<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pergi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/pergi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/pergi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Oct 2023 23:48:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Pergi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/pergi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>People &#8220;Come&#8221;, People &#8220;Go&#8221;</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/people-come-people-go/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/people-come-people-go/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Oct 2023 23:48:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[membantu]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pergi]]></category>
		<category><![CDATA[tolong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6936</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembaca pasti merasa familiar dengan frase bahasa Inggris people come and go. Secara sederhana, frase ini bermakna kalau orang-orang dalam kehidupan kita akan datang dan pergi secara bergiliran. Tidak ada yang akan benar-benar stay. Maka dari itu, menahan orang-orang yang ingin pergi dari kehidupan kita akan terasa percuma, karena pada dasarnya mereka berada di luar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/people-come-people-go/">People &#8220;Come&#8221;, People &#8220;Go&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pembaca pasti merasa familiar dengan frase bahasa Inggris <em>people come and go</em>. Secara sederhana, frase ini bermakna kalau orang-orang dalam kehidupan kita akan datang dan pergi secara bergiliran. <a href="https://whathefan.com/rasa/kalau-mau-stay-ya-stay-kalau-mau-leave-ya-leave-bebas/">Tidak ada yang akan benar-benar <em>stay</em></a>.</p>



<p>Maka dari itu, menahan orang-orang yang ingin pergi dari kehidupan kita akan terasa percuma, karena pada dasarnya mereka berada di luar kendali kita. Yang bisa kita kendalikan adalah respons kita terhadap kepergian mereka.</p>



<p>Namun, pada suatu saat, Penulis menangkap ada makna lain dari frase <em>people come and go</em>. Untuk membedakan, Penulis akan menuliskannya dengan <em>people come, people go</em>. <strong>Datang ketika butuh kita, tetapi pergi ketika kita yang butuh</strong>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-300x221.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-768x566.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-1024x755.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019-346x255.jpg 346w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/Gekkan.Shoujo.Nozaki-kun.full_.1742019.jpg 1221w " alt="Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">Mencari Inspirasi Karakter Melalui Anime</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Datang Ketika Butuh Kita</h2>



<p>Di media sosial akhir-akhir ini sedang viral tentang &#8220;pinjam dulu seratus&#8221; yang biasanya dibalut dalam bentuk pantun. Ini adalah sebuah kalimat horor ketika ada orang datang ke kita untuk meminjam uang, yang biasanya sulit untuk kembali.</p>



<p>Seringkali, orang-orang yang seperti ini adalah orang yang hanya datang ke kita ketika mereka merasa butuh. Tidak melulu tentang pinjan uang, tapi bisa juga butuh bantuan untuk hal lain. Ketika sedang tidak butuh, mereka seolah-olah tidak kenal dengan kita. </p>



<p>Dalam hidup, rasanya hampir semua manusia pernah bertemu dengan tipe orang yang seperti ini. Lantas, bagaimana menghadapi mereka? Kembali lagi ke diri kita masing-masing, apakah mau dimanfaatkan orang lain begitu saja atau memberi batasan yang jelas.</p>



<p>Jika niat hati ingin menolong dan bermanfaat tanpa peduli pikiran orang lain, bagus. Tidak semua orang punya ketulusan hati seperti ini. Toh seperti <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/pada-akhirnya-kebaikan-yang-kita-lakukan-akan-kembali-ke-diri-sendiri/">kata Tanjiro Kamado</a> dari anime <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/berempati-ke-villain-ala-demon-slayer/">Demon Slayer</a></em>, kebaikan yang kita lakukan pada akhirnya akan kembali ke diri sendiri.</p>



<p>Namun, jika belum bisa mencapai level tersebut, menolak untuk dimanfaatkan juga tidak salah. Apalagi, jika tenaga, waktu, bahkan uang kita benar-benar terkuras untuk mereka. Mengetahui batasan diri juga dibutuhkan untuk kebaikan diri kita.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pergi Ketika Kita yang Butuh</h2>



<p>Datang ketika butuh saja sudah cukup problematik, apalagi jika mereka justru pergi ketika kita yang membutuhkan bantuan. Dengan beribu alasan, mereka akan menolak untuk mengulurkan tangan mereka.</p>



