime populer seperti Naruto dan Dragon Ball, ada banyak sekali episode filler yang tidak ada di komik dan tidak berhubungan dengan alur utama cerita.

Adaptasi manga juga ada yang memiliki akhir menggantung karena diakhiri di tengah jalan. Biasanya, anime bergenre comedy-romance yang seperti ini. Contohnya adalah Nisekoi yang seolah berakhir begitu saja ketika manganya masih berlangsung.

Nah, ada juga kasus di mana animenya memiliki alur cerita yang benar-benar berbeda dari manganya. Parahnya, perubahan tersebut dianggap merusak cerita hingga membuat fans marah besar. Contohnya adalah anime The Promised Neverland season 2 yang baru saja Penulis tamatkan.

SPOILER ALERT!!!

The Promised Neverland Season 2

Penulis sudah banyak mendengar kalau The Promised Neverland season 2 memiliki alur cerita yang nyelentang dari manganya hingga harus rela mendapatkan rating buruk. Oleh karena itu, Penulis sudah tidak berharap banyak ketika memutuskan untuk menontonnya.

Hasilnya, Penulis tetap kecewa.

Mengubah cerita dari versi aslinya sebenarnya tidak masalah, asal masih bagus. Lha ini rasanya dieksekusi secara asal-asalan hingga membuat Penulis geram setengah mati. Tidak hanya itu, banyak plot cerita dan karakter penting yang dihilangkan begitu saja.

Ada beberapa perubahan fatal yang menurut Penulis susah untuk diterima.

Sonju dan Mujika

Sonju dan Mujika (www.aniradioplus.com)

Sampai episode empat, Penulis masih merasa baik-baik saja. Sama seperti manga, Emma dan kawan-kawan bisa bertahan hidup di hutan belantara karena bertemu dengan Sonju dan Mujika yang merupakan iblis. Bedanya, mereka tidak memakan manusia.

Hanya saja, peran mereka seolah dikerdilkan. Memang Mujika masih memiliki darah yang membuat iblis tidak akan mengalami degenerasi walaupun tidak memakan manusia. Hanya saja, perannya berhenti sampai di sana saja.

Kalau di manganya, Sonju dan Mujika harus berjibaku untuk menyadarkan para iblis kalau mereka bisa mempertahankan bentuk manusianya tanpa perlu memakan manusia. Mereka dikejar waktu karena sedang dikejar pasukan kerajaan yang menganggap mereka melakukan kudeta.

Untuk itu, mereka menghidupkan leluhur mereka yang mati suri untuk membantu mereka. Bahkan, mereka sempat tertangkap dan akan dieksekusi mati sebelum diselamatkan oleh salah seorang keluarga bangsawan yang selamat dan mendukung mereka.

Mujika juga pada akhirnya diangkat menjadi seorang ratu yang baru untuk bangsa iblis, sama seperti versi animenya.

Yugo dan Goldy Pond Arc

Yugo dan Goldy Pond (Pinterest)

Mulai episode 5, cerita animenya sudah berubah total, setelah mereka menemukan shelter yang dibangun oleh William Minerva. Karakter Yugo yang tinggal di sana dihilangkan sama sekali! Padahal di manga, ia memiliki peran penting untuk dan memiliki character development yang menarik.

Tidak adanya Yugo secara otomatis membuat Goldy Pond arc juga hilang sama sekali. Padahal, di arc tersebutlah Emma pertama kali berhadapan dengan bangsawan iblis yang akan menjadi musuh terakhir mereka.

Oke, anggaplah penghilangan tersebut dilakukan agar anime ini tidak terlalu panjang dan bisa ditamatkan di season 2. Akan tetapi, masih banyak hal yang membuat emosi dari anime ini.

Kemunculan Norman

Norman? (Game N Guides)

Yang paling menjengkelkan adalah kemunculan kembali Norman! Di manganya, Emma baru bertemu Norman setelah melakukan berbagai macam petualangan yang berbahaya. Eh, lha kok di sini ketemunya cepat sekali.

Inti ceritanya memang sama, di mana Norman berhasil kabur dari labotarium Lambda bersama beberapa temannya. Namun, ada banyak sekali hal yang dihilangkan, termasuk beberapa teman Norman yang ikut kabur bersamanya.

