<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penjajahan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/penjajahan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/penjajahan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Sep 2024 15:14:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>penjajahan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/penjajahan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Manusia adalah Makhluk Paling Berbahaya di Dunia Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/manusia-adalah-makhluk-paling-berbahaya-di-dunia-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/manusia-adalah-makhluk-paling-berbahaya-di-dunia-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2024 15:08:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[genosida]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7908</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manusia, atau Homo sapiens, kerap dianggap sebagai makhluk paling sempurna yang ada di dunia ini. Dari sisi agama pun, manusia yang ditunjuk sebagai pemimpin di Bumi, bukan makhluk lain seperti singa, gajah, paus, ataupun kaktus. Dibandingkan spesies lainnya, kita memang memiliki banyak kelebihan. Jika spesies lain menggunakan akalnya untuk sekadar bertahan hidup, maka manusia bisa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/manusia-adalah-makhluk-paling-berbahaya-di-dunia-ini/">Manusia adalah Makhluk Paling Berbahaya di Dunia Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Manusia, atau <em>Homo sapiens</em>, kerap dianggap sebagai <strong>makhluk paling sempurna yang ada di dunia ini</strong>. Dari sisi agama pun, manusia yang ditunjuk sebagai pemimpin di Bumi, bukan makhluk lain seperti singa, gajah, paus, ataupun kaktus.</p>



<p>Dibandingkan spesies lainnya, kita memang memiliki banyak kelebihan. Jika spesies lain menggunakan akalnya untuk sekadar bertahan hidup, maka manusia bisa menggunakannya untuk mendominasi dunia dan menguras segala isinya tanpa pernah merasa puas. </p>



<p>Hal terebut membuat manusia, bagi Penulis, adalah <strong>makhluk paling berbahaya yang ada di dunia ini</strong>. Tidak hanya berbahaya untuk spesies lainnya hingga menyebabkan kepunahan, manusia juga berbahaya untuk sesamanya dengan melakukan genosida.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Berbahayanya Manusia terhadap Spesies Lainnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7911" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Manusia Kerap Memusnahkan Spesies Lainnya (<a href="https://jurassic-park-institute.fandom.com/wiki/Dodo">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis sedang membaca buku <em>Sapiens Grafis Vol. 1</em> karya Yuval Noah Harari. Pada salah satu babnya, diceritakan bahwa sedang ada pengadilan terhadap nenek moyang <em>Homo sapiens </em>yang hidup di era awal-awal peradaban manusia.</p>



<p>Singkat cerita, intinya ketika manusia pertama kali melakukan migrasi ke Australia, tak lama setelah itu banyak spesies Australia yang mengalami kepunahan. Memang ada faktor lain yang menyebabkan hal tersebut, seperti perubahan iklim yang terjadi.</p>



<p>Ada banyak contoh kepunahan spesies yang disebutkan pada buku tersebut, seperti kanguru setinggi dua meter, singa berkantung, koala raksasa, burung tuna yang lebih besar dari burung unta modern, kadal sepanjang lima meter, hingga diprotodon raksasa.</p>



<p>Ini hanya salah satu contoh yang terjadi puluhan ribu tahun yang lalu. Kalau di era modern, <a href="http://Tokoh &amp; Sejarah6 tahun agoBelajar Waspada Dari Punahnya Burung DodoKita sering mendengar istilah positive thinking yang secara singkat berarti memelihara pikiran yang positif dalam diri kita. Pola pikir seperti ini memang harus dilakukan dalam keseharian...">kepunahan burung dodo di Mauritius</a> menjadi contoh yang paling terkenal. Mereka merupakan jenis burung yang tak bisa terbang, sehingga spesies mereka hanya ada di pulau tersebut.</p>



<p>Karena burung dodo belum pernah melihat manusia sebelumnya, mereka santai-santai saja dan tidak merasa terancam. Hasilnya, hanya dalam waktu singkat mereka punah karena diburu oleh manusia sebagai bahan pangan. Tak tersisa satu ekor pun yang masih hidup saat ini.</p>



<p>Bahkan hingga hari ini, ada banyak sekali spesies yang terancam kepunahannya. Beberapa contohnya adalah badak jawa, eastern lowland gorilla, orangutan tapanuli, dan masih banyak lagi lainnya. </p>