<p>Manusia sebagai makhluk sosial jelas harus saling membantu. Mau semandiri apapun, kita pasti tetap membutuhkan bantuan orang lain. Oleh karena itu, sejak kecil kita diajari untuk saling tolong-menolong karena memang seterikat itu kita dengan manusia lain.</p>



<p>Masalahnya, tidak semua orang memiliki kesadaran untuk membantu orang lain. Ada oknum-oknum yang berpikir kalau dirinya adalah pusat semesta, sehingga merasa acuh ketika melihat ada orang yang sedang membutuhkan bantuan dirinya.</p>



<p></p>



<p>Ketika menghadapi tipe orang yang seperti ini, rasanya lebih bijak jika kita menjaga jarak dengan mereka. Berbuat baik sih berbuat baik, tapi kalau hanya kita yang dimanfaatkan ya buat apa? Toh, masih banyak orang lain yang bisa kita tolong daripada parasit seperti mereka.</p>



<p><strong>Datang ketika kita butuh, tetapi pergi ketika kita yang butuh</strong>. Semoga saja kita selalu dihindarkan untuk bertemu dengan orang-orang yang seperti ini. Semoga kita selalu dikelilingi oleh orang-orang baik yang mau saling tolong-menolong.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Oktober 2023, terinspirasi setelah menyadari kalau frase <em>people come and go </em>bisa dimaknai lain</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/photo/time-lapse-photography-of-people-walking-on-pedestrian-lane-842339/">Mike Chai</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/people-come-people-go/">People &#8220;Come&#8221;, People &#8220;Go&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/people-come-people-go/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kalau Mau Stay ya Stay, Kalau Mau Leave ya Leave, Bebas</title>
		<link>https://whathefan.com/rasa/kalau-mau-stay-ya-stay-kalau-mau-leave-ya-leave-bebas/</link>
					<comments>https://whathefan.com/rasa/kalau-mau-stay-ya-stay-kalau-mau-leave-ya-leave-bebas/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Sep 2021 13:29:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tentang Rasa]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[leave]]></category>
		<category><![CDATA[Pergi]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[relasi]]></category>
		<category><![CDATA[stay]]></category>
		<category><![CDATA[tinggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5281</guid>

					<description><![CDATA[<p>People come and go atau people come, people go. Istilah ini sering kita dengar untuk menggambarkan bahwa orang-orang yang kita kenal dalam hidup akan datang dan pergi pada waktunya. Kalau kita menengok ke belakang, ada banyak sekali orang-orang yang datang ke kehidupan kita. Keluarga, tetangga, teman SD, teman SMP, teman SMA, teman kuliah, teman les, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/kalau-mau-stay-ya-stay-kalau-mau-leave-ya-leave-bebas/">Kalau Mau Stay ya Stay, Kalau Mau Leave ya Leave, Bebas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>People come and go</em> atau <em>people come, people go</em>. Istilah ini sering kita dengar untuk menggambarkan bahwa orang-orang yang kita kenal dalam hidup akan datang dan pergi pada waktunya.</p>



<p>Kalau kita menengok ke belakang, ada banyak sekali orang-orang yang datang ke kehidupan kita. Keluarga, tetangga, teman SD, teman SMP, teman SMA, teman kuliah, teman les, teman kerja, teman pengajian, dan lain sebagainya.</p>



<p>Dari banyaknya orang yang kita kenal, mungkin hanya beberapa yang tetap <em>keep in touch </em>dengan kita hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, <em>circle </em>kita semakin mengecil dan mengerucut.</p>



<p>Ada beberapa yang memilih untuk <em>stay </em>dengan kita, entah karena kecocokan, merasa satu frekuensi, asyik diajak nongkrong, dan lainnya. Hanya saja, tak jarang ada yang memutuskan untuk <em>leave </em>dengan beragam alasan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Memaksa Orang untuk <em>Stay</em></h2>



