<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>merantau Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/merantau/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/merantau/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Mar 2024 09:52:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>merantau Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/merantau/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2024 09:31:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[merantau]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7075</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2024 ini menjadi tahun keempat di mana Penulis (alhadulillah) bisa berpuasa di rumah. Sebelumnya pada rentang tahun 2019-2020, Penulis mengalami yang namanya berpuasa di tanah rantau, di mana untuk sahur dan buka puasa harus dilakukan sendirian. Meskipun tergolong sebentar (karena hanya sekitar dua tahun), Penulis merasa kalau berpuasa di tanah rantau memiliki sensasinya sendiri. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/">Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tahun 2024 ini menjadi tahun keempat di mana Penulis (<em>alhadulillah</em>) bisa berpuasa di rumah. Sebelumnya pada rentang tahun 2019-2020, Penulis mengalami yang namanya berpuasa di tanah rantau, di mana untuk sahur dan buka puasa harus dilakukan sendirian.</p>



<p>Meskipun tergolong sebentar (karena hanya sekitar dua tahun), Penulis merasa kalau berpuasa di tanah rantau memiliki sensasinya sendiri. Yang biasanya kita dibangunkan dan makanan telah disiapkan oleh ibu, kini harus tergantung dengan diri sendiri.</p>



<p>Oleh karena itu, pada tulisan kali ini Penulis ingin berbagi sedikit mengenai bagaimana rasanya <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/">berpuasa di tanah rantau</a>. Semoga saja tulisan ini bisa bermanfaat untuk sesama kaum muslimin yang baru merasakan bagaimana puasa di tanah rantau tahun ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Sahur di Tanah Rantau</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7077" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Warteg Andalan (Google Maps)</figcaption></figure>



<p>Di sekitar kos Penulis di Jakarta, bisa dibilang ada berbagai jenis makanan yang dijual, mulai dari warteg hingga masakan padang. Hal ini memudahkan Penulis untuk mencari makan ketika jam sahur. </p>



<p>Yang menjadi andalan Penulis tentu saja warteg dengan lauk tempe orek ditambah sayur singkong. Menu yang murah meriah ini tentu menjadi berkah untuk anak rantau yang harus serba menghemat.</p>



<p>Namun, yang menjadi permasalahan utama ketika sahur sebenarnya bukan menu makanannya, melainkan rasa malas untuk keluar kos. Bangun dini hari untuk keluar kos terkadang terasa berat, walau tempat membeli makanannya sebenarnya sangat dekat.</p>



<p>Jika sudah mager tingkat maksimal, biasanya mi instan menjadi solusi utama, ditemani dengan secangkir teh panas yang dibuat menggunakan Heater. Solusi lainnya adalah memesan makanan secara <em>online</em>, yang secara biaya jelas lebih mahal.</p>



<p>Penulis bukan tipe orang yang bisa memasak dan kurang minat memelajarinya. Penulis baru mulai memasak kecil-kecilan ketika pandemi, di mana Penulis tidak bisa pulang ke Malang. Berbagai peralatan masak pun dibeli, mulai dari Magic Jar, panci, hingga saringan. </p>



<p>Yang dimasak pun hanya makanan instan yang tinggal digoreng, seperti nugget dan sosis. Kalau makanan organik, paling mentok ya tempe dan telur, yang sama-sama tinggal digoreng. Jangan harap ada sayur karena tidak ada satupun menu yang bisa Penulis masak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Buka Puasa di Tanah Rantau</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7078" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dulu Hampir Buka Puasa Setiap Hari di Sini (Google Maps)</figcaption></figure>



<p>Untuk masalah buka puasa, Penulis merasa bersyukur karena mendapatkan &#8220;jatah&#8221; dari kantor. Ini terjadi di tahun 2019, karena di tahun 2020 <a href="https://whathefan.com/politik-negara/jam-malam-corona/">pandemi COVID-19</a> terjadi sehingga Penulis harus buka puasa di kos.</p>