<p>Namun, ternyata manusia tidak hanya berbahaya bagi spesies lain. Manusia juga sangat berbahaya kepada sesama manusia lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berbahayanya Manusia terhadap Manusia Lainnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7910" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penduduk Asli Benua Amerika (<a href="https://www.history.com/topics/native-american-history/native-american-cultures">History</a>)</figcaption></figure>



<p>Tak hanya memusnahkan spesies hewan, manusia pun dalam sejarahnya kerap memusnahkan sesama manusia lainnya, terutama kepada ras lain. Alasannya pun bervariasi, tapi kebanyakan karena ingin menguasai wilayah lain yang sebenarnya bukan miliknya.</p>



<p>Penulis baru saja menonton sebuah video dokumenter di YouTube dari kanal RealLifeLore yang membahas tentang apa yang tersembunyi di balik hutan Amazon yang misterius. Menurut video tersebut, hutan Amazon adalah salah satu wilayah di permukaan bumi yang masih diliputi banyak misteri.</p>



<p>Salah satu poin dari video tersebut adalah tentang banyaknya suku asli Amerika yang masih hidup di sana. Mereka adalah penduduk asli benua Amerika yang terpinggirkan sejak penjajahan bangsa Eropa ratusan tahun yang lalu. </p>



<p>Melalui video tersebut, diketahui bahwa ketika bangsa Eropa datang pertama kali, diperkirakan ada sekitar 8 juta penduduk asli Amerika yang hidup di sekitar Amazon. Dalam 4 abad saja, jumlah tersebut berkurang drastis hingga tersisa 1 juta penduduk. Pada tahun 1980-an, jumlahnya kembali menyusut hingga tersisa 200 ribu saja.</p>



<p>Data lain menunjukkan bahwa ketika bangsa Eropa datang, diperkirakan ada sekitar 145 juta manusia yang telah menempati benua Eropa. Dua abad kemudian (awal abad 17), jumlah tersebut <strong>habis sekitar 90-95% </strong>karena hanya tersisa 7 hingga 15 juta orang saja atau setara 130 juta orang telah tewas.</p>



<p>Ada juga data yang mengatakan bahwa dari bangsa Spanyol saja telah membunuh sekitar <strong>8 juta penduduk asli Amerika</strong>. Ada juga yang menyebutkan sekitar ada <strong>56 juta orang yang tewas </strong>hanya dalam waktu 100 tahun. Namun, ada data lain yang menyebutkan &#8220;hanya&#8221; <strong>4,7 juta orang </strong>dari awal penjelajahan bangsa Eropa hingga awal abad 19.</p>



<p>Intinya, ada banyak sekali penduduk asli benua Amerika yang terbunuh oleh bangsa Eropa. Tanpa membenarkan perbuatannya, jumlah tersebut membuat<a href="https://whathefan.com/animekomik/antara-eren-thanos-dan-hitler/"> genosida yang dilakukan oleh Adolf Hitler ke bangsa Yahudi</a> jadi terlihat sangat kecil.</p>



<p>Mayoritas pengurangan tersebut tentu saja terjadi karena penjajahan dan perebutan wilayah yang dilakukan oleh bangsa barat, mulai dari Amerika Serikat, Spanyol, Portugal, dan bangsa-bangsa lainnya. Tak hanya itu, mereka pun membawa virus yang bagi masyarakat asli Amerika begitu mematikan karena mereka belum memiliki imunnya.</p>



<p>Kejadian seperti ini tak hanya terjadi di Amerika, tapi juga terjadi di banyak wilayah lainnya. Contohnya adalah suku Aborigin di Australia dan suku Maori yang kini menjadi minoritas di wilayahnya sendiri. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Mari Kita Renungkan&#8230;</h2>



<p>Kita sebagai manusia ternyata telah menjadi makhluk yang paling berbahaya di muka bumi ini. Tak hanya memusnahkan spesien lain hingga punah, kita juga saling berperang satu sama lain demi memuaskan nafsu yang tak pernah bisa dipuaskan.</p>



<p>Jutaan penduduk asli Amerika yang mati karena penjajahan bangsa barat hanya salah satu contoh bagaimana kita sebagai manusia tak bisa menghargai sebuah nyawa. Peristiwa tersebut menjadi contoh bagaimana kita bisa dengan gampangnya melakukan genosida ke bangsa lain.</p>



