<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Modern Art Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/modern-art/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/modern-art/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jul 2024 16:57:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Modern Art Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/modern-art/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Koleksi Board Game #20: Modern Art</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-20-modern-art/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-20-modern-art/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jul 2024 16:57:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[lelang]]></category>
		<category><![CDATA[Modern Art]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7568</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun bukan tipe orang yang bisa memahami arti dari sebuah seni, Penulis bisa berkata kalau dirinya cukup bisa menikmati sebuah seni. Salah satu destinasi wisata yang Penulis sukai adalah museum yang menampilkan lukisan-lukisan terkenal. Oleh karena itu, ketika ada board game yang memiliki tema lukisan museum, Penulis jadi tertarik. Board game tersebut adalah Modern Art, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-20-modern-art/">Koleksi Board Game #20: Modern Art</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Meskipun bukan tipe orang yang bisa memahami arti dari sebuah seni, Penulis bisa berkata kalau dirinya cukup bisa menikmati sebuah seni. Salah satu destinasi wisata yang Penulis sukai adalah museum yang menampilkan lukisan-lukisan terkenal.</p>



<p>Oleh karena itu, ketika ada <em>board game </em>yang memiliki tema lukisan museum, Penulis jadi tertarik. <em>Board game </em>tersebut adalah <strong>Modern Art</strong>, yang sesuai namanya, memiliki banyak karya seni asli yang ditampilkan dalam bentuk kartu. </p>



<p>Modern Art dimainkan dengan model lelang, alasan lain kenapa Penulis memutuskan untuk membeli <em>board game</em>. Mengapa demikian? Karena kebetulan dulu Penulis suka nonton acara <em>Storage Wars</em> di saluran History. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa-banner.jpg 1280w " alt="Belajar Menulis Fiksi Pada Di Balik Tirai Aroma Karsa" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/belajar-menulis-fiksi-pada-di-balik-tirai-aroma-karsa/">Belajar Menulis Fiksi Pada Di Balik Tirai Aroma Karsa</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game Modern Art</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Modern Art</li>



<li>Desainer: Reiner Knizia</li>



<li>Publisher: CMON Global Limited</li>



<li>Tahun Rilis: 1992</li>



<li>Jumlah Pemain: 3-5 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 45 menit</li>



<li>Rating BGG: 7,5</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 2.29/5</li>



<li>Harga: Rp500.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Modern Art</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Modern Art - How To Play" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/CrwHrstvA0k?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Di awal permainan, pemain akan berperan sebagai kepala museum dari berbagai tempat: Sao Paulo Museum, Madrid Modern, London Art, Paris Art, dan New York Art Gallery. Semua tempat sama, tidak memiliki keistimewaan apapun.</p>



<p>Setelah itu, masing-masing pemain akan mendapatkan kartu seni tergantung jumlah pemain. Ada lima seniman di Modern Art, yakni <strong>Manuel Carvalho</strong>, <strong>Sigrid Thaler</strong>, <strong>Daniel Melim</strong>, <strong>Ramon Martins</strong>, dan<strong> Rafael Siveira</strong>.</p>



<p>Kartu di Modern Art menampilkan sebuah lukisan lengkap dengan judul dan nama senimannya. Di pojok kanan ada jenis lelangnya (total ada lima jenis), yang akan Penulis jelaskan lebih detail di bawah.</p>



<p>Setelah mendapatkan kartu, masing-masing pemain akan mendapatkan modal $100. Uang ini yang akan kita gunakan untuk melakukan lelang setiap putarannya. Ada beberapa pecahan uang di <em>board game </em>ini, mulai dari $1 hingga yang paling besar $100.</p>



<p>Komponen terakhir adalah sebuah papan yang berfungsi sebagai <em>tracker </em>harga lukisan. Seniman dengan jumlah lukisan terbanyak di arena akan mendapatkan token tertinggi (paling tinggi 30, lalu 20 dan 10). </p>



<p>Jika jumlahnya sama, maka seniman yang paling kiri yang akan mendapatkan token tertinggi. Di setiap ronde, hanya akan ada tiga seniman yang mendapatkan token ini, yang artinya dua seniman lainnya tidak akan memiliki nilai jual sama sekali.</p>



<p>Token inilah yang menentukan harga dari lukisan berdasarkan senimannya. Seiring berjalannya ronde, maka harga lukisan bisa semakin tinggi. Namun, perlu diingat kalau penjualan lukisan ke bank terjadi di setiap akhir ronde, bukan di akhir permainan.</p>



<p>Sistem lelangnya sendiri akan dilakukan secara berurutan di mana pemain akan memilih satu kartu dari tangannya untuk dilelang. Pemain yang melakukan ini disebut sebagai pelelang. Masing-masing kartu memiliki jenis lelang yang terbagi menjadi lima jenis, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Open Auction </strong>(Berlogo Mata): Semua pemain bisa melakukan <em>bid </em>secara bebas</li>