<p>Baik <em>stay </em>maupun <em>leave</em>, masing-masing memiliki alasannya masing-masing. Kadang kita bisa tahu alasannya, kadang kita dibuat penasaran setengah mati hingga jadi menebak-nebak alasannya.</p>



<p>Penulis sendiri tipikal orang yang berusaha menahan orang-orang yang penting baginya untuk <em>stay </em>selama mungkin di kehidupan Penulis. Kalau bisa terus disambung, kenapa harus diputus hubungannya?</p>



<p>Memang terkadang ada saja pertikaian atau perselisihan. Ada yang sepele, tapi tak jarang ada masalah besar hingga membuat hubungan renggang. Namun, hal tersebut bisa dibenahi bersama jika masing-masing punya kesadaran akan kesalahannya.</p>



<p>Akan tetapi, sekarang Penulis menyadari bahwa <strong>menahan orang untuk <em>stay </em>di saat yang bersangkutan tidak ingin hanya akan membuat kita merasa sakit hati.</strong></p>



<p>Terlepas dari apapun alasannya hingga mereka ingin pergi dari kehidupan kita, kita sebenarnya tidak punya hak untuk memengaruhi pilihannya tersebut. Berusaha membujuk boleh saja, tapi jangan sampai berlebihan, apalagi sampai mengemis-ngemis.</p>



<p>Mulai sekarang, Penulis tidak akan memaksa orang lain untuk <em>stay </em>di kehidupan Penulis apapun alasannya. Kalau mau <em>leave </em>ya <em>monggo </em>saja, Penulis akan berusaha ikhlas menerima kenyataan tersebut. Kalaupun Penulis merasa sakit hati, ya sudah mau diapa juga.</p>



<p>Yang bisa Penulis lakukan hanyalah mendoakan yang terbaik untuknya. Semoga mereka yang <em>leave </em>dari kehidupan Penulis bisa menemukan kehidupan yang lebih baik lagi untuk mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menghargai Orang yang <em>Stay</em></h2>



<p>Daripada menghabiskan waktu dan tenaga demi menahan orang untuk <em>stay</em>, lebih baik kita mengalokasikannya kepada orang yang mau <em>stay </em>di kehidupan kita. Kita harus bisa lebih berusaha menghargai mereka.</p>



<p>Kita juga harus bersyukur kepada orang-orang yang sudah berkenan untuk <em>stay </em>di kehidupan kita. Apalagi Penulis merasa dirinya sebagai pribadi yang agak &#8220;sulit&#8221;, sehingga Penulis sangat menghargai orang-orang yang mau <em>stay</em>.</p>



<p>Daripada memusingkan dan menangisi orang-orang yang <em>leave</em>, <strong>lebih baik Penulis mencurahkan perhatian dan kepedulian kepada orang-orang yang <em>stay</em></strong>. </p>



<p>Penulis merasa senang mereka mau <em>stay</em>, sehingga merasa kalau dirinya butuh melakukan sesuatu sebagai gantinya. Penulis akan berusaha untuk menjadi &#8220;orang yang baik&#8221; untuk mereka dan siap kapanpun dimintai bantuan.</p>



<p>Orang-orang yang mau <em>stay </em>di kehidupan Penulis sangat berarti untuk Penulis, sehingga Penulis akan berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan mereka. Potensi konflik sebisa mungkin diminimalisir.</p>



<p>Seandainya orang-orang yang <em>stay </em>tersebut akhirnya memutuskan untuk <em>leave</em>, Penulis akan berterima kasih kepada mereka karena pernah hadir di kehidupan Penulis. Sedih pasti, tapi yang namanya <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apa-yang-bisa-kita-kendalikan/">pertemuan memang pasti memiliki perpisahan.</a></p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Saat ini, Penulis tengah berusaha menerapkan prinsip hidup, <strong>&#8220;Kalau mau <em>stay </em>ya <em>stay</em>, kalau mau <em>leave </em>ya <em>leave</em>, bebas.&#8221;</strong></p>



<p>Penulis menyadari bahwa meskipun kita kerap berjalan beriringan dengan orang lain, akan datang masanya kita akan berpisah jalan. Seperti yang sudah disinggung di atas, penyebabnya ada bermacam-macam.</p>



