<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>merdeka Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/merdeka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/merdeka/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Jul 2023 10:20:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>merdeka Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/merdeka/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bagaimana Oppenheimer (Secara Tidak Langsung) Membantu Indonesia Merdeka</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 16:33:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[bom atom]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Oppenheimer]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6716</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oppenheimer benar-benar membekas bagi Penulis. Melalui film yang digarap oleh Christopher Nolan tersebut, Penulis jadi bisa mengetahui sosok J. Robert Oppenheimer secara lebih mendalam lagi. Selama ini, Penulis hanya tahu secara sekilas saja. Kisah hidupnya memang menarik dan penuh gejolak, sehingga sah-sah saja jika ia menjadi biopik pertama yang dibuat oleh Nolan. Oppenheimer bukan manusia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/">Bagaimana Oppenheimer (Secara Tidak Langsung) Membantu Indonesia Merdeka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em><strong>Oppenheimer</strong> </em>benar-benar membekas bagi Penulis. Melalui film yang digarap oleh Christopher Nolan tersebut, Penulis jadi bisa mengetahui sosok J. Robert Oppenheimer secara lebih mendalam lagi. Selama ini, Penulis hanya tahu secara sekilas saja.</p>



<p>Kisah hidupnya memang menarik dan penuh gejolak, sehingga sah-sah saja jika ia menjadi biopik pertama yang dibuat oleh Nolan. Oppenheimer bukan manusia sempurna yang layak jadi teladan, tapi harus diakui kalau drama kehidupannya layak untuk disimak.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/tak-berkategori/review-setelah-menonton-oppenheimer/">Setelah menonton <em>Oppenheimer</em></a>, ada banyak hal yang Penulis renungkan, mulai dari bagaimana <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">Linkin Park telah menggunakan pidatonya di tahun 2010</a> hingga bagaimana bahaya perang nuklir selalu mengintai kita.</p>





<p>Namun, ada satu hal yang cukup menggelitik Penulis hingga membuat Penulis ingin membuat artikel khusus tentangnya, yaitu tentang bagaimana Oppenheimer, secara tidak langsung, membantu Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hegemoni Jepang di Kawasan Asia Pasifik</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6719" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kekuasaan Jepang di Era Perang Dunia 2 (<a href="https://www.ww2classroom.org/node/148">Classroom</a>)</figcaption></figure>



<p>Indonesia mulai dijajah oleh Jepang sejak tahun 1942. Dalam waktu yang relatif singkat, banyak yang menyebutkan kalau penderitaan yang diakibatkan oleh mereka jauh lebih parah dibandingkan dengan waktu penjajahan Belanda.</p>



<p>Para pahlawan tentu berusaha mengusir Jepang dengan berbagai cara, baik dengan cara diplomasi maupun kekerasan melalui perang. Namun, Jepang ketika Perang Dunia 2 menjadi yang tertangguh di kawasan Asia Pasifik.</p>



<p>Bukan hanya Indonesia, wilayah jajahan Jepang sangat luas karena mencakup Korea, China (wilayah Manchuria), pulau-pulau kecil di Samudera Pasifik, Vietnam, dan tentu saja Indonesia. Mereka butuh sumber daya sebanyak-banyaknya untuk memperkuat supremasinya.</p>



<p>Berhubung Eropa sedang fokus menghadapi Jerman (dan Italia) yang membabi buta, waktu itu seolah tidak ada yang bisa menghentikan Jepang. Negara yang paling dekat saat itu adalah Amerika Serikat, yang di masa awal Perang Dunia 2 mengambil sikap netral.</p>



<p>Namun, semuanya berubah ketika pasukan Jepang menyerang Pearl Harbour pada 7 Desember 1941. Amerika Serikat pun memutuskan masuk ke medan perang di kawasan Pasifik, berupaya dengan pasukan yang tersisa untuk memukul mundur pasukan Jepang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Oppenheimer dan Proyek Manhattan yang Dipimpinnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6720" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Trinity Test (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=_7fKlk441dQ">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Di tengah masa perang, tersiar kabar kalau Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler dan NAZI sedang mengembangkan sebuah bom nuklir yang memiliki daya hancur luar biasa. Tentu ini menimbulkan ketakutan yang luar biasa bagi dunia.</p>