Selain itu, di manga Norman berhasil membangun semacam tempat perlindungan yang berisi banyak manusia. Di animenya, Norman terlihat hanya memiliki kelompok kecil yang bersembunyi di semacam kuil.

Penyerbuan Grace Field

Isabella Tetap Hidup (Anime News Network)

Penyerbuan ke Grace Field oleh Emma juga terkesan terburu-buru dan memaksakan. Penyerbuan menggunakan balon udara benar-benar non-sense. Darimana mereka bisa mendapatkan balon udara sebanyak itu?

Kalau di manganya, anak-anak yang ada di shelter milik Norman diculik oleh Peter Ratri. Untungnya, sebagian anak-anak tengah berperang melawan bangsawan iblis sehingga bisa menyelinap masuk menggunakan peta peninggalan William Minerva.

Selain itu, penyerbuan dilakukan setelah mengalahkan bangsawan iblis dengan pertarungan yang epik, bukannya menakhlukkan peternakan baru menyerang mereka.

Yang menjengkelkan lagi, Isabella selamat dan ikut pergi ke dunia manusia! Di manganya, Isabella mati karena mengorbankan dirinya demi melindungi anak-anaknya. Ending seperti itu lebih cocok untuknya.

Ending Ala Presentasi Powerpoint

Ending Ala PPT (Comic Book)

Emma membuat perjanjian baru dengan iblis untuk mengirim keluarganya ke dunia manusia. Sebagai bayarannya, ia akan kehilangan semua ingatan tentang mereka dan akan terpisah dari mereka. Butuh 2 tahun untuk Norman, Ray, dan lainnya untuk menemukan Emma yang tidak tahu siapa mereka.

Itu versi manganya. Walau agak terlalu bahagia, ending tersebut masih bisa diterima dan cukup memuaskan. Beda sama versi animenya.

Setelah menerobos Grace Field yang kesannya sangat mudah ditembus, Emma dan kawan-kawan berhasil mencapai gerbang perbatasan antara dunia manusia dan dunia iblis. Saat semua masuk, beberapa di antara mereka memutuskan tinggal untuk “mengubah dunia iblis”.

Penulis sempat mengira kalau ini akan menjadi premis season ketiga. Ternyata, tidak ada yang namanya season ketiga. “Mengubah dunia iblis” hanya ditampilkan melalui potongan-potongan gambar ala presentasi Powerpoint.

Penutup

Di situs MyAnimeList, rating anime The Promised Neverland season 2 hanya 5.7. Bandingkan dengan season pertamanya yang memiliki rating 8.63.

Penulis tidak tahu apa alasan mereka yang membuat anime ini merombak sedemikian rupa ceritanya dan tidak tertarik untuk mencarinya di berita. Yang jelas, Penulis merasa kecewa dengan anime ini.

Sekali lagi, tidak masalah jika adaptasi anime memiliki alur cerita yang berbeda dari manga. Tapi kalau lebih jelek, buat apa?

Lawang, 17 April 2021, terinpirasi setelah menonton anime The Promised Neverland season 2

Foto: CBR

Continue Reading

Anime & Komik

Setelah Attack on Titan Tamat

Published

on

By

Manga yang hype-nya akhir-akhir ini tinggi, Attack on Titan (AoT), akhirnya menyelesaikan chapter terakhirnya di nomor 139. Meskipun sudah banyak beredar bocoran sebelum rilis, fans tetap saja menantikan bagaimana kisah Eren dan kawan-kawan berakhir.

Singkat cerita, manga ini harus berakhir dengan kematian Eren setelah Mikasa memenggal kepalanya. Peristiwa rumbling berhenti total dan para Titan hilang menjadi debu karena Ymir telah terbebas dari penderitaan cintanya ke Raja Fritz.

Fans sendiri terbagi menjadi kedua golongan: yang merasa puas dengan ending-nya dan yang merasa tidak puas dengan ending-nya. Penulis sendiri sebenarnya merasa biasa karena dirinya termasuk fans karbitan. Tapi jika disuruh memilih, mungkin Penulis akan lebih memilih opsi kedua.

HEAVY SPOILER ALERT!!!

Karakter-Karakter yang Selamat

Levi Dipastikan Hidup (Comic Book)

AoT terkenal karena ceritanya yang cukup kelam dan tidak ragu untuk membunuh tokoh-tokoh utamanya. Entah sudah berapa karakter yang membuat fans merasa kehilangan, mulai Erwin hingga Sasha.