<p>Kita tidak bisa mengendalikan apakah orang akan <em>stay </em>atau <em>leave </em>dari kehidupan kita. Satu-satunya <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/apa-yang-bisa-kita-kendalikan/">yang bisa kita kendalikan</a> adalah respon kita terhadap keputusan mereka tersebut.</p>



<p>Daripada sakit hati karena merasa ditinggalkan, lebih baik kita berusaha untuk menerima kenyataan tersebut dengan ikhlas. Daripada menyumpahi hal buruk kepada mereka, lebih baik kita bersyukur dan berterima kasih atas semua kenangan yang telah diberikan.</p>



<p>Pada akhirnya, <em>people come and go</em>. Kita tidak bisa menahan orang lain untuk tetap <em>stay </em>bersama kita selamanya, sekalipun kita sangat menginginkannya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 16 September 2021, terinspirasi dari pengalaman pribadi</p>



<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/@d-ng-nhan-324384">Dương Nhân · Photography (pexels.com)</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/rasa/kalau-mau-stay-ya-stay-kalau-mau-leave-ya-leave-bebas/">Kalau Mau Stay ya Stay, Kalau Mau Leave ya Leave, Bebas</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/rasa/kalau-mau-stay-ya-stay-kalau-mau-leave-ya-leave-bebas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Pulang-Pergi</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-pulang-pergi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-pulang-pergi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2021 03:32:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Pergi]]></category>
		<category><![CDATA[Pulang]]></category>
		<category><![CDATA[Pulang-Pergi]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4875</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tulisan Antara Pulang dan Pergi, Penulis pernah mengungkapkan kekecewaannya terhadap novel karya Tere Liye tersebut. Pasalnya, banyak adegan action yang khayal dan terlalu memaksakan. Selain itu, keberuntungan yang dimiliki oleh tokoh utama dan teman-temannya seolah begitu besar. Bantuan selalu datang ketika menit-menit terakhir, apalagi bisa datang di tempat yang bersamaan. Walaupun begitu, Penulis tetap [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-pulang-pergi/">Setelah Membaca Pulang-Pergi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada tulisan <a href="https://whathefan.com/buku/antara-pulang-dan-pergi/">Antara Pulang dan Pergi</a>, Penulis pernah mengungkapkan kekecewaannya terhadap novel karya Tere Liye tersebut. Pasalnya, banyak adegan <em>action </em>yang khayal dan terlalu memaksakan.</p>



<p>Selain itu, keberuntungan yang dimiliki oleh tokoh utama dan teman-temannya seolah begitu besar. Bantuan selalu datang ketika menit-menit terakhir, apalagi bisa datang di tempat yang bersamaan.</p>



<p>Walaupun begitu, Penulis tetap saja membeli lanjutan novelnya, <strong>Pulang-Pergi</strong>. Salah satu alasan kuatnya adalah adanya <em>crossover </em>di mana karakter Thomas dari novel Negeri Para Bedebah dan Negeri di Ujung Tanduk akan banyak muncul di sini.</p>



<p>Karakter ini memang sempat muncul di novel Pergi, namun hanya sekilas. Di novel ini, ia muncul hampir dari awal novel hingga akhir.</p>



<p>Lantas, apakah novel ini menjadi lebih baik jika dibandingkan novel Pergi? Hmmm&#8230;</p>



<p><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p>Novel ini melanjutkan petualangan Bujang setelah pertarungan di akhir novel Pulang. Ia tengah menghadapi dilema karena mendapatkan paksaan untuk menikahi seorang putri penguasa <em>shadow economy </em>Rusia, Otets. Anaknya yang hendak dinikahkan dengan Bujang bernama <strong>Maria</strong>.</p>



<p>Bujang sebenarnya merasa keberatan dengan pernikahan ini, walaupun Maria adalah seorang wanita yang cantik, pintar, dan kuat. Hanya saja, ancaman yang diberikan oleh ayah Maria tidak main-main. Bujang pun memutuskan untuk tetap berangkat ke Rusia.</p>