<p>Coba kira renungkan kembali posisi kita di bumi ini:<strong> sebagai pemimpin di dunia, pantaskah manusia berbuat kerusakan sedemikian besarnya</strong>? Malaikat telah memprediksi hal ini dan mengutarakannya ke Tuhan, tapi Tuhan tetap percaya kepada kita.</p>



<p>Namun, kepercayaan tersebut telah kita rusak sepanjang sejarah. Keserakahan, ambisi, hingga nafsu telah menguasai manusia hingga rela berbuat apa saja tanpa memperhatikan hal lain. Kita seharusnya harus bisa hidup saling berdampingan dengan damai, entah dengan spesies lain maupun dengan sesama manusia.</p>



<p>Memang benar kalau semua kerusakan dan pembantaian yang telah terjadi pasti memiliki hikmahnya. Namun, itu tak bisa dijadikan sebagai pembenaran untuk melakukan perusakan demi perusakan, seolah tak tahu kapan harus berhenti merusak.</p>



<p>Bahkan hingga hari ini, ketika era kolonolialisme dan imperialisme (katanya) telah berakhir, peperangan masih terjadi di mana-mana. Perusakan alam dan pengerukan sumber daya secara tamak masih dilakukan. Ketidakpedulian terhadap lingkungan masih dilakukan.</p>



<p>Mari kita renungkan kembali bersama-sama apa peran kita sebenarnya sebagai manusia di dunia ini: <strong>apakah kita memang ditakdirkan untuk menjadi makhluk paling berbahaya di dunia dan melawan takdirnya sebagai pemimpin yang harusnya membawa kebaikan untuk dunia</strong>?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 19 September 2024, terinspirasi setelah menonton video dokumenter tentang hutan Amazon yang menjadi rumah bagi penduduk asli Amerika</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.history.com/topics/native-american-history/american-indian-wars-timeline">History</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=uFR0rpvyg9k">What&#8217;s Hidden Under the Trees of the Amazon Rainforest? &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://www.communitycommons.org/entities/5881b499-5621-4cec-916b-05f9e79bfec7#:~:text=European%20settlers%20killed%2056%20million,London%2C%20or%20UCL%2C%20estimate.">European Colonizers Killed So Many Native Americans that It Changed the Global Climate &#8211; Community Common</a><a href="https://edition.cnn.com/2019/02/01/world/european-colonization-climate-change-trnd">s</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/manusia-adalah-makhluk-paling-berbahaya-di-dunia-ini/">Manusia adalah Makhluk Paling Berbahaya di Dunia Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/manusia-adalah-makhluk-paling-berbahaya-di-dunia-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sedikit Opini tentang Konflik Palestina-Israel</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 May 2021 14:55:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[konflik]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4983</guid>

					<description><![CDATA[<p> “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Pembukaan Undang-undang dasar 1945 Sebelumnya, Penulis sudah menuliskan sedikit tentang Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel. Walaupun tidak bisa 100%, Penulis berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap obyektif pada tulisan tersebut. Nah, kalau tulisan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">Sedikit Opini tentang Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p> “Bahwa sesungguhnya <strong>kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa</strong>, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”</p><cite>Pembukaan Undang-undang dasar 1945</cite></blockquote>



<p>Sebelumnya, Penulis sudah menuliskan sedikit tentang <em><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-singkat-konflik-palestina-israel/">Sejarah Singkat Konflik Palestina-Israel</a></em>.  Walaupun tidak bisa 100%, Penulis berusaha semaksimal mungkin untuk bersikap obyektif pada tulisan tersebut.</p>



<p>Nah, kalau tulisan yang satu ini bisa dipastikan 100% bersifat subyektif. Penulis akan mengungkapkan opini pribadinya tentang konflik Palestina-Israel sejujur mungkin.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dalih Israel Mengambil Tanah Palestina</h2>



<p>Di awal tulisan, Penulis mengutip pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang selalu kita dengarkan ketika upacara bendera di hari Senin. Kalaupun tidak bisa menghafal seluruh pembukaan, setidaknya kita akan ingat kalimat pertamanya.</p>



<p>Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Penjajahan, dalam bentuk apapun, harus dilenyapkan dari muka bumi ini. Dalam kasus Palestina-Israel, menurut Penulis Israel telah berperan sebagai penjajah yang datang ke tanah orang.</p>