Sayangnya, tokoh-tokoh utama (selain Eren) berhasil bertahan hidup. Mikasa, Armin, Levi (walau harus menjadi cacat seumur hidup) bertahan hidup hingga time jump tiga tahun di akhir manganya. Anak kesayangan Isayama, Reiner, juga masih hidup.

Penulis sendiri dari awal berharap Levi akan mati secara heroik di manga ini, mengingat gaya bertarungnya yang kerap mengabaikan keselamatannya sendiri. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi.

Selain itu, Jean, Connie, hingga Gabi yang sempat menjadi Titan pun kembali menjalani hidup seperti biasa. Bahkan, ada adegan di mana Gabi bersama Falco menemani Levi yang duduk di atas kursi roda, menandakan kalau mereka telah berdamai dengan keadaan.

Tentu yang membaca manga maupun menonton anime tahu betapa bencinya Gabi terhadap bangsa Eldian di Pulau Paradis. Penyusupannya ke pulau tersebut hingga melihat bagaimana bangsa yang ia benci berjuang mati-matian melindungi warga dunia nampaknya mengubah persepsinya.

Selain itu, kita bisa melihat beberapa karakter melihat bayangan teman-temannya yang sudah tewas. Levi melihat Hange, Erwin, dan beberapa pasukan pengintai lainnya. Jean dan Connie melihat Sasha tersenyum kepada mereka.

Setelah Rumbling

Rumbling (Otakuverse)

Berbeda dengan Armin yang bertahan di benua utama, Mikasa menghilang dari peristiwa rumbling agar bisa memakamkan Eren dengan layak di tempat favoritnya. Armin pun mengaku kalau dirinya lah yang telah membunuh Eren demi melindungi Mikasa dan Eren.

Setelah itu, Pulau Paradis yang telah mendengar peristiwa rumbling berakhir merasa takut akan ada balas dendam ke mereka. Dengan nama Jaeger Faction, mereka pun mempersiapkan diri untuk menghadapi perang lanjutan.

Hanya saja, Eren telah menghabisi 80% populasi sehingga umat manusia di luar pulau yang tersisa tidak memiliki kekuatan tempur yang memadai. Setelah tiga tahun berlangsung, tidak ada peperangan yang terjadi.

Armin dan kawan-kawan bahkan menjadi duta perdamaian antara kedua belah pihak. Dunia damai yang diharapkan oleh Eren pun (kemungkinan besar) telah tercapai.

Eren yang Tetap Abu-Abu

Tetap Abu-Abu (OKEGUYS.COM)

Penulis pernah menulis artikel Antara Eren, Thanos, dan Hitler yang membahas kesamaan genosida yang dilakukan oleh mereka bertiga. Waktu itu, Penulis mengatakan kalau Eren melakukan rumbling karena ingin melindungi orang-orang yang ada di dalam Pulau Paradis.

Waktu mengetahui Eren melakukan hal yang keji tersebut, banyak yang bertanya-tanya apa yang membuat Eren berubah menjadi tokoh antagonis di season terakhirnya? Jawaban pertanyaan tersebut terjawab di chapter terakhir.

Ternyata, Eren sempat berbicara dengan teman-teman baiknya sebelum mereka berperang melalui Path. Eren menghapus memori tersebut dari mereka dan mengembalikannya setelah kematian dirinya.

Dari sana, kita mengetahui kalau Eren mengambil langkah drastis dengan menghabisi 80% populasi dunia karena telah melihat masa depan ketika menyentuh tangan Historia.

Ia menyakiti perasaan Mikasa dan membuat dirinya dimusuhi oleh rekan-rekannya sendiri demi membuat mereka terlihat sebagai pahlawan. Eren menanggung beban dan dosa itu sendirian. Hal ini tentu saja membuat fans yang mendukung rumbling semakin mengidolakan Eren.

Bagi Penulis, apapun alasannya perbuatan genosida tetap tidak bisa dibenarkan. Oleh karena itu, Penulis menganggap Eren tetap abu-abu hingga akhir hayatnya.

Eren sempat mengatakan kalau dirinya sebenarnya tidak ingin mati dan hidup bahagia bersama teman-temannya. Sayang, penglihatannya di masa depan membuatnya harus mengubur impiannya tersebut.