<p>Di tengah perjalanan, ia menjemput gurunya di Filipina yang bernama Salonga. Ia bersama muridnya, Junior, ikut berangkat ke Rusia. Salonga dimintai tolong untuk melakukan negosiasi agar pernikahan diundur. Nahas, pernikahan justru dipercepat.</p>



<p>Acara pun berlangsung di sebuah kastil milik Otets. Di sana, Bujang bertemu dengan Thomas yang hadir sebagai tamu undangan. Bujang yang terus mencari celah untuk keluar dari situasi ini menemui jalan buntu.</p>



<p>Saat pesta perpisahan berlangsung, ada pengkhianatan yang dilakukan oleh kaki tangan Otets, Natascha dan pasukan Black Widow (<em>pfft</em>&#8230;). Pesta pun bubar dan Otets mati di tangan orang kepercayaannya.</p>



<p>Bagaimana dengan Bujang? Tentu saja ia berhasil kabur bersama Maria, Thomas, Salonga, dan Junior. Mereka pun menyusuri benua Eropa untuk menghindari Natascha dan para pembunuh bayaran yang mengincar kepala mereka, sembari memikirkan bagaimana cara membalas dendam.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku Pulang-Pergi</h2>



<p>Napas panjang langsung Penulis keluarkan setelah selesai membaca novel ini. Memang novel ini jauh lebih baik dibandingkan dengan novel Pergi yang <em>ending-</em>nya sangat memaksakan, tapi tetap saja kurang memuaskan.</p>



<p>Perjalanan yang dilakukan Bujang dan kawan-kawan ketika kabur dari kejaran orang-orang memang cukup seru. Bagaimana Natascha bisa selalu melacak posisi mereka membuat ketegangan cerita terjaga hingga mendekati klimaks. <em>Pace</em>-nya juga lumayan cepat.</p>



<p>Hanya saja, bantuan datang di menit terakhir tetap saja ada. Kawan-kawannya di novel-novel sebelumnya seperti White dan si kembar Yuki-Kiko datang menyusul dan memberikan bantuan kepada Bujang.</p>



<p>Selain itu, pertarungan terakhir melawan Diego (kakak tiri Bujang, otak di balik pemberontakan Natascha) juga rasanya anti-klimaks. Sebagai <em>final boss</em>, pertarungannya terasa singkat dan mati begitu saja. Matinya pun gara-gara Bujang tiba-tiba mendapatkan kekuatan super dari aroma alkohol.</p>



<p>Salah satu yang paling menggelikan dari novel ini adalah pemilihan nama Natascha dan Black Widow, yang rasanya sangat Marvel. Setidaknya, jangan gunakan nama pemimpinnya mirip seperti nama Natasha Romanoff. Banyak nama wanita Rusia lain yang bisa digunakan.</p>



<p>Serial novel <em>action </em>dari Tere Liye rasanya kurang nendang gitu. Karakter-karakternya digambarkan seolah memiliki kekuatan super, entah dari segi kepintaran, kemampuan menembak, dan lain sebagainya. Alhasil, ceritanya pun terasa jauh dan khayal.</p>



<p>Penulis sejak awal memang tidak berharap kalau novel ini akan memiliki alur cerita yang tidak terduga dan penuh <em>plot twist</em>, sehingga tidak terlalu merasa kecewa.</p>



<p>Novel ini memiliki lanjutan dengan judul Bedebah di Ujung Tanduk, yang mungkin lebih berfokus pada Thomas. Apakah Penulis akan membelinya? Sepertinya iya.</p>



