<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>minder Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/minder/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/minder/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Aug 2021 10:45:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>minder Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/minder/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bukan Sombong, Tapi Minder</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-sombong-tapi-minder/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2019 18:36:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[minder]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2247</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika SMA, salah seorang teman pernah berkata bahwa penulis somsek alias sombong sekali. Waktu itu, penulis merasa ia hanya bercanda tanpa bermaksud menyakiti hati. Akan tetapi ketika beranjak dewasa, penulis merasa bahwa perkataannya tersebut memang ditujukan untuk mengingatkan diri penulis yang sombong. Sombong atau Minder? Ketika penulis sedang berkontemplasi, tentu penulis mengingat apa-apa saja yang pernah penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-sombong-tapi-minder/">Bukan Sombong, Tapi Minder</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika SMA, salah seorang teman pernah berkata bahwa penulis <em>somsek </em>alias sombong sekali. Waktu itu, penulis merasa ia hanya bercanda tanpa bermaksud menyakiti hati.</p>
<p>Akan tetapi ketika beranjak dewasa, penulis merasa bahwa perkataannya tersebut memang ditujukan untuk mengingatkan diri penulis <a href="https://whathefan.com/karakter/empat-jenis-kesombongan/">yang sombong</a>.</p>
<h3>Sombong atau Minder?</h3>
<p>Ketika penulis sedang <a href="https://whathefan.com/renungan/hikayat-kontemplasi/">berkontemplasi</a>, tentu penulis mengingat apa-apa saja yang pernah penulis lakukan selama ini. Salah satu yang terlintas di ingatan penulis adalah tentang kesombongan tersebut.</p>
<p>Kesombongan seperti apa? Yang jelas bukan kekayaan ataupun kepandaian, akan tetapi jenis sombong yang enggan menyapa orang lain terlebih dahulu.</p>
<p>Penulis ingat, seringkali penulis pura-pura tidak melihat ketika ada teman yang tak terlalu akrab sedang lewat. Terkadang penulis menundukkan kepala dalam-dalam.</p>
<p>Apakah karena penulis tinggi hati sehingga merasa tidak pantas menyapa orang lain? Tentu tidak. Penulis melakukannya karena merasa <strong>minder</strong>, merasa <strong>tidak percaya diri</strong>.</p>
<p>Ketika penulis melakukan itu, apa yang ada di pikiran penulis adalah &#8220;<em>mau nyapa tapi takut dia enggak ingat aku</em>&#8220;. Selalu itu yang muncul di pikiran penulis.</p>
<p>Entah kenapa penulis dilanda pemikiran yang seperti itu, bisa jadi karena memang penulis kurang terlatih dalam bergaul. Sebagai pribadi yang <em>introvert </em>dan jarang bermain bersama teman, penulis terkadang bingung harus bagaimana dalam bersosial.</p>
<p>Akibat pemikiran yang berlebihan inilah, mungkin penulis dicap <em>somsek </em>oleh teman penulis. Tidak salah jika orang memiliki persepsi bahwa penulis itu sombong karena kesan yang ditimbulkan dari tindakan penulis memang seperti itu.</p>
<h3>Bagaimana Sekarang?</h3>
<p>Setelah membaca berbagai buku <em>self improvement</em>, penulis memutuskan untuk belajar lebih percaya diri lagi. Salah satu langkah awal adalah menyingkirkan pikiran &#8220;<em>mau nyapa tapi takut dia enggak ingat aku</em>&#8220;.</p>
<p>Sapa dulu saja. Mau orang lain ingat atau enggak tidak masalah. Kalaupun lupa, minimal orang tersebut akan pura-pura ingat kepada kita karena ingin menjaga perasaan kita.</p>
<p>Rasa minder yang cukup mengakar pada diri penulis secara perlahan berusaha penulis hilangkan. Buku-buku yang penulis baca banyak sekali membantu, belum lagi diskusi dengan orang-orang di sekitar penulis.</p>
<p>Sampai saat ini pun mungkin terkadang melakukan hal yang sama di kantor. Setidaknya, jumlahnya sudah jauh berkurang jika dibandingkan dengan masa-masa sekolah ataupun kuliah.</p>
<p>Kalau pembaca sekalian pernah atau sedang mengalami permasalahan yang sama, mungkin cara yang sudah penulis lakukan bisa dicoba.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 1 April 2019, terinspirasi setelah teringat ucapan seorang teman di SMA karena menyebut penulis <em>somsek</em></p>