Ymir yang Terlalu Bucin

Terlalu Bucin (Pinterest)

Alasan kenapa kekuatan Titan masih ada selama 2000 tahun terungkap di sini. Ymir selalu pemilik kekuatan Titan pertama ternyata masih terbelenggu dengan penderitaan cinta.

Ymir ternyata sangat mencintai Raja Fritz, orang yang telah menjadikannya budak dan membuat hidupnya menderita.

What?

Cerita perjuangan manusia bertahan hidup melawan Titan ternyata hanya dikarenakan satu orang yang begitu bucin ke satu orang? Dan bagaimana ia bisa cinta mati kepada orang yang membuatnya dikejar warga satu kampung hingga membuatnya memiliki kekuatan Titan?

Penulis sedikit merasa kesal dengan hal ini, sama seperti ketika Obito mengatakan kalau ia memulai Perang Dunia Ninja Keempat karena Kakashi gagal melindungi Rin. Hanya saja, kisah cinta Ymir dan Raja Fritz lebih susah diterima.

Lantas, Ymir bisa terbebas dari penderitaan tersebut setelah dua tahun ketika melihat Mikasa (yang bucin ke Eren) menebas leher orang yang dicintainya.

What?

Bahkan Eren sendiri tidak tahu mengapa hal tersebut bisa membebaskan Ymir. Apa jangan-jangan Isayama sendiri tidak tahu alasannya sehingga membuat fans berspekulasi sendiri?

Entah ya, Penulis memang fans karbitan, tapi rasanya roman picisan seperti ini kurang cocok untuk dijadikan konklusi cerita.

Akhir yang Terlalu Bahagia

Tetap Jadi Salah Satu Anime Terbaik (Aniraw! – We Share what we got)

Ada banyak teori fans yang terbantahkan, seperti Eren adalah ayah dari anak Historia, cerita AoT adalah looping yang tak terputus, bangsa Eldian di Pulau Paradis akan menjelajah keluar pulau, dan masih banyak lainnya. Di mana ada teori yang terbantahkan, di situ ada penggemar yang kecewa.

Penulis sepakat dengan beberapa fans yang menganggap ending dari AoT terlalu bahagia. Banyak yang berharap kalau manga ini akan memiliki sad ending yang menguras emosi. Memang benar Eren mati, tapi kematiannya diperlukan demi akhir yang bahagia.

Kekecewaan ini sama seperti ketika menamatkan manga The Promised Neverland. Cerita yang penuh perjuangan dan kelam harus berakhir dengan bahagia. Bukannya tidak senang karena karakter-karakter tersebut menjadi bahagia, tapi rasanya kurang pas dengan perjalanan ceritanya.

Banyak yang mengatakan kalau pengorbanan Eren menjadi sia-sia karena ending-nya. Meskipun kurang suka, Penulis merasa kalau pengorbanan Eren masih ada artinya. Ia membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk teman-teman berharganya. Ia membuat dunia terbebas dari kekuatan Titan.

Walaupun begitu, Attack on Titan tetap patut diapresiasi sebagai manga yang memiliki cerita luar biasa. Hajime Isayama selaku pengarangnya telah menyuguhkan kisah yang penuh plot twist dan tidak tertebak.

Setelah Attack on Titan tamat, manga apalagi yang akan membuat kehebohan seperti ini?

Lawang, 10 April 2021, terinspirasi setelah membaca manga Attack on Titan chapter 139

Foto: Wallpaper Cave

Continue Reading

Anime & Komik

Sukses Tanpa Privilege Ala Maito Gai

Published

on

By

Anime shounen (anime yang ditujukan untuk penonton remaja laki-laki) kerap mengangkat tema from zero to hero. Contoh yang paling gampang adalah Naruto.

Karakter utamanya, Naruto Uzumaki, digambarkan ketika kecil hidup sebatang kara dan tidak bisa apa-apa. Ia juga berkali-kali gagal dalam ujian kelulusan akademi.

Walaupun begitu, Naruto tidak menyerah. Singkat cerita, ia terus berlatih untuk mendapatkan kekuatan demi bisa meraih impian terbesarnya: menjadi seorang Hokage.

Apakah ia berhasil? Iya, Naruto berhasil menjadi seorang Hokage berkat kerja kerasnya.

Atau, apakah benar demikian?

Daftar Privilege Naruto Uzumaki

Punya Banyak Privilege (Medium)

Jika ditelisik lebih dalam, sebenarnya Naruto tidak 100% from zero to hero. Ia punya banyak sekali privilege untuk membuatnya bisa sehebat sekarang.