<p>Nilainya: <strong>3.8/5.0</strong></p>



<p></p>



<p></p>



<p>Lawang, 11 April 2021, terinspirasi setelah membaca Pulang-Pergi</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-pulang-pergi/">Setelah Membaca Pulang-Pergi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-pulang-pergi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antara Pulang dan Pergi</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/antara-pulang-dan-pergi/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/antara-pulang-dan-pergi/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Jun 2018 06:56:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Pergi]]></category>
		<category><![CDATA[Pulang]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=868</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semasa kuliah, penulis sangat jarang membaca novel Indonesia karena lebih memilih novel terjemahan seperti buku-buku Agatha Christie. Yang pernah penulis baca hanya novel-novel karya Andrea Hirata dan A. Fuadi. Setelah hampir menamatkan seluruh novel Agatha Christie, penulis mencoba untuk lebih mengenal penulis lokal. Mungkin, karena rasa nasionalisme. Penulis memilih untuk membeli novel Tere Liye yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/antara-pulang-dan-pergi/">Antara Pulang dan Pergi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Semasa kuliah, penulis sangat jarang membaca novel Indonesia karena lebih memilih novel terjemahan seperti buku-buku Agatha Christie. Yang pernah penulis baca hanya novel-novel karya Andrea Hirata dan A. Fuadi.</p>
<p>Setelah hampir menamatkan seluruh novel Agatha Christie, penulis mencoba untuk lebih mengenal penulis lokal. Mungkin, karena rasa nasionalisme. Penulis memilih untuk membeli novel Tere Liye yang berjudul <em>Pulang</em> pada tanggal 8 Oktober 2015. Kenapa Tere Liye? Karena penulis sering melihat novel karyanya terpampang di rak <em>best seller</em>.</p>
<p><strong>Pulang</strong></p>
<p>Semula, penulis mengira novel ini berkisah tentang kehidupan sosial yang sarat akan makna kehidupan. Siapa sangka, ternyata novelnya bergenre <em>action</em>, bercerita tentang seorang bocah yang menjadi kepercayaan seorang taipan yang mengusai perekonomian negara.</p>
<p>Karena ringan dan seringkali menyimpan filosofi kehidupan, penulis jadi ketagihan karya-karyanya. Hampir semua karya Tere Liye penulis miliki, kecuali satu yang berjudul <em>The Gogons: James &amp; The Incredible Incidents</em>. Alasannya sederhana, buku tersebut tidak pernah penulis ditemukan di toko buku, dan tidak seperti buku lain, buku ini tidak dicetak ulang.</p>
<p>Selain itu, penulis juga tidak pernah membeli kumpulan sajak seperti <em>#aboutlove</em>. Alasannya, uang yang dikeluarkan tidak sebanding dengan tulisan yang akan penulis baca.</p>
<p><strong>Pergi</strong></p>
<p>Selang 3 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 23 April 2018, penulis terkejut ketika menemukan lanjutan dari novel <em>Pulang</em> yang berjudul <em>Pergi</em>. Terkejut, karena pada akhir tahun kemarin sang pengarang memutuskan untuk tidak lagi menerbitkan bukunya melalui percetakan karena kecewa.</p>
<p>Setelah penulis cek di internet, ternyata Tere Liye berubah pikiran. Alasannya, terlalu lama menunggu penyelesaian dari pemerintah. Benar atau tidak, yang tahu hanya Tuhan dan yang mengeluarkan pernyataannya.</p>
<p>Sempat senang dan terkejut ketika tahu ada Thomas dari novel <em>Negeri Para Bedebah</em>, penulis kecewa dengan cerita akhirnya. &#8220;Keajaiban datang ketika terdesak&#8221; sudah terlalu mainstream untuk menjadi akhir sebuah novel. Apalagi, jika keajaiban tersebut datang bersamaan di tiga tempat berbeda. Diego datang dari atas dan langsung membunuh 40 orang plus Master Dragon tanpa kesulitan? Basyir yang kembali begitu saja setelah pengkhianatan besar-besaran dan langsung menjadi Taoke Besar? Banyak hal yang membuat penulis kesal.</p>
<p>Seharusnya Tere Liye, yang merupakan salah satu penulis favorit penulis, bisa lebih dari ini. Selain itu, saya merasa endingnya seperti terburu-buru, seolah terbatas oleh halaman. Di antara semua novel Tere Liye yang pernah saya baca, baru kali ini penulis merasa anti klimaks.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 10 Juni 2018, terinspirasi setelah menamatkan buku Pergi karya Tere Liye.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/antara-pulang-dan-pergi/">Antara Pulang dan Pergi</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/antara-pulang-dan-pergi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