<p>Penulis telah menonton satu video di YouTube, di mana orang Israel diberi satu pertanyaan sederhana: Mengapa mereka mencuri tanah dari orang Palestina.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Jewish Settlers: Why do you steal Palestinian land?" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/yHRuULJ97vQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jawabannya mereka seragam. Semua menolak disebut mencuri tanah orang dan berdalih bahwa tanah tersebut merupakan <strong>&#8220;Tanah Perjanjian&#8221;</strong> yang diberikan kepada Tuhan untuk mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Analogi Tanah Pemberian Tuhan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4985" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Orang Indian (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="http://thegrandmalogbook.blogspot.com/2019/02/geronimo-one-who-yawns-apache-tribe.html">&#8212; THE GRANDMA&#8217;S LOGBOOK &#8212;</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis menghargai keyakinan bangsa Israel tentang Tanah Perjanjian tersebut. Hanya saja, Penulis menganggap di dalam hukum internasional yang serba plural, kita tidak bisa memaksakan keyakinan kita kepada bangsa lain, apalagi sampai mengusir mereka dari rumahnya sendiri.</p>



<p>Seandainya bangsa Indian meminta tanah di California karena menurut keyakinan mereka itu adalah tanah leluhur yang dijanjikan Tuhan mereka, apakah Amerika Serikat akan secara sukarela memberikan tanah tersebut kepada mereka?</p>



<p>Atau seandainya bangsa Aborigin meminta tanah di Sydney karena itu adalah tanah suci mereka, apakah Australia dan Inggris rela melepas kota tersebut hanya karena keyakinan sebuah kelompok?</p>



<p>Padahal, nyatanya mereka jelas-jelas penduduk asli sana. Mereka yang diusir dari kampung halamannya sendiri ketika orang-orang Barat memulai masa-masa ekspedisi mereka. Akan tetapi, tidak ada satupun dari mereka yang mendapatkan keistimewaan yang didapatkan oleh Israel.</p>



<p>Dunia ini penuh dengan konspirasi. Kita secara tidak sadar dikendalikan oleh orang-orang yang memiliki ambisi dunia dan ingin kita bergerak sesuai dengan keinginan mereka. Israel bisa lahir karena mereka memang ingin Israel lahir di Timur Tengah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tamu yang Tidak Tahu Diri</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-4986" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Holocaust (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.bbc.com/news/world-europe-50743973">BBC</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu alasan mengapa Theodor Herzl menyebarkan Zionisme adalah karena tingginya sikap anti-semitisme masyarakat dunia. <a href="https://whathefan.com/animekomik/antara-eren-thanos-dan-hitler/">Genosida yang dilancarkan oleh Hitler</a> makin meyakinkan mereka untuk membuat negara Yahudi sendiri.</p>



<p>Hanya saja, tanah yang mereka inginkan adalah tanah yang sudah dihuni oleh bangsa lain. Setelah kejatuhan Kesultanan Ottoman dan wilayah mereka dikuasai oleh Inggris, bangsa Palestina sudah ingin menjadi negara merdeka dan berdaulat.</p>



<p>Bangsa Yahudi yang sudah pernah mengalami bagaimana rasanya diusir dari rumah sendiri harusnya tahu bagaimana sakitnya diperlakukan secara demikian. Peristiwa genosida yang menghabisi 6 juta orang Yahudi seharusnya membuat mereka memiliki empati yang tinggi.</p>



<p>Ternyata tidak. Mereka bersikukuh dengan konsep Zionisme dari Herzl dan ingin mendirikan negara Yahudi di tanah Palestina. Mereka melobi Inggris dan bantuan pun datang. Jalan mereka untuk memiliki negara Yahudi semakin mulus setelah Perang Dunia II berakhir.</p>



<p>Migrasi orang Yahudi ke daerah Palestina makin lama makin tinggi. Ibarat tamu yang tidak tahu diri, mereka membawa serombongan keluarga besar untuk bertamu dan menghabiskan makanan milik tuan rumah.</p>



<p>Israel kerap protes serangan bangsa Palestina (seringnya lewat Hamas) ke negaranya. Jika dianalogikan, ini seperti Belanda memprotes tentara Indonesia yang menyerang benteng mereka. Padahal, keberadaan mereka di sana saja sudah menyalahi banyak aturan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Konflik Palestina-Israel akan Berakhir?</h2>



<p>Penulis tidak tahu bagaimana konflik antara Palestina dan Israel akan berakhir. Perundingan damai telah dilakukan setidaknya lima kali. Penawaran konsep dua negara juga selalu ditolak oleh Palestina dan itu wajar. Kita juga tidak ingin berbagi wilayah dengan Belanda.</p>