<p>Jatah menu buka puasa dari kantor bisa dibilang cukup bervariasi, karena setiap harinya akan mendapatkan menu yang berbeda. Biaya makan per karyawan pun bisa dipastikan lebih dari 15 ribu per kepala, karena makanan yang dihidangkan berasal dari walaraba populer.</p>



<p>Barulah ketika akhir pekan Penulis harus mencari menu buka puasa sendiri. Namun, Penulis jarang membeli makan sebelum jam buka. Biasanya, Penulis justru baru mencari makan selepas Isya karena biasanya tempat makan sudah mulai sepi pembeli.</p>



<p>Menu buka puasanya pun berkisar di tempat-tempat makan di sekitar kos. Namun, jika sedang senggang, maka Penulis akan berbuka puasa di mal untuk menikmati menu yang lebih lezat atau memesannya melalui layanan <em>online </em>jika sedang mager.</p>



<p>Ketika memesan makanan <em>online</em>, sesekali Penulis akan memesan dua porsi, di mana satunya diperuntukkan untuk abang yang mengantarkannya. Selain berbagi di bulan puasa, biasanya potongan di aplikasi baru bisa dipakai ketika mencapai nominal tertentu. </p>



<p>Selama merantau, Penulis bisa dibilang jarang mengikuti buka bersama (bukber), lha mong tiap hari memang bukber bareng teman-teman kantor. Ketika akhir pekan, tentu mereka lebih memilih berbuka bersama orang-orang rumah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika dibandingkan dengan puasa di tanah rantau, memang berpuasa di rumah terkesan lebih &#8220;membosankan&#8221; karena cukup monoton. Kalau tidak makan masakan ibu atau beli makanan di sekitar rumah. Kalau mau beda, paling menunggu momen bukber.</p>



<p>Namun, tentu Penulis tetap bersyukur bisa berpuasa di rumah bersama keluarga dan orang-orang yang dicintai. Ini bukan tentang apa yang dimakan, melainkan<a href="https://whathefan.com/renungan/setelah-berpisah-dengan-ramadhan/"> momen berharga yang dihabiskan dengan siapa</a>.</p>



<p>Berpuasa di tanah rantau mengajari Penulis untuk bersyukur karena selama ini mendapatkan <em>privilege </em>sehingga bisa berpuasa dengan &#8220;mudah.&#8221; Semua sudah tersedia, kita tinggal makan saja tanpa perlu keluar rumah. </p>



<p>Suasana sahur dan buka bersama keluarga juga menjadi hal yang membuat kita baru merasa kehilangan ketika merantau sendirian. Meskipun ada teknologi <em>video call</em>, hal tersebut tidak akan bisa menggantikan pertemuan fisik.</p>



<p>Berada di tanah rantau membuat kita menyadari hal tersebut, yang mungkin selama ini terabaikan. Bisa berpuasa di rumah bersama keluarga rasanya jauh lebih menyenangkan, terutama setelah sempat berpuasa sendiri di tanah rantau.</p>



<p>Untuk para Pembaca yang baru berpuasa sendiri di tanah rantau, semangat! Puasa di tanah rantau itu seru kok, walaupun kita harus bisa melawan rasa malas untuk keluar rumah ataupun memasak sendiri. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 12 Maret 2024, terinspirasi karena menyadari dirinya sudah empat tahun mendapatkan kesempatan untuk berpuasa di rumah</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://chatelaine.com/food/ramadan-eating-well-faq/">Chatelaine</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/">Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Merantau ke Jakarta</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 16:24:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[merantau]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin jika dibandingkan dengan orang lain, pengalaman merantau Penulis tidak terlalu banyak. Setelah 4 bulan merantau di Kampung Inggris, Kediri, Penulis sempat merantau ke Jakarta selama kurang lebih 2 tahun. Jakarta memang telah lama menjadi destinasi Penulis yang sejak kecil bercita-cita untuk bekerja di kota besar. Oleh karena itu, Penulis &#8220;nekad&#8221; untuk merantau ke sana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/">Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Merantau ke Jakarta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Mungkin jika dibandingkan dengan orang lain, pengalaman merantau Penulis tidak terlalu banyak. Setelah 4 bulan merantau di Kampung Inggris, Kediri, Penulis sempat merantau ke Jakarta selama kurang lebih 2 tahun.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/sajak/jakarta/">Jakarta</a> memang telah lama menjadi destinasi Penulis yang sejak kecil bercita-cita untuk bekerja di kota besar. Oleh karena itu, Penulis &#8220;nekad&#8221; untuk merantau ke sana ketika sedang mencari pekerjaan dan <em>alhamdulillah </em>datang.</p>