<p>Foto: <a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.usatoday.com/story/life/allthemoms/2018/09/24/one-out-three-students-were-bullied-us-school-last-year/1374631002/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwid34rmgK3hAhVg8XMBHavrBwUQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">USA Today</span></a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/bukan-sombong-tapi-minder/">Bukan Sombong, Tapi Minder</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hebat dengan Cara Kita Sendiri</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/hebat-dengan-cara-kita-sendiri/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/hebat-dengan-cara-kita-sendiri/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 May 2018 09:54:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[diri sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[hebat]]></category>
		<category><![CDATA[iri]]></category>
		<category><![CDATA[minder]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=829</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kita membandingkan diri kita dengan orang lain? Pasti pernah, terutama jika ada orang yang lebih dari kita. Yang dibandingkan pun bermacam-macam, dan di sini penulis membaginya menjadi dua, harta dan sifat. Membandingkan diri sendiri dengan orang lain tentu akan menimbulkan sifat iri hati, yang tentunya bisa merusak hati. Selain iri, kita juga bisa menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/hebat-dengan-cara-kita-sendiri/">Hebat dengan Cara Kita Sendiri</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah kita membandingkan diri kita dengan orang lain? Pasti pernah, terutama jika ada orang yang lebih dari kita. Yang dibandingkan pun bermacam-macam, dan di sini penulis membaginya menjadi dua, harta dan sifat.</p>
<p>Membandingkan diri sendiri dengan orang lain tentu akan menimbulkan sifat iri hati, yang tentunya bisa merusak hati. Selain iri, kita juga bisa menjadi rendah diri alias minder, tidak percaya dengan diri sendiri.</p>
<p>Yang paling berbahaya tentu iri dengan harta orang lain. Kita iri dengan orang yang punya iPhone X, membawa <em>Lamborghini</em> hingga menggunakan jam tangan Rolex asli.</p>
<p>Iri terhadap barang benda yang sejatinya tidak dibawa mati ini tentu akan membuat kita terus merasa tidak puas. Kita tidak mensyukuri apa yang kita miliki dan justru berfokus dengan apa yang kita tidak miliki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><span id=".reactRoot[3].[1][2][1]{comment4297162279681_4132157}.0.[1].0.[1].0.[0].[0][2].0.[15]">فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ</span><br id=".reactRoot[3].[1][2][1]{comment4297162279681_4132157}.0.[1].0.[1].0.[0].[0][2].0.[17]" /><em><span id=".reactRoot[3].[1][2][1]{comment4297162279681_4132157}.0.[1].0.[1].0.[0].[0][2].0.[18]">&#8220;Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?&#8221; (QS. Ar-Rahman [55] )</span></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedangkan untuk perbandingan yang kedua, yakni membandingkan sifat, masih bisa kita cari positifnya, asalkan tidak iri dengan sifat jelek orang lain. Seandainya kita melihat orang lain memiliki banyak sifat-sifat positif dan iri karenanya, kenapa kita tidak berusaha menjadi seperti mereka?</p>
<p><em>Karena saya ingin menjadi diri saya sendiri.</em></p>
<p>Lo bukan begitu pola pikirnya. Tidak ada yang menyuruh untuk menjadi orang lain. Kita harus menjadi diri kita sendiri <em>yang terus berubah menjadi lebih baik setiap harinya</em>. Mengubah sifat buruk menjadi sifat baik tidak akan menghilangkan jati diri kita.</p>
<p>Selain itu, terkadang kita merasa kagum dengan kehebatan orang lain dan membatin, <em>kenapa aku tidak bisa sehebat dia</em>. Kata siapa? Kita hebat dengan cara kita sendiri, yang belum tentu orang lain memilikinya. Hanya saja, terkadang manusia melupakan kehebatan dirinya sendiri, dan justru iri dengan kehebatan orang lain.</p>
<p><em>Saya memang tidak pernah berbuat sesuatu yang menurut saya hebat</em>.</p>
<p>Baiklah, seandainya memang seperti itu, maka buatlah sesuatu yang hebat sekarang! Tidak ada gunanya meratapi masa lalu sambil memeluk lutut di sudut ruang. Jika kamu merasa seperti itu, bertindaklah, buat dirimu hebat!</p>
<p>Bagaimana caranya? Hanya kita yang tahu bagaimana caranya. Orang lain mungkin hanya bisa memberikan masukan-masukan, tapi kita lah yang menentukan jalan kita.</p>
<p>Kita dilahirkan ke dunia dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maksimalkan kelebihan kita sembari mereduksi kekurangan kita secara perlahan-lahan.</p>
<p>Percayalah, kita hebat dengan cara kita sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jelambar, 25 Mei 2018, terinspirasi setelah berdiskusi dengan salah satu anggota Karang Taruna</p>
<p>Sumber Foto: <a href="https://www.cubimo.com/howto/magazine-detail/The-habits-of-successful-people/116">https://www.cubimo.com/howto/magazine-detail/The-habits-of-successful-people/116</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/hebat-dengan-cara-kita-sendiri/">Hebat dengan Cara Kita Sendiri</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/hebat-dengan-cara-kita-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