<p>Rasanya, hanya kiamat yang bisa menghentikan konflik ini. Palestina hanya ingin diakui sebagai negara dan Israel angkat kaki dari wilayah mereka. Israel bersikukuh ingin menjadi negara Yahudi di tanah yang dijanjikan oleh Tuhan mereka.</p>



<p><em>Negaranya sendiri aja belum beres kok sok-sokan mau ngurus negara lain!</em></p>



<p>Ya, negara kita memang memiliki masalah yang tidak kalah kompleks. Walaupun begitu, bukan berarti kita harus tutup mata atas kejadian yang menimpa bangsa lain. Kalau tidak bisa membantu dengan mengangkat senjata, setidaknya doakan lah yang terbaik untuk mereka.</p>



<p>Penulis membuat ringkasan konflik Palestina-Israel juga sebagai bentuk kepeduliannya, walau memang efeknya hampir tidak ada sama sekali. Harapannya, tulisan Penulis bisa sedikit memberi pengetahuan tentang akar permasalahan dari konflik ini.</p>



<p>Setidaknya, Penulis melakukan apa yang bisa Penulis lakukan. Penulis berbuat sesuatu sesuai dengan kapasitasnya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 21 Mei 2021, terinspirasi setelah mempelajari konflik Palestina-Israel</p>



<p>Foto: <a href="https://www.reuters.com/world/middle-east/reactions-israeli-palestinian-fighting-2021-05-12/">Reuters</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/">Sedikit Opini tentang Konflik Palestina-Israel</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/sedikit-opini-tentang-konflik-palestina-israel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Untuk Apa Merdeka?</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-merdeka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Aug 2019 01:03:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[rakyat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2618</guid>