<p>Walaupun hanya sebentar, tentu ada pengalaman pribadi Penulis yang bisa dibagikan untuk para Pembaca yang mungkin baru akan merantau ke Jakarta. Pada tulisan kali ini, Penulis ingin sedikit berbagai mengenai apa yang perlu dipersiapkan sebelum merantau ke Jakarta. </p>





<h2 class="wp-block-heading">Mempersiapkan Barang yang akan Dibawa ke Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6786" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pilih Barang Bawaan dengan Bijak (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/tas-kulit-coklat-pakaian-dan-macbook-57750/">OVAN</a>)</figcaption></figure>



<p>Berdasarkan pengalaman Penulis, pastikan hanya <strong>membawa barang yang penting-penting saja</strong> ketika merantau. Hal ini untuk memudahkan mobilitas kita di Jakarta, terutama jika kita akan berpindah tempat tinggal.</p>



<p>Kalau Penulis sendiri, dulu membawa satu tas ransel untuk laptop dan barang-barang penting lainnya, serta satu koper untuk pakaian-pakaian. Barang yang sekiranya bisa dibeli di Jakarta, sebaiknya ditinggal di rumah.</p>



<p>Barang yang menurut Penulis wajib dibawa adalah pakaian, alat mandi, alat sholat, obat-obatan, ponsel beserta aksesorisnya, dan laptop jika ada. Tentu saja dompet beserta kartu-kartunya juga wajib dibawa. </p>



<p>Sewaktu di Jakarta, Penulis membeli cukup banyak barang seperti rak, hanger, toples, setrika, <em>magic jar</em>, dan lain-lain. Alhasil, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/">sewaktu meninggalkan Jakarta,</a> Penulis harus dijemput menggunakan mobil karena barangnya menjadi sangat banyak. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Menentukan di Mana Kita akan Tinggal di Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6787" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mau Pilih Tinggal di Mana? (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/pemandangan-udara-kota-2116719/">Tom Fisk</a>) </figcaption></figure>



<p>Awal dari Penulis merantau ke Jakarta adalah karena menjadi <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-volunteer-asian-games-awal-dari-segalanya/"><em>volunteer </em>Asian Games 2018</a>. Karena ditempatkan di Bekasi, Penulis pun ngekos di sana selama satu bulan. Setelah itu, Penulis tinggal sementara di rumah tante di daerah Grogol, sebelum akhirnya kos sendiri.</p>



<p>Nah, <strong>penentuan tempat tinggal</strong> ini menjadi salah satu hal yang perlu disiapkan sebelum merantau. Pilih tempat yang dekat dengan tujuan kita merantau untuk menghemat biaya akomodasi selama merantau.</p>



<p>Selain itu, kita juga harus memastikan kalau tempat tersebut dekat dengan berbagai tempat seperti tempat makan, <em>laundry</em>, apotek, sarana transportasi umum, tempat ibadah, dan lain sebagainya. </p>



<p>Sewaktu kos di daerah Kebayoran Lama, Penulis sangat bersyukur karena mendapatkan tempat yang dekat dengan segala macam, bahkan termasuk mal. Jika butuh apa-apa, Penulis tinggal berjalan kaki dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk transportasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Memahami Alur Transportasi di Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="817" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016-1024x817.jpg" alt="" class="wp-image-6788" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016-1024x817.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016-300x240.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016-768x613.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Awalnya Memang Terlihat Mengerikan (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_koridor_Transjakarta">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai anak rantau,<strong> transportasi umum jelas menjadi senjata utama ketika akan berpergian</strong> mengelilingi Jakarta. Apalagi, Jakarta juga memiliki banyak pilihan transportasi umum yang relatif terjangkau dan bisa menjangkau hampir semua lokasi strategis.</p>