<p>Hal ini akhirnya mendorong Oppenheimer, yang terkenal apatis dengan politik dan ekonomi, mau menerima tawaran untuk menjadi pemimpin <strong>Manhattan Project</strong>. Secara sederhana, ini adalah sebuah proyek pembuatan bom atom untuk menyaingi bom milik Jerman</p>



<p>Oppenheimer pun memilih lokasi di tengah gurun, tepatnya di Los Alamos, New Mexico. Dengan bantuan dari berbagai ilmuwan di Amerika Serikat, proyek tersebut akhirnya rampung dalam waktu kurang lebih tiga tahun.</p>



<p>Namun, sebelum bom atom itu selesai, Jerman sudah lebih dulu menyerah setelah Hitler bunuh diri pada bulan April 1945. Walaupun begitu, proyek tersebut tetap berjalan, hingga akhirnya tes pertama yang dinamai <strong>Trinity</strong> <strong>Test</strong> dilaksanakan pada bulan Juli 1945.</p>



<p>Pada akhirnya, bom atom yang diberi nama Fat Man dan Little Boy tersebut dijatuhkan masing-masing di kota Hiroshima (6 Agustus) dan Nagasaki (8 Agustus). Beberapa hari kemudian, pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang resmi menyerah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jepang Menyerah, Indonesia Gercep</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6721" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Merdeka karena Gercep (<a href="https://voi.id/memori/76538/peristiwa-di-balik-pembacaan-naskah-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-dalam-sejarah-hari-ini-17-agustus-1945">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p>Kerusakan yang diakibatkan oleh bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki sangat masif. Menurut pembelaan pihak Amerika Serikat, tindakan tersebut harus diambil untuk menghindari lebih banyak nyawa yang harus hilang jika perang terus berlangsung tanpa berkesudahan.</p>



<p>Memang, banyak yang menganggap itu adalah keputusan yang tepat dan terbukti karena Jepang akhirnya menyerah. Kehilangan ratusan ribu penduduk dalam sekejap jelas sebuah pengingat yang sangat keras, dan Jepang tidak ingin bom atom dijatuhkan lagi ke wilayahnya.</p>



<p>Siapa yang mendapatkan &#8220;berkah&#8221; dari peristiwa ini? Salah satunya adalah Indonesia, yang langsung <em>gercep </em>memproklamirkan kemerdekaannya. Mengapa <em>gercep</em>, karena negara-negara lain baru beberapa tahun kemudian bisa merdeka. Korea saja baru merdeka tahun 1947.</p>



<p>Awalnya, para pemuda Indonesia mendesak para tokoh senior untuk melakukannya pada tanggal 16 Agustus, sehari setelah tersiar kabar Jepang telah menyerah. Namun, para tokoh senior sempat menolaknya karena ingin berunding dulu dengan Jepang.</p>



<p>Hal ini sebenarnya dapat dimaklumi, mengingat Jepang sudah berulang kali berjanji akan menghadiahkan kemerdekaan untuk Indonesia. Namun, tampaknya para pemuda tidak ingin kemerdekaan Indonesia menjadi pemberian bangsa lain, harus dari upaya sendiri.</p>



<p>Pada akhirnya, disepakati kalau pembacaan naskah proklamasi akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Ir. Sukarno. Selanjutnya, seperti yang sudah banyak di buku teks sejarah, Indonesia terus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaannya secara heroik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Peran Oppenheimer dalam Membantu Indonesia Merdeka</h2>



<p>Meskipun Jerman telah kalah, Jepang belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur dan mengibarkan bendera putih. Apa yang membuat Jepang akhirnya menyerah di Perang Dunia 2 adalah dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. </p>



<p>Dengan begitu, harus diakui kalau Oppenheimer (dan AS) memiliki andil dalam kemerdekaan Indonesia. Jika Manhattan Project yang dipimpin oleh Oppenheimer tidak berhasil, mungkin Jepang tidak akan menyerah dan Indonesia tidak akan merdeka pada tahun 1945. </p>



<p>Walaupun begitu, tentu bukan berarti kemerdekaan kita hanya sekadar &#8220;pemberian&#8221; dari bangsa lain. Ingat, sudah banyak perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan, baik ketika merebut kemerdekaan hingga mempertahankannya mati-matian.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 24 Juli 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Oppenheimer</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.vanityfair.com/hollywood/2023/07/oppenheimer-poison-apple-true-story">Vanity Fair</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/">Bagaimana Oppenheimer (Secara Tidak Langsung) Membantu Indonesia Merdeka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yakin Kita Sudah Merdeka?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/yakin-kita-sudah-merdeka/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/yakin-kita-sudah-merdeka/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2021 15:45:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kedaulatan]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[makna]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5225</guid>