					<description><![CDATA[<p>Negara kita tercinta, Indonesia, baru saja merayakan hari jadinya yang ke-74 tahun. Demi merasakan euforianya, penulis memutuskan untuk pulang ke Malang dan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh Karang Taruna. Oleh karena itu, penulis merasa terdorong untuk merenungi tentang kemerdekaan itu sendiri. Apakah kita benar-benar sudah merdeka? Lebih lanjut, untuk apa kita merdeka? Apa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-merdeka/">Untuk Apa Merdeka?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Negara kita tercinta, <strong>Indonesia</strong>, baru saja merayakan hari jadinya yang ke-74 tahun. Demi merasakan euforianya, penulis memutuskan untuk pulang ke Malang dan mengikuti berbagai <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh Karang Taruna</a>.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis merasa terdorong untuk merenungi tentang kemerdekaan itu sendiri. Apakah kita benar-benar sudah merdeka? Lebih lanjut, untuk apa kita merdeka?</p>
<h3>Apa Kita Benar-Benar Sudah Merdeka?</h3>
<p><div id="attachment_2621" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2621" class="size-large wp-image-2621" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-1-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-1-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-1-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-1-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-1-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2621" class="wp-caption-text">Freeport (<a href="https://walhi.or.id/keperihatinan-kelompok-masyarakat-sipil-terhadap-konflik-pt-freeport-dan-pemerintah-indonesia/">Walhi</a>)</p></div></p>
<p>Mari kita urai pertanyaan yang pertama, apakah kita benar-benar sudah merdeka? Merdeka dari bentuk penjajahan fisik mungkin iya, tapi bagaimana dengan penjajahan bentuk baru?</p>
<p>Mungkin sudah tidak ada negara lain yang menempatkan pasukannya di tanah air kita, tapi bisa jadi mereka datang dalam bentuk lain seperti &#8220;investasi&#8221; yang hanya menguntungkan beberapa pihak, bukan seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Sudah banyak kita baca melalui berbagai media bahwa banyak sumber daya alam kita dikuasai oleh pihak asing. Katanya, karena kita belum mampu mengolahnya sendiri. Mungkin iya, waktu dulu ketika Indonesia baru merdeka. Sekarang?</p>
<p>Itu baru satu sektor yang memang ramai dibincangkan tapi kerap pula untuk dilupakan. Bagaimana dengan sektor lain yang jarang tereskpos oleh media? Penulis yakin ada banyak yang seperti ini.</p>
<p>Tidak hanya dijajah oleh bangsa lain, kita pun berpotensi untuk dijajah oleh negara kita sendiri ketika hak kita dirampas dan pemerintah tutup telinga dari jeritan-jeritan memohon keadilan.</p>
<p>Apakah memang kemerdekaan hanya milik segelintir rakyat Indonesia yang bebas ingin melakukan apa saja karena memiliki harta, <em>privilage</em>, dan kekuasaan?</p>
<p>Meskipun nyatanya masih banyak, penulis tidak ingin masyarakat Indonesia menjadi <em>jongos </em>di negaranya sendiri, walaupun penulis menyadari bahwa <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/lemahnya-etos-kerja-pada-generasi-milenial/">etos kerja dan belajar yang kita miliki masih kalah</a> dari bangsa lain yang lebih maju.</p>
<h3>Untuk Apa Merdeka?</h3>
<p><div id="attachment_2619" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2619" class="size-large wp-image-2619" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/08/untuk-apa-merdeka-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2619" class="wp-caption-text">Pembacaan Proklamasi (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia">Wikipedia</a>)</p></div></p>
<p>Beralih ke pertanyaan kedua, untuk apa kita merdeka? Untuk apa para pahlawan mengorbankan dirinya agar kemerdekaan bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia?</p>
<p>Dari buku sejarah yang kita pelajari sejak SD, kemerdekaan direbut karena kita diperlakukan secara sewenang-wenang oleh penjajah, baik ketika Belanda, Jepang, maupun negara lain.</p>
<p>Intinya, kita menderita akibat perlakuan buruk dari para penjajah. Pertanyaannya, sudahkah kita bebas dari penderitaan tersebut? Sebagian sudah, sebagian belum. Yang jelas, hidup kita jauh lebih baik jika dibandingkan era penjajahan.</p>
<p>Hanya saja, untuk apa kita merdeka jika kita tidak bisa memberikan apapun ke negara? Untuk apa merdeka, jika kita hanya bisa menjadi beban negara tanpa bisa membuatnya bangga sekalipun?</p>
<p>Untuk apa kita merdeka, jika kita malah malas-malasan seolah tidak menghargai usaha para pahlawan? Untuk apa merdeka, jika kita meremehkan makna kemerdekaan itu sendiri dan menganggapnya hanya sebagai salah satu peristiwa di masa lalu?</p>
<p>Untuk apa kita merdeka, jika kita hanya bisa menyombongkan rasa nasionalisme tanpa ada bukti nyatanya? Untuk apa merdeka, jika kita merasa lebih pancasilais dibandingkan orang lain?</p>
<p>Untuk apa kita merdeka, jika kita justru menimbulkan perpecahan yang membuat kita berperang satu sama lain, terutama di media sosial? Untuk apa merdeka, jika kita memusuhi sesama bangsa sendiri?</p>
<p>Untuk apa kita merdeka, jika kita membiarkan bangsa lain mengambil sumber daya kita dengan bebas di kala masih banyak rakyat yang menderita? Untuk apa merdeka, jika kita menutup mata ketika melihat ketidakadilan tersebut?</p>
<p>Untuk apa kita merdeka, jika kita malah menjadi generasi yang menjunjung tinggi budaya lain dan menghina budaya sendiri? Untuk apa merdeka, jika kita menjadi <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/fenomena-bucin/"><em>bucin </em>kebudayaan bangsa lain</a> secara berlebihan?</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis sendiri masih belum bisa menghargai makna kemerdekaan itu sendiri. Penulis masih terus belajar agar mampu menghayati kemerdekaan dan mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Hal tersebut memang tidak mudah untuk dilakukan, tapi bisa jika kita bersungguh-sungguh. Membaca banyak literatur sejarah bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk meningkatkan rasa nasionalisme yang dimiliki.</p>
<p>Yang jelas, kemerdekaan telah diraih oleh para pahlawan demi kemakmuran rakyatnya. Peringatan kemerdekaan yang dirayakan secara meriah setiap tahun seharusnya bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak elemen kemerdekaan yang belum kita dapatkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 20 Agustus 2019, terinspirasi setelah pulang ke Malang dan merayakan kemerdekaan bersama Karang Taruna</p>
<p>Foto: <a href="https://www.aida.or.id/2018/09/3051/jiwa-bangsa-merdeka">Aliansi Indonesia Damai (AID)</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-merdeka/">Untuk Apa Merdeka?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