Tidak percaya? Coba saja lihat daftar keistimewaan yang dimiliki Naruto:

  • Anak dari Namikaze Minato, Hokage Keempat
  • Keturunan klan Uzumaki dari ibunya, klan yang terkenal karena memiliki cakra yang melimpah
  • Memiliki Kyuubi di dalam tubuhnya, meskipun butuh waktu untuk bisa menguasai kekuatannya
  • Diajar oleh guru dan murid ayahnya, Jiraiya dan Hatake Kakashi, yang merupakan ninja top markotop
  • Mendapatkan kekuatan dari Rikudou Sennin

Jika benar-benar mencari karakter di anime Naruto yang benar-benar from zero to hero, Penulis lebih memilih Maito Gai yang sangat menginspirasi.

Sukses Tanpa Privilege

Kuat Tanpa Usaha Keras Tanpa Privilege (Naruto Fandom)

Awalnya Maito Gai (atau Might Guy) merupakan salah satu karakter yang kerap diremehkan karena tingkah norak dan konyolnya. Apalagi, model rambutnya mirip anggota band The Changcuters.

Bisa dibilang, sejak lahir Gai tidak punya bakat menjadi seorang ninja. Bagaimana tidak, ia sama sekali tidak bisa menguasai ninjutsu maupun genjutsu.

Sama seperti Naruto, sewaktu kecil ia sering diremehkan dan beberapa kali ditolak masuk ke dalam akademi. Di-bully? Sering sekali.

Walaupun begitu, Gai tidak pernah menyerah. Ia ingin membuktikan bahwa seseorang bisa menjadi ninja meskipun tidak bisa menguasai ninjutsu dan genjutsu.

Berkat dorongan ayahnya yang juga kerap dicap sebagai ninja gagal, ia terus berusaha dan berlatih mati-matian demi menguasai taijutsu.

Waktu itu, ayah Kakashi yang bernama Hatake Sakumo berkata jangan pernah meremehkan Gai. Dengan ketekunan yang dimiliki, ia bisa saja menjadi ninja terhebat mengalahkan Kakashi.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=GU_RiAHR9aY[/embedyt]

Hhal tersebut terbukti dalam pertarungannya melawan Madara Uchiha. Bahkan, Madara yang kerap dijuluki dewa shinobi mengakui kehebatan Gai dengan melabelinya sebagai ninja pengguna taijutsu terkuat.

Penulis selalu merinding ketika menonton ulang pertarungan Gai melawan Madara tersebut. Walaupun lawannya setengah dewa, Gai berhasil membuat Madara kewalahan dan hampir saja memenangkan pertarungan.

Menurut Penulis, Gai Maito adalah contoh sempurna bagaimana kerja keras seseorang bisa membuat kita sukses meskipun minim privilege.

Penutup

Memang, Naruto pun juga memiliki jalan yang panjang dan latihan yang keras. Namun jika dibandingkan dengan Gai, Penulis jelas memilih perjuangan Gai yang benar-benar from zero to hero.

Karakter lain yang juga seperti Gai adalah muridnya sendiri, Rock Lee. Lee juga tidak bisa menguasai ninjutsu maupun genjutsu, hanya bisa berlatih mati-matian untuk menguasai taijutsu.

Dalam kehidupan nyata, sukses tanpa privilege memang susah, lebih susah dari orang yang sejak lahir telah memiliki privilege.

Hanya saja, jangan sampai hal tersebut menjadi alasan agar kita tidak berusaha mati-matian. Apapun hasilnya nanti, yang penting kita sudah berusaha keras untuk mencapainya.

Kita tidak bisa mengendalikan orang lain yang memiliki privilege, tapi kita bisa mengendalikan diri untuk bekerja keras seperti Maito Gai untuk meraih kesuksesan.

Lalu mana yang akan kita pilih, menyerah dengan keadaan atau berusaha sekeras mungkin?

 

NB: Mungkin karena kuatnya Gai inilah ia diceritakan sedang keluar desa ketika Pain menyerang desa Konoha

 

 

 

Lawang, 14 Desember 2020, terinspirasi setelah menonton banyak video pertarungan Gai melawan Madara di YouTube

Foto: Twitter

Continue Reading

Sedang Trending

Copyright © 2021 Whathefan