Empat Jenis Kesombongan

Tulisan ini bukan hasil riset ilmiah apalagi berdasarkan hasil penelitian selama bertahun-tahun. Semua hanya berdasarkan pengamatan saya terhadap lingkungan sekitar, walaupun bukan berarti orang-orang di sekitar saya sombong semua. Berdasarkan hasil pengamatan amatir tersebut, saya mengambil kesimpulan bahwa ada empat jenis kesombongan.

  1. Sombong Pura-Pura

Jenis sombong yang ini hanya dipergunakan untuk bahan bercanda saja. Sebagai contoh, seseorang menyombongkan bahwa dirinya sebagai jago game, padahal kemampuannya standar. Seringkali ketika sedang bersombong, mereka mengatakannya sambil tertawa sehingga tidak membuat marah orang lain.

Selain itu, jenis sombong ini dapat digunakan untuk memanas-manasi teman bermain PES. Kata-kata seperti “halah paling juara lagi” sering terucap untuk menebar psywar kepada lawan. Metode ini seringkali berhasil jika lawan yang dihadapi memiliki kontrol yang lemah terhadap emosinya.

  1. Sombong Bohong

Yang bohong adalah kesombongannya, alias ndabrus dalam bahasa Jawa. Ia suka memamerkan sesuatu yang sebenarnya tidak dimiliki ataupun tidak ada. Motif dari sikap ini adalah ingin dipandang tinggi oleh orang lain, walaupun dosanya double. Bagaimana tidak, sudah sombong, bohong pula. Bisa jadi, ini adalah jenis sombong yang dosanya paling berat.

  1. Sombong Asli, Tapi Tidak Sadar

Selanjutnya terdapat jenis sombong asli, namun si sombong tidak menyadari kesombongannya. Mereka dengan bangga menceritakan sesuatu yang bersifat sombong -misalkan bercerita bahwa ketika orangtuanya pulang dari Singapura, ia akan dibelikan handphone mahal- tanpa empati sama sekali kepada pendengarnya.

Mereka merasa, apa yang mereka ceritakan adalah hal yang biasa. Mereka tidak melihat dari sudut pandang orang lain, dan itu menyebabkan mereka tidak sadar bahwa diri mereka sombong.

  1. Sombong Asli yang Menyombongkan Kesombongan Mereka

Antara ini dan nomer dua, saya tidak tahu mana yang lebih parah. Jika dihitung secara matematis, sombong jenis ini juga double dosanya karena sombongnya kuadrat. Mereka sadar bahwa mereka sombong, namun mereka merasa nyaman dengan kesombongan itu. Masih menjadi misteri, apa penyebab kenyamanan dalam berbuat sombong tersebut. Kepuasan dirikah? Hanya sang pelaku yang bisa menjawabnya.

 

 

Lawang, 30 Januari 2018, setelah melihat diskusi antara Ekky dan Angela perihal sombong (dan ternyata lebih sombong Angela)

Sumber Foto: https://heroichollywood.com/harry-potter-malfoy-fantastic-beasts/

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.