<p>Masalahnya, alur transportasi Jakarta bisa terlihat &#8220;mengerikan&#8221; bagi pendatang, baik itu TransJakarta (TJ) maupun Kereta Rel Listrik (KRL). Untuk memahami peta rutenya, kita perlu <strong>memahami nama-nama daerah di Jakarta yang ada di peta rutenya</strong>.</p>



<p>Sederhananya, satu rute pasti memiliki warna yang sama. Jika tempat tujuan kita tidak dilewati oleh warna tersebut, artinya kita perlu transit dan berpindah rute. Tempat transit biasanya memiliki lambang khusus atau dilewati oleh beberapa warna.</p>



<p>Jangan segan bertanya ke petugas untuk memastikan halte/lajur yang kita ambil benar, mereka pasti dengan senang hati akan membantu kita. Selain itu, pastikan untuk<strong> memiliki <em>e-money</em></strong><em> </em>karena semua transportasi Jakarta menggunakan kartu ini.   </p>



<p>Kalau mau cara yang praktis, memang bisa naik ojek atau taksi <em>online</em>. Namun, biaya yang dikeluarkan akan membengkak dan kita pun jadi harus merasakan bagaimana macet dan panasnya Jakarta.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengetahui Bagaimana Mengelola Keuangan di Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6789" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Harus Pandai Berhemat (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/pemandangan-udara-kota-2116719/">Ahsanjaya</a>)</figcaption></figure>



<p>Biaya hidup di Jakarta jelas lebih tinggi dibandingkan di daerah. Oleh karena itu, kita harus benar-benar<strong> bijak dalam mengelola keuangan</strong> kita. Gaji pertama Penulis di Jakarta hanyalah 4 juta, dan itu cukup untuk sebulan, bahkan masih bisa disisihkan.</p>



<p>Salah satu &#8220;sumber&#8221; utama yang menguras uang adalah makanan. <strong>Jangan terlalu sering membeli makanan yang mahal</strong>, termasuk ngopi di kafe elit. Penulis merasa tertolong dengan adanya warteg di mana-mana, karena dengan 7 ribu saja sudah bisa kenyang.</p>



<p>Jika punya waktu (dan tidak malas), lebih baik<strong> mencuci baju sendiri</strong> dibandingkan <em>laundry </em>yang biayanya sekitar 8 ribu per kg. Penulis sendiri selama di Jakarta benar-benar tergantung <em>laundry </em>karena pada dasarnya malas mencuci.</p>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung di atas, <strong>murah dan lengkapnya transportasi umum</strong> di Jakarta juga sangat memudahkan Penulis untuk menghemat uang. Sebisa mungkin, hindari naik ojek/taksi karena biayanya lebih mahal.</p>



<p>Untuk barang-barang komplementer, sebisa mungkin jangan beli jika tidak kepepet. Jakarta memiliki banyak mal, sehingga godaan untuk belanja jelas sangat tinggi. Untuk itu, kita harus <strong>pandai menahan godaan belanja </strong>tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Merencanakan Eksplorasi Jakarta Sejauh Mungkin</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6790" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Destinasi Wajib Dikunjungi (<a href="https://www.jawapos.com/image/detail/189/wisata-di-kota-tua">JawaPos</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika sudah berhemat dan masih ada sisa uang, Penulis sarankan digunakan untuk <strong>eksplorasi Jakarta!</strong> Ada banyak tempat menarik yang wajib dikunjungi di Jakarta, seperti kawasan Kota Tua, berbagai museum, mal untuk cuci mata, dan lain sebagainya.</p>