					<description><![CDATA[<p>Untuk kali kedua, kita harus melewati hari kemerdekaan Indonesia di tengah keprihatinan. Penyebabnya apalagi kalau bukan belum meredanya pandemi Covid-19. Bulan yang biasanya diisi oleh lomba-lomba untuk menyemarakkan kemerdekaan harus ditiadakan. Acara malam tasyakuran untuk mengenang para pahlawan juga harus ditunda. Walaupun begitu, bukan berarti kita tidak bisa menghayati makna kemerdekaan itu sendiri. Setidaknya, muncul [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/yakin-kita-sudah-merdeka/">Yakin Kita Sudah Merdeka?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Untuk kali kedua, kita harus melewati hari kemerdekaan Indonesia di tengah keprihatinan. Penyebabnya apalagi kalau bukan belum meredanya pandemi Covid-19.</p>



<p>Bulan yang biasanya diisi oleh <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">lomba-lomba untuk menyemarakkan kemerdekaan </a>harus ditiadakan. Acara malam tasyakuran untuk mengenang para pahlawan juga harus ditunda.</p>



<p>Walaupun begitu, bukan berarti kita tidak bisa menghayati makna kemerdekaan itu sendiri. Setidaknya, muncul satu pertanyaan di benak Penulis: <strong>yakin kita sudah merdeka?</strong></p>





<h2 class="wp-block-heading">Definisi Kemerdekaan</h2>



<p>Di dalam <em>KBBI</em>, merdeka memiliki tiga arti, yakni:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri</li><li>tidak terkena atau lepas dari tuntutan</li><li>tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa</li></ol>



<p>Mari kita coba urai satu per satu, apakah kemerdekaan yang sudah kita rasakan sekarang benar-benar kemerdekaan yang sesungguhnya. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Makna Pertama</h3>



<p>Makna pertama, bebas dari penjajahan. Secara fisik, kita memang sudah tidak dijajah oleh Belanda atau Jepang. Kita memiliki kedaulatan dan diakui oleh negara lain.</p>



<p>Akan tetapi, apakah kita telah merdeka dari penjajahan dalam bentuk lain? Penjajahan sumber daya, penjajahan budaya, penjajahan ideologi, rasa-rasanya masih terjadi hingga sekarang bahkan lebih berbahaya dan mengerikan.</p>



<p>Tidak percaya? Dulu, penjajahan wilayah terlihat bentuk fisiknya. Nah, penjajahan mode baru yang disebutkan di atas kan tidak kelihatan secara fisik. Karena tidak kelihatan, kita pun tidak merasa sedang dijajah oleh bangsa lain.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Makna Kedua</h3>



<p>Makna kedua, lepas dari tuntutan. Makna yang satu ini memang lebih pas jika diidentikkan dengan pengadilan hukum. Apakah sebuah negara bisa dituntut oleh pihak lain? Bisa saja.</p>



<p>Meskipun sudah berdaulat, ada banyak negara lain yang memiliki kepentingan di negara kita. Efek sampingnya, akan muncul banyak tuntutan untuk kepentingannya sendiri.</p>



<p>Misal, menuntut kita untuk menandatangani kontrak tambang dengan dibayang-bayangi ancaman berskala global. Contoh lain, menuntut kita untuk menerima tenaga kerja asing dari negaranya. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Makna Ketiga</h3>



<p>Makna ketiga, tidak bergantung ke pihak tertentu. Rasanya kita semua telah menyadari bahwa negara kita masih begitu bergantung kepada negara lain hingga rasanya begitu mengkhawatirkan.</p>



<p>Tengok saja kepada banyaknya produk impor yang harus kita datangkan demi memenuhi kebutuhan. Sesuatu seperti produk pertanian yang bisa kita hasilkan sendiri pun harus meminta pasokan dari negara lain.</p>



<p>Jelas masih ada sektor-sektor lain yang menunjukkan kalau kita masih terlalu bergantung kepada pihak lain. Istilah <em>berdikari </em>seolah tinggal slogan semata tanpa bisa dieksekusi oleh kita.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Kita Sudah Merdeka?</h2>