<li><strong>One Offer Auction </strong>(Berlogo Bintang dan Angka 1): Secara berurutan pemain bisa melakukan <em>bid </em>satu kali saja, dimulai dari sebelah kiri pelelang</li>



<li><strong>Hidden Auction</strong> (Berlogo Gembok): Semua pemain menentukan harga secara tersembunyi di tangan dan akan mengungkapnya secara bersamaan, pemain dengan nilai lelang tertinggi akan menang</li>



<li><strong>Fixed Price Auction </strong>(Berlogo <em>Tag </em>Harga): Pihak pelelang akan menentukan harga lukisan, jika tidak ada yang menawar maka akan jadi miliknya sendiri</li>



<li><strong>Double Auction</strong> (Berlogo Palu dan x2): Pihak pelelang bisa langsung melelang dua lukisan sekaligus dari seniman yang sama, lalu jenis lelangnya mengikuti kartu lukisan yang kedua</li>
</ul>



<p>Permainan akan terdiri dari empat ronde, dan masing-masing ronde akan berakhir jika ada salah satu seniman yang lukisannya sudah muncul lima kali. Pemain dengan jumlah uang terbanyak akan keluar sebagai pemenangnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Modern Art</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/modern-art-board-game-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7569" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/modern-art-board-game-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/modern-art-board-game-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/modern-art-board-game-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/modern-art-board-game.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Modern Art (<a href="https://www.moregamesplease.com/best-board-game-art/2018/1/1/best-board-game-art-of-2017">More Game Please</a>)</figcaption></figure>



<p>Secara visual, bisa dibilang Modern Art adalah salah satu yang terbaik di antara koleksi Penulis. Sebagai penikmat seni amatir, karya-karya yang ada di sini, meskipun kebanyakan seni kontemporer, memiliki keindahannya sendiri.</p>



<p>Sebagai nilai tambah, para seniman yang lukisannya dijadikan kartu di <em>board game </em>ini mendapatkan semacam katalog dan profil di<em> rulebook</em>-nya. Tentu ini bisa menjadi sarana promosi mereka agar lebih dikenal oleh dunia.</p>



<p>Untuk komponennya sendiri, Modern Art memiliki komponen yang cukup solid. Kartu-kartu seninya berukuran besar dan cukup tebal. Koin lelang dan uang <em>in-game </em>pun cukup solid. Namun, yang paling istimewa (dan lucu) adalah palu lelangnya yang terbuat dari kayu,   </p>



<p>Secara <em>gameplay</em>, Modern Art sebenarnya cukup menarik dengan sistem lelang dan fluktuasi harga lukisannya. Hanya saja, <em>replaybility </em>dari <em>board game</em> ini cukup rendah karena terkesan monoton dan begitu-begitu saja.</p>



<p>Contoh, ketika pemain mengeluarkan kartu One Offer Auction, maka kemungkinan besar pemain akan langsung menyebutkan angka yang mendekati harga jualnya sekarang (misal harganya 20, dia langsung pasang harga 19). </p>



<p>Alhasil, pemain selanjutnya pun tidak akan memasang harga di atas itu karena otomatis tidak akan menghasilkan keuntungan. Kalau mau memasang harga di atas harga pasaran, ya kemungkinan besar pemain akan mengalami kerugian karena harga jualnya di bawah harga belinya.</p>



<p>Selain itu, posisi seniman di papan <em>tracker </em>selalu sama. Dengan demikian, lukisan karya Manuel Carvalho yang berada di sisi paling kiri akan selalu lebih berharga dibandingkan Rafael Silveira yang berada di sisi paling kanan. Alhasil, kebanyakan pemain akan lebih mengincar lukisan Manuel Carvalho karena kemungkinan lukisannya lebih mahal lebih besar.</p>



<p>Penulis bahkan sampai mencoba variasinya sendiri, di mana ada seorang juru lelang yang tidak ikut bermain. Nantinya, para pemilik museum akan diberi modal yang lebih besar. Uang bisa didapatkan di akhir permainan, bukan di setiap akhir ronde.</p>



<p>Namun, bisa dibilang kalau Modern Art memiliki konsep yang benar-benar berbeda jika dibandingkan koleksi lainnya. Dengan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya tersebut, maka Penulis akan memberikan skor Modern Art sebesar: </p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 7/10</mark></p>
</blockquote>



<p>Salah satu cara Penulis bisa mengenal lebih banyak <em>board game </em>adalah dengan mengunjungi kafe <em>board game</em>. Pada satu waktu, Penulis bermain di salah satu kafe <em>board game </em>di Malang dan mencoba beberapa. Salah satunya yang akhirnya Penulis beli adalah <strong>Century: A Spice Road</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 30 Juni 2024, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri <em>board game </em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-20-modern-art/">Koleksi Board Game #20: Modern Art</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-20-modern-art/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