<p>Penulis bahkan pernah dengan sengaja naik TJ untuk <em>literally </em>keliling Jakarta. Selama perjalanan, Penulis mengamati apa saja yang terlintas. Melakukan eksplorasi seperti ini juga membantu kita bisa <em>nyambung </em>ketika ngobrol dengan teman-teman Jakarta. </p>



<p>Bahkan setelah 2 tahun di sana, masih ada banyak tempat menarik yang belum sempat Penulis kunjungi. Salah satu cita-citanya yang belum tercapai adalah mengunjungi Sea World untuk melihat ikan-ikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mencari Kawan Baru, Tetap Terkoneksi dengan Kawan Lama</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6791" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Cari Teman Baru Sebanyak Mungkin (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/teman-teman-muda-yang-beragam-yang-bersemangat-merayakan-ulang-tahun-wanita-ceria-di-teras-5935249/">Kampus Production</a>)</figcaption></figure>



<p>Agar kerasan di Jakarta, tentu kita <strong>membutuhkan kawan-kawan baru</strong>. Penulis sangat merasa bersyukur karena selama di Jakarta, Penulis menemukan banyak teman yang satu frekuensi di kantor dan masih tetap terhubung hingga sekarang.</p>



<p>Selama masih positif, kita juga perlu untuk ikut segala kegiatan bersama kawan-kawan baru tersebut. Ini juga bisa menjadi kesempatan untuk bisa eksplor Jakarta lebih luas dan jauh lagi. Kita juga jadi bisa belajar <em>culture </em>Jakarta lebih baik lagi. </p>



<p>Selain itu, kita juga harus tetap<strong> terkoneksi dengan kawan-kawan lama dan keluarga</strong> melalui berbagai aplikasi yang ada di ponsel. Jujur, ini menjadi hal yang sangat membantu Penulis ketika merasa<em> </em>kangen rumah dan kesepian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">EKSTRA: Menjaga Prinsip Selama Hidup di Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6792" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penulis Cuma Ikut Lihat, Tidak Ikut Minum (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/teman-yang-beragam-dan-gembira-bersulang-dengan-botol-bir-di-atap-5935189/">Kampus Production</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai orang yang baru merantau, jelas ada banyak <em>culture shock </em>ketika Penulis di Jakarta. Botol anggur merah (amer) dan vodka di meja kerja seolah menjadi hal yang biasa. Jam makan siang digunakan untuk <em>wik-wik </em>di kos pacar juga dianggap lumrah.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-sih-harus-judgemental/">Tanpa bermaksud <em>judgemental</em></a>, hal-hal semacam itu bertentangan dengan prinsip hidup Penulis. Untuk itu, <strong>menjaga prinsip hidup</strong> selama di Jakarta juga menjadi hal yang sangat penting agar kita bisa bertahan hidup di Jakarta.</p>



<p>Jika tidak bisa menjaga prinsipnya, mungkin Penulis akan dengan mudahnya &#8220;terjerumus&#8221;. Mong, tempat pijat++ tinggal menyeberang dari tempat kos Penulis. Mong, tempat jualan berbagai minuman keras Penulis lewati setiap pulang kantor.</p>



<p>Penulis juga merasa bersyukur karena tidak dijerumuskan oleh teman-temannya, malah dirinya merasa &#8220;dilindungi&#8221; karena mereka mampu menghargai prinsip hidup Penulis. Kami saling menghargai keputusan satu sama lain.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Kurang lebih seperti itulah yang butuh dipersiapkan sebelum merantau ke Jakarta. Penulis sendiri masih menyimpan harap kalau suatu saat bisa kembali merantau ke ibu kota, walaupun tidak dalam waktu dekat.</p>



<p>Semoga tulisan ini bisa membantu para Pembaca sekalian yang memang berencana atau sudah merantau ke Jakarta. Jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, <em>feel free </em>untuk menghubungi Penulis.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 22 Agustus 2023, terinspirasi untukmu</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/dua-orang-membawa-ransel-dan-ransel-1986996/">Dids</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/">Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Merantau ke Jakarta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