<p>Jika mau melihat dari diri sendiri, sebenarnya kita memang bisa merasakan kemerdekaan. Penulis bisa sekolah dan bekerja tanpa harus takut akan ada bom yang jatuh dari langit. Penulis juga, syukurnya, tidak pernah merasa kelaparan hingga tidak bisa makan.</p>



<p>Hanya saja, kemerdekaan yang Penulis rasakan tersebut hanya dalam skala kecil. Jika melihat gambaran besarnya, ada banyak sisi yang menunjukkan bahwa Indonesia belum sepenuhnya merdeka.</p>



<p>Saat para pahlawan kita meneriakkan kata merdeka, mereka ingin kita memiliki sebuah negara yang utuh dan berdaulat. Mereka ingin kita menjadi raja di tanahnya sendiri. Kenyataannya sekarang?</p>



<p>Sumber daya kita masih banyak yang dikuasai asing, ketergantungan terhadap produk impor, lilitan hutang ribuan triliun, menjadi beberapa contoh menakutkan yang membuat kita meragukan apakah kita sudah benar-benar merdeka.</p>



<p>Semoga saja di ulang tahun yang ke-76 ini, Indonesia mampu segera bangkit dan sembuh dari berbagai penyakitnya. Semoga bangsa Indonesia bisa benar-benar merasakan kemerdekaan yang sejati, bukan kemerdekaan yang semu.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 17 Agustus 2021, terinspirasi setelah <em>chatting </em>dengan salah satu teman</p>



<p>Foto: <a href="https://publicholidays.co.id/independence-day/">Public Holidays</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/yakin-kita-sudah-merdeka/">Yakin Kita Sudah Merdeka?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/yakin-kita-sudah-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Apa Merdeka?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-merdeka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Aug 2019 01:03:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2618</guid>

					<description><![CDATA[<p>Negara kita tercinta, Indonesia, baru saja merayakan hari jadinya yang ke-74 tahun. Demi merasakan euforianya, penulis memutuskan untuk pulang ke Malang dan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh Karang Taruna. Oleh karena itu, penulis merasa terdorong untuk merenungi tentang kemerdekaan itu sendiri. Apakah kita benar-benar sudah merdeka? Lebih lanjut, untuk apa kita merdeka? Apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-merdeka/">Untuk Apa Merdeka?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Negara kita tercinta, <strong>Indonesia</strong>, baru saja merayakan hari jadinya yang ke-74 tahun. Demi merasakan euforianya, penulis memutuskan untuk pulang ke Malang dan mengikuti berbagai <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh Karang Taruna</a>.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis merasa terdorong untuk merenungi tentang kemerdekaan itu sendiri. Apakah kita benar-benar sudah merdeka? Lebih lanjut, untuk apa kita merdeka?</p>
<h3>Apa Kita Benar-Benar Sudah Merdeka?</h3>
<p><div id="attachment_2621" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2621" class="size-large wp-image-2621" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-1-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-1-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-1-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-1-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2621" class="wp-caption-text">Freeport (<a href="https://walhi.or.id/keperihatinan-kelompok-masyarakat-sipil-terhadap-konflik-pt-freeport-dan-pemerintah-indonesia/">Walhi</a>)</p></div></p>
<p>Mari kita urai pertanyaan yang pertama, apakah kita benar-benar sudah merdeka? Merdeka dari bentuk penjajahan fisik mungkin iya, tapi bagaimana dengan penjajahan bentuk baru?</p>
<p>Mungkin sudah tidak ada negara lain yang menempatkan pasukannya di tanah air kita, tapi bisa jadi mereka datang dalam bentuk lain seperti &#8220;investasi&#8221; yang hanya menguntungkan beberapa pihak, bukan seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Sudah banyak kita baca melalui berbagai media bahwa banyak sumber daya alam kita dikuasai oleh pihak asing. Katanya, karena kita belum mampu mengolahnya sendiri. Mungkin iya, waktu dulu ketika Indonesia baru merdeka. Sekarang?</p>
<p>Itu baru satu sektor yang memang ramai dibincangkan tapi kerap pula untuk dilupakan. Bagaimana dengan sektor lain yang jarang tereskpos oleh media? Penulis yakin ada banyak yang seperti ini.</p>
<p>Tidak hanya dijajah oleh bangsa lain, kita pun berpotensi untuk dijajah oleh negara kita sendiri ketika hak kita dirampas dan pemerintah tutup telinga dari jeritan-jeritan memohon keadilan.</p>
<p>Apakah memang kemerdekaan hanya milik segelintir rakyat Indonesia yang bebas ingin melakukan apa saja karena memiliki harta, <em>privilage</em>, dan kekuasaan?</p>
<p>Meskipun nyatanya masih banyak, penulis tidak ingin masyarakat Indonesia menjadi <em>jongos </em>di negaranya sendiri, walaupun penulis menyadari bahwa <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/lemahnya-etos-kerja-pada-generasi-milenial/">etos kerja dan belajar yang kita miliki masih kalah</a> dari bangsa lain yang lebih maju.</p>
<h3>Untuk Apa Merdeka?</h3>
<p><div id="attachment_2619" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2619" class="size-large wp-image-2619" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2619" class="wp-caption-text">Pembacaan Proklamasi (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia">Wikipedia</a>)</p></div></p>
<p>Beralih ke pertanyaan kedua, untuk apa kita merdeka? Untuk apa para pahlawan mengorbankan dirinya agar kemerdekaan bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia?</p>
<p>Dari buku sejarah yang kita pelajari sejak SD, kemerdekaan direbut karena kita diperlakukan secara sewenang-wenang oleh penjajah, baik ketika Belanda, Jepang, maupun negara lain.</p>
<p>Intinya, kita menderita akibat perlakuan buruk dari para penjajah. Pertanyaannya, sudahkah kita bebas dari penderitaan tersebut? Sebagian sudah, sebagian belum. Yang jelas, hidup kita jauh lebih baik jika dibandingkan era penjajahan.</p>
<p>Hanya saja, untuk apa kita merdeka jika kita tidak bisa memberikan apapun ke negara? Untuk apa merdeka, jika kita hanya bisa menjadi beban negara tanpa bisa membuatnya bangga sekalipun?</p>
<p>Untuk apa kita merdeka, jika kita malah malas-malasan seolah tidak menghargai usaha para pahlawan? Untuk apa merdeka, jika kita meremehkan makna kemerdekaan itu sendiri dan menganggapnya hanya sebagai salah satu peristiwa di masa lalu?</p>
<p>Untuk apa kita merdeka, jika kita hanya bisa menyombongkan rasa nasionalisme tanpa ada bukti nyatanya? Untuk apa merdeka, jika kita merasa lebih pancasilais dibandingkan orang lain?</p>
<p>Untuk apa kita merdeka, jika kita justru menimbulkan perpecahan yang membuat kita berperang satu sama lain, terutama di media sosial? Untuk apa merdeka, jika kita memusuhi sesama bangsa sendiri?</p>
<p>Untuk apa kita merdeka, jika kita membiarkan bangsa lain mengambil sumber daya kita dengan bebas di kala masih banyak rakyat yang menderita? Untuk apa merdeka, jika kita menutup mata ketika melihat ketidakadilan tersebut?</p>
<p>Untuk apa kita merdeka, jika kita malah menjadi generasi yang menjunjung tinggi budaya lain dan menghina budaya sendiri? Untuk apa merdeka, jika kita menjadi <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/"><em>bucin </em>kebudayaan bangsa lain</a> secara berlebihan?</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis sendiri masih belum bisa menghargai makna kemerdekaan itu sendiri. Penulis masih terus belajar agar mampu menghayati kemerdekaan dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Hal tersebut memang tidak mudah untuk dilakukan, tapi bisa jika kita bersungguh-sungguh. Membaca banyak literatur sejarah bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk meningkatkan rasa nasionalisme yang dimiliki.</p>
<p>Yang jelas, kemerdekaan telah diraih oleh para pahlawan demi kemakmuran rakyatnya. Peringatan kemerdekaan yang dirayakan secara meriah setiap tahun seharusnya bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak elemen kemerdekaan yang belum kita dapatkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 20 Agustus 2019, terinspirasi setelah pulang ke Malang dan merayakan kemerdekaan bersama Karang Taruna</p>
<p>Foto: <a href="https://www.aida.or.id/2018/09/3051/jiwa-bangsa-merdeka">Aliansi Indonesia Damai (AID)</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-merdeka/">Untuk Apa Merdeka?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